• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Analisis Data 1. Statistik Deskriptif

METODE PENELITIAN

E. Metode Analisis Data 1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari kisaran teoritis, kisaran sesungguhnya, rata-rata hitung (mean), dan standar deviasi (standard deviation). Statistik deskriptif dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai distribusi dan perilaku data (Ghozali, 2006). Statistik deskriptif juga dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang baik tentang bagaimana responden bereaksi terhadap item dalam kuesioner (Sekaran, 2006:176).

2. Pengujian kualitas data a. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid jika pertanyaan pada kuesioner. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuisioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut (Ghozali, 2006:49).

Teknik yang digunakan untuk mengukur validitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Pearson’s Correlation Product Moment dengan cara mengkorelasikan

antara skor masing-masing item pernyataan dengan skor total item pernyataan tersebut. Instrumen dinyatakan valid jika nilai probabilitas < 0,05 (α = 5%).

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2006:45).

Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan uji statistik Cronbach Alpha (α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60 (Nunnally, 1960 dalam Ghozali, 2006:46).

c. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan untuk menguji kesahihan nilai parameter yang dihasilkan oleh model yang digunakan dalam penelitian ini. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas. Penjelasan masing-masing uji asumsi klasik meliputi:

1) Uji Normalitas

Uji Normalitas dilakukan untuk melihat apakah dalam model regresi variabel-variabel yang dianalisis

terdistribusi normal atau tidak (Wijaya, 2009:126). Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2006:147).

Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan uji statistik non-parametrik One Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan p value yang diperoleh dari hasil pengujian normalitas dengan tingkat signifikansi yang ditentukan yaitu sebesar 0,05. Data dikatakan terdistribusi normal apabila p value > 0,05.

2) Uji Multikolinieritas

Uji Multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen (Wijaya, 2009:119). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen (Ghozali, 2006:91).

Uji multikolinearitas dalam penelitian ini dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan variances inflation factor/VIF (Ghozali, 2006:91). Nilai tolerance yang rendah sama artinya dengan nilai VIF yang tinggi (Ghozali, 2006:92). Data dikatakan tidak terjadi

multikolinearitas apabila nilai tolerance > 0,1 dan VIF < 10.

3) Uji Heteroskedastisitas

Uji Heterokedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah pada suatu pengamatan varians variabelnya tidak sama (Wijaya, 2009:124). Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2006:125).

Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Glejser yaitu dengan meregres nilai absolut residual terhadap variabel independen (Gujarati, 2003). Model regresi yang baik adalah model regresi yang tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2006:125). Data dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas apabila probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan (p > 0,05).

4) Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi dimaksudkan untuk mengetahui apakah ada korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan periode t-1 pada persamaan regresi linear (Wijaya, 2009:121). Uji autokorelasi bertujuan untuk

menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t-1 (Ghozali, 2006:99).

Uji autokorelasi dalam penelitian ini menggunakan uji Durbin-Watson. Nilai Durbin-Watson hitung (d) diperoleh dari hasil pengujian yang dibandingkan dengan nilai Durbin-Watson tabel, yaitu batas lebih tinggi (upper bond atau du) dan batas lebih rendah (lower bond atau dl). Model regresi yang baik adalah model regresi yang tidak terjadi autokorelasi (Ghozali, 2006:100). Data dikatakan tidak terjadi autokorelasi apabila du < d < 4 - du.

3. Metode Pengujian Hipotesis

a. Analisis Regresi Linier Berganda

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh lebih dari satu variabel bebas terhadap variabel terikat (Wijaya, 2009:99). Analisis regresi linear berganda adalah analisis regresi linear digunakan untuk menguji hubungan antara dua atau lebih variabel dependen dengan himpunan variabel independen yang ditampilkan dalam bentuk persamaan regresi kemudian dilakukan pengujian koefisien regresi secara simultan (uji F),

pengujian koefesien determinasi, dan pengujian koefisien regresi parsial (uji-t).

Model yang digunakan dalam penelitian ini disajikan dalam persamaan regresi berikut ini;

Y = α + 1X1 + 2X2 + 3X3 + 4X4 + 5X5 + e Keterangan:

Y = Keputusan Adopsi IAS ke dalam PSAK di Indonesia α = konstanta

β = koefisien regresi

X1 = individualism (individualisme) X2 = power distance (jarak kekuasaan)

X3 = uncertainty avoidance (penghindaran ketidakpastian) X4 = masculinity (maskulinitas)

X5 = confucianism work dynamism (orientasi jangka panjang) e = error (eror)

b. Uji Statistik F (Uji F)

Uji statistik F digunakan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat (Ghozali, 2006:88).

Langkah-langkah dalam uji statistik F adalah sebagai berikut:

a) Menentukan hipotesis H0 : b1 = b2 = b3….. = bk = 0 Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3….. ≠ bk ≠ 0

b) Menentukan Ftabel dengan tingkat signifikansi 0,05

c) Menghitung Fhitung dan kemudian membandingkannya dengan Ftabel

Kriteri dalam uji statistik F adalah sebagai berikut:

a) H0 diterima dan Ha ditolak yaitu apabila Fhitung < Ftabel atau bila nilai signifikansi lebih dari nilai alpha 0,05 berarti variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen atau dapat dikatakan bahwa model regresi tidak signifikan.

b) H0 ditolak dan Ha diterima yaitu apabila Fhitung > Ftabel atau bila nilai signifikansi kurang dari nilai alpha 0,05 berarti variabel independen secara serentak dan signifikan bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen atau dapat dikatakan bahwa model regresi signifikan. c. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2006:87). Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan

variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas.

Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Secara umum koefisien determinasi untuk data silang (crosssection) relatif rendah karena adanya variasi yang besar antara masing-masing pengamatan, sedangkan untuk data runtun waktu (time series) biasanya mempunyai nilai koefisiensi determinasi yang tinggi.

d. Uji Statistik t (Uji t)

Uji statistik t pada dasarnya untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2006:88).

Langkah-langkah dalam uji statistik t adalah sebagai berikut:

a) Menentukan hipotesis. H0 : b1 = b2 = b3….. = bk = 0 Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3….. ≠ bk ≠ 0

c) Menghitung thitung dan kemudian membandingkannya dengan ttabel.

Kriteri dalam uji statistik t adalah sebagai berikut:

a) H0 diterima dan Ha ditolak yaitu apabila thitung < ttabel atau bila nilai signifikansi lebih dari nilai alpha 0,05 berarti variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

b) H0 ditolak dan Ha diterima yaitu apabila thitung > ttabel atau bila nilai signifikansi kurang dari nilai alpha 0,05 berarti variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen.

BAB IV

Dokumen terkait