LANDASAN TEORI
D. Metode Instant Assesment
a. Pengertian Metode Pembelajaran
Metode adalah cara, yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini berlaku baik bagi guru (metode megajar) maupun bagi murid (Surakhmad, 1994: 96). Menurut Uno (2008: 2) metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah jalan yang ditempuh oleh seorang guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam tahapan-tahapan tertentu.
Makin baik metode itu, makin efektif pula pencapaian tujuan. Dengan memiliki pengertian secara umum mengenai sifat berbagai metode baik mengenai kebaikan-kebaikannya maupun mengenai
kelemahan-36
kelemahannya, seseorang akan lebih mudah menetapkan metode yang paling serasi untuk situasi dan kondisi yang khusus dihadapinya.
Metode interaksi dalam pengajaran, pendidikan penyegaran, penataran dan sebagainya, dapat mengambil berbagai bentuk oleh karena metode dipengaruhi oleh banyak faktor misalnya:
1. Murid atau pelajar yang beragam kematangannya 2. Tujuan sesuai dengan jenis dan fungsinya
3. Situasi yang beragam 4. Fasilitas
5. Pengajar atau guru yang kemampuan profesionalnya berbeda-beda Perpaduan pengaruh faktor-faktor itulah yang menjadi pertimbangan utama untuk menentukan metode mana yang paling baik. Karena itu sulit untuk memberikan satu klasifikasi dan definisi yang jelas mengenai setiap metode yang pernah dikenal di dalam pengajaran. Namun demikian, ada sifat-sifat umum yang terdapat pada metode yang satu yang tidak terdapat pada metode lain. Dengan mencari ciri-ciri umum itu, menjadi lebih mudah bagi kita untuk mengadakan klasifikasi yang lebih jelas tetapi tetap fleksibel.
Metode yang dipilih oleh pendidik seharusnya merupakan metode yang tepat, metode yang tidak bertentangan dengan tujuan pembelajaran atas standar kompetensi dan kompetendi dasar yang telah ditetapkan dalam RPP. Dipilihnya beberapa metode tertentu dalam suatu pembelajaran bertujuan untuk memberi jalan atau cara sebaik mungkin bagi pelaksanaan
37
dan kesuksesan kegiatan pembelajaran. Sedangkan dalam konteks lain, metode merupakan sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin suatu ilmu. Dalam hal ini metode bertujuan untuk lebih memudahkan proses dan hasil pembelajaran sehingga apa yang telah direncanakan bisa diraih dengan baik.
Banyaknya metode yang ditawarkan oleh para ahli sebagaimana dijumpai dalam buku-buku kependidikan merupakan usaha untuk mempermudah atau mencari jalan yang paling sesuai dengan perkembangan jiwa peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, jelaslah bahwa metode sangat berfungsi dalam menyampaikan materi pembelajaran. Perlu juga menjadi pertimbangan bahwa ada materi yang berkenaan dengan dimensi afektif dan psikomotorik, dan ada materi yang berkenaan dengan dimensi kognitif,dan semua hal ini memerlukan metode yang berbeda-beda untuk mencapai kesemuanya dalam tujuan pembelajaran.
b. Pengertian Metode Instant Assesment
Strategi isnstant assessment merupakan strategi penilaian secara singkat dan merupakan suatu strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif yang menyenangkan dan tidak mengancam untuk mengetahui siswa. Dengan strategi ini guru bisa menilai ”secara instant” latar belakang, pengalaman, sikap, harapan, dan kepedulian siswa. Strategi instant
assessment ini memberikan pengalaman mengenai macam-macam
38
belajar mandiri, mendengarkan pertanyaan dengan hatihati, dan menjawab pertanyaan dengan tepat.(Hisyam Zaini. 2007:20-21)
Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran dengan benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar, maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh perkembangan kemampuan intelektual saja, akan tetapi perkembangan seluruh aspek. Oleh sebab itu, penilaian keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh aspek hasil belajar seperti hasil tes akan tetapi juga proses belajar melalui penilaian nyata. Karena gambaran tentang kemjuan belajar itu diperlukan di sepanjang proses pembelajaran, maka assessment tidak dilakukan di akhir periode pembelajaran seperti pada kegiatan evaluasi hasil belajar, tetapi dilakukan secara bersama-sama secara terintegrasi dari kegiatan pembelajaran.
Data yang dikumpulkan melalui kegiatan penilaian (Assessment)
bukanlah untuk mencari informasi tentang belajar siswa. Pembelajaran yang benar memang seharusnya ditentukan pada upaya memantau siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn), bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran.
39
a. Guru menerangkan materi tentang pelajaran.
b. Guru membuat kartu “responden “ untuk setiap siswa, kartu ini bisa berisi huruf A, B, C untuk pertanyaan pilihan ganda, B atau S untuk pertanyaan benar-salah. Atau bisa berpariasi dengan menggunakan sistem tunjuk jari .
c. Guru menyusun sekumpulan pertanyaan yang akan dijawab oleh siswa. d. Guru membaca pertanyaan pertama dan memerintahkan siswa untuk
menjawab dengan memegang kartu pilihan mereka.
e. Guru menilai dengan cepat tanggapan dari siswa, dan memerintahkan sejumlah siswa untuk mendiskusikan alasan mereka.
f. Guru melanjutkan dengan pertanyaan yang tersisa
Setiap pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan, demikian juga dengan metode pembelajaran instant assessment memiliki kelebihan dan kekurangan.
Adapun kelemahan strategi Instant Assesment adalah:
a. Penilaian guru kurang efektif karena menilai siswa terlalu cepat. b. Ada sebagian siswa yang asal-asalan dalam mengangkat kartu.
Adapun kelebihan dari strategi Istant Assessment adalah: a. Menjadikan siswa lebih aktif.
b. Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. c. Memudahkan guru dalam penilaian.
d. Memudahkan guru dalam penilaian dalam kelas. e. Respon siswa terhadap pembelajaran lebih cepat.
40
Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah menerapkan strategi pembelajaran yang bertujuan mengaktifkan siswa yaitu supaya siswa mau bertanya tentang materi yang sedang dipelajari, bersemangat dalam mengerjakan soal latihan. Salah satu nya dengan menerapkan strategi pembelajaran Instant Assessment. Pada strategi ini guru membuat kartu responden dan menyuruh siswa untuk menjawab pertanyaan yang diberikan dengan menggunnakan kartu tersebut.
Berdasarkan uraian teori tentang strategi pembelajaran Instant Assessment, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Instant Assessment merupakan suatu pendekatan dalam proses pembelajaran guna mengetahui kemampuan peserta didik secara cepat, kemudian untuk merangsang pengetahuan peserta didik tentang materi pelajaran, dalam proses pembelajaran Strategi Pembelajaran Instant Assessment dapat melibatkan semua siswa dalam proses pembelajaran, yang pada akhirnya juga akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
D. Kajian Pustaka