• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tempat dan Waktu

Kegiatan magang dilaksanakan di Kebun Blawan, PT Perkebunan Nusantara XII, Bondowoso, Jawa Timur, dengan ketinggian tempat berkisar antara 900–1500 m dari permukaan laut. Magang dilakukan selama tiga bulan mulai dari 13 Februari 2012 sampai 13 Mei 2012.

Metode Pelaksanaan

Metode magang yang digunakan terdiri atas tiga tahap yaitu bekerja aktif secara langsung di lapangan, pengumpulan data atau pengamatan, dan pengkajian data. Magang yang dilakukan selama tiga bulan ini terdiri dari tiga macam kegiatan yaitu sebagai karyawan harian lepas (KHL) selama tiga minggu, sebagai pendamping mandor selama tiga minggu, dan sebagai pendamping asisten selama enam minggu. Kegiatan sebagai KHL meliputi pembibitan, pengendalian OPT, pemangkasan, dan menulis serta menghitung prestasi kerja. Kegiatan sebagai pendamping mandor yaitu mengawasi kegiatan yang dilakukan KHL, membantu membuat laporan pekerjaan harian. Kegiatan sebagai pendamping asisten adalah membantu mengelola dan mengawasi tenaga kerja. Pengamatan tetap dilakukan disamping mengikuti kegiatan seperti yang terdapat di atas.

Pengumpulan data dilakukan dengan metode langsung dan tidak langsung. Metode langsung dilakukan dengan cara bekerja langsung di lapangan yang berkaitan dengan teknik budidaya jeruk dan pengamatan yang terkait dengan materi pendalaman yaitu pemangkasan, wawancara dan diskusi dengan staf, karyawan dan pekerja. Hasil dari pengumpulan data dengan metode langsung ini merupakan data primer. Data primer yang diperoleh berupa prestasi kerja, hasil pengamatan yang terkait dengan pemangkasan dan uraian kegiatan.

Data sekunder diperoleh dari laporan manajemen (laporan bulanan, laporan semesteran, tahunan) dan studi pustaka. Data sekunder digunakan untuk melengkapi dan membandingkan serta menguji kebenaran data yang diperoleh di lapangan. Data yang dikumpulkan meliputi sejarah, letak administratif, keadaan

tanah dan iklim, luas areal dan tata guna lahan, keadaan tanaman dan produksi, struktur organisasi dan ketenagakerjaan serta peta lokasi.

Pengamatan

Pengamatan pada kegiatan pengelolaan pemangkasan dilakukan dengan

mengambil tanaman contoh secara acak sebanyak ≥ 5 % di tiga blok (Blok

Strawberry, Blawan Ulangan, dan Lorong Anyar). Jumlah tanaman contoh di Blok Strawberry terdiri atas Varietas Terigas sebanyak 15 tanaman, Varietas Pulung sebanyak 10 tanaman dan Varietas Batu 55 sebanyak 10. Tanaman contoh di Blok Blawan dan di Blok Lorong Anyar Ulangan terdiri atas 20 tanaman dengan Varietas Batu 55. Parameter yang diamati pada kegiatan magang pengelolaan pemangkasan jeruk meliputi:

1. Kriteria pangkasan

Faktor-faktor yang mempengaruhi saat pemangkasan, diantaranya cabang yang mati dan wiwilan.

2. Kondisi tanaman

Kondisi tanaman yang mempengaruhi pemangkasan berupa kesehatan tanaman.

3. Prestasi kerja untuk tenaga kerja pemangkasan

Data diambil melalui wawancara dengan mandor dan pengamatan di lapangan.

4. Waktu pemangkasan

Pengamatan dilakukan dengan membandingkan kesesuaian waktu pelaksanaan pemangkasan dengan SOP.

5. Kecepatan tumbuh tunas

Pengamatan tumbuh tunas dilakukan dengan mengukur tinggi tanaman setelah pemangkasan.

Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan nilai rata-rata, persentase, atau perhitungan matematis sederhana yang kemudian dibandingkan dengan standar kerja kebun.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Keadaan Umun

Kebun Blawan sejak awal merupakan Perkebunan Kopi Arabika yang penanaman pertamanya dilaksanakan pada tahun 1894 sebagai milik warga Belanda. Selanjutnya Kebun Blawan mengalami beberapa kali perubahan kepemilikan dan induk perusahaan, antara lain David Birnie Administratie Kantoor (DBAK), Land Bouw Maatschappij Ond Djember (LMOD) tahun 1955, PPN Baru Unit A tahun 1958, Kesatuan Djatim VII tahun 1961, PPN Antan XIII tahun 1963. Pada tahun 1968 berada dalam lingkup P.N.P.XXVI, yang sejak tahun 1972 berubah menjadi PTP XXVI (Persero). Pada tahun 1994 PTP XXVI (Persero) mengalami transisi penggabungan kedalam PTP Kelompok Jawa Timur. Akhirnya sejak tahun 1996 hingga saat ini Kebun Blawan menjadi salah satu unit usaha PTP Nusantara XII (Persero).

PTP Nusantara XII (Persero) merupakan hasil peleburan tiga perusahaan Perkebunan aneka tanaman yaitu PTP XXIII, PTP XXVI, dan PTP XXIX. Pembentukannya didasarkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 17/1996 yang dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 23 tahun 1996. Pendirian Perusahaan disahkan oleh notaris Harun Kamil, SH dengan akte nomor 45 tanggal 11 Maret 1996, yang dikukuhkan oleh Menteri Kehakiman RI melalui keputusan nomor C.22-834 HT.01.

Kebun Blawan berada di kawasan Gunung Ijen yang lokasinya berdekatan dengan Kebun Kopi Arabika PTPN XII (Persero) lainnya, yaitu Kebun Kalisat/Jampit, Kebun Pancur/Angkrek, dan Kebun Kayumas. Lokasi Kebun Blawan berada di wilayah Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, Propinsi Jawa Timur. Jarak dari Sempol sekitar 8 km, dari kota Bondowoso 60 km, Banyuwangi 47 km, dan dari Surabaya 298 km. Ketinggian tempat berada pada kisaran 900 – 1,500 m dari permukaan laut.

Areal konsesi Kebun Blawan seluas 4,751 ha, terdiri dari areal tanaman Kopi Arabika 1,869.67 ha, TTI (Tanaman Tahun Ini) Kopi Arabika 288 ha, sengon 611.81 ha, Mindi 552.93 ha Akasia 255 ha, Gamelina 3.98 ha , Pinus 2.50 ha, 5 ha Strawberry serta areal cadangan, emplasement, jalan, sungai, jurang

dan lain-lain seluas 1,167.56 ha. Seluruh areal tersebut terbagi dalam sembilan wilayah Afdeling, yaitu Besaran, Plalangan, Kalisengon, Kaligedang, Girimulyo, Sumberejo, Gunung Blau, Watu Capil, Gending Waloh. Peta Kebun Blawan dapat dilihat pada Lampiran 4 dan peta Afdeling Besaran dapat dilihat pada Lampiran 5. Pada tahun 2008, Kebun Blawan mulai mengusahakan tanaman jeruk sebagai tanaman sela kopi atau tumpangsari dengan kopi. Luas areal yang digunakan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 yaitu 144.64 ha. Seluruh areal tersebut terbagi ke dalam tujuh Afdeling, yaitu Afdeling Besaran seluas 20.56 ha, Adeling Plalangan seluas 96.54 ha, Afdeling Kali Sengon 1.20 ha, Afdeling Kali Gedang seluas 3.12 ha, Afdeling Giri Mulyo seluas 7.19 ha, Afdeling Gunung Blau 5.20 ha dan Afdeling Sumberejo seluas 10.83 ha.

Iklim, Tanah dan Tanaman

Iklim di Kebun Blawan menurut Schmidt dan Fergusson termasuk D sampai E. Suhu rata-rata maksimum 23 oC dan minimum 10 oC. Curah hujan rata- rata berkisar antara 1,000-2,200 mm/tahun. Kelembaban di Kebun Blawan antara 57-70 %. Jenis tanah umumnya adalah seri Andosol.

Keadaan iklim di Kebun Blawan Bulan Januari-Mei tahun 2007-2011 tersaji dalam Tabel 1. Data curah hujan lima tahun terakhir menunjukan curah hujan terbesar terjadi di tahun 2010 yaitu 2,186 mm/tahun. Data keadaan iklim Bulan Januari sampai April 2012 dapat dilihat pada Tabel 2 dan data curah hujan untuk sebelas tahun terakhir dapat dilihat pada Lampiran 6.

Tabel 1. Keadaan iklim Kebun Blawan bulan Januari-Mei 2007-2011

Tahun

Unsur Klimatologi Curah Hujan

(mm/tahun) Hari Hujan

Kelembaban (%) Suhu ( o C) 2007 1,092 77 66 13 2008 1,608 108 60 19 2009 989 88 61 18 2010 2,186 170 66 13 2011 1,068 105 59 19

Tabel 2. Keadaan iklim Kebun Blawan bulan Januari-Mei 2012

Bulan Unsur Klimatologi

Curah Hujan Hari Hujan (hari) ...(mm/tahun)... ...(hari)...

Januari 296 22

Februari 278 16

Maret 258 19

April 94 7

Sumber: Kantor Induk Kebun Blawan 2012

Tabel 2 menunjukan adanya penurunan curah hujan dari bulan ke bulan yang menyebabkan adanya perbedaan waktu tumbuh tunas antara pangkas bulan Februari 2012 dan bulan April 2012.

Jeruk merupakan komoditas yang masih dikembangkan. Kultivar dan jenis jeruk yang dikembangkan di Kebun Blawan terdapat pada Tabel 3.

Tabel 3. Populasi tanaman jeruk di Kebun Blawan tahun 2012

Tahun Tanam Afdeling Varietas Populasi

...(pohon)...

2008 Besaran Keprok Trigas 258

Keprok Pulung 141

Keprok Batu 55 264

Jumlah 663

2009 Plalangan Keprok Batu 55 3,024

Kali Sengon Keprok Pulung 300

Jumlah 3,324

2010 Besaran Keprok Batu 55 2,220

Plalangan Keprok Batu 55 9,761

Soe 3,370 Gayo 2,498 Gommun 186 Ponkam 1,979 Garut 2,216 Koleksi 84

Kali Gedang Keprok Batu 55 780

Giri Mulyo Keprok Batu 55 1,300 Gunung Blau Keprok Batu 55 1,300

Jumlah 25,694

2012 Besaran Garut 5,000

Giri Mulyo Garut 1,050

Sumberejo Garut 4,600

Trigas 1,400

Jumlah 12,050

Total Populasi 41,731

Tanaman jeruk yang dikembangkan di Kebun Blawan sebagian besar belum menghasilkan, tanaman jeruk yang sudah menghasilkan baru terdapat di Afdeling Besaran. Data produksi jeruk dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Produksi jeruk Kebun Blawan tahun 2011-2012 Tahun

Panen

Panen per

bulan Luas areal (ha) Produksi (kg) Produktivitas (kg)

2011 Juni 0.53 164 309.4 Juli 0.53 10 18.9 Oktober 0.53 10 18.9 Desember 0.53 176 332.1 2012 Februari 0.53 162 305.7 April 0.53 332.2 626.8 Mei 0.53 1255.6 2,369.6 Total Produksi 1777.6 3,353.9

Sumber: Kantor Induk Kebun Blawan 2012

Areal pertanaman jeruk di Afdeling Besaran, Kebun Blawan, terbagi ke dalam enam blok, yaitu Blok Strawberi, Blok C, Blok Blawan Ulangan, Blok Manager, Blok Lorong Anyar 1, dan Blok Lorong Anyar 2. Data inventaris tanaman jeruk Afdeling Besaran dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Populasi tanaman jeruk Afdeling Besaran, Kebun Blawan

Tahun Tanam Blok Kultivar Populasi (pohon)

2010 C Keprok Batu 55 448

2010 Blawan Ulangan Keprok Batu 55 488

2010 Lorong Anyar 1 Keprok Batu 55 714

2010 Lorong Anyar 2 Keprok Batu 55 174

2008 Strawberry Trigas (TM) 267 Pulung 186 Pulung-Trigas 22 Japanese Citrus 19 X (belum teridentifikasi) 4 Komun 1

2010 Strawberry Keprok Batu 55 236

2012 Garut 171

2012 Trigas 14

2010 Manajer Keprok Batu 55 146

Aspek Manajerial

Kebun Blawan, PTPN XII dipimpin oleh seorang manajer kebun. Manajer mengelola kebun berdasarkan rencana yang terdiri dari sembilan afdeling, kebijakan dan peraturan yang ditetapkan direksi manajer kebun dalam menjalankan tugasnya merupakan sistem organisasi yang membagi wewenang dan tanggung jawab di dalam setiap tingkat. Wewenang dan tanggung jawab tersebut menjadi tanggung jawab dan sekaligus memberi wewenang untuk menentukan kebijakan mengenai tugas yang dilaksanakan.

Manajer kebun dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh asisten tanaman. Asisten tanaman dibantu oleh mandor besar dan mandor dalam melaksanakan tugasnya di lapangan. Struktur organisasi Kebun Blawan dapat dilihat pada Gambar 1.

Manajer Wakil Manajer PJS Asisten Asisten Tanaman Asisten Teknologi dan pengolahan pabrik Asisten Akuntansi

Juru Tulis Mandor

Besar Staf

Mandor

Gambar 1. Struktur organisasi Kebun Blawan, PTPN XII

Asisten Tanaman. Asisten tanaman merupakan kepala afdeling yang bertugas mengelola afdeling. Kegiatan pengelolaan kebun ini meliputi perencanaan sampai evaluasi. Asisten tanaman dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh mandor besar dan mandor. Kegiatan yang dilakukan asisten tanaman

dalam mengelola afdelingnya mencakup POACE (Planning, Organizing, Actuating, Controlling, dan Evaluating).

Perencanaan (planning) dilakukan oleh asisten tanaman dengan membuat Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP). Rencana kerja ini dibuat oleh asisten tanaman dan dibantu mandor besar serta disetujui oleh manajer kebun. RKAP berupa rancangan kegiatan yang akan dilakukan satu tahun, waktu pelaksanaan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, volume bahan ( misalnya banyaknya pupuk dan pestisida), dan volume bahan. RKAP kemudian akan diringkas menjadi PPAP (Program Permintaan Anggaran Perusahaan) yang merupakan rancangan kegiatan yang akan dilakukan serta dana yang dibutuhkan selama 3 bulan. PPAP akan diringkas kembali menjadi otorisasi, yaitu kegiatan serta dana yang akan dialokasikan selama 1 bulan kedepan.

Asisten tanaman dalam menjalankan tugasnya berkewajiban untuk mengatur (organizing) kegiatan yang akan dilakukan agar sesuai dengan otoritas. Namun dalam pelaksanaannya di lapangan, asisten tanaman tidak selamanya harus mengikuti otoritas jika dalam keadaan darurat. Asisten tanaman harus mengutamakan atau memprioritaskan pekerjaan yang lebih penting, meskipun pekerjaan tersebut tidak termasuk ke dalam otoritas. Misalkan pada saat kunjungan Balitjestro ke kebun, Balitjestro menyarankan agar segera dilakukan penjarangan buah dikarenakan buah yang dihasilkan terlalu kecil, maka pekerjaan pada hari berikutnya akan dilakukan penjarangan buah (prioritas pekerjaan).

Pelaksana kegiatan (actuating) di lapangan, asisten tanaman mendelegasikan kepada bawahanya untuk melaksanakan kegiatan yang akan dilakukan. Asisten tanaman juga harus melakukan pengawasan (controlling) kepada para bawahannya mengenai pekerjaan yang dilakukan, agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Tugas yang terakhir yaitu asisten tanaman melakukan evaluasi (evaluating). Kegiatan evaluasi dilakukan terhadap kegiatan yang telah dilakukan agar kegiatan selanjutnya dapat berjalan dengan lancar dan lebih baik dari kegiatan sebelumnya.

Selama menjadi pendamping asisten tanaman, penulis tidak sepenuhnya mengikuti kegiatan sacara keseluruhan dikarenakan komoditas yang diusahakan di

afdeling bermacam-macam. Namun penulis tetap mempelajari dan mengikuti kegiatan manajerial, seperti kegiatan administrasi dan inventaris tanaman. Kegiatan menjadi pendamping asisten dilakukan selama 6 minggu.

Mandor Besar. Mandor besar merupakan mandor kepala yang bertugas membantu asisten tanaman dalam menjalankan kewajibannya. Mandor besar dibantu oleh mandor-mandor dan bertanggung jawab atas pekerjaannya kepada asisten tanaman. Mandor besar juga bertugas mengkoordinasikan pengawasan pekerjaan yang dilakukan oleh para mandor serta mengurus pengajuan permintaan pupuk dan pestisida yang dibutuhkan oleh mandor.

Mandor besar dalam pelaksaan kegiatan di lapangan bertugas untuk menginstruksikan kepada para mandor mengenai pekerjaan yang akan dilakukan. Jenis pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan otoritas, namun dapat berubah sesuai dengan kondisi kebun (prioritas pekerjaan). Selain itu mandor besar juga bertugas mengatur dan mengawasi jalannya pekerjaan, seperti menghentikan, meneruskan atau mengalihkan jenis pekerjaan atau lokasi (blok dan nomor kebun) sesuai dengan kondisi kebun. Setelah pekerjaan di lapangan selesai, mandor besar melanjutkan pekerjaannya di kantor afdeling, seperti bertukar informasi dengan pekerja yang lain serta mengadakan evaluasi terhadap hasil kerja.

Mandor besar bertugas membuat laporan harian yang dibuat setiap hari pada saat apel pagi. Laporan ini berisi tentang jenis pekerjaan yang dilakukan serta jumlah tenaga kerja yang diperlukan. Laporan ini diserahkan kepada juru tulis afdeling untuk direkapitulasi. Penulis tidak menjadi pendamping mandor besar selama mengikuti kegiatan magang, namun penulis sewaktu-waktu membantu mandor besar dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kegiatan.

Mandor. Pelaksanaan kegiatan di lapangan akan berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan jika sumber daya manusia (SDM) yang ada dilapangan bekerja dengan baik. Oleh karena itu pengawasan terhadap tenaga kerja lapangan perlu untuk dilakukan.

Mandor bertugas untuk mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh para tenaga kerja lapangan. Selain itu mendor juga bertugas untuk menginstruksikan pekerjaan yang akan dilakukan kepada para karyawan, serta memberikan contoh pekerjaan yang dilakukan dengan benar dan meluruskan pekerjaan yang salah.

Laporan mandor diisi setiap hari, laporan ini berisi jenis pekerjaan yang dilakukan, hasil pekerjaan yang didapat pada hari itu, prestasi kerja, jumlah tenaga kerja, dan absensi pekerja. Laporan tersebut diserahkan kepada jutu tulis afdeling untuk direkap dalam buku asisten dan sebagai bahan pembuatan laporan harian di kantor induk kebun.

Kegiatan pemangkasan dilakukan sesuai dengan otoritas yang telah dibuat, namun dalam pelaksanaannya kegiatan pemangkasan yang dilakukan tidak dilakukan secara tuntas. Hal ini dikarenakan keadaan kebun dan adanya pekerjaan yang diprioritaskan oleh kebun (pekerjaan darurat).

Kegiatan yang dilakukan selama menjadi pendamping mandor adalah membantu dalam pengawasan kegiatan pelaksanaan, membantu dalam membagi pekerjaan dan membantu menyusun rencana kerja operasional (RKO).

Karyawan Harian Lepas (KHL). Kegiatan pengelolaan yang dilakukan oleh KHL antara lain perbaikan tanaman, pemupukan, pemangkasan, pengendalian OPT, pengairan, dan panen. Upah 1 HOK sebesar Rp. 19,000. Upah tambahan diberikan bila diadakan jam kerja tambahan atau lembur, dan diberikan upah sebesar Rp. 9,500 per 4 jam. Gaji KHL diberikan setiap dua minggu sekali.

Penulis selama menjadi KHL mengerjakan pekerjaan yang ada di lapangan, seperti pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, pengisian polybag, dan panen.

Tenaga kerja di Kebun Blawan terbagi kedalam dua jenis yaitu karyawan tetap dan karyawan harian lepas atau KHL. Karyawan harian tetap terbagi kedalam empat golongan yaitugolongan A, B, C, dan D. Jumlah tenaga kerja Kebun Blawan dapa dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Jumlah tenaga kerja Kebun Blawan 2012

Golongan Jumlah IA 40 ID-IID 65 IIIA-IVD 10 KHL 3,106 Total 3,221 Sumber : Kantor Induk Kebun Blawan 2012

Jumlah jam kerja yang berlaku di lapangan (Kebun Blawan), yaitu 6 jam kerja setiap harinya, kecuali hari Jumat jam kerja hanya 4,5 jam. Asisten dan para mandor melakukan pra roll pukul 05.15 di kantor afdeling untuk merencanakan atau menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan. Setelah pra roll selesai, karyawan diharuskan untuk mengikuti roll pagi. Kegiatan yang dilakukan selama roll pagi adalah mengecek kehadiran tenaga kerja dan penjelasan kegiatan yang akan dilakukan dikebun.

Budidaya Jeruk di Kebun Blawan Pembibitan

Pembibitan yang dilakukan masih berskala kecil. Bibit yang digunakan pada awal tanam adalah bibit bersertifikat atau berlabel yang berasal dari Balitjestro (Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika). Penggunaan bibit bersertifikat dari Balitjestro merupakan salah satu prosedur pengadaan bibit jeruk PTPN XII. Prosedur pengadaan bibit terdapat pada Gambar 2.

Gambar 2. Prosedur pengadaan bibit Sumber: PTPN XII, 2010

Direksi

Kebun Balitjestro

Untuk Kesesuaian Lahan

Jenis Jeruk

Bibit Jeruk Bebas Penyakit

Balitjestro

Bibit Jeruk diterima Kebun

Pembuatan Bibit Sertifikasi Bibit Jeruk

Bibit yang digunakan meskipun masih berasal dari Balitjestro, namun pembibitan tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bibit sulaman. Bibit yang dihasilkan ini akan digunakan untuk penyulaman. Metode yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman adalah dengan metode stek sambung dan sambung stek. Batang atas yang digunakan untuk perbanyakan Keprok Madu Terigas karena varietas ini memiliki permintaan pasar yang cukup besar dan untuk batang bawah menggunakan Japanese citrus (JC) karena memiliki perakaran yang kuat serta tahan terhadap hama penyakit yang ada dalam tanah.

Perbanyakan dengan metode stek sambung menggunakan beberapa alat dan bahan, diantaranya adalah pisau okulasi, gunting pangkas, dan plastik polyetheylene. Perbanyakan dengan metode sambung stek menggunakan bahan tambahan disamping plastik yaitu Rooton F. Gambar alat dan bahan yang digunakan dalam stek sambung dan sambung stek dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Alat dan bahan stek sambung dan sambung stek : a) Pisau okulasi, b) Gunting pangkas, c) Plastik polyethilen, d)Rooton F

Pelaksanaan di lapangan penstrerilan peralatan tidak dilakukan dengan pertimbangan efisiensi biaya dan waktu. Menurut SOP PTPN XII menyatakan bahwa alat-alat ini sebelum digunakan harus disterilkan terlebih dahulu karena sterilisasi alat merupakan salah satu pengendalian penyakit pada pembibitan

a

b

d

c

secara preventif. Pisau dan gunting sebelum dan sesudah digunakan pada kegiatan okulasi harus dicelup atau dibasahi dengan alkohol 70 % atau klorox 10 %.

Langkah-langkah stek sambung adalah penyiapan batang bawah, penyiapan batang atas, pembelahan batang bawah, penempelan dan pengikatan. Batang bawah dipilih dengan batang yang lebih besar dari batang atas. Pemilihan batang atas yang baik yaitu dengan melihat mata tunas yang tumbuh diketiak daun, mata tunas yang baik yaitu mata tunas yang masih hijau dan terbelah, sedangkan mata tunas yang berwarna coklat dan tertutup merupakan mata tunas tidur. Mata tunas tidur tidak akan tumbuh meskipun kondisi memungkinkan untuk terjadinya pertumbuhan tunas. Batang atas yang sudah disediakan kemudian disambungkan dengan batang bawah, setelah itu dilakukan pengikatan dari bawah ke atas dengan rapat, untuk mencegah air masuk ke dalam sambungan tersebut, jika air masuk ke dalam sambungan, maka sambungan akan busuk. Pembibitan yang dilakukan di Afdeling Besaran dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Pembibitan di Afdeling Besaran, a) Hasil stek sambung, b) Penyungkupan hasil stek

Perbedaan pembibitan metode stek sambung dan sambung stek terletak pada ada atau tidaknya akar pada batang bawah. Batang bawah yang digunakan dalam metode stek sambung memiliki akar, sedangkan pada metode sambung stek batang bawah tidak memiliki akar, oleh karena itu untuk merangsang pertumbuhan akar, maka diberikan rooton F pada batang bawah dengan cara dicelupkan. Presentase tumbuh dengan metode stek sambung adalah 80% dan dengan metode sambung stek 60%. Persentase tumbuh dengan menggunakan metode stek sambung lebih besar bila dibandingkan dengan menggunakan

sambung stek. Hal ini dikarenakan perbanyakan dengan metode sambung, batang bawah sudah memiliki akar, sehingga translokasi hara lebih baik.

Tenaga kerja untuk melakukan kegiatan perbanyakan tanaman secara vegetatif ini memerlukan keahlian yang khusus. Pekerja mampu melakukan stek sambung sebanyak 50 bibit dan sambung stek sebanyak 100 bibit per hari, tidak ada standar kerja untuk kegiatan ini dikarenakan pembibitan yang dilakukan masih berskala kecil.

Perbaikan Tanaman

Perbaikan tanaman dalam budidaya jeruk dilakukan karena beberapa faktor, diantaranya adalah kemampuan tumbuh dan produksi yang kurang baik serta adanya permintaan pasar yang berbeda terhadap varietas jeruk tertentu. Penggantian Varietas Pulung menjadi Keprok Madu Terigas merupakan perbaikan tanaman yang dilakukan di Afdeling Besaran. Perbaikan tanaman ini didasarkan atas permintaan pasar Keprok Madu Terigas yang lebih besar. Teknik perbaikan tanaman ini menggunakan teknik “Top Working” dengan metode sambung tusuk.

Top Working adalah teknologi perbanyakan yang dilakukan pada tanaman/pohon dewasa yang sudah mempunyai perakaran yang cukup kuat. Teknik ini dapat dilakukan secara grafting (penyambungan) dan okulasi (penempelan) (PTPN XII, 2010). Metode yang digunakan di Afdeling Besaran adalah metode okulasi. Batang dari tanaman jeruk varietas pulung disambung dengan Keprok Madu Terigas dengan tanpa memotong tajuk Pulung. Alat-alat yang digunakan adalah pisau okulasi, gunting dan plastik.

Langkah-langkah teknik sambung tusuk yaitu penyiapan batang atas, membuat torehan huruf T, buat torehan tambahan diatas torehan agar hasil sambung terlihat rapi. Batang atas ditusukan pada torehan huruf T tersebut, kemudian hasil sambungan diikat dengan plastik, ikatan plastik harus tertutup rapi agar air tidak masuk dalam sambungan sehingga tidak terjadi pembusukan. Hasil sambungan akan terlihat berhasil atau tidak setelah sambungan tersebut berumur satu bulan. Langkah-langkah penyambungan dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5. Langkah-langkah penyambungan, a) Pembuatan torehan, b) Penempelan batang atas, c) Pengikatan

Kegiatan top working ini merupakan kegiatan yang memerlukan keahlian. Kegiatan perbaikan tanaman perusahaan tidak memiliki standar prestasi kerja, dalam kegiatan di lapangan satu orang tenaga kerja dapat menyambung 25 tanaman, hal ini dikarenakan dalam satu pohon semua batang sekunder harus disambung atau disesuaikan dengan keadaan tanaman.

Penyulaman Tanaman

Penyulaman tanaman harus dilakukan untuk menjaga populasi agar tetap sama. Penyulaman dilakukan jika terdapat tanaman yang mati ataupun tanaman

Dokumen terkait