BAB III METODE PENELITIAN
H. Metode Pengumpulan Data
I. Metode Analisis Data
52
1. Analisis Validitas instrumen penelitian
Validitas butir soal dilakukan setelah penulis melakukan uji coba terhadap instrumen penelitian. Hasil uji coba akan dianalisi dengan menggunakan korelasi product moment dengan angka kasar sebagai berikut:
= ∑ − ∑ ∑
∑ − ∑ ∑ − ∑
Dengan,
= koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
= Jumlah anggota sample
= Skor pada pertanyaan tertentu
= Skor total
Penafsiran harga koefisien korelasi dilakukan dengan membandingkan harga rxy hasil perhitungan dengan rxy yang ada dalam tabel harga kritik product moment sehingga dapat diketahui signifikan tidak korelasi tersebut. Apabila rxy hitung lebih besar atau sama dengan rxy tabel (rh > rt) berarti korelasi bersifat signifikan, artinya instrument tes dapat dikatakan valid. Begitu juga sebaliknya apabila rxy hitung lebih besar atau sama dengan rxy tabel (rh < rt) berarti korelasi tidak signifikan, kesimpulan instrument tes tidak valid (Putro Widoyoko:139)
53
2. Analisis Reliabilitas instrumen penelitian
Rumus yang digunakan adalah
= − 1 1 − ∑ ! = ∑ − ∑ "# $ Dengan, = reliabilitas instrumen
= banyak butir pertanyaan atau banyaknya soal
∑ = jumlah variansi butir
= variansi total
= skor total
3. Analisis Data Hasil Belajar Siswa
Analisis hasil belajar diambil dari hasil pretes dan postes. Ketidaktuntasan hasil belajar siswa dilihat dari KKM sekolah yaitu 65.
Mencari nilai siswa, sebagai berikut:
Nilai akhir = %&'( ' )* " ++ ,+
Dengan mengambil nilai rata-ratanya, dengan melakukan perhitungan sebagai berikut:
X = ∑ -$
54
Keterangan:
X = meanatau rata-rata
∑ ./ =
jumlah nilai semua sisi N = jumlah siswaMencari persentase kelulusan berdasarkan jumlah siswa lulus:
Persentase ketuntasan kelas
=
012*)3 4-45) )67 *1*14012*)3 48*1(13 4-45) X 100Dalam menentukan efektivitas metode inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa, peneliti menggunakan uji statistika, yaitu dengan menentukan uji normalitas, uji homogenitas kemudian uji t.
1) Uji Normalitas
Adapun langkah-langkah uji normalitas sebagai berikut: a. Merumuskan Ho dan H1
a) Ho : populasi selisih nilai berdistribusi normal b) H1 : populasi selisih nilai tidak berdistribusi normal b. Menentukan α
Nilai α = level signifikansi = 5% = 0,05 c. Statistik Penguji
a) Urutkan selisih data dari yang paling kecil sampai yang paling besar
b) Hitunglah frekuensinya f
c) Hitung Z = : ̅ 4<
55
d) Nilai |F(x) – S(x)|tertinggi sebagai angka penguji normalitas.
e) Nilai Tabel
Nilai kuartil penguji Lilliefors, α = 0,05 ; N =32 yaitu
=> = +,@@A√6 = +,@@A
√, = 0,156
f) Daerah Penolakan
Jika Lhitung < Ltabel, maka Ho diterima, H1 ditolak d. Kesimpulan :
Jika Ho diterima maka populasi selisih nilai berdistribusi normal
2) Uji Homogenitasnya:
Adapun langkah-langkah untuk uji homogenitasnya, sebagai berikut:
a. Merumuskan Ho dan H1
a) Ho : Tidak ada perbedaan antara varians X dan varians Y b) H1 : Ada perbedaan antara varians X dan varians Y b. Menentukan α
56
c. Mencari varians variabel X dan Y, dengan rumus:
SX = varians pretes SY = varians postes
S X=
I
6 ∑ "6 6:#: ∑ " # S Y=I
6 ∑6 6:#: ∑ J #Dengan n adalah jumlah siswa yaitu 32
d. Mencari Fhitung / statistik ujinya dengan dari varians X dan Y, dengan rumus:
e. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel pada tabel distribusi F a) Untuk varians terbesar adalah dk pembilang n-1
b) Untuk varians terkecil adalah dk penyebut n-1 c) Jika Fhitung < Ftabel, berarti homogen d) Jika Fhitung > Ftabel, berarti tidak homogeny 3) Uji t nya:
a. Merumuskan Ho dan H1
Ho : K ≤K atau K -K ≤ 0 H1 : K >K atau K -K > 0
Dimana K adalah mean untuk postes dan K adalah mean untuk pretes
57
Nilai α = 0,05
c. Menentukan daerah kritik : t > tα
d. Statistik ujinya:
t =
%<<: <'√6 O
e. Kesimpulan :
Ho ditolak bilai nilai statistik uji berada di daerah kritis sehingga terjadi peningkatan hasil belajar. Tetapi apabila Ho diterima maka tidak terjadi peningkatan pada hasil belajar. 4. Analisis Observasi
Dalam menganalisis keaktifan siswa, adapun kisi-kisi yang digunakan untuk pedoman dalam pengamatan.
Tabel 3.2 Kisi-kisi Keaktifan Siswa
No Aspek yang diamati Keterangan
1. Perhatian siswa terhadap guru dan teman
Siswa konsentrasi dalam mengikuti pelajaran, tidak bermain HP, memperhatikan guru mengajar dan presentasi dari teman,tidak bermain atau mengobrol hal lain dengan teman sebelah, aktif memperhatikan minimal selama 1JP.
2. Siswa aktif bertanya kepada guru Intensitas siswa dalam bertanya mengenai materi pelajaran kepada guru saat pembelajaran berlangsung (diskusi kelas ataupun kelompok).
3. Siswa aktif menjawab pertanyaan guru dan siswa yang lain
Intensitas siswa dala menjawab pertanyaan dari guru dan siswa yang lainnya
4. Siswa aktif bertanya kepada teman
Intensitas siswa dalam bertanya mengenai materi pelajaran kepada teman saat diskusi kelompok maupun
58
No Aspek yang diamati Keterangan
diskusi kelas( presentasi teman) 5. Siswa mengerjakan tugas didepan Intensitas siswa dalam mengerjakan
tugas didepan kelas
6. Siswa aktif berdiskusi Intensitas siswa memberikan ide
atau gagasan dan mau memberi tanggapan ketika diskusi kelas Intensitas siswa memberikan ide atau gagasan dan mau memberi tanggapan ketika diskusi kelompok
Adapun perhitungan keaktifan siswa yang digunakan oleh guru dengan metode Likert sebagai berikut:
Tabel 3.3 Lembar Perhitungan Keaktifan Siswa oleh Guru
No Aspek yang diamati Skor
A Siswa memperhatikan guru dan teman menjelaskan 1 2 3
B Siswa bertanya kepada guru 1 2 3
C Siswa bertanya kepada teman mengenai materi 1 2 3 D Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru 1 2 3 E Siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh teman 1 2 3 F Siswa mengerjakan tugas didepan kelas ketika 1 2 3 G Siswa mengeluarkan ide atau gagasan pada saat diskusi kelompok 1 2 3 H Siswa mengeluarkan ide atau gagasan pada saat diskusi kelas 1 2 3 I Siswa mengerjakan hasil pekerjaannya didepan kelas 1 2 3 J Siswa memberi tanggapan pada saat diskusi kelas 1 2 3 K Siswa memberi tangapan pada saat diskusi kelompok 1 2 3
Dengan penskoran keaktifan siswa dengan menggunakan metode Likert, sebagai berikut:
Tabel 3.4 Penskoran Keaktifan siswa
Skala Kriteria Skor
1 Tidak Baik 1
2 Cukup Baik 2
59
Berdasarkan skala skor tersebut, skor tiap aspek-aspek keaktifan siswa yang diamati sbb:
1) Keterlibatan siswa dalam memperhatikan guru dan teman menjelaskan a. Serius memperhatikan, tidak bermain Hp, tidak mengobrol hal lain
dengan teman sebelah, diberi skor 3
b. Tidak selalu memperhatikan, melihat HP, mengobrol dengan teman sebelah, diberi skor 2
c. Tidak memperhatikan, selalu bermain HP, selalu mengobrol dengan teman sebelah, diberi skor 1
2) Keterlibatan siswa bertanya kepada guru
a. Siswa yang intensitas bertanya kepada guru pada saat diskusi kelas ataupun kelompok ≥ 3 kali, diberi skor 3
b. Siswa yang intesitas bertanya kepada guru pada saat diskusi kelas ataupun diskusi kelompok 1-2 kali, diberi skor 2
c. Siswa yang tidak pernah bertanya sama sekali diberi skor 1
3) Keterlibatan siswa bertanya kepada teman tentang materi yang dibahas ketika diskusi kelompok
a. Siswa yang intensitas bertanya kepada teman pada saat diskusi kelompok (diskusi intern maupun presentasi) ≥ 3kali, diberi skor 3 b. Siswa yang intensitas bertanya kepada teman pada saat diskusi
kelompok (diskusi intern maupun presentasi) 1-2 kali,diberi skor 2 c. Siswa yang tidak pernah bertanya kepada teman mengenai materi pada
saat diskusi kelompok(intern maupun presentasi), diberi skor 1 4) Keterlibatan siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru
a. Siswa yang intensitas menjawab pertanyaan guru ≥ 3kali, diberi skor 3 b. Siswa yang intensitas menjawab pertanyaan guru 1-2 kali, diberi skor 2 c. Siswa yang tisk pernah menjawab pertanyaan guru, diberi skor 1 5) Keterlibatan siswa menjawab pertanyaan teman saat diskusi kelompok
60
a. Siswa yang intensitas menjawab pertanyaan teman ≥ 3kali, diberi skor 3
b. Siswa yang intensitas menjawab pertanyaan teman 1-2 kali, diberi skor 2
c. Siswa yang tidak pernah menjawab pertanyaan teman, diberi skor 1 6) Keterlibatan siswa mengerjakan tugas didepan kelas ketika
a. Siswa yang intensitas mengerjakan tugas didepan kelas ≥ 3kali, diberi skor 3
b. Siswa yang intensitas mengerjakan tugas didepan kelas 1-2 kali, diberi skor 2
c. Siswa yang tidak pernah mengerjakan tugas didepan kelas, diberi skor 1
7) Keterlibatan siswa mengeluarkan ide atau gagasan pada saat diskusi kelompok
a. Siswa yang intensitas mengeluarkan ide atau gagasan pada saat diskusi kelompok ≥ 3kali, diberi skor 3
b. Siswa yang intensitas mengeluarkan ide atau gagasan pada saat diskusi kelompok 1-2, diberi skor 2
c. Siswa yang tidak pernah mengeluarakan ide atau gagasan pada saat diskusi kelompok, diberi skor 1
8) Keterlibatan siswa mengeluarkan ide atau gagasan pada saat diskusi kelas a. Siswa yang intensitas mengeluarkan ide atau gagasan pada saat diskusi
kelas ≥ 3kali, diberi skor 3
b. Siswa yang intensitas mengeluarkan ide atau gagasan pada saat diskusi kelssas 1-2, diberi skor 2
c. Siswa yang tidak pernah mengeluarakan ide atau gagasan pada saat diskusi kelas, diberi skor 1
61
a. Siswa yang intensitas memberi tanggapan pada saat diskusi kelas ≥
3kali, diberi skor 3
b. Siswa yang intensitas memberi tanggapan pada saat diskusi kelas 1-2, diberi skor 2
c. Siswa yang tidak pernah memberi tanggapan pada saat diskusi kelas, diberi skor 1
10)Keterlibatan siswa memberi tanggapan pada saat diskusi kelompok a. Siswa yang intensitas memberi tanggapan pada saat diskusi kelompok
≥ 3kali, diberi skor 3
b. Siswa yang intensitas memberi tanggapan pada saat diskusi kelompok 1-2, diberi skor 2
c. Siswa yang tidak pernah memberi tanggapan pada saat diskusi kelompok, diberi skor 1
Dalam menganalisis kegiatan siswa dikelas pada saat proses pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing berlangsung, peneliti menggunakan metode likert. Berikut tabel keaktifan siswa:
Tabel 3.5 Lembar Observasi Keaktifan Siswa
KODE Jenis Keterlibatan Siswa Skor total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 A B C D E F G H I
62 KODE Jenis Keterlibatan Siswa Skor total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11