BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5. Metode Pembelajaran Klinik
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh lembaga penyelenggara (instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dsb) untuk mempersiapkan generasi yang lebih baik di masa yang akan datang (Makarao, 2009).
Secara khusus pendidikan dilakukan oleh pelaksana pendidikan yaitu pendidik (guru, tutor, pelatih, instruktur, widyaiswara) terhadap peserta didik supaya lebih mampu berperan dalam melaksanakan tugas, pekerjaan, dan kehidupan di masa datang.
commit to user xxxi
Metode pembelajaran menurut Knowles (1979), adalah cara pengorganisasian peserta didik untuk mencapai pendidikan. Metode mencakup
pembelajaran individual (individual learning method), pembelajaran
kelompok (group learning method), dan pembelajaran komunitas
(comumunity learning method). Karakteristik metode pembelajaran
merupakan salah satu unsure kurikulum dan digunakan dalm proses pembelajaran. Karakteristik metode pembelajaran adalah luwes, terbuka, dan partisipatif.
Dibawah ini meruipakan metode-metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran (Yamin, 2009):
a. Metode Penugasan
Metode penugasan merupakan suatu cara pemberian kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang dipersipakan guru. Dalam melaksanakan tugas ini siswa dalam memperoleh pengalaman secara langsung dan nyata. Melalui metode ini siswa dapat mengembangkan berbagai keterampilan dan pembiasaan untuk kerja mandiri serta bersikap jujur.
b. Metode Eksperimen
Metode eksperimen merupakan suatu cara untuk memberikan kesempatan kepada siswa secara perseorangan atau kelompok untuk berlatih melakukan suatu proses percobaan secara mandiri. Melalui metode ini siswa sepenuhnya terlibat, antara lain dalam merencanakan eksperimen, menemukan fakta, mengumpulkan data, mengendalikan variable, menganalisis data,
commit to user xxxii
menarik kesimpulan, merumuskan, prinsip atau hukum. Metode ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan sikap ilmiah pada diri sendiri.
c. Metode Proyek
Metode proyek merupakan suatu cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan dan mengembangkan sebanyak mungkin pengetahuan yang diperoleh dari berbagai mata pelajaran. Melalui metode ini diharapkan siswa dapat dilatih baik secara individual maupun secara kelompok untuk menelaah suatu pelajaran dengan wawasan yang lebih luas, memantapkan pengetahuan yang telah diperoleh, meningkatkan penghargaan terhadap lingkungan, memahami dan berupaya memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari serta menyalurkan minat yang memungkinkan baik dilihat dari segi waktu atau bahan pelajaran dari berbagai mata pelajaran.
d. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui proses wahana tukar pendapat dan informasi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh guru memecahkan suatu masalah, memperjelas suatu bahan pelajaran dan mencapai suatu kesepakatan.
e. Metode Widyawisata
Metode Widyawisata adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran dengan membawa siswa langsung ke obyek yang akan dipelajari yang terdapat di luar kelas atau di lingkungan kehidupan nyata. Agar widyawisata ini dapat mencapai hasil yang optimal, maka diperlukan adanya perencanaan yang
commit to user xxxiii
matang, pelaksanaan yang efektif dan efisien, serta adanya kegiatan tindak lanjut seperti laporan diskusi, deklasi, pameran sederhana, pembuatan karangan siswa pada Koran sekolah. Majalah dinding, atau media lainnya dan evaluasi keseluruhan program wisata.
f. Metode Bermain peran
Metode bermain peran adalah salah satu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi, daya ekspresi dan penghayatan siswa. Kegiatan memerankan seseorang atau sesuatu akan membuat siswa mudah memahami dan mudah menghayati hal-hal yang dipelajari.
g. Metode Demonstrasi
Demonstrasi diartikan sebagai metode yang mengutamakan
pengungkapan sesuatu (showing). Dalam hubungan ini dapat disertai pula
dengan : Tanya jawab, diskusi maupun praktik. Apabila lebih banyak
ditekankan pada praktik oleh peserta latihan seperti on the job trainning dan
simulasi, maka metode ini sering disebut Demonstrasi prestasi kerja (Demonstrasi Performance). Demonstrasi merupakan metode dasar dalam menyampaikan keahlian baru kepada peserta didik. Ini merupakan proses menunjukkan kepada peserta didik, bagaimana sesuatu harus dilakukan. Ketika pelatih/fasilitator menunjukkan cara kerja sesuatu, pelatih harus menjelaskan bagaimana dan mengapa masing-masing langkah tersebut harus dilakukan. Demonstrasi menjadi efektif, karena menarik panca indera peserta didik.
commit to user xxxiv
h. Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah suatu penyajian bahan pelajaran melalui bentuk pertanyaan yang dijawab siswa. Metode ini sering digunakan dalam proses belajar mengajar bersama-sama dengan metode laaian. Tanya jawab seting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana bahan pelajaran yang sedang atau telah dibahas itu dipahami siswa. Dari hasil Tanya jawab guru dapat memperjelas atau meluruskan pemahaman siswa mengenai suatu bahan pelajaran tertentu.
i. Metode Latihan
Metode latihan merupakan suatu metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih melakukan suatu keterampilan tertentu berdasarkan penjelasan atau petunjuk guru.
j. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah peserta didik yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literature atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham peserta didik.
k. Metode Cerita
Metode cerita adalah suatu penanaman nilai-nilai kepada siswa dengan mengungkapkan kepribadian tokoh-tokoh melalui penuturan hikayat,
commit to user xxxv
legenda, dongeng dan sejarah local. Metode ini dapat digunakan untuk membantu penghayatan nilai dan moral serta pembentukan sikap.
l. Metode Simulasi
Simulasi adalah kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada pembelajar untuk meniru suatu kegiatan yang dituntut dalam pekerjaan sehari-hari atau yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya.
m. Metode Curah Pendapat (Brainstroming)
Brainstroming merupakan metode pembelajaran melalui penggalian pendapat dari pembelajar. Fasilitator melontaarkan suatu topik permasalahn kepada pembelajar. Kemudian pembelajar diminta mengemukakan pendapat, gagasan, atau saran untuk menyelesaikan masalah yang dilontarkan, untuk kemudian dirumuskan oleh fasilitator.
Metode Pembelajaran Klinik
Pembelajaran klinik menempatkan peserta didik pada situasi klinik yang sesungguhnya dimana peserta didik dapat mengamati dan mempraktikkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai standar kinerja yang disepakati. Pembimbing klinik memerlukan interaksi yang intensif antara pembimbing klinik dengan peserta didik, interaksi seperti ini diperlukan untuk membantu peserta belajar dan menerapkan pengetahuan khusus, perilakuk positif dan mengembangkan keterampilan serta pemecahan masalah klinik. Keterampilan klinik dikembangkan melalui suatu proses yang disebut dengan coaching.
commit to user xxxvi
Proses coaching meliputi 3 fase :
1) Demonstrasi keterampilan klinik oleh pembimbing
2) Praktik keterampilan oleh peserta didik di bawah pengawasan langsung
pembimbing, pertama pada model selanjutnya dengan klien
3) Evaluasi kompetensi keterampilan peserta didik oleh pembimbing
Seorang pembimbing (coach) efektif adalah seseorang yang memiliki
karakteristik sebagai berikut : sabar dan mendukung, memberikan pujian dan penguatan positif, memperbaiki kesalahan peserta didik namun tetap mempertahankan harga dirinya serta mendengarkan dan mengamati. Dengan kata lain coach yang efektif adalah focus pada praktik, selalu mendorong kerjasama, berusaha mengurangi kecemasan, memperkuat komunikasi dua arah dan sebagai fasilitator dalam proses belajar.
Pendekatan pembelajaran yang efektif dirancang dan diselenggarakan sesuai dengan prinsip-prinsip :
a) Belajar Orang Dewasa
- Dimulai dari pengalaman
- Peserta didik memahami akan kebutuhan
- Menggunakan metode yang bervariasi
- Melakukan praktik menggunakan model anatomi
- Membudayakan pengalaman
- Realistis
commit to user xxxvii
b) Behavior Modeling
- Role Model
- Gambaran jenis kinerja (performance)
c) Competency Based Education
- Penekanan pada pengelolaan perilaku
- Memfasilitasi dan memotivasi peserta didik
- Standarisasi penilaian belajar, instrument penilaian belajar
- Evaluasi kinerja
d) Humanistik
- Memfasilitasi proses belajar dimulai pada model
- Pembimbing memeragakan keterampilan
- Peserta didik memperagakan keterampilan pada model sampai kompeten
- Peserta didik mempraktikkan pada klien