• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.6. Metode Analisis Data

Metode analisis data merupakan cara dalam pengolahan data, fakta, atau fenomena yang sifatnya mentah dan belum dianalisis. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis sehingga menjadi data yang cermat, akurat, dan ilmiah.

Metode analisis data juga merupakan proses pengaturan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dari suatu uraian dasar. Pada dasarnya analisis adalah kegiatan untuk memanfaatkan data sehingga data diperoleh untuk mendapat kebenaran yang diperlukan dalam pengolahan hasil

penelitian. Di mana dalam penelitian diperlukan imajinasi dan kreatifitas sehingga dapat diuji kemampuan peneliti dalam mengkaji sesuatu.

Adapun langkah-langkah metode analisis data ini adalah sebagai berikut : 1. Data diklasifikasikan sesuai dengan objek pengkajian.

2. Setelah data diklasifikasikan, data-data dianalisis sesuai dengan kajian yang ditetapkan yaitu apa saja fungsi dan makna makanan-makanan khas Batak Simalungun dalam upacara adat Batak Simalungun.

3. Menginterpretasikan hasil analisis dalam bentuk tulisan yang sistematis sehingga semua data dipaparkan dengan baik.

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Jenis-Jenis Makanan Khas Tradisional Pada Upacara Adat Batak Simalungun.

Terdapat banyak upacara adat atau ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat Batak Simalungun dalam kehidpuan sehari-hari upacara adat itu mencakup upacara adat suka cita, upacara adat duka cita, pesta rakyat dan ritual adat dalam hal kepercayaan tradisional masyarakt Batak Simalungun. Upacara adat dan ritual adat ini tidak terlepas dengan peran makanan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Batak simalungun dengan maksud dan tujuan yang berbeda adapun maksud dan tujuannya antara lain : (1) penyampaian pesan, (2) wujud rasa hormat, (3) media pemberi berkat dan sebagainya.

Berdasarkan hasil yang ditemukan dari penelitian lapangan ada 6 Makanan Khas Tradisional Batak Simalungun yang sering digunakan pada saat upacara adat Batak Simalungun. Keenam makanan khas tradisional itu yaitu sebagai berikut :

4.1.1 Dayok nabinatur

Dalam bahasa Batak Simalungun, dayok artinya ayam, sedangkan nabinatur artiya yang diatur. Jika diterjemahkan dayok nabinatur berarti ayam yang dimasak dan disajikan secara teratur seperti ayam yang masih utuh.

Dayok nabinatur adalah lambang makanan adat Batak Simalungun karena masyarakat Batak Simalungun percaya dayok nabinatur menjadi sarana menyampaikan doa berkat.

Di zaman Kerajaan Simalungun, makanan khas tradisional yang satu ini disajikan hanya untuk raja-raja Simalungun dan kaum bangsawan. Kokinya juga harus laki-laki. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, makanan ini kini sudah bisa dinikmati oleh rakyat jelata. Dan perempuan pun sudah bisa meraciknya. Maka hingga sampai saat ini, masyarakat Simalungun terus

mewariskan makanan khas tradisional yang satu ini dari generasi ke generasi.

Sehingga, orang-orang Simalungun yang berdiam di perantauan umumnya masih tahu cara menyajikan dayok nabinatur dan paham petuah-petuahnya.

Ada banyak filosofi dari dayok nabinatur yang dipercayai masyarakat Simalungun sebagai petuah-petuah dalam kehidupan, antara lain :

1. Saat induk ayam mengeram telornya : penuh ketekunan dan disiplin, menahan panas, dingin, lapar, dan serangan semut kecil demi keberhasilan generasinya.

2. Saat induk ayam mengasuh anaknya yang masih kecil (maranak poso) tidak henti-hentinya menangis untuk mencari makanan anaknya. Kalau didapat cacing dibagi-bagi oleh anaknya. Bekerja keras dan menahankan lapar untuk generasinya. Saat hujan, malam, sayapnya dikembangkan tempat anaknya berlindung. Kalau musuhnya datang mengganggu terus diserangnya sampai titik darah penghabisan demi keselamatan anaknya.

3. Kalau anaknya dianggap sudah saatnya mandiri, dia akan menghindar atau mematuk anaknya memaksa anaknya mandiri..

4. Kalau ayam sedang minum, kepalanya akan ditundukkan kebawah dan kemudiaan diangkat keatas, artinya dari filosofi ini masyarakat Simalungun mempercayai suatu pesan yang memiliki arti jangan lupa pada Tuhan mu yang memberikan engkau nafas kehidupan.

5. jam tiga pagi ayam jantan selalu berkokok (martahuak) yang memiliki filosofi bahwa waktu itu adalah uang, sehingga masyarakat Simalungun percaya akan

pesan yang disampaikan dari filosofi ini agar mereka selalu mempergunakan waktu itu sebaik-baiknya.

6. Kalau ayam jantan berkokok (martahuak) kepalanya diangkat keatasyang memiliki arti lihat dan usahakan lah untuk hari esokmu yang jauh lebih cerah.

7. Ayam pada umumnya menjadi makanan umum dari umat beragama.

Tapi dari filosofi itu masyarakat Simalungun juga percaya ada sifat ayam yang harus dihindari, yaitu :

1. Perkelahian ayam jantan, dimana ayam jantan ini asal jumpa sesama jantan lainnya pasti selalu berkelahi atau bertarung, ayam jantan ini tidak dapat mengendalikan emosi nya, dia menganggap dirinya yang selalu super tidak kenal mengalah.

2. Anak ayam setelah mandiri akan lupa pada induknya. Ini menggambarkan sikap yang tidak perlu ditiru sikap yang hanya mementingkan diri, tidak kenal berterimakasih terutama kepada Tuhan dan orang tua.

3. Sikap ayam yang di sebut pepatah : Tading gargar na marisi tungou. Pepatah ini mengartikan bahwa ayam itu seringkali melupakan bagaimana ia di bina oleh induknya.

Makanan khas tradisional dayok nabinatur ini memiliki petuah-petuah yang sangat berharga dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menurut keyakinan masyarakat Batak Simalungun.

4.1.2 Nitak Gabur-Gabur

Nitak Gabur-Gabur merupakan salah satu makanan khas tradisional masyarakat Batak Simalungun yang sering dipakai atau kita jumpai dalam pelakasanaa upacara adat. Makanan khas tradisional Nitak ini dibuat dengan cara yang sangat sederhana dan hanya terbuat dari beras dan bahan lainnya. Makanan khas tradisional nitak ini biasanya disajikan pada kegiatan bersifat upacara adat seperti perkawinan, kematian, menempati rumah baru, memberangkatkan seorang anak ke perantauannya. Walaupun demikian tidak menutup kemungkinan makanan khas tradisional ini juga sering dipakai atau disajikan oleh masyarakat

Batak Simalungun sebagai santapan sehari-hari dalam kehidupan masayarkat Batak Simalungun.

4.1.3 Nitak Siang-siang.

Nitak siang-siang merupakan makanan tradisional masyarakat

Batak simalungun yang juga sering digunakan dalam berbagai upacara dan ritual adat didalam kehidupan masayarakat Batak Simalungun. Nitak siang-siang terbuat dari berbagai bahan antara lain, tepung beras, kelapa gongseng, gula Batak dan lada. Semua bahan ini kemudian di campurkan menjadi satu dengan cara ditumbuk.

4.1.4 Niloppah Naidurung / Dekke Sayur

Niloppah Naidurung atau sering juga disebut Dekke Sayur adalah makanan khas etnik Batak Simalungun. Makanan ini sangat sering digunakan untuk sarana doa pada saat upacara adat Batak Simalungun khusus nya pada upacara adat pernikahan. Bahan utama makanan ini adalah ikan mas yang dimasak karena dalam budaya masyarakat etnik Batak Simalungun ikan mas termasuk sebuah lambang penghormatan. Dalam sebuah pesta pernikahan, Dekke Sayur yang dimasak hingga sampai berwarna kuning keemasan ini diberikan kepada pengantin yang ditata diatas sebuah nampan besar berisikan nasi putih.

Ikan mas diberdirikan diatas nasi tersebut berikut sayur-sayuran yang turut dimasak. Dan ketika ikan mas ini akan diberikan kepada pengantin pada acara

pernikahan, Pihak orangtua pengantin pihak perempuan (hula-hula) mendatangi pengantin dan menyodorkan Dekke Sayur yang sudah ditata rapi dalam sebuah nampan agar kedua pengantin turut memegang ujung nampan dekke sayur.

Setelah ujung nampan dipegang maka pihak orangtua pengantin akan mengucapkan doa berkat serta harapan-harapan yang baik untuk kedua mempelai.

Begitu juga pada saat seorang anak bila hendak merantau maka dia akan meminta diberkati dari orang tuanya agar sukses di tanah perantauannya.

maka orang tua dari sianak harus memasak Niloppah Naidurung / Dekke Sayur setelah itu orang tua tersebut menata nya dalam sebuah nampah yang berisikan nasi putih dan menyodorkan kepada sianak agar sama-sama memegang nampan untuk menyampaikan doa berkat ataupun harapan yang baik kepada anak yang hendak merantau agar selalu sehat dan sukses dan tetap dalam lindungan Tuhan.

Setelah doa disampaikan maka orang tua sianak mengambil bagian yang paling enak untuk disuapkan kepada anak dan anak pun harus membalas nya kepada orang tua. Demikianlah makanan khas Niloppah Naidurung / Dekke Sayur digunakan sebagai sarana yang wajib untuk tanda hormat dan berkat dalam sebuah upacara adat etnik Batak Simalungun.

4.1.5 Namalum

Namalum adalah makanan khas tradisional Batak Simalungun yang biasanya ditemukan pada saat pelaksanaan upacara adat atau acara adat masyarakat Batak Simalungung sehingga namalum sangat jarang dijumpai dikehidupan sehari-hari .

Namalum adalah olahan daging berkuah yang dicampur dengan tepung beras. Dahulu namalum dibuat dengan menggunakan daging babi namun seiring perkembangan zaman dan karena terpengaruh oleh persebaran agama.

Sekarang daging babi sudah dapat digantikan dengan menggunakan daging kerbau dengan bahan dan cara memasak yang sama.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat namalum adalah bahan-bahan yang sederhana yang masih mudah untuk didapatkan, bahan-bahan akan dihaluskan lalu akan dicampurkan dengan daging ketika memasak.

Namalum biasa dijumpai pada upacara adat sulang-sulang pahompu. Karna menu makanan ini adalah makanan yang harus atua wajib di sediakan pada saat pelaksanaan upacara adat sulang-sulang pahompu yang dilaksanakan oleh masyarakat Batak Simalungun.

4.1.6 Hinasumba

Hinasumba merupakan makanan khas tradisional Batak Simalungun yang biasanya dijumpai dalam berbagai upacara adat. Hinasumba memiliki bahan dasar yaitu daging ayam yang direbus setengah matang dan

dicincang hingga halus lalu dicampurkan dengan bumbu rempah rempah yang sudah haluskan. Hinasumba merupakan makanan khas Batak Simalungun yang sulit untuk dibuat karna memiliki satu bahan yang khas yaitu air sikkam dan memiliki warna yang khas sehingga tidak semua orang bisa membuatnya.

Air sikkam merupakan perasaan kulit pohon pohon sikkam yang dipercaya oleh masyarakat Batak Simalungun dapat melezatkan daging tanpa melalui proses memasak hingga matang. Namun saat ini hinasumba sudah sangat jarang dijumpai pada upacara adat dan masyarakat Batak Simalungun juga sudah banyak yang tidak mau mengkonsumsi makanan khas tradisional ini. Hal ini dikarenan banyak orang yang berpendapat makanan khas Batak Simalungun ini membawa penyakit karna tidak dimasak sampai matang. Hal ini menyebabkan sebagain masyarakat Batak Simalungun tidak lagi mengkonsumsi hinasumba.

4.2 Tahapan-tahapan (proses) pembuatan Makanan Khas Tradisional Pada Upacara Adat Simalungun.

Setiap makanan tradisional pada masyakat Batak Simalugun memiliki tahapan pembuatan juga bahan yang berbeda pada masing masing msakan. Hal ini sudah ditentukan berdasarkan adat yang sudah diwariskan turun-temurun dari generasi-kegeranasi masyarakat Batak Simalungun. Terdapat persyaratan adat dalam pemilihan bahan makanan juga terdapat tahapan-tahapan yang sudah di ataur berdasarkan adat masyarakat Batak Simalungun. Pada tahapan pemnuatan inilah maka akan ditemukan bagaimana cara pembuatan masakah khas tradisional masyarakat Batak Simalaung dan apa saja bahan yang digunakan untuk membuat makanan khas Batak Simalungun tersebut.

Untuk mejelaskan hal diatas berikut penulis akan mendeskripsikan tahapan-tahapan (proses) pembuatan keenam makanan khas tradisional pada upacara adat Batak Simalungun.

4.2.1 Dayok nabinatur

Bahan-bahan untuk membuat Dayok nabinatur ini diperoleh dari sumber lokal, yaitu :

1. Ayam kampung jantan 1 ekor

2. Halawas / Lengkuas 2-3 cm

3. Sangge-sangge / Serai 5 batang

4. Poge / Jahe 1-2 cm

5. Bawang merah 5 siung

6. Bawang Putih 2 siung

7. Boras sinanggar (beras yang di gonseng)

8. kelapa 1 buah

9. Lada Hitam dan lada putih secukupnya

10. Cabe merah / cabe rawit secukupnya

11. Daun salam

12. Sikkam

13. Garam secukupnya

Adapun tahapan-tahapan (proses) pembuatan makanan khas Dayok nabinatur ini adalah sebagai berikut :

1. Potong ayam sesuai petunjuk adat Simalungun

2. Lengkuas, Jahe, Bawang merah, Bawang putih, Lada di gelek (digiling) sampai

halus kecuali serai cukup di memarkan saja.

3. Boras sinanggar digonseng sampai warnanya merah lalu ditumbuk sampai

halus.

4. Kelapa di parut dan ditambahkan sedikit air lalu diperas untuk mengambil

santannya.

5. Sikkam di kikis atau di bersihkan lalu di tumbuk sampai halus lalu diperas agar

getah nya keluar.

6. Tumis bumbu yang telah dihaluskan lalu masukkan batang serai yang sudah

dimemarkan bersama daun salam kedalam kuali kemudian masukkan potongan

daging ayam beserta bagian dalam nya yang telah dibersihkan..

7. Masukkan santan dan boras sinaggar yang sudah dihaluskan kedalam kuali agar menyatu dengan bumbu dan ayam, lalu masukkan perasan getah sikkam tadi

sampai terlihat kental lalu masukkan garam secukupnya kedalam kuali.

8. Kemudian sangrai kurang lebih 30 menit sampai ayam nya terlihat matang, lalu

angkat.

9. Setelah matang, susunlah ayam sesuai petunjuk adat Batak Simalungun di

sebuah piring lonjong mulai dari kepala, bagian dalam, sayap, paha, dan sampai

ekor ayam.

4.2.2 Nitak Gabur-Gabur

Bahan-bahan untuk membuat makanan khas tradisional Nitak, yaitu : 1. Beras

2. Gula merah secukupnya

3. Jahe merah secukupnya

4. Lada hitam secukupnya

5. Kencur

6. Garam secukupnya

7. Kelapa 2 buah

Adapun tahapan-tahapan (proses) pembuatan makanan khas Nitak ini adalah sebagai berikut :

1. Pembuatan makanan khas tradisional Nitak diawali dengan memilih beras

terbaik.

2. Kemudian rendam beras kurang lebih selama setengah jam kemudian tumbuk

hingga menjadi tepung.

3. Iris sampai halus gula merah yang sudah disediakan.

4. Haluskan lada beserta garam secukupnya.

5. Sangrai 1 buah kelapa yang sudah diparut.

6. Kemudian satukan tepung beras, lada hitam, kencur, jahe merah, kelapa mentah

yang sudah di parut, kelapa yang telah di sangrai dan gula merah kedalam

sebuah lesung, lalu tumbuk sampai lengket-lengket menjadi sebuah adonan

yang padat.

7. Setelah itu dibelah-belah menggunakan tangan dengan ukuran 3-4 cm atau

sesuai dengan selera.

8. Makanan khas tradisional Nitak siap untuk disajikan.

4.2.3 Nitak Siang Siang.

Bahan-bahan untuk membuat makanan khas tradisional Nitak Siang-siang tidak jauh berbeda dengan bahan yang digunakan dalam pembuatan Nitak Gabur-Gabur. Yang berbeda adalah jika pada nitak Gabur-Gabur tidak menggunakan kelapa gongseng, pada nitak siang-siang kelapa gongseng digunakan sehingga nitak siang-siang lebih berwarna coklat dari nitak Gabur-Gabur yaitu :

1. Beras

2. Gula merah secukupnya

3. Jahe merah secukupnya

4. Lada hitam secukupnya

5. Kencur

6. Garam secukupnya

7. Kelapa 2 buah

8. Kelapa Gongseng

Adapun tahapan-tahapan (proses) pembuatan makanan khas Nitak ini adalah sebagai berikut :

1. Pembuatan makanan khas tradisional Nitak diawali dengan memilih beras

terbaik.

2. Kemudian rendam beras kurang lebih selama setengah jam kemudian tumbuk

hingga menjadi tepung.

3. Iris sampai halus gula merah yang sudah disediakan.

4. Haluskan lada beserta garam secukupnya.

5. Sangrai 1 buah kelapa yang sudah diparut.

6. Kemudian satukan tepung beras, lada hitam, kencur, jahe merah, kelapa mentah

yang sudah di parut, kelapa yang telah di sangrai dan gula merah kedalam

sebuah lesung, lalu tumbuk sampai lengket-lengket menjadi sebuah adonan

yang padat.

7. Setelah itu dibelah-belah menggunakan tangan dengan ukuran 3-4 cm atau

sesuai dengan selera.

8. Makanan khas tradisional Nitak siap untuk disajikan.

4.2.4 Niloppah Naidurung / Dekke sayur

Bahan-bahan untuk membuat makanan khas tradisional Dekke Sayur ini adalah sebagai berikut :

1. Ikan Mas

2. Andaliman secukupnya

3. Cabai merah dan cabai rawit secukupnya

4. Bawang merah 8 siung

5. Bawang putih 5 siung

6. Jahe 3-5 cm

7. Lengkuas 3-5 cm

8. Kunyit secukupnya

9. Kemiri secukupnya

10. Serai 3-4 batang

11.Kincung (kecombrang) 2 buah

12. Kacang panjang

13. Bawang Batak

14. Asam cekala 10 buah

15. Garam secukupnya

Adapun tahapan-tahapan (proses) pembuatan makanan khas Dekke sayur ini adalah sebagai berikut :

1. Pilih terlebih dahulu ikan mas yang segar.

2. Kemudian cuci ikan mas sampai bersih.

3. Haluskan sampai halus cabai merah,cabai rawit, bawang merah, bawang putih,

kunyit, jahe, lengkuas, andaliman, dan kemiri.

4. tumbuk atau memarkan serai dan asam cekala.

5. Potong-potong kacang panjang sekitar 5 cm.

6. Bersihkan bawang Batak dari daun-daunan yang kering, biarkan panjang-

panjang tanpa dipotong.

7. Susun semua serai, asam cekala, bawang Batak, kecombrang dan kacang

panjang dalam sebuah kuali.

8. Lalu taruh diatas ikan mas yang sudah dibersihkan bersama bumbu yang sudah

dihaluskan.

9. Kemudian masukkan air hingga ikan terendam, lalu tambahkan garam

secukupnya sesuai selera.

10. masak hingga airnya hampir kering, setelah airnya hampir kering lalu angkat

dan sajikan.

4.2.5 Namalum

Bahan-bahan untuk membuat makanan khas tradisional Namalum ini adalah sebagai berikut :

1. 1 Kilogram Daging ( Babi/Kerbau)

2. Kecombrang / Rias 2 batang

3. Cabai merah dan cabai rawit secukupnya

4. Lada secukupnya

5. Kemiri 15 biji

6. Jahe 1 ruas 3-4 cm

7. Bawang Merah 5 siung

8. Bawang putih 2 siung

9. Air 3 cangkir

10. Beras 1 muk

11. Garam secukupnya

Adapun tahapan-tahapan (proses) pembuatan makanan khas Namalum ini adalah sebagai berikut :

1. Ayam kampung di bersihkan lalu di potong kecil-kecil agar orang tua mudah

untuk memakan nya setelah matang.

2. Batang honje dibakar lalu dipukul-pukul sampai lembek kemudian diperas

untuk mengambil airnya.

3. Cabai merah dan cabai rawit, Lada, Jahe, Bawang merah, Bawang putih

digiling sampai halus.

4. Kemiri dibakar lalu ditumbuk atau dihaluskan.

5. Beras 1 muk, di gongseng (digoreng tanpa minyak) kemudian di tumbuk atau digiling sampai halus.

6. Kemudian rebus ayam yang sudah dipotong dengan air sekitar 3 cangkir lalu

campurkan semua bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan tadi.

7. Masukkan garam secukupnya lalu masak sekitar 20-30 menit sampai ayam

matang.

4.2.6 Hinasumba

1. 1 Kilogram Daging Ayam

2. Lengkuas

3. Sangge – Sangge ( Batang Serai )

4. Kelapa Gongseng

5. Kelapa Muda diparut

6. Beras

7. Kulit Pohon Sikkam

8. Garam

9. Lada

Adapun tahapan-tahapan (proses) pembuatan makanan khas Namalum ini adalah sebagai berikut :

1. Pertama-tama Daging dibersihkan dengan air, lalu direbus hanya sampai setengah matang.

2. Setelah daging direbus maka akan dipersiapkan bahan- bahan yang akan dipakai untuk membuat hinasumba.

3. Lengkuas dan sangge-sangge digiling hingga halus, setelah digiling halus kedua bahan ini diletakan didalam wadah.

4. Siapkan lada halus dan garam halus.

5. Siapkan tepung beras.

6. Siapakan air sikkam, pengambilan air sikkam dilakukan dengan menghaluskan batang kulit kayu sikkam lalu dicampur dengan air, kemudian disaring menggunkan kain. Airnya ini yang akan digunakan untuk membuat hinasumba.

7. Setelah semua bahan disiapkan, maka proses pembuatan hinasumba dapat dimulai, pertama-tama pisahkan daging yang sudah direbus setengah matang dari tulang dan dimasukan kedalam wadah baskom kemudia dimasukan bahan-bahan secara bergantian.

8. Campurkan lada dan garam, kemudian diaduk hingga merata.

9. Setelah diaduk merata masukan sangge-sangge dan lengkuas kemuan diaduk lagi hingga merata.

10. Setelah itu masukan kelapa gongseng lalu diaduk hingga merata.

11. Setelah kelapa gonseng dimasukan dan diadukhingga merata kemudian dimasukan kelapa muda dicampur dan diaduk lagi hingga merata.

12. Yang terakhir masukan perasaan air sikkam kemudian diaduk hingga merata setelah itu masukan tepung beras dan diaduk hingga mengeleuarkan aroma sedan.

13. Hinasumba siap dihidangkan

4.3 Fungsi Makanan Tradisional Batak Simalungun.

Makanan tradisional merupakan simbol yang terdapat pada upacara adat atau ritual ada yang dilaukan oleh masyarakat Batak Simalungun.

Masyarakat Batak Simalungun juga memberikan fungsi Pada masing-masing simbol yang terdapat pada upacara adat masyrakat Simalungun termasuk makanan khas tradisional yang dipakai pada saat melaksanakan upacara adat.

Berdasarkan hasil penelitian diatas yang dimana ditemukan 6 makanan khas trasional yang sering digunakan oleh masyarakat Batak Simalungun pada melaksanakan upacara adat. Ditemukan juga fungsi-fungsi makanan khas trasional tersebut yang diberikan oleh masyarakat Batak Simalungun.

Adapun fungsi makanan tradsional yang sering digunakan pada upacara adat tersebut adalah sebagai berikut :

4.3.1 Fungsi Dayok nabinatur

Makanan tradisional dayok nabinatur sering digunakan dalam berbagai upacara adat besar masayarakat Batak Simalungun. Masayarakat Batak Simalungun percaya bahwa dayok nabinatur dapat digunakan sebagai media penyampaian doa dan pemberi berkat kepada orang yang diberikan makanan khas ini.

Dayok nabinatur biasanya digunakan dalam upacara adat besar seperti upacara adat pernikahan, upacara adat dalam konteks mengucap syukur , upacara adat Sulang-sulang pahompu, pesta rakyat dan sebagainya.

Pada upacara adat pernikahan dayok nabinatur akan diberikanoleh orang tua mempelai kepada kedua mempelai yang menikah untuk dimakan bersama hal ini bertujuan sebagai doa dan harapan baik kedua orang tua mempelai

agar setelah dilangsungkan pernikahan keluarga baru tersebut akan tetap utuh, dayok nabinatur juga merupakan berkat bai kedua mempelai yang melangsungkan pernikahan. Dalam upacar adat pesta rakyat dan ucapan syukur dayok nabinatur adalah makanan khas yang akan di makan bersama oleh masyarakat simalungun sebagai wujud rasa syukur. Berbeda dengan kedua hal diatas dalam uapcara adat Sulang-sulang pahompu dayok nabinatur akan diberikan kepada keduda orang tua yang akan diberikan tungkot dan duda-duda yang akan di suapkan oleh cucu.

Dayok nabinatu juga akan dibagikan kepada anak sesaui dengan peraruran adat yang sudah ditentukan oleh pemuka adat masyarakat Batak Simalungun.

4.3.2 Fungsi Nitak Gabur-Gabur

Nitak Gabur-Gabur juga sering digunakan dalam berbagai upacara adat masyarakat Batak Simalungun. Selain dalam upacara adat Nitak Gabur-Gabur juga sering digunakan sebagai makanan sehari-sehari.

Pada pelaksanaan upacara adat Nitak Gabur-Gabur digunakan sebagai makanan cemilan bagi tamu dan sebagai makanan pengiring atau pelengkap pada saat akan menghidangkan dayok nabinatur.

Nitak Gabur-Gabur akan dihidangkan didalam sebuah kantong yang terbuat dari anyaman pandan kering yang disebut sebagai bahul-bahul oleh

Nitak Gabur-Gabur akan dihidangkan didalam sebuah kantong yang terbuat dari anyaman pandan kering yang disebut sebagai bahul-bahul oleh

Dokumen terkait