4.3. Pelatihan
5.1.2 Ruang Lingkup
Mencakup pedoman tentang operasi dan pemeliharaan peralatan sistem pompa dan kelengkapannya..
5.2. Fungsi Rumah Pompa Drainase dan Kelengkapannya.
Sistem pompa biasanya berpasangan dengan sistem polder, tapi ada juga pada beberapa daerah digunakan sistem pompa, tanpa ada polder. Biasanya ini dilakukan pada kondisi adanya penyempitan saluran di sebelah hilir, sehingga menimbulkan genangan air/banjir pada bagian hulu dari penyempitan tersebut.
Untuk dapat menampung genangan tersebut biasanya dibuat kolam yang disertai dengan pompa.
Selanjutnya peralatan pompa drainase berfungsi untuk memopa air pada kolam penampung tersebut atau memindahkan air dari badan pengumpul air ke badan penerima air dengan perbedaan ketinggian, sehingga genangan air yang terjadi akibat air hujan atau air rob pada bagian hulu dan hilir dapat dikurangi/
dikendalikan sampai batas yang telah ditetapkan.
Pada kondisi tertentu sebagai pengumpul air digunakan saluran drainase primer sebagai long storage, kemudian dipasang pompa air drainase untuk pengendali genangan air pada daerah hulu dan hilir.
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 155 5.2.1 Operasional Sistem Pompa Drainase
Adalah suatu kegiatan untuk mengoperasikan peralatan sistem pompa drainase sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan (SOP), sehingga dihasilkan unjuk kerja (performance) peralatan pompa drainase yang optimal:
- Mencegah terjadinya kesalahan operasional yang berakibat kerusakan peralatan dan terjadinya kecelakaan kerja
- Mencegah pengeluaran biaya perbaikan peralatan dan perawatan kesehatan
- Mencegah terjadinya gangguan pompa yang berdampak pada unjuk kerja pompa menurun
- Mendukung suasana kerja dan lingkungan yang aman.
Dibawah ini operasional pompa yang mesti dihindari:
- Beroperasi dengan HEAD yang tinggi
Sebuah pompa tidak boleh dioperasikan pada HEAD lebih tinggi dari HEAD direkomendasikan maksimum dinyatakan operasi tersebut dapat mengakibatkan resirkulasi berlebihan dalam pompa, dan overheating air dan pompa. Masalah lain yang muncul jika pompa dioperasikan pada HEAD lebih tinggi dari HEAD maksimum yang disarankan adalah bahwa reaksi radial pada pompa poros meningkat menyebabkan pasukan tidak seimbang berlebihan pada poros yang dapat menyebabkan kegagalan poros pompa. Sebagai panduan yang berguna, tepat menandai harus dilakukan pada pengukur tekanan. Efisiensi di HEAD yang lebih tinggi biasanya rendah sehingga operasi semacam itu juga tidak efisien.
- Beroperasi pada HEAD yang lebih rendah
Jika pompa dioperasikan pada HEAD lebih rendah dari HEAD minimum yang direkomendasikan, reaksi radial pada pompa poros meningkat menyebabkan pasukan tidak seimbang berlebihan pada poros yang dapat menyebabkan kegagalan poros pompa. Sebagai panduan yang tepat berguna menandai harus dilakukan pada kedua pengukur tekanan dan ammeter. Efisiensi pada HEAD lebih rendah biasanya rendah, sehingga operasi semacam itu juga tidak efisien.
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 156 - Beroperasi pada suction lift (daya isap) yang tinggi
Jika pompa dioperasikan pada hisap angkat lebih tinggi dari nilai yang diijinkan, tekanan di mata impeller dan sisi hisap jatuh di bawah tekanan uap. Hal ini menyebabkan air menjadi uap. Uap ini gelembung runtuh selama perjalanan, sehingga kavitasi dalam pompa, menyebabkan pitting pada sisi hisap dari impeller dan casing, dan getaran yang berlebihan.
Selain kerusakan mekanis karena pitting, pompa debit juga mengurangi secara drastis.
Kerusakan impeller dan kadang-kadang ke casing ditunjukkan pada Gambar berikut:
Gambar kerusakan karena kavitasi pada impeller - Beroperasian pompa dengan perendaman rendah
Perendaman minimum di atas katup mulut pipa diperlukan untuk mencegah masuknya udara ke dalam suction pompa, yang menimbulkan fenomena vortex, menyebabkan getaran yang berlebihan, overloading bantalan, penurunan debit dan efisiensi. Sebagai panduan yang berguna, permukaan air diperbolehkan terendah harus ditandai pada indikator tingkat air. Biasanya produsen pompa menunjukkan ketinggian minimum perendaman.
- Beroperasi dengan terjadinya vortisitas
Jika getaran berlanjut bahkan setelah mengambil semua tindakan pencegahan, vortex mungkin menjadi penyebabnya. Vortex harus dihentikan dengan menggunakan peralatan anti vortex .
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 157 5.2.2 Data yang Digunakan untuk Operasional Rumah Pompa
a. Data Hidrologi
Data hidrologi dibutuhkan sebagai acuan untuk perencanaan (design) dan operasional rumah pompa:
o Data debit air yang masuk kolam penampungan o Data elevasi air (tinggi muka air)
b. Spesifikasi Peralatan
o Kapasitas Pompa, kapasitas penggerak mula/genset dll.
o Perencanaan (design) untuk menentukan kapasitas pompa yang terpasang dan ketinggian air yang dipompa
c. Data Personil
o Pengetahuan (knowladge) o Kemampuan (skill)
o Sikap (attitude)
5.2.3 Peralatan Yang Digunakan Pada Rumah Pompa a. Bangunan utama
Kolam Penampung / long storage
Berfungsi untuk menampung air yang akan dipompa ke badan air penerima air / sungai atau laut. Bangunan tersebut dibuat pada ketinggian (elevasi yang terendah pada sistem drainase) sehingga secara gravitasi sistem drainase dapat mengalir. Luas dan volume kolam penampung disesuaikan dengan sistem yang diperlukan misal 35 tahun.
Rumah Pintu Air (Gate House)
Berfungsi untuk penempatan pintu air umumnya rumah pintu dibangun satu lokasi dengan kolam penampung (retarding pond) dan penempatan elevasi pintu air disesuaikan dengan kondisi kolam penampung
Pintu air
Berfungsi untuk mengalirkan air dari kolam penampung kebadan penerima air dalam aliran grafitasi apabila elevasi air pada kolam penampung lebih besar dari badan penerima air (sungai atau laut) dan pengoperasian pintu air dilakukan apabila terjadi mallfunction pada
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 158 peralatan sistem pompa drainase, sehingga kolam air tidak mampu menampung air. Adapun pintu air yang terpasang dibuat sesuai kebutuhan dengan tipe sliding atau radial dengan penggerak menggunakan roda gigi transmisi atau hydrolic. Selanjutnya operasional pintu dapat dilakukan manual atau dengan motorise,
Rumah Genset
Berfungsi untuk penempatan peralatan Genset yang berfungsi untuk supply energi listrik ke motor pompa
Bangunan rumah dibuat tahan getaran dan pondasi genset terpisah dengan pondasi bangunan, dan dilengkapi dengan penahan knalpot genset (silincer).
Agar sistem pendingin udara lebih sempurna, maka pada umumnya pintu masuk dibuat lebar dan panjang. Lebar dan tinggi bangunan disesuaikan dengan jumlah dan kapasitas genset.
Pada sebagian sistem pompa drainase bangunan rumah genset dibuat menyatu dengan panel switchgear dan panel kontrol (control desk)
Bangunan-bangunan genset pada umumnya dilengkapi crane untuk fasilitas memasang dan pemeliharaan genset.
Rumah panel start pompa
Berfungsi untuk penempatan panel start pompa, bangunan tersebut dilengkapi saluran kabel (cable pit) dan rak tabel (cable rack) untuk memasang kabel masuk dan keluar panel start pompa
Untuk sistem pendingin peralatan dilengkapi dengan AC ruangan dan Fan pada masing-masing panel
Rumah pompa drainase
Bangunan rumah pompa drainase berfungsi untuk memasang pompa drainase dan kelengkapannya : pipa kolom, pipa discharge, katup, valve, flend pompa, reducing gear, engine penggerak dll.
Pada umumnya dilengkapi crane untuk pemasangan (install) dan pemeliharaan
Bentuk / type bangunan rumah pompa pada umumnya terdiri:
a. Satu Lantai
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 159 Peralatan pompa drainase (type centrifugal, submersible axial/mix dari penggerak terpasang satu lantai)
b. Dua Lantai
Peralatan pompa drainase terpasang pada lantai satu dan penggerak terpasang pada lantai dua umumnya pompa dengan kapasitas besar untuk tipe Axial/mix vertical shaft > 5m3 /det
c. Out door
Bangunan rumah pompa dengan pompa drainase terpasang diluar tanpa atap umumnya untuk pompa kapasitas besar type submersible axial flow.
Bangunan Bar Screen dan Trash Rack Rake
Berfungsi untuk penempatan bar screen dan peralatan pembersih sampah (motorise) Pada umumnya terbagi menjadi 2 bagian:
- Bagian upstream untuk memasang bar screen kasar
- Bagian downstream untuk memasang barscreen kasar, pada umumnya untuk downstream, bangunan menyatu dengan rumah pompa.
Bangunan lainnya untuk sarana pendukung a. Kantor / management office
b. Rumah Operator / staff house c. Garasi
d. Gudang
e. Tempat ibadah f. Rumah jaga (satpam) b. Peralatan sistem pompa drainase
- Peralatan Mekanikal
a. Pompa drainase dan kelengkapannya
Pompa drainase berfungsi untuk memindahkan genangan air (memompa air) dari kolam penampung ke badan penerima dengan beda ketinggian sesuai kondisi yang telah ditetapkan.
Adapun peralatannya berupa :
- Pompa drainase type centrifugal, axial/mix flow vertical type, submersible axial/ mix flow ataupun Gate Pump dan screw pump.
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 160 - Pipa buang, pipa kolom
- Valve, Flap Valve dan butterfly valve.
b. Pompa penguras lumpur dan kelengkapannya
Berfungsi untuk menguras sedimentasi / lumpur yang menumpuk pada saluran / masuk pompa sehingga debit yang dihasilkan pompa drainase tidak terpengaruh akibat penumpukan lumpur
c. Engine/motor Penggerak Pompa
Berfungsi untuk menggerakkan pompa lewat perantaraan roda gigi/ban belt, dapat secara langsung atau lewat peralatan Reducing gear (jika putaran pompa tidak sesuai dengan putaran engine)
Pada umumnya engine penggerak digunakan motor bakar (bensin atau solar) sesuai kondisi dan pada kondisi khusus dapat digunakan turbin gas.
Kapasitas engine umumnya ± 25 % dari pompa yang digerakkan jika menggunakan reducing gear, pada umumnya shaft/as engine dan shaft/as pompa sejajar, tapi pada kondisi tertentu dapat dibuat tegak lurus atau miring.
d. Pintu air limpas ( type rolling gate, pintu sorong, radial gate)
Berfungsi untuk membuang air pada kolam penampung, pada kondisi:
o Terjadi gangguan pada sistem pompa
o Debit air yang masuk dalam kolam lebih besar dari kapasitas pompa yang terpasang
o Pembuangan air kolam penampung dengan gravitasi jika kondisi badan penerima air elevasinya lebih rendah (air laut surut)
e. Bar screen (saringan sampah) terpasang pada bangunan bar screen sisi up stream dan down stream
Berfungsi untuk menyaring air dari kotoran/sampah yang masuk ke kolam penampung (retarding pond) dan air yang masuk ke saluran menuju ruang pompa sehingga air yang dipompa kondisinya aman, tidak terganggu operasional pompa. Pada umumnya bar screen dipasang pada dua jenis yaitu saringan halus dan saringan kasar.
f. Trash rack rake
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 161 Pada umumnya terpasang pada sisi atas dan sisi bawah bar screen,berfungsi untuk membersihkan sampah yang menempel pada bar screen.
Sistem operasionalnya menggunakan motor listrik, untuk peralatan rake dan pemindahan sampah ke tempat pengumpulan. Operasionalnya dapat dilakukan secara manual (push button) atau automatic dengan pemrogaman. Peralatan sampah juga ada yang terpasang dengan menggunakan tenaga manusia, untuk pembersihan dengan garuk sampah.
g. Conveying (Crane)
Peralatan alat angkat/ crane umumnya terpasang menyatu dengan bangunan rumah pompa dan rumah pintu air.
Fungsi crane adalah untuk mengangkat peralatan pada pekerjaan pemasangan (install) dan digunakan untuk pemeliharaan peralatan engine/genset, pompa dan pintu air. Kapasitas dan tinggi angkat disesuaikan dengan kebutuhan peralatan yang akan digunakan untuk pemasangan dan pemeliharaan.
- Peralatan Elektrik
a. Power source (sumber listrik)
- Untuk pompa drainase yang menggunakan penggerak motor listrik, maka disiapkan sumber listrik dengan menggunakan genset atau dari PLN. Pada umumnya untuk rumah pompa drainase dengan penggerak motor listrik sumber utama dari genset. Sedangkan untuk operasional rutin (harian) sumber listrik dari PLN karena lebih efisien.
- Genset
Peralatan genset terpasang pada rumah genset (power house). Sistem tegangan (tegangan output) disesuaikan dengan desain. Pada umumnya digunakan tegangan 3 phase 6.600 V, 3300 V, dan 380 V.
Demikian juga kapasitas genset disesuaikan dengan kapasitas pompa (daya motor) dan sistem start pompa yang digunakan. Fungsi genset adalah sebagai sumber daya listrik untuk motor pompa drainase sesuai dengan kapasitas, tegangan dan frekuensi yang dibutuhkan dan pemasangan umumnya. Genset untuk melayani 2 atau 3 pompa drainase
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 162 atau untuk pompa yang lebih dari 4 dst dapat dilakukan sistem paralel genset. Setiap genset dilengkapi panel operasional manual
- Supply PLN
Supply daya PLN disesuaikan dengan kebutuhan daya (tegangan, frekuensi dan power) dari peralatan yang terpasang. Penggunaan daya PLN sebelumnya dilakukan pengukuran kapasitas tegangan (R.S, T dan imbalance voltage) pada daerah yang akan dipasang rumah pompa,
Daya dari PLN juga digunakan untuk kebutuhan peralatan bantu dan penerangan disamping motor pompa.
- Panel Switch Gear
Panel switch gear, terpasang pada ruang tersendiri atau menyatu dengan bangunan rumah genset. Fungsi panel switcher untuk menyalurkan daya elektrik dari genset/PLN disalurkan ke Busbar (Rel pengumpul) kemudian dibagi untuk didistribusikan ke masing-masing panel switch gear (Elctrical panel sesuai jumlah pompa yang terpasang (misal EP 1-6))
Pada panel switch gear peralatan utama terpasang circuit braker (CB) sesuai tipe/jenis (VCB, ACB, MCCM dll) dan dilengkapi peralatan untuk proteksi CT, PT, meter meter lampu indikator, push button, busbar dll) Pada beberapa rumah panel switch gear dilengkapi COS untuk pilihan supply daya ke motor pompa
- Panel Start pompa (panel kontrol pompa)
Panel star pompa (panel kontrol pompa ) terpasang pada bangunan panel pompa (pump panel rear) pada umumnya dibuat terpisah dengan bangunan lainnya, pada kondisi tertentu menyatu dengan bangunan panel switch gear. Fungsi panel start pompa untuk kegiatan pengoperasian pompa (start & stop) secara manual atau lokal.
Peralatan utama yang terpasang pada umumnya menggunakan sistem start pompa (DOL, V/A, soft starter atau inverter).
Sistem kontrol pompa, meter-meter, proteksi pompa, push button, lampu indikator dll.
Untuk setiap panel start pompa melayani satu unit pompa drainase untuk start dan stop
- Panel MDP (Main Distribution Panel)
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 163 Distribusi panel umumnya terpasang terpasang menyatu dengan switch gear dan pada rumah pompa yang kecil dipasang pada bangunan rumah pompa. Panel tersebut berfungsi untuk supply daya listrik ke peralatan bantu (crane, fuel pump, rake, gate dll) dan penerangan gedung, jalan dan halaman. Pada panel MDP umumnya dilengkapi COS (Change Over Switch) untuk pilihan supply daya listrik dari genset atau PLN.
Perlengkapan dalam panel : MCCB utama, MCCB untuk distribusi, fuse, meter-meter dll.
- Box Panel / Lokal Panel
Terpasang pada lokasi mendekati peralatan (box panel crane, box panel fan, box panel fuel pump, lokal panel rolling gate, lokal panel pompa) panel tersebut berfungsi untuk menghubungkan (terminal kabel) antara peralatan dan supply daya perlengkapan didalamnya terminal dan grounding.
- Panel Kontrol Pompa (Central desk)
Panel kontrol terpasang pada ruang terpisah dengan peralatan panel-panel lainnya dan untuk rumah pompa kecil panel-panel tersebut menyatu dengan bangunan pompa drainase. Secara umum panel kontrol berfungsi untuk mengoperasikan sistem peralatan pompa drainase (start dan stop) secara manual dan automatic lewat WLC, seluruh kegiatan operasional peralatan pompa, genset, panel switch gear, panel start pompa dapat dilaksanakan dan dimonitor lewat panel kontrol pompa yang berlokasi di control room. Pada peralatan panel kontrol pompa terpasang peralatan sistim kontrol (PLC, auxiliary relay, meter-meter, arus tegangan frekuensi, water level syncronizing scape dll). Untuk sistem proteksi peralatan dilengkapi lampu indikator, flag indicator dan Buzzer.
Pada rumah pompa dengan menggunakan sistem kontrol PLC dilengkapi printer untuk mencatat segala kegiatan, start pompa, termasuk kejadian gangguan peralatan sistem pompa. Untuk rumah pompa kapasitas kecil pengoperasian pompa panel kontrol terpasang menjadi satu bangunan dengan pompa drainase dan pengoperasian dengan sistem manual.
Peralatan control umumnya menggunakan auxiliary relay dan contactor.
Juga dilengkapi meter meter dan lampu indikator untuk start, stop dan gangguan.
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 164 - Peralatan Instrument
Pemasangan peralatan instrumen umumnya berhubungan dengan peralatan pengukuran dan monitoring yang terpasang diluar bangunan rumah pompa.
Peralatan pengukuran digunakan untuk mengukur tinggi muka air pada sisi upstream dan downstream rumah pompa.
Sebagai contoh pada rumah pompa dengan kapasitas besar dipasang alat ukur pada sebelum dan sesudah masuk saringan (bar screen)
- Pada kolam penampung air (retarding pond) - Pada saluran masuk pompa (pump well)
- Pada saluran pembangunan air setelah dipompa (down stream)
5.3 Operasional Sistem Pompa Drainase
Definisi operasional sistem pompa drainase adalah suatu kegiatan untuk melakukan operasional pompa (start/stop) sesuai prosedur yang telah ditetapkan dengan tujuan untuk menjaga kondisi ketinggian air dalam suatu sistem sehingga dapat mengurangi terjadinya genangan air akibat air hujan/Rob pada daerah tertentu. Operasional tersebut meliputi peralatan utama dan peralatan bantu yang bekerja dalam sistem pompa drainase, adapun peralatannya terdiri dari :
a. Peralatan sipil dan hidrologi b. Peralatan mekanik
c. Peralatan elektrik dan central.
5.3.1 Perencanaan (Pola Operasi)
Perencanaan pola operasi pompa drainase dimulai dengan penyiapan data hidrologi.
a. data curah hujan harian selama kurang lebih 10 tahun terakhir diwilayah daerah tangkapan air (catchment area) pompa drainase dibuat
b. luas daerah tangkapan air diwilayah pompa drainase c. jumlah penduduk didaerah tangkapan air
d. jumlah (debit) air penggelontoran pada musim kemarau
e. ketinggian air makasimum dan minimum pada kolam penampung air (retarding panel) dan ketinggian air pada saluran buang pompa (badan penerima air)
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 165 Dari data tersebut diatas didapatkan jumlah air (m3) dan ketinggian (elevasi) air maksimum dan minimum yang dikehendaki untuk setiap bulan selama 1 (satu) tahun. Contoh....
Setelah didapat data tersebut diatas, maka dibuat pola operasi untuk bulan dan harian musim hujan dan musim kering dalam kurun waktu setahun.
Setelah melalui perhitungan dapat diprediksi jumlah jam operasional untuk peralatan pompa drainase (genset, pompa, panel dll)
- Urutan Operasional
Bertujuan sebagai pedoman untuk melakukan operational peralatan pompa drainase dan kelengkapannya secara berurutan sesuai dengan kondisi peralatan yang terpasang sesuai manual book dari pabrik yang bertujuan untuk keamanan peralatan dari kerusakan dan keselamatan operator
5.3.2 Pola Operasi dapat direncanakan untuk bulanan/ harian.
Kemudian dari hasil perencanaan dapat dibuat pada perencanaan untuk:
a. Operasional musim kering b. Operasional musim basah
c. Perencanaan pemeliharaan periodik 6 bulan atau 1 tahun
Pada umumnya cara operasional start/ stop pompa air dibedakan menjadi:
a. Secara manual lewat panel lokal/ panel pompa b. Secara remote lewat Control Desk
c. Automatic lewat sistem kontrol dan water level
Cat: Untuk rumah pompa dengan kapasitas kurang lebih30 m3/det, operasional secara manual start/stop pompa dapat lewat panel kontrol (control desk) atau lewat lokal panel.
5.3.3 Manual Operation
Melakukan kegiatan operasional start/stop rumah pompa dengan menggunakan tangan (hand operation) sesuai prosedur SOP (Standar Operation Procedure) dapat dilakukan lewat control desk atau lokal panel.
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 166 - Lewat Control Desk
Menekan tombol start/stop pada diagram panel utama sesuai prosedur SOP dan melakukan pengamatan pada indikator dan layar monitor motor elektrik.
Kegiatan start/stop melalui meter-meter dan indikator yang terpasang pada panel kontrol sesuai dengan fungsi peralatan.
Contoh: Genset, panel gear, panel star pompa, motor elevasi dan aliran pada pipa buang pompa (discharge pipe) dll
5.3.3 Lewat Lokal Panel
Menekan tombol start/stop pada panel lokal (panel genset (syncronize panel), panel switch gear, panel start pompa, sesuai prosedur SOP dan melakukan pengamatan
Cat: Definisi operasional (start/stop) pompa air drainase dan kelengkapannya : Melakukan kegiatan operasional pompa (start/stop) dan peralatannya :
- Genset
- Panel switch gear - Panel start pompa - Peralatan bantu
Sesuai prosedur SOP (Standar Operation Procedure) yang bertujuan untuk memompa (memindahkan) air dari badan pengumpul air (sungai, long storage, kolam retensi dll) ke badan penerima air dengan beda elevasi (ketinggian) sehingga terjadinya genangan air (air hujan/ rob) dapat dikendalikan sesuai yang direncanakan
5.3.2 Urutan Operasional Pompa Drainase dan Kelengkapannya 5.3.2.1 Kelengkapan K 3
1. Memakai Alat Pelindung Diri ( Helm kerja, sepatu kerja , ear plug, sepatu Kerja dll )
2. Memakai pakaian kerja
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 167 5.3.2.2 Persiapan sebelum operasional
a. Blangko laporan harian operasional pompa drainase b. Pengecekan peralatan pompa drainase
1. Pastikan pompa dalam kondisi siap operasional
2. Baut pengikat rumah pompa , flage sambungan kondisi tidak kendor 3. Kopling pompa tidak kendor ( untuk type selain submersible ) 4. Seal pompa dalam tidak bocor ( untuk type selain submersible ) 5. Periksa level minyak pelumas bantalan pompf
6. Katup sorong pada pipa keluar kondisi terbuka
7. Lampu indicator ready to start pada panel pompa kerja ( menyala ) 8. Saringan sampah dalam kondisi bersih
9. Alat pembersih sampah ( trash rack rake ) siap oprasional 10. Kondisi lingkungan disekitar rumah pompa aman
5.3.2.3 Pengecekan peralatan penggerak mula a. Engine / genset
1) Pastikan engine kondisi siap operasional
2) Baut pengikat engine dengan base plate, flange sambungan dll tidak kendor
3) Silincer, pipa gas buang, dan kelengkapannya kondisi siap olerasional
4) Sistem pendingin kondisi siap operasional 5) Sistem pelumas kondisi siap operasional 6) Sistem bahan bakar kondisi siap operasional 7) Tangki bahan bakar harian terisi penuh
8) Reducing gear dan belt penggerak kondisi siap operasional 9) Baut pengikat generator kondisi tidak kendor
10) Battery untuk start dan kelengkapan kondisi siap operasional 11) Tegangan batettery kondisi normal
12) Panel kontrol genset kondisi siap operasional ( indikator gangguan engine dan generator tidak kerja )
b. Motor listrik
o Pengecekan peralatan penggerak mula
1) Baut pengikat motor listrik kondisi tidak kendor
TATA CARA PERENCANAAN, PEMBANGUNAN DAN OPERASI PEMELIHARAAN SISTEM POMPA 168 2) Kipas motor kondisi siap operasional
3) Terminal dan kabel masuk motor kondisi siap operasional Keterangan ;
Supply daya listrik untuk motor listrik dapat dilakukan dari ; 1. Genset sesuai kapasitas pompa yang terpasang
2. Supply PLN sesuai kapasitas pompa yang terpasang dengan persyaratan ;
- Kualitas tegangan + 10 % , - 5 % dari tegangan nominal 3. Penggunaan daya PLN akan efektif untuk operasional pompa
harian
- Beda tegangan antar phasa 5 % - Frequency +/- 1 % dari 50 Hz
- Dipasang saklar pemilih daya ( COS ) Genset atau PLN 5.3.2.4 Pengecekan Panel Genset / Synchronizing Panel
a. Pastikan Panel Pompa genset siap operasional
b. Pastikan lampu indikator siap operasional ( cek lewat test lamp ) c. Indikator gangguan pada panel genset tidak kerja
d. Lampu penerangan dan AC siap operasional e. Supply daya untuk control tersedia
d. Lampu penerangan dan AC siap operasional e. Supply daya untuk control tersedia