• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Discovery (Penemuan)

Dalam dokumen Strategi Pembe lajaran Matematika . doc(1) (Halaman 30-37)

H. MACAM-MACAM METODE PEMBELAJARAN

11. Metode Discovery (Penemuan)

Metode Discovery menurut Roestiyah (2001:20) adalah metode mengajar mempergunakan teknik penemuan. Metode discovery adalah

proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Proses mental tersebut misalnya mengamati, menggolong- golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.

Pada metode discovery, situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher dominated learning (pelajaran didominasi guru) menjadi situasi student dominated learning (pelajaran didominasi siswa). Dengan pembelajaran menggunakan metode discovery, maka cara mengajar melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri, agar anak dapat belajar sendiri.

Penggunaan metode discovery ini guru berusaha untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.

Salah satu metode mengajar yang akhir-akhir ini banyak digunakan di sekolah-sekolah yang sudah maju adalah metode discovery, hal itu disebabkan karena metode discovery ini:

a) Merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif.

b) Dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan, tidak akan mudah dilupakan siswa.

c) Pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain.

d) Dengan menggunakan strategi penemuan, anak belajar menguasai salah satu metode ilmiah yang akan dapat dikembangkannya sendiri.

e) dengan metode penemuan ini juga, anak belajar berfikir analisis dan mencoba memecahkan probela yang dihadapi sendiri, kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian diharapkan metode discovery ini lebih dikenal dan digunakan di dalam berbagai kesempatan proses belajar mengajar yang memungkinkan.

Metode Discovery menurut Suryosubroto (2002:192) diartikan sebagai suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran perseorangan, manipulasi obyek dan lain-lain, sebelum sampai kepada generalisasi.

Metode Discovery merupakan komponen dari praktek pendidikan yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajar aktif, beroreientasi pada proses, mengarahkan sendiri, mencari sendiri dan reflektif. Menurut Encyclopedia of Educational Research, penemuan merupakan suatu strategi yang unik dapat diberi bentuk oleh guru dalam berbagai cara, termasuk mengajarkan ketrampilan menyelidiki dan memecahkan masalah sebagai alat bagi siswa untuk mencapai tujuan pendidikannya.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode discovery adalah suatu metode dimana dalam proses belajar mengajar guru memperkenankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan saja. Suryosubroto (2002:193) mengutip pendapat Sund (1975) bahwa discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip.

Proses mental tersebut misalnya mengamati, menggolong- golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan,dan sebagainya.

b. Kelebihan dan Kelemahan Discovery (Penemuan)

a) Dianggap membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan ketrampilan dan proses kognitif siswa, andaikata siswa itu dilibatkan terus dalam penemuan terpimpin. Kekuatan dari proses penemuan datang dari usaha untuk menemukan, jadi seseorang belajar bagaimana belajar itu.

b) Pengetahuan diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat kukuh, dalam arti pendalaman dari pengertian retensi dan transfer.

c) Strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa, misalnya siswa merasakan jerih payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan dan kadang-kadang kegagalan.

d) metode ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri.

e) metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya sehingga ia lebih merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar, paling sedikit pada suatu proyek penemuan khusus. f) Metode discovery dapat membantu memperkuat pribadi siswa

dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan. Dapat memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang mengecewakan.

g) Strategi ini berpusat pada anak, misalnya memberi kesempatan pada siswa dan guru berpartisispasi sebagai sesame dalam situasi penemuan yang jawaban nya belum diketahui sebelumnya.

h) Membantu perkembangan siswa menuju skeptisssisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak.

Kelemahan metode discovery Suryosubroto (2002:2001) adalah:

a) Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini. Misalnya siswa yang lamban mungkin bingung dalam usahanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan hal- hal yang abstrak, atau menemukan saling ketergantungan antara

pengertian dalam suatu subyek, atau dalam usahanya menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi pada siswa yang lain.

b) Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Misalnya sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teori-teori, atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu.

c) Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudahy biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional.

d) Mengajar dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai terlalu mementingkan memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan ketrampilan. Sedangkan sikap dan ketrampilan diperlukan untuk memperoleh pengertian atau sebagai perkembangan emosional sosial secara keseluruhan. e) dalam beberapa ilmu, fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-

ide, mungkin tidak ada.

f) Strategi ini mungkin tidak akan memberi kesempatan untuk berpikir kreatif, kalau pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru, demikian pula proses- proses di bawah pembinaannya. Tidak semua pemecahan masalah menjamin penemuan yang penuh arti.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Metode pembelajaran adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk

melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.

2. Penggunaan metode yang tepat akan turut menentukan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Oleh karena itu seorang guru harus dapat memilih metode yang tepat sehingga siswa dapat meningkatkan aktifitas dan kreatifitasnya. Adapun jenis-jenis metode pembelajaran adalah metode ceramah, metode diskusi, metode ceramah plus,metode resitasi, , metode demonstrasi ,metode eksperimen, metode problem solving, metode latihan (drill),metode karyawisata (field-trip), metode inquiry dan metode

penemuan(discovery)

B. Saran

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian dan dapat menambah wawasan kita mengenai macam-macam metode pembelajaran dan implementasinya dalam pengajaran matematika serta kriteria pemilihan metode pembelajarian terhadap aktifitas peserta didik.

Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari rekan-rekan sekalian demi kesempurnaan makalah ini.

Glosarium

Afektif :Berkenaan dengan perasaan (seperti takut, cinta);mempengaruhi keadaan perasaan dan emosi;

Analisis : Penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab- musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya)

Didaktif : Ilmu tentang masalah mengajar dan belajar secara efektif; Interaktif : Bersifat saling melakukan aksi; antar-hubungan; saling aktif; Kognitif :Berhubungan dengan atau melibatkan kognisi; 2 berdasar kepada

pengetahuan faktual yang empiris

Kompleks : Mengandung beberapa unsur yang pelik, rumit, sulit, dan saling berhubungan

Konkret : Nyata; benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba,.

Konstruktif : Bersangkutan dengan konstruksi;bersifat membina, memperbaiki, membangun, dan sebagainya.

Konsekuensi : Akibat (dari suatu perbuatan, pendirian, dan sebagainya Kontroversial : Bersifat menimbulkan perdebatan.

Objektif : Mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi

Pasif : Bersifat menerima saja; tidak giat; tidak aktif: Realistis : bersifat nyata (real); bersifat wajar

Relatif : tidak mutlak

Relevan : kait-mengait; bersangkut-paut; berguna secara langsung. Verbal : secara lisan (bukan tertulis)

Visualisasi : pengungkapan suatu gagasan atau perasaan dengan menggunakan bentuk gambar, tulisan (kata dan angka), peta, grafik, dan

sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

Teaching.

Arthamar,Syamsir.2014.Macam-macam Metode Pembelajaran

http://syamsinarthamar.blogspot.co.id/2014/05/macam-macam-metode- pembelajaran-serta.html(12 Oktober 2015)

Djamarah, Bahri Syaiful.2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.Jakarta : PT Rineka Cipta.

Hamzah Ali, Muhlisrarini. 2004. Perancanaan dan Strategi pembelajaran Matematika. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Herlina, Mirna dan Indriyanni, Rustina. 2011. Makalah Metodologi Pembelajaran Metode Pembelajaran. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Cirebon. Diakses:

http://www.scribd.com/doc/76561990/MAKALAH-METODE- PEMBELAJARAN#(12 Oktober 2015)

Hipan,Sofyan.2013.Makalah Macam-macam Metode Pembelajaran.Diakses :http://sofyanhipan.blogspot.co.id/2013/07/makalah-macam-macam-metode- pembelajaran.html,(12 Oktober 2015)

Fattala, Yusri. 2011. Makalah Metode Pembelajaran.Di akses: http://yusrikeren85.blogspot.com/2011/11/makalah-metode-

pembelajaran.html(11 Oktober 2015)

Sagala Syaiful. 2008. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Suryantoko.2014.Contoh makalah metode pembelajaran.Diakses: http://suryantokoardy.blogspot.co.id/2014/05/contoh-makalah-metode- pembelajaran.html (12 Oktober 2015)

Dalam dokumen Strategi Pembe lajaran Matematika . doc(1) (Halaman 30-37)

Dokumen terkait