• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Metode Analisis Data

Semua jenis catatan penelitian yang telah terkumpulkan barulah merupakan bahan mentah yang masih perlu diolah pada tahap selanjutnya, yaitu tahap analisis dan sintesis. Analisis adalah upaya sistematik untuk mempelajari pokok persoalan penelitian dengan memilah-milahkan atau menguraikan komponen informasi yang telah dikumpulkan ke dalam-bagian-bagian atau unit-unit analisis. Sedangkan sintesis ialah upaya menggabung-gabungkan kembali hasil analisis ke dalam struktur konstruksi yang dimengerti secara keseluruhan (Zed, 2008, hlm. 70). Sedangkan dalam pengertian lain dikatakan bahwa analisis data adalah proses penyederhanaan data dan penyajian data dengan mengelompokannya dalam satu bentuk yang mudah dibaca dan diinterpretasi (Silalahi, 2009, hlm. 332).

Dilihat dari rancangan penelitian ini, peneliti menggunakan analisis kualitatif dengan teknik deskriptif analitik, menggunakan metode Analisis Content (Analisis Isi) dan hermeneutik. Adapun yang dimaksud analisis isi menurut Afifuddin dan Sabeni (2009, hlm. 166) ialah penelitian yang bersifat pembahasan

78

mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media masa. Selain itu, analisis hermeneutik mengarah pada penafsiran ekspresi yang penuh makna dan dilakukan dengan sengaja oleh manusia (Sutopo, 2006 hlm. 28).

Menurut Afifudin dan Sabeni (2009, hlm. 166) ada beberapa syarat analisis isi, yaitu:

1. Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan-bahan yang terdokumentasi (buku, surat kabar, pita rekaman, naskah/manuscript). 2. Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori yang menerangkan

metode pendekatan terhadap data tersebut.

3. Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah bahan-bahan atau data-data yang dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat khas/spesifik.

Dalam penelitian ini, pentingnya analisis isi dikarenakan bahan yang dikaji membutuhkan pembahasan mendalam tentang pemikiran kedua tokoh Islām yang berbeda latar dalam pemikirannya. Adapun analisis hermeneutic dilakukan untuk mempermudah pembaca dalam memahami konteks bacaan, dikarenakan bahasa yang digunakan para tokoh ini, terutama Al-Gazālī menggunakan bahasa yang membutuhkan penafsiran mendalam.

Selain itu, penulis juga menggunakan analisis perbandingan, guna membandingkan antara pemikiran Al-Gazālī dan „Abdullāh Nā iḥ „Ulwān berkaitan dengan persamaan dan pemikiran keduanya. Dalam analisis data kualitatif, proses yang perlu dilakukan diantaranya:

1. Reduksi dan Kategorisasi Data

Reduksi data merupakan bagian dari analisis, pilihan-pilihan peneliti tentang data mana yang akan dikode, mana yang dibuang, pola-pola mana yang meringkas sejumlah bagian yang tersebar. Seiring dengan proses reduksi, peneliti juga melakukan kategorisasi, menurut Moleong (2007, hlm. 251) kategorisasi berarti penyusunan kategori, kategori tidak lain ialah salah satu tumpukan dari seperangkat tumpukan yang disusun atas dasar pikiran, intuisi, pendapat atau kriteria tertentu.

Penyusunan koding dilakukan untuk mempermudah dalam proses pengelompokan dan reduksi data. Diantara contoh koding, berkaitan dengan kategori umum, yaitu Al-Ghazali (AG) dan Abdullah Nashih Ulwan (ANU).

79

Kemudian berkaitam dengan kategori khusus yakni, Pandangan Anak (PAN), Tujuan Pendidikan Anak (TPA), Metode Pendidikan Anak (MPA), Tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak (TOTA) meliputi: Pendidikan Iman (PI), Pendidikan Akal (PA), Pendidikan Ibadah (PIB), Pendidikan Akhlak (PAK). Selain itu, berkaitan kategori sumber primer, diantaranya: (Ihya Ulumuddin = IU, Ayyuhal Walad = AW, Tarbiyatul Aulad fil Islām = TAFI, Makasyifatul Qulub = MQ, Minhajul Abidin = MA, Tahafut Al-Falasifah = TF). Kemudian berkaitan dengan data sekunder, koding sebagai berikut: (Mauizhatul Mukminin = MM, pemikiran Al-Gazālī = PAG, Sistem pendidikan Al-Gazālī = SPG, Teologi Al-Gazālī = TAG, Pintar Mendidik Anak = PMA). Untuk lebih jelasnya mengenai koding, ada di lampiran 3.

Secara teknis, proses reduksi dan kategorisasi yang penulis lakukan dalam analisis data dalam penelitian ini setelah data terkumpul melalui teknik pengumpulan data yang sudah penulis paparkan yakni melalui teknik Library Research.

2. Penyajian data (Data Display)

Setelah melakukan reduksi dan kategorisasi data, langkah selanjutnya adalah penyajian data berdasarkan kategorisasi yang sudah dibuat. Huberman dan Miles (1992, hlm. 16) mengatakan bahwa penyajian data merupakan bagian dari analisis. Penyajian tersebut bisa dibahas dalam bentuk matriks, grafik, jaringan dan bagan. Semuanya dirancang guna menggambungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang terpadu.

Dalam penelitian ini, penulis menampilkan penyajian data dalam bentuk naratif, tujuannya agar mudah dipahami oleh pembaca. Sesuai dengan teknis analisis yang dilakukan penulis yakni analisis isi, maka yang ditampilkan pun mengenai pembahasan isi dari konteks yang dibahas. Disini, tentu penyajian data mengenai pemikiran Al-Gazālī dan „Abdullāh Nā iḥ „Ulwān tentang pendidikan anak diikuti oleh pencantuman sumber dengan kategorisasi yang sudah dibuat oleh penulis.

80

Secara teknis, proses penyajian data ini tidak hanya dalam bentuk naratif, akan tetapi dalam bentuk tabel, bagan, gambar yang penulis deskripsikan dan ilustrasikan berdasarkan kesimpulan penjabaran secara naratif.

3. Penafsiran data

Analisis data terjalin secara terpadu dengan penafsiran data. Data ditafsirkan menjadi kategori yang berarti sudah menjadi bagian dari teori dan dilengkapi dengan penyusunan hipotesis kerjanya sebagai teori yang akan diformulasikan secara deskriptif (Moleong, 2007, hlm. 251).

Dalam penelitian ini, proses penafsiran data menggunakan analisis hermeneutis, penafsiran dilakukan terhadap keseluruhan data yang sudah dituangkan naratif ke dalam display data. Sebagaimana dikatakan sebelumnya bahwa hermeneutis ialah suatu proses analisis data dengan penafsiran ekspresi yang penuh makna yang dilakukan manusia. Tujuan teknis adanya penafsiran ini supaya setiap pembaca mampu menyelami makna yang diungkapkan oleh pemikiran tokoh tentang pendidikan anak, sehingga tidak adanya ketimpangan yang menyebabkan salah tafsir terhadap makna kata.

4. Menarik Kesimpulan

Penarikan kesimpulan, hanyalah sebagian dari satu kegiatan konfigurasi yang utuh. Kesimpulan penelitian kualitatif adalah temuan baru yang belum pernah ada (Huberman dan Miles, 1992, hlm. 20).

Penulis mengupayakan dalam penelitian ini akan menghasilkan sesuatu yang baru dan menambah khazanah pengetahuan Islām yang lebih luas, maka penarikan kesimpulan dilakukan dengan penyederhanaan dari keutuhan hasil analisis yang diperoleh.

Secara ringkasnya komponen-komponen analisis data menurut model Huberman dan Miles dengan gambaran berikut:

81

Masa pengumpulan data Reduksi data

Antisipasi selama Pasca Display data

selama Pasca Verifikasi

selama Pasca

Sumber: Huberman dan Miles (1992, hlm. 16)

Dokumen terkait