• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Analisis Data

METODE PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

3.5. Metode Analisis Data

Metode analisis data merupakan metode yang penting dalam metode

penelitian ilmiah, karena dalam analisis data, data diberi arti dan makna yang

berguna dalam memecahkan masalah penelitian.

3.5.1. Data Kuantitatif

Data Kuantitatif adalah data yang berbentuk angka-angka yang dapat diukur

dengan satuan hitung Sugiyono (2008) dalam Prabawa (2012). Data Kuantitatif yang

digunakan dalam penelitian ini adalah jawaban kuesioner yang diisi oleh responden

yang berupa skor.

3.5.2. Data Kualitatif

Data Kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat

postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai

pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat

induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna

daripada generalisasi (Sugiyono, 2013). Data Kualitatif dalam penelitian ini adalah

berbagai bentuk informasi yang berkaitan dengan organisasi Kantor Pelayanan Pajak

Pratama Jepara yaitu gambaran umum, sejarah, dan struktur organisasi.

3.5.3. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang berkenan dengan metode atau cara

mendiskripsikan, menggambarkan, menjabarkan atau menguraikan data. Statistik

deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai

rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan

skewness (kemencengan distribusi) (Ghozali, 2013).

3.5.4. Uji Kualitas Data 3.5.4.1. Uji Reliabilitas

Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang

merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel

atau handal jika jawaban seseorang terhadap penyataan adalah konsisten atau stabil

dari waktu ke waktu. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika nilai Alpha

(α) > 0,70 (Nunnally, 1967 dalam Ghozali, 2013).

Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan koefisien alpha.

Berdasarkan pengujian reliabilitas akan diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa

tingkat besaran alpha dari masing-masing variabel lebih besar dari 0,70 maka semua

3.5.4.2. Uji Validitas

Uji Validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner.

Suatu kuesioner dikatakan valid atau sah jika pertanyaan pada kuesioner mampu

mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Suatu kuesioner

dikatakan valid jika nilai korelasi (r hitung) > r tabel (Ghozali,2013).

Suatu instrumen dapat dikatakan valid apabila taraf probabilitas kesalahan

(sig) <0,05 dan r hitung > r tabel, sebaliknya suatu instrumen dikatakan tidak valid

apabila taraf probabilitas kesalahan (sig) > 0,05 dan r hitung< r tabel (Ghozali,

2013).

3.5.5. Uji Asumsi Klasik 3.5.5.1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam regresi, variabel

dependen dan variabel independen memiliki distribusi normal. Untuk menghindari

terjadinya bias, data yang digunakan harus terdistribusi dengan normal. Model

regresi yang baik adalah memiliki data normal atau mendekati normal (Ghozali,

2013).

Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan one sample

kolmogorov-smirnov test dan analisis grafik histogram dan P-P plot. Dalam uji one sample kolmogorov-smirnov test variabel-variabel yang memiliki asymp. Sig

(2-tailed) dibawah tingkat signifikan sebesar 0,05 maka diartikan bahwa

variabel-variabel tersebut memiliki distribusi normal dan sebaliknya (Ghozali, 2013).

3.5.5.2. Uji Multikolonieritas

Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi

baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Untuk

mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi dapat dilihat

dari nilai tolerance dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) (Ghozali,2013).

Jikanilai tolerance > = 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10, maka dapat

disimpulkan bahwa tidak ada multikolonieritas antar variabel independen dalam

model regresi pada penelitian ini.

3.5.5.3. Uji Heterokedastisitas

Uji Heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi

ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Model regresi yang baik adalah model yang homokedastisitas atau tidak terjadi

heterokedastisitas (Ghozali, 2013). Adanya heteroskedastisitas dalam regresi dapat

diketahui dengan menggunakan beberapa cara, salah satunya dengan melihat grafik

plot antara variabel dependen yaitu ZPRED dengan residualnya yaitu SRESID.

Deteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya

pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y

adalah Y yang diprediksi, dan sumbu X adalah residual ( Y prediksi – Y

sesungguhnya) yang telah di – unstandardized. Untuk menguji ada tidaknya

heterokedastisitas dapat juga menggunakan Uji Glesjer. Jika variabel independen

signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka indikasi terjadi

heterokedastisitas (Ghozali, 2013). Jika signifikansi diatas tingkat kepercayaan 5 %,

3.5.6. Uji Model 3.5.6.1. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel independen dalam

model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap

variabel dependen (Ghozali, 2013). Apabila nilai F hitung > F tabel dan probabilitas

signifikansi <0,05 maka variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi

variabel dependen.

3.5.7. Uji Hipotesis

3.5.7.1. Analisis Regresi Linier Berganda

Data diolah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis ini

merupakan suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan yang ada di

antara variabel-variabel yang digunakan, sehingga dari hubungan tersebut sebuah

variabel akan dapat ditaksir apabila variabel lain telah diketahui. Rumus untuk

mencari koefisien regresi linier berganda adalah sebagai berikut:

Y =α + B1 X1 + B2 X2 + e Dimana:

Y : Kepatuhan Pelaporan Wajib Pajak (variabel dependen)

X1 : Kualitas Pelayanan Fiskus (variabel independen)

X2 : Sikap Wajib Pajak (variabel independen)

α : Konstanta

B1&B2 : Koefisien regresi

3.5.7.2. Uji T

Pengujian ini dilakukan untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh

masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial (Ghozali,

2013). Kesimpulan yang diambil dalam uji t ini adalah dengan melihat nilai t hitung

> t tabel dan signifikansi (α) dengan ketentuan (α) > 5% tidak mampu menolak H0

dan bila (α) < 5% menolak H0

3.5.8. Koefisien Determinasi

Pengukuran koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui persentase

pengaruh variabel independen (prediktor) terhadap perubahan variabel dependen

(Ghozali, 2013). Melalui pengukuran ini dapat diketahui seberapa besar variabel

dependen mampu dijelaskan oleh variabel independennya, sedangkan sisanya

dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar model. Apabila koefisien determinasi

semakin mendekati satu, maka dapat dapat dikatakan bahwa variabel independen

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait