BAB III METODE PENELITIAN
G. Metode Analisis
Untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan serta hipotesis yang telah diajukan, maka digunakan metode analisis sebagai berikut :
1. Analisis strategi pemasaran adalah analisis yang menggambarkan penerapan strategi pemasaran melalui strategi (Produk, harga, distribusi, promosi)
2. Analisis SWOT yaitu suatu analisis yang dilakukan dengan menguraikan implementasi strategi pemasaran melalui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Singkat Berdirinya PT. Hadji Kalla
Pada tahun 1952 Hadji Kalla dan Hajjah Athirah membangun NV. Hadji Kalla Trading Company yang bergerak dibidang ekspor impor. Perusahaan PT. Hadji Kalla di Makassar didirikan pada tanggal 18 Oktober 1952 berdasarkan akte pendirian nomor 31 dihadapan akta notaris Meester Jan Philippus deKorte. Pengesahan dilakukan lewat berita acara Endang Soelianti dengan akte nomor 34 tanggal 26 Mei 1997. Seiring dengan perputaran waktu maka perusahaan ini telah berkembang hingga ke generasi berikutnya. Pada awalnya perusahaan ini hanya memeiliki beberapa orang karyawan dan saat ini sudah mencapai ribuan jumlahnya. Berawal dari satu perusahaan kini telah menjadi grup tangguh Grup Hadji Kalla. Insya Allah puluhan bahkan ratusan tahun mendatang tetap berkembang bersama masyarakat.
Berpengalaman lebih dari setengah abad dalam bisnis, membuat kami semakin matang dan percaya diri serta mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah.
Bisnis kami adalah melayani dan membangun infrastruktur. Mulai bisnis mobil, transportasi darat, pelayanan, jalan raya, jembatan, bandar udara, dan peralatannya, membuat alat-alat peralatan jalan, perlistrikan aspal serta agro industri.
Melalui pembangunan infrastruktur yang luas, kami yakin, Indonesia akan berkembang dengan pesat. Kami lahir dan berkembang di Indonesia Bagian Timur, karenanya kami merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang paling mengenal
33
wilayah ini. Dengan tetap mengharapkan Taufik dan Hidayah Allah SWT, serta bekerja secara profesional, kami siap bekerjasama untuk membangun negeri tercinta.
Pasangan Hadji Kalla dan Hajjah Athirah Kalla, mengawali usahanya di bidang perdagangan tekstil di Kota Watampone dan Makassar melalui NV Hadji Kalla Trading Company yang didirikan pada tanggal 18 Oktober 1952. Lewat kerja keras yang tidak kenal lelah, Hadji kalla berhasil mengembangkan usahanya dalam berbagai bidang yang kemudian disatukan di bawah bendera Grup Hadji Kalla.
Sejak tahun 1982, Grup Hadji Kalla dipimpin oleh Muhammad Yusuf Kalla.
Untuk kawasan Indonesia Timur, Grup Hadji Kalla merupakan kelompok usaha yang paling menonjol. Kendali usaha dipusatkan di Makassar sedangkan operasionalnya meliputi seluruh wilayah Sulawesi dengan tiga bidang usaha utama : Otomotif, perdagangan dan konstruksi. Grup Hadji kalla juga mengerjakan proyek-proyek untuk kawasan Indonesia Timur, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur.
Inilah perusahaan induk yang menaungi Grup Hadji kalla, berdiri pada tahun 1952 dan bergerak disektor otomotif serta perdagangan. Tahun 1969 PT. Hadji Kalla menjadi agen tunggal pemasaran mobil Toyota untuk daerah Sulawesi Selatan, tengah dan tenggara. Berkat prestasi yang dicapainya dalam penjualan kendaraan penumpang dan komersial, perusahaan ini sering memperoleh Trippe Grown Award, dari Toyota Corporation, Jepang, Market Sharenya pun tertinggi melampaui wilayah lain di Indonesia.
Melalui cabang yang terbesar di seluruh Sulawesi. PT. Hadji Kalla menerapkan standar Toyota dalam beroperasi meliputi penjualan, servis dan penyediaan suku
cadang atau yang lazim disebut 3S – sales, servis, spare parts. Bidang usaha lainnya adalah penyewaan mobil di beberapa wilayah Indonesia serta perdagangan umum impor maupun ekspor.
Dengan adanya laju perkembangan yang pesat, maka pada tahun 1973 NV. Hadji Kalla membuka kantor utama yang terletak di jalan Hos Cokroaminoto No. 27 Makassar.
Produk utama yang diperdagangkan oleh PT. Hadji Kalla sampai saat ini adalah mobil merk Toyota dan merupakan penyalur tunggal untuk daerah pemasaran Sulawesi yang merupakan salah satu dealer dari PT. Toyota Astra Motor yang berkedudukan di Jakarta.
PT. Hadji Kalla hingga kini telah mempunyai cabang/perwakilan dalam memasarkan mobil merk Toyota. Cabang atau perwakilan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Cabang Jakarta 2. Cabang Kendari 3. Cabang Palu 4. Cabang Pare-pare 5. Perwakilan Sidrap 6. Perwakilan Pinrang 7. Perwakilan Soppeng 8. Perwakilan Polmas 9. Perwakilan Palopo 10.Perwakilan Sengkang
Sejalan dengan kemajuan yang diraihnya PT. Hadji Kalla di Makassar telah melebarkan sayapnya dengan membuka berbagai anak perusahaan, yaitu sebagai berikut :
1. Tahun 1971, didirikan PT. Bumi Karsa yang berkedudukan di Makassar yang bergerak dalam bidang konstruksi dan perlengkapannya.
2. Tahun 1973, didirikan PT. Bhakti Centre Baru, Makassar yang bergerak dalam bidang percetakan, penjilidan dan penjualan buku-buku (toko buku)
3. Tahun 1975, didirikan PT. EMKL Hadji Kalla Raya yang bergerak dalam bidang ekspedisi muatan kapal laut.
4. Tahun 1977, didirikan PT. Bukaka Agro yang bergerak dalam usaha pengadaan makanan ternak, makanan ikan dan makanan udang.
5. Tahun 1979, didirikan PT. Bukaka Meat di Makassar yang bergerak dalam bidang pemotongan hewan.
6. Tahun 1980, didirikan PT. Bukaka Teknik Utama di Jakarta yang bergerak dalam bidang pembuatan alat-alat berat, seperti traller, konstruksi bangunan, asphalt mixing plant, dan lain-lain.
7. Tahun 1984, didirikan PT. Bumi Rama Nusantara di Makassar yang bergerak dalam bidang pemecahan batu (stone crulsher).
8. Tahun 1985, didirikan PT. Makassar Raya Motor di Makassar yang bergerak dalam bidang penjualan mobil merk Daihatsu, Isuzu dan Nissan Truck, untuk daerah pemasaran Sulawesi.
9. Tahun 1991, didirikan PT. Kalla Lines yang bergerak dalam bidang pengangkutan penumpang kapal laut.
10. Tahun 1996, didirikan PT. Kalla Electrical System yang bergerak dalam bidang pembuatan transformator.
11. Tahun 1995, tanggal 9 Juni PT. Kalla Inti Karsa (KIK) bergerak kontraktor developer, real estate mendirikan bangunan pusat pembelajaan.
12. Tahun 1993, tanggal 16 Juni PT. Sahid Makassar bergerak di bidang perhotelan.
13. Tahun 1992, tanggal 27 Mei PT. Baruga Asri Nusa bergerak di bidang developer.
Sejalan dengan prospek usaha yang dikelolah oleh NV. Hadji Kalla, maka pada tahun 1994 berubah dari NV. Hadji Kalla menjadi PT. Hadji Kalla yang sesuai dengan Akte Notaris Endang Soelianti, Sarjana Hukum dengan No 34.
B. UNIT BISNIS KALLA OTOMOTIF PT. HADJI KALLA (TOYOTA) CABANG GOWA
(Gambar.1 PT. Hadji Kalla Cabang Gowa)
KALLA OTOMOTIF Memperluas Akses Kepemilikan Mobil” “Memenuhi kebutuhan modal transportasi demi terciptanya peningkatan kualitas hidup dan bisnis.”
“Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.” “Sepenuh hati memberikan keunggulan kompetitif bagi pelanggan melalui penyediaan mobil-mobil berkualitas dengan berbagai pilihan, dengan harga bersaing serta pelayanan terbaik kepada
konsumen.” Kalla Group, setelah sukses mengembangkan pasar otomotif untuk merek Toyota di Sulawesi, merambah ke merek lainnya seperti Daihatsu.
1. VISI
“Memenuhi kebutuhan modal transportasi demi terciptanya peningkatan kualitas hidup dan bisnis.”
2. MISI
1. Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
2. Sepenuh hati memberikan keunggulan kompetitif bagi pelanggan melalui penyediaan mobil-mobil berkualitas dengan berbagai pilihan, dengan harga bersaing serta pelayanan terbaik kepada konsumen.
(Gambar.2 Contoh Target Retails Sales)
(Gambar.3 Kalla Toyota Cabang Gowa)
(Gambar.4 Info STNK, PLAT, dan BPKB jadi)
PT. Hadji Kalla merupakan Main Dealer Resmi Toyota yang saat ini berkembang pesat,yang memiliki 24 Cabang di Sulawesi (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara).
C. Struktur Organisasi PT. Hadji Kalla Cabang Gowa
Untuk memperlancar kegiatan perusahaan dalam proses pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, maka perlu adanya pembagian tugas yang jelas. Hal ini dilakukan
untuk menghindari terjadinya saling tumpang tindih dalam melaksanakan tugas karyawan. Oleh karena itu, perlu diusahakan terciptanya suatu team kerja yang kompak, saling membantu dan saling menunjang satu sama lainnya dalam pelaksanaan pekerjaan sebagai upaya mempercepat tercapainya tujuan perusahaan.
PT. Hadji Kalla Cabang Gowa memakai struktur organisasi yang berbentuk lini dan staf. Pimpinan dalam menjalankan tugas atau dalam mengelola perusahaan dibantu oleh pejabat lini dan staf.
Pejabat lini ini terdiri dari Manajer Divisi Toyota, Manajer Divisi Keuangan, Manajer Divisi Perdagangan Umum serta Manajer Devisi Administrasi Umum dan Personalia, Pejabat staf terdiri dari bagian perencanan perusahaan dan pengawasan intern (Corporate Planning and Internal Audit) serta sekretaris perusahaan.
Di samping itu, tiap-tiap devisi dilengkapi pula dengan bagian-bagian sebagai berikut :
1. Devisi Toyota, yang terdiri dari tiga bagian, yaitu : a. Bagian penjualan (Toyota Sales)
b. Bagian suku cadang (Toyota spare Part) c. Bagian bengkel dan jasa (Toyota Service) 2. Divisi Keuangan, yang terdiri atas :
a. Keuangan
b. Pembukuan/Akuntansi c. Kredit
3. Divisi Perdagangan Umum/Alperkost, yang terdiri dari :
a. Perdagangan Umum
b. Alperkost (Alat-alat Pertanian dan Konstruksi)
4. Divisi Administrasi Umum dan Personalia, yang terdiri dari : a. Administrasi
b. Personalia c. Rumah Tangga
Untuk lebih jelasnya, struktur organisasi perusahaan dapat dilihat pada skema 3. Dari skema tersebut dapat dilihat bahwa pucuk pimpinan dipegang oleh seorang direktur utama yang dibantu oleh dua orang staf dan empat orang manajer divisi.
D. Uraian Tugas
Adapun kewajiban, wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing bagian tersebut adalah sebagai berikut :
1. Direktur Utama/Direktur
a. Memimpin dan menentukan kebijaksanaan tata tertib perusahaan.
b. Mengurus dan menjaga perusahaan, menerapkan tata tertib serta menjalankan perusahaan.
c. Mengusahakan hubungan baik antara perusahaan dengan pemerintah serta masyarakat setempat.
d. Mengesahkan rencana anggaran pendapatan dan belanja tahunan perusahaan.
2. Perencanaan Perusahaan dan Pengawasan Intern
a. Membantu menajemen dalam penentuan standar dari keinginan untuk mengukur ketetapan dari rencana kegiatan
b. Membantu manajemen dan divisi lain dalam perencanaan keuangan.
c. Membantu manajemen dalam mengembangkan pasar.
d. Membantu manajemen dalam penentuan tujuan dan sasaran perusahaan dalam memperbaiki kondisi perusahaan.
3. Sekretaris Perusahaan
a. Bertanggungjawab atas segala izin yang menyangkut perusahaan.
b. Mengambil alih semua pekerjaan yang tidak dikerjakan divisi lain.
c. Mengatur jadwal direksi, termasuk tamu-tamu dan karyawan yang harus diterima direksi.
d. Menginformasikan kepada direksi tentang waktu undangan pertemuan, seminar, diskusi dan lain-lain baik intern maupun ekstern.
4. Manajemen Divisi Toyota
a. Bertanggung jawab kepada direksi dalam hal tugas perencanaan, pemasaran, penyediaan dan menjalankan misi penjualan secara umum.
b. Berupaya mensukseskan/memberikan laba yang maksimal dan mencari pembeli atau langganan sebanyak-banyaknya.
c. Memelihara langganan, karena hampir semua pembeli adalah pembeli barang.
d. Membantu direksi dalam menetapkan harga jual dan mengatur semua kegiatan yang mengarah pada kualitas dan kuantitas penjualan, baik suku cadang maupun kendaraan termasuk upaya peningkatan service/affer sales service.
5. Manajer Divisi Keuangan/Pembukuan
a. Membuat laporan keuangan yang tepat pada waktunya sesuai dengan permintaan direksi.
b. Membantu direksi dalam menentukan kebijaksanaan keuangan dan administrasi termasuk menyiapkan rencana budget denda.
c. Mengelola keuangan dan menjaga tingkat likuiditas perusahaan.
d. Mengelola piutang, hal ini dilakukan karena banyakya penjualan secara kredit.
6. Manajer Divisi Perdagangan Umum/Alperkost a. Meningkatkan penjualan dan mencari pasar baru b. Mengatur dan menyiapkan rencana promosi.
c. Memperbaiki dan meningkatkan hubungan kerja sama dengan instansi pemerintah, swasta dan perorangan.
d. Mengadakan penelitian dan pencatatan mengenal perkembangan perekonomian.
7. Manajer Administrasi Umum dan Personalia
a. Bertanggung jawab penuh terhadap tugas dan kewajiban divisi.
b. Mengkoordinasi, mengawasi, memimpin dan bertanggungjawab atas kelancaran pekerjaan bagian-bagian di bawah lingkungannya.
c. Bertanggungjawab atas kelancaran dan pelaksanaan administrasi.
d. Mengusahakan kesejahteraan karyawan.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Perkembangan Penjualan
Salah satu tujuan dan sasaran yang ingin dilakukan oleh setiap perusahaan, khususnya usaha otomotif adalah dengan meningkatkan penjualan mobil, hal ini dimaksudkan guna dapat memperoleh laba usaha yang lebih optimal. Oleh karena itulah dalam menunjang pencapaian tujuan dan sasaran dalam perusahaan, maka perlu adanya penerapan strategi pemasaran yang akurat, sebab dengan penerapan strategi pemasaran yang akurat maka akan mempengaruhi kelancaran usaha bisnis otomotif.
Dalam pembahasan mengenai strategi pemasaran, maka terlebih dahulu dilakukan evaluasi mengenai perkembangan penjualan. Dimana dalam melakukan evaluasi mengenai perkembangan penjualan adalah bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perubahan naik/turunnya penjualan mobil Toyota yang dicapai oleh perusahaan. Namun sebelum dilakukan analisis perkembangan penjualan mobil Toyota maka terlebih dahulu akan disajikan data penjualan mobil Toyota untuk tahun 2011 s/d tahun 2015 yang diperoleh dari perusahaan dealer mobil Toyota PT. Hadji Kalla Cabang Gowa yaitu sebagai berikut :
45
TABEL I
VOLUME PENJUALAN MOBIL TOYOTA PADA PT. HADJI KALLA CABANG GOWA
TAHUN 2011 S/D TAHUN 2015
2011 171 185 219 191 398 215 121 1.500
2012 184 196 239 198 408 210 115 1.550
2013 198 218 298 311 498 215 262 2.000
2014 218 215 361 338 500 225 153 2.010
2015 196 178 310 308 390 288 245 1.915
Sumber : PT. Hadji Kalla Cabang Gowa (data di olah)
Dari tabel 1 yakni data penjualan mobil Toyota, khususnya dalam 5 tahun terakhir (tahun 2011 s/d 2015), nampak bahwa penjualan mobil Toyota mengalami peningkatan dalam tahun 2011 s/d tahun 2015, hal ini berarti dapat dikatakan bahwa strategi pemasaran yang dijalankan oleh perusahaan PT. Hadji Kalla Cabang Gowa telah tepat dan disamping itu perusahaan tersebut di atas sebagai dealer tunggal mobil merek Toyota. Oleh karena itu sebelum dibandingkan perkembangan penjualam mobil Toyota untuk tahun 2011 s/d tahun 2015 terlebih dahulu akan disajikan data penjualan pesaing yang dapat dilihat melalui tabel 2 yaitu sebagai berikut :
TABEL II
DATA PENJUALAN MOBIL DARI BEBERAPA PERUSAHAAN PESAING UNTUK TAHUN 2011 - 2015
Tahun
Penjualan Mobil Menurut Perusahaan Pesaing Total Penjualan
(Unit)
Suzuki Daihatsu Isuzu
Panther Honda
2007 635 675 598 592 2.500
2008 675 818 618 450 2.561
2009 695 890 717 973 3.275
2010 764 916 892 696 3.268
2011 964 983 902 981 3.830
Sumber : Hasil Survey dari Beberapa Perusahaan Pesaing
Berdasarkan tabel 2 dari beberapa perusahaan pesaing, khususnya dalam tahun 2011 – 2015 terlihat bahwa perusahaan pesaing dalam melakukan penjualan mobil dari tahun ketahun mengalami peningkatan. Sehingga dengan adanya peningkatan dalam penjualan mobil untuk beberapa perusahaan pesaing maka perlunya dilakukan analisis perkembangan penjualan mobil Toyota khususnya pada PT. Hadji Kalla yang dapat dilihat melalui tabel 3 yaitu sebagai berikut :
TABEL III
PERTUMBUHAN OMZET PENJUALAN MOBIL TOYOTA PADA PT. HADJI KALLA CABANG GOWA
TAHUN 2011 S/D TAHUN 2015
Tahun Penjualan Mobil Toyota Pertumbuhan
(Unit) (+/-)
2011 1.500
-2012 1.550 3,33%
2013 2.000 29,03%
2014 2.010 0,50%
2015 1.915 -4.72%
Rata-rata Peningkatan (%) 7,04%
Sumber : Data diolah dari tabel 1
Berdasarkan tabel 3 yakni pertumbuhan penjualan mobil Toyota, nampak bahwa dalam tahun 2012 volume penjualan mobil Toyota meningkat sebesar 3,33%, tahun 2013 meningkat sebesar 29,03%, tahun 2014 meningkatkan sebesar 0,50 %, sedangkan pada tahun 2015 menurun sebesar -4,72%, sehingga rata-rata perkembangan penjualan mobil mengalami peningkatan sebesar 7,04% setiap tahunnya. Dengan adanya peningkatan volume penjualan mobil Toyota dari tahun 2012 s/d tahun 2015 adalah disebabkan karena penerapan strategi pemasaran telah memadai. Namun dalam tahun 2015 mengalami penurunan, salah satu faktor yang mengakibatkan penurunan
dalam penjualan mobil Toyota adalah ketatnya persaingan dalam pemasaran mobil, dimana masing-masing perusahaan pesaing menawarkan berbagai jenis type/model mobil yang berbeda dengan harga jual yang bersaing dan disamping itu harga jual yang ditetapkan oleh perusahaan sedikit lebih tinggi jika dibandingkan oleh perusahaan dealer mobil lainnya.
B. Analisis Strategi Bauran Pemasaran
Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kelancaran penjualan mobil Toyota bagi setiap perusahaan yang bergerak di bidang usaha dealer mobil adalah pentingnya penerapan strategi pemasaran, dimana dengan penerapan strategi pemasaran yang akurat, akan memungkinkan perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan.
Pentingnya strategi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan, maka dalam penelitian ini ditekankan pada bauran pemasaran (marketing mix). Bauran pemasaran (marketing mix) adalah panduan atau acuan yang dilakukan oleh perusahaan dalam meningkatkan volume penjualan, yang dapat meliputi : produk, harga, promosi dan saluran distribusi. Oleh karena itulah dapat disajikan strategi marketing mix yang dilakukan oleh PT. Hadji Kalla Cabang Gowa yang dapat diuraikan melalui pembahasan sebagai berikut :
1. Produk
Salah satu jenis bauran pemasaran mobil yang mempengaruhi omzet penjualan mobil Toyota adalah produk. Dimana produk yang dijual oleh perusahaan adalah
mobil merek Toyota, sehingga dalam pemasaran mobil merek Toyota yang dilakukan oleh perusahaan tersebut adalah menjual segala jenis/type mobil Toyota.
Oleh karena itulah dapat disajikan jenis/type mobil Toyota yang dijual oleh PT.
Hadji Kalla Cabang Gowa yang dapat dilihat melalui tabel berikut ini : TABEL IV
c. Avansa Avansa E 1300 cc
Avansa G 1300 cc
Innova V M/T extra Sumber : PT. Hadji Kalla Cabang Gowa
2. Harga jual
Masalah harga jual dalam pemasaran memegang peranan penting, sebab dengan harga jual yang bersaing maka akan memungkinkan perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan mobil Toyota. Dengan pentingnya harga jual dalam pemasaran mobil, maka dapat disajikan perbandingan harga jual mobil Toyota dengan perusahaan mobil lainnya yaitu sebagai berikut :
Yakni perbandingan harga jual mobil (rata-rata dari setiap type) dengan perusahaan pesaing, nampak bahwa harga jual yang ditentukan oleh perusahaan sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan pesaing lainnya, sehingga hal inilah yang mengakibatkan omzet penjualan mobil Toyota mengalami penurunan dalam tahun 2015. Berdasarkan tabel V, yaitu sebagai berikut
TABEL V
PERBANDINGAN HARGA JUAL MOBIL MEREK TOYOTA DENGAN PERUSAHAAN PESAING TAHUN 2015
No. Jenis Mobil Toyota
Harga Jual (Rp)
PT. Hadji Kalla Perusahaan
(Rp) Pesaing (Rp)
1 New Vios G MT 235.500.000 233.300.000
2 Yaris E AT 215.300.000 214.150.000
3 New Avansa E.1.3 DU MT 158.000.000 156.200.000
4 Rush 1,5 G. MT 209.100.000 207.050.000
5 Innova Business 2.0 STD 198.000.000 197.200.000
6 Fortuner 2.7L G. LUX 4X2 A/T 472.200.000 470.150.000
7 All New Corolla E MT 1.8 347.600.000 345.400.000
8 Hilux 4X2 SC Bensin 160.300.000 157.900.000
Sumber : PT. Hadji Kalla Cabang Gowa 3. Promosi
Masalah promosi dalam pemasaran mobil berpengaruh dalam peningkatan volume penjualan. Sebab tujuan dilakukan kegiatan promosi adalah dimaksudkan untuk dapat meningkatkan volume penjualan. Dengan pentingnya masalah promosi dalam pemasaran, maka kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan PT. Hadji Kalla Cabang Gowa adalah meliputi :
a. Iklan
Media iklan yang digunakan oleh perusahaan PT. Hadji Kalla Cabang Gowa dalam pemasaran mobil adalah meliputi : surat kabar, brosur, leaflet/katalog jenis/type mobil yang dijual.
b. Promosi penjualan
Promosi penjualan yang dilakukan oleh perusahaan seperti : spesial discount kepada pelanggan, pameran-pameran, pemberian hadiah langsung dan hadiah undian.
c. Personal selling
Personal selling dalam pemasaran mobil adalah adanya kunjungan langsung salesman perusahaan ke rumah calon pembeli mobil.
d. Publisitas
Dalam publisitas pada kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan melakukan pemberian sponsor-sponsor dalam even-even tertentu, seperti : sponsor olah raga, seminar-seminar dan lain sebagainya.
4. Saluran distribusi
Salah satu bauran pemasaran yang merupakan elemen pokok dalam meningkatkan daya saing adalah saluran distribusi dalam pemasaran mobil Toyota. Adapun saluran distribusi dalam pemasaran mobil Toyota dapat disajikan melalui skema berikut ini :
SKEMA III
SALURAN DISTRIBUSI DALAM PEMASARAN MOBIL TOYOTA PADA PT. HADJI KALLA CABANG GOWA
Sumber : PT. Hadji Kalla Cabang Gowa
C. Analisis SWOT dalam Pemasaran Mobil Toyota
Analisis Swot dalam pemasaran mobil Toyota, khususnya pada PT. Hadji Kalla Cabang Gowa mempunyai hubungan yang signifikan terhadap situasi persaingan dalam pemasaran. Salah satu titik pokok dalam pembahasan ini adalah melalui analisis Swot terhadap pemasaran mobil merek Toyota. Analisis Swot bertujuan untuk melakukan evaluasi mengenai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pemasaran mobil merek Toyota.
Produsen
(PT. Toyota Astra Motor, Jakarta)
Main Dealer (PT. Hadji Kalla)
Sub Dealer
Konsumen
Adapun tujuan dan sasaran dengan melakukan analisis Swot dalam pemasaran mobil merek Toyota, khususnya pada PT. Hadji Kalla Cabang Gowa adalah sebagai berikut :
a. Mengetahui strategi bauran pemasaran yang tepat bagi pemasaran mobil merek Toyota
b. Dengan menggunakan analisis Swot, maka dapat diketahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pasar yang dihadapi oleh PT. Hadji Kalla Cabang Gowa.
Mengacu pada tujuan dalam evaluasi atas penggunaan analisis Swot, maka dapat diketahui apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh PT.
Hadji Kalla Cabang Gowa, peluang apa yang mampu mendukung perkembangan pada kinerja pemasaran serta bagaimana ancaman yang akan dihadapi melalui penggunaan analisis Swot (strengths, weaknesses, opportunity, threath)
Untuk lebih jelasnya penerapan analisis swot dalam pemasaran mobil Toyota maka dapat diuraikan satu persatu sebagai berikut :
1. Strengths (keunggulan)
Untuk melihat bagaimana keunggulan dalam pemasaran mobil merek Toyota adalah terletak dari aspek-aspek dibawah ini :
a. Jenis mobil Toyota lebih bermutu/berkualitas
b. Jenis mobil Toyota yang dijual memiliki keunggulan, jika dibanding-kan dengan perusahaan pesaing, khususnya yang berkaitan dengan teknologi dan penyediaan suku cadang disetiap daerah.
c. Memiliki jaringan pemasaran yang luas
d. Pangsa pasar yang telah dicapai rata-rata sebesar 60% pertahun.
2. Weaknesses (kelemahan)
Dalam melakukan pemasaran mobil Toyota, terdapat kelemahan-kelemahan yang dihadapi oleh PT. Hadji Kalla Cabang Gowa yang dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Kurangnya usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan dalam pemasaranmobil Toyota
b. Harga jual mobil Toyota yang lebih tinggi dari pesaing.
c. Kurangnya tenaga salesman yang tugasnya menerima order dalam penjualan mobil.
3. Threat (ancaman)
Faktor-faktor ancaman dalam pemasaran mobil Toyota pada PT. Hadji Kalla Cabang Gowa dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Bertambahnya perusahaan pesaing yang bergerak dalam bidang dealer mobil b. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang belum stabil.
4. Opportunities (peluang)
Adapun peluang-peluang yang mempengaruhi pemasaran mobil Toyota dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Potensi pasar yang makin meningkat
b. Meningkatkan minat konsumen terhadap jenis mobil Toyota c. Meningkatkan prospek pemasaran di masa yang akan datang.
Untuk lebih jelasnya dapat ditentukan perhitungan bobot, rating, dan scor atas faktor strategis internal yang dapat dilihat melalui tabel VI berikut ini :
TABEL VI
ANALISIS FAKTOR STRATEGIS INTERNAL DALAM ANALISIS SWOT
Faktor Strategis Internal Bobot Rating Scor (Bobot x
Rating) A. Keunggulan
1. Jenis mobil Toyota lebih bermutu/berkualitas 0,20 3 0,60 2. Jenis mobil Toyota yang dijual memiliki
keunggulan
3. jika dibandingkan dengan perusahaan pesaing 0,10 4 0,40 4. Memiliki jaringan pemasaran yang luas 0,15 3 0,45 5. Pangsa pasar yang dicapai rata-rata sebesar
60%pertahun. 0,16 4 0,64
Total 2.09
B. Kelemahan
1. Kurangnya usaha promosi yang dilakukan oleh 0,19 2 0,38 perusahaan dalam memasarkan mobil Toyota
2. Harga jual mobil Toyota lebih tinggi
dari pesaing 0,10 2 0,20
3. Kurangnya tenaga salesman. 0,10 2 0,20
Total 0,78
Sumber : Data diambil dari PT. Hadji Kalla Cabang Gowa (Lampiran 1)
Berdasarkan hasil analisa terhadap variabel yang dirating dan bobot yang sesuai
Berdasarkan hasil analisa terhadap variabel yang dirating dan bobot yang sesuai