• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

1.5. Metode Penelitian

1.5.6 Metode Pembahasan

Adapun metode pembahasan yang digunakan dalam peneitian ini adalah Metode Deskriptif. Metode Deskriptif merupakan metode yang memberikan

menjadi objek penelitian berupa uraian, dan gambaran yang akan menjelaskan objek penelitian

2.1. SEJARAH UMUM BPPRD KOTA MEDAN

Pada mulanya Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan adalah suatu sub bagian pada bagian keuangan yang mengelola bidang penerimaan dan pendapatan daerah. Pada sub bagian ini tidak terdapat lagi sub seksi, karena pada saat itu wajib pajak atau wajib retribusi yang berdomisili di daerah Kota Medan belum begitu banyak.

Mempertimbangkan bagaimana perkembangan dan laju pertumbuhan penduduk di Kota Medan melalui peraturan sub bagian keuangan tersebut dirubah menjadi bagian pendapatan. Pada bagian ini maka dibentuklah beberapa seksi yang mengelola penerimaan pajak dan retribusi yang merupakan kewajiban para wajib pajak atau wajib retribusi dalam Kota Medan yang terdiri dari 21 Kecamatan.

Sehubungan dengan intruksi Menteri Dalam Negeri KPUD No. 7/12/41-10 tentang penyeragaman struktur organisasi Dinas Pendapatan Daerah diseluruh Indonesia, maka Pemerintah Daerah Kota Medan berdasarkan PERDA No. 12 Tahun 1978 menyesuaikan

atau membentuk struktur organisasi DISPENDA yang baru. Di dalam struktur organisasi yang baru ini dibentuklah seksi-seksi administrasi Dinas Pendapatan Daerah serta bagian tata usaha yang membawahi 3 (tiga) Kepala sub bagian yang merupakan sub Sektor Perpajakan, Retribusi Daerah, dan Pendapatan Daerah yang merupakan kontribusi yang cukup penting bagi pemerintahan daerah dalam

mendukung serta memelihara hasil-hasil pembangunan dari peningkatan pendapatan daerah.

Seiring dengan tuntutan gerak pembangunan yang sedang berjalan terutama dari pola pendekatan yang selama ini dilakukan secara sektoral perlu dirubah secara fungsional dan disesuiakan dengan kebijaksanaan pemerintah yang paling akhir dibidang perpajakan, maka penyempurnaan telah dilaksanakan secara sungguh-sungguh sehingga akhirnya Manual Pendapatan Daerah (MAPATDA) berhasil disusun.

Adapun penyempurnaan dimaksud dituangkan dalam:

1. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 973/442 Tahun 1988 tanggal 26 Mei 1998, tentang Sistem dan Prosedur Perpajakan, Retribusi Daerah dan Pendapatan Daerah lainnya serta pemungutan Pajak Parkir di seluruh Indonesia.

2. Instruksi Mentri Dalam Negeri Nomor 10 Tanggal 26 Mei 1988, tentang pelaksanaan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 973/442 Tahun 1988.

3. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 1988, tentang pelaksanaan organisasi dan tata kerja Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Kota Medan.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, maka pada awal tahun 2017 setiap instansi vertical akan mengalami perubahan nomenklatur, salah satunya Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan (DISPENDA) yang berubah nama menjadi Badan Pengelola Pajak dan Retribusi DaerahKota Medan (BPPRD).

2.2. STRUKTUR ORGANISASI

Struktur Organisasi Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah KotaMedan terdiri dari:

1. Kepala Badan

2. Sekretariat, membawahkan : a. Sub Bagian Umum b. Sub Bagian Keuangan

c. Sub Bagian Penyusunan Program

3. Bidang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, Pajak Bumi dan Bangunan, membawahkan :

a. Sub Bidang Teknis Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan dan Pajak Bumi dan Bangunan

b. Sub Bidang Keberatan dan Sengketa c. Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan

4. Bidang Hotel, Restroran, dan Hiburan, membawahkan : a. Sub Bidang Teknis Hotel, Restoran, dan Hiburan b. Sub Bidang Keberatan dan Sengketa

c. Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan

5. Bidang Parkir, Reklame, Penerangan Jalan, Air Tanah, Sarang Burung Walet dan Retribusi, membawahkan :

a. Sub Bidang Teknis Parkir, Reklame, Penerangan Jalan, Air Tanah, Sarang Burung Walet dan Retribusi

b. Sub Bidang Keberatan dan Sengketa c. Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan

6. Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah, membawahkan:

a. Sub Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Evaluasi Pajak b. Sub Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Retribusi

c. Sub Bidang Hukum dan Publikasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 7. Unit Pelaksana Teknis (UPT)

8. Kelompok Jabatan Fungsional

2.3. TUGAS POKOK

Adapun tugas pokok dari masing-masing seksi pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah adalah sebagai berikut:

1. Kepala Bagian

Kepala Badan mempunyai tugas membantu Wali Kota sebagai unsur penunjang urusan pemerintahan lingkup pengelolaan pajak dan retribusi daerah.

2. Sekretaris

Sekretaris mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Badan lingkup kesekretariatan yang meliputi pengelolaan administrasi umum, keuangan dan penyusunan program serta fasilitasi pengoordinasian penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas Kepala Badan.

Setiap Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada sekretaris:

a) Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretaris lingkup administrasi umum.

b) Sub Bagian Keuangan, mempunyai tugas melaksanakan sebagaian tugas Sekretaris lingkup pengelolaan administrasi keuangan.

c) Sub Bagian Penyusunan Program mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas sekretaris lingkup penyusunan program dan pelaporan.

3. Bidang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, Pajak Bumi dan Bangunan, membawahkan.

Bidang Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Dan Pajak Bumi Dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Badan lingkup teknis pajak, keberatan dan sengketa,serta pembukuan dan pelaporan.

Setiap sub bidang yang dibawahi oleh Bidang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, Pajak Bumi dan Bangunan memiliki tugas sebagai berikut:

a) Kepala Sub Bidang Teknis Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Dan Pajak Bumi Dan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Dan Pajak Bumi Dan Bangunan lingkup pendataan dan pendaftaran, pemeriksaan, penetapan dan penagihan.

b) Sub Bidang Keberatan dan Sengketa mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Dan Pajak Bumi Dan Bangunan lingkup keberatan dan sengketa.

c) Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Dan Pajak Bumi Dan Bangunan lingkup pembukuan dan pelaporan.

4. Bidang Hotel, Restroran, dan Hiburan.

Bidang Hotel, Restoran, dan Hiburan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Badan lingkup hotel, restoran dan hiburan, lingkup teknis pajak, keberatan dan sengketa, serta pembukuan dan pelaporan.

Setiap sub bidang yang dibawahi oleh Bidang Hotel, Restoran, dan Hiburan memiliki tugas sebagai berikkut:

a) Kepala Sub Bidang Teknis Hotel, Restoran, dan Hiburan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Teknis Hotel, Restoran, dan Hiburan lingkup pendataan dan pendaftaran, pemeriksaan, penetapan, dan penagihan.

b) Kepala Sub Bidang Keberatan dan Sengketa mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Hotel, Restoran, dan Hiburan lingkup keberatan dan sengketa.

c) Kepala Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Hotel, Restoran, dan Hiburan lingkup pembukuan dan pelaporan.

5. Bidang Parkir, Reklame, Penerangan Jalan, Air Tanah, Sarang Burung Walet dan Retribusi.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Kepala Bidang Pajak Parkir, Reklame, Penerangan Jalan, Air Tanah, Sarang Burung Walet, dan Retribusi membawahkan 3 (tiga) Kepala Sub Bidang, antara lain:

a) Kepala Sub Bidang Teknis Parkir, Reklame, Penerangan Jalan, Air Tanah, Sarang Burung Walet, dan Retribusi mempunyai tugas melaksanakan

sebagian tugas Kepala Bidang Teknis Parkir, Reklame, Penerangan Jalan, Air Tanah, Sarang Burung Walet, dan Retribusi lingkup pendataan dan pendaftaran, pemeriksaan, penetapan, dan penagihan.

b) Kepala Sub Bidang Keberatan dan Sengketa mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Pajak Parkir, Reklame, Penerangan Jalan, Air Tanah, Sarang Burung Walet, dan Retribusi lingkup keberatan dan sengketa.

c) Kepala Sub Bidang Pembukuan dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Pajak Parkir, Reklame, Penerangan Jalan, Air Tanah, Sarang Burung Walet, dan Retribusi lingkup pembukuan dan pelaporan.

6. Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah.

Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan lingkup Pengembangan, dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah.

Setiap sub bidang yang dibawahi oleh Bidang Pengembangan dan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah memiliki tugas sebagaiberikut:

a) Kepala Sub Bidang perencanaan, pengembangan, dan evaluasi pajak daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang perencanaan, pengembangan, dan evaluasi pajak dan retribusi daerahlingkup perencanaan, pengembangan, dan evaluasi pajak daerah.

b) Kepala Sub Bidang perencanaan, pengembangan, dan evaluasi retribusi daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang

perencanaan, pengembangan, dan evaluasi pajak dan retribusi daerah lingkup perencanaan, pengembangan, dan evaluasi retribusi daerah.

c) Kepala Sub Bidang Hukum dan Publikasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Pengembangan Pengendalian Pajak dan Retribusi Daerah.

7. Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan membuka 7 (tujuh) lokasi kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang ada di 21 (dua puluh satu) kecamatan Kota Medan. Membuka Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) ini untuk memudahkan wajib pajak mendaftarkan usahanya.

8. Kelompok Jabatan Fungsional.

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.

3.1. Pajak Restoran

Berdasarkan Perda Kota Medan No. 5 Tahun 2011 Pajak Restoran adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh restoran. Restoran adalah fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga rumah makan, kafetaria, kantin, warung, bar dan sejenisnya termasuk jasa boga/katering.

3.2. Cara Perhitungan Pajak Restoran

Besarnya pajak yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif dengan dasar pengenaan pajak, secara umum perhitungan pajak restoran adalah sebagai berikut:

Pajak Terutang = Tarif × Dasar Pengenaan Pajak

Pajak Terutang = Tarif × Jumlah Pembayaran kepada Restoran Misalnya, Dasar Pengenaan Pajaknya sebesar Rp 2.000.000.

Maka Pajak Terutang = 10% x Rp 2.000.000

= Rp 200.000

a) Masa Pajak Restoran adalah jangka waktu pajak yang lamanya 1 (satu) bulan kalender.

b) Pajak Terutang dalam masa pajak terjadi pada saat pembayaran dan/atau yang seharusnya dibayarkan oleh Wajib Pajak. Setiap wajib pajak wajib menerima, mengisi dan menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD). SPTPD tersebut harus diisi dengan jelas, benar dan lengkap

serta ditandatangani oleh Wajib Pajak dan Kuasanya, kemudian harus disampaikan kepada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah berakhirnya masa pajak.

3.3. Jumlah Wajib Pajak Restoran

TABEL 3.1

Jumlah Wajib Pajak Restoran yang terdaftar pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan Tahun 2015-2019 No KLASIFIKASI

Sumber: Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan

3.4. Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Restoran TABEL 3.2

Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Restoran pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan Tahun 2015-2019

TAHUN TARGET REALISASI PERSENTASE

2015 123.215.873.083,00 124.409.617.130,10 100,97%

2016 126.215.837.083,00 130.918.16.083,00 103,73%

2017 132.215.837.083,00 151.046.712.793,00 114,24%

2018 170.000.000.000,00 172.788.503.063,71 101,64%

2019 204.000.000.000,00 209.883.937.063,74 102,88%

Sumber: Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Meda

3.5. Target dan Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan

TABEL 3.3

Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan Tahun 2015-2019

TAHUN TARGET REALISASI

2015 1.794.704.774.012,45 1.413.442.053.247,36 2016 1.338.127.546.952,00 1.135.048.520.750,23 2017 1.392.127.546.952,00 1.380.349.594.488,49 2018 1.408.770.116.276,00 1.308.458.605.694,00 2019 1.616.553.387.786,00 1.463.915.001.282,00 Sumber: Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan

*Pendapatan Asli Daerah, terdiri dari:

a) Pendapatan Pajak Daerah b) Retribusi Daerah

c) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah d) Lain-lain PAD yang sah.

4.1. Persentase Target dan Realisasi Pajak Restoran di Kota Medan pada tahun 2015-2019

Setiap oraganisasi atau instansi apapun itu pasti akan melakukan yang terbaik demi kebaikan didalamnya, banyak cara yang dapat dilakukan yaitu salah satunya ialah dengan membuat Target/Anggaran didalam keuangan dimasa yang akan datang. Target/Anggaran adalah suatu perencanaan didalam perusahaan atau organisasi yang disusun secara sistematis, terpadu dan jelas yang biasanya berbentuk angka dan bertujuan sebagai pedoman dalam kegiatan – kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu yang telah ditentukan dan sebagai acuan untuk memenuhi yang diharapkan. Untuk dapat mengetahui anggaran memenuhi yang di harapkan atau tidak maka dapat dilihat melalui realisasi didalam waktu yang telah ditentukan tersebut. Sama seperti Pajak Restoran di Kota Medan pastilah memiliki target yang akan dicapai dan juga realisasinya. Berikut ini Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Restoran pada Badan Pengelola Pajak dan Restribusi Daerah Kota Medan pada tahun 2015 – 2019

TABEL 4.1

Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Restoran pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan Tahun 2015-2019

TAHUN TARGET REALISASI PERSENTASE

2015 123.215.873.083,00 124.409.617.130,10 100,97%

2016 126.215.837.083,00 130.918.136.083,00 103,73%

2017 132.215.837.083,00 151.046.712.793,00 114,24%

2018 170.000.000.000,00 172.788.503.063,71 101,64%

2019 204.000.000.000,00 209.883.937.063,74 102,88%

Sumber: Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan

Berdasarkan Tabel 4.1 diatas penulis akan menjelaskan penerimaan pajak restoran pada BPPRD Kota Medan selama 5 tahun terakhir, mulai tahun 2015 sampai 2019.

a) Pada tahun 2015, target penerimaan sebesar Rp123.215.837.083,00 sedangkan realisasi penerimaanya sebesar Rp124.409.617.130,10 dengan persentase 100,97%, artinya realisasi penerimaan pajak restoran pada tahun 2015 menunjukkan peningkatan sebesar 5,99% dari tahun 2014, dan lebih dari target yang telah ditetapkan sebesar 0,97%.

b) Pada Tahun 2016, mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan target penerimaan sebesar Rp126.215.837.083,00 sedangkan realisasi penerimaan sebesar Rp130.918.136.416,14 selisih Rp4.702.299.400 dengan persentase 103,73%.

c) Pada Tahun 2017, realisasi penerimaan mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari tahun-tahun sebelumnya sebesar

Rp151.046.712.793,00 dari target Rp132.215.837.083,00 dengan persentase 114,24% dan melebihi target sebesar Rp18.830.875.710.

d) Pada Tahun 2018, realisasi penerimaan sebesar Rp172.788.503.063,71 dengan target Rp170.000.000.000,00 dengan persentase 101,64% artinya target yang telah ditetapkan tercapai dan melebihi target sebesar Rp2.788.503.063,71 atau 1,64% dari target yang ditetapkan.

e) Pada Tahun 2019, realisasi penerimaan sebesar Rp209.88.937.063,74 dengan terget Rp 204.000.000.000,00 dengan persentase 102,88% artinya target yang telah ditetapkan tercapai dan melebihi targer sebesar Rp5.883.937.063,74 atau 2,88% dari targeet yang ditetapkan.

Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa Penerimaan Pajak dari tahun 2015 – 2019 sudah memenuhi Target/Anggaran yang telah ditentukan. Dan persentase nya mulai dari tahun 2015 – 2019 mengalami naik dan turun, dan persentase paling tinggi terdapat pada tahun 2017.

4.2. Kontribusi Pajak Restoran Terhadap Pajak Daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

1. Target dan Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan Tahun 2015-2019

TABEL 4.2

Jumlah Wajib Pajak Restoran yang terdaftar pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan Tahun 2015-2019 No Klasifikasi

Sumber: Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan

Mengingat saat ini jumlah restoran di Kota Medan setiap tahunnya terus meningkat dan juga hampir disetiap sudut-sudut Kota Medan kita jumpai restoran, mulai dari rumah makan, restoran cepat saji, cafe, bar, dan lainnya. Dalam hal ini pajak restoran dapat dikatakan salah satu pajak yang berpotensial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Berikut ini adalah Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah pada BPPRD Kota Medan tahun 2015-2019.

TABEL 4.3

Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan Tahun 2015-2019

TAHUN TARGET REALISASI

2015 1.794.704.774.012,45 1.413.442.053.247,36

2016 1.338.127.546.952,00 1.135.048.520.750,23

2017 1.392.127.546.952,00 1.380.349.594.488,49

2018 1.408.770.116.276,00 1.308.458.605.694,00

2019 1.616.553.387.786,00 1.463.915.001.282,00

Sumber: Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan

*Pendapatan Asli Daerah, terdiri dari:

a) Pendapatan Pajak Daerah b) Retribusi Daerah

c) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah d) Lain-lain PAD yang sah.

2. Kontribusi Penerimaan Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan Tahun 2015-2019

Untuk menghitung Kontribusi Penerimaan Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah, Penulis menggunakan rumus:

Kontribusi Penerimaan =

x 100%

1) Kontribusi Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2015 Berdasarkan Tabel 4.1 dan Tabel 4.3

a. Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah tahun 2015 sebesar Rp1.413.442.053.247,36

b. Realisasi Penerimaan Pajak Restoran tahun 2015 sebesar Rp124.409.617.130,10

c. Perhitungan Kontribusi tahun 2015:

Kontribusi Penerimaan =

x 100%

= 8.80%

Dengan demikian kontribusi realisasi penerimaan Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2015 sebesar 8.80%.

2) Kontribusi Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2016 Berdasarkan Tabel 4.1 dan Tabel 4.3

a. Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah tahun 2016 sebesar Rp1.135.048.520.750,23

b. Realisasi Penerimaan Pajak Restoran tahun 2016 sebesar Rp130.918.136.416,00

c. Perhitungan Kontribusi tahun 2016:

Kontribusi Penerimaan =

x 100%

= 11.53%

Dengan demikian kontribusi realisasi penerimaan Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2016 sebesar 11.5%.

3) Kontribusi Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2017 Berdasarkan Tabel 4.1 dan Tabel 4.3

a. Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah tahun 2017 sebesar Rp1.380.349.594.488,49

b. Realisasi Penerimaan Pajak Restoran tahun 2017 sebesar Rp151.046.721.793,00

c. Perhitungan Kontribusi tahun 2017:

Kontribusi Penerimaan =

x 100%

= 10.94%

Dengan demikian kontribusi realisasi penerimaan Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2017 sebesar 10.94%.

4) Kontribusi Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2018 Berdasarkan Tabel 4.1 dan Tabel 4.3

a. Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah tahun 2018 sebesar Rp1.308.458.605.694,00

b. Realisasi Penerimaan Pajak Restoran tahun 2018 sebesar Rp172.788.503.063,71

c. Perhitungan Kontribusi tahun 2018:

Kontribusi Penerimaan =

x 100%

= 13.20%

Dengan demikian kontribusi realisasi penerimaan Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2018 sebesar 13.20%.

5) Kontribusi Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2018 Berdasarkan Tabel 4.1 dan Tabel 4.3

a. Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah tahun 2019 sebesar Rp1.463.915.001.282,00

b. Realisasi Penerimaan Pajak Restoran tahun 2019 sebesar Rp209.883.937.063,74

c. Perhitungan Kontribusi tahun 2019:

Kontribusi Penerimaan =

x 100%

= 14.33%

Dengan demikian kontribusi realisasi penerimaan Pajak Restoran terhadap PAD tahun 2019 sebesar = 14.33%.

Berdasarkan dari hasil perhitungan kontribusi penerimaan Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah diatas, maka dapat dituangkan dalam bentuk tabel, sebagai berikut:

TABEL 4.4

Kontribusi Penerimaan Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan Tahun 2015-2019

TAHUN PAJAK

RESTORAN

PENDAPATAN ASLI DAERAH (Rp)

PERSENTASE 2015 124.409.617.130,10 1.413.442.053.247,36 8.80%

2016 130.918.136.083,00 1.135.048.520.750,23 11.53%

2017 151.046.712.793,00 1.380.349.594.488,49 10.94%

2018 172.788.503.063,71 1.308.458.605.694,00 13.20%

2019 209.883.937.063,74 1.463.915.001.282,00 14.33%

4.3. Hambatan Yang Dihadapi Oleh Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah (BPPRD) Dalam Memperoleh Pajak Restoran Yang Ada di Kota Medan

Adapun hambatan yang dihadari oleh Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah (BPPRD) kota medan adalah sebagai berikut:

a) Partisipasi Masyarakat (Wajib Pajak)

Partisipasi Wajib Pajak Restoran merupakan salah satu faktor yang menjadi hambatan. Dalam hal ini tingkat kepatuhan wajib pajak masih rendah, dapat terlihat dalam:

1) Masih ada wajib pajak yang tidak mendaftarkan usaha restorannya.

2) Masih ada wajib pajak yang tidak menyetor pajak restorannya.

3) Masih ada wajib pajak yang tidak melapor SPTPD-nya.

4) Masih adanya wajib pajak restoran yang tidak tepat waktu melapor STPD-nya, dan

5) Masih banyak wajib pajak yang kurang memahami Pajak Daerah.

b) Kurangnya Profesionalitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki BPPRD Kota Medan. Masih ditemui atau masih adanya petugas Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan yang belum bekerja secara efektif khusunya bagi petugas yang berkaitan dengan penyuluhan.

4.3.1. Upaya yang dilakukan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Restoran

Adapun beberapa upaya yang dilakukan oleh Badan Pengelola Pajak Kota Medan untuk meningkatkan penerimaan Pajak Restoran, antara lain:

1. Melakukan Kegiatan Ekstensifikasi

Ekstensifikasi adalah kegiatan yang berkaitan dengan penambahan jumlah wajib pajak yang belum terdaftar dan perluasan objek pajak.

a) Menambah wajib pajak restoran dengan melakukan pengawasan dan pendataan ulang terhadap wajib pajak restoran, sehingga para pelaku usaha yang usahanya menjadi objek pajak restoran dan belum terdaftar serta belum melaksanakan kewajiban pajaknya dapat melaksanakan kewajiban perpajakanya.

b) Menambah jumlah personil yang melakukan pendataan dilapangan, sehingga proses pendataan dapat berjalan dengan optimal.

c) Penindakan penegakan berdasarkan Peraturan Daerah dengan membentuk tim bersama instansi pemerintah seperti Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja, Kejaksaan dan instansi lainnya.

d) Menyampaikan Surat Teguran kepada Wajib Pajak yang belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD).

2. Melakukan Kegiatan Intensifikasi

Intensifikasi pajak adalah kegiatan yang dilakukan untuk menambah jumlah penerimaannya dari wajib pajak yang sudah terdaftar sebagai wajib pajak daerah. Sedangkan proses pelaksanaan kegiatan intensifikasi pajak daerah dimulai dari:

a) Melakukan pembinaan dan sosialisasi peraturan terkait pajak restoran.

b) Melakukan pengawasan sekaligus melakukan pemeriksaan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dalam melakukan kewajiban membayar pajak restorannya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, sehingga jika ada wajib pajak restoran yang membayar pajak restorannya dapat segera dilakukan penagihan.

5.1. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan diatas melalui data-data yang diperoleh antara lain:

1. Target dan Realisasi penerimaan pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan selalu mencapai target setiap tahunnya, persentase paling tinggi terjadi pada tahun 2017 yaitu mecapai 114,24%

dengan target 132.215.837.083,00 dan realisasi sebesar

151.046.712.793,00. Pencapaian itu melebihi 14,24% dari target yang ditentukan.

2. Kotribusi pajak restoran terhadap pajak daerah dan pendapatan asli daerah Kota Medan terbilang cukup efektif, dapat dilihat pada tabel 4.4 dimana kontribusi yang diberikan sektor pajak restoran selalu melewati 10% mulai dari tahun 2016-2019.

3. Hambatan yang dihadapi oleh Badan Pengelola Pajak dan Retibusi Daerah (BPPRD) Kota Medan dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Restoran diantaranya masih ada wajib pajak yang tidak mendaftarkan usaha restorannya, masih ada wajib pajak yang tidak menyetorkan pajak restorannya, masih ada wajib pajak yang tidak melapor STPDnya, masih ada wajib pajak yang tidak tepat waktu melapor STPDnya, dan masih ada pegawai/petugas BPPRD yang berkerja kurang efektif.

5.2. SARAN

Adapun saran yang dapat penulis berikan berdasaran kesimpulan diatas dengan harapan dapat lebih mensukseskan Penerimaan Pajak Restoran di Kota Medan adalah sebagai berikut:

1. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan harus lebih meningkatkan lagi kegiatan-kegiatan seperti sosialisasi, penyuluhan dan pendekatan kepada wajib pajak melalui iklan-iklan dikoran, brosur-brosur/reklame dipinggir jalan maupun videotron dan sebagainya.

2. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan harus dapat menindak lebih keras lagi kepada wajib pajak yang berusaha menghindari kewajiban dalam membayar pajak.

3. Memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang sadar dan patuh dalam membayarkan kewajibannya.

Negara, Tunggal Anshari Setia. 2017. Ilmu Hukum Pajak. Malang. Stara Press Nurcholis, Hanif. 2005. Teori dan Praktik Pemerintahan Dan Otonomi Daerah.

Jakarta. PT. Grasindo

Mardiasmo. 2016. Perpajakan Edisi Terbaru 2016. Yogyakarta. Andi Suandi, Erly. 2014. Hukum Pajak Edisi 6. Jakarta. Salemba Empat

Rangkuti, Indra Efendi; dkk. 2018. Perpajakan Indonesia Teori dan Kasus.

Madenatera

Internet

Dian, Taufik Nur. 2011. Sistem Penugasan Wajib Pajak Terhadap Peraturan Perpajakan. https://taufiqnurdian.wordpress.com/about/ (Diakses Pada 14

Dian, Taufik Nur. 2011. Sistem Penugasan Wajib Pajak Terhadap Peraturan Perpajakan. https://taufiqnurdian.wordpress.com/about/ (Diakses Pada 14

Dokumen terkait