METODE PENELITIAN
C. Metode dan desain penelitian 1.Metode penelitian 1.Metode penelitian
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas menurut Wiraatmadja (Hopkins, 1993:44) adalah:
Penelitian tindakan kelas, untuk mengidentifikasi penelitian kelas, adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan subtansif, suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin inkuiri, atau usaha seseorang untuk memahami apa yang sedang terjadi, sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan.
Selanjutnya Sumadayo (2013: 19) menyatakan bahwa:
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi meningkatkan mutu dan hasil pembelajaran.
Dalam menjalankan proses pembelajaran guru seringkali mendapatkan banyak kendala seperti kurangnya motivasi siswa dalam belajar, kurangnya kemampuan siswa dalam hal bertanya atau berdiskusi, suasana kelas yang kurang mendukung kelancaran proses belajar mengajar, metode pembelajaran yang kurang tepat untuk membahas pokok kajian, buku teks yang tidak mendukung, media pembelajaran yang tidak ada atau kurang, sistem penilaian yang tidak sesuai, dan aspek lainnya yang mungkin dinilai kurang.
Hal ini sering mengakibatkan tidak tercapainya indikator keberhasilan yang diharapkan.Kendala-kendala tersebut harus dipandang sebagai akibat dari adanya masalah dalam interaksi antara guru dan siswa.Untuk itu seharusnya guru mengadakan inovasi baru dalam pembelajaran dan guru melaksanakan refleksi terhadap semua tindakan yang telah dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Pada prinsipnya PTK dilaksanakan untuk maksud mengatasi suatu permasalahan yang terdapat didalam kelas.
Dalam penelitian tindakan kelas ini menggunakan metode kualitatif yaitu metode penelitian yang dilakukan pada kondisi yang alamiah.Disebut sebagai metode kulitatif karena data yang terkumpul lebih bersifat kualitatif. Sedangkan menurut Sugiyono (2005: 2) menyatakan bahwa:
Anggun Retina Sri Sejati, 2013
Penggunaan Media Gambar Pohon Jaringan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kepahlawanan Tokoh-Tokoh Kemerdekaan : Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV Sekolah
Obyek dalam penelitian kualitatif adalah obyek yang alamiah, atau natural setting, sehingga metode penelitian ini sering disebut sebagai metode naturalistik. Obyek yang alamiah adalah obyek yang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti sehingga kondisi pada saat peneliti memasuki obyek, setelah berada di obyek dan setelah peneliti keluar obyek relative tidak berubah.
Bahwa dalam pelaksanaannya penelitian tindakan kelas mempunyai beberapa fungsi, yaitu menurut Sumadayo (2013: 25) fungsi penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:
1. Sebagai alat untuk memecahkan maslah yang dilakukan dengan caramendiagnosis dalam situasi tertentu
2. Sebagai alat pelatihan dalam jabatan, sehingga membekali guru yang bersangkutan dengan keterampilan, metode dan teknik mengajar yang baru, mempertajam kemampuan analisisnya dan mempertinggi kesadaran atas kelebihan dan kekurangannya.
3. Sebagai alatuntuk mengenalkan pendekatan atau yang inovatif pada pengajaran
4. Sebagai alat untuk meningkatkan komunikasi antar guru dilapangandan peneliti akademisi, dan memperbaiki kegagalan penelitian tradisional 5. Sebagai alat untuk menyediakan alternative yang lebih baik untuk
mengantisipasi pendekatan yang lebih subjektif, impresionistik dalam memecahkan masalah di dalam kelas
2. Desain Penelitian
Desain penelitian tindakan kelas ini berbentuk sebuah siklus yang berlangsung lebih dari satu siklus. Adapun prosedur penelitian yang dipilih yaitu dengan menggunakan model spiral dari Kemmis dan Mc. Taggart .Siklus model Kemmis dan Mc. Taggart dilakukan secara berulang dan berkelanjutan, seperti gambar berikut.
Anggun Retina Sri Sejati, 2013
Penggunaan Media Gambar Pohon Jaringan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kepahlawanan Tokoh-Tokoh Kemerdekaan : Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV Sekolah
Gambar Gambar. 3.2
Gambar 3.2
Model Spiral Kemmis dan Taggart (Wiraatmadja, 2006: 66)
Berdasarkan prosedur penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan Refleksi (reflrcting). 1) Perencanaan (planning)
Rancangan awal dari penelitian tindakan kelas berisi rencana tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah yang telah ditetapkan. Menurut Hasan (Kasbolah 1999:81) adalah:
1. penentuan bukti yang akan dijadikan indikator untuk mengukur pencapaian pemecahan masalah sebagai akibat dilakukannya tindakan 2. penetapan tindakan yang diharapkan akan menghasilkan dampak kearah
perbaikan program
3. pemilihan metode dan alat yang akan digunakan untuk mengamati dan merekam atau mendokumentasikan semua informasi tentang pelaksanaan tindakan
4. perencanaan metode dan teknik pengolahan data sesuai dengan sifat data dan tujuan penelitian.
Anggun Retina Sri Sejati, 2013
Penggunaan Media Gambar Pohon Jaringan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kepahlawanan Tokoh-Tokoh Kemerdekaan : Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV Sekolah
Kegiatan planningkemudian melakukan proses identifikasi masalah yang akan diteliti. selanjutnya menguji kelayakan masalah yang akan diteliti selanjutnya direncanakan tindakan untuk memperbaiki masalah yang terjadi. Tindakan perbaikan harus direncanakan secara benar dan menyeluruh meliputi : metode atau model pembelajaran yang dipilih, media yang digunakan, sarana dan prasarana pembelajaran yang akan digunakan, suasana kelas dan juga jenis evaluasi yang dipilih.
2) Pelaksanaan (acting)
Pada tahap ini peneliti melakukan tindakan-tindakan yang berupa interverensi terhadap pelaksanaan kegiatan atau program, tindakan ini dirancang dengan sistematis untuk menghasilkan adanya peningkatan atau perbaikan dalam proses pembelajaran. Menurut Sudarsono (Kasbolah 1999:88-89) langkah-langkah dalam tahap perencanaan adalah
1. Memberikan informasi kepada guru/peneliti mengenai cara melakukan tindakan atau melatih guru melakukan tindakan sesuai dengan rencana 2. Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan
dikelas, seperti jenis media dan peralatan yang dibutuhkan akan sangat ditentukan oleh tujuan pembelajaran yang hendak dicapai
3. Menyiapkan contoh-contoh perintah atau suruhan melakukan tindakan secara jelas
4. Mempersiapkan cara-cara melakukan observasi terhadap hasil yang dicapai
5. Menyusun skenario mengenai segala hal yang akan dilakukan oleh guru, peneliti dan apa yang akan dikerjakan oleh siswa dalam pelaksanaan tindakan yang sudah direncanakan.
3) Pengamatan (observing)
Pengamatanatau Observing adalah kegiatan pengamatan selama berlangsungnya pelaksanaan tindakan (acting) untuk melihat sejauh mana efektivitas pelaksanaan tindakan kelas yang dilakukan, juga untuk mengamati aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Selama pengamatan, peneliti juga mengumpulkan jenis-jenis data lain di luar observasi. Menurut Kasbolah (1999: 74) berkaitan dengan tahap observasi ini adalah sebagai berikut:
Anggun Retina Sri Sejati, 2013
Penggunaan Media Gambar Pohon Jaringan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kepahlawanan Tokoh-Tokoh Kemerdekaan : Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV Sekolah
Kegiatan observasi atau pengamatan dalam penelitian tindakan kelas dapat disejajarkan kedudukannya dengan pengumpulan data dalam penelitian formal. Istilah observasi lebih sering dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas, karena data atau informasi yang dikumpulkan adalah data tentang proses perubahan kinerja pembelajaran, walaupun data tentang hasil kegiatan pembelajaran juga diperlukan. Observasi dikatakan sebagai teknik yang paling tepat pada penelitian tindaklan kelas, karena observasi mengumpulkan data tentang kegiatan.Penelitian tindakan kelas lebih cenderung disebut penelitian kualitatif sehingga datanya pun cenderung kualitatif.
4) Refleksi (reflecting)
Refleksi adalah kegiatan mengulas secara kritis dan menyeluruh, seluruh data yang ada.Pada tahap ini, guru dan peneliti berusaha menghasilkan perubahan yang diharapkan secara signifikan atau tidak.Kasbolah (1999: 75) menyatakan “Refleksi merupakan bagian yang amat penting, untuk memahami dan memberikan makna terhadap proses dan hasil (perubahan) yang
dilakukan”.Berdasarkan hasil refleksi, guru dan peneliti menyimpulkan apakah
tindakan yang dilakukan sudah dapat mencapai keberhasilan dari seluruh indikator yang ditentukan tercapai atau belum.