• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Metode Analisis Data

Mengunakan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode analisis kualitatif. Data-data yang telah terkumpul terkait dengan permasalahan yang telah dirumuskan, akan dikelompokkan dan dianalisis sesuai dengan asas-asas hukum serta teori–teori yang relevan dengan ilmu hukum kemudian diambil kesimpulan dengan menggunakan metode induksi, yaitu penarikan kesimpulan berdasarkan data yang telah observasi dan dikumpulkan.

36

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Penerapan Sanksi Administratif Terhadap Taksi Online Yang Tidak Memiliki Izin Trayek Di Kota Semarang Berdasarkan Permenhub Nomor 108 Tahun 2017

1. Gambaran umum Dinas Perhubungan Kota Semarang

a. Dinas PerhubunganKota Semarang terletak di Jl. Tambak Aji Raya No.5, Tambakaji, Ngaliyan, Tambakaji, Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50185

b. Visi dan misi Dinas Perhubungan Kota Semarang Visi :

“Terwujudnya Pelayanan Transportasi Yang Handal Dan Tertib Di Kota Perdagangan Dan Jasa”

Visi tersebut di atas mengandung arti sebagai berikut :

1) Transportasi, dalam arti suatu sistem yang terdiri dari sarana dan prasarana yang didukung oleh tata laksana dan sumber daya manusia membentuk jaringan prasarana dan jaringan pelayanan;

2) Pelayanan transportasi yang handal, diindikasikan oleh penyelenggaraan transportasi yang aman, selamat, nyaman, tepat waktu, terpelihara, mencukupi kebutuhan, menjangkau seluruh wilayah kota serta mampu mendukung pembangunan kota;

3) Kota Perdagangan, mengandung arti kota yang mendasarkan bentuk aktifitas pengembangan ekonomi yang menitikberatkan pada aspek perniagaan sesuai dengan karakteristik masyarakat

kota yang didalamnya melekat penyelenggaraan fungsi jasa yang menjadi tulang punggung pembangunan;

4) Kota jasa, sebutan kota jasa sebenarnya tidak lepas dari status kota perdagangan karena perdagangan akan selalu terkait dengan persoalan perniagaan atau proses transaksi dan distribusi barang dan jasa

Misi :

Untuk mewujudkan visi Dinas Perhubungan tersebut, maka dijabarkan dalam misi sebagai berikut :

1) Mewujudkan perencanaan dan perumusan kebijakan tehnis di bidang perhubungan

2) Mewujudkan peningkatan penyelenggaraan pengelolaan terminal

3) Mewujudkan pelayanan transportasi massal perkotaan dan perparkiran yang nyaman dan tertib

4) Mewujudkan pengembangan sarana dan prasarana transportasi 5) Mewujudkan peningkatan pelayanan uji kendaraan bermotor c. Tugas dan fungsi Dinas PerhubunganKota Semarang

Dinas Perhubungan Kota Semarang mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

1) Tugas Pokok Dinas Perhubungan Kota Semarang.

Melaksanakan urusan Pemerintah Daerah dibidang perhubungan berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan.

2) Fungsi Dinas Perhubungan Kota Semarang.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana diuraikan di atas, Dinas Perhubungan mempunyai fungsi sebagai berikut :

a) Perumusan kebijakan tehnis di bidang perhubungan darat, bidang keselamatan atau sarana dan prasarana, bidang perparkiran, bidang perhubungan laut dan udara

b) Penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran Dinas Perhubungan, pengkoordinasian pelaksanaan tugas Dinas Perhubungan

c) Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang perhubungan darat, bidang keselamatan atau sarana dan prasarana, bidang perparkiran, bidang perhubungan laut dan udara

d) Pengelolaan urusan administrasi keuangan, koordinasi penyusunan program, pengelohan data dan informasi dibidang perhubungan darat, bidang keselamatan atau sarana dan prasarana, bidang perparkiran, bidang perhubungan laut dan udara

e) Penyusunan, perumusan dan penjabaran tehnis, pemberian bimbingan di bidang perhubungan

f) Pelaksanaan pemberian bimbingan di bidang perhubungan serta fasilitasi pembiayaan di lingkungan Kota Semarang

g) Pelaksanaan pertanggungjawaban terhadap kajian tehnis/

rekomendasi perijinan dan/atau non perizinan di bidang Perhubungan

h) Pelaksanaan pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pengendalian serta monitoring, evaluasi dan pelaporan terhadap unit pelaksana tehnis dinas

i) Pengelolaan urusan kesekretariatan Dinas Perhubungan;

j) Pelaksanaan pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pengendalian serta monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas Dinas Perhubungan

k) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan bidang tugasnya.24

2. Jumlah Armada Taksi

Sumber : Dinas Perhubungan Kota Semarang

Jika dilihat dari grafik diatas menunjukan taksi yang memiliki izin masih sangat tinggi jumlahnya yaitu taksi blue bird sebesar 23

24 Dishub.Semarangkota.Go.Id

ribu permintaan dibandingkan dengan taksi online, yang meliputi go-car, grab, dan uber dengan permintaan konsumen sebesar 15 ribu. Di grafik tersebut mengambarkan bahwa blue bird masih di percaya oleh masyarakat.Grafik tersebut berdasarkan perbandingan antara taksi konvensional dan taksi online.

3. Penerapan sanksi administratif terhadap taksi online yang tidak memiliki izin trayek di Kota Semarang berdasarkan Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017.

Dinas Perhubungan pada saat ini sudah menerapkan yang ada di dalam Permenhub, akan tetapi pengusahaan taksi online belum mendaftar sebagai peserta angkutan daring/taksi online. Jika dalam hal perizinan tidak dapat dipenuhi sudah seharusnya Dinas Perhubungan dapat menindak dan mencabut pengusahaan itu untuk tidak beroperasi kembali, sesuai dengan yang ada di dalam Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017.

Jika dilihat dari jumlah armada taksi online yang cukup banyak pada tahun 2018 perizinannya belum ada satupun pengusahaan taksi online yang mengajukan izin kepada Dinas Perhubungan Kota Semarang sampai saat ini tidak ada mode transportasi online yang mengajukan permohonan izin, sehingga mode transportasi online yang beroprerasi di jalan tanpa memiliki izin, Dinas Perhubungan sebagai penyelenggara angkutan lebih bijak dan tegas dalam menyelenggarakan dan menindak para pengemudi taksi online yang masih beroperasi mengangkut penumpang tanpa adanya izin.

Dan dalam Pasal 72 Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017 pelanggaran diklasifikasikan menjadi 3 yaitu sebagai berikut : a. Pelangaran ringan

1) Tidak melaporkan apabila terjadi perubahan kepengurusan perusahaan dan/atau koperasi

2) Tidak melaporkan apabila terjadi perubahan domisili perusahaan dan/atau koperasi

3) Tidak melaporkan kegiatan operasional angkutan secara berkala

4) Pengurangan atau penambahan identitas kendaraan

5) Tidak memelihara kebersihan dan kenyamanan kendaraan yang dioperasikan

6) Mempekerjakan awak kendaraan yang tidak dilengkapi dengan pakaian seragam dan/atau tidak menggunakan tanda pengenal perusahaan angkutan umum

7) Tidak mengumumkan tarif berlaku

8) Tidak mencetak besaran tarif pada tiket atau yang dipersamakan dengan tiket.

b. Pelangaran sedang

1) Pelanggaran besaran tarif angkutan

2) Belum melunasi iuran wajib pertanggungan kecelakaan dan tanggung jawab pengangkut

3) Memberikan pelayanan tidak sesuai dengan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan

4) Tidak mengembalikan surat keputusan izin penyelenggaraan dan/atau kartu pengawasan setelah terjadi perubahan izin penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek

5) Memperkerjakan awak kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan dan bukan merupakan pengemudi dari perusahaan angkutan umum yang bersangkutan

6) Mengoperasikan kendaraan tidak sesuai dengan jenis pelayanan berdasarkan izin penyelenggaraan yang dimiliki 7) Tidak mematuhi ketentuan waktu kerja dan waktu istirahat

bagi pengemudi

8) Mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang ditetapkan

9) Tidak melakukan pembayaran denda administratif atas pelanggaran ringan.

c. Pelangaran berat

1) Menggunakan kartu pengawasan ganda

2) Mengoperasikan kendaraan melampaui wilayah operasi yang telah ditetapkan

3) Tidak memasang tanda khusus kendaraan yang telah ditetapkan

4) Memalsukan Dokumen Perjalanan yang Sah dan/atau tanda khusus

5) Mengoperasikan kendaraan tidak dilengkapi Dokumen Perjalanan yang SAH

6) Mengoperasikan kendaraan yang telah habis masa berlaku izin penyelenggaraannya

7) Melakukan kelalaian pengoperasian kendaraan sehingga menimbulkan kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa.25

Sanksi bagi perusahaan taksi online yang tidak memiliki izin trayek yang digunakan Dinas Perhubungan Kota Semarang pada saat ini didasarkan padaPermenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017 yaitu sanksi administratif, sanksi administratif tersebut meliputi : a) Peringatan tertulis

b) Denda administratif

c) Pembekuan izin penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan umum tidak dalam trayek

d) Pencabutan izin penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan umum tidak dalam trayek

Namun penerapan sanksi administatif tersebut di lapangan belum secara maksimal dijalankan karena terdapat kendala pada saat menerapkan sanksi tersebut oleh para pengemudi maupun pengusahaan taksi online.26 Adapun kendala di maksud dapat diuraikan dalam subbab berikutnya.

25Pasal 72, Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017.

26Muhammad Ali Mursyidi, Fungsional Sub Bagian Pengendalian Dan Ketertiban Dinas Perhubungan Kota Semarang, Wawancara (Semarang, 18 Januari 2018).

B. Kendala penerapan sanksi administratif terhadap taksi online yang tidak memiliki izin trayek di Kota Semarang berdasarkan Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017.

1. Kendala Dinas Perhubngan Kota Semarang dalam menerapkan sanksi administratif

Kendala Dinas Perhubungan Kota Semarang dalam menerapakan sanksi administratif tersebut yaitu sulitnya mendeteksi angkutan legal dan illegal di lapangan karena pada realita yang di lapangan hanya taksi konvensional yang melengkapi angkutannya dengan tulisan TAKSI, tanda nomor kendaraan bermotor dengan warna dasar kuning, nama perusahaan dan/atau merek dagang, lampu bahaya berwarna kuning.

Berbeda dengan taksi online yang sangat sulit untuk di deteksi dari mulai jenis mobil tanda uji kir sampai dengan lambang mobil yang belum terpasang di body mobil. Tidak menutup kemungkinan pada saat Dinas perhubungan mengelar razia rutin, menemukan pengemudi online yang hanya menunjukan surat berkendara, tanpa di berikan surat izin dari pengusahaan dan surat uji KIR. Adanya kendala tersebut dinas perhubungan tidak bisa sepenuhnya menerapkan sanksi yang telah diatur oleh peraturan Permenhub. Karena dalam satu sisi pihak pengusahaan tidak memiliki izin trayek yang sesuai dengan Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017.27 Jika dilihat dari

27Ibid.

prosentase masyarakat penilaian terhadap kepuasan mengunakan taksi online dapat di lihat grafik di bawah ini, yaitu :

Sumber : Dinas Perhubungan Kota Semarang

Grafik di atas menunjukan pemilihan masyarakat terhadap taksi online jenis go-car lebih banyak diminati dengan prosentase sebesar

60,6% dibandingkan dengan jenis grab car sebesar 61%, sedangkan jenis lainya di bawah rata-rata karena pelayanan dan juga harga yang masih sama dengan taksi konvensional lainya yaitu sebesar 31%.

Kendala Dinas Perhubunganakan berdampak besar bagi Dinas Perhubungansendiri karena makin banyaknya jumlah permintaan masyarakat akan tetapi di sisi lainya izin yang belum di kantonginya para pengemudi taksi online oleh pengusahaan taksi tersebut.

2. Kurang pahamnya masyarakat terhadap tentang peraturan persyaratan mengemudikan taksi online dalam Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017.

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

70.00%

Go-car Grab Car Uber Tidak pernah

Series 1

3. Kendala Dinas Perhubungan Kota Semarang adalah menghitung armada taksi online yang beroperasi tanpa adanya izin trayek karena keterbatasan pegawai Dinas Perhubungan Kota Semarang.

Keterbatasan pegawai mengakibatkan tidak optimalnya dalam penegakan sanksi administratif dan pengawasan dalam mendeteksi jenis dan tipe armada yang digunakan sebagai taksi online karena dari banyaknya taksi online belum mematuhi ketentuan yang berlaku dalam Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017. Tidak adanya logo atau simbol perusahaan taksi online mengakibatkan pegawai sulit dalam mendeteksi

C. Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang untuk mengatasi kendala dalam penerapan sanksi administratif terhadap taksi online yang tidak memiliki izin trayek di Kota Semarang

Dari kendala tersebut dan juga kendala Dinas Perhubungan dalam menegakan aturan sesuai dengan Permenhub, Dinas Perhubungan sudah berupaya bagaiamana cara dalam mengatasi masalah dan juga kendala tersebut. Upaya tersebut adalah sebagai berikut :

1. Sehubungan dengan kendala dalam menerapkan sanksi admistratif, maka Dinas Perhubungan Kota Semarang melakukan operasi gabungan dengan Polisi dan Jasa Raharjasebagai penegak aturan berlalulintas, dan juga penyelengara syarat administratif dan akan dilakukan teguran simpatik kepada kendaraan angkutan sewa khusus yang belum sesuai terhadap peraturan dalam Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017. Penegakan hukum ini dilakukan secara bertahap

pada pekan pertama dan kedua akan dilakukannya teguran simpatik kepada kendaraan angkutan khusus yang belum sesuai peraturan, setelah kedua pekan berjalan penegakan hukum akan bercondong pada ke yang berwajib.

Apabila suatu kendaraan kendaraan mengangkut penumpang umum dan berbayar secara undang-undang kendaraan tersebut harus mamatuhi aturan sebagai angkutan umum, tidak lagi sebagai angkutan pribadi maka agar angkutan sewa online dapat beroperasi secara legal diwajibkan untuk memiliki STNK berbadan hukum atau dapat atas nama perorangan untuk badan hukum berbentuk koperasi. Demi keselamatan, Uji KIR diwajibkan bagi angkutan umum yakni angkutan yang digunakan untuk mengangkut penumpang dan berbayar. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, karena angkutan sewa online mengangkut penumpang umum dan berbayar maka dari itu peraturan uji KIR tersebut berlaku atasnya. Dinas Perhubungan Kota Semarang sama sekali tidak mempermasalahkan penggunaan teknologi, sebaliknya dengan di tegakkan Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017 ini taksi online yang menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi telah diakomodir agar dapat beroperasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi.

2. Syarat minimal keselamatan dalam berkendara dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Semarang juga melakukan sosialisasi terhadap masyarakat khususnya pengemudi taksi online agar mereka

mengetahui adanya Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017 yang dimana seharusnya mereka mengetahui syarat dan ketentuan yang sudah berlaku agar tidak ada lagi masalah atau konflik antar angkutan konvensional dengan angkutan online yang sampai saat ini.

Contohnya seperti harus melengkapi syarat-syarat pendirian pengusahaan, standar minimal keselematan, uji KIR dan juga menyediakan asuransi bagi pengemudi maupun konsumen yang tercantum dalam Pasal 7 Dan Pasal 8 Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017.

Tidak hanya Dinas Perhubungan saja yang harus turun tangan melainkan peran masyarakat juga perlu membantu guna terlaksanaya pengawasan terhadap taksi online, yaitu :

1) Masyarakat berhak untuk berperan serta dalam penyelenggaraan angkutan jalan

2) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud, meliputi :

a) Memberikan masukan kepada instansi Pembina lalu lintas dan angkutan jalan dalam penyempurnaan peraturan perundang-undangan, pedoman dan standar teknis di bidang angkutan jalan b) Memantau pelaksanaan standar pelayanan angkutan umum yang

dilakukan oleh perusahaan angkutan umum

c) Melaporkan perusahaan angkutan umum yang melakukan penyimpangan terhadap standar pelayanan angkutan umum kepada Direktur Jenderal, Kepala Badan, Gubernur, Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya

d) Memberikan masukan kepada instansi Pembina lalu lintas dan angkutan jalan dalam perbaikan pelayanan angkutan umum

e) Memelihara sarana dan prasarana angkutan jalan, dan ikut menjaga keamanan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran angkutan jalan 3) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud, disampaikan kepada

instansi pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi instansi

4) Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah mempertimbangkan dan menindak lanjuti masukan dan pendapat yang di sampaikan oleh masyarakat.28

3. Upaya yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Semarang adalah menghimbau para pengemudi dan pemilik perusahaan taksi online agar melakukan uji KIR, mengganti SIM A ke SIM A umum, KP (Kartu Pengawas), stiker atau logo perusahaan dan akan menentukan kuota sehungga menjadi armada taksi online yang legal dengan memberikan tanda atau stiker angkutaan sewa umum dari Dinas Perhubungan Kota Semarang.

Diharapkan dalam upaya tersebut bisa mengurangi pelanggaran dan menjaga ketertiban sesuai dengan yang ada di Permenhub, dan dapat melindungi keselamatan bagi pengemudi maupun konsumen sendiri jika terjadi sesuatu hal yang tidak dapat diperitungkan. faktor yang mempengaruhi taksi konvensional lebih mahal dari taksi online karena mereka legal dan memiliki izin. Berbeda dengan taksi online yang sampai

28Pasal 71, Permenhub RI Nomor PM Tahun 2017.

saat ini belum memiliki izin sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku di dalam Permenhub RI Nomor PM Tahun 2017. Pada dasarnya kemenhub ingin mengutamakan kepentingan masyarakat luas, kepentingan nasional dan kepentingan pengguna jasa dalam hal keselamatan, perlindungan konsumen, kesetaraan dan kesempatan berusaha disisi lain peraturan ini tidak seluruhnya bisa memuaskan semua pihak kemenhub berdiri di tengah berusaha untuk mengakomodir semua pihak.

Selain untuk mengakomodasi kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat, Pemerintah akan memastikan pelayana angkutan orang yang ada saat ini aman, nyaman, tertib, lancar dan terjangkau. Dalam kaitannya dengan iklim usaha, peraturan ini untuk mendorong pertumbuhan perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan dan prinsip pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Dengan memberikan kepastian hukumterhadap aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, kesetaraan, keterjangkauan dan keteraturan serta manampung perkembangan kebutuhan masyarakat dalam penyelenggaraan angkutan umum, dan memberikan perlindungan dan penegakan hukum bagi masyarakat.

51 A. Simpulan

1. Penerapan sanksi administratif terhadap taksi online yang tidak memiliki izin trayek di Kota Semarang sudah sesuai dengan Permenhub RI Nomor PM 108 tahun 2017,tetapi penerapannya belum maksimal.

2. Kendala penerapan sanksi administratif terhadap taksi online yang tidak memiliki izin trayek di Kota Semarang berdasarkan Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017, antara lain :

a. Kendala dalam menerapkan sanksi administratif

b. Kendala kurang pahamnya masyarakat tentang peraturan mengenai persyaratan mengemudikan taksi online

c. Kendala Dinas Perhubungan Kota Semarang dalam menerapakan sanksi administratif tersebut yaitu sulitnya mendeteksi angkutan legal dan illegal di lapangan karena pada realita yang di lapangan hanya taksi konvensional yang melengkapi izin trayek dan sudah uji KIR. Keterbatasan pegawai Dinas Perhubungan sangatlah berpengaruh dalam menjalankan tindakan bagi pengemudi taksi online yang tidak memiliki izin, dengan menutupi kekurangan

pegawai tersebut, Dinas Perhubungan memberikan sosialisasi kepada para pengemudi taksi online untuk mematuhi aturan dan melengkapi syarat administrasi yang harus di bawa dalam mengemudi/berkendara.

3. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota semarang untuk mengatasi kendala dalam penerapan sanksi administratif terhadap taksi online yang tidak memiliki izin trayek di Kota Semarang, antara lain sebagai berikut :

a. Sehubungan dengan kendala dalam menerapkan sanksi admistratif, maka Dinas Perhubungan Kota Semarang melakukan operasi gabungan dengan Polisi dan Jasa Raharja sebagai penegak aturan berlalulintas, dan akan dilakukan teguran simpatik kepada kendaraan angkutan sewa khusus yang belum sesuai terhadap peraturan dalam Permenhub.

b. Dinas Perhubungan Kota Semarang juga melakukan sosialisasi terhadap masyarakat khususnya pengemudi taksi online agar mereka mengetahui adanya Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017 yang di mana seharusnya mereka mengetahui syarat dan ketentuan yang sudah berlaku agar tidak ada lagi masalah atau konflik antar angkutan konvensional.

c. Menghimbau para pengemudi dan pemilik perusahaan taksi online agar melakukan uji KIR, mengganti SIM A ke SIM A umum, KP (Kartu Pengawas), stiker atau logo perusahaan dan akan menentukan kuota sehungga menjadi armada taksi online yang legal dengan memberikan tanda atau stiker angkutaan sewa umum dari Dinas Perhubungan Kota Semarang.

B. Saran

Di harapkan bagi pengusahaan maupun pengemudi taksi online untuk mematuhi dan melengkapi syarat dan ketentuan yang ada di Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017, mulai dari syarat administratif, izin pengusahaan, melakukan uji KIR, pemasangan logo atau identitas pengusahaan. Dinas Perhubungan harus menentukan batas bawah dan atas tarif taksi online agar tidak ada konflik yang terjadi di lapangan antara taksi konvensional dan taksi online mengenai tarif, membatasi kuota armada taksi online di Kota Semarang dan berlaku selektif dalam memberikan sanksi jika terjadi pelanggaran pengusahaan yang tidak memiliki izin trayek.

54 BUKU

Adisasmita, Rahardjo, Dasar-dasar Ekonomi Transportasi. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010.

Amiruddin dan Zainal Asikin, Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta:

Rajawali Press, 2013.

Kamaluddin, Rustian, Ekonomi Transportasi Karakteristik, Teori dan Kebijakan.Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003.

HS,Salim dan Erlies Septiana Nurbani, Penerapan Teori Hukum Pada Penelitian Tesis dan Disertasi.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1997.

Kansil, C.S.T., Hukum Tata Pemerintahan Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia,1984.

Muhammad, Abdulkadir, Hukum Pengangkutan Niaga. Bandung : Citra Aditya, 1998.

Salim, Abbas, Manajemen Transportasi.Jakarta: PT Raja Grafindo, 2000.

Subekti,R. dan Tjitrosoedibyo, 2005.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2010.

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Sekretariat Negara RI. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Jakarta, 2009.

Sekretariat Negara RI. UU Nomor 14 Tahun 1992 tentangLaluLintas Dan Angkutan Jalan, Jakarta, 1992.

Sekretariat Negara RI. Permenhub RI Nomor PM 108 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.,Jakarta, 2017.

Sekretariat Negara RI.PermenhubNomor 26 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek, Jakarta,2017.

Sekretariat Negara RI.KM 35 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Di Jalan Dengan Kendaraan Umum, Jakarta, 2003.

WEBSITE

Achmad Maulidi, “Pengertian Data Primer dan Data Sekunder”(online), (http://www.kanalinfo.web.id/2016/10/pengertian-data-primer-dan-data-sekunder.html, diakses 6 maret 2017).

Yusuf A., “Jenis Transportasi Umum” (online) (http://artikelinformasi.com/manfaat-menggunakan transportasi-umum/diakses tanggal 20 april 2017).

Dokumen terkait