• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. LANDASAN TEORI

E. Metode atau Teknik Andragogi

Penjabaran rancangan belajar ke dalam urutan kegiatan belajar memerlukan adanya pengambilan keputusan mengenai teknik dan bahan belajar apa yang paling bermanfaat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dan selanjutnya

menentukan metode pembelajaran dengan mengikutsertakan peserta. Posisi pelatih dalam proses ini hanyalah sebagai pemberi saran dan sebagai narasumber.

Ada beberapa teknik atau metode41 yang dapat digunakan untuk membantu orang dewasa belajar, antara lain:42

a. Presentasi. Teknik ini meliputi antara lain: ceramah, debat, dialog, wawancara, panel, demonstrasi, film, slide, pameran, darmawisata, dan membaca.

b. Teknik Partisipasi peserta. Teknik ini meliputi antara lain: tanyajawab, permainan peran, kelompok pendengar panel reaksi, dn panel yang diperluas. c. Teknik Diskusi.43 Teknik ini terdidi atas diskusi terpimpin, diskusi yang

bersumberkan dari buku, diskusi pemecahan masalah, dan diskusi kasus. Diskusi ialah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan masalah untuk mengambil kesimpulan. Diskusi tidak sama dengan berdebat. Diskusi selalu diarahkan kepada pemecahan masalah yang menimbulkan berbagai macam pendapat dan akhirnya timbul suatu kesimpulan yang dapat diterima oleh anggota dalam kelompoknya.44

d. Teknik Simulasi. Teknik ini terdiri atas: permainan peran, proses insiden kritis, metode kasus, dan permainan. Metode ini merupakan pelatihan yang meragakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan yang sesungguhnya.

41 Metode pembalajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapi tujuan pembelajaran. Kokom Komalasari, Pembalajaran Kontekstual konsep dan Aplikasi, (Bandung: PT Refika Aditama, 2010) hlm, 56. Sedangkan dalam KBBI metode adalah cara teratur yg digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dng yg dikehendaki; cara kerja yg bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yg ditentukan;

42

Muhammad Isnaini, Artikel Andaragogi suatu orientasi baru, PDF, hlm, 6, http//www.muhammadisnain.blogsopt.com. diakses 10, 01, 2014

43 Metode diskusi adalah salah satu metode belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru di sekolah. Di dalam diskusi ini proses interaksi antar dua atau lebih individu yang terlibat saling tukar menukar pengalaman,informasi, memecahkan masalah dapat terjadi juga. Semuanya aktif tidak ada yang pasif atau sebagai pendengar saja. Roestiyah NK, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991) hlm. 5

Metode simulasi adalah cara yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Tujuan yang diharapkan dengan penggunaan metode simulasi antara lain:

Pertama, Agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang lain. Kedua, Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab. Ketiga,Dapat belajar

bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan.

Keempat. Merangsang kelas untuk berfikir dan memecahkan masalah.

Sedangkan menurut Anisah Basleman Metode atau teknik pembelajaran orang dewasa dapat digolongkan menjadi tiga bagian: Pertama, yaitu teknik yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran perseorangan (individual), kedua, kegiatan pembelajaran kelompok (group), dan ketiga, kegiatan pembelajaran orang banyak.

Ciri-ciri yang terdapat dalam penggunaan teknik yang pertama, yaitu

pembelajaran individual sebagai berikut:

1) Lebih mengutamakan proses belajar oleh warga belajar daripada membelajarkan yang dilakukan sumber belajar. Warga belajar dituntut untuk lebih aktif melakukan kegiatan belajar sesusai dengan kebutuhan belajar, cara belajar, dan sumber balajar yang dipilihnya. Tingkatan aktivitas warga belajar akan sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan belajarnya.

2) Terdapat tujuan pembelajaran yang jelas, spesifik, dan dapat diukur. Tujuan pembelajaran dapat terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum berisi rumusan perubahan sikap dan perilaku umum warga

belajar yang dicapai stelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Tujuan khusus memuat pengalaman belajar tertentu yang harus ditempuh warga belajar mencapai perubahan tingkah laku (sikap, pengetahuan, keterampailan, dan aspirasi) tertentu dalam ruang serta waktu tertentu pula.

3) Warga belajar berperan aktif dalam menentukan tujuan belajar, bahan yang akan dipelajari, sumber yang diperlukan, di mana dan kapan melakukan kegiatan belajar. Dalam kegiatan belajar yang diprogramkan oleh pihak luar warga belajar, interaksi anatara warga belajar dan sumber belajar perlu dilakukan secara teratur dan ibtensif. Sumber belajar berperan membantu warga belajar dalam melaksanakan kegiatan belajar. 4) Terdapat balikan dari warga belajar. Dalam pembelajaran yang berpusat

pada warga belajar, hendaknya sumber belajar memperoleh balikan dari warga belajar, baik mengenal isi dan bahan belajar, maupun mengenai proses dan hasil pembelajaran. Balikan itu dapat diperoleh melalaui penugasan, praktikum, tanya jawab, format evalusi perseorangan, dan evaluasi bersama oleh warga belajar dan sumber belajar.45

Teknik pemebalajaran perseorangan dapat digolongkan kepada teknik yang berpusat pada warga belajar dan teknik yang berpusat pada sumber belajar. Teknik yang dapat digunakan dalam pembelajaran perseorangan, antara modul, paket belajar, penugasan, bermain peran dan permainan.

45

Basleman, Anisah dan Mappa, Syamsu, Teori Balajar Orang Dewasa, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2011) hlm. 159

Sedangkan dalam teknik yang kedua, yaitu kegiatan pembelajaran kelompok, yang dapat digunakan dalam teknik ini, di antaranya adalah tutorial, diskusi kelompok, diskusi enam-enam, latihan, kerja kelompok, curah pendapat, seminar, simposium. Simposium.

Teknik pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar membelajarkan kelompok besar (massal) antara lain kampanye dan gerakan pembagunan masyarakat. Teknik tersebut melibatkan peserta didik dalam jumlah besar dan jangkauan wilayahnya lebih luas.46

Sedangkan menurut Suprijanto teknik yang relevan terhadap pendidikan orang dewasa di antaranya adalah:47

Curah pendapat (Brainstorming), istilah yang relatif baru diperkenalkan dalam metode orang dewasa adalah curah pendapat (brainstorming) curah pendapat adalah salah satu bentuk berpikir kreatif sehingga pertimbangan memberikan jalan untuk berinisiatif kreatif. Peserta didorong untuk mencurahkan semua ide yang timbul dari pikirannya dalam jangka waktu untuk mencurahkan semua ide yang timbul dari pikirannya dalam jangka waktu tertentu berkenaan dengan beberapa masalah. Dan tidak diminta untuk menilainya selama curah pendapat berlangsung.

Dalm curah pendapat setiap orang didorong untuk bebas berimajinasi dan tidak mengekang pikirannya dengan mempertanyakan kepraktisan pemecahan masalah yang disarankan. Kebebasan berekspresi adalah aturannya, dan diharapkan peserta didik akan merasa bebas untuk menggabungkan atau memodifikasi ide-ide yang diberikan oleh orang laindalam sesi curah pendapat.

46 Ibid. Hlm. 162

47

Dokumen terkait