KOMPETENSI DASAR Bilangan
B. Metode Pemberian Tugas
3. Metode Pemberian Tugas Kelompok
a. Pengertian metode pemberian tugas kelompok
Moedjiono (1999: 61) mengemukakan metode pemberian tugas kelompok dapat diartikan sebagai format belajar-mengajar yang menitikberatkan pada interaksi siswa yang satu dengan siswa yang lain dalam suatu kelompok guna menyelesaikan tugas-tugas belajar secara bersama-sama.
Robert L. Cilstrap (Roestiyah, 1998: 15) menyatakan bahwa metode pemberian tugas kelompok merupakan suatu kegiatan kelompok siswa yang baiasanya berjumlah kecil untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu tugas.
Sedangkan Ulih Bukit (1991: 57) mengatakan bahwa metode pemberian tugas kelompokadalah suatu kegiatan pembelajaran dengan terlebih dahulu guru memberikan tugas kepada siswa secara kelompok. Jadi siswa disusun secara berkelompok dalam jangka waktu tertentu untuk melakukan kegiatan belajar secara berkelompok dan mengerjakan tugas yang diberikan secara berkelompok.
Metode pemberian tugas kelompok bertujuan untuk mengkondisikan peserta didik dalam suatu group atau kelompok sebagai satu kesatuan dan diberikan tugas untuk dibahas dalam kelompok tersebut. Karena itu guru dituntut untuk mampu menyediakan bahan-bahan pelajaran yang secara manipulasi mampu melibatkan anak bekerjasama dan berkolaborasi dalam kelompok.
26
Dalam menerapkan metode pemberian tugas kelompok guru dituntut untuk memiliki keterampilan dalam mengelompokkan tugas-tugas yang hendak diselesaikan oleh siswa. Nana Sudjana (2002: 82) mengemukakan bahwa kelompok dibuat berdasarkan a) perbedaan individual dalam kemampuan belajar, b) perbedaan minat belajar, c) pengelompokkan berdasarkan jenis pekerjaan yang akan diberikan, d) pengelompokkan atas dasar wilayah tempat tinggal siswa, e) pengelompokkan secara random atau dilotre, f) pengelompokkan atas dasar jenis kelamin.Adapun pengelompokkan itu didasarkan pada hal-hal di bawah ini:
1) Adanya alat pelajaran yang tidak mencukupi jumlahnya
Agar penggunaan alat peraga dapat dimanfaatkan adan dipergunakan dengan sebaik-baiknya maka siswa perlu dijadikan kelompok-kelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil itu dibagi berdasarkan jumah fasilitas yang tersedia
2) Pengelompokan berdasarkan kemampuan belajar
Pengelompokkan ini juga diperlukan terutama pada waktu guru menghadapi komposisi keanggotaan kelompok yang sangat heterogen kecakapannya. Cara pengelompokkan ini akan menghasilkan kelompok yang homogen kecakapannya atau kelompok yang heterogen kecakapannya.
3) Pengelompokkan berdasarkan minat individu
Pengelompokkan ini perlu diperhatikan mengingat bahwa setiap individu siswa memiliki minat yang bisa jadi berbeda satu sama lain, sehingga memungkinkan dibentuknya kelompok-kelompok tersebut untuk dapat dikembangkan minat-minat tersebut.
27 4) Memperbesar partisipasi siswa
Dalam hal ini partisipasi siswa dalam memecahkan masalah kelompok sangat dibutuhkan sekali, maka dari itu setiap kelompok diberi tugas yang sama sehingga dimungkinkan dengan pembagian tugas ini akan memperbesar partispasi siswa untuk melaksanakan dan memecahkannya secara bersama-sama.Selain pemberian tugas yang sama pada setiap kelompok kecil (3-4 orang) sehingga dapat dipastikan siswa akan terlibat dalam melaksanakan tugas kelompok
5) Pemberian tugas atau pekerjaan
Pengelompokkan dilaksanakan karena adanya tugas atau pekerjaan yang akan diselesaikan oleh siswa. Setiap kelompok harus bertangguang jawab terhadap tugasnya masing-masing. Namun demikian guru harus dapat memilih tugas yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa
6) Kerja efektif
Kerja merupakan hal yang utama dalam menjawab tugas-tugas yang hendak diselesaikan. Setiap siswa harus dapat menyesuaikan diri dengan kelompoknya, ia harus dapat menyeimbangkan pikiran atau pendapat atau tenaga untuk kepentingan bersama dapat dicapai tujuan yang sama pula.
Dari uraian di atas penentuan kelompok berdasarkan partisipasi siswa agar siswa dapat memecahkan masalah bersama-sama dengan anggota kelompoknya dan juga membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan jumlah 3-4 orang agar siswa terlibat aktif dalam memecahkan masalahnya.
28
Menurut Salahudin, (1999: 56) tugas kelompok dibagi menjadi 3 macam yaitu :
1) Tugas kelompok berjangka pendek
Tugas kelompok berjangka pendek bisanya disebut dengan rapat kilat karena hanya mengambil waktu + 15 menit, dengan bertujuan untuk memecahkan persoalan yang sifatnya khusus yang terdapat pada suatu masalah.
2) Tugas kelompok berjangka panjang
Tugas kelompok jangka panjang adalah pekerjaan yang memakan waktu yang cukup panjang danlama misalnya 2 hari, satu minggu, satu bulan atau bahkan lebih tergantung pada luas dan banyakanya pekerjaan yang harus diselesaikan siswa. Apabila kelompok siswa yang satu sudah menyelesaikan tugasnya, maka kelompok siswa itu dapat membantu kelompok yang lain berdasarkan dengan minat siswa tersebut.
3) Tugas kelompok campuran
Tugas kelompok campuran dibagi menjadi kelompok-kelompok yang disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa. Dalam kelompok ini siswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaanya sesuai dengan kemampuan masing-masing kelompok. Agar kerja tugas kelompok ini dapat mencapai sasaran, guru harus memperhatikan hal-hal yaitu menyediakan tugas atau kegiatan belajar yang sesuai dengan kemampuan belajar setiap kelompok,
29
kemudian setiap tugas disusun sehingga setiap kelompok dapat megerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain atau guru.
Bentuk tugas kelompok yang diambil oleh peneliti adalah tugas kelompok berjangka pendek karena waktu yang diambil untuk melakukan tugas kelompok itu hanya 90 menit dan persoalan yang hendak dipecahkan hanya bersifat khusus mengenai pokok bahasan tertentu.
b. Langkah-langkah metode pemberian tugas kelompok
Menurut Roestiyah, (1998: 19) menyebutkan bahwa ada 6 langkah agar kerja kelompok dapat berhasil yaitu:
1) Menjelaskan tugas kepada siswa
2) Menjelaskan apa tujuan tugas kelompok 3) Membagi kelas menjadi beberapa kelompok
4) Setiap kelompok menunjuk seorang pencatat yang akan membuat laporan tentang hasil tugas kelompok
5) Guru berkeliling selama penyelesaian tugas kelompok berlangsung, bila perlu memberi saran/pertanyaan
6) Guru membantu menyimpulkan kemajuan dan menerima hasil kerja kelompok.
Keenam langkah di atas pelu diterapkan oleh peneliti agar siswa dalam melakukan penyelesaian tugas kelompok yang dilakukan pada saat penelitian dapat menghasilkan tujuan yang diharapkan yaitu siswa dapat menyelesaikan tugas dengan baik.
Selanjutnya Nana Sudjana (2002: 83) mengemukakan tentang petunjuk pelakanaan bekerja dalam kelompok untuk mencapai hasil yang baik yaitu :
1) perlu adanya motif (dorongan) yang kuat untuk bekerja pada setiap anggota
2) pemecahan masalah dapat dipandang, sebagai satu unit dipecahkan bersama-sama atau masalah dibagi-bagi untuk dikerjakan
masing-30
masing secara individual, hal ini bergantung kepada kompleks tidaknya masalah yang akan dipecahkan.
3) persaingan yang sehat antar kelompok bisanya mendorong anak untuk belajar
4) situasi yang menyenangkan antara anggota banyak menentukan berhasil tidaknya kerja kelompok.
c. Kelebihan metode pemberian tugas kelompok
Masnur dan Nur Hasanah (1992:88) mengatakan bahwa ada beberapa hal yang merupakan kelebihan dari metode pemberian tugas kelompok ini, antara lain:
1) Guru bebas melaksanakan dan memberikan bantuan kepada siswa. 2) Melibatkan siswa secara langsung dalam proses belajar.
3) Menyediakan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi.
4) Siswa yang berperan serta dalam suatu tugas dapat mengembangkan rasa percaya diri (self confidence).
5) Membantu siswa menyadari bahwa pemecahan suatu masalah adalah berkat sumbangan orang lain.
6) Pengumpulan dan pemusatan informasi bersumber dari para anggota kelompok yang berbeda-beda latar belakang dan pengalamannya. 7) Tugas ini memberikan kemudahan untuk mencapai tujuan-tujuan
sosial di sekolah.
8) Mendorong siswa mempraktekkan proses-proses intelektual. 9) Tugas ini dapat digunakan secara bervariasi.
10) Tugas ini menuntut sikap saling memberi dan menerima untuk membantu siswa untuk memahami dan mempersiapkan diri untuk berperan dalam masyarakat.
11) Menyediakan kesempatan kepada siswa dan guru untuk mengembangkan hubungan antar insani yang efektif.
12) Memperluas kemandirian intelektual siswa dan tidak bergantung pada pendapat guru saja.
d. Kekurangan metode pemberian tugas kelompok
Roestiyah (1998 : 17 menyebutkan berapa kekurangan metode pemberian tugas kelompok. Kekurangannya, antara lain:
31
1) Pemberian tugas kelompok sering hanya melibatkan siswa yang mampu sebab mereka cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang.
2) Metode ini kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan gaya mengajar yang berbeda-beda pula.
3) Keberhasilan metode pemberian tugas kelompok ini tergantung kepada kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri.