BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
E. Metode Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan metode Analisis Deskriptif, yakni suatu metode analisis data dimana data dikumpulkan, disusun, diinterpretasikan, dan dianalisis sehingga memberikan keterangan bagi pemecahan masalah yang dihadapi.
BAB IV
ANALISIS HASIL PENELITIAN
A. Data Penelitian
1. Sejarah Singkat PT. BPR Karyabhakti Ugahari
Adapun yang mendasarinya berdirinya PT. BPR KBU ini adalah akibat keadaan ekonomi masyarakat dimana masyarakat golongan ekonomi lemah sulit dalam mengembangkan usahanya karena sulitnya memperoleh modal usaha.
Melihat keadaan ini dan untuk mencegah masyarakat terjun dalam cengkramah lintah darat maka mereka mendirikan PT. BPR Karyabhakti Ugahari.
Setelah ada kesepakatan bersama maka diajukanlah permohonan ke Departemen Kehakiman untuk memperoleh badan hukum Perseroan Terbatas (PT). Melalui berbagai proses maka secara resmi berdirilah PT. Bank Perkreditan Rakyat Karyabhakti Ugahari Tanjung Morawa. Perseroan Terbatas Bank perkreditan Rakyat Karyabhakti Ugahari Tanjung Morawa (PT. BPR KBU Tanjung Morawa) berkedudukan di Jl. Pasar Inpres No. 71 Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, di bawah pengawasan Bank Indonesia. Medan.
PT. BPR Karyabhakti Ugahari mulai beroperasi sejak tanggal 1 Oktober 1992 berdasarkan Surat Keterangan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor:
Kep. 003/KM. 13/1992 tentang Pemberian Izin Usaha PT. BPR Karyabhakti Ugahari Tanjung Morawa dan pengesahan Menteri Kehakiman RI Nomor. C2-35 25 HT. 01-01 tahun 1992 tanggal 30 April 1992.
Selain melayani masyarakat di sekitar wilayah Tanjung Morawa yang merupakan tempat kedudukan BPR Karyabhakti Ugahari, wilayah operasi BPR Karyabhakti Ugahari juga meluas ke Medan dan sekitarnya, daerah Negara, Talun Kenas dan sekitarnya, Lubuk Pakam, Dolok Masihul dan Pantai Labu, serta sebagian wilayah di Kabupatan Serdang Bedagai.
2. Aktivitas PT. BPR Karyabhakti Ugahari
Sesuai dengan UU Perbankan No. 7 Tahun 1992 mengenai usaha yang boleh dilakukan oleh BPR, maka usaha BPR Karyabhakti Ugahari juga meliputi tabungan deposito dan pemberian kredit. Dalam menujang kegiatan operasional sehari-hari, BPR Karyabhakti Ugahari telah memanfaatkan teknologi komputer baik hardware maupun software. Yang telah dilengkapi dengan beberapa unit komputer yang menggunakan teknologi Local Area Network (LAN) yang memungkinkan seluruh komputer terhubung satu dengan yang lainnya sehingga dapat meningkatkan efisiensi kerja dan peningkatan pelayanan kepada nasabah.
Adapun jasa yang ditawarkan oleh PT. BPR Karyabhakti Ugahari adalah:
a. Tabungan
Yaitu suatu dana yang disimpan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu selama saldo nasabah masih mencukupi. Dimana saldo awal tabungan dapat dimulai sebesar Rp. 20.000,00. Penghimpunan tabungan dapat juga dilakukan dengan cara “Jemput Bola” atau “Door To Door”, yang dikutip setiap hari (untuk nasabah di pasar-pasar) dan 2x seminggu. Suku bunga tabungan pada saat ini adalah sebesar 8% yang dihitung berdasarkan modal efektif harian.
b. Deposito
Selain menyediakan jasa tabungan, BPR Karyabhakti Ugahari juga menyediakan Deposito bagi nasabah yang ingin mendepositokan dana mereka.
Saldo awal untuk deposito pada PT. BPR Karyabhakti Ugahari minimum sebesar Rp. 1.000.000,00. Suku bunga deposito bunga saat ini dapat dilihat pada tabel 4.1 yang ada di bawah berikut ini:
Tabel 4.1
Tingkat Suku Bunga Deposito
Jangka Waktu Suku Bunga
3 Bulan 10%
6 Bulan 10,5%
12 Bulan 11%
Sumber: PT. BPR Karyabhakti Ugahari
c. Kredit
Pemberian kredit merupakan sektor utama di BPR Karyabhakti Ugahari.
Adapun, suku bunga kredit pertahun saat ini dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut:
Tabel 4. 2
Tingkat Suku Bunga Kredit
Sumber Dana Jenis Kredit Suku Bunga
Dana Sendiri Kredit Modal Kerja 3,5% Sliding
Konsumtif 2% Flat
Sumber: PT. BPR Karyabhakti Ugahari
Sektor usaha yang dibiayai adalah sektor usaha pertanian, perindustrian, perdagangan, sektor usaha jasa dan juga konsumtif yang pada umumnya
merupakan tergolong usaha kecil mikro dan menengah (UKM) yang berada di sekitar wilayah operasional BPR Karyabhakti Ugahari.
Dalam pemberian kredit, plafond minimal Rp. 1 Juta dan maksimal adalah Rp.
25 Juta biasanya mendapat persetujuan dari Direktur Utama. Sedangkan untuk kredit diatas Rp. 50 juta harus mendapat persetujuan dari Komisaris Perusahaan. Untuk jenis agunan yang diterima oleh PT. BPR Karyabhakti Ugahari adalah:
1. Surat Tanah Sertifikat Hak Milik.
2. Surat Tanah Hak Guna Bangunan.
3. Surat Tanah Akte Camat.
4. Surat Tanah Akte Notaris.
5. Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor.
Peningkatan kredit dilakukan secara intern dengan menandatangani berkas-berkas pengikatan kredit.
3. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas PT. BPR Karyabhakti Ugahari Struktur organisasi menggambarkan pembagian kerja dan wewenang antara orang-orang atau unit-unit atau bagian-bagian dalam organisasi, sistem komunikasi, dan rentang kendali. Dengan adanya struktur organisasi, maka dapat diketahui wewenang dan tanggung jawab setiap personil yang menduduki jabatan tertentu sesuai dengan struktur organisasi yang ada.
Adapun struktur organisasi PT. Bank Perkreditan Rakyat Karyabhakti Ugahari Tanjung Morawa dapat dilihat pada Lampiran 1. Uraian deskripsi jabatan
pada struktur organisasi di PT. Bank Perkreditan Rakyat Karyabhakti Ugahari Tanjung Morawa adalah sebagai berikut:
1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
RUPS adalah lembaga yang paling tinggi kedudukannya dalam strutur organisasi PT. BPR KBU. Setiap keputusan yang diambil oleh RUPS adalah mengikat dan wajib dilaksanakan oleh Dewan Komisaris maupun Direksi.
2. Dewan Komisaris
Tugas dan wewenang Dewan Komisaris adalah:
1) Mengawasi baik secara langsung maupun tidak langsung atas pekerjan dan tindakan Direksi mengenai pengelolaan usaha atau pertanggungjawaban harta kekayaan Bank.
2) Membuat laporan Dewan Komisaris kepada Bank Indonesia sesuai dengan peraturan yang berlaku.
3) Memberikan saran dan nasehat kepada Direksi atas pemasalahan yang timbul dalam perseroan baik yang berkaitan dengan kegiatan internal maupun dengan hubungan ke luar perseroan.
4) Memberikan izin atau persetujuan kepada Direksi dalam hal yang diluar wewenang dan tanggung jawabnya.
5) Menciptakan dan membina hubungan baik Bank dengan para relasi dan instansi terkait lainnya.
6) Memberikan sementara Direksi apabila menyimpang sebagaimana yang terdapat dalam ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
3. Direksi
Direksi PT. BPR KBU terdiri dari Direktur Utama dan Direktur Operasional. Di bawah ini akan diuraikan tugas dan wewenang masing-masing Direksi.
3.1. Direktur Utama
Tugas dan wewenang Direktur Utama adalah:
1) Memimpin dan mengkoordinasikan semua kegiatan Bank, baik di internal maupun eksternal, termasuk dalam hal ini mewakili Bank di pengadilan.
2) Menjalankan tugas dan wewenang sebagaimana yang ditetapakan berdasarkan Akte Pendirian dan Anggaran Dasar Perseroan, serta menetapkan peraturan-peraturan atau perubahan peraturan bagi tujuan pencapaian usaha Bank.
3) Mengawasi dan mengendalikan, menertibkan semua kegiatan Bank sehingga pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan dan tata kerja dan prosedur yangberlaku.
4) Membina semua petugas dalam lingkungan Bank untuk mengembangkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap kerja yang diperlukan untuk menuju kepada profesionalisme kerja dalam menunjang pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan wewenang masing-masing fungsionaris atau bagian.
5) Menjaga likuiditas Bank agar kas rasio selalu cukup sebagaimana diwajibkan oleh Bank Indonesia, sehingga setiap saat dapat menunaikan kewajiban tepat pada waktunya.
3.2. Direktur Operasional
Atasan langsung Direktur Operasional adalah Direktur Utama. Di samping itu Direktur Operasional juga mempunyai bawahan langsung yaitu Kepala Bagian Operasional, Kapala Bagian Kredit, Kepala Bagian Umum/Personalia.
Adapun tugas dan wewenag Direktur Operasional adalah sebagai berikut:
1) Mengusahakan agar instruksi-instruksi kerja ditaati dan dijalankan oleh petugas pelaksana dalam bagiannya serta memberikan petunjuk-petunjuk yang dianggap perlu.
2) Memahami peraturan-peraturan yang ada hubungannya dengan sistem pembukuan dan prosedurnya serta hal-hal yanh menyangkut operasional suatu Bank.
3) Membantu menyelesaikan masalah-masalah yang timbul di dalan tugas-tugas kerja yaitu:
a. Bidang pelayanan nasabah b. Bidang administrasi pembukuan c. Bidang Operasional
d. Bidang Kredit
4) Melaksanakan pengendalian terhadap biaya-biaya agar tidak melampaui jumlah yang telah dianggarkan dalam rencana kerja.
5) Menyimpan berkas asli pinjaman di dalam filing cabinet.
4. Bagian Operasional
Operasional Bank terdiri dari beberapa bagian yang dikepalai Oleh Kepala Bagian Operasional. Atasan langsung bagian operasional adalah Direktur Operasional. Di bawah ini akan diuraikan tugas dan wewenang kepala bagian operasional.
1) Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan seksi yang ada dalam satu kelompok operasi agar pekerjaan tersebut dilaksanakan secara efisien dan efektif.
2) Mengusahakan agar instruksi-instruksi kerja ditaati dan dijalankan oleh petugas pelaksana dalam bagiannya serta memberikan petunjuk-petunjuk yang dianggap perlu.
3) Memahami peraturan-peraturan yang ada hubungannya dengan sistem operasional BPR.
4) Mencapai target kerja untuk bagian yang dibawahi sesuai dengan Rencana Kerja Tahunan yang telah ditetapkan.
5) Membina hubungan baik dengan nasabah penabung dan deposan.
6) Memberikan usul, ide, saran untuk pengembangan perusahaan kepada Direksi.
5. Bagian Tabungan
Adapun tugas dan wewenang bagian tabungan adalah:
1) Mencari, mengadakan kontak-kontak penjajakan, memberikan informasi kepada calon nasabah untuk menjadi Penabung dan atau Deposan.
2) Menerima permohonan nasabah untuk menjadi penabung atau deposan secara ramah.
3) Memproses permohonan pembukaan rekening tabungan dan meminta kepada nasabah datang kepada kasir untuk menyetorkan uangnya berdasarkan jumlah yang tercantum dalam tanda setoran tabungan yang telah dibuat.
4) Membuat buku tabungan dan kartu rekening tabungan, memberi nomor rekening tabungan dan mencatat jumlah seoran ke buku tabungan.
5) Memimpin, mengawasi dan mengkoordinir petugas pelaksana di bagian tabungan yang terdiri dari:
5.1. Seksi Tabungan
Adapun tugas dan wewenang pada seksi tabungan adalah:
1) Memeriksa kelengkapan persyaratan dan memaraf kuitansi serta bilyet deposito yang akan dicairkan sebelum ditandatangani oleh Direksi.
2) Mengadakan pertemuan dengan seluruh staf untuk mengevaluasi hasil kerja sebelumnya dan pencapaian target kerja selanjutnya.
3) Bertanggung jawab atas pembuatan, kebenaran dan ketepatan waktu penyampaian Laporan-laporan seperti:
• Saldo Nomatif Tabungan dan Deposito setiap akhir bulan.
• Perhitungna Bunga Tabungan beserta Pajaknya dan Bunga Deposito yang Masih Akan Dibayar setiap akhir bulan.
• Perhitungna biaya pengerahan dana pihak ketiga setiap bulan.
• Laporan Rekapitulasi Daftar Nominatif Simpanan Pihak Ketiga ke Bank Indonesia sebelum tanggal 14 setiap bulan.
• Laporan Nasabah Tutup Rekening dan Nasabah Rekening Pasif.
4) Membantu menyelesaikan masalah-masalah yang timbul di dalam pelaksanaan tugas bagian tabungan.
5) Memastikan bahwa bagian tabungan telah melakukan pelayanan prima.
6. Bagian Deposito
Adapun tugas dan wewenang bagian deposito adalah:
1) Memproses aplikasi pembukaan Deposito, membuat sertifikat deposito asli dan copy atas nasabah serta membuat data-data deposan pada Buku Register Deposito.
2) Membuat slip pembayaran bunga deposito dan membuat nota pemindah bukuan terhadap bunga deposito yang dipindahkan ke lain rekening.
3) Membuat daftar nominal deposito setiap akhir bulan dan menyerahkannya kepada Direksi.
4) Menyimpan dengan baik dokumen-dokumen yang berhubungan dengan Deposito.
5) Memimpin, mengawasi dan mengkoordinir petugas pelaksana di bagian deposito yang terdiri dari:
6.1. Seksi Deposito
Adapun tugas dan wewenang pada seksi deposito adalah:
1) Memberikan informasi, keterangan, dan laporan-laporan yang dibutuhkan oleh Direksi di luar laporan rutin.
2) Mengawasi, mengatur dan memastikan kelancaran penarikan dan penyetoran uang ke antar ke bank (petugas yang menarik dan menyetor).
3) Menyetujui penarikan tabungan dan deposito sesuai dengan batas wewenang yang diberikan.
4) Memastikan bahwa setiap permohonan menjadi penabung dan deposan sudah memenuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan.
7. Bagian Teller
Adapun tugas dan wewenang teller adalah sebagai berikut:
1) Membuka brankas bersama dengan Kabag Operasional lalu mengambil serta menghitung uang yang diambil dari brandkas untuk stok kas kecil teller sesuai dengan kebutuhan.
2) Mencatat jumlah uang yang diambil dari brandkas dan menandatangani buku pengambilan uang dari brandkas bersama dengan Kabag Operasional.
3) Mengisi semua data yang diperlukan di slip penarikan antara aktiva sebelum diserahkan kepada Direksi untuk ditandatangani.
4) Memberitahukan kepada bagian yang terkait (tabungan, deposito, kredit, umum) apabila ada penambahan saldo antar bank aktiva pada saat buku dicetak atau ada pemberitahuan dari bank lain.
5) Menyusun uang sesuai nilai tukarnya dengan rapi, menghitung total uang baik di kas kas kecil teller maupun brankas pada akhir hari berdasarkan transaksi kas serta mengusahakan agar maksimal uang di brankas sesuai dengan jumlah yang diasuransikan.
6) Memimpin, mengawasi dan mengkoordinir petugas pelaksana di bagian teller yang terdiri dari:
7.1. Seksi Teller
Adapun tugas dan wewenang pada seksi teller adalah:
1) Mencocokkan saldo kas yang ada di komputer dengan total fisik uang yang ada di brankas maupun di kas kecil teller, jika terjadi selisih kas harus dicari penyebabnya sehingga sama saldo kas di komputer dan jumlah fisik uang.
2) Menjaga kerahasiaan:
1. Nasabah dan simpanannya (sesuai dengan UU Perbankan) 2. Kode Password
3. Dan hal-hal lain yang perlu dijaga 4. Kode password
5. Hal-hal lain yang memang harus dijaga
3) Membantu menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam pelaksanaan tugas bagian teller.
4) Memeriksa transaksi kas dan register kas bagian teller.
5) Menjaga dan mengatur uang di brankas sesuai dengan jumlah maksimal yang diasuransikan.
8. Bagian Kredit
Bagian kredit dikepalai oleh seorang kepala bagian kredit. Atasan langsung dari kepala bagian kredit adalah Direktur Operasional. Bagian yang dibawahi adalah Kepala Seksi Kredit (membawahi bagian Analisa Kredit dan Marketing), Administrasi Kredit dan Sistem Informasi Debitur/SID. Adapun tugas dan wewenang Kepala Bagian Kredit adalah:
1) Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan pegawai yang dibawahinya agar pekerjaan tersebut dilaksanakan secara efektif dan efisien,
2) Membimbing dan membina bawahan dalam disiplin, loyalitas dan tanggung jawab, dalam menjalankan tugasnya sehari-hari dan keagresipan dalam mencari debitur yang baik serta menegur jika melanggar sistem dan prosedur yang berlaku.
3) Memahami peraturan-peraturan yang ada hubungannnya dengan sistem operasional BPR terutama peraturan mengenai kredit dari Bank Indonesia.
4) Bertanggung jawab atas pembuatan laporan –laporan ke Bank Indonesia maupun pihak ketiga lainnya, membantu menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di bagian analisa kredit dan marketing, administrasi kredit, sistem informasi debitur.
5) Memimpin, mengawasi dan mengkoordinir petugas-petugas pelaksana di bagian kredit yang terdiri dari:
8.1. Bagian Analisa Kredit dan Marketing
Atasan langsung bagian Analisa Kredit dan Marketing adalah Kepala Seksi Kredit. Adapun tugas dan wewenangnya antara lain:
1) Mengawasi pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh Kepala Seksi Kredit.
2) Menandatangani Nota Rekomendasi Kredit, menyetujui pemeberian kredit sebesar plafon sesuai batas wewenang yang doberikan menolak permohonan kredit apabila tidak layak diberikan.
3) Memperhatikan dan mengawasi kelancaran pinjaman yang telah diberikan termasuk pembayaran angsuran dan bunga pinjaman pada saat jatuh tempo.
4) Menandatangani surat pemberitahuan, surat peringatan 1 dan 2 kepada debitur yang menunggak 1 bulan pertama, bersama Direktur Operasional.
5) Memerintahkan Kepala Seksi untuk melakukan upaya-upaya optimal dalam menangani PYMAD dan NPL dengan melakukan kunjungan malam, kunjungna bersama dengan pengacara, dengan aparat keamanan atau ekskusi agunan.
8.2. Bagian Administrasi Kredit
Tugas dan wewenang pada bagian administrasi kredit, antara lain:
1) Melakukan pembagian tugas yang jelas dan tepat untuk pegawai bagian administrasi kredit
2) Memeriksa dan memaraf berkas realisasi kredit sebelum dilaksanakan pengikatan kreditnya.
3) Mengawasi apakah permohonan kredit sudah diproses sesuai dengan standar jangka waktu yang ditetapkan dan memastikan pendistribusian dan penyimpanan berkas-berkas realisasi kredit sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya.
4) Mengawasi dan memastikan pengambilan agunan sudah sesuai dengan prosedur, memeriksa dan menandatangani nota-nota pemindahbukuan bagian kredit.
8.3. Seksi Penagihan
Adapun tugas dan wewenang seksi penagihan sebagai berikut ini:
1) Memperhatikan dan mengawasi pembayaran angsuran dan bungan pinjaman yang telah jatuh tempo.
2) Memeriksa dokumen-dokumen perkreditan yang berkaitan dengan kredit bermasalah tersebut serta mengunjungi debitur yang termasuk dalam kategori bermasalah sehingga dicari jalan keluar yang terbaik.
3) Mengadministrasikan surat-surat peringatan, daftar penyitaan debitur dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penagihan setra melaksanakan analisisis ulang sebab-sebab terjadinya kredit bermasalah dan berusaha membantu mereka untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
9. Bagian Pembukuan
Adapun tugas dan wewenang bagian pembukuan adalah:
1) Memeriksa kebenaran posting transaksi ke jurnal seksi yang dibuat oleh masing-masing bagian.
2) Membuat dan menyampaikan laporan keuangan bulanan, Laporan Bulanan untuk Bank Indonesia,
3) Menyimpan secara rutin dan aman dari kerusakan, semua bukti-bukti otentik/kuitansi yang diperlukan sebagai pendukung dalam pembukuan
dan menjaga agar bukti-bukti tersebut tidak tercecer ke bagian lain ataupun pihak luar.
10. Bagian Umum, Personalia dan Sekretariat
Bagian ini dikepalai oleh seorang kepala bagian yang disebut Kepala Bagian Umum dan Personalia. Adapun tugas dan wewenang di seksi umum adalah:
1) Mengurus dan menyediakan/ membeli barang untuk keperluan kantor/pegawai yang meliputi barang-barang cetakan/tulis-menulis, konsumsi, peralatan listrik, air, kendaraan dan lain-lain.
2) Menyediakan dan mengatur fasilitas keamanan untuk harta milik Bank agar terhindar dari kerugian atau kerusakan yang mungkin ditimbulkan oleh kebakaran, perampokan dan tindakan lainnya atau kecurangan yang dilakukan oleh pihak BPR maupun pihak luar.
3) Membantu Direksi dalam pengelolaan SDM mulai dari permohonan kerja, mengurus terlaksananya seleksi/testing/wawancara pegawai dan mengajukan hasil-hasil tersebut kepada Direksi.
4) Dalam rangka surat-menyurat khususnya surat yang berasal dari dan untuk pimpinan, sejauh tidak dilakukan unit organisasi lainnya, mengadakan filing seperlunya seperti penomoran dan pencatatan tanggal terima dll.
11. Pengawas Internal (Internal Control)
Adapun tugas dan wewenang bagian Pengawasan Internal adalah sebagai berikut:
1) Mencegah terjadinya penyimpangan melalui suatu sistem pengendalian, pengaturan, kewenangan, pemisahan fungsi otorisasi, dokumen, prosedur,dll.
2) Memeriksa pendapatan dengan membandingkan pendapatan yang seharusnya diterima dari bunga pinjaman atas kredit yang disalurkan dengan bunga pinjaman yang diterima. Melakukan analisis terhadap hasil temuan tersebut dan melaporkannya kepada Direksi.
3) Memeriksa Laporan Publikasi Neraca dan Perhitungan Rugi Laba untuk disampaikan kepada Bank Indonesia sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4. Kredit Modal Kerja Pada PT. BPR Karyabhakti Ugahari
Salah satu kredit yang paling sering diberikan oleh BPR Karyabhakti Ugahari kepada nasabahnya adalah Kredit Modal Kerja. Sistem dan syarat-syarat kredit modal kerja sudah disesuaikan untuk mempermudah peningkatan usaha pengusaha-pengusaha kecil dan menengah. Para pengusaha kecil ini menggunakan kredit modal kerja untuk keperluan membiayai kebutuhan modal kerja dan pada umumnya habis dalam satu atau beberapa proses produksi.
Misalnya, untuk membeli bahan baku, membeli bahan pembantu lainnya, membayar gaji pegawai, atau untuk keperluan lainnya yang berkaitan dengan proses produksi perusahaan. Jadi, kredit ini tidak digunakan untuk keperluan investasi, dimana kredit investasi digunakan untuk keperluan perluasan usaha, untuk pembelian barang-barang modal atau aktiva tetap, untuk membangun proyek/pabrik baru serta untuk keperluan rehabilitasi.
Kriteria kredit modal kerja pad PT. BPR Karyabhakti Ugahari adalah:
1. Jangka pendek antara tiga bulan samapi satu tahun, menengah antara satu sampai dua tahun.
2. Sifatnya roll-over (berulang-ulang).
Persyaratan kredit modal kerja adalah:
1. Subjek hukum perorangan, badan usaha dan badan hukum.
2. Mengajukan surat permohonan beserta proposal kelayakan usaha yang ditujukan kepada pimpinan PT. BPR Karyabhakti Ugahari Tanjung Morawa..
3. Menyerahkan data subjek hukum dan aspek legalitas usaha, seperti surat izin pendirian usaha..
4. Menyerahkan data neraca, laba-rugi, dan data financial lainnya (laporan keuangan).
5. Menyerahkan agunan sesuai dengan pedoman perkreditan PT. BPR Karyabhakti Ugahari.
Kredit modal kerja ini terbagi atas dua, yaitu:
1) Pinjaman Angsuran
Jenis pinjaman ini ditujukan kepada pedagang-pedagang kecil atau pedagang informal di pasar tradisional, dimana transaksi terjadi setiap hari, misalnya pedagang sayur, pedagang buah, pedagang kue, dan lain-lain.
Ketentuan kredit ini adalah:
a. Jangka waktu pinjaman maksimal dua (2) tahun.
b. Suku bunga kredit 3,5% sliding tiap bulan.
c. Biaya provisi dan administrasi 2,5% dari jumlah kredit yang direalisasikan.
d. Wajib membayar angsuran pokok tiap enam (6) bulan sekali.
2) Pinjaman Persekot
Jenis Pinjaman ini ditujukan untuk pedagang kelas menengah dan yang mempunyai usaha, seperti usaha di bidang pertanian, perdagangan, industri.
Sistem pembayarannya adalah bunga wajib dibayar perbulan. Pinjaman pokok dapat dibayar kapan pun namun pembayaran paling lama yakni setelah jangka waktu yang ada dalam perjanjian kredit jatuh tempo.
Ketentuan kredit ini adalah sebagai berikut:
a. Jangka waktu kredit 24 bulan (dua) tahun.
b. Suku bunga kredit 3,5% sliding setiap bulan.
c. Biaya provisi dan administrasi 2,5% dari jumlah kredit yang direalisasikan.
d. Angsuran pokok dapat dibayar kapan saja oleh si debitur.
5. Prosedur Pemberian Kredit Modal Kerja
Sebelum debitur memperoleh kredit terlebih dahulu harus melalui tahapan-tahapan penilaian mulai dari pengajuan permohonan kredit dan kelengkapan dokumen-dokumen yang diperlukan, pemeriksaan keaslian dokumen, menganalisis kredit sampai dengan kredit dapat di luncurkan kepada debitur. Tahapan-tahapan dalam memberikan kredit inilah yang dinamakan tata cara atau prosedur pemberian kredit PT. BPR Karyabhakti Ugahari. Tujuan tata cara pemberian kredit adalah untuk memastikan kelayakan suatu kredit, diterima atau ditolak.
Adapun prosedur yang ditetapkan oleh PT. BPR Karyabhakti Ugahari dalam memberikan kredit adalah:
1. Tahap Pengajuan Permohonan Kredit
Untuk memperoleh fasilitas kredit maka tahap yang pertama pemohon kredit mengajukan permohonan kredit secara tertulis yang telah disediakan oleh bank (bagian administrasi kredit) dan permohonan kredit harus dilampiri dengan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan. Permohonan kredit berisikan
Untuk memperoleh fasilitas kredit maka tahap yang pertama pemohon kredit mengajukan permohonan kredit secara tertulis yang telah disediakan oleh bank (bagian administrasi kredit) dan permohonan kredit harus dilampiri dengan dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan. Permohonan kredit berisikan