DAFTAR LAMPIRAN
C. Metode 1 Jenis data
a. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung di lapangan berupa hasil pengukuran dan hasil pengamatan langsung di lapangan.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang tidak diukur dan tidak dilaksanakan langsung di lapangan dan merupakan alat bantu untuk melaksanakan analisis data primer. Data sekunder berupa peta area kerja, dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kejadian kebakaran dan luas kebakaran tahun 2002, informasi tentang penyiapan lahan yang dilakukan pada areal bekas terbakar dan di areal penelitian, informasi mengenai penyakit busuk akar putih dan penyebarannya di PT. Sebangun Bumi Andalas Wood Industries dan keadaan penyakit busuk akar putih di lokasi penelitian.
2. Cara Pengumpulan Data
Pengamatan dan pengukuran dilakukan pada tegakan Acacia crassicarpa di areal hutan tanaman PT. SBA Wood Industries dengan masing- masing umur tanam, yaitu umur tanam 2 tahun, 2-2,5 tahun, dan lebih dari 2,5 tahun. Tegakan A. crassicarpa yang dijadikan objek penelitian sebelumnya merupakan areal bekas terbakar tahun 2002 yang kemudian ditanami kembali (replanting). Areal tersebut setelah terbakar ditumbuhi semak belukar dan alang-alang dan sebelum ditanami kembali dengan jenis yang sama yaitu A. crassicarpa dilakukan penyiapan lahan dengan cara manual dan penyemprotan.
Luas areal yang terbakar tahun 2002 dan sudah ditanami kembali dengan jenis A. crassicarpa adalah 4552.48 Ha. Luas areal untuk umur tanam kurang dari 2 tahun sebesar 1710.67 Ha, umur tanam 2-2,5 tahun sebesar 224.79 Ha, dan umur tanam lebih dari 2,5 tahun sebesar 598.02 Ha. Teknik sampling yang digunakan adalah Stratified Random Sampling dengan Intensitas Sampling 0,02%. Unit contoh yang digunakan berupa lingkaran berukuran 0,1 Ha atau dengan jari-jari 17,95 m. Banyaknya unit contoh yang diambil pada setiap tahun tanam menggunakan alokasi sebanding (propotional allocation), dengan rumus :
Dimana : nh = banyaknya unit contoh pada tahun tanam ke-h (h = 1, 2, 3, ....)
Nh = luas areal tahun tanam ke-h
N = total luas areal yang diteliti
n = total unit contoh dari seluruh tahun tanam
Dari rumus tersebut diperoleh 9 plot contoh dengan rincian 3 plot contoh untuk tegakan A. Crassicarpa umur tanam kurang dari 2 tahun, 5 plot contoh untuk umur tanam 2 – 2,5 tahun dan 1 plot untuk umur tanam lebih dari 2,5 tahun.
3. Pengambilan Data Lokasi Pohon
Data lokasi pohon terdiri dari posisi pohon (azimuth dan jarak horizontal). Data ini diambil untuk membuat peta sebaran pohon dalam unit/plot contoh yang nantinya untuk menghasilkan pola penyebaran penyakit
n N N
n h
busuk akar putih. Pengambilan data dilakukuan pada setiap pohon di dalam unit contoh/plot.
4. Pengamatan terhadap Penyakit Busuk Akar Putih, Pola Penyebaran, dan Serangannya
Pengamatan terhadap penyakit busuk akar putih dilakukan pada tiap plot contoh. Cara untuk mengetahui pohon yang terkena penyakit adalah dengan melihat gejala dan tanda-tanda yang timbul pada pohon yaitu, daun menguning dan rontok, akar tanaman busuk serta batang menjadi mati dan tumbang. Pengamatan terhadap penyakit akar putih dilakukan pada tiap pohon sehingga pola penyebaran serangan penyakit tersebut dapat diketahui. Selanjutnya dibuat peta sebaran pohon untuk masing-masing plot contoh dengan menggunakan skala 1 : 400.
Kriteria untuk pohon yang terserang penyakit busuk akar putih dapat dilihat dari bagian akarnya. Untuk bisa melihat kerusakan akarnya terlebih dahulu harus melihat akar yang terkena penyakit busuk akar putih secara langsung yaitu dengan menggali atau membongkar akar tersebut. Selain itu juga dilakukan pengamatan terhadap kondisi pucuk daun, warna daun dan kondisi daun lainnya seperti daun layu atau tidak. Kriteria tingkat serangan dan gejala penyakit busuk akar putih disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Tingkat serangan dan gejala penyakit busuk akar putih (Ali, 1980). Tingkat serangan Gejala 0 (sehat) 1 (awal) 2 (kritis) 3 (lanjut)
Pucuk banyak, warna daun hijau suram, posisi daun agak tegak (untuk A. crassicarpa, posisi daun beradaptasi dengan cahaya matahari untuk mendapatkan zat foton).
Pucuk sedikit, warna daun suram, permukaan daun kurang merata dan posisi daun agak mendatar. Umumnya akar masih terserang ringan, kadang-kadang daun masih tampak sehat, tetapi pada permukaan ditemukan benang-benang jamur.
Pucuk sedikit sekali, daun mulai terkulai atau layu. Benang- benang jamur umumnya telah menembus dan mengakibatkan pembusukan setempat pada sebagian perakaran.
Daun layu, beberapa daun mulai mengering hingga seluruh daun kering, tanaman hampir mati atau mati dan daun gugur. Umumnya serangan telah mencapai leher akar dan jaringan tanaman telah membusuk.
5. Data Pendukung.
Pengambilan tanah pada plot contoh untuk diukur pHnya dengan menggunakan pH meter. Selain itu juga diambil data skunder mengenai pH tanah sebelum dan setelah terjadi kebakaran yang terjadi pada tahun 2002.
6. Analisis Data
1). Tingkat serangan penyakit busuk akar putih dalam setiap unit contoh dihitung dengan rumus yang dikemukakan oleh Towsend and Heuberger dalam Unterstenhofer (1976), yaitu :
Dimana : Yk = nilai pengamatan serangan penyakit busuk akar putih pada unit contoh ke-k
N = total jumlah pohon pada unit contoh ke-k
xi = jumlah pohon yang terserang dengan klasifikasi
tertentu
yi = nilai untuk klasifikasi tertentu
3 = nilai tertinggi dalam klasifikasi (Towsend and Heuberger dalam Unterstenhofer, 1976)
2). Rata-rata serangan penyakit busuk akar putih pada setiap umur tanam :
Dimana : = rata-rata tingkat serangan penyakit busuk akar putih pada umur tanam ke-h
Yk = nilai pengamatan pada unit contoh ke-k n = jumlah unit contoh pada setiap umur tanam 3) Rata-rata tingkat serangan penyakit busuk akar putih pada populasi
Dimana : Yst = rata-rata serangan penyakit bususk akar putih dari populasi 100 3 3 × =
∑
= N y x Yk i o i i n Yk Y n k h∑
= − = 1 h Y − h Y N Yst L i h h∑
= − = 1Nh = jumlah satuan pengamatan setiap umur tanam ke-h = rata-rata tingkat serangan penyakit busuk akar putih
pada umur tanam ke-h h = jumlah umur tanam
Untuk mengetahui apakah perbedaan umur tanam berhubungan dengan tingkat serangan penyakit busuk akar putih pada tegakan A. crassicarpa di areal bekas terbakar maka disusun analisis regeresi dengan menggunakan program curve expert model linear yang persamaannya dapat dituliskan sebagai berikut :
y = a + bx Ket:
y = intensitas serangan penyakit busuk akar putih a = nilai pada saat garis regresi memotong sumbu x
b = besarnya perubahan y untuk setiap perubahan x sebesar satu satuan x = umur tanam
h Y