• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Inspeksi dan Evaluasi

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 41-50)

2.3.2 Komponen Utama Mesin EPS

2.3.2.12 Metode Inspeksi dan Evaluasi

Inspeksi yang dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja mesin EPS adalah dengan cara membandingkan hasil inspeksi target setelah radiasi terhadap hasil inspeksi sebelum radiasi. Untuk mengetahui seberapa efektif proses radiasi tidak bisa langsung diukur efek radiasi tersebut pada material target. Efek radiasi bisa diukur melalui suatu material perantara yang diberi nama CTA Film (Cellulose Tri Acetate Film). Penentuan seberapa besar tingkat radiasi yang diterima material dapat diukur dengan cara menghitung perubahan nilai rapat optic CTA film (ΔOD) setelah diradiasi (OD) dibanding sebelum diradiasi (ODo). Rapat optic diukur dengan menggunakan alat yang disebut CTA reader atau UV-Vis Spectrophotometer pada λ 280 nm. Berdasar kombinasi susunan CTA film

saat diradiasi dapat ditentukan nilai keseragaman dosis radiasi selebar material target, kedalaman dosis radiasi terhadap tebal material dan besarnya dosis terserap yang diterima material pada titik sepanjang material.

Dalam radiasi electron segala kegiatan yang menyangkut pengukuran hasil radiasi disebut dengan dosimetri. Langkah kerja untuk melakukan dosimetri adalah sebagai berikut:

1. Memeriksa kebersihan kondisi window foil.

2. Menentukan parameter proses yang akan di uji coba.

Parameter proses ditentukan menggunakan tabel berikut ini :

Tabel 2.2. Area pemanfaatan tegangan akselerator dan dosisnya

a. Accelerator voltage (tegangan accelerator) = 400 kV b. Beam current (arus berkas)

1. Variasi 1 = 24.5 mA 2. Variasi 2 = 50.4 mA 3. Variasi 3 = 59.9 mA

Gambar 2.47. Perbandingan besar arus berkas terhadap besar dosis

c. Vacuum pressure (tingkat kevakuman tabung accelerator) 1. Variasi 1 = 9.4 x 10-6 Pa

2. Variasi 2 = 5.8 x 10-6 Pa 3. Variasi 3 = 4.7 x 10-6 Pa

d. Line speed (kecepatan konveyor) = 5 mpm sampai dengan 15 mpm e. Jarak window foil ke target = 10 cm

3. Menyiapkan alat dan bahan :

a. Dosimeter CTA Film (Fuji FTR 125) b. CTA film

c. CTA reader atau UV-Vis Spectrophotometer d. Thickness gauge

e. Mistar

f. Gunting dan cutter g. Amplop

h. Spidol

i. Sarung tangan j. Isolasi perekat

k. Dosimeter penanda Go No Go

4. Potong-potong dosimeter CTA dengan panjang berikut :

Jenis Test Variasi 1 Variasi 2 Variasi 3

Tegangan akselerator 400 kV 400 kV 400 kV

Arus berkas 24.5 mA 50.4 mA 59.9 mA

Kecepatan konveyor (Low) 5 mpm 5 mpm 5 mpm

No

Kecepatan konveyor (High) 15 mpm 15 mpm 15 mpm

Uji keseragaman dosis radiasi

1 Panjang 1 sample 160 cm 160 cm 160 cm

2 Jumlah sample 1 1 1

3 Penandaan “A1” “A2” “A3”

Uji kedalaman dosis radiasi

1 Panjang 1 sample 7 cm 7 cm 7 cm 2 Jumlah sample 15 15 15 3 Penandaan “B1-01 ~ B1-15” “01 ~ B2-15” “B3-01 ~ B3-15”

Uji dosis serap

1 Panjang 1 sample 7 cm 7 cm 7 cm 2 Jumlah sample 9 9 9 3 Penandaan “C1-01 ~ C1-09” “01 ~ C2-09” “C3-01 ~ C3-09” Tabel 2.3. Dimensi sampel CTA film

5. Mencatat tebal dosimeter nominal (to) = 0.125 mm

6. Mencatat faktor perubahan rapat optic per 1kGy dosis radiasi pada λ 280 nm K = 0.0063)

7. Mencatat faktor penyimpanan (f) Masa simpan 30 menit, f = 1

8. Mengukur rapat optic sebelum iradiasi (ODo) dengan CTA reader 9. Mengukur tebal aktual CTA film (t)

10. Melakukan iradiasi masing-masing sample terpisah sesuai dengan jenis uji dan jenis variasi spesifikasi.

a. Variasi 1 (400 kV, 24.5 mA, 5~15 m/min) b. Variasi 2 (400 kV, 50.4 mA, 5~15 m/min) c. Variasi 3 (400 kV, 59.9 mA, 5~15 m/min)

11. Sample untuk uji keseragaman dosis diletakkan memanjang selebar target

12. Sample untuk uji kedalaman dosis diletakkan bertingkat dengan susunan nomor urut terdepan berada dekat dengan window foil.

13. Mengkondisikan (menyimpan dalam suhu ruangan) CTA yang telah diradiasi dalam amplop masing-masing minimal selama 30 menit.

14. Mengukur rapat optic CTA setelah diradiasi (OD) dengan UV-Vis Spectrophotometer. 15. Menghitung beda rapat optic (ΔOD = OD - ODo)

16. Menghitung dosis terserap (D) dengan persamaan berikut :

t K f to OD D × × × Λ = Keterangan :

D = dosis serap (kGy) ΔOD = beda rapat optic

to = tebal dosimeter (CTA) nominal (0.125 mm) 52

t = tebal dosimeter terukur (mm)

K = faktor perubahan rapat optic per kGy (0.0063)

f = faktor penyimpanan (untuk 30 menit penyimpanan, f = 1) 17. Menghitung % dosis relatif = (Dn / Max D) x 100%

18. Melakukan plotting data ke dalam grafik.

1. Uji keseragaman dosis radiasi

Uji keseragaman dosis radiasi adalah pengujian keseragaman dosis yang diterima permukaan material sepanjang lebar target.

Gambar 2.48. Penempatan CTA film untuk uji keseragaman dosis

Metode pengambilan data :

Scanner

a. Pakai sarung tangan bersih, siapkan CTA sepanjang lebar treatment yang akan diiradiasi (160cm) sebanyak 3 buah (masing-masing 1 buah untuk variasi dosis 1, 1 buah untuk variasi dosis 2 dan 1 buah untuk variasi dosis 3).

b. Beri identitas :

1. Variasi dosis 1 : A1 2. Variasi dosis 2 : A2 3. Variasi dosis 3 : A3

c. Beri isolasi pada kedua ujung CTA dan tempelkan diatas permukaan treatment. Arah konveyor Material target radiasi Drive side Operator side CTA film 53

d. Beri tanda pada setiap ujungnya sehingga tidak tertukar posisinya jika dicabut setelah di iradiasi. Ujung satu beri tulisan DS (drive side) ujung yang lain diberi tulisan OS (operator side)

e. Lakukan proses iradiasi dengan parameter sesuai dengan parameter yang ditentukan.

f. Ambil sample (pakailah sarung tangan bersih, CTA tidak boleh terkontaminasi dengan keringat dan debu)

g. Masukkan kedalam amplop tertutup

h. Ulangi langkah a sampai langkah g untuk variasi dosis berikutnya. i. Simpan CTA selama 30 menit.

j. Potong-potong panjang CTA menjadi 20 potongan kecil, beri nomor urut. k. Lakukan pengujian rapat optic dengan UV-Vis Spectrophotometer

l. Catat hasilnya.

m. Buat tabelnya urut sesuai dengan nomor urut potongan CTA. n. Lakukan plotting nilai rapat optic pada grafik.

2. Uji kedalaman dosis radiasi (depth dose)

Uji kedalaman dosis radiasi adalah pengujian kedalaman penetrasi radiasi sepanjang tebal target.

Gambar 2.49. Penempatan CTA film untuk pengujian kedalaman dosis

CTA film diurutkan dengan disusun dengan no terkecil berada dekat dengan window foil

Window foil

Arah konveyor

Metode pengambilan data :

a. Pakailah sarung tangan bersih, siapkan potongan CTA sepanjang 7cm sebanyak 45 potongan (masing-masing 15 potongan untuk variasi dosis 1, 15 potongan untuk variasi dosis 2 dan 15 potongan untuk variasi dosis 3).

b. Beri identitas masing-masing potongan CTA. 1. Variasi dosis 1 : B1-01, B1-02, …, B1-15 2. Variasi dosis 2 : B2-01, B2-02, …, B2-15 3. Variasi dosis 2 : B3-01, B3-02, …, B3-15

c. Tumpuklah sample masing-masing variasi dosis, urutkan sample menurut urutan identitas sample, ikat dengan isolasi masing-masing ujungnya.

d. Beri isolasi pada kedua ujung CTA dan tempelkan di atas permukaan treatment bagian tengah, nomor urut terkecil berada dekat dengan window foil

e. Lakukan proses iradiasi dengan parameter sesuai dengan parameter yang ditentukan.

f. Ambil sample (pakailah sarung tangan bersih, CTA tidak boleh terkontaminasi dengan keringat dan debu)

g. Masukkan kedalam amplop tertutup

h. Ulangi langkah a sampai langkah g untuk variasi dosis berikutnya. i. Simpan CTA selama 30 menit.

j. Lakukan pengujian rapat optic dengan UV-Vis Spectrophotometer k. Catat hasilnya.

l. Buat tabelnya urut sesuai dengan nomor urut potongan CTA. m. Lakukan plotting nilai rapat optic pada grafik.

3. Uji dosis radiasi terserap.

Dosis radiasi terserap adalah energi yang terserap persatuan massa dari bahan pada masing-masing area radiasi sepanjang treatment.

Gambar 2.50. Penempatan CTA film untuk pengujian dosis serap

Metode pengambilan data :

CTA film Scanner

Drive side

a. Pakailah sarung tangan bersih, siapkan potongan CTA sepanjang 7cm sebanyak 27 potongan (masing-masing 9 potongan untuk variasi dosis 1, 9 potongan untuk variasi dosis 2 dan 9 potongan untuk variasi dosis 3).

b. Beri identitas masing-masing potongan CTA. 1. Variasi dosis 1 : C1-1, C1-2, …, C1-9 2. Variasi dosis 2 : C2-1, C2-2, …, C2-9 3. Variasi dosis 2 : C3-1, C3-2, …, C3-9

c. Beri isolasi pada kedua ujung CTA dan tempelkan di atas permukaan treatment (lihat gambar 2.50. Penempatan CTA film untuk pengujian dosis serap)

d. Lakukan proses iradiasi dengan parameter sesuai dengan parameter yang ditentukan.

e. Ambil sample (pakailah sarung tangan bersih, CTA tidak boleh terkontaminasi dengan keringat dan debu)

Arah konveyor Material target

radiasi

Operator side 25 cm

f. Masukkan kedalam amplop tertutup

g. Ulangi langkah a sampai langkah f untuk variasi dosis berikutnya. h. Simpan CTA selama 30 menit.

i. Lakukan pengujian rapat optic dengan UV-Vis Spectrophotometer j. Catat hasilnya.

k. Buat tabelnya urut sesuai dengan nomor urut potongan CTA. l. Lakukan plotting nilai rapat optic pada grafik.

Metode unttuk melakukan evaluasi keberhasilan proses radiasi adalah dengan parameter berikut :

1. Nilai keseragaman dosis sepanjang lebar material target harus seragam. 2. Kedalaman dosis mencapai tebal material target

3. Dosis terserap pada semua area seragam

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 41-50)

Dokumen terkait