METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode dan Desain Penelitian .1 Jenis penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif, sebab mencari pengaruh atau hubungan dari dua variabel. Hal ini berdasarkan pendapat Sugiyono (2003 ; 11) bahwa penelitian asosiatif merupakan penelitian untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.
Maksud penulis menggunakan metode penelitian asosiatif adalah untuk mengetahui pengaruh strategi kompetitif terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kehutanan Kabupaten Bima.
3.1.2 Instrumen penelitian
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2003 ; 162). Untuk memperoleh data dari kuisioner ini dibutuhkan skor yang mengacu pada skala likert. Ada 4 (empat) alternatif jawaban/skor dari setiap jawaban berdasarkan skala likert tersebut, yakni :
1. Jawaban selalu, yang selanjutnya diberi skor 4 2. Jawaban sering, yang selanjutnya diberi skor 3
3. Jawaban kadang-kadang, yang selanjutnya diberi skor 2 4. Jawaban tidak pernah, yang selanjutnya diberi skor 1
Berdasarkan kerangka pikir, yang menjadi indikator variabel strategi kompetitif (X) yaitu seperti pada tabel 3.1 berikut :
Tabel 3.1
Indikator dan Butir Pernyataan Variabel Strategi Kompetitif (X)
No. Indikator Butir Pernyataan
1. Deskripsi
jabatan jelas Perumusan uraian pekerjaan pada kantor Andasesuai dengan tugas pokok dan fungsi bagi pegawai.
Perumusan deskripsi jabatan pada kantor Anda berbeda berdasarkan masing-masing jabatan. Perumusan uraian jabatan pada kantor Anda mempunyai indikator keluaran/hasil pelayanan. 2. Program
pelatihan yang
berkelanjutan
Setiap pegawai mempunyai peluang yang sama untuk mengikuti pelatihan keahlian tertentu. Pelatihan yang diprogramkan kepada pegawai adalah pelatihan yang sama dan berulang-ulang. 3. Partisipasi
pegawai tinggi
Setiap pegawai diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan pada kantor Anda.
Setiap pegawai pada kantor Anda diberi tanggung jawab atas tugas/pekerjaan sesuai keahliannya.
4. Perhatian pada
kualitaspelay anan
Pada kantor Anda menetapkanstandar waktu terhadap suatu pekerjaan yang diberikan.
Pada kantor Anda menetapkan standar Pelayanan terhadap suatu pekerjaan yang diberikan.
Pada kantor Anda menetapkan standar sikap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
5. Pekerjaan Terprediksi
Pada kantor Anda sudah menetapkan pelaksanaan pekerjaan yang terprediksi bagi pegawai untuk pencapaian pelayanan prima. Pada kantor Anda menetapkan suatu pekerjaan yang bersifat berulang-ulang.
Dan yang menjadi indikator variabel kinerja (X) yaitu seperti pada tabel 3.2 berikut :
Tabel 3.2
Indikator dan Butir Pernyataan Variabel Kinerja (Y) No
.
Indikator Butir Pernyataan
1 Kualitas Kerja Atasan atau bawahan Anda mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan harapan yang diinginkan.
Atasan atau bawahan Anda melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan teliti.
Atasan atau bawahan Anda mampu menyelesaikan tugas dengan hasil yang tepat. 2 Kuantitas
Kerja
Atasan atau bawahan Anda mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan jumlah
pelayanan atau beban kerja yang diberikan. Atasan atau bawahan Anda mampu menyelesaikan tugas tambahan yang diberikan. 3 Dapat
Diandalkan
Atasan atau bawahan Anda mempunyai inisiatif untuk bekerja dengan sebaik-baiknya.
Atasan atau bawahan Anda mampu menyelesaikan tugas sesuai instruksi atasan. Atasan atau bawahan Anda mampu mengolah perintah untuk penyelesaian pekerjaan.
4 Sikap Positif Atasan atau bawahan Anda mampu menghargai pendapat rekan kerja.
Atasan atau bawahan Anda sangat antusias dan bertanggung jawab pada pekerjaan.
5 Perilaku Inovatif
Atasan atau bawahan Anda mampu memberi gagasan yang membangun untuk pekerjaan. Atasan atau bawahan Anda mampu bekerjasama secara inovatif atau kreatif.
3.1.3 Waktu dan Lokasi penelitian 3.1.3.1 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama 1 (satu) bulan mulai pada akhir Mei s/d akhir Juni 2011, dimana jadwal penelitiannya adalah sebagai berikut :
Tabel 3.3 Jadwal Penelitian No. Jenis Kegiatan Waktu Pelaksanaan Ja n
Peb Mar Apr Me
i Ju n Jul 1. Penyusunan proposal 2. Seminar proposal 3. Penelitian 4. Penyusunan Skripsi 5. Ujian komprehensif 3.1.3.2 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor dinas Kehutanan Kabupaten Bima, dengan alamat Jl. Soekarno-Hatta No. 139 Raba-Bima telp. (0374) 43401 Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Lokasi ini dipilih karena peneliti merupakan salah satu pegawai pada Kantor Dinas Kehutanan Kabupaten Bima, dengan tujuan untuk memudahkan pelaksanaan penelitian.
3.1.4 Populasi dan sampel penelitian 3.1.4.1 Populasi penelitian
Menurut Sugiyono (2003 ; 90), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Berdasarkan definisi diatas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Kantor dinas Kehutanan Kabupaten Bima yang berjumlah 97 orang, dengan rincian pada tabel 3.4 berikut ini :
Tabel 3.4
Data Pegawai berdasarkan Tingkat Pendidikan
No. Tingkat Pendidikan Jumlah Pegawai (orang)
1 Pasca Sarjana 1 2 Sarjana 38 3 Diploma 2 4 SMA 68 5 SMP 1 6 SD 4 Jumlah 114
Sumber : Data Primer 3.1.4.2 Sampel penelitian
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2003 ; 91). Dari jumlah populasi diatas, maka dapat ditentukan jumlah keseluruhan sampel yaitu dengan berdasarkan rumus Solvin berikut :
N n =
1 + N.e2 dimana : n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi
e = Tingkat kesalahan (5%)
Berdasarkan rumus diatas, maka dapat dihitung jumlah sampel, adalah sebagai berikut :
N114 114
n = = = = 88,72 = 89 orang 1 + N.e2 1+114.0,052 1,285
Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini adalah Disproportionate Stratified Random Sampling, artinya setiap populasi (pegawai) memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sebagai sampel berdasarkan masing-masing strata secara tidak proporsional. Sehingga berdasarkan data pegawai pada tabel 3.2 dan jumlah sampel diatas, maka dapat dihitung jumlah sampel dari masing-masing tingkatan pendidikan, yakni :
1. Pasca Sarjana/Magister (N1) yang berjumlah 1 orang. N1 1
n1 = x n= x 89= 0,78= 1 orang N 114
2. Sarjana (N2) yang berjumlah 38 orang. N238
n2 = x n = x 89 = 29,66 = 30 orang N 114
3. Diploma (N3) yang berjumlah 2 orang. N32
n3 = x n = x 89 = 1,56 = 1 orang N 114
4. SMA(N4) yang berjumlah 68 orang. N4 68
n4 = x n = x 89 = 53,08 = 53 orang N 114
5. SMP(N5) yang berjumlah 1 orang. N5 1
n5 = x n = x 89 = 0,78 = 1 orang N 114
6. SD (N6) yang berjumlah 4 orang. N6 4
n6 = x n = x 89 = 3,12 = 3 orang N 114
Berdasarkan perhitungan di atas, dapat ditentukan yang menjadi responden disini secara berstrata tidak proporsional seperti pada tabel 3.5 berikut ini :
Tabel 3.5
Data Sampel berdasarkan Tingkat Pendidikan Pegawai No. Tingkat Pendidikan Jumlah Pegawai (orang)
1 Pasca Sarjana (S2) 1 2 Sarjana (S1) 30 3 Diploma 1 4 SMA 53 5 SMP 1 6 SD 3 Jumlah 89
Sumber : Data Primer diolah
Berdasarkan tabel 3.5 diatas, maska daoat disimpulkan bahwa jumlah total sampel yang akan diteliti adalah sebanyak 89 orang pegawai, dengan masing-masing yang berpendidikan Pasca Sarjana/Magister (S2) sebanyak 1 orang, yang berpendidikan Sarjana (S1) sebanyak 30 orang, yang berpendidikan Diploma sebanyak 1 orang, yang berpendidikan SMA sebanyak 53 orang, yang berpendidikan SMP sebanyak 1 orang, dan yang berpendidikan SD sebanyak 3 orang.
3.2 Jenis dan Sumber Data