• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Eksperime

Dalam dokumen Strategi pembelajaran (Halaman 166-174)

BAB IX JENIS-JENIS METODE PEMBELAJARAN

G. Metode Eksperime

G.G.

G.G. Metode EksperimenMetode EksperimenMetode EksperimenMetode EksperimenMetode Eksperimen

1.

1.1.

1.1. Pengertian dan TujuanPengertian dan TujuanPengertian dan TujuanPengertian dan TujuanPengertian dan Tujuan Metode Eksperimen Metode Eksperimen Metode Eksperimen Metode Eksperimen Metode Eksperimen

Metode eksperimen merupakan metode mengajar dalam penyajian atau pembahasan materinya melalui percobaan atau mencobakan sesuatu serta mengamati secara proses (Winataputra, dkk., 2002: 4.26). Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan cara eksperimen ini dilakukan untuk memberi kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan eksplorasi terhadap materi ajar yang diajarkan pendidik, serta memberikan kesempatan kepada peserta didik memperoleh pengalaman langsung, berpikir secara ilmiah dan rasional serta mendorong mereka untuk dapat mengkonstruksi dan mengembangkan pengetahuannya di masa-masa mendatang (Halimah, 2008: 79).

Tujuan dari dikembangkannya metode demonstrasi ini dalam kegiatan belajar mengajar adalah

a. Melatih kemampuan peserta didik untuk mampu menyimpulkan fakta-fakta, informasi atau data-data yang diperoleh;

b. Melatih peserta didik agar mampu merancang, mempersiapkan, melaksanakan dan melaporkan hasil percobaan;

c. Melatih peserta didik menggunakan logika berpikir induktif dalam menarik kesimpulan dari suatu fakta, informasi atau data yang terkumpul melalui percobaan yang dilakukan (Halimah, 2008: 79-80).

Alasan Penggunaan Metode Eksperimen

Beberapa alasan digunakannya metode eksperimen dalam kegiatan belajar mengajar antara lain:

a. Memberikan kesempatan kepada peserta didik agar mereka mengetahui secara langsung atau melakukan sendiri dalam mengikuti proses,

mengamati, menganalisa, membuktikan dan menarik kesimpulan suatu objek atau materi yang diajarkan.

b. Melalui metode eksperimen dapat mengembangkan cara berpikir rasional dan ilmiah peserta didik (Halimah, 2008: 80).

Prosedur pelaksanaan eksperimen dapat dilakukan sebagai berikut. a. Persiapan alat bantu (alat eksperimen);

b. Petunjuk dan informasi tentang tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam eksperimen;

c. Pelaksanaan eksperimen dengan menggunakan lembaran kerja/pedoman eksperimen disusun secara sistematis, sehingga peserta didik dalam pelaksanaannya tidak banyak mendapatkan kesulitan dan membuat laporan;

d. Penguatan perolehan temuan-temuan eksperimen dilakukan dengan diskusi, tanya jawab dan atau tugas

e. Kesimpulan (Winataputra, dkk., 2002: 4.28)

2.

2.

2.

2.

2. Kelebihan dan Keterbatasan Metode EKelebihan dan Keterbatasan Metode EKelebihan dan Keterbatasan Metode EKelebihan dan Keterbatasan Metode EKelebihan dan Keterbatasan Metode Eksperimenksperimenksperimenksperimenksperimen

Kelebihan dari penggunaan metode eksperimen dalam kegiatan belajar mengajar, antara lain:

a. dapat membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik; b. dapat membangkitkan rasa ingin menguji sesuatu; c. menimbulkan rasa kurang puas, ingin lebih baik; d. dapat mengembangkan sikap kritis, dan ilmiah;

e. Meyakinkan peserta didik pada kebenaran kesimpulan hasil percobaannya; f. Mengaktifkan peserta didik untuk terlibat secara langsung dalam mengumpulkan fakta, informasi atau data yang diperlukan dalam percobaan;

g. Memungkinkan penggunaan dan pelaksanaan prosedur metode berpikir secara alamiah;

h. Memperkaya pengalaman peserta didik akan hal-hal yang bersifat objektif, realistis, dan menghilangkan verbalisme;

i. Pemilikan hasil belajar peserta didik yang berkesan, tahan lama dan berkesinambungan (Winataputra, dkk., 2002: 4.28).

Kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam metode eksperimen antara lain:

a. Memerlukan alat pembelajaran dan biaya b. Memerlukan waktu yang relatif banyak

c. Peserta didik belum terbiasa dengan eksperimen

d. Dapat menghambat laju pembelajaran dalam penelitian yang memerlukan waktu yang lama

e. Menimbulkan kesulitan bagi pendidik dan peserta didik apabila kurang berpengalaman dalam penelitian

f. Kegagalan dan kesalahan dalam bereksperimen akan berakibat pada kesalahan kesimpulan (Winataputra, dkk., 2002: 4.28).

Kemampuan pendidik yang harus diperhatikan agar eksperimen berhasil dengan baik diantaranya adalah:

a. Mampu membimbing peserta didik dari merumuskan hipotesis sampai pada pembuktian dan kesimpulan serta membuat laporan eksperimen b. Menguasai konsep yang dieksperimenkan

c. Mampu mengelola kelas

d. Mampu memberikan penilaian secara proses (Winataputra, dkk., 2002: 4.29).

Kondisi dan kemampuan peserta didik yang harus diperhatikan untuk menunjang eksperimen:

a. Memiliki motivasi, perhatian, dan minat belajr melalui eksperimen; b. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan eksperimen;

c. Memiliki sikap yang tekun, teliti, dan kerja keras(Winataputra, dkk., 2002: 4.29).

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKADAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKADAFTAR PUSTAKA

Al-Muchtar, Suwarna, dkk. Strategi Pembelajaran PKn. Jakarta: Universitas Terbuka, 2007.

Al Rasyidin dan Wahyudin Nur Nasution. Teori Belajar dan Pembelajaran. Medan: Perdana Publishing, 2015.

Arends, Richard I. Learning to Teach. Boston: McGraw-Hill, 1998. Beckman, Pat. Strategy Instruction. 2004 (http://ercec.org/digests/e638.html). Borich, Gary D. Effective Teaching Methods. New York: Merrill, 1992. Budiardjo, Lily, Hakikat Metode Instruksional. Jakarta: Universitas Terbuka,

2005.

Clarizio, Harvey F., Robert C. Craig, and William A. Mehrens.

Contem-porary Issues in Educational Psychology. New York: McGraw-Hill

Book Company, 1987.

Cooper, James L., Pamela Robinson, and Molly McKinney. Cooperative

Learning in the Classroom. 2004 (http://www.csudh.edu/SOE/

cl_network/WhatisCL.html).

Cruisckshank, Donald R., Deboran L. Bainer, and Kim K. Metcalf. The

Act of Teaching. New York: McGraw-Hill, Inc., 1995.

DePorter Bobby, Mark Reardon, dan Sarah Singer Nourie, Quantum Teaching:

Oerchestrating Student Success, terj. Oleh Ary Nilandari. Bandung:

Kaifa, 2003.

DePorter Bobby, Mark Reardon, dan Sarah Singer Nourie, Recommended

Reading : Quantum Teaching: Oerchestrating Student Success. http:/

/www.newhorizons.org/strategies/accelerated-review-deporter.htm 2007.

DePorter Bobby, Mark Reardon, dan Sarah Singer Nourie, Quantum Teaching: Oerchestrating Student Success (Paperback). http://www.amazone.com/

Quantum-Teaching-Orchestratting-Student Success. 2007.

Dick, Walter and Lou Carey. The Systematic Design of Instruction. New York: Harper Collins College Publishers, 1996.

Gage, N. L., and David C. Berliner. Educational Psychology. Boston: Houghton

Mifflin Company, 1984.

Gerlach, Vernon S and Donald P. Ellly. Teaching and Media: A Systematic

Approach. Englewood Cliffs, N J : Prentice-Hall, 1971.

Holt, John. Cooperative Learning. 2004 (http://volcano.und.nodak.edu/ vwdocs/msh/11c/is/cl.html).

Halimah, Siti. Strategi Pembelajaran. Bandung: Cita Pustaka, 2008. Hamruni, Strategi Pembelajaran (Yogyakarta: Insan Madani, 2012). Jacobsen, David, Paul Eggen, and Donald Kauchack. Methods for Teaching:

A Skill Approach. Colombus, Ohio: Merril Publishing Company, 1989.

Jarolimek, John and Clifford D. Foster. Teaching and Learning in the Elementary

School. New York: Macmillan Publishing, Co., Inc., 1981.

Jones, Vernon F., and Louise S. Jones. Comprehensive Classroom Man-agement: Creating Communities of Support and Solving Problems. Boston: Allyn and Bacon, 2001.

Leighton, Mary S. “Cooperative Learning” Classroom Teaching Skills. ed. James M. Cooper. USA : D. C. Health and Company, 1990.

Masitoh dan Laksmi Dewi, Strategi Pembelajaran. Jakarta: Dirjend Pendis Depag RI, 2009.

Miarso, Yusufhadi. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2004.

Nurani, Yuliani, dkk. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Pusat Penerbitan UT, 2003.

O’Donnel, Angela M, et al.”Social/Affective, and Metacognitive Out-comes of Scripted Cooperative Learning,” Journal of Educational

Psychology. Vol. 79, No. 4, 1987.

Ormrod, Jeanne Ellis. Educational Psychology: Developing Learners. London: Merrill, 2000.

Reinhartz, Judy and Beach, Don M. Teaching and Learning in Elementary

School. Columbus, Ohio : Merril, an Imprint of Prentice Hall, 1997.

Romiszowski, A. J. Designing Instruction System. London: Kogan Page Ltd, 1981.

Rusman, Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme

Guru. Jakarta: Rajawali Pers, 2011.

Sabri, Ahmad. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Quantum Teaching, 2007.

Sanjaya, Wina, Stretagi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendikan Jakarta: Kencana, 2006.

Seels, Barbara B and Rita C. Richey. Instructional Technology: The

Defi-nition and Domains of The Field. Washington, DC : AECT, 1994.

Slavin Robert E. Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice. London : Allyn and Bacon. 1995.

Soedijarto. Menuju Pendidikan Nasional yang Relevan dan Bermutu. Jakarta: Balai Pustaka, 1993.

Stahl, Robert J., The Essential Elements of Coperative Learning in the Classroom. 2004 (http://www.ericfacility.net/ercdigests/ed370881.html). Suparman, Atwi. Desain Instruksional, Jakarta: Universitas Terbuka,

2005.

Supriadi, Dedi. Kreativitas, Kebudayaan, dan Perkembangan Iptek. Bandung: Alfabeta, 1994.

Tomei, Lawrence. Reception Learning and David Ausubel. 2004(http:// www.duq.edu/~tomei/ed711psy/c_ausub.htm).

Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana, 2009.

Wardani, IGAK. Dasar-Dasar Komunikasi dan Keterampilan Dasar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka, 2005.

Winataputra, Udin S., dkk. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2001.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DAFTAR RIWAYAT HIDUPDAFTAR RIWAYAT HIDUP

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Dr. Wahyudin Nur Nasution, M.Ag.

lahir 27 April 1970,

di Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Menyelesaikan S1 dari Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara Tahun 1993, S2 Jurusan Dirasah Islamiyah dari Program Pascasarjana IAIN Sumatera Utara tahun 1997, dan S3 Prodi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tahun 2006.

Sejak tahun 1995 bertugas sebagai dosen tetap pada Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara. Pernah diberi tugas tambahan menjadi Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara (2011-2015) dan menjadi Wakil Dekan III di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sumatera Utara (2015-2016). Sebelumnya pernah dipercaya menjadi Pembantu Ketua I di Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh H. Abdul Halim Hasan al-Ishlahiyah Binjai.

Karya akademik yang telah dipublikasikan antara lain: “Pengembangan SDM melalui jalur pendidikan” Perdana Publishing, Medan, (2012)”; “Pendidikan dalam Persfektif Progresivisme dan Perrenialisme”, Jurnal al-Khairi (2012); “Faktor-Faktor yang Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Strategi pembelajaran kontekstual”, Jurnal Pakem (2013); “Kepemimpinan Pendidikan di Sekolah”, Jurnal Tarbiyah (2015), “Reformasi Kurikulum untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan”, Jurnal Tazkiya (2015); “Teori Belajar dan Pembelajaran” Perdana Publishing, Medan (2015); “The Effectiveness of Teacher’s Classroom Management at State Junior High School (MTsN) 2 Medan, Indonesia”, IOSR Journals (2017); “The Effects of Learning Model and Achievement Motivation on Natural Science Learning Outcomes of Students at State Islamic Elementary School in Medan, Indonesia”, Journal of Education and Training (2017).

Dalam dokumen Strategi pembelajaran (Halaman 166-174)