• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.5 Metode dan Teknik Penyajian Data

Hasil analisis data disajikan dengan metode informal dan metode formal.

Metode informal digunakan untuk menyajikan hasil analisis data dengan kata-kata biasa, walaupun dengan terminologi yang teknis sifatnya. Metode formal digunakan untuk menyajikan hasil penelitian dengan tanda dan lambang-lambang (Sudaryanto, 2015: 241).

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengantar

Pada bagian ini akan dibahas tentang data yang menyangkut kategorisasi semantis dan pemetaan konseptual dari metafora korupsi dalam bahasa Indonesia yang terdapat pada surat kabar, baik dalam bentuk cetak maupun online. Analisis tentang kategorisasi semantis dalam bahasa Indonesia dilihat dari data yang memiliki konsep metafora yang sama antara ranah sumber dan ranah sasaran yang memiliki kesamaan ciri semantis atau hubungan.

Peneliti akan menentukan pengkategorisasian maupun subkategorisasi metaforanya sesuai dengan pemahaman peneliti terhadap metafora korupsi dalam bahasa Indonesia. Kesamaan ciri semantis dimiliki antara ranah smber dan ranah sasaran tersebut akan dijabarkan dalam bentuk pemetaan untuk menunjukan makna yang menyatakan bahwa dasar semantis yang digunakan untuk menganalisis pemetaan berguna untuk menunjukan makna dari metaforanya.

Dalam hal ini, berdasarkan pendapat Siregar (2013:55) yang menyatakan bahwa dasar semantis yang digunakan untuk menganalisis pemetaan itu mengacu pada skema-citra, yakni tingkat struktur kognitif yang mendasari metafora dan menghubungkan pengalaman tubuh ranah kognitif yang lebih tinggi seperti bahasa.

4.2 Kategorisasi Metafora Korupsi dalam Bahasa Indonesia

4.2.1 KORUPSI sebagai PERJALANAN

Dalam bahasa Indonesia, salah satu konseptualisasi KORUPSI berhubungan dengan konsep PERJALANAN. Dalam menyampaikan maksud pada sebuah metafora yang mengandung makna KORUPSI digambarkan melalui konsep PERJALANAN. Konsep dari kedua ranah itu bertujuan untuk menemukan kasamaan atau adanya hubungan dari kedua elemen yang diacu. Berikut ini adalah contoh dari metafora KORUPSI sebagai PERJALANAN dalam bahasa Indonesia.

(5) Menghalangi korupsi dana desa. (harian.analisadaily.com, 13 Maret 2018).

(6) “ Jika kita tidak menghentikanjalannyakorupsi dari sekarang, percayalah 30 tahun ke depan negara ini akan hancur”. (harian.analisadaily.com, 15 Maret 2018).

Dari beberapa contoh di atas, menunjukkan bahwa konsep KORUPSI memunyai kesamaan ciri semantis ataupun hubungan pada konsep PERJALANAN. Kata menghalangi pada contoh (5) dan menghentikan jalannya pada contoh (6) merupakan beberapa leksikal yang dianggap mampu untuk mengonseptualisasikan ke ranah PERJALANAN.

Seseorang yang melakukan perjalanan selalu memiliki tujuan pasti. Sama halnya dengan seseorang yang melakukan korupsi. Mereka yang melakukan korupsi memunyai tujuan untuk memperkaya dirinya sendiri dengan mengambil

hak orang lain. Jadi, bisa dikatakan bahwa konsep KORUPSI dapat dihubungkan dengan konsep PERJALANAN.

4.2.2 KORUPSI sebagai DAYA

Adapun pengertian daya dalam Siregar (2013:5) meliputi daya fisik, daya alami, dan daya psikologi, namun dalam kajian ini hanya ditemukan daya alami.

Oleh sebab itu, metafora konseptual KORUPSI sebagai DAYA memiliki subkategori, yaitu KORUPSI sebagai DAYA ALAMI.

4.2.2.1 Subkategori KORUPSI sebagai DAYA ALAMI

Pada bagian ini, metafora konseptual KORUPSI sebagai DAYA dalam bahasa Indonesia memiliki subkategori, yakni KORUPSI sebagai DAYA ALAMI.

Konseptualisasi korupsi sebagai daya alami, seperti banjir, badai, gempa, topan, atau bencana alam lainnya.

Ketika bencana alam datang akan banyak kerusakan dan kerugian yang didapat. Begitu pula dengan adanya korupsi. Korupsi hanya membawa kerugian bagi banyak pihak dan merusak citra negara. Berikut contoh yang menunjukkan konsep KORUPSI berhubungan dengan konsep DAYA ALAMI.

(7) Wali kota dan 18 dewan menjadi tersangka, Malang dilandatsunami korupsi.

(sindonews.com, 22 Maret 2018).

(8) Judul ini dipilih karena kegeraman publik terhadap korupsi yang tidakkunjungreda. (Kompas, hal.6 tanggal 17 Februari 2018).

Dari contoh di atas dapat ditemukan beberapa leksikal yang sering digunakan pada konsep DAYA ALAMI. Kata tsunami pada contoh (7) biasanya diartikan sebagai salah satu bencana besardan katatidakkunjungreda pada contoh (8) biasanya digunakan untuk menyatakan banjir atau hujan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa konsep KORUPSI berhubungan dengan konsep DAYA ALAMI.

4.2.3 KORUPSI sebagai MAKANAN

Pada bagian ini, konseptualisasi KORUPSI dihubungkan dengan konsep MAKANAN. Untuk menyampaikan maksud dalam metafora yang mengandung makna KORUPSI dijelaskan melalui konsep yang ada pada MAKANAN. Adapun konsep kedua ranah tersebut ditemukan kesamaan atau adanya hubungan antara kedua elemen yang diacu. Metafora KORUPSI sebagai MAKANAN dalam bahasa Indonesia diuraikan sebagai berikut.

(9) Aromapekat korupsi masih menyengat di negeri ini. (sindonews.com, 19 Februari 2018).

(10) Adapun kubu yang pro justru menginterprestasikan bahwa peningkatan ini menunjukkan bahwa KPK makin cakap mengendus korupsi. (sindonews.com, 19 Februari 2018).

Pada contoh di atas, dapat dilihat bahwa konsep KORUPSI memiliki kesamaan ciri semantis ataupun kesesuaian pada konsep MAKANAN. Kata aroma pekat pada contoh (9) dan mengendus pada contoh (10) merupakan beberapa leksikal yang dapat mewakili konseptualisasi ke dalam ranah MAKANAN.

4.2.4 KORUPSI sebagai MUSUH

Umumnya konsep musuh dipahami sebagai pihak lawan dalam sebuah pertarungan antarfisik dalam mencapai sesuatu. Orang yang berada dalam keadaan bermusuhan akan berusaha untuk mendapatkan apapun yang menjadi keinginannya. Lazimnya ada dua pihak yang saling mempertarungkan kekuatan untuk merebut sesuatu yang diinginkan dari musuh. Pertarungan antara dua pihak juga tidak terelakkan. Tiap pihak saling melawan untuk mendapatkan hal yang diinginkan.

Konsep MUSUH berhubungan dengan konsep KORUPSI. Metafora KORUPSI sebagai MUSUH dalam bahasa Indonesia mengekspresikan kata sebagai berikut.

(11) Mulai muncul benih takhluk dalam upaya memerangi korupsi di republik ini.

(harian.analisadaily.com, 10 Maret 2018).

(12) [...] perjuangan melawan korupsi menjadi luas ke arah publik.

(harian.analisadaily.com, 22 Maret 2018).

(13) Erry berpesan CPNS menjauhi korupsi. (harian.analisadaily.com, 24 Januari 2018).

(14) Ketua KPK: Pers harus sadarkan masyarakat soal ancaman korupsi. (SIB, hal.15 tanggal 10 Februari 2018).

Dari beberapa contoh di atas, terlihat bahwa ungkapan metafora korupsi dalam bahasa Indonesia memunyai kata yang melekat pada konsep MUSUH, seperti kata memerangi pada contoh (11), melawan pada contoh (12),

menjauhipada contoh (13), dan ancaman pada contoh (14). Kata-kata tersebut biasanya digunakan untuk menyatakan musuh.

4.2.5 KORUPSI sebagai TUMBUHAN

Konsep KORUPSI berhubungan dengan konsep TUMBUHAN. Terdapat beberapa leksikal yang ada dalam konsep TUMBUHAN digunakan dalam konsep KORUPSI. Sebagaimana tumbuhan yang tumbuh subur, korupsi pun terus tumbuh dan menjalar ke berbagai oknum. Beberapa Metafora KORUPSI sebagai TUMBUHAN diekspresikan dengan kata sebagai berikut.

(15) Membubarkan KPK bukan berarti tidak ada korupsi di negeri ini, tetapi justru akan menyuburkan korupsi. (Kompas, hal.6 tanggal 17 Februari 2018).

(16) Melihat merebaknya korupsi di Indonesia, wajar memang Indonesia disebut darurat korupsi. (Kompas, hal.6 tanggal 17 Februari 2018).

(17) Telah menjadi rahasia umum bahwa korupsi telah mengakar di setiap sendi kehidupan. (sindonews.com, 1 Februari 2018).

(18) Pemberantasan korupsi jangan tebangpilih. (sindonews.com, 23 Februari 2018).

Dari beberapa contoh di atas, terlihat jelas jika konsep TUMBUHAN dihubungkan ke dalam konsep KORUPSI. Kata menyuburkan pada contoh (15), merebaknya pada contoh (16), mengakar pada contoh (17), dan tebangpilih pada

contoh (18) merupakan beberapa leksikal yang dapat mengkonseptualisasikan KORUPSI sebagai TUMBUHAN.

4.2.6 KORUPSI sebagai PENYAKIT

Konsep PENYAKIT dipahami sebagai sesuatu yang menyakitkan dan harus segera disembuhkan. Butuh penanganan yang serius untuk menyembuhkannya. Jika penyakit dibiarkan, maka penyakit itu akan lebih parah dan berakibat kematian. Sama halnya dengan korupsi. Korupsi butuh penanganan yang serius. Jika korupsi tidak dihentikan, maka korupsi akan terus berkembang dan makin sulit untuk dihilangkan.

Konsep KORUPSI memiliki ciri semantis yang sama dengan konsep PENYAKIT. Beberapa leksikal pada konsep PENYAKIT digunakan dalam konsep KORUPSI. Beberapa metafora KORUPSI sebagai PENYAKIT diekspresikan sebagai berikut.

(19) Korupsi sudah mewabah di sekolah. (harian.analisadaily.com, 6 Maret 2018).

(20) Sayangnya selalu terjadi salahresepdalammengatasi korupsi. (Kompas, hal.6 tanggal 17 Februari 2018).

Beberapa contoh di atas membuktikan bahwa konsep KORUPSI berhubungan dengan konsep PENYAKIT. Kata mewabah pada contoh (19) dan salahresep pada contoh (20) merupakan beberapa leksikal yang digunakan dalam konsep PENYAKIT. Jadi, dapat disimpulkan bahwa KORUPSI sebagai PENYAKIT.

4.2.7 KORUPSI sebagai BENDA

Berdasarkan Siregar (2013:6), metafora BENDA berdasarkan logika dipahami sebagai sebuah benda yang bagaimanapun bentuk dan fungsinya dapat dimanfaatkan atau dibuang. Melalui penglihatan, seseorang dapat mengetahui benda yang bermanfaat dan yang tidak. Benda yang bermanfaat akan dijaga atau dirawat dengan baik, sedangkan benda yang tidak berguna akan dibuang. Benda yang tidak dirawat dengan baik perlahan-lahan akan rusak.

Dalam kajian ini metafora KORUPSI sebagai BENDA memiki subkategori, yaitu KORUPSI sebagai BANGUNAN . Adapun penafsiran tentang subkategori tersebut didasarkan pada kesamaan acuan yang terjalin antara korupsi dan bangunan. Subkategori dari metafora KORUPSI sebagai BENDA akan diuraikan di bawah ini.

4.2.7.1 KORUPSI sebagai BANGUNAN

Konsep BANGUNAN dipahami sebagai struktur buatan manusia yang terdiri atas dinding dan atap yang didirikan secara permanen di suatu tempat.

Maksud dan tujuan pembuatan bangunan adalah untuk mengetahui secara jelas bagaimana cara merencanakan, melaksanakan pembuatan bangunan dan memperbaikinya agar bangunan itu kuat, awet, dan nyaman ketika digunakan (Purba, 2016:35). Berikut contoh-contoh ekspresi metafora KORUPSI sebagai BANGUNAN.

(21) “Bukan sistem pilkadanya yang bermasalah, tetapi politik yang korup ini menjadikan pilkada sebagai pintumasuk korupsi”. (harian.analisadaily.com, 2 Maret 2018).

(22) KPK membongkar kasus korupsi besar. (sindonews.com, 15 Maret 2018).

Kata pintumasuk pada contoh (21) dan membongkar pada contoh (22) merupakan beberapa leksikal pada konsep BANGUNAN, namun kata-kata di atas digunakan juga pada konsep KORUPSI. Jadi, sudah jelas jika KORUPSI sebagai BANGUNAN.

4.2.8 KORUPSI sebagai BINATANG

Konsep BINATANG berhubungan dengan konsep KORUPSI. Berbagai macam leksikal pada konsep BINATANG juga digunakan pada konsep KORUPSI. Binatang dianggap sebagai makhluk serakah, tidak pernah merasa puas, dan akan berusaha untuk menangkap mangsanya. Sama halnya dengan korupsi. Korupsi dilakukan untuk memuaskan dirinya. Berikut beberapa contoh metafora KORUPSI sebagai BINATANG.

(23) Korupsi di Sumut sudah seperti amoeba. (harian.analisadaily.com, 10 Februari 2018).

(24) Korupsi benar-benar mengoyak sendi-sendi keberadaban masyarakat Indonesia. (sindonews.com, 23 Maret 2018).

Kata amoeba pada contoh (23) dan mengoyak pada contoh (24) merupakan beberapa leksikal pada konsep BINATANG. Jadi, dapat disimpulkan bahwa konsep KORUPSI berhubungan dengan konsep BINATANG.

4.2.9 KORUPSI sebagai SINETRON

Konsep KORUPSI berhubungan dengan konsep SINETRON. Ditemukan beberapa kesamaan antara kedua konsep tersebut. Berikut beberapa contoh konsep KORUPSI memiliki kesamaan dengan konsep SINETRON.

(25) Mau sampai kapan para pemimpin kita terus leluasa melakukan adegan korupsi. (harian.analisadaily.com, 16 Januari 2018).

(26) “Ada aktor lebih besar di korupsi E-KTP”. (waspada.co.id, 11 Januari 2018).

Kata adegan pada contoh (25) danaktor pada contoh (26) merupakan beberapa leksikal yang lazim pada konsep SINETRON, namun sering digunakan juga pada konsep KORUPSI. Dalam sebuah sinetron selalu terdapat aktor/aktris yang memerankan adegan sinetron tersebut. Aktor/aktris sinetron berperan sesuai dengan jalan cerita. Aktor/aktris merupakan salah satu unsur penting dalam sebuah sinetron dan adegan dalam sinetron pun dibuat semenarik mungkin untuk menarik minat penonton. Begitu pula dengan korupsi. Banyak pihak yang berperan dalam melakukan korupsi, baik pihak atasan maupun bawahan.

‘Adegan’ yang dimainkan para koruptor juga bermacam. Misalnya, menulis laporan keuangan palsu, melebihkan uang anggaran, atau menerima suap. Banyak hal yang dilakukan untuk memperkaya diri dengan cara cepat. Jadi, dapat dikatakan bahwa metafora KORUPSI sebagai SINETRON.

4.2.10 KORUPSI sebagai PERLADANGAN

Konsep PERLADANGAN dipahami sebagai kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Sama halnya dengan korupsi. Korupsi dilakukan manusia untuk

mengahasilkan kekayaannya sendiri dengan cara menyelewengkan keuangan negara.

Berdasarkan uraian di atas, dapat simpulkan jika konsep KORUPSI berhubungan dengan konsep PERLADANGAN. Berikut beberapa contoh metafora KORUPSI sebagai PERLADANGAN.

(27) Sektor lain yang kerap menjadi lahan korupsi di antaranya retribusi dan pajak, dan bansos, dan pengadaan barang serta jasa, kemudian praktik jual-beli jabatan. (waspada.co.id, 27 Februari 2018).

(28) Wakil Ketua DPRD Fahri Hamzah menanggapi soal keinginan KPK yang meminta perluasan kewenangan dalam revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) untuk menggarap korupsi di sektor swasta. (sindonews.com, 24 Januari 2018).

Kata lahan pada contoh (27) dan menggarap pada contoh (28) merupakan beberapa leksikal yang lazim pada konsep PERLADANGAN, namun pada contoh di atas beberapa leksikal tersebut digunakan pada konsep KORUPSI.

4.3 Pemetaan Konseptual Metafora Korupsi dalam Bahasa Indonesia

Salah satu langkah yang dilakukan dalam pemetaan konseptual adalah mengelompokkan konsep-konsep yang mengonseptualisasikan metafora KORUPSI itu sendiri. Lakoff (dalam Nirmala, 2012:2) mengatakan bahwa yang penting dalam metafora adalah bagaimana cara kita untuk mengonseptualisasikan suatu ranah mental kita dengan ranah mental yang lain dalam bahasa. Lakoff dan Johnson berpendapat, untuk dapat menjelaskan metafora konseptual dilakukan

analisis pemetaan konseptual. Hal demikian disebabkan pemetaan konseptual mampu menjelaskan sistem konsep-konsep yang terwujud dari butir leksikal itu sendiri, dalam hal ini, pemetaan konseptual dilakukan terhadap butir leksikal KORUPSI dalam bahasa Indonesia.

Pemetaan pada metafora KORUPSI diawali dari ranah sumber ke ranah sasaran denganmembandingkan ciri-ciri semantik yang sama. Ranah sumber memuat konsep konkretdan ranah sasaran memuat konsep KORUPSI. Dalam pemetaan metafora KORUPSI, makna figuratif terletakpada ranah sumber dan makna harfiah pada ranah sasaran.

Terkait dengan metafora KORUPSI, ada tiga skema citra dasar yang terlibat, yaitu skema SUMBER-JALUR-TUJUAN,skema DAYA, dan skema RUANG.

4.3.1 Skema SUMBER-JALUR-TUJUAN

Skema SUMER-JALUR-TUJUAN menjelaskan pemetaan kategori KORUPSI sebagai PERJALANAN. Konsep KORUPSI berhubungan dengan konsep PERJALANAN.Beriku ekspresi KORUPSI secara metaforis yang mengungkapkan konsep PERJALANAN dalam bahasa Indonesia.

(29) Banyak yang mengambil jalanpintas korupsi untuk membiayai pilkada langsung. (sindonews.com, 12 Februari 2018).

Contoh di atas menunjukkan bahwa konsep KORUPSI memunyai kolerasi dengan konsep PERJALANAN. KORUPSI dikategorikan sebagai ranah sasaran

dan PERJALANAN sebagai ranah sumber. Hal tersebut dapat dijabarkan pada pemetaan berikut ini.

Tabel 4.1 Model Pemetaan Konseptual Metafora KORUPSI sebagai PERJALANAN

RANAH SUMBER

PERJALANAN

RANAH SASARAN

KORUPSI

Pejalan Pejabat negara

Tujuan perjalanan Memperkaya diri

Tempat perjalanan Tempat kerja

Jalur perjalanan Menyelewengkan uang negara

Rintangan perjalanan Diketahui orang lain

Pada pemetaan di atas, telah ditunjukkan adanya ciri semantis yang dipetakan antara ranah sasaran dengan ranah sumber. Konsep KORUPSI dapat dipahami dari konsep PERJALANAN dengan melihat ciri semantis pada pemetaan.

4.3.2 Skema DAYA

Skema DAYA dilakukan untuk memetakan ketiga kategori metafora, yaitu KORUPSI sebagai DAYA, KORUPSI sebagai BINATANG, dan KORUPSI sebagai PENYAKIT. Berdasarkan uraian yang telah dijabarkan sebelumnya,

metafora DAYA memiliki subkategori semantis, yaitu PENYAKIT sebagai DAYA ALAMI.

Pemetaan Subkategori KORUPSI sebagai DAYA ALAMI

Pemetaan subkategori PENYAKIT sebagai DAYA ALAMI merupakan keadaan negara yang hancur atau rusak karena banyaknya korupsi di Indonesia.

Konsep KORUPSI dapat dipahami dari konsep DAYA ALAMI (mis. pusaran dan diguncang ). Hal tersebut dapat dipahami dari ekspresi metafora berikut.

(30) Itu bukti bahwa pusaran korupsi di Sumut sangat besar.

(harian.analisadaily.com, 10 Februari 2018).

(31) RSUD Cengkareng diguncang kasus korupsi. (sindonews.com, 9 Maret 2018).

Contoh di atas menunjukkan bahwa konsep KORUPSI memunyai kolerasi dengan konsep DAYA ALAMI. KORUPSI dikategorikan sebagai ranah sasaran dan DAYA ALAMI sebagai ranah sumber. Berikut dijabarkan pemetaan dari subbkategori metafora KORUPSI sebagai DAYA ALAMI.

Tabel 4.2 Model Pemetaan Konseptual Metafora KORUPSI sebagai DAYA ALAMI

RANAH SUMBER

DAYA ALAMI

RANAH SASARAN

KORUPSI

Ruang alami Negara Indonesia

Daya alami Korupsi

Penyebab daya alami Penyebab korupsi

Kekuatan daya alami Kekuatan korupsi

Dalam pemetaan di atas, menunjukan adanya ciri semantis yang dipetakan antara ranah sasaran dengan ranah sumber. Konsep KORUPSI dapat dipahami dari konsep DAYA ALAMI dengan memerhatikan adanya kesesuaian ciri semantis pada pemetaan.

Pemetaan Kategori KORUPSI sebagai BINATANG

Metafora KORUPSI sebagai BINATANGberhubungan dengan hilangnya kendali atas korupsi yang terjadi di Indonesia. Korupsi adalah binatang, yang dengan dayanya berusaha merugikan dan merusak negara Indonesia, serta diperlukan daya yang besar untuk mengendalikannya. Hal tersebut dapat dipahami dari ekspresi metafora berikut.

(32) Korupsi E-KTP melilit SBY. (waspada.co.id, 25 Januari 2018).

(33) Korupsi gerogoti pembangunan. (sindonews.com, 19 Februari 2018).

Contoh di atas menunjukkan bahwa konsep KORUPSI memunyai kolerasi dengan konsep BINATANG. KORUPSI dikategorikan sebagai ranah sasaran dan BINATANG sebagai ranah sumber. Hal tersebut dapat dijabarkan pada pemetaan berikut ini.

Tabel 4.3 Model Pemetaan Konseptual Metafora KORUPSI sebagai BINATANG

RANAH SUMBER

BINATANG

RANAH SASARAN

KORUPSI

Ruang fisik Negara Indonesia

Binatang Korupsi

Kekuatan binatang Kekuatan korupsi

Penangkapan binatang Pengendalian korupsi

Matinya binatang Hilangnya korupsi

Lolosnya binatang Berkembangnya korupsi

Dalam pemetaan di atas, menunjukan adanya ciri semantis yang dipetakan antara ranah sasaran dengan ranah sumber. Konsep KORUPSI dapat dipahami dari konsep BINATANG dengan memerhatikan adanya kesesuaian ciri semantis pada pemetaan.

Pemetaan Kategori Metafora KORUPSI sebagai PENYAKIT

KORUPSI sebagai PENYAKIT berisi interaksi daya antara negara Indonesia (pengalam) dan korupsi. Pada metafora PENYAKIT, negara Indonesia sebagai agen yang harus bertahan dari perubahan atau kekuatan korupsi. Negara Indonesia harus memiliki daya untuk sembuh dari korupsi. Hal tersebut dapat dipahami dari ekspresi metafora berikut.

(34) Kasus yang terjadi di Malang ini semakin memperparah korupsi yang diidap bangsa ini. (sindonews.com, 23 Maret 2018).

(35) Perlu solusi total dan kesadaran penuh warga bangsa bahwa korupsi harus segera diobati. (sindonews.com, 23 Maret 2018).

Contoh di atas menunjukkan bahwa konsep KORUPSI memunyai kolerasi dengan konsep PENYAKIT . KORUPSI dikategorikan sebagai ranah sasaran dan PENYAKIT sebagai ranah sumber. Hal tersebut dapat dijabarkan pada pemetaan berikut ini.

Tabel 4.4 Model Pemetaan Konseptual Metafora KORUPSI sebagai PENYAKIT

RANAH SUMBER

PENYAKIT

RANAH SASARAN

KORUPSI

Pasien Negara Indonesia

Jenis penyakit Korupsi

Kemajuan penyakit Kemajuan korupsi

Kesembuhan penyakit Hilangnya korupsi

Dalam pemetaan di atas, menunjukan adanya ciri semantis yang dipetakan antara ranah sasaran dengan ranah sumber. Konsep KORUPSI dapat dipahami dari konsep PENYAKIT dengan memerhatikan adanya kesesuaian ciri semantis pada pemetaan.

4.3.3 Skema RUANG

Skema RUANG menjelaskan enam pemetaan, yaitu KORUPSI sebagai MAKANAN, KORUPSI sebagai MUSUH, KORUPSI sebagai BENDA, KORUPSI sebagai TUMBUHAN, KORUPSI sebagai SINETRON, dan KORUPSI sebagai PERLADANGAN.Metafora KORUPSI sebagai BENDA memiliki subkategori KORUPSI sebagai BANGUNAN. Pemakaian skema

RUANG didasari atas pemahaman bahwa ruang menjadi tempat peletakan benda (abstrak dan konkret) dan menjadi arena peperangan (Siregar, 2013:9).

Pemetaan Kategori Metafora KORUPSI sebagai MAKANAN Berikut contoh uraian KORUPSI sebagai MAKANAN.

(36) Perkara korupsi ini bercitarasa pencucian uang. (sindonews.com, 29 Maret 2018).

Kata bercitarasa pada contoh (36) menunjukan ekspresi metafora KORUPSI sebagai MAKANAN. Kata tersebut dikonsepkan terhadap rasa yang ada dalam makanan. Berdasarkan contoh di atas, metafora KORUPSI sebagai MAKANAN dalam bahasa Indonesia dipetakaan sebagai berikut.

Tabel 4.5 Model Pemetaan Konseptual Metafora KORUPSI sebagai MAKANAN

RANAH SUMBER

MAKANAN

RANAH SASARAN

KORUPSI

Objek makanan Korupsi

Rasa makanan Rasa uang negara

Kenikmatan makanan Hasil korupsi

Hilangnya selera makan Hilangnya korupsi

Dalam pemetaan di atas, menunjukan adanya ciri semantis yang dipetakan antara ranah sasaran dengan ranah sumber. Konsep KORUPSI dapat dipahami dari konsep MAKANAN dengan memerhatikan adanya kesesuaian ciri semantis pada pemetaan.

Pemetaan Kategori Metafora KORUPSI sebagai MUSUH

Konsep MUSUH merupakan pihak yang harus dikalahkan. Sama halnya dengan korupsi yang harus dihilangkan dari negara Indonesia. Indonesia juga harus bisa bertahan dari serangan korupsi. Hal tersebut dapat dipahami dari ekspresi metafora berikut.

(37) Perang melawan korupsi. (harian.analisadaily.com, 6 Maret 2018).

(38) “Korupsi di Aceh harus kita perangi!”. (harian.analisadaily.com, 27 Januari 2018).

(39) Seluruh CPNS dan PNS di lingkungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) diwanti-wanti untuk menjauhi korupsi.

(sindonews.com, 12 Maret 2018).

Contoh di atas menunjukkan bahwa konsep KORUPSI memunyai kolerasi dengan konsep MUSUH . KORUPSI dikategorikan sebagai ranah sasaran dan MUSUH sebagai ranah sumber. Kata melawan pada (37), perangi pada (38), dan menjahui pada (39) dapat mengekspresikan metafora KORUPSI sebagai MUSUH. Hal tersebut dapat dijabarkan pada pemetaan berikut ini.

Tabel 4.6 Model Pemetaan Konseptual Metafora KORUPSI sebagai MUSUH

RANAH SUMBER

MUSUH

RANAH SASARAN

KORUPSI

Orang yang memunyai musuh Negara Indonesia

Sasaran perang Korupsi

Kekalahan dari musuh Hilangnya korupsi

Kemenangan dari musuh Kemajuan korupsi

Dalam pemetaan di atas, menunjukan adanya ciri semantis yang dipetakan antara ranah sasaran dengan ranah sumber. Konsep KORUPSI dapat dipahami dari konsep MUSUH dengan memerhatikan adanya kesesuaian ciri semantis pada pemetaan.

Pemetaan Kategori Metafora KORUPSI sebagai BENDA

Konsep BENDA berbungan dengan RUANG. Ruang adalah tempat peletakan benda atau tempat untuk menata benda. Jadi, dapat dikatakan bahwa korupsi sebagai ruang untuk memperkaya diri. Metafora KORUPSI sebagai BENDA memiliki subkategori KORUPSI sebagai BANGUNAN.

Pemetaan Subkategori Metafora KORUPSI sebagai BANGUNAN

Konsep BANGUNAN dipahami sebagai ruang untuk meletakkan benda.

Konsep BANGUNAN berhubungan dengan konsep KORUPSI karena korupsi

merupakan ruang untuk meletakkan uang negara tanpa diketahui oleh orang lain.

Hal tersebut dapat dipahami dari ekspresi metafora berikut.

(40) Bamsoet mengemukakan banyak pihak menilai penerapan pilkada melalui DPRD akan mempersempitruang korupsi. (sindonews.com, 12 Maret 2018).

(41) Korupsi impor daging dan impor gula yang pernah dibongkar KPK adalah salah satu contoh betapa sektor ketahanan pangan rawan korupsi.

(waspada.co.id, 31 Maret 2018).

Contoh di atas menunjukkan bahwa konsep KORUPSI memunyai kolerasi dengan konsep BANGUNAN. KORUPSI dikategorikan sebagai ranah sasaran dan BANGUNAN sebagai ranah sumber. Hal tersebut dapat dijabarkan pada pemetaan berikut ini.

Tabel 4.7 Model Pemetaan Konseptual Metafora KORUPSI sebagai BANGUNAN

RANAH SUMBER

BANGUNAN

RANAH SASARAN

KORUPSI

Ruang fisik Negara Indonesia

Bentuk bangunan Korupsi

Keadaan bangunan Keadaan korupsi

Kehancuran bangunan Hilangnya korupsi

Dalam pemetaan di atas, menunjukan adanya ciri semantis yang dipetakan antara ranah sasaran dengan ranah sumber. Konsep KORUPSI dapat dipahami dari konsep BANGUNAN dengan memerhatikan adanya kesesuaian ciri semantis pada pemetaan.

Pemetaan Kategori Metafora KORUPSI sebagai TUMBUHAN

Proses pertumbuhan pada tumbuhan ialah memiliki bibit, bertumbuh, dan menghasilkan buah. Begitu pula dengan proses terjadi korupsi, yaitu adanya niat

Proses pertumbuhan pada tumbuhan ialah memiliki bibit, bertumbuh, dan menghasilkan buah. Begitu pula dengan proses terjadi korupsi, yaitu adanya niat

Dokumen terkait