• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode segi empat Pearsons

Dalam dokumen Kelas XI Smk Budidaya Ikan Gusrina (Halaman 113-119)

BAB VI. Teknologi Pakan Buatan

6.2. PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN FORMULASI PAKAN

6.2.1. Metode segi empat Pearsons

Metoda segiempat kuadrat adalah suatu metode yang pertama kali

dibuat oleh ahli pakan ternak dalam menyusun pakan ternak yang bernama Pearsons.. Metode ini ternyata dapat diadaptasi oleh para ahli pakan ikan dan digunakan untuk menyusun formulasi pakan ikan. Dalam menyusun formulasi pakan ikan dengan metode ini didasari pada pembagian kadar protein bahan-bahan pakan ikan. Berdasarkan tingkat kandungan protein, bahan-bahan pakan ikan ini terbagi atas dua bagian yaitu :

x Protein Basal, yaitu bahan baku pakan ikan, baik yang berasal dari nabati, hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein kurang dari 20%.

x Protein Suplement, yaitu bahan baku pakan ikan, baik yang berasal dari nabati, hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein lebih dari 20%. Dalam metode segi empat ini langkah pertama adalah melakukan pemilihan bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan. Disarankan untuk memilih bahan baku pembuatan pakan ikan ini tidak hanya dari satu sumber bahan saja tetapi menggunakan beberapa bahan baku dari sumber nabati, hewani atau limbah hasil pertanian. Misalnya kita akan membuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan menggunakan bahan baku terdiri dari tepung ikan, dedak halus, tepung jagung, tepung terigu dan tepung kedelai. Maka dengan menggunakan metode segiempat ini, tahapan yang harus dilakukan antara lain adalah :

x Mengelompokkan bahan baku yang telah dipilih berdasarkan

kadar protein dari setiap bahan baku tersebut yaitu ;

- Bahan baku kelompok protein Basal : Dedak halus 15,58%, Tepung Jagung 9,50%, Tepung terigu 12,27%

- Bahan baku kelompok protein Suplemen: Tepung ikan 62,99%, Tepung kedelai 43,36%

x Melakukan perhitungan rata-rata kandungan bahan baku dari protein basal dan protein suplemen dengan cara melakukan penjumlahan semua bahan baku yang berasal dari protein basal dan membagi dengan berapa macam jumlah bahan baku protein basal. Begitu juga dengan bahan baku suplemen dilakukan penjumlahan kadar protein suplemen kemudian dibagi dengan berapa macam jumlah bahan baku protein suplemen. Dari contoh kasus diatas maka jumlah kadar protein basal dari ketiga bahan baku tersebut adalah 15,58% + 9,50% + 12,27% = 37,35%, kemudian nilai rata-rata bahan baku protein basal adalah 37,35% : 3 = 12,45%. Sedangkan jumlah kadar protein suplemen dari dua bahan baku tersebut adalah 62,99% + 43,36% = 109,35%, kemudian rata-rata bahan baku protein suplemen adalah 109,35% : 2 = 54,68%.

x Setelah bahan baku

dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu protein basal dan protein suplemen maka langkah selanjutnya adalah membuat kotak segi empat. Pada bagian tengah kotak segi empat diletakkan nilai kandungan

protein pakan yang akan dibuat. Pada bagian atas kiri segiempat diletakkan nilai rat-rata kandungan protein basal dan

pada bagian bawah kiri segiempat diletakkan nilai rata-rata kandungan protein suplemen, lihat pada gambar dibawah ini ; Protein basal12,45% ...%

Protein suplemen 54,68% . ...% x Lakukan perhitungan untuk

mengisi kekosongan nilai pada sisi sebelah kanan segiempat dengan cara diagonal untuk setiap kandungan protein basal dan kandungan protein suplemen tersebut. Pada bagian tengah segiempat tersebut diletakkan kadar protein pakan ikan yang akan dibuat yaitu 35%. Untuk mengisi nilai disebelah kanan segiempat bagian atas adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein suplemen maka nilai tersebut adalah melakukan pengurangan nilai

protein suplemen dengan kadar protein pakan yaitu 54,68% - 35% = 19,68%. Sedangkan untuk mengisi nilai pada segiempat sisi kanan pada bagian bawah adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein basal bahan baku dilakukan pengurangan antara kadar protein pakan dengan kadar protein bahan baku basal yaitu 35% - 12,45% = 22,55%, maka dapat dilihat pada gambar segiempat dibawah ini adalah sebagai berikut ;

Protein basal 12,45% 19,68%

Protein suplemen 54,68% 22,55%

x Setelah diperoleh nilai pada keempat sudut segiempat tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan penjumlahan

nilai pada bagian sisi sebelah kanan, maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini :

Protein basal 12,45% 19,68%

Protein suplemen 54,68% 22,55% __________ + 42,23% x Langkah selanjutnya adalah

melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku

yang telah disusun dengan cara sebagai berikut : 19,68% Protein Basal = --- X 100% 42,23% = 46,60% 22,55% Protein = --- X 100% Suplemen 42,23% = 53,40%

- Dari hasil perhitungan pada langkah sebelumnya maka dapat dihitung komposisi bahan baku yang akan digunakan untuk

membuat pakan ikan adalah sebagai berikut :

- Komposisi bahan baku yang berasal protein suplemen adalah : Tepung ikan = 53,40% : 2 = 26,7% Tepung kedelai = 53,40% : 2 = 26,7%

- Komposisi bahan baku yang berasal dari protein basal adalah : Dedak halus = 46,60% : 3 = 15,53% Tepung Jagung = 46,60% : 3 = 15,53% Tepung terigu = 46,60% : 3 = 15,53%

Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang dipergunakan untuk membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35% yang berarti dalam satu kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut : Tepung ikan 26,7% X 62,99% = 16,82% Tepung kedelai 26,7% X 46,36% = 12,38% Dedak halus 15,53% X 15,58% = 2,42% Tepung jagung 15,53% X 9,50% = 1,48% Tepung terigu 15,53% X 12,27% = 1,91% --- +

35,01%

Jika akan membuat pakan ikan sebanyak 100 kg maka komposisi bahan baku yang harus disiapkan adalah sebagai berikut :

Tepung ikan 26,70% X 100 kg = 26,70 kg Tepung kedelai 26, 70% X 100 kg = 26,70 kg Dedak halus 15,53% X 100 kg = 15,53 kg Tepung jagung 15,53% X 100 kg = 15,53 kg Tepung terigu 15,53% X 100 kg = 15,53 kg --- + 99,99 kg

Jika dalam komposisi bahan baku pembuatan pakan ikan akan ditambahkan bahan tambahan maka jumlah bahan baku utama harus dikurangi dengan jumlah bahan tambahan yang akan digunakan. Misalnya dalam komposisi bahan pakan tersebut akan ditambahkan vitamin sebanyak 2% dan mineral 2% maka jumlah bahan utama akan berkurang menjadi 100% - 4% (2% + 2%) = 96%. Maka jumlah kadar protein dari bahan utama tersebut ditambahkan agar komposisi bahan baku dari pakan ikan tersebut memenuhi kebutuhan kadar protein pakan yang akan dibuat menjadi (35%) X 100% /96% = 36,46%. Hal ini dilakukan karena vitamin dan mineral tidak mempunyai kandungan protein. Maka komposisi bahan baku menjadi sebagai berikut ;

Pada bagian tengah segiempat tersebut diletakkan kadar protein pakan ikan yang telah ditambahkan menjadi 36,46%. Untuk mengisi nilai di sebelah kanan segiempat bagian atas adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein suplemen maka nilai tersebut adalah melakukan pengurangan nilai protein suplemen dengan kadar protein pakan yaitu 54,68% - 36,46% = 18,22%. Sedangkan untuk mengisi nilai pada segiempat sisi kanan pada bagian bawah adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein basal bahan baku dilakukan pengurangan antara kadar protein pakan dengan kadar protein bahan baku basal yaitu 36,46% - 12,45% = 24,01%, maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini adalah sebagai berikut

Protein basal 12,45% 18,22%

Setelah diperoleh nilai pada keempat sudut segiempat tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan penjumlahan nilai pada bagian sisi

sebelah kanan, maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini:

Protein basal 12,45% 18,22%

Protein suplemen 54,68% 24,01% __________ + 42,23%

Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku yang telah disusun dengan cara sebagai berikut :

18,22% Protein Basal = --- X 96% = 41,42% 42,23% 24,01% Protein Suplemen = --- X 96% = 54,58% 42,23%

Dari hasil perhitungan pada langkah sebelumnya maka dapat dihitung komposisi bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan adalah sebagai berikut :

- Komposisi bahan baku yang berasal protein suplemen adalah: Tepung ikan = 54,58% : 2

= 7,29%

Tepung kedelai = 54,58% : 2

= 27,29%

- Komposisi bahan baku yang berasal dari protein basal adalah: Dedak halus = 41,42% : 3 = 13,81% Tepung jagung = 41,42% : 3 = 13,81% Tepung terigu = 41,42% : 3 = 13,81%

Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang dipergunakan untuk membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35%

yang berarti dalam satu kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut : Tepung ikan 27,29% X 62,99% = 17,19% Tepung kedelai 27,29% X 46,36% = 12,6516% Dedak halus 13,81% X 15,58% = 2,1516% Tepung jagung 13,81% X 9,50% = 1,1320% Tepung terigu 13,81% X 12,27% = 1,6945% --- + 34,82% mendekati 35%

Maka komposisi bahan baku pakan ikan menjadi : Tepung ikan 27,29% Tepung kedelai 27,29% Dedak halus 13,81% Tepung jagung 13,81% Tepung terigu 13,81% Vitamin 2 % Mineral 2 % ---+ 100%

Dalam dokumen Kelas XI Smk Budidaya Ikan Gusrina (Halaman 113-119)

Dokumen terkait