F. Manfaat Penelitian
5. Metode Mengajar
Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dan siswa dalam situasi pendidikan atau pengajaran untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkan interaksi tersebut maka guru perlu menerapkan pendekatan pembelajaran yang telah dipilihnya melalui metode mengajar. Pendapat Tardif yang dikutip oleh Muhibbin Syah (1995 : 202) bahwa
“Metode mengajar merupakan cara yang berisi prosedur baku melakukan kegiatan kependidikan, khususnya penyampaian materi pelajaran kepada siswa.” Pengertian ini mengisyaratkan bahwa metode mengajar merupakan cara yang bersifat lebih operasional dalam menyajikan pelajaran kepada siswa melalui langkah-langkah pembelajaran tertentu. Terdapat beberapa macam metode dalam pembelajaran, antara lain metode demonstrasi, diskusi, eksperimen, ceramah, inquiry, discovery, simulasi atau bermain peran, tanya jawab, dan metode pemberian tugas atau resitasi. Namun, metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode demonstrasi dan metode diskusi. Pemilihan ini didasarkan pada pendekatan pembelajaran, kesesuaian dengan teori-teori belajar yang telah di kemukakan sebelumnya, dan situasi pembelajaran yang diharapkan.
a. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi dapat di terapkan dalam pembelajaran IPA terutama Fisika. Menurut Muhibbin Syah (1995: 209), “Metode demontrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan”. Hal ini berarti bahwa dalam demonstrasi terdapat sesuatu yang
commit to user
disajikan kepada siswa baik berwujud benda maupun sejenis prosedur kegiatan yang sesuai dengan pelajaran. Hal senada diungkapkan oleh Slameto (1991 : 112)
yang menyatakan ”Metode demonstrasi adalah penyajian bahan pelajaran oleh guru/instruktur kepada siswa dengan menunjukkan model/benda asli, atau dengan menunjukkan urutan prosedur pembuatan sesuatu atau proses terjadinya sesuatu
untuk mencapai tujuan pengajaran”. Pengertian ini menekankan pula bahwa digunakannya metode demonstrasi adalah dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Berdasarkan kedua pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi adalah penyajian bahan pelajaran oleh guru baik yang berwujud benda maupun berupa prosedur tertentu yang dilakukan secara langsung atau menggunakan media pengajaran dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.
Metode demonstrasi juga tidak lepas dari kelebihan dan kelemahannya. Berkaitan dengan kelebihan metode demonstrasi, Daradjat seperti dikutip oleh Muhibbin Syah (1995: 210) mengemukakannya sebagai berikut :
1) perhatian siswa dapat lebih dipusatkan;
2) proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari; 3) pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam
diri siswa.
Sementara itu, S. Nasution yang dikutip oleh Muhibbin Syah (1995: 210) menyatakan beberapa manfaat dari metode demonstrasi sebagai berikut :
1) menambah aktivitas belajar siswa karena ia turut melakukan kegiatan peragaan;
2) menghemat waktu belajar di kelas / sekolah;
3) menjadikan hasil belajar yang lebih mantap dan permanen;
4) membantu siswa dalam mengejar ketertinggalan penguasaan atas materi pelajaran, khususnya yang didemonstrasikan itu;
5) membangkitkan minat dan aktivitas belajar siswa; 6) memberikan pemahaman yang lebih tepat dan jelas.
Disamping memiliki kelebihan, metode demonstrasi juga memiliki kelemahan- kelemahan seperti yang dikemukakan oleh Slameto (1991 :113) sebagai berikut :
1) kurang efektif untuk kelas besar;
2) kalau alatnya kecil sehingga sukar diamati atau terlalu besar sehingga tidak dibawa masuk ke dalam kelas;
3) kadang-kadang timbul persepsi yang berbeda dari situasi yang sebenarnya;
4) kurang efektif kalau tidak ada kesempatan siswa mempraktekkannya; 5) sering memerlukan bahan atau alat yang cukup banyak.
commit to user
Berdasarkan uraian mengenai kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi di atas, dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi memiliki cukup banyak kelebihan sehingga dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, guru juga perlu berupaya untuk mengantisipasi beberapa kelemahan metode tersebut demi tercapainya tujuan pembelajaran dengan baik.
b. Metode Diskusi
Selain metode demonstrasi, metode lain yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Fisika adalah metode diskusi. Berkenaan dengan metode diskusi, Conny R. Semiawan,dkk (1992 : 76) menyatakan ”Metode diskusi ialah suatu cara penyampaian pelajaran melalui sarana pertukaran pikiran untuk memecahkan
persoalan yang dihadapi”. Pengertian ini mengisyaratkan dua hal pokok dalam diskusi, yaitu pertukaran pikiran atau pendapat dan pemecahan masalah. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Muhibbin Syah ( 1995 :206) yang menyatakan
”Metode diskusi adalah metode mengajar yang erat hubungannya dengan belajar memecahkan masalah (problem solving)”. Pendapat yang terakhir hanya mengisyaratkan adanya pemecahan masalah dalam metode ini. Dari kedua pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode diskusi adalah suatu cara penyampaian pelajaran melalui kegiatan memecahkan masalah yang dilakukan dengan saling tukar menukar pendapat.
Metode diskusi juga memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Beberapa kelebihan atau keuntungan yang dimiliki oleh metode diskusi antara
lain: ”(1) mempertinggi peran serta secara perorangan, (2) mempertinggi peran serta kelas secara keseluruhan, dan (3) memupuk sikap saling menghargai
pendapat orang lain” (Conny R. Semiawan,dkk, 1992 : 76). Kelebihan yang lainnya adalah sebagai berikut :
1) mendorong siswa berpikir kritis;
2) mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas;
3) mendorong siswa mengkontribusikan buah pikirnya untuk memecahkan masalah bersama;
4) mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang seksama. (Muhibbin Syah 1995 : 206)
commit to user
Jika dicermati beberapa kelebihan di atas memungkinkan tercapainya hasil belajar siswa yang optimal. Namun demikian, metode diskusi juga tidak terlepas dari beberapa kelemahan seperti dikemukakan Barlow dan Daradjat yang dikutip oleh Muhibbin Syah (1995 : 209) di antaranya :
1) jalannya diskusi lebih sering didominasi oleh siswa yang pandai sehingga mengurangi peluang siswa lain yang memberi kontribusi; 2) jalannya diskusi seing terpengaruh oleh pembicaraan yang menyimpang
dari topik pembahasan masalah sehingga pertukaran pikiran menjadi asal-asalan dan bertele-tele;
3) diskusi biasanya lebih memboroskan waktu sehingga tidak sejalan dengan prinsip efisiensi.
Berdasarkan uraian mengenai kelebihan dan kekurangan dari metode diskusi di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode diskusi dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan syarat perencanaan yang cukup baik untuk mengatasi beberapa kelemahannya. Beberapa solusi yang dapat ditempuh antara lain merumuskan masalah yang akan didiskusikan dan memanfaatkan peran guru untuk memberikan dorongan kepada seluruh siswa agar berpartisipasi aktif menyampaikan pendapatnya.
6. Kalor
Materi Kalor dalam hal ini merupakan materi pelajaran Fisika yang diajarkan di MTs NEGERI 1 SURAKARTA kelas VII pada semester II. Alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran materi ini adalah 645 menit. (materi terlampir )