BAB I PENDAHULUAN
1.5 Metode Penelitian
1.5.4 Metode Analisis
Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis data secara Deskriptif kualitatif dengan menginterpretasikan tabel-tabel yang kemudian akan melakukan uraian dan juga penafsiran terhadap data yang sudah dilampirkan.
20 BAB II
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 2.1 Profil Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia
Lokasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia ini berada di Jl.
Suka Mulia No.17A, A U R, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212, tepatnya berada di satu gedung Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumut 1.
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-95/PJ./2008 pada tanggal 19 Mei 2008 tentang penerapan organisasi, tata kerja dan saat mulai beroperasinya Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Nanggroe Aceh Darussalam dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara II, serta Kantor Pelayanan Pajak Pratama dan /atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara I, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Riau dan Kepulauan Riau Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara, wilayah kerja yang menjadi kewenangan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia meliputi enam kecamatan di wilayah Kota Medan,yaitu:
1. Medan Polonia 2. Medan Tuntungan
3. Medan Selayang 4. Medan Johor 5. Medan Maimun 6. Medan Baru
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia tentunya memiliki visi dan misi yang harus dijalankan untuk melakukan pelaksanaan perpajakan.
VISI : Mewujudkan pelayanan yang profesional dengan kinerja yang baik dan dapat dipercaya untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara I.
MISI : Meningkatkan penerimaan dan pendapatan negara melalui PPh, PPN, dan PPnBM serta senantiasa memperbaharui diri sesuai perkembangan aspirasi masyarakat dan tata tertib administrasi.
Visi Misi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia merupakan suatu bentuk perwujudan misi yang telah dirancang oleh Direktorat Jenderal Pajak dengan 4 aspek sebagai berikut :
1. Misi Fiskal, yaitu menghimpun penerimaan dalam Negeri dari sektor pajak yang mampu menunjang kemandirian pembiayaan pemerintah berdasarkan Undang-Undang Perpajakan dengan tingkat efektifitas dan efesiensi yang tinggi.
2. Misi Ekonomi, yaitu mendukung kebujaksanaan pemerintah dalam mengatasi permasalahan ekonomi bangsa dengan kebijakan perpajakan yang meminimalkan distorsi.
3. Misi Politik, yaitu mendukung proses demokratis bangsa.
4. Misi Kelembagaan, yaitu senantiasa memperbaruhi diri, selaras dengan aspirasi masyarakat dan teknokrasi perpajakan serta administrasi perpajakan yang mutakhir.
Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia juga memiliki Motto Pelayanan, yaitu sebagai berikut :
P = PROFESSIONALISM yaitu memberikan pelayanan terbaik berdasarkan integritas dan profesionalitas untuk kepuasan wajib pajak. Adapun Maklumat Pelayanan dengan ini menyatakan sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan dan apabila tidak menepati janji ini, kami siap menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2.2 Tugas dan Fungsi Kantor Pelayanan Pajak Pratama
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.01/2020 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/pmk.01/2017 tentang organisasi dan tata kerja instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak
dijelaskan mengenai tugas dan fungsi Kantor Pelayanan Pajak Pratama sebagai berikut :
a. Tugas
Melaksanakan pelayanan, edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum Wajib Pajak di bidang Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, dan Pajak Tidak Langsung Lainnya dalam wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan.
b. Fungsi
1. Analisis, penjabaran, dan pencapaian target penerimaan pajak 2. Edukasi, pelayanan, dan pengelolaan pelaporan Wajib Pajak
3. Pendaftaran Wajib Pajak dan penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak 4. Pengukuhan dan pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
5. Penyelesaian tindak pengajuan/ pencabutan permohonan Pajak maupun masyarakat
6. Pengawasan, pemeriksaan, penilaian, dan penagihan pajak
7. Penetapan, penerbitan, dan/ atau pembetulan produk hukum dan produk layanan perpajakan
8. Pengawasan dan pemantauan tindak lanjut pengampunan pajak
9. Penjaminan kualitas data hasil perekaman dan hasil identifikasi data internal dan eksternal
10. Pemutakhiran basis data perpajakan
11. Pengelolaan kinerja dan pengelolaan risiko 12. Pelaksanaan dan pemantauan kepatuhan internal 13. Penatausahaan dan pengelolaan piutang pajak
14. Pelaksanaan tindak lanjut kerja sama perpajakan 15. Pengelolaan dokumen perpajakan dan nonperpajakan 16. Pelaksanaan administrasi kantor.
2.3 Struktur Organisasi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia
Tabel 2.1 Struktur Organisasi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia saat ini memiliki jumlah pegawai sebanyak 119 pegawai yang terdiri dari 15 unit organisasi. Berikut adalah jumlah pegawai di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia.
Tabel 2.2 Jumlah Pegawai di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia
NO UNIT ORGANISASI JUMLAH
1 Kepala Kantor 1
2 Seksi Pelayanan 20
3 Seksi Pemeriksaan, penilaian, dan penagihan 9
4 Seksi Pengawasan 1 10
10 Seksi Penjaminan Kualitas Data 4
11 Subbagian Umum dan Kepatuhan Internal 10
12 Kelompok Jabatan Fungsional 22
TOTAL 119
Sumber : Seksi Pelayanan KPP Pratama Medan Polonia.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.01/2020 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/pmk.01/2017 tentang organisasi dan tata kerja instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak pasal 59A dijelaskan bahwa KPP Pratama dikelompakkan menjadi dua kelompok yaitu KPP Pratama kelompok I dan KPP Pratama kelompok II, yang membedakan kelompok KPP Pratama adalah jumlah Seksi Pengawasan. Pada Kelompok I, Seksi Pengawasan berjumlah 6, dan pada Kelompok 2 Seksi Pengawasan berjumlah 5 seksi. Melihat data kepegawaian, KPP Pratama Medan Polonia masuk kedalam kelompok 2, dan memiliki tugas sebagai berikut :
1. Subbagian Umum dan Kepatuhan Internal
Mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga, pengelolaan kinerja, melakukan pemantauan pengendalian intern, pengujian kepatuhan dan manajemen risiko, internalisasi kepatuhan, penyusunan laporan, pengelolaan dokumen nonperpajakan, serta dukungan teknis pelaksanaan tugas kantor.
2. Seksi Penjaminan Kualitas Data
Mempunyai tugas melakukan analisis, penjabaran, dan pengelolaan dalam rangka penjaminan kualitas data melalui pencanan, pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi perpajakan, perekaman dokumen perpajakan, pengelolaan dan tindak lanjut kerja sama perpajakan, penjaminan kualitas data yang berkaitan dengan kegiatan in tensifikasi dan ekstensifikasi, penerusan data hasil penjamman kualitas, tindak lanjut atas distribusi data, penatausahaan dokumen berkaitan dengan pembangunan data, dan pelaksanaan dukungan teknis pengolahan data, serta melakukan penyusunan monografi fiskal dan melakukan pengelolaan administrasi produk hukum dan produk pengolahan data perpajakan.
3. Seksi Pelayanan
Mempunyai tugas melakukan analisis, penjabaran, dan pengelolaan dalam rangka pemberian layanan perpajakan yang berkualitas dan memastikan Wajib Pajak memahami hak dan kewajiban perpajakannya melalui pelaksanaan edukasi dan konsultasi perpajakan, pengelolaan registrasi perpajakan, penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan, penerimaan,
tindak lanjut, dan proses penyelesaian permohonan, saran dan/ atau pengaduan, dan surat lainnya dari Wajib Pajak atau masyarakat, pemenuhan hak Wajib Pajak, serta melakukan penatausahaan dan peny1mpanan dokumen perpajakan, dan melakukan pengelolaan administrasi penetapan dan penerbitan produk hukum dan produk layanan perpajakan.
4. Seksi Pemeriksaan, Penilaian, dan Penagihan
Mempunyai tugas melakukan analisis, penjabaran, dan pengelolaan dalam rangka pencapaian target penerimaan pajak melalui pelaksanaan pemeriksaan, pelaksanaan penilaian properti, bisnis, dan aset takberwujud, pelaksanaan tindakan penagihan, penundaan dan angsuran tunggakan pajak, serta melakukan penatausahaan piutang pajak, dan melakukan pengelolaan administrasi penetapan dan penerbitan produk hukum dan produk pemeriksaan, penilaian, dan penagihan.
5. Seksi Pengawasan I, Seksi Pengawasan II, Seksi Pengawasan III, Seksi Pengawasan IV, Seksi Pengawasan V, dan Seksi Pengawasan VI
Masing- masing mempunyai tugas melakukan analisis, penjabaran, dan pengelolaan dalam rangka memastikan Wajib Pajak mematuhi peraturan perundang-undangan perpajakan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut intensifikasi dan ekstensifikasi berbasis pendataan dan pemetaan (mapping) subjek dan objek pajak, penguasaan wilayah, pengamatan potensi pajak dan penguasaan informasi, pencarian, pengumpulan, pengolahan, penelitian, analisis, pemutakhiran, dan tindak lanjut data perpajakan, pengawasan dan pengendalian mutu kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak, imbauan dan konseling kepada Wajib
Pajak, pengawasan dan pemantauan tindak lanjut pengampunan pajak, serta melakukan pengelolaan administrasi penetapan dan penerbitan produk hukum dan produk pengawasan perpajakan.
29 BAB III
HASIL PENELITIAN
3.1 Data Wajib Pajak yang Terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia
Penulis melakukan riset di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia melalui akun e-riset Direktorat Jenderal Pajak, dan mengumpulkan data mengenai jumlah wajib pajak yang terdaftar, adalah sebagai berikut.
Tabel 3.1 Jumlah Wajib Pajak yang Terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia tahun pajak 2016-2020
Tahun Pajak Badan Orang Pribadi Total
2016 14.408 150.596 165.004
2017 15.101 158.251 159.762
2018 15.972 167.511 183.483
2019 16.953 178.584 195.537
2020 18.055 201.365 219.420
Sumber : e-Riset KPP Pratama Medan Polonia.
2016 14408 2017 15101 2018 15972 2019 16953 2020 18055
150596 158251 167511 178584
201365
165004 159762
183483 195537
21942
1 2 3 4 5
Jumlah Wajib Pajak yang Terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia tahun pajak 2016-2020
Tahun Badan Orang Pribadi Total
Berdasarkan tabel dan grafik jumlah wajib pajak yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia, terjadi penurunan jumlah wajib pajak di tahun 2016-2017. Namun, sejak tahun pajak 2017 hingga tahun 2020, terjadi peningkatan dengan jumlah yang cukup besar.
3.2 Target dan Realisasi PPh Pasal 21 di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia
Menurut KBBI, target adalah sasaran yang sudah ditetapkan untuk dicapai.
Dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak terus berusaha meningkatkan angka target penerimaan PPh Pasal 21 yang diharapkan dapat menjadi penggerak penerimaan pajak sehingga laju pertumbuhan perekonomian meningkat.
Berdasarkan hasil wawancara dan pengumpulan data di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia, maka dibawah ini adalah target dan realisasi Pajak penghasilan Pasal 21 tahun pajak 2016-2020.
Tabel 3.2 Target dan Realisasi PPh Pasal 21 di Kantor Pelayanan Pajak Medan Polonia tahun pajak 2016-2020
Tahun Pajak Target Realisasi
2016 230.528.477.000 189.820.724.222
2017 262.353.001.000 279.552.586.256
2018 340.416.481.000 323.073.462.584
2019 361.412.270.000 319.395.120.920
2020 239.773.000.000 284.491.475.783
Sumber : Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia.
230528477000.0 262353001000.0 340416481000.0 361412270000.0 239773000000.0
189820724222.0 279552586256.0 323073462584.0 319395120920.0 284491475783.0
2 0 1 6 2 0 1 7 2 0 1 8 2 0 1 9 2 0 2 0
TARG ET DAN RELAS ISAS I P P H PASAL 21 D I KANTO R P ELAYAN AN PA JAK M EDAN P O LO N IA
TAH U N PA JAK 2016 -2020
Target Realisasi
Berdasarkan tabel dan grafik diatas, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia terus meningkatkan target penerimaan PPh Pasal 21 untuk empat tahun terakhir yaitu pada tahun 2016-2019, namun target penerimaan PPh Pasal 21 menurun di tahun 2020. Berdasarkan hasil wawancara, target penerimaan PPh Pasal 21 tersebut menurun sejalan dengan terjadinya pandemi covid-19 pada maret 2020. Akibat terjadinya resesi diberbagai negara, khusunya turunnya tingkat perekonomian, maka Direktorat Jenderal Pajak memperkirakan penerimaan PPh pasal 21 untuk tahun pajak 2020 ini akan menurun. Direktorat Jenderal Pajak terus meningkatkan pelayanan pajak khususnya pelaporan SPT tahunan agar masyarakat tetap taat pajak walaupun dimasa pandemi, dan ternyata dengan banyaknya program yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pajak seperti Ngisi SPT bareng, Kelas Pajak Online, dan program lainnya ternyata
membuahkan hasil. Penerimaan PPh pasal 21 pada tahun pajak 2020 melebih target yang sudah ditetapkan.
3.3 Data Jumlah Wajib Pajak yang Melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia Berdasarkan data statistik e-riset KPP Pratama medan Polonia, Penulis memperoleh data jumlah wajib pajak yang melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia melalui beberapa jenis cara pelaporan yaitu e-SPT, e-Filing, Manual, dan DPC pada tahun pajak 2016 sampai dengan tahun pajak 2020.
Tabel 3.3
Jumlah Wajib Pajak yang Melaporkan SPT Tahunan di Kantor Pelayanan Pajak Medan Polonia tahun pajak 2016-2020
Tahun
Pajak e-SPT e-Filing DPC Manual
2016 1.813 29.131 12.944 13.087
2017 1.093 36.618 7.831 7.837
2018 175 46.298 2.120 2.122
2019 63 44.415 1.136 1.140
2020 34 41.406 574 595
Jumlah Wajib Pajak yang Melaporkan SPT Tahunan tahun pajak 2016-2020
Melalui tabel dan grafik diatas, sejak tahun 2016-2020 wajib pajak yang melaporkan SPT tahunan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia lebih menggunakan e-Filing, dan pada tahun 2020 penggunaan e-Filing sangatlah pesat jika dibandingkan dengan jenis cara pelaporan SPT tahunan lainnya.
3.4 Jenis Formulir Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi 1. Formulir 1770 SS
Formulir ini adalah formulir dengan bentuk yang sangat sederhana jika dibandingkan dengan jenis formulir lainnya dan digunakana oleh wajib pajak dengan penghasilan bruto tidak lebih dari Rp.60.000.000,00 selama satu tahun dengan menginput penghasilan berdasarkan bukti potong. Bukti potong tersebut terbagi menjadi dua jenis yaitu 1721-A1 yang diperuntukkan bagi karyawan swasta, dan 1721-A2 diperuntukkan bagi pegawai negeri.
2. Formulir 1770S
Jika dibandingkan dengan formulir 1770SS, maka bentuk formulir ini jauh lebih kompleks. Formulir ini diperuntukkan bagi wajib pajak dengan penghasilan bruto sama dengan atau lebih besar dari Rp.60.000.000,00 selama satu tahun. Bagi wajib pajak yang menggunakan formulir 1770S ini, diwajibkan juga untuk mengisi lampiran berupa data mengenai penghasilan, bukti potog, daftar harta, daftar anggota keluarga dan lainnya.
3. Formulir 1770
Formulir ini diperuntukkan bagi wajib pajak orang pribadi yang memiliki penghasilan dari usaha pribadi, memiliki penghasilan lebih dari satu pemberi kerja atau yang biasa disebut dengan pekerja bebas.
3.5 Batas Waktu Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi
Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor Per-06/PJ/2020 pasal 4 tentang tata cara penyampaian, penerimaan, dan pengolahan surat pemberitahuan pajak penghasilan tahun pajak 2019 sehubungan dengan pandemi corona virus disease 2019, batas waktu penyampaian SPT tahunan PPh untuk tahun pajak 2019 adalah :
1. Untuk Surat Pemberitahuan tahunan wajib pajak orang pribadi, paling lama 31 Maret 2020.
2. Untuk Surat Pemberitahuan tahunan wajib pajak badan, paling lama 30 April 2020.
3.6 Target Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan melalui e-Filing di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia Tahun Pajak 2020
Tabel 3.4
Target Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan melalui e-Filing di Kantor Pelayanan Pajak Medan Polonia tahun pajak 2020
Jenis SPT Target
1770 9.248
1770S 31.884
1770SS 17.907
Total 59.039
Sumber : Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia.
Berdasarkan tabel dan grafik diatas, target pelaporan SPT tahunan untuk formulir 1770S lebih tinggi dibandingkan target pelaporan jenis formulir lainnya.
Berdasarkan wawancara bersama salah satu fiskus di KPP Pratama Medan Polonia bahwa, wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Medan Polonia rata-rata memiliki total penghasilan diatas Rp.60.000.000,00 per/tahun. Hal itulah yang menyebabkan target pelaporan untuk formulir 1770S ditetapkan lebih tinggi dibandingkan jenis formulir lainnya.
Target Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan melalui e-Filing tahun pajak 2020
Target
3.7 Data Jumlah Wajib Pajak yang Menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi melalui e-Filing di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia menetapkan target pelaporan untuk SPT tahunan melalui e-Filing berdasarkan jenis formulir setiap tahunnya. Ketika target sudah ditetapkan, maka pihak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia terus melakukan banyak sekali upaya dan program untuk terus meningkatakan kepatuhan wajib pajak dalam melaporkan SPT tahunannya.
Sejak terjadinya pandemi covid di Indonesia pada Maret 2020 sehingga ditetapkan pembatasan jarak dan segala pelayanan pajak di alihkan secara online, Direktorat Jenderal Pajak terus mengeluarkan berbagai regulasi agar wajib pajak tetap dapat menjalankan kewajiban perpajakan tanpa ada kendala. Dalam e-riset DJP dan berdasarkan hasil wawancara kepada fiskus, penulis mendata jumlah wajib pajak yang menyampaikan SPT tahunan melalui e-Filing adalah sebagai berikut.
Tabel 3.5 Jumlah Wajib Pajak yang Pajak yang Menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi melalui e-Filing di Kantor
Pelayanan Pajak Medan Polonia tahun pajak 2016-2020
Sumber : Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia.
Dalam tabel dan grafik mengenai realisasi penyampaian Surat Pemberitahuan tahunan melalui ketiga jenis formulir yang sudah disebutkan diatas (Formulir 1770, 1770S, 1770SS) terus mengalami peningkatan sejak tahun pajak 2016-2018. Namun, untuk tahun 2020 (tahun pajak 2019), mengalami penurunan sebanyak 2.130 wajib pajak. Penurunan angka pelaporan ini juga berkaitan dengan pandemi covid-19 yang membuat banyak perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawan, sehingga banyak wajib pajak yang kehilangan pekerjaannya dan menyebabkan turunnya angka pelaporan SPT tahunan melalui e-Filing.
Jumlah Wajib Pajak yang Pajak yang Menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi melalui e-Filing
tahun pajak 2016-2020
Tahun 1770 1770S 1770SS Total
38 BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Prosedur Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi
Syarat utama seorang wajib pajak sebelum dapat melaporkan SPT tahunannya, haruslah memiliki EFIN terlebih dahulu. EFIN (Electronic Filing Identification Number) adalah nomor identitas wajib pajak dari Direktorat Jenderal Pajak yang melakukan transaksi elektronik seperti lapor Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) melalui e-Filing dan pembuatan kode Billing pembayaran pajak. Wajib Pajak akan memperoleh kode aktivasi melalui dua cara yaitu:
a. Melalui Daring
Wajib Pajak memperoleh EFIN melalui WhatsApp atau Electronic Mail (e-mail) dengan menghubungi nomor Whatsapp atau alamat e-mail KPP Pratama Medan Polonia dengan melampirkan beberapa dokumen sebagai berikut : - Foto NPWP Wajib Pajak dan KTP
- Swafoto Wajib Pajak bersama dengan NPWP Wajib Pajak dan KTP - Nomor telepon
- Alamat email
b. Datang Langsung Ke Kantor Pajak
Permohonan aktivasi EFIN dapat dilakukan oleh Wajib Pajak dengan cara datang langsung ke Kantor Pajak dengan membawa NPWP.
Prosedur Pelaporan SPT Tahunan orang pribadi
1. Masuk ke dalam situs https://djponline.pajak.go.id dengan menginput nomor NPWP, Kata Sandi, dan kode keamanan (captcha), kemudian Login.
2. Memilih layanan e-Filing dan buat SPT.
3. Mengisi data sesuai formulir SPT tahunan yaitu formulir 1770, 1770S, 1770SS dan silahkan untuk menginput data SPT.
4. Jika semua data sudah berhasil di input, maka lakukan verifikasi dengan cara klik “di sini” agar kode verifikasi dikirim melalui email ataupun sms. Jika telah selesai, maka klik “Kirim SPT” untuk mengirim SPT. Untuk bukti pelaporan SPT akan dikirim melalui sms atau email.
4.2 Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dalam Melaporkan SPT Tahunan Melalui E-Filing di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia
Menurut Safri Nurmantu dalam Siti Kurnia Rahayu (2010:138), kepatuhan wajib pajak adalah suatu keadaan wajib pajak untuk dapat memenuhi segala kewajiban perpajakan dapat bertanggungjawab atas hak perpajakannya. Indikator kepatuhan pajak tersebut adalah sebagai berikut :
1. Wajib pajak harus mengisi seluruh data Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan dengan lengkap, tepat, dan jujur.
2. Melaporkan atau menyampaikan SPT tahunan sebelum batas akhir pelaporan.
(Hestanto, 2018)
Pada Laporan Tugas Akhir ini, penulis mengambil data mengenai persentase penggunaan sistem e-Filing 2016-2020 di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia, adalah sebagai berikut.
Tabel 4.1 Jumlah Wajib Pajak yang Pajak yang Menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi melalui e-Filing di Kantor
Pelayanan Pajak Medan Polonia tahun pajak 2016-2020 Tahun Pajak Total Penggunaan
e-Filing
Rata-rata (2016-2020) 8,37 %
Sumber : Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia.
28536
2016 2017 2018 2019 2020 Rata-rata
tahun 2016 sampai 2020
Jumlah Wajib Pajak yang Pajak yang Menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi melalui e-Filing
tahun pajak 2016-2020
Total Penggunaan e-FIling Persentase Kenaikan e-Filing
Berdasarkan tabel diatas, terjadi peningkatan total penggunaan e-Filing oleh wajib pajak orang pribadi di KPP Pratama Medan Polonia. Namun, pada tahun 2018-2019 mengalami penurunan sebesar 4,95%. Menurut hasil wawancara bersama salah satu fiskus di KPP Pratama Medan Polonia, hal ini disebabkan oleh wajib pajak yang memiliki budaya mengejar deadline, sehingga wajib pajak sering sekali melaporkan SPT tahunannya di batas akhir pelaporan yaitu pada bulan maret. Padahal, pada minggu ke-2 maret 2020 terjadi pandemi covid-19 yang membuat pelayanan di kantor pajak ditutup sementara sehingga terjadi kendala pelaporan, walaupun penggunaan sistem e-Filing dapat digunakan dimana saja, tetapi masyarakat masih banyak yang memerlukan bantuan dari pihak pegawai pajak untuk melaporkan SPT tahunannya sehingga ketika pelayanan tatap muka ditutup sementara, wajib pajak diharuskan melapor secara mandiri. Selain ini, penurunan angka pelaporan SPT tahunan melalui e-Filing juga disebabakan karena banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja oleh perusahaan sehingga membuat karyawan tidak memiliki penghasilan. Hal ini merupakan salah satu penyebab turunnya angka pelaporan SPT tahunan pada tahun 2020 (tahun pajak 2019).
4.3 Kendala yang dialami oleh Wajib Pajak dalam Menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan menggunakan sistem e-Filing
1. Kendala bagi wajib pajak
a) Sering terjadi error akun DJP ketika melakukan pengisian data melalui e-Filing
b) Wajib pajak sering lupa password akun c) Lupa EFIN
d) Sering terjadinya gangguan jaringan (jaringan yang tidak stabil) e) Tidak menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) ketika sudah
membuat SPT di laman e-Filing
2. Kendala bagi Fiskus KPP Pratama Medan Polonia
a) Kurangnya kesadaran masyarakat (wajib pajak) mengenai kewajiban perpajakannya
b) Terbatasnya kesempatan untuk sosialisai kepada masyarakat mengenai pelaporan SPT tahunan melalui e-Filing secara langsung c) Adanya kendala di server pusat sehingga saat proses penginputan
data wajib pajak sering sekali error.
4.4 Upaya yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia dalam Rangka meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak dalam Penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi Melalui e-Filing
a) Mengadakan kelas pajak online bagi wajib pajak terdaftar secara gratis melalui aplikasi zoom meeting
b) Mengadakan program Ngisi SPT Bareng yang bekerjasama dengan Relawan Pajak mengenai asistensi pengisian SPT tahunan wajib pajak orang pribadi secara daring
c) Mengadakan Radio Talkshow mengenai cara mudah lapor SPT tahunan dengan e-Filing melalui saluran 95.1 FM MNC Trijaya Medan.
d) Melakukan Virtual Talkshow bersama Kanwil DJP Sumut 1 dan salah satu influencer untuk mengajak masyarakat melaporkan SPT tahunannya dalam kegiatan spectaxcular 2021
e) Mengadakan pojok pajak SPT tahunan orang pribadi di Universitas Sumatera Utara pada 30-31 Maret 2021.
45 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai “Analisis Realisasi Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi Melalui E-Filing di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia”, maka dapat disimpulkan :
1. Penggunaan sistem e-Filing di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan
1. Penggunaan sistem e-Filing di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan