• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pelaksanaan Pekerjaan

Dalam dokumen PENAWARAN TEKNIS (Halaman 30-75)

URAIAN PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA

A. PENDEKATAN DAN METODOLOGI

2. Metode Pelaksanaan Pekerjaan

Tugas utama Konsultan Pengawasan Teknik adalah menyiapkan informasi berupa data teknik dan melaksanakan proses administrasi proyek, melaksanakan pemeriksaan dan pengawasan secara terus-menerus, di lapangan termasuk melakukan pengujian-pengujian, mengevaluasi dan memperbarui data serta membuat laporan-laporan dan rekomendasi bagi pemberi kerja.

Secara umum dijelaskan dalam Kerangka Acuan Kerja bahwa konsultan pengawas merupakan institusi yang independen dalam membantu Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Propinsi Sulawesi Selatan pada saat melaksanakan pekerjaan fisik yang mencakup pengendalian keuangan, waktu dan mutu dengan rincian umum tugasnya sebagai berikut :

a. Membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam mengendalikan pelaksanaan pekerjaan agar pekerjaan dapat dikerjakan sesuai dengan desain, persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Kontrak serta jadwal waktu yang telah ditetapkan.

b. Membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam memahami dan melaksanakan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum dalam Dokumen Kontrak terutama sehubungan dengan pemenuhan kewajiban dan tugas kontraktor;

c. Menyiapkan rekomendasi sehubungan dengan “Kontrak Change Order” dan Addenda, sehingga perubahan-perubahan kontrak yang diperlukan dan dibuat secara optimum;

d. Mengkoordinir pengumpulan data lapangan yang diperlukan dan dibuat secara, menyusun perhitungan desain, membuat gambar desain dan menyiapkan perintah-perintah kepada kontraktor, sehingga perubahan tersebut dapat dilaksanakan;

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

e. Melaksanakan pengecekan secara cermat pengukuran dan perhitungan volume pekerjaan yang akan dipakai sebagai dasar pembayaran, sehingga semua pengukuran pekerjaan, perhitungan volume dan pembayaran didasarkan kepada ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Kontrak;

f. Melaporkan monitoring dan pengecekan secara terus-menerus sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan termasuk keterlambatan pencapaian target fisik, serta usaha-usaha penanggulangan dan tindak turun tangan yang diperlukan dengan terlebih dahulu mengkonsultasikannya kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)

g. Melakukan monitoring dan pengecekan secara terus menerus sehubungan dengan pengendalian mutu dan volume pekerjaan serta menandatangani “Monthly Certificate (MC)” apabila mutu dan pelaksanaan pekerjaan telah memenuhi semua ketentuan dan persyaratan yang ditentukan;

h. Melaksanakan pengecekan dan persetujuan atas gambar-gambar terlaksana : As Built Drawing yang menggambarkan secara terinci setiap bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh kontraktor, serta membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) meneruskan gambar-gambar tersebut kepada Kepala Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Propinsi Sulawesi Selatan .

i. Membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) menyusun laporan bulanan tentang kegiatan-kegiatan pelaksanaan pekerjaan untuk dilaporkan kepada Kepala Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Propinsi Sulawesi Selatan ;

j. Menyusun Laporan Triwulan (Quarterly Report) mencakup laporan kemajuan pekerjaan dan laporan keuangan serta masalah-masalah yang di temui dilapangan;

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

k. Menyusun Laporan Akhir (Final Report) yang berisi ringkasan konstruksi yang telah dilaksanakan, rekomendasi untuk pemeliharaan yang akan datang, segala permasalahan teknis yang muncul selama pelaksanaan, persoalan yang mungkin akan timbul bila ada, dan berbagai macam perbaikan yang diperlukan di masa datang;

l. Membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam melaksanakan Provinsional Han Over (PHO) terutama dalam menyusun daftar kerusakan dan penyimpangan yang perlu diperbaiki.

a. Masa Pra Pelaksanaan

Persiapan dan Mobilisasi Konsultan

Dalam hal ini konsultan akan menyiapkan :

 Personil/tenaga ahli dan tenaga pendukung. Apabila ada penggantian personil terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Propinsi Sulawesi Selatan sebagai Pengguna Jasa.

 Kantor berikut perlengkapannya, kendaraan dan fasilitas penunjang lainnya

 Peralatan/alat-alat ukur dan laboratorium dalam hal ini bukan alat laboratorium yang lengkap tetapi hanya peralatan pendukung pelaksanaan kerja karena yang menyiapkan lebih lengkap Kontraktor.

 Peta, data dan peralatan penunjang

 Fasilitas akomodasi dan transportasi untuk kebutuhan Proyek.

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

Rapat Pra Konstruksi

Secara umum walaupun hanya berbentuk suatu rapat, Rapat Pra Konstruksi adalah tahapan penting untuk melaksanakan pekerjaan supaya sesuai dokumen kontrak karena merupakan koordinasi awal yang dihadiri oleh semua pihak pelaksana pekerjaan meliputi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Dinas-Dinas Terkait, Kontraktor dan Konsultan. Dengan demikian semua pihak akan memberikan tanggapan tata cara melaksanakan dan apresiasi terhadap dokumen kontrak. Di dalam acara ini dijelaskan materi-materi berikut :  Materi

 Organisasi Kerja

 Tata cara pengaturan pelaksanaan

 Review dan penyempurnaan terhadap schedule dikaitkan dengan target volume, mutu dan waktu.

 Jadwal pengadaan bahan, alat dan mobilitas personil.  Menyusun rencana dan pelaksanaan pemeriksaan

lapangan (mutual check), kordinasi dengan tim perencana.

 Menentukan lokasi bahan material (quarry), estimate quantity dan rencana quality control bahan yang akan digunakan.

 Pendekatan terhadap masyarakat dan Pemda setempat.

 Penyusunan rencana kendali mutu proyek  Penentuan titik BM bersama tim perencana

 Menyusun acara “Rekayasa Lapangan/Field Engineering” guna penyesuaian gambar-rencana terhadap kebutuhan lapangan.

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

 Pemahaman mengenai keselamatan kerja, keselamatan bangunan, keselamatan pengguna jalan beserta penanganannya berupa asuransi-asuransi, peralatan-peralatan keselamatan kerja dan pengaturan lalu lintasnya.

 Penjelasan dan pembahasan mengenai rencana base camp dan penentuan instansi penguji independen.  Pemahasan mengenai prosedur pelaporan, jenis-jenis

laporan yang harus dibuat oleh masing-masing pihak.  Penjelasan mengenai prosedur penilaian pekerjaan

terlaksana dan prosedur pembayaran.

 Kesamaan pengertian terhadap pasal-pasal dokumen kontrak

 Pekerjaan tambah/kurang  Termination atau force majeure  Maintenance & protection of traffic  Sub letting

 Asuransi

 Lainnya yang dianggap perlu

 Kesepakatan tentang tata cara dan prosedur  Reequest, approval & examination of works  Shop Drasing, As Buil Drawing

 Monthly Certificate (MC)  PHO & FHO

 Change Order, Addendum

 Kesepakatan tentang tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan pekerjaan utama (major items).

Berdasarkan rapat ini semua pihak terutama instansi-instansi pelaksana pekerjaan akan mempunyai pandangan yang sama

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

terhadap sasaran, tata cara dan detail-detail pelaksanaan sehingga semua pihak bisa mendukung kelancaran pekerjaan.

b. Masa Pelaksanaan

Mobilisasi Kontraktor

Pada tahap ini Konsultan Pengawasan Teknik akan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan antara lain :

 Menyiapkan formulir-formulir yang diperlukan dalam pengawasan pekerjaan.

 Memeriksa dan melengkapi data survei yang akan digunakan, serta menentukan titik-titik lokasi survei di lapangan sesuai dengan data tersebut.

 Memberikan rekomendasi bagi Pemberi Tugas di dalam tahapan kegiatan pelaksanaan.

 Memeriksa dan merekomendasikan bagi Pemberi Tugas, polis dan batas lingkup asuransi dan Kontraktor.

 Memeriksa dan menyetujui daftar material, peralatan dan personil yang akan didatangkan, fasilitas Base Camp dan lokasi penempatan peralatan.

 Memeriksa dan mempersiapkan cara perhitungan kuantitas dan prosedur pemeriksaan mutu (quality control).

 Memeriksa dan menyetujui jumlah kuantitas dan mutu material yang disediakan oleh kontraktor.

 Membantu Pemberi Tugas untuk memeriksa dan memecahkan masalah yang mungkin akan muncul, serta bertindak untuk menghindari timbulnya klaim dari kontraktor.

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

Reviw Design

Metodologi pelaksanaan Review Design, akan dibagi dalam beberapa tahapan proses :

Tahap Persiapan dan Survei Pendahuluan

Pekerjaan persiapan ini termasuk pengorganisasian personil dan penyusunan rencana kerja, persiapan peralatan yang akan digunakan untuk survei dan mobilisasi.

Survei pendahuluan ini bertujuan untuk mencari dan menentukan trase jalan/wilayah pelebaran yang terbaik ditinjau dari segi teknis dan ekonomi, mengumpulkan data lainnya untuk melengkapi data-data Survei Topografi, Hidrologi, Soil dan lain-lain.

Untuk pelaksanaan Survei pendahuluan ini konsultan akan membentuk tim untuk mencatat data-data yang diperlukan seperti :

 Data-data utilitas yang terletak/berada di Damija seperti : PAM, PLN, GAS, Telkom, dll.

 Data lain yang diperlukan untuk bangunan pelengkap lainnya.

 Data kondisi lereng berupa data properties tanah, data topografi, serta data lain berupa daerah peruntukkan pada lahan di sekitar lokasi longsor.

 Data banjir dan erosi.

 Bahan-bahan yang tersedia yang dapat menentukan macam konstruksi yang paling menguntungkan.

 Data mengenai informasi harga satuan dan biaya hidup sehari-hari.

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

 Data lain yang diperlukan serta usulan dari Dinas Pekerjaan Umum.

Selama Survei pendahuluan, konsultan akan mengecek semua data-data yang diperlukan tersebut dilapangan, memberi koreksi-koreksi seperlunya serta mengambil keputusan apa yang harus dilakukan pada saat desain.

Adapun tugas dari tim Survei pendahuluan ini antara lain :  Mencatat kerusakan jalan

 Menentukan jenis pengujian mekanika tanah yang sesuai, lokasi titik pengujian pada lereng tersebut serta perkiraan jenis keruntuhan yang timbul.

 Menentukan jenis konstruksi yang sesuai dengan kondisi lokasi pelaksanaan proyek.

 Menentukan tipe konstruksi yang paling baik untuk lokasi tersebut sehubungan dengan material dan kondisi tanah.

 Mencatat informasi banjir serta erosi yang terjadi  Menentukan titik referensi dari beton

 Mencatat material yang tersedia

 Membuat foto dokumentasi lapangan pada lokasi penting

 Data lain yang diperlukan.

Semua hasil Survei pendahuluan akan dilaporkan dalam bentuk laporan Survei pendahuluan lengkap dengan photo berwarna ukuran postcard.

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

Pengumpulan Data Lapangan

Pengumpulan data lapangan yang dilaksanakan pada pekerjaan ini sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja dilakukan dengan menggunakan data yang disederhanakan (simplified method), yaitu cara pengumpulan data lapangan sesuai standar pelaksanan yang ada dan telah dibakukan.

Survei Topografi

Pengukuran Survei topografi ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data topografi yang cukup untuk kebutuhan perencanaan dan dilakukan lokasi proyek

Detail dari pengukuran ini adalah sebagai berikut :  Pengukuran polygon dengan ketelitian 1 : 10.000

dan patok-patok permanen harus dipasang dengan interval tidak lebih dari 500 m serta dapat terlihat dengan mudah. Untuk kebutuhan review design data yang didapatkan harus sedetail mungkin, pada umumnya cross section dibuat per 12,5 m panjang jalan, sedang untuk lereng dilakukan pada perubahan kemiringan yang mencolok.

 Pengukuran jarak dapat dilakukan secara langsung atau menggunakan titik-titik sementara dan bantuan alat ukur elektronis.

Patok-patok pengukuran dapat berupa :

 Patok beton bertulang dengan ukuran 10 x 10 x 60 cm dipasang ditempat yang bebas dari gangguan lalu lintas atau lainnya selama pelaksanaan.

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

 Paku yang dipasang pada beton atau cara lainnya, pada bangunan-bangunan tetap.

Gambar peta topografi dibuat pada kertas melimeter dengan skala 1:1000 dengan garis kontur tiap interval 1 meter semua titik-titik kontrol harus dicantumkan dalam gambar.

Pengambilan Contoh Tanah

Pengambilan Contoh Tanah bertujuan untuk penyelidikan tanah tersebut dilaboratorium. Pengambilan Contoh Tanah dikerjakan dengan cara Disturbed Sample dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan. Umumnya pada lapisan tanah yang berbeda harus dilakukan pengambilan Contoh Tanah.

Dalam hal ini dilakukan batasan-batasan sebagai berikut :

 Pada daerah yang lapisan tanahnya sama, sekurang-kurangnya sejauh 2 km harus diambil 1 buah contoh tanah untuk jalan baru dan maksimum 5 km untuk peningkatan atau pemeliharaan jalan.  Pada tempat-tempat dimana terjadi perubahan

lapiran tanah, baik kedudukan maupun macamnya harus diambil contoh tanah.

 Untuk dinding lereng akan dilakukan percobaan pada titik-titik yang telah ditentukan saat Survai pendahuluan.

 Selain itu untuk perencanaan lereng, sampel tanah pada bagian kaki lereng terbawah dapat dilakukan

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

pengujian praktis guna penentuan perkiraan jenis keruntuhan yang timbul.

Test Laboratorium

Pelaksanaan Test Laboratorium dimaksudkan untuk mendapatkan data-data yang digunakan dalam perhitungan perencanaan.

c. Masa Konstruksi

Dalam masa konstruksi, Konsultan akan melaksanakan pengawasan dan pemantauan terhadap pencapaian program fisik proyek secara menerus dilapangan dan pengendalian proyek secara sistematis dengan menggunakan metode-metode yang sudah baku, adalah sebagai berikut :

 Membuat analisa, prediksi dan rekomendasi terhadap kendala-kendala yang berpengaruh terhadap kelancaran pelaksanaan proyek.

 Memberikan nasihat kepada Pemberi Tugas di dalam menyusun kebijakan dan langkah untuk mencegah dan mengurangi klaim.

 Menyediakan bantuan dan arahan yang tepat bagi Kontraktor pada saat ditemukannya masalah yang ada hubungannnya dengan dokumen kontrak, pemeriksaan terhadap survei tanah dasar, test pengawasan mutu, dan masalah lain yang berhubungan dengan dipenuhinya kontrak dan kemajuan pekerjaan.

 Menyediakan informasi yang diperlukan oleh Pemberi Tugas, menghadiri dan mencatat semua rapat/pertemuan dengan Kontraktor, Pemimpin Proyek, dan instansi terkait lainnya serta menyediakan bantuan teknis apabila diperlukan di

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

dalam kaitannya dengan pelaksanaan proyek dan masalah-masalah kontrak.

Sedangkan tugas Konsultan Pengawas dalam hal kontrak terhadap Kontraktor secara garis besar akan meliputi :

 Pengendalian teknis : aspek mutu, volume, waktu dan biaya  Pengendalian atas proses koordinasi terkait

 Pengendalian administrasi proyek  Evaluasi rencana proyek

 Pelaporan

d. Pengendalian Pelaksanaan

Bertindak untuk dan atas nama pemberi tugas mengendalikan pelaksanaan fisik pembangunan yang dilakukan oleh pelaksana kegiatan dengan rentang meliputi “preaudit”, “monitoring”, “dan “post-audit”.

Lingkup pengedalian antara lain meliputi :  Aspek mutu hasil pekerjaan

 Aspek volume pekerjaan

 Aspek waktu penyelesaian pekerjaan  Aspek biaya keseluruhan pekerjaan

Segala sesuatunya merujuk kepada ketentuan dan syarat-syarat yang tercantum dalam kontrak pemborongan.

Rentang Kendali Pre-audit

Kegiatan konsultan dalam rangka pengendalian teknis dalam tentang “pre-audit” adalah seluruh kegiatan konsultan sbelum melakukan pengawasan, yang terdiri dari :

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

 Pengecekan hasil perencanaan dengan membandingkan terhadap kondisis lapangan.

 Pemerikasaan terhadap kesiapan pelakasana kegiatan, yang meliputi material, peralatan, tenaga, dan jadwal pelaksanaan.

 Pengumpulan dan analisa data, informasi dan hasil perencanaan akan menghasilkan catatan mengenai seluruh kegiatan antara lain :

 Jenis pekerjaan  Kuantitas pekerjaan

 Kualitas yang dipersyaratkan  Schedule pelakasanaan  Schedule pembayaran  Review design

Pengecekan hasil perencanaan dilakukan dengan cara membawa hasil perencanaan ke lokasi untuk menentukan apakah hasil perencanaan tersebut telah sesuai dengan kondisi yang ada.

Apabila ternyata dari hasil pengecekan design tidak sesuai dengan kondisi lapangan, konsultan coordination tim akan membuat alternative lain yang sesuai untuk diajukan kepada pemberi tugas.

 Persiapan konstruksi

Material dan peralatan yang didatangkan pelaksana kegiatan akan diperiksa terlebih dahulu oleh konsultan sehingga benar-benar memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

Jadwal waktu yang dibuat oelh pelaksana kegiatan akan diteliti terlebih dahulu apakah sudah memadai terhadap volume pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan perkiraan tenaga kerja/tukang yang akan mengerjakannya serta alat yang akan digunakan. Apabila menurut analisa tidak seimbang antara volume dengan tenaga kerja dan peralatan terhadap waktu yang tersedia maka konsultan akan menyarankan kepada pelaksana kegiatan untuk menyiapkan tenaga kerja dan peralatan yang memadai agar bisa selesai tepat pada waktunya.

Penyimpangan biaya keseluruhan biasanya disebabkan oleh adanya pekerjaan tambahan sebagai akibat dari perubahan design dan pertambahan volume pekerjaan.

Agar tidak terjadi perubahan biaya terlalu besar, konsultan akan mengusulkan menggantikan nilai pekerjaan tambah itu dengan pengurangan pekerjaan lainnya sehingga terjadi kompensasi dan tidak memerlukan biaya tambah sepanjang hal tersebut memungkinkan dan mendapat persetujuan dari kepala Satker / pemimpin bagian pelaksana kegiatan fisik.

Dalam hal ini, konsultan berupaya menghindari pekerjaan tambah, justru mengupayakan pekerjaan kurang jika memang dari evaluasi teknis dan biaya memungkinkan untuk dilakukan pekerjaan kurang.

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

Dalam waktu kurang dari 14 hari sejak SPMK, diadakan pre construction meeting (PCM) dengan materi seperti telah dijelaskan dimuka

Rentang Kendali Monitoring

Kegiatan pengedalian teknis rentang “monitoring” adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama masa pelkasanaan pekerjaan. Meskipun konsultan pengawas telah melakukan “pre-audit” namun setiap langkah pelaksanaan pekerjaan akan terus dimonitor agar kalau terjadi penyimpangan segera diketahui dan dapat diluruskan kembali sesuai petunjuk yang benar. Selama periode ini konsultan akan selalu melakukan evaluasi terhadap progress dan kualitas pekerjaan yang dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan.

Dalam melakukan monitoring, kerjasama antara anggota tim akan kita jaga sebaik-baiknya sehingga informasi dan pelaporan bisa berjalan dengan cepat, sehingga kerugian yang menyangkut aspek mutu, volume, waktu, dan biaya keseluruhan hasil pekerjaan dapat dihindari atau ditekan sekecil-kecilnya. Selain mengawasi pekerjaan fisik konsultan pengawas juga memonitor aspek lingkungan sekitar proyek, agar jangan sampai pelaksana lapangan berikut tukang-tukangnya mengganggu, mematikan serta merusak flora dan fauna yang ada.

Faktor keselamatan kerja juga akan dimonitor secara rutin dengan memperhatikan peraturan-peraturan yang berlaku.  Rentang Kendali Post-audit

Setiap kemajuan penyelesaian pekerjaan akan merupakan prestasi kerja bagi pelaksana kegiatan. Kemajuan fisik ini

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

akan dipakai untuk pengajuan pembayaran senilai hasil kerjanya. Namun pelaksana kegiatan tidak akan bisa mengajukan permintaan pembayaran sebelum mendapat rekomendasi dari konsultan pengawas bahwa hasil pekerjaannya sudah memenuhi persyaratan teknis atau tidak.

e. Koordinasi Dengan Instansi Terkait

Konsultan pengawas dalam rangka melaksanakan tugas pengendalian teknis tersebut diatas berkewajiban mengendalikan proses koordinasi ysng perlu dilakukan oleh pihak lain (khususnya oleh pemberi tugas)

Koordinasi dengan instansi terkait, antara lain dilakukan dengan :  Dinas PU setempat

 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)  Konsultan lain yang terkait

 Instansi lain terkait lainnya

f. Pengendalian Administrasi Proyek

Dalam hal ini konsultan pengawas akan merancang, memberlakukan serta mengendalikan pelaksanaan keseluruhan sistem administrasi proyek yang diawasinya, yaitu mencakup antara lain : surat, memorandum, risalah, laporan, contoh barang, foto, berita acara, gambar, sketsa, brosur, kontrak, dan addendum dan lain-lain yang dianggap perlu.

Langkah-langkah dan tindakan yang akan dilakukan konsultan pengawas untuk maksud diatas adalah :

 Mempelajari, menanggapi, memecahkan dan menyelesaikan sampai tuntas maksud dari surat masuk maupun keluar.

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

 Memperhatikan memorandum dan risalah untuk pedoman dalam pelaksanaan tugas konsultan.

 Mempersiapkan dan mengecek contoh barang agar memenuhi persyaratan yang ditetapkan baik kualitas dan kuantitas.

 Membuat foto-foto dokumentasi pada setiap paket pekerjaan.  Mempelajari dan mengecek gambar-gambar / sketsa

pelaksanaan agar sebelum maupun sesudah pekerjaan selesai tidak terjadi penyimpangan.

 Membantu/menyiapkan addendum serta lain-lain yang dianggap perlu.

g. Evaluasi Rencana

Konsultan pengawas terus-memerus melakukan evaluasi atas rencana proyek yang akan dilaksanakan serta menyarankan perubahan/ penyempurnaan / penyesuaian rencana yang perlu dilakukan (bila ada) guna menjamin tercapainya maksud dan tujuan proyek dengan sebaik-baiknya.

h. Verifikasi Hasil Pekerjaan Pelaksana Kegiatan

Konsultan pengawas berwenang dan pada saatnya berkewajiban menyatakan bahwa hasil pekerjaan pelaksana kegiatan telah memenuhi segala persyaratan untuk proses selanjutnya yaitu persetujuan pemberi tugas. Verifikasi ini berupa sertifikasi pada saat pelaksana kegiatan mengajukan pembayaran. Rekomendasi-rekomendasi persetujuan, penundaan ataupun penolakan hasil kerja dilakukan saat tersebut berdasarkan hasil penelitian mutu dan volume yang diproduksi.

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

i. Kontrol Sistematik Terhadap Kegiatan Lapangan

Dalam konteks lebih luas, pekerjaan supervisi mengemban juga fungsi kontrol manajemen proyek konstruksi. Sebelum memeriksa hasil pekerjaan, perlu diperiksa dahulu persiapan kerjanya. Persiapan pekerjaan yang dilakukan setengah-setengah atau dengan cara perencanaan yang mendadak akan mengakibatkan hasil kerja yang tidak memuaskan. Untuk menanggulangi masalah ini, diperlukan suatu kontrol yang sistematik. Pengawas lapangan perlu menerapkan sistem kontrol yang baik di lapangan.

Kontrol yang sistematik terhadap kegiatan di lapangan memiliki 3 tujuan yaitu :

 Meninjau secara periodik hasil dan kemajuan pekerjaan pada beberapa bidang kegiatan pokok. Bilamana terdapat kekurangan yang terjadi, maka harus dikembangkan sasaran jangka pendek dan program kerja untuk mengantisipasinya.  Memastikan bahwa pekerjaan pengawasan berjalan secara

benar sehingga peringatan secara dini dapat diberikan apabila terjadi sesuatu kesalahan.

 Mengamankan bahwa biaya yang sudah dianggarkan oleh proyek tidak dilampaui bila tidak terjadi perubahan kontrak.

Bidang-bidang sasaran kegiatan pokok yang perlu dikontrol pada waktu peninjauan dilapangan yaitu:

 Pencapaian target kemajuan fisik  Pencapaian target keuangan

 Pengadaan dan pembelian barang, bahan dan peralatan

 Pemakaian tenaga kerja dan peralatan untuk menjamin efektivitas dan efisiensi kerja lapangan

USULAN TEKNIS : PT. GEO INTI SPASIAL

 Pemntapan kerja sama pekerja proyek dari seluruh bagian / divisi

 Hubungan dengan pihak pemilik

Tiap bidang tersebut diatas ditinjau apakah situasinya mantap, kurang memadai atau menunjukkan tendensi yang tidak menggembirakan.

Dengan mengetahui keadaan dan situasi masalah dengan benar, maka langkah-langkah yang diambil untuk mengatasinya akan lebih cepat dan efektif.

j. Kunjungan Lapangan/ Site Visit

Frekuensi kunjungan ke lapangan tergantung dari pentingnya keadaan lapangan, sifatnya dapat secara harian, mingguan. Frekuensi kunjungan juga dapat tergantung pada tahapan dari kepala satuan kerja non vertical tertentu proyek fisik yang mengelolanya beserta para timnya sesuai urgensinya.

k. Pengendalian Waktu

Merencanakan dan membangun adalah suatu aktifitas yang dinamis, dan yang dipengaruhi oleh bermacam-macam factor. Karena itu network/ s-curve chart yang telah disetujui sebagai pegangan untuk pelaksanaan harus secara periodik atau sesuai kondisi dicheck kembali :

 Apakah waktu yang direncanakan telah ditepati

 Akan ditepati dalam jangka panjang atua segera dan / atau  Nantinya akan ditepati (jangka panjang)

Dalam dokumen PENAWARAN TEKNIS (Halaman 30-75)

Dokumen terkait