BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Metode dan Desain Penelitian
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan (Sugiyono, 2010: 6).
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang berupa metode penelitian dan pengembangan (Reseacrh and Development/R&D). Metode penelitian dan pengembangan ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2010:407).
Metode Penelitian dan Pengembangan telah banyak digunakan pada bidang-bidang Ilmu Alam dan teknik. Hampir semua produk teknologi, seperti alat-alat elektronik, kendaraan bermotor, pesawat terbang, kapal laut, senjata, obat-obatan, alat-alat kedokteran, bangunan gedung bertingkat dan alat-alat rumah tangga yang modern diproduk dan dikembangkan melalui penelitian dan pengembangan. Namun demikian metode penelitian dan pengembangan bisa juga digunakan dalam bidang
ilmu-ilmu sosial seperti psikologi, sosiologi, pendidikan, manajemen, dan lain-lain (Sugiyono, 2010:408).
Secara sederhana R&D bisa didefinisikan sebagai metode penelitian yang secara sengaja, sistematis, bertujuan/diarahkan untuk mencaritemukan, merumuskan, memperbaiki, mengembangkan, menghasilkan, menguji keefektifan produk, model, metode/strategi/cara, jasa, prosedur tertentu yang lebih unggul, baru, efektif, efisien, produktif, dan bermakna (Putra, 2011: 67).
Penelitian-penelitian yang diarahkan untuk menghasilkan produk, desain dan proses diidentifikasi sebagai suatu penelitian dan pengembangan. Perhatian terhadap penelitian pengembangan ini terbukti banyaknya dilakukan penelitian pengembangan. Dalam dunia pendidikan dan pembelajaran khususnya, penelitian pengembangan memfokuskan kajiannya pada bidang desain atau rancangan, apakah itu berupa model desain dan desain bahan ajar, produk misalnya media, dan juga proses (Setyosari, 2012:214).
Inovasi pendidikan menggunakan R&D bukan merupakan satu kegiatan tersendiri yang terlepas-lepas dalam unit-unit kecil. Tetapi merupakan suatu program berkelanjutan yang meliputi keseluruhan unsur yang membangun proses pembelajaran dan penyelenggaraan pendidikan. Karena itu R&D yang dilaksanakan sering kali bersifat multi dan
interdisiplin dan menggunakan “Mixed Method” dengan R&D sebagai payungnya (Putra, 2011:44).
R&D dalam pendidikan terkait dengan inovasi pendidikan dan peran universitas hendak menegaskan bahwa R&D sekarang ini telah menjadi sangat lazim dan niscaya pada bidang pendidikan. Wacana yang selama ini berkembang bahwa R&D itu hanya diperuntukkan dan lebih tepat digunakan hanya dalam bidang pertahanan, industri dan bisnis, terbantahkan sudah. Dalam lingkungan pendidikan, R&D bukan hanya berguna bagi pendidikan itu sendiri yang tampak paling jelas dalam berbagai inovasi pembelajaran dan pendidikan, juga berguna bagi bidang-bidang lain melalui peran yang telah ditunjukkan oleh universitas (Putra, 2011: 59).
2. Desain penelitian
Desain penelitian ini dilaksankan pada empat sekolah menengah pertama yang ada di Kabupaten Semarang. Sekolah tersebut terdiri dari SMP Negeri 1 Ungaran, SMP Negeri 2 Ungaran, SMP Negeri 3 Ungaran dan SMP Negeri 4 Ungaran. Dalam penelitian ini akan melibatkan lima tenaga ahli yang menguasai materi lingkungan hidup, pengembangan bahan ajar, dan dapat memberi masukan dalam penyusunan LKS berbasis karakter dan kebencanaan pelajaran IPS untuk SMP kelas VIII materi pokok lingkungan hidup, selain itu dari ke empat sekolah tersebut akan melibatkan guru dan siswa. Terlibatnya guru dan siswa dalam penelitian bertujuan untuk menguji kelayakan LKS berbasis karakter dan kebencanaan pelajaran IPS untuk SMP kelas VIII materi pokok lingkungan hidup. Guru menguji kelayakan, kegrafikan dan isi serta memberikan masukan untuk lebih menyempurnakan LKS yang peneliti
buat, sedangkan siswa menguji kelayakan dalam keterbacaan LKS tersebut.
Tahapan yang dilaksanakan dalam penelitian dan pengembangan (R&D) ini adalah sebagai berikut:
a. Potensi dan Masalah
Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Potensi dalam penelitian ini adalah adanya bahan ajar dari tiap sekolah yang berupa LKS serta adanya KD lingkungan hidup yang menunjang penelitian berlangsung dalam mengembangkan LKS, dan LKS tersebut bisa dikembangkan dengan berbagai pendekatan dan strategi pembelajaran di sekolah.
Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Masalah yang ditemukan di lapangan adalah, adanya LKS yang masih konvensional dan belum dikembangkan.
b. Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data siswa, LKS dari tiap sekolah yang diteliti, dan hasil analisis tiap LKS sebagai bahan dasar dalam pengembangan LKS berbasis karakter dan kebencanaan.
c. Desain Produk
Produk dalam penelitian ini berupa LKS berbasis karakter dan kebencanaan, desain LKS ini didasarkan pada LKS yang telah dikumpulkan dari lokasi penelitian. Desain produk disesuaikan dengan
standar BSNP dan dikembangkan dengan adanya struktur sebagai berikut: (1) cover LKS/judul LKS, (2) SK dan KD yang ditentukan yaitu pada materi lingkungan hidup, (3) materi/isi LKS yang dijabarkan secara rinci, (4) informasi kebencanaan dalam lingkungan hidup, (5) tugas-tugas mandiri dan kelompok, (6) soal-soal latihan, (7) uji kompetensi dan (8) rangkuman materi.
d. Validasi Desain
Validasi desain meruapakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini metode mengajar baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Validasi ini melibatkan tim ahli dan guru. Tim ahli disini adalah dosen yang menguasai materi dan penyusunan bahan ajar yang terdiri dari 5 dosen. Guru yang menilai dan memvalidasi LKS juga berasal dari guru pengajar materi pokok lingkungan hidup.
e. Revisi Desain
Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya, maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut terdapat dalam LKS brbasis karakter dan kebencanaan dari segi isi/materi, bahasa, penyajian dan kegrafikan yang harus diperbaiki agar lebih layak digunakan nantinya pada sistem pembelajaran di sekolah.
f. Uji Coba Produk
Seperti telah dikemukakan kalau dalam bidang pendidikan, desain produk yang telah dibuat tidak bisa langsung diuji coba dulu, tetapi
harus dibuat terlebih dahulu menjadi barang, dan barang tersebut yang diujicoba. Jadi setelah LKS berbasis karakter dan kebencanaan selesai di validasi oleh tim ahli maka diuji cobakan kepada siswa dalam bentuk angket untuk mengetahui kelayakan keterbacaan dari LKS berbasis karakter dan kebencanaan tersebut.
g. Kelayakan Produk
Setelah produk yang berupa bahan ajar tersebut di uji coba pada pihak-pihak yang telah ditetapkan peneliti, maka diketahui kelayakan dari LKS berbasis karakter dan kebencanaan. Hasil penelitian dari angket penilaian tim ahli, guru dan siswa dianalisis untuk mendapatkan persentase kelayakan dari produk penelitian.
Langkah-langkah penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2010:409) ditunjukkan pada Gambar 3.1. berikut:
Sumber: Sugiyono (2010:409)
Gambar 3.1. Langkah-langkah Penggunaan Metode Research and Development (R&D). Potensi dan Masalah Desain Produk Pengumpul -an Data Validasi Desain Revisi Desain Revisi Produk Uji Coba Produk Ujicoba Pemakaian Revisi