• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pemberian Tugas

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 63-78)

C. Metode Montessori dalam Membentuk Perkembangan Kognitif Anak Kelas TK.A di Awliya Kids’ Center Kota Cirebon

3) Metode Pemberian Tugas

Metode pemberian tugas dapat dilakukan melalui latihan-latihan. Montessori yakin bahwa melalui latihan-latihan yang diterapkan, anak pasti akan mengalami perkembangan. Namun ia juga menekankan bahwa meskipun anak mengalami perkembangan, tidak berarti bahwa anak akan dibiarkan untuk berjalan sendiri, melainkan guru tetap mengamati setiap perkembangan yang terjadi secara terus menerus. Dalam hal tertentu anak masih membutuhkan bantuan orang dewasa untuk meneguhkan apa yang dibutuhkannya. Dengan demikian anak dapat mengaktualisasikan sesuatu secara mandiri. Anak dilatih dengan berbagai latihan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari/practial life dan lingkungan sosialnya. Dalam latihan ini anak didorong untuk menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri serta mampu bersosialisasi dengan lingkungannya (Maysaroh : 2009). Pembimbing/Miss Ade biasanya memberikkan latihan untuk merawat diri sendiri, memperhatikan kebersihan lingkungan, bekerja sama dengan teman-teman, menghormati yang lebih dewasa, berdoa sebelum dan sesudah makan,

mencuci kembali wadah yang sudah digunakkan, menaruh kembali material yang sudah digunakan dan lain sebagainya.

Berikaut merupakan metode penggunaan material montessori yang sering digunakan di TK Awliya Kids’ Center Kota Cirebon:

a. MATEMATIKA

i. Number Rods (Tongkat Angka)

Tongkat yang berbentuk panjang/batangan, terdiri dari 10 tongkat, setiap tongkatnya memiliki tinggi yang berbeda membentuk seperti tangga. Number rods bertujuan mengenalkan anak memahami angka, mempelajari nama-nama angka dan membantu anak menghafalkan angka 1-10, bahwa masing-masing angka mempunyai jumlah yang berbeda dan menunjukan bahwa angka dapat melambangkan suatu besar kecilnya jumlah.

1) Pembimbing memberi tahukan nama material number rods pada anak dan menunjukan letak penyimpanannya.

2) Pembimbing meminta anak untuk menggelar rug/alas lantai (dalam setiap material harus ada rug) dan pembimbing menunjukan cara menaruh batangan/number rods di atas rugs pada posisi sejajar dan sekat berwarna merah berada di sisi kiri belakang (Number rods terdiri dari 2 sekat, berwarna merah dan biru dalam satu batang/blaster).

3) Pembimbing mengajak anak untuk menyusun number rods seperti menyusun tangga atau menyusun red rods yang sudah lebih awal di pelajari anak di area sensori.

4) Pada hari lainnya, setelah anak bisa membuat tangga, pembimbing memberi tahu jumlah dari setiap tongkat, tongkat yang terkecil melambangkan jumlahnya 1, berwarna merah polos, tongkat kedua memiliki 2 warna, biru dan merah, melambangkan jumlanya 2 dan seterusnya sampai tongkat yang paling panjang, melambangkan jumlah 10 dengan di beri warna selang seling merah biru.

5) Anak diminta untuk menyentuh number rods dari kiri kekanan saat menghitung lambang jumlah number rods kemudian di beri kartu

bernomor 1-10 dan meletakan sesuai lambang jumlah angka di setiap batangnya.

6) Untuk tahap awal cukup mengenalkan 3 batang saja.

Sumber : Kelas montessori TK AKC ii. Spindle Box

Spindle box adalah kotak yang di sekat-sekat menjadi 5 sekat. Terdapat dua kotak, setiap kotak diberi simbol angka, kotak pertama diberi simbol angka 0-4 dan kotak kedua diberi simbol angka 5-9. Satu wadah 0-45 potong stik/kayu berbentuk panjang seperti pencil untuk diletakan di dalam kotak yang bersekat yang disesuaikan dngan jumlah simbol angka.

Tujuan dari spindle box adalah untuk menunjukan bahwa angka dapat melambangkan kumpulan benda yang terpisah. Memberi pemahaman tentang landasan angka 0 sampai 9 adalah lambang yang diperlukan dalam aritmatika.

1) Pembimbing memberi tahukan nama material spindle box pada anak dan menunjukan letak penyimpanannya.

2) Pembimbing meminta anak untuk menggelar rug/alas lantai (dalam setiap material harus ada rug)

3) Pembimbing meminta anak untuk membaca membaca angka yang tertera dalam sekat (jika anak belum mengetahui angka, berikan kartu angka kemudian anak menaruh di sekat yang memiliki nomor sama dekan kartu angka tersebut).

4) Pembimbing menunjukan ke arah sekat 1 sambil mengucapkan “satu”, kemudian pembimbing mengeluarkan 1 stick sambil berhitung “satu” dan meletakannya di atas rug, kemudian memasukan stik 1 ke dalam kotak, sampai seterusnya ke nomor 9.

5) Pembimbing menunjukan ke arah 0 sambil mengucapkan “nol”

(pembimbing memastikan tidak ada stik sama sekali di sekat 0).

6) Pembimbing memindahkan kembali sttik ke dalam wadahnya dan meminta anak untuk mempraktikan apa yang sudah di presentasikan di awal.

Sumber : Kelas montessori TK AKC b. PREACTICAL LIFE

i. Water pouring (menuangkan air), Acrylic Spooning (menuangkan batu mutiara) & Tonging fruit and vegetable

Water pouring adalah cara menuangkan air dari satu gelas ke gelas lainnya atau dari satu poci ke gelas. Terdapat berbagai macam bentuk wate pouring, yaitu dua gelas yang berukuran sama, dua gelas yang berukuran lebih besar salah satunya, gelas yang terdapat indikator ukuran dan sebagainya. Acrylic Spooning sebenarnya sama seperti water pouring, hanya saja Acrylic Spooning menggunakan krikil/mutiara yang di simpan di mangkuk.

Water Pouring, Acrylic Spooning, Tonging fruit and vegetable bertujuan untuk membantu anak mengembangkan koordinasi, kecukupan diri dan keterampilan manipulasi.

1) Pembimbing memberi tahukan nama material Water pouring pada anak dan menunjukan letak penyimpanannya.

2) Pembimbing meminta anak untuk menggelar rug/alas lantai (dalam setiap material harus ada rug).

3) Pembimbing mengatakan pada anak “Miss akan menunjukkan cara menuang kan air/mutiara/buah/sayuran, perhatikan baik-baik ya, lalu selanjutnya giliran kamu”.

4) Pembimbing mengulurkan jari telunjuk dan tengah ke depan

5) Pembimbing secara perlahan meletakan kedua jari pada tangkai poci yang berisi penuh

6) Pembimbing melingkarkan kedua jari di sekeliling tangkai, letakan ibu jari dari tangkai yang sama pada bagian atas tangkai hingga tangkai terpegang 7) Angkat tangan yang satunya dengan mengulurkan jari telunjuk ke depan

dengan telapak tangan menunjuk ke yang lainnya, Secara perlahan letakan jari-jari poci

8) Pembimbing meletakkan ujung kedua jari dengan lembut pada bagian bawah mulut poci, tetapi jangan sampai mulutnya tersentuh

9) Angkat satu poci yang berisi penuh dan miringkan ke poci/gelas yang disebelahnya, lalu tuangkan air yang ada didalamnya

10) Kemudian giliran anak mempraktikan apa yang telah di tunjukan pada anak

11) Air tidak boleh berceceran, namun jika berceceran di dalam nampan sudah tersedia lap yang menyerap seperti spons

Catatan: untuk menuangkan krikil mutiara caranya sama saja, hanya pada Acrylic Spooning cara memegangnya menggunakan sendok, untuk buah buahan dan sayuran dengan alat penjepit dan memindahkan ke wadah lainnya.

Sumber : Kelas montessori TK AKC

ii. Dressing Frame

Dressing frame adalah material yang digunakan untuk aktivitas mengancing baju, menali sepati, mensleting dengan material berupa kayu persegi panjang yang mengilustrasikan seperti baju, tali sepatu, ressleting.

Bertujuan agar anak mandiri, menumbuhkan koordinasi dan fokus terhadap hal yang di hadapinya.

1) Pembimbing memberitahukkan nama bingkai (untuk klompok.A TK AKC, anak-anak baru menggunakan frame mengkancing dan frame sleting).

2) Pembimbing meminta anak untuk menggelar rug/alas lantai (dalam setiap material harus ada rug).

3) Pembimbing mengatakan pada anak “Miss akan menunjukkan cara memasang dan melepas kancing/sleting, perhatikan baik-baik ya, lalu selanjutnya giliran kamu”.

4) Pembimbing meletakan bingkai di depan anak

5) Pembimbing menjepit sisi kanan kancing yang berada paling belakang menggunakan jempol dan jari telunjuk tangan kiri, dengan jempol berada diatas berada sejajar dengan kancing yang ada dibelakang

6) Lalu kain ditarik kearah kiri dengan lembut sampai melampaui kancing, sambil menekan sisi kiri kancing kearah permukaan meja hingga akhirnya sisi kiri kancing menyelip kedalam lubang kancing, lalu lepaskan pegangan tangan pada kancing.

7) Kemudian untuk cara melepaskannya, pembimbing menunjukan kembali frame kancing dan memperlihatkan kepada anak cara melepasnya menarik ujung kain yang ke arah kiri dengan lembut

8) Pada saat bersamaan mengarahkan kancing ke arah bawah dan menarik ujung kain ke kiri

9) Mengangkat lembar kain hingga lepas dari semua kancing

10) Pembimbing menunjukan melepas/memasang kancing secara berurutan dari yang paling bawah keatas untuk melepas, dan untuk memasang dari atas kebawah.

Sumber : Kelas montessori TK AKC

c. SENSORI

 Penglihatan

i. Knobbed cylinder

Knobbed cylinder adalah balok bujur sangkar dari kayu yang berjumlah empat balok bujur sangkar, dengan 10 celah rongga slinder yang di gurdi ke dalamnya dan diberi tungaki bola kecil dibagian atas untuk diletakan didalam rongga balok kayu.

Material ini bertujuan untuk mengembangkan konsep perbedaan ukuran secara visual, dan tak langsung. Juga untuk mempersiapkan anak menghadapi aktivitas menulis, yaitu dengan memegang Knobbed cylinder pada tungkainya, kemudian secara tidak langsung bertujuan untuk menghadapi materi matematika, yaitu dengan mengamati perbedaan umum antar balok silinder (Gettman : 2016).

1) Pembimbing memberitahukan pada anak nama material Knobbed cylinder dan tunjukan letak penyimpanannya dan membawakan satu balok

2) Pembimbing memperlihatkan cara membawa Knobbed cylinder dengan cara tangan memegang setiap ujungnya

3) Pembimbing mengeluarkan silinder dari rongga secara acak, dengan cara mengangkatnya pada tungkai atas menggunakan jari jempol, telunjuk dan jari tengah (jari yang sama saat digunakkan untuk menulis) secara perlahan tanpa membuat suara.

4) Selanjutnya pembimbing memasukan kembali slinder kedalam balok dengan menyesuaikan ukuran rongga yang sama dengan pelan, tidak ada

suara saat slinder menyentuk rongga. Knobbed cylinder memiliki rongga yang berbeda dari yang kecil sampai yang tebal.

5) Pembimbing membiarkan anak untuk mempraktikannya sambil mengamati anak tersebut

6) Jika balok pertama sudah bisa, maka pembimbing akan mengevaluasi anak di balok pertama, ketika anak sudah menguasainya, berikan presentasi kedua dengan Knobbed cylinder yang kedua, ketiga sampai yang keempat.

Sumber : Kelas montessori TK AKC & www.alieexpress.com

ii. Pink Tower

Pink Tower adalah kubus dari kayu dan berwarna merah jambu, memiliki ukuran yang beragam, yaitu dari 1 cm kubik sampai dengan 10 cm kubik, dengan rentang yang setara di seluruh dimensi yaitu 1 cm.

Pink Tower bertujuan untuk menbantu anak mengembangkan konsep visual pada tiga dimensi, mengembangkan motorik halus, secara tak langsung meningkatkan kognitif anak dengan mempersiapkan anak dalam menghadapi materi geometri yang mengenalkan sudut, volume, sisi kubus. 2

1) Pembimbing memberi tahukan nama material pink tower pada anak dan menunjukan letak penyimpanannya.

2) Pembimbing meminta anak untuk menggelar rug/alas lantai (dalam setiap material harus ada rug)

3) Pembimbing memperlihatkan cara membawa pink tower, yaitu mengangkatnya dengan satu tangan, memegang dari sisi atas, lalu

2 ...

pembimbing menunjukkan cara meletakkan pink tower secara acak di atas alas.

4) Amati seluruh kubus yang ada, pilih satu kubus yang terlihat paling besar, bandingkan dengan satu atau dua kubus lain yang ukurannya hampir sama, jejerkan untuk memastikan bahwa kubus yang pembimbing pilih adalah yang paling besar.

5) Lalu ambil kubus yang kedua, berurutan dengan kubus dari yang terbesar ke terkecil

6) Biarkan anak membangun pink tower seperti yang telah dipersentasikan pada anak

7) Pembimbing mengatakan kepada anak bahwa “ kamu hendak melakukan hal yang istimewa pada menara ini”.

8) Pembimbing memberikan pemahaman tiga tahap mengenai istilah-istilah persepsi ukuran relatif ukuran visual

9) Pembimbing membiarkan dan hanya mengamati anak untuk mengulangi aktivitas ini sampai bisa.

Sumber : Kelas montessori TK AKC

 Sentuhan

iii. Rough and smooth

Rough and smooth adalah dua papan kecil dari kayu, berbentuk bujur sangkar dengan potongan kertas ampelas. Untuk papan ke dua hanya sebagaian permukaan papan yang terdapat ampelasnya dari yang terkasar sampai yang terlembut, karena papan kedua terdapat 5 lajur kertas ampelas di permukaan papan yang sudah di permis.

Rough and smooth mempunya tujuan untuk membangun keterampilan persepsi taktil pada anak, secara tak langsung membantu anak dalam aktivitas menulis dan merangsang motorik halus anak.

1) Pembimbing memberi tahu nama material rough and smooth 1 dan 2, lalu menunjukan letak penyimpanannya

2) Pembimbing mengajak anak untuk memekakan jemari

3) Mintalah anak untuk mengambil rug dan menggelar didepannya

4) Pembimbing memposisikan papan 1 tepat dihadapan anak dengan permukaan halus berada dikiri

5) Sapu lembut rough and smooth dengan tangan sambil merasakan kasar dan lembutnya papan

6) Sentuh permukaan dari yang lembut sampai kasar, di awali dari kiri kemudian ke kanan.

7) Pembimbing menunjuka ekspresi sedikit terkejut dan takjub dengan sensasi tekstur baru yang berbeda

8) Biarkan anak mengerjakan papan raba 1 dan 2 sendiri

9) Pembibing memberikan pembelajaran tiga tahap mengenai istilah-istilah kasar, halus dengan menggunakan rough and smooth/papan raba 1, selanjutnya pembimbing memberikan papan raba 2, anak merapa garis-garis sambil menyebut kasar atau lembut sesuai permukaan yang diraba anak

10) Lalu pembimbing mengajak anak untuk mengulanginya sampai anak mampu bekerja sendiri

Sumber : Kelas montessori TK AKC

 Pendengaran

iv. Sound boxes

Sound boxes adalah 2 kotak bunyi dari kayu dengan penutup, setiap botolnya terdapat tutup diatasnya dan berlubang. Kotak pertama berisi 6 botol dan tutup botol berwarna biru. Kotak kedua terdapat 6 botol dan tutupnya berwarna merah. Setiap botol berisi biji-bijian yang beragam jenis biji. Sound boxes untuk tujuan membantu anak mengembangkan indra pendengaran terutama suara pespektif terhadap nyaring atau lembutnya suara.

1) Pembimbing memberitahukan nama sound boxes dan menunjukan letak penyimpanannya

2) Pembimbing meminta anak untuk menggelar rug

3) Pertama, pembimbing meletakkan kotak bunyi biru di pinggir kanan belakang alas dan kotak bunyi merah dipinggir kiri

4) Pembiming menunjukkan pada anak cara untuk memegang wadah. yaitu memegang wadah tabung dibagia tengahnya menggunakan satu tangan, lalu kocokan di salah satu telinga, lalu kocok lagi dua kali keatas dan kebawah.

5) Lalu membiarkan anak uttuk melakukan yang telah di contohkan dan bertanya “manakah yang lebih nyaring/ suara yang lembut?”

6) Lalu buka wadah kotak kedua yang berwara biru dan melakukan hal yang serupa.

7) Pembimbing menjelaskan “suara dari wadah biru sama dengan suara dari wadah merah”

8) Lalu kocok wadah warna biru

9) Pembimbing mengajak anak untuk mengocok botol warna merah kemudian bergantian dengan warna biru dan di pegang anak

10) Minta anak untuk mencari suara yang sama antaara botol merah dan biru.

Sumber : Kelas montessori TK AKC & www.goodpixcool.com

d. BUDAYA

i. Ruang Angkasa dan Nama-Nama Tempat Bersejarah

Pembimbing menjelaskan apa-apa yang ada di luar angkasa, baik planet, bintang dan lain sebagainya. Kegiatan ini biasanya bersifat kelompok dalam rentang waktu satu minggu sekali. Bertujuan agar anak memahami bagaimana dirinya diciptakan dan bumi diciptakan. Mengetahui sejarah budaya tempat tinggal. Pembimbingpun mengenalkan miniatur-miniatur hewan dan mempresentasikan anatomi hewan-hewan yang titunjukan.

ii. Puzzle Pulai/Peta Indonesia, Botani, Zoologi

Puzzle pulai, tumbuhan, hewan adalah material yang dibuat dari kayu berbentuk bujur sangkar. Yang memiliki tujuan agar anak mengenal wilayah daratan tempat tinggalnya dan mengetahui bagian dan macam-macam dari hewan maupun tumbuhan.

1) Pembimbing memberitahukan nama puzzle yang akan digunakan 2) Tunjukan tempat penyimanannya

3) Pembimbing meminta anak untuk mengambil puzzle 4) Pembimbing menjelaskan cara penggunaannya

5) Setelah anak mampu menggunakan material ini, pembimbing mengevaluasi kembali dengan menanyakan pulau, hewan atau tumbuhan yang sudah dipelajarinya.

Sumber : Kelas montessori TK AKC

Metode montessori memiliki prinsip-prinsip dan bentuk-bentuk aktivitas dalam usaha mendukung perkembangan anak usia dini. Prinsip metode montessori tersebut meliputi (1) prinsip kebebasan (2) prinsip kemandirian (3) prinsip penghapusan hadiah dan bentuk-bentuk hukuman (4) prinsip disiplin.3

1. Prinsip-Prinsip

a) Prinsip Kebebasan

Metode montessori dilandaskan pada kebebasan, yaitu kebebasan yang disiplin.

Prinsip kebebasan ini tidak hanya memungkinkan anak berkembang secara bebas tanpa kedisiplinan, tetapi memungkinkan anak untuk berkembang secara khas sesuai kepribadiannya dan pilihan-pilihan yang diinginkan anak-anak. Pilihan-pilihan bebas yang dipilih anak memungkinkan pembimbing untuk mengamatai kebutuhan dan kecenderungan-kecenderungan psikis anak. Maka dalam dirinya, anak memiliki pemikiran dan jiwa yang dapat mencapai kemajuan peradaban.

(Maria Montessori : 2015).

Di TK Awliya Kid’s Center, anak bebas dalam memilih alat peraga, bebas untuk tumbuh, bebas dari bahaya, bebas dari persaingan, bebas untuk tumbuh dan berkembang, bebas dari tekanan, dengan cara menghormati lingkungan dan diri sendiri. Metode montessori memberikan kebebasan dalam proses pendidikan dan bimbingan disetiap aktivitas bekerjanya, yang di awali dari kelas montessori. Oleh karenanya, Pembimbing memberikan kebebasan pada anak-anak untuk memilih material apa saja yang ingin digunakan anak-anak. Anak bebas bergerak diruang kelas. Meja/kursi disimpan di samping, atau digunakan bila sedang diperlukan.

3 Maria Montessori. Metode Montessori Panduan Wajib Untuk Guru Dan Orang Tua Didik PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Trjmh Ahmad Lintang Lazuardi. Yogyakarta. Hlm 388-393

Tugas pembimbing hanya mengawasi aktivitas anak, dan membantu ketika ada anak yang membutuhkan bantuan pembimbing.

b) Prinsip Kemandirian

Jenis kemandirian yang dipeihara oleh lingkungan montessori yaitu ditanamkannya berbagai keterampilan dan ilmu pengetahuan yang dapat membantu seseorang untuk hidup mandiri. Montessori menandai pertumbuhan anak secara bertahap lebih luas untuk beradaptasi. Dalam lingkungan montessori, seorang pembimbing ada baiknya memahami kemajuan anak melalui kerangka (David Gettman : 2016).

Jadi, kemandirian di kelas montessori TK Awliya Kid’s Center yaitu ketika anak sudah paham dan bisa melakukan aktivitas sendiri tanpa meminta bantuan dari pembimbingnya, kemudian pembimbing mengoreksi ulang aktivitasnya, lalu ketika sudak mampu melakukan aktivitas montessori sendiri tanpa bantuan, maka anak dikategorikan sudah bisa mandiri, tidak ketergantungan dengan pembimbing atau orang lain.TK Awliya Kid’s Center menanamkan berbagai keterampilan di kelas maupun ektra kulikuler diluar kelas, sehingga anak tumbuh mandiri.

Aktivitas kemandirian yang dilaksanakan di luar kelas berupa anak di ajak untuk memasak, guru dan pembimbing memberi contoh terlebih dahulu, kemudian anak melakukan apa yang dicontokan oleh guru dan pembimbing.

Aktivitas tersebut yaitu ketika even menanam daun bawang, anak-anak menanam daun bawang, mengambil tanah dan dimasukan ke pot kecil lalu di tanam. Setelah tumbuh, anak-anak memasak telur dicampur dengan daun bawang hasil menanamnya sendiri, sampai mampu menggoreng telur hingga matang.

Aktivitas kemandirian lainnya adalah anak mempunyai celengan/tabungan di sekolah, namun hanya boleh menabung dengan uang recehan yang ada dirumah, itu pun tidak diwajibkan setiap hari. kemudian setelah satu semester anak diberi kebebasan untuk bertanggung jawab atas dirinya, yaitu guru menanyakan apakah uangnya di ambil atau di berikan ke panti sosial. Semua itu tergantung anaknya, orang tua pun tidak memaksa anak untuk memberikan semua tabungan atau mengambil semua tabungannya. Kemudian anak-anak diajak berkunjung ke pantu jompo.

Aktivitas outdoor lainnya yaitu outboand, berkunjung ke Giant mall.

Mereka berkelompok, satu kelompok 2 anak, di beri uang yang sudah ditentukan oleh gurunya dan membiarkan mereka untuk belanja dengan uang yang ada. Tidak boleh lebih dari uang yang diberikan. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk membimbing anak-anak agar mampu memanagerial keuangan dengan baik dan digunakan seperlunya saja.

Dari sedikit contoh aktivitas tersebut. Dapat disimpulkan anak bisa mandiri secara alami yang disesuaikan dengan perkembangannya tanpa paksaan dari luar diri anak.

c) Prinsip Penghapusan Hadiah Dan Bentuk-Bentuk Hukuman

Menurut Maria Montessori hadiah-hadiah dan bentuk-bentuk hukuman akan menyusul secara alami. manusia yang di disiplinkan melalui kemerdekaan, menginginkan kesejahteraan dan kesejatian. Hadiah adalah munculnya kekuatan dan kemerdekaan dalam jiwa manusia dari proses keberhasilan tercapainya aktivitas-aktivitas yang telah dilaluinya. Hukuman yang disebabkan kesalahan anak-anak dijadikan sebagai proses pembelajaran. (Montessori : 2015). Proses pembelajaran anak, bahwa kesalahannya akan berproses menjadi benar ketika diperbaiki.

Ketika ada hadiah, atau pujian, anak beraktivitasnya/melakukan sesuatunya jadi karena ingin dipuji. Dengan tidak dipuji anak akan beraktivitas sesuai kemauannya sendiri secara spontan ingin bekerja dengan baik. Lalu hadiah terbaik adalah rasa bahagia dari diri anak karena bisa menyelesaikan pekerjaanya dengan tuntas. Itulah hadiah terbaik bagi anak sendiri, mereka merasa puas dengan usaha yang telah dilakukannya, dan selalu ingin mengulang kembali sampai berhasil menyelesaikannya.

“Anak-anak emang suka dipuji, dulu kita dilatih kayak gitu, ketika anak mampu menyelesaikan tugasnya di puji. Cuma kok ngelihatnya anak-anak tuh aktivitasnya karena ingin dipuji, kalau sekarang pake montessori, nah alhamdulillah mereka aktivitasnya atas kemauan sendiri”(tutur pembimbing montessori: Ade Irah Erliyawati, S.Pd/05 Mei 2017).

Ketika anak berbuat kesalahan, maka anak diberi kesadaran untuk memperbaiki kesalahannya tersebut. Guru dan pembimbing tidak menghukum dengan hal apapun. Pembimbing montessori menyatakan bahwa “ketika anak berbuat kesalahan, mereka tidak dihukum atau dimarahi, tetapi di beritahu akibatnya dan bahayanya”( Wawancara/Ade Irah Erliyawati, S.Pd/05 Mei 2017).

Anak memperbaiki kesalahannya dengan mengulang dan guru mengevaluasi.

Tidak diberi hadiah yang bentuknya ekstrinsik. Intinya untuk meminimalisir faktor berbahaya, saat menggunakan alat peraga, maka pembimbing memberi arahan sebelum anak menggunakan alat peraga tersebut.

d) Prinsip Disiplin

Disiplin adalah merdeka dan bebas yang bersifat aktif. Gerakan-gerakan dari keadaan ketertiban menjadi lebih terkoordinasi dan sempurna, seiring berjalannya waktu, anak belajar untuk bercermin pada pada tindakan-tindakan mereka sendiri (Maria Montessori : 2015).

Disiplin dalam kelas montessori di TK Awliya Kid’s Center dimaksudkan

Disiplin dalam kelas montessori di TK Awliya Kid’s Center dimaksudkan

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 63-78)

Dokumen terkait