BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Pelaksanaan Metode Montessori Pada Anak Kelas TK.A di TK Awliya Kids’ Center Kota Cirebon
Penelitian tentang pelaksanaan metode montessori pada anak kelas TK.A di TK AKC Cirebon di lakukan selama 3 bulan, dimulai dari bulan April-Juni 2017. Yang pertama dilakukan peneliti adalah mengamati bagaimana pelaksanaan metode montessori di TK.A yang dibimbing oleh 3 pembimbing. 1 khusus montessori dan 2 guru pembimbing/wali kelas TK.A. Pada penelitian pertama langsung dilaksanakan di kelas montessori. Di TK Awliya Kids’ Center terdapat 2 ruang kelas semi montessori untuk TK.A dan TK.B, kemudian terdapat 1 ruang kelas khusus montessori. Perbedaan kedua kategori ruang tersebut yaitu apabila ruang semi montessori, kelas terdapat di lantai dasar, pendekatannya teacher center, pembelajaran menggunakan tematik dinas, yang setiap bulannya berganti tema, media menggunakan buku, tetapi di TK AKC hanya sedikit menggunakan buku, tidak memaksakan anak untuk menulis.
Sedangkan di ruang montessori berada di lantai 2, di dalamnya dilengkapi material/alat untuk anak bekerja sambil bermain, alat tersebut merupakan alat peraga yang sudah ditetapkan dari pencetus teori montessori, yaitu Maria Montessori, kurikulumnya khusus dari sistem montessori, terdapat fasilitas alat peraga/material yaitu terdapat 5 area untuk aktivitas anak dalam membimbing pembentukan dan menstimulasi seluruh aspek-aspek perkembangan, khususnya peneliti mengamati aspek perkembangan kognitif anak. 5 area tersebut yaitu praktik keseharian/practical life, indrawi/sensori, bahasa, matematika dan budaya.
TK Awliya Kids’ Center sudah memiliki alat peraga/ material dari 5 area montessori, meskipun belum masih ada yang belum dilengkapi.
Menurut pembimbing montessori, Ade Irah Erliyawati, S.Pd “seluruh aktivitas montessori memang ada aspek kognitifnya, ada semuanya, kognitifnya ada disitu, jadi emang kalau yang belum paham montessori kok cuma mainan- mainan seperti ini aja, mis Ade juga awalnya bertanya-tanya, ini cuma kaya gini- gini aja, cuma balok-balok, apa yang dipelajarin, tapi pas di gembleng sama miss
Regha (pemilik yayasan) mengenai filosofis dari setiap material itu apa, Miss jadi tahu, oh materil tuh bukan sembarangan di buat, tapi dalam satu material dapat belajar banyak filosofinya, bagaimana fungsinya, tujuannya dan lain-lain.
Misalnya miniatur hewan panda, dari satu hewan kita bisa belajar bagian-bagian dari tubuh panda, panda itu berasal dari mana, hewan hewan hebrifora apa bukan, vetebrata apa bukan” (28 April 2017).
1. Alat Peraga Montessori dan Fungsinya
Tabel 11. Bentuk Material Area Montessori Bentuk
Area montessori
Nama alat
peraga/material Fungsi Keterangan gambar alat peraga
1 .
PRACTIC AL LIFE/
AKTIVIT AS
PRAKTIK KEHIDUP AN
SEHARI- HARI
a. Rugs (alas untuk setiap aktivitas)
b. Dressing frame
& alat-alat dapur
c. Water, beans, Fruits &
Vegetable pouring dll d. Sapu kecil,
clhotes pin/pin penjemur pakaian, dll e. Washtub f. Dan lain-lain
- Kemandirian - Konsentrasi - Kepercayaan
diri
2 .
SENSORI/
INDRAWI
Penglihatan:
a. Knobbed cylinders
b. Pink tower c. Red rods
d. Brown stairs
e. Colored tablets
- Pertumbuhan intelektual/
kognitif - Mengembang
kan fungsi indra untuk mengembang kan
kecerdasan anak
penglihatan:
a.63. Penglihatan
b/c.63. Pengihatan
d.63. Penglihatan
e.63. Penglihatan
f. Geometris cabinet
g. Constructive triangles
h. Knobbless cylinders i. Binomial and
rinomial cube
Sentuhan:
a. Blind fold
b. Rough &
smooth, Tactile tablets
c. Thermic tablets
f.64. Penglihatan
g.64. Penglihatan
h.64. Penglihatan
i.64. Penglihatan Sentuhan:
a.64. Sentuhan
b.64. Sentuhan
c.64.Sentuhan
d. Geometric solids
e. Mystery bag
f. Baric tablets
Pendengaran:
Sound boxes
Pengecapan:
Tasting cups
Penciuman:
Smelling jar
d.65. Sentuhan
e.65. Sentuhan
f.65. Sentuhan Pendengaran:
a.65. pendengaran
Pengecapan:
a.65.pengecapan Penciuman:
a.65.penciuman
3 .
BAHASA Vocabulary
Ini adalah tahap awal.
Dipresentasikan dalam kelompok dengan duduk melingkar 5 anak.
a. pashing the thing (yaitu mengenalkan suara dari beberapa benda, anak
mengulang kata yang diberikan oleh
pembimbing.
b. I spy (mengintai benda/menginti p benda yang sudah
dikenalkan di pashing the thing dengan ciri-ciri
memilih salah satu dari warna, bentuk dan ukuran)
c. Can you see what I see (menerangkan
- Agar anak ampu
berkomunikas i dengan baik, mampu
menyampaika n isi pikiran kepada orang lain.
- Mengoptimal kan
intelektual akademi anak - Belajar
mengingat dan urutan
lebih detail suatu benda yang sudah di jelaskan di pashing the thing dengan menyebutkan ciri-ciri lebih spesifik bentuk, ukuran, warna) d. Mengarang
cerita, dengan menyambungka n kata dari 1-5 anak, diawali oleh
pembimbingnya Di awal sudah ditentukan tema ceritannya oleh pembimbing.
e. Mengambil sesuatu yang ganjil, mencari benda yang bukan termasuk dari kelompok tersebut.
Writing:
a. Inset for design (melatih anak dalam
menggunakan alat tulis, berupa bentuk- bentuk
geometri, anak membentuk sesuai
cetakannya dari kiri kekanan, framenya di pegang).
b. Sandpaper letters (alfabet terbuat dari amplas,
kemudian anak meraba huruf dengan
memberikan sentuhan ringan dan
menirukan/meg aplikasikan yang sudah dirabanya di kotak pasir).
Writing:
a.68
Sand paper letters:
b.68
c. Movabel
alphabet (ada benda,
bendanya dicocokan dengan huruf).
d. Mrnyimpan hasil karya
Reading:
Books corner and library
(perpustakaan sederhana di kelas)
Movabel alphabet:
c.69
d.69 Reading:
a.69. Rak Buku 4
.
MATEMA TIKA
a. Number rods Mengembngkan kemampuan akademik dengan cara yang konkrit dan mudah di
pahami. a.69
b. Number cards
c. Sandpaper numbers
d. Spindle box
e. Small number rods
f. Numbers and counters
g. Beads chain
h. Golden beads chain
b.70
c.70
d.70
e.70
f.70
g.70
i. Tens board
j. Teens board
k. Birds eye view
l. Counting through
m. The power ten
h.70
i.71
j.71
k.71
5 .
BUDAYA Geografi:
a. Land and water(darata
n dan
lautan, globe benua dan dunia, bendera Asia) b. Maps c. Places Alam:
a. Classification animals(mengel ompokan gambar binatang berdasarkan jenisnya)
b. Part of animals (menyebutkan bagian-bagian organ hewan) c. Classification
by leaf
(mengelompoka n tumbuhan menurut bentuk dan tata letak) Sejarah:
Kisah dimasa lampau, baik kisah
Membantu anak agar menyukai dan menghargai seni, agama, alam, geografi, dan sejarah
a.72
b.72
sejarah nabi keagamaan,
maupun kisah pahlawan dan lainnya.
Perbedaan dahulu dan sekarang, misal mengenai
teknologi, alat komunikasi, dan lainnya.
Sumber gambar: TK Awliya Kids Center & www. Montessori.com
2. Pelaksanaan Bimbingan Montessori Secara Umum Di Tk Awliya Kids’
Center
Peran guru-guru di TK Awliya Kids’ Center menurut pemilik yayasan mengatakan bahwa “guru lebih berperan sebagai pembimbing terhadap anak didiknya, dari pada sebagai guru. Khususnya saat di kelas montessori”(Miss Regha/10 Januari 2017). Disebut bimbingan karena metode montessori bersifat children center, guru hanya membimbing anak sekali, kemudian membiarkan anak bisa menggunakan dan bertanggung jawab atas alat peraga/material yang digunakannya, kemudian mengamati perkembangan anak tahap demi tahap dan guru mengetahui tingkat ketertarikan anak.
Pertama kali yang dilakukan peneliti adalah mengamati pelaksanaan metode montessori di kelas montessori dan wawancara dengan pembimbing khusus montessori, yaitu Mis Ade Irah Erliyawati. Mis Ade sudah di latih intents oleh pemilik yayasan AKC. Menurutnya ‘metode montessori merupakan metode pembelajaran yang menggunakan alat-alat peraga secara bertahap dan kontinyu untuk melatih anak agar mandiri dan membangun karakter anak menjadi dirinya sendiri sesuai perkembangannya”(11 Mei 2017). TK AKC mulai menerapkan metode montessori sudah 2 tahun berjalan. Kelas montessori diatur dan di manage oleh Mis Ade. Saat anak-anak di kelas montessori, beliau mempresentasikan alat peraga montessori terlebih dahulu, selanjutnya anak yang bekerja sendiri. Yang berhak memberi presentasi alat perga hanya pembimbing khusus montessori, dan dua wali kelas mengawasi jalannya aktivitas anak-anak di kelas montessori (dalam aktivitas kelas montessori terdapat 3 pembimbing). Waktu yang diperlukan dalam kelas montessori selama 3 jam, dimulai dari pukul 08.00-11.00
WIB. Dilaksanakan satu minggu sekali, dan untuk kelas TK.A dilaksanakan setiap hari senin.
Pengenalan montessori di awal tahun ajaran pertama, guru tidak mempresentasikan alat peraga secara klasikal, meskipun semua anak di satukan dalam satu kelas. Guru memberikan kebebasan kepada anak untuk menggunakan apapaun alat perga yang ada di kelas, baik alat peraga dalam area praktik keseharian, sensori, bahasa, matematika maupun budaya. Namun, anak-anak harus tetap disiplin dan hati-hati dalam menggunakan alat peraga.
Meskipun aktivitas anak-anak berbeda-beda, pembimbing montessori memiliki buku target pencapaian anak di setiap pertemuannya dalam seminggu, untuk anak kelas TK.A berjalan 3 bulan, belum di observasi pembimbing atau belum diberi target pencapaian, membiarkan anak mengenal terlebih dahulu dengan alat peraga di kelas montessori.
Pada umumnya dalam satu kali pertemuan pembimbing mengamati maksimal 5 anak, maka hanya 5 anak itu yang diamati dan di observasi, kemudian anak-anak lain di bebaskan untuk bekerja dan memilih alat peraga yang diinginkan. Anak yang diamati harus tetap mengikuti level-level dari setiap areanya. Lalu pembimbing mempresentasikan alat perga satu kali, setelahnya membiarkan anak bekerja sendiri sampai bisa. Namun ketika anak ingin mencoba level yang lebih tinggi dalam satu area atau memilih area yang lain, maka pembimbing tidak melarang, hanya saja tidak diberi presentasi oleh pembimbing.
Karena metode montessori menanamkan parapembimbing untuk selalu menghargai aktivitas anak yang dipilih. Dengan kebebasan anak memilih aktivitas sendiri sangatlah penting untuk perkembangan kognitifnya, membiarkan intelegensi anak berkembang alami.
Awal itu Miss mengajarkan dulu sama anak-anak, Miss juga punya target dipenilaiannya juga, ada penilaian khususnya. Misal satu anak diberi target di material knobbed cylinder, Miss presentasi sama anak, kalau sudah presentasi Miss lihat penilaiannya, kalau sudah, dia bisa bekerja sendiri, dia mau melakukan sendiri, terus di tes lagi sama Miss. Oh ternyata kalau dia sudah menguasai, dia sudah bisa tahap/level 1, jadi dia masuk ke level 2,misalnya pada
material knobbed cylinder itu ada 4 level yang fungsinya berbeda-beda” ( tutur Miss Ade/28 April 2017).
Berikut pelaksanaan awal kelas montessori yang dilaksanakan di TK Awliya Kids’ Center kota Cirebon:
a. Pukul 08.00 masuk kelas, anak diajak duduk berdampingan membentuk lingkaran di karpet yang sudah tersedia bersama 3 pembimbing tersebut, kemudian berdo’a bersama yang dipimpin oleh salah satu anak, di pilih oleh pembimbingnya, hal ini menstimulus anak agar memiliki keberanian dan menumbuhkan jiwa pemimpin. Anak-anak terlihat bersemangat dan antusias mengikuti kelas ini.
b. Setelah berdoa bersama, guru memberi aba-aba untuk melantunkan yel-yel yang biasa dilakukan dikelas, sebagai opening class agar anak bersemangat.
c. Lalu, anak diminta untuk berdiri dan melakukan senam bersama selama beberapa menit
d. Setelah selesai senam, duduk bersama melingkar kembali, anak diperkenankan untuk minum yang dibawa masing-masing yang disimpan di meja khusu menyimpan botol minuman anak-anak, setelahnya pembimbing menanyakan kabar kepada anak-anak menggunakan bahasa inggris dan menanyakan aktivitas apa saja yang dilakukan anak-anak sebelum berangkat sekolah, maupun kegiatan saat dirumahnya kemarin.
Ketika akan mengabsen, dan anak-anak masih ribut, maka di pembimbing melakukan being silent, yaitu suasana hening dengan mengucapkan “tepuk diam, shuut-shut”, maka mereka akan hening dan menghargai siapapun yang sedang berbicara. Setelah mengabsen, pembimbing mempersilahkan siapa saja yang mau menyebutkan nama teman-temannya yang ada di kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk stimulasi perkembangan kognitif dalam mengingat teman-teman dan aktivitas dirumahnya.
Anak-anak sangat antusias untuk menceritakan kegiatannya dirumah, mereka saling berebut dan ingin ungkapannya didengar oleh pembimbing dan teman-temannya. Anak-anak di beri waktu untuk bergantian bercerita, dan guru memilih beberapa anak yang terlihat sangat ingin bercerita.
e. Guru/pembimbing mengevaluasi tema dengan projek yang sudah di bahas minggu yang lalu. Untuk mengenalkan tema biasanya tentang alat komunikasi, profesi, sejarah, budaya, tergantung event yang sedang terjadi saat ini.
Pada saat penelitian pertama, peneliti mengamati yang diperkenalkan pada anak yaitu tema profesi, pembimbing memperkenalkan profesi pekerjaan, seperti polisi, perwat, dokter, insinyur, pemdam kebakaran, guru, dan, koki, pengantar surat, dan lainnya diawali dengan menggunakan bahasa Inggris dan di terjemahkan ke bahasa Indonesia, alat perganya berupa miniatur profesi-profesi pekerjaan. Pelaksanaannya pembimbing menunjukan miniatur kepada anak-anak, kemudian membiarkan anak untuk menjawab, apabila tidak ada yang mengetahuinya, maka pembimbing memberi tahu profesi yang sedang ditunjukan tersebut.
f. Pukul 08.30. memulai aktivitas montessori, namun anak diminta untuk hening terlebih dahulu, yang paling rapih dan hening, maka ia yang paling dahulu mengambil alat peraga montessori yang diinginkannya. Bertujuan agar tidak berebut dalam menggunkakan alat peraga, ketika terdapat dua anak atau lebih yang menginginkan alat peraga yang sama, maka yang berhak menggunakan adalah yang pertama mengambilnya, yang lain harus mengambil alat peraga lain atau menunggu sampai yang pertama bosan, tidak diperkenankan untuk merebut, atau menggunakan bersama/bekerja bersama apabila anak yang pertama tidak mengijinkan, maka anak yang lainnya harus menggunakan alat peraga lainnya. Karena di awal kelas di tahun ajaran baru guru sudah mendemonstrasikan peraturan-peraturan yang ada di kelas montessori. Saat menggunakan alat peraga, diharuskan menggunakan alas atau biasa disebut Rag, rag ini fungsinya untuk alas dan batas alat peraga yang digunakan agar tidak berceceran ke luar batas rag.
Terdapat berbagai macam ukuran rag, dari yang kecil sampai yang lebar, disesuaikan dengan alat peraga yang dipakai anak-anak. Fungsi rag dalam perkembangan anak yaitu agar anak bekerja secara teratur, disiplin, rapih.
g. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, pembimbing khusus montessori mengamati 5 anak dan mempresentasikannya secara individu untuk
memberi tahu aturan penggunaan alat peraga yang digunakan. Minggu selanjutnya pembimbing mengamati anak yang berbeda. Para pembimbing hanya mengawasi anak-anak, anak-anak menjadi pusat pengawasan, pembimbing bekerja hanya ketika anak membutuhkan bantuan, itupun tidak sepenuhnya melayani anak, namun hanya membimbing apapun yang dibutuhkan anak.
Saat pelaksanaan kelas montessori, anak-anak bekerja sesuai yang diinginkan, kalau sudah bosan dengan material yang satu, maka mencoba material-material lainnya yang tidak digunakan. Apabila anak minta ditemani pembimbing saat bekerja, baru pembimbing menemaninya.
Pembimbing datang apabila diminta anak-anak saja.
h. Ketika waktu bekerja sudah habis, anak-anak harus merapihkan kembali alat peraga yang sudah digunakannya sesuai tempat asalnya, tempat- tempat penyimpanan alat peragapun disesuaikan dengan rata-rata tinggi anak.
i. Pukul 10.00. pelaksanaan aktivitas snack time. Yaitu makan cemilan maupun makanan berat yang dibawa masing-masing anak. Namun dengan syarat tidak boleh membawa jenis snack yang sama lebih dari satu. Di sekolah AKC tidak memperbolehkan ada penjual diluar, kantinpun tidak disediakan oleh sekolah.
Anak-anak duduk membentuk lingkaran terlebih dahulu, untuk membaca doa sebelum makan dan bergilir mencuci tangan, wastafel ada di setiap kelas. Anak yang bisa rapih dan hening, dialah yang lebih dulu mencuci tangan dan diperbolehkan keluar untuk snack time
j. Bagi yang sudah selesai snack time, anak yang day care mengganti pakaian, sedangkan yang lainnya masuk kelas, dan duduk melingkar kembali bersama teman-teman dan para pembimbingnya, ketika sudah kumpul semua kembali membaca doa setelah makan, bercerita sebentar, menanyakan apresiasi senang dan tidaknya pada anak dalam bekerja montessori hari ini, kemudian berdoa untuk pulang. Metode dalam keluar kelaspun bergilir, melihat anak yang paling hening, disiplin dan rapi.
Ketika anak tidak menuruti peraturan, kemudian saat proses pelaksanaan kelas montessori anak selalu mengganggu temannya, tidak disiplin, tidak mandiri, tidak melakukan apapun dan tidak bergabung bersama teman- temannya, maka pulangnya di akhirkan, kemudian pada saat anak-anak lain sudah keluar semua, anak tersebut di tanyai dan dibimbing oleh wali kelas atau pembimbing montessori secara face to face, wali kelas mengarahkan dan memberi pengertian pada anak, dengan cara yang bersahabat, tidak memarahi atau menghukum. Anak diberi arahan sampai anak tersebut terlihat dan mau berubah.
3. Proses Bimbingan Montessori Di Kelompok.A TK Awliya Kids’ Center Metode yang digunakan adalah bimbingan individu dalam kelas atau children center. Metode montessori tidak memaksakan anak untuk melakukan apa yang tidak di sukai anak atau yang belum diminati anak. Dalam aktivitasnya, anak-anak kelompok.A belum tertarik dengan area bahasa, mereka belum menyentuh material yang ada di are bahasa ini. Dapat di urutkan tingkat dominan atau tingkat ketertarikan mereka terhadap penggunaan material di 5 area tersebut.
Pertama, area praktical life. Kedua, area sensori/indra. Eempat area budaya.
Kelima, area math/ matematika. Kelima, area bahasa, namun area bahasa belum diminati oleh anak-anak kelompok.A TK Awliya Kids’ Center Kota Cirebon. Dari lima area montessori tersebut, akan dijelaskan empat area metode bimbingan montessori yang digunakan anak-anak kelompok.A TK Awliya Kids’ Center.
Berikut merupakan proses bimbingan montessori yang memiliki 3 tahapan : I. Tahap Satu
Pembimbing cukup menunjukkan dan mengubungkan pengalaman dengan menggunakkan 3 materialbenda. 3 benda tersebut titunjukkan dengan namanya masing-masing (David Gettman : 2016).
a. Pembimbing memberikan isntruksi sekaligus mencontohkannya.
Memisahkan 3 benda diatas rug. Lalu pembimbing berkata “cermati dan rasakan pengalaman utuh dari salah satu benda tersebut.
Misalnya, jika benda itu berbentuk padat, maka lihat dan peganglah.
Jika benda itu berupa alat, maka amati dengan seksama dan perpura- puralah sedang menggunakannnya. Jika benda itu berupa nada, maka bunyikan dan dengarkan suaranya. Jika benda itu huruf ampelas, maka raba dan telusuri bentuknya”. Pembibing menghadap kearah anak sambil mengucapkan nama benda-benda yang ditunjukan dengan lantang.
b. Pembimbing mengulangi langkah (a) untuk benda yang sama, lalu pembimbing mengatakan “silahkan kamu mencobanya” sambil pembimbingpun melakukan hal yang sama, jika anak belum menirukan pembimbing dengan tepat, ulangi langkah (a)
c. Pembimbing melakukan hal yang sama untuk kedua benda lainnya seperti dalam langkah (a) dan (b). Pembimbing mengajak anak merasakan pengalamannya, memberitahu nama benda.
d. Pembimbing melakukan hal yang sama untuk ketiga benda seperti dalam langkah (a) dan (b) dengan urutan acak.
II. Tahap Dua
Anak ditantang untuk mengenali 3 benda hanya dari nama, tidak dengan menyentuhnya, yang berarti mengharuskan anak untuk mengaitkan benda dengan namanya serta membedakan pasangan tersebut dari keterkaitan yang lain (David Gettman : 2016).
a. Pembimbing/ Miss Ade mengucapkan dengan lantang nama salah satu dari ketiga material, lalu meminta anak untuk menunjukkan benda yang dimaksud melalui satu gerakan atau isyarat. Misalnya “tolong berikan sendok itu pada Miss” atau meminta anak untuk menaruh di tempat yang berbeda.
b. Miss Ade mengulangi langkah (a) untuk dua benda lainnya.
c. Jika anak melakukan kesalahan, pembimbing tidak dianjurkan untuk menunjukan ekspresi kecewa atau tidak setuju, namun lanjutkan dengan menunjuk menda lain yang namanya tidak disebutkan pembimbing dan pembimbing meminta anak untuk mengerjakan pekerjaan lain agar pembimbing dapat mengetahui bahwa kesalahan tadi merupakan
keteledoran anak atau anak mengkaitkan benda dengan anama yang keliru.
Menurut pembimbing jika kesalahannya merupakan asosiasi, maka biarkan anak unutk memasukan kembali kedalam putaran tahap satu. Lalu mengumumkan bahwa sesi belajar berakhir untuk meninggalkan kesan asosiasi yang benar pada anak.
III. Tahap Tiga
Anak dibiarkan untuk menggunakan, memberikan konteks mental dan membuktikan asosiaasi yang telah dipelajari anak dengan cara menyebutkan nama benda yang ditunjukan pembimbing (David Gettman : 2016).
a. Pembimbing menggunakan tahap satu dan dua untuk menunjuk pada salah satudari tiga benda yang terletak di rug. Misalnya mengangkat, dan mengulurkan benda pada anak, lalu pembimbing bertanya pada anak “apa nama benda ini?” dan pembimbing harus menunjukan respon yang antusias saat anak memberikan jawaban. Pembimbing mengulangi langkah ini dengan ketiga benda yang ada dipilih secara acak sampai anak telah menyebutkan nama masing-masing benda beberapa kali. Pembimbing memvariasikan gerakan dan isyarat yang digunakan untuk menunjk bendak agar anak tetap tertarik. Lalu meminta untuk meletakan benda ditempat yang berbeda.
b. Jika anak menolak untuk menyebutkan nama namun bisa mengerjakan gereakan yang diminta pada benda yang benar ditahap dua, maka pembimbing tidak boleh memaksakannya, karena anak dimungkinkan belum siap untuk berbicara. Maka pembimbing melakukan langkah tiga tahap dengan material lain sampai anak merasa lebih percaya diri untuk berbicara.
Kesimpulannya bahwa pelaksanaan metode montessori sudah baik, setiap pelaksanaan yang diberikan pada anak, menujukan manfaat, baik jangka panjang ataupun jangka pendek. Pelaksanaannya metode montessori sangat detail. Dimulai dari awal masuk, anak sudah diperhatikan tingkah lakunya, saat kegiatan bekerja selalu diamati pembimbing dan 2 guru kelas tanpa mengganggunya, sampai istirahat dan pulangpun harus disiplin baik kerapihan dalam duduk, berbicara
maupun peraturan snack time harus di luar kelas, makan atau cemilan harus yang sehat, minumanpun demikian. Dalam hubungan dengan orang tuapun sangat evektif, jadi orang tua selalu memberi tahu pembimbing montessori, guru, dan wali kelas mengenai perkembangan anaknya saat dirumah, baik perubahan- perubahan yang terjadi, maupun masalah yang terjadi pada anak. TK Awliya Kids’ Center Cirebon menggunakan dua media dalam berkomunikasi dengan antara orang tua dengan guru dalam rangka mengevaluasi perkembangan anak- anaknya. Yaitu melalui grup whatsapp dan buku pengubung. buku penghubung merupakan buku yang dimiliki setiap orang tua murid, dengan cara menulis apa saja seputar anaknya, kemudian gurupun menulis kembali dibuku penghubung tentang keadaan anak. Namun karena metode ini merupakan hal yang baru bagi masyarakat, terlebih orang tua, guru, anak-anaknya sendiri harus menyeimbangkan antara metode pengasuhan dirumah dengan metode montessori di sekolah, meski dirumahpun orang tua bisa memberikan aktivitas montessori yang sederhana. Untuk memahamkan orang tua, maka diadakan pelatihan montessori untuk orang tua satu minggu sekali, hari Selasa dan pelatihan guru- guru hari Rabu. Dan karena material montessori yang begitu banyak, pembimbing harus mengulang-ulang presentasi agar paham.
B. Gambaran Perkembangan Kognitif Anak Kelas TK.A di TK Awliya Kids’
Center Kota Cirebon
Piaget membuktikan bahwa proses perkembangan kognitif membentuk pengetahuan melalui eksplorasi lingkungan secara aktif dan mengkonstruksi pemikiran mereka (Piaget dalam Farida Harahap). Oleh karenanya peneliti menggambarkan bagaimana perkembangan kognitif anak TK.A di TK Awliya Kids’ Center Kota Cirebon.
Perkembangan kognitif anak dalam kelas montessori dilihat dari bagaimana anak bekerja (montessori menamai aktivitas anak dengan “bekerja”) menggunakan alat peraga yang sudah disediakan. Hasil pengamatan yang dilaksanakan tanggal 28 April 2017 diketahui bahwa perkembangan kognitif anak kelas TK.A dikategorikan bagus. terbukti dari hasil observasi dan wawancara sederhana yang dilaksanakan sebanyak 4 kali kepada 5 anak, mereka sangat aktif,
tindakannya spontan dalam hal positif, seperti mengucapkan terimasih saat dibantu, merapikan kembali material yang sudah digunakan, misal saat menggunakan meja lipat, setelahnya di simpan kembali, cuci tangan sebelum makan, berkata “tolong” ketika minta bantuan, mencintai lingkungan alam, dengan menanam bawang daun, bermain secara aktif di area kelas montessori maupun area permain yang berada di luar kelas.
Pada pengamatan selanjutnya dilaksanakan hari Senin, tanggal 08 Mei 2017, pukul 07.30- 11.00 di kelas montessori yang di bimbing oleh miss Ade Irah Erliyawati, S.Pd (pembimbing khusus montessori), anak-anak mulai memasuki kelas yang didamping oleh wali kelas, dan guru kelas. Seperti biasa sebelum bekerja, dilakukan circle time, yaitu kegiatan yang dilakukan sebelum dan sesudah aktivitas montessori. Yang fungsinya untuk mempersiapkan otak anak dalam proses bekerja, agar anak bisa berkonsentrasi dan fokus saat mereka bekerja menggunakan alat peraga di kelas, mengasah memori ingatan tentang tema yang dibahas di minggu lalu dan merencanakan apa yang akan dibahas.
Kegiatannya berupa pembimbing mengucapkan greating, yaitu menanyakan kabar pada anak, menggunakan dua bahasa, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia;
menanyakan tema apa yang sudah dibahas minggu lalu; menanyakan hari, tanggal, bulan tahun pada kegiatan yang sedang dilaksanakannya itu; menanyakan cuaca hari yang sedang dilaksanakan tersebut; mengabsen, saat mengabsen anak- anak mengacungkan tangannya dan berkata present, lalu bagi anak yang ingin menyebutkan seluruh nama teman-temannya sesuai ingatannya, maka diperbolehkan, karena akan melatih ingatan anak secara kognitif; senam sebelum ringan dengan musik; memberi tahu tema yang akan dilaksanakan, pada saat pengamatan berlangsung, tema yang diperkenalkan berupa profesi pekerjaan dengan miniatur. Anak-anak menyebutkannya, kemudiaan ketika tidak tahu, pembimbing menjelaskannya. Kegiatan diawal ini sudah memberikan stimulasi perkembangan kognitif anak dari bagaimana ia mengingat, menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu peristiwa. Circle time dilaksanakan 30 menit sebelum anak-anak bekerja. Kemudian anak-anak mulai bekerja sesuai kehendaknya. Circle time sebelum pulang dilaksanakan 15 menit.
Hasil observasi menunjukan dalam aktivitas bekerja, anak-anak bersemangat; bebas; saling bekerja sama; bekerja secara disiplin; tidak saling berebut; mandiri; ketika akan berbicara, mengajukan pertanyaan atau meminta bantuan, mereka mengacungkan tangan terlebih dahulu. Tingkah laku seperti ini dilakukan anak secara spontan, setelah di awal tahun ajaran baru diberi tahu aturan-aturan yang harus dilaksanakan, tidak lupa juga pembimbing selalu mengingatkan anak yang tidak melaksanakan aturan-aturan aktivitas montessori.
Peneliti mengadakan observasi terhadap 5 anak dan upaya yang dilakukan pembimbing dalam mengoptimalkan perkembangan anak, khususnya peneliti mengamati pengoptimalan secara kognitif anak TK kelas TK.A Awliya Kids’
Center Kota Cirebon. Berikut adalah daftar centang dan deskripsi hasil pencapaian perkembangsn kognitif terhadap 5 anak:
Keterangan Tanda :
: indikator yang ditunjukan anak atau anak bisa mencapainya
X : indikator pertanyaan yang tidak ditunjukan anak atau anak belum bisa mencapainya
T : indikator yang belum sempat di amati.
1) Subjek Pengamatan Pertama Nama : ANS
Jenis kelamin : perempuan
tanggal lahir : 09 Desember 2011 Usia : 5 tahun
a. Tabel Hasil Obsevasi dan Wawancara
Dimensi Indikator Pertanyaan / X/ T Bukti Observasi Anak mulai
mengenal simbol- simbol untuk mempresenta sikan dunia secara kognitif
Mengenal simbol, kualitas, nama-nama material berdasarkan indrawi anak
1. Bagaimana cara guru
mengevaluasi kemampuan anak dalam
menggunakan desain coret-coret
Cara guru
mengevaluasi anak dalam
menggambar/desain coret-coret dengan adanya aktivitas morning jurnal.
Yaitu aktivitas menggambar dan anak boleh memilih 1 teman kelas yang
untuk
menggambar simbol-simbol?
diinginkannya, kemudian setelah selesai gambar dikumpulkan di loker khusus anak masing-masing 2. Berapa simbol
yang dapat
dipahami anak?
Simbol yang diketahui hampir semua tahu.
Mengetahui simbol huruf, geometri, angka, dan lain-lain 3. Bagaimana dan
apakah anak mampu
mendengarkan dan memahami instuksi dari pembimbing?
Mendengarkan isntruksi
pembimbing saat diminta untuk cuci tangan dan menutu pintu kelas
4. Apakah anak bisa membedakan dan membandingkan suara keras dan lembut?
Mendengarkan suara musik, dari yang keras-pelan.
Ia mampu membedakannya
5. Apakah anak mampu
membandingakan ukuran tinggi, lebar, dan berat dari suatu objek?
mampu
membandingkan ukuran dengan menggunakan objek dari alat peraga red roads (tinggi), baric tablets (berat), knobbed cylinders 6. Apakah anak
mampu menyebutkan nama-nama benda yang ditunjukan pada anak?
Menyebutkan wadah, pulpen, kaos kaki, dan meja
7. Apakah anak mampu
menghitung
jumlah benda atau
angka dan
mengitung jari- jarinya?
Menghitung jari- jarinya dan
menghitung wadah
8. Apakah anak bisa membedakan bau yang enak dan
tidak? X
belum faham bau yang ditunjukan dengan media smelling jar.
Terdapat 4 bau, dan ada 8 botol yang berpasangan.
Baunya berupa, jinten, ketumbar, cengkeh, kapolaga.
9. Apakah anak bisa mengidentifikasik
an rasa
pengecapan yang berbeda?
Mampu
mengidentifikasi rasa, seperti asin, manis, asam, pahit, tawar dengan diberikan rasa-rasa yang sudah ada dikelas montessor 10. Apakah anak
sudah mengetahui satu atau dua jenis warna?
Sudah tahu warna- warna yang ditunjukan dan warna-warna dasar dengan alat color tablet
Menggunaka n objek untuk menyimbolka n tindakan dan kejadian
Berimajinasi atau
mengimajinas ikan benda sebagai suatu hal yang nyata, dan menyusun puzzle
11. Apakah anak bisa mengimajinasikan benda seperti hal yang nyata?
Mengimajinasikan buah-buhan seperti hal nyata dan mengimajinasikan segitiga sama sisi seperti piramid 12. Bagaimana anak
mampu menyusun menara dan puzzle?
Menyusun menara pink tower dan menyusun puzzle tanaman
13. Apakah anak bisa Bisa mencocokan
mencockan kertas huruf?
huruf dengan nama- nama yang
diperlihatkan dari gambar
14. Apakah anak bisa membayangkan dan tahu bahwa peta dan globe dunia adalah tempat ia tinggal?
Sudah paham mengenai bumi, globe peta dan menceritakan bahawa bumi adalah tempat tinggalnya
15. Apaka anak bisa mengapikasikan ke dalam pakaian berkancing yang dikenakannya ketika telah belajar alat peraga dressing frame?
Ia sudah bisa mengancingkan dan resleting bajunya, ketika ia berganti pakaian.
16. Apakah anak bisa mnyampaikan cerita secara acak?
X
Belum bisa mencapainya
17. Bagaimana anak bisa menggambar anggota tubuh dan
menyebutkannya?
Dengan
menggambar saat kegiatan morning journal. Yaitu waktu untuk menggambar di pagi hari, lalu menggambar manusia dan menyebutkan anggota-anggota tubuh secara global 18. Bagaimana anak
bisa menggambar lingkaran atau bentuk-bentuk lainnya
Pembimbing memperlihatkan contoh konkritnya, kemudian anak menirukan bentuk- bentuk yang ada. Ia bisa dengan mudah
berdasarkan contoh?
menirukan bentuk- bentuk yang ditunjukan. Seperti lingkaran, kotak, segitiga, segilima, dan segi tujuh
Menduga efek suatu tindakan pada tindakan lain Anak
mengenal ciri, isi/volume objek
Anak menyadari faktor sebab
akibat Anak meyakini atau
menilai suatu objek berdasarkan:
- Tampilan - Wadah - Volume Ciri-ciri yang konkrit
19. Apakah anak menyadari ketika air dituangkan dari gelas A ke gelas B maka air gelas A akan berkurang?
Menyadari air akan berkurang saat dituangkan kegelas lain
20. Apakah anak mampu
mengelompokan objek yang berbeda dari bentuk, warna, ukuran/volume?
Bisa
mengelompokan objek dengan buah dan mencari warna yang sama, maupun ukuran dan bentuk- bentuk yang sama dan yang berbeda dengan knobbed cylinder
21. Apakah anak mengetahui
perbedaan siang dan malam, atau
hal yang
berlawanan?
Mengetahui perbedaan siang dan malam. Kalau siang panas. Malam dingin
22. Apakah anak bisa membedakan musim?
Musim hujan ada hujannya, musim panas ada mataharinya 23. Apakah anak
mengetehui tema- tema budaya
T -
(sejara, alam, kebudayaan, geografi) ?
24. Apakah anak mengetahui
usianya?
5 tahun usianya
25. Apakah anak bisa menilai bahwa meskipun
wadahnya berbeda tetapi volumenya tetap sama?
Ia bisa menilai dan mengetahui bahwa wadah berbeda tetapi isinya sama.
Anak memindahkan air dari satu gelas ke kelas lainnya yang ukurannya berbeda
26. Apakah anak bisa mengurutkan ukuran benda dari yang terkecil, terbesar,
terpendek dan terpanjang?
Belum bisa
mencapainya. Saat ia bekerjamenyusun red roads masih tidak berurutan dari yang pendek ke yang panjang
27. Apakah anak bisa membedakan
berat dan ringan? X
Masih bingung mengidentifikasi berat dan ringan, saat bekerja dengan alat peraga baric tablets.
28. Apakah anak bisa membedakan tekstur objek yang
halus dan kasar?
Bisa membedakan tekstur objek halus dan kasar dengan alat peraga rough and smooth. Alat yang menyerupai ampelas, dari yang kasa sampai yang terhalus.
29. Apakah anak bisa membedakan mana jenis
Mampu mengetahui jenlis kelamin yang berbeda. Dengan menyebutkan
kelamin yang berbeda? Atau suatu objek yang berbeda?
teman-temannya yang laki-laki dan perempuan, juga para
pembimbingnya.
Tabel 12. Daftar Ceklis Dan Bukti Perkembangan Kognitif Anak 1
b. Deskripsi Hasil Obsevasi dan Wawancara
ANS mulai mengenal simbol-simbol dalam mempresentasikan dunia secara kognitif, mengenal kualitas, nama-nama material berdasarkan indrawi anak.
Dalam mengenal simbol dapat di buktikan dengan anak mampu menggambar simbol segi tiga, persegi panjang, segi empat dan lingkaran, subjek mampu menunjukan tanggal bulan dan tahun pada hari tersebut. 4 indrawi yang bisa di capai subjek adalah penglihatan; pendengaran; pengecapan, untuk penciuman subjek belum paham bau yang ditunjukan dengan material smelling jar. Pada indra penglihatan dan kualitas, subjek mampu membandingkan ukuran menggunakan objek dari alat peraga red rods (tinggi), baric tablets (berat) dan knobbed scylinders (ukuran besar kecil), mengetahui warna-warna dasar. Hal yang ditunjukan anak pada indra pendengaran yaitu mampu mendengarkan instruksi dari pembimbing untuk menutup pintu kelas dan mencuci tangan. Selanjutnya subjek mampu mengidentifikasikan indra pengecapan seperti subjek mampu mengidentifikasikan rasa manis, asam, pahit dan tawar (Observasi &
wawancara/subjek 1/08 Mei 2017).
ANS mampu menggunakan objek untuk menyimbolkan tindakan dan kejadian. Mengimajinasikan benda sebagai suatu hal yang nyata.
Subjek bisa mengimajinasikan buah-buhan seperti hal nyata dan mengimajinasikan segitiga sama sisi seperti piramid, mampu menyusun menara pink tower dan menyusun puzzle tanaman. Subjek belum bisa menyampaikan cerita. Subjek bisa mencocokan huruf dengan nama-nama yang diperlihatkan dari gambar. Sudah paham mengenai bumi, globe peta dan menceritakan bahawa bumi adalah tempat tinggalnya. sudah bisa mengancingkan dan resleting bajunya, ketika ia berganti pakaian. Subjek menggambar anggota tubuh saat kegiatan morning journal. Yaitu waktu untuk menggambar di pagi hari, lalu menggambar manusia dan menyebutkan anggota-anggota tubuh secara global. Pembimbing memperlihatkan contoh konkritnya, kemudian anak menirukan bentuk-bentuk yang ada. Ia bisa dengan mudah menirukan bentuk-bentuk yang ditunjukan.
Seperti lingkaran, kotak, segitiga, segilima, dan segi tujuh (Observasi &
wawancara/subjek 1/08 Mei 2017).
ANS mampu Menduga efek suatu tindakan pada tindakan lain; mengenal ciri; isi/volume; bentuk objek. Menyadari faktor sebab akibat.
Subjek menyadari air akan berkurang saat dituangkan ke gelas lain, mampu menilai dan mengetahui bahwa wadah berbeda tetapi isinya sama, yaitu memindahkan air dari satu gelas ke gelas lain yang ukurannnya berbeda, subjek bisa membedakan tekstur halus dan kasar dengan menggunakan material rough and smooth (ket.gambar hal. 71.b), subjek belum sempurna mengurutkan ukuran benda dari yang terkecil sampai yang terbesar seperti saat menggunakan material red rods.
subjek belum bisa membedakan berat dan ringan berupa material baric tablets. (observasi/ subjek 1/ 09 Mei 2019).
2) Subjek Pengamatan Kedua Nama : KYS Jenis kelamin : perempuan
Tanggal lahir : 10 Desember 2011 Usia : 5 tahun
a. Tabel Hasil Obsevasi dan Wawancara
Dimensi Indikator Pertanyaan / X/
T Bukti/Deskripsi Anak mulai
mengenal simbol- simbol untuk mempresenta sikan dunia secara kognitif
Mengenal simbol, kualitas, nama-nama material berdasarkan indrawi anak
1. Bagaimana cara guru
mengevaluasi kemampuan anak dalam menggunakan desain coret- coret untuk menggambar simbol-simbol?
Cara guru mengevaluasi anak dalam menggambar/desa in coret-coret dengan adanya aktivitas morning journal. Yaitu aktivitas
menggambar dan anak boleh memilih 1 teman kelas yang diinginkannya, kemudian setelah selesai gambar dikumpulkan di loker khusus untuk anak masing- masing
2. Berapa simbol Sudah memahami simbol huruf,
yang dapat dipahami anak?
angka, gambar- gambar anggota tubuh, simbol bendera,simbol profesi pekerjaan dll. Lebih dari 5 simbol yang sudah dipahaminya 3. Bagaimana dan
apakah anak mampu
mendengarkan dan memahami instuksi dari pembimbing?
Memahami instruksi dari pembimbing saat diminta untuk mengambil alat meraga balok, saat duduk, membereskan meja setelah menggambar 4. Apakah anak
bisa
membedakan dan
membandingkan suara keras dan lembut?
Dengan mendengarkan teriakan temannya yang lembut dan teman yang teriak
5. Apakah anak mampu
membandingaka n ukuran tinggi, lebar, dan berat dari suatu objek?
Mampu
membandingkan ukuran saat ia menggunakan knobbed cylinder
6. Apakah anak mampu
menyebutkan nama-nama benda yang
Telepon, wadah, buku, pulpen, loker, pensil, kertas, krayon
ditunjukan pada anak?
7. Apakah anak mampu
menghitung jumlah benda atau angka dan mengitung jari- jarinya?
Bisa menghitung kue stik yang dibawanya dan jari-jarinya
8. Apakah anak bisa
membedakan bau yang enak dan tidak?
X
Belum bisa membedakan bau- bauan masih bingung hanya bau yang faham yang bisa di identifikasikannya 9. Apakah anak
bisa
mengidentifikas ikan rasa pengecapan yang berbeda?
Bisa, merasakan asin, pahit, manis, tawar, asem
10. Apakah anak sudah
mengetahui satu atau dua jenis warna?
Sudah mengetahui semua warna.
dengan alat color tablet
Menggunaka n objek untuk menyimbolka n tindakan
Berimajinasi atau
mengimajinas ikan benda
11. Apakah anak bisa
mengimajinasik
Mengimajinasikan balok sebagai telepon
dan kejadian sebagai suatu hal yang nyata, dan menyusun puzzle
an benda seperti hal yang nyata?
12. Bagaimana anak mampu
menyusun menara dan puzzle?
Mampu menyusun knobbless cylinder dan puzzle pulau
13. Apakah anak bisa mencockan kertas huruf?
Bisa mencocokan huruf dengan nama-nama yang diperlihatkan dari gambar
14. Apakah anak bisa
membayangkan dan tahu bahwa peta dan globe dunia adalah tempat ia tinggal?
Sudah bisa membayangkan dan tahu bahwa peta/globe adalah tempat tinggalnya, mengetahui benua Asia, pulai di Indonesia. Bahkan tahu bagaimana bumi diciptakan, tentang ruang angkaspun tahu 15. Apaka anak
bisa
mengapikasikan
ke dalam
pakaian
berkancing yang dikenakannya ketika telah belajar alat peraga dressing frame?
Ia sudah bisa mengkancing dan resleting baju dan celana dengan mengaplikasikan ke pakaian dan celana. Tetapi belum bisa mengikat sepatu
16. Apakah anak bisa
Bercerita mengenai aktivitasnya di rumah, saat mau
mnyampaikan cerita secara acak?
berangkat sekolah, saat berlibur ke Bandung 17. Bagaimana anak
bisa
menggambar anggota tubuh dan
menyebutkan nya?
Ia mampu menggambar dengan sederhana dan mampu menyebutkan seluluh anggota tubuh manusia yang umum
18. Bagaimana anak bisa
menggambar lingkaran atau bentuk-bentuk lainnya
berdasarkan contoh?
Dengan menyebutkan nama bentuk dan memperlihatkan contoh konkrit bentuk-bentuk dengan alat peraga kabinet geometris dan geomentris kabinet
Menduga efek suatu tindakan pada tindakan lain Anak
mengenal ciri, isi/volume objek
Anak menyadari faktor sebab
akibat Anak meyakini atau
menilai suatu objek berdasarkan:
- Tampilan
19. Apakah anak menyadari ketika air dituangkan dari gelas A ke gelas B maka air gelas A akan berkurang?
Menyadari air yang dituangkan ke gelas lain maka air gelas pertama akan berkurang.
Alat peraga yang digunakan adalah pouring the water
20. Apakah anak mampu
Bisa
mengelompokan objek berbeda
- Wadah - Volume Ciri-ciri yang konkrit
mengelompokan objek yang berbeda dari bentuk, warna, ukuran/volume?
dengan
mengelompokan warna buah, bentuk binatang, ukuran sayuran
21. Apakah anak mengetahui perbedaan siang dan malam, atau
hal yang
berlawanan?
Kalau siang ada matahari, kalau malam tidak ada matahari
22. Apakah anak bisa
membedakan musim?
Musim panas ada matahari dan musim hujan ada hujannya
23. Apakah anak mengetehui tema-tema budaya (sejara, alam,
kebudayaan, geografi) ?
Mengetahui sejarah mesir dan kisah Fir’aun, mengetahui tempat-tempat bersejarah yang ada di Cirebon
24. Apakah anak mengetahui usianya?
Ia mengetahui usianya yaitu 5 tahun
25. Apakah anak bisa menilai bahwa
meskipun wadahnya berbeda tetapi volumenya tetap
X Belum bisa
menilai wadah yang berbeda, namun sebenarnya isi nya sama. Ia mengira bahwa wadah yang tinggi dan kecil lebih banyak isinya ketimbang wadah
sama? lebar dan besar 26. Apakah anak
bisa
mengurutkan ukuran benda dari yang terkecil,
terbesar,
terpendek dan terpanjang?
X Masih bingung, belum bisa menyusun ukuran- ukuran yang terkecil—
terpendek,
27. Apakah anak bisa
membedakan berat dan ringan?
X Ia belum bisa membedakan mana yang berat dan mana yang ringan, saat bekerja dengan alat peraga baric tablets.
28. Apakah anak bisa
membedakan tekstur objek yang halus dan kasar?
Ia bisa membedakan tekstur halus dan kasar saat ia dicoba untuk meraba material/alat peraga rough and smooth. Alat yang menyerupai amelas, dari yang kasa sampai yang terhalus.
29. Apakah anak bisa
membedakan mana jenis kelamin yang berbeda? Atau suatu objek yang berbeda?
Mampu
mengetahui jenis kelamin yang berbeda. Dengan menyebutkan teman-temannya yang laki-laki dan perempuan. Dan diperlihatkan gambar miniatur manusia pekerja, profesi mana yang
perempuan dan profesi mana yang laki-laki
Tabel 13. Daftar ceklis dan bukti perkembangan kognitif anak 2
b. Deskripsi Hasil Obsevasi dan Wawancara
KYS mulai mengenal simbol-simbol dalam mempresentasikan dunia secara kognitif, mengenal kualitas dan nama-nama material berdasarkan sensori anak.
Mengenal simbol angka, huruf, profesi pekerjaan, kualitas panjang pendek, dan gambar-gambar anggota tubuh, simbol bendera, lebih dari 5 simbol yang sudah dipahaminya. Sensori yang dipahami subjek berupa indra penglihatan, pendengaran, pengecapan, untuk penciuman masih belum bisa membedakan bau- bau yang di tunukannya berupa bau bumbu dan rempah-rempah, hanya bau yang mencolok yang bisa di identifikasi, yaitu bau cengkeh. Pada indra penglihatan mengetahui warna dengan material color tablets dan pada knobbed cylinders membandingkan ukuran tinggi dan pendek. Aubjek bisa mengidentifikasikan pengecapan, asin, manis, asam, tawar, pahit. (Observasi & wawancara/subjek 2/09 Mei 2017).
KYS mampu menggunakan objek untuk menyimbolkan tindakan dan kejadian. Mengimajinasikan benda sebagai suatu hal yang nyata.
Mengimajinasikan balok sebagai telepon dan mampu menyusun knobbless cylinder, puzzle pulau, mampu menyusun menara pink tower dan menyusun puzzle tanaman, subjek mencocokan huruf dengan nama-nama yang diperlihatkan dari gmbar, subjek mampu membayangkan bahwa bumi adalah bulat dan merupakan tempat tinggalnya, mengetahui tata surya, bahkan mengetahui bagaimana manusia di ciptakan, subjek bisa mengkancing baju dan resleting sendri, subjek mampu bercerita kejadiannya dirumah dan saat berlibur ke Bandung, subjek menggambar bentuk geometri dengan alat cabinet geometry dengan cara menyebutkan nama. (Observasi & wawancara/subjek 2/08 Mei 2017).
KYS mampu menduga efek suatu tindakan pada tindakan lain; mengenal ciri; isi/volume; bentuk objek. Menyadari faktor sebab akibat.
Subjek menyadari bahwa air yang dituangkan dari satu gelas ke gelas lain maka gelas pertama akan berkurang, dengan menggunakan material water pouring, dalam kebudayaan subjek mengetahui sejarah Mesir dan kisah Fir’aun, mengetahui tempat-tempat bersejarah yang ada di Cirebon. Subjek belum bisa menilai wadah yang berbeda, namun sebenarnya isinya sama. Ia mengira bahwa wadah yang tinggi dan kecil lebih banyak isinya ketimbang wadah lebar dan
besar, bisa membedakan tekstur halus dan kasar saat ia dicoba untuk meraba material/alat peraga rough and smooth. (Observasi & wawancara/subjek 2/09 Mei 2017).
3) Subjek Pengamatan Ketiga
Nama : DN
Jenis kelamin : laki-laki
Tanggal lahir : 10 Oktober 2011
Usia : 5 tahun
a. Tabel Hasil Obsevasi dan Wawancara
Dimensi Indikator Pertanyaan / X/ T Bukti/Deskripsi
Anak mulai mengenal
simbol- simbol untuk mempresenta
sikan dunia secara kognitif
Mengenal simbol, kualitas, nama-
nama material berdasarkan indrawi anak
1. Bagaimana cara guru
mengevaluasi kemampuan anak dalam
menggunakan desain coret-coret untuk
menggambar simbol-simbol?
Cara guru mengevaluasi anak dalam menggambar/de sain coret-coret dengan adanya aktivitas morning journal. Yaitu aktivitas menggambar dan anak boleh memilih 1 teman kelas yang diinginkannya, kemudian setelah selesai gambar
dikumpulkan di loker khusus untuk anak masing-masing 2. Berapa simbol
yang dapat dipahami anak?
Sudah memahami simbol huruf, angka, gambar- gambar anggota tubuh, simbol bendera,simbol profesi
pekerjaan dll.
Lebih dari 5 simbol yang sudah
dipahaminya 3. Bagaimana dan
apakah anak mampu
mendengarkan dan memahami instuksi dari pembimbing?
Mampu
mendengarkan instruksi dari pembimbing dengan membereskan kembali alat peraga yang sudah di gunakan ke tempat semula 4. Apakah anak bisa
membedakan dan membandingkan suara keras dan lembut?
Mengetahui perbedaan suara keras dan lembut. Dari suara pembimbing saat bicara 5. Apakah anak
mampu
membandingakan ukuran tinggi, lebar, dan berat dari suatu objek?
Mampu
membandingkan ukuran dengan menggunakan objek dari alat peraga red roads (tinggi), baric tablets (berat), knobbed cylinders
6. Apakah anak mampu
menyebutkan nama-nama benda yang ditunjukan pada anak?
Mamampu menyebutkan meja, gelas, tas, pulpen
7. Apakah anak mampu
menghitung jumlah benda atau angka dan
Mampu menghitung wadah yang ada di lemari dan menghitung dengan jari- jarinya
mengitung jari- jarinya?
8. Apakah anak bisa membedakan bau yang enak dan tidak?
X Belum faham
bau yang ditunjukan dengan media smelling jar.
Terdapat 4 bau, dan ada 8 botol yang
berpasangan.
Baunya berupa, jinten,
ketumbar, cengkeh, kapolaga.
9. Apakah anak bisa mengidentifikasik
an rasa
pengecapan yang berbeda?
Mampu
megidentifikasi pengecapan berbeda dengan diberikan rasa- rasa asin, manis 10. Apakah anak
sudah
mengetahui satu atau dua jenis warna?
Sudah tahu semua warna dasar. Dengan menyebutkan warna
mejikuhibuniu
Menggunaka n objek
untuk menyimbolk
an tindakan dan kejadian
Berimajinasi atau mengimajinasi
kan benda sebagai suatu hal yang nyata,
dan menyusun puzzle
11. Apakah anak bisa
mengimajinasika n benda seperti hal yang nyata?
Bermain balok, seolah-olah kendaraan dan rumah
12. Bagaimana anak mampu
menyusun
menara dan puzzle?
Anak menyusun pink tower dan menyusun puzzle binantang
13. Apakah anak bisa mencockan kertas huruf?
T
-
14. Apakah anak bisa membayangkan dan tahu bahwa peta dan globe dunia adalah tempat ia tinggal?
Sudah sangat paham peta, globe, saat diperlihatkan peta pulau jawa dan globe dunia, ia mampu menyebutkannya 15. Apaka anak bisa
mengaplikasikan ke dalam pakaian berkancing yang dikenakannya ketika telah belajar alat peraga dressing frame?
sudah bisa mengkancing baju sendiri saat mengganti pakaian di sekolah. Karena ia mengikuti program day care
16. Apakah anak bisa
mnyampaikan cerita secara acak?
T
-
17. Bagaimana anak bisa menggambar anggota tubuh dan
menyebutkannya
?
Bisa
menggambar tubuh dengan baik dan menyebutkan masing-masing anggota tubuh.
Badan, kaki, kepala, tangan 18. Bagaimana anak
bisa menggambar lingkaran atau
Bisa
menggambar lingkaran dan bentuk-bentuk
bentuk-bentuk lainnya
berdasarkan contoh?
lain. Seperti persegi panjang, segi empat, segitiga
Menduga efek suatu
tindakan pada tindakan lain
Anak mengenal
ciri, isi/volume
objek
Anak menyadari faktor sebab
akibat Anak meyakini
atau menilai suatu objek berdasarkan:
- Tampilan - Wadah - Volume - Ciri-ciri yang konkrit
19. Apakah anak menyadari ketika air dituangkan dari gelas A ke gelas B maka air gelas A akan berkurang?
Menyadari saat menuangkan air dari satu gelas ke gelas lain dan air di gelas pertama akan habis. Ketika bekerja menggunakan water pouring 20. Apakah anak
mampu
mengelompokan objek yang berbeda dari bentuk, warna, ukuran/volume?
Mampu
mengelompokan buah-buahan yang warnanya sama, sedang untuk ukuran dan bentuk menggunakan knobbed cylinder 21. Apakah anak
mengetahui perbedaan siang dan malam, atau
hal yang
berlawanan?
Menurutnya perbedaan siang dan malam adalah kalau siang ada matahari, kalau malam ada bulan.
Kalau kereta panjang, kalau becak pendek 22. Apakah anak bisa
membedakan musim?
Bisa
menyebutkan musim, musim panas, musim hujan, musim salju. Dan membedakannya , musim panas gak ada air, musim hujan
ada air 23. Apakah anak
mengetehui tema- tema budaya (sejara, alam, kebudayaan, geografi) ?
Mengetahui benua di Asia dan mampu menyebutkan bendera- bendera di dunia
24. Apakah anak mengetahui usianya?
Iya. Berusia 5 tahun
25. Apakah anak bisa menilai bahwa meskipun
wadahnya
berbeda tetapi volumenya tetap sama?
Ia bisa menilai dan mengetahui bahwa wadah berbeda tetapi isinya sama. Ia memindahkan air dari satu gelas ke kelas lainnya yang ukurannya berbeda 26. Apakah anak bisa
mengurutkan ukuran benda dari yang terkecil, terbesar,
terpendek dan terpanjang?
Bisa
mengurutkan mulai dari yang terkecil-
terbesar. Dari yang panjang- pendek dengan menggunakan alat peraga brown stair, red roads dan memperlihatkan gambar gari tinggi dan pendek 27. Apakah anak bisa
membedakan berat dan ringan?
X Masih bingung mengidentifikasi berat dan ringan, saat bekerja dengan alat peraga baric tablets.
28. Apakah anak bisa membedakan tekstur objek yang halus dan kasar?
Bisa
membedakan tekstur objek halus dan kasar dengan alat peraga rough and smooth.
Alat yang menyerupai amelas, dari yang kasa sampai yang terhalus.
29. Apakah anak bisa membedakan mana jenis kelamin yang berbeda? Atau suatu objek yang berbeda?
Mampu mengetahui jenlis kelamin yang berbeda.
Dengan menyebutkan teman-temannya yang laki-laki dan perempuan, juga wali kelasnya.
Tabel 14. Daftar ceklis dan bukti perkembangan kognitif anak 3 b. Deskripsi Hasil Obsevasi dan Wawancara
DN mulai mengenal simbol-simbol dalam mempresentasikan dunia secara kognitif, mengenal kualitas dan nama-nama material berdasarkan sensori anak.
DN mampu mengenal simbol-simbol, dapat di buktikan dengan subjek mampu menggambar simbol segi tiga, persegi panjang, segi empat dan lingkaran dan memahami simbol huruf, angka, gambar-gambar anggota tubuh, simbol bendera Asia, simbol profesi pekerjaan dll. Mampu menghitung jari-jari 1-10.
Mengetahui lebih dari 5 simbol yang sudah dipahaminya, subjek mampu menunjukan tanggal bulan dan tahun pada hari tersebut. Sensori yang bisa di capai subjek adalah penglihatan; pendengaran; pengecapan, untuk penciuman subjek belum paham bau yang ditunjukan dengan material smelling jar, Terdapat 4 bau, dan ada 8 botol yang berpasangan. Baunya berupa, jinten, ketumbar, cengkeh, kapolaga. Pada indra penglihatan dan kualitas, subjek mampu membandingkan ukuran menggunakan objek dari alat peraga red rods (tinggi), baric tablets (berat) dan knobbed scylinders (ukuran besar kecil), mengetahui warna-warna dasar menggunakan color tablets. Hal yang ditunjukan anak pada indra pendengaran yaitu Mampu mendengarkan instruksi dari pembimbing dengan membereskan kembali alat peraga yang sudah di gunakan ke tempat semula. Selanjutnya subjek mampu mengidentifikasikan indra pengecapan seperti
subjek mampu mengidentifikasikan rasa manis, asam, pahit dan tawar. (Observasi
& wawancara/subjek 3/08 Mei 2017).
DN mampu menggunakan objek untuk menyimbolkan tindakan dan kejadian. Mengimajinasikan benda sebagai suatu hal yang nyata.
DN bisa mengimajinasikan balok, seolah-olah kendaraan dan rumah.
Subjek bisa menyusun pink tower dan menyusun puzzle binantang. Subjek sangat paham peta, globe, saat diperlihatkan peta pulau jawa dan globe dunia, ia mampu menyebutkannya. sudah bisa mengkancing baju sendiri saat mengganti pakaian di sekolah. Karena ia mengikuti program day care. Subjek isa menggambar tubuh dengan baik dan menyebutkan masing-masing anggota tubuh. Badan, kaki, kepala, tangan, saat diminta untk menggambar bentuk geometri subjek bisa melakukannya yaitu menggambar lingkaran dan bentuk-bentuk lain. Seperti persegi panjang, segi empat, segitiga. (Observasi & wawancara/subjek 3/09 Mei 2017).
DN mampu menduga efek suatu tindakan pada tindakan lain; mengenal ciri; isi/volume; bentuk objek. Menyadari faktor sebab akibat
. Subjek menyadari air akan berkurang saat dituangkan ke gelas lain, mampu menilai dan mengetahui bahwa wadah berbeda tetapi isinya sama, yaitu memindahkan air dari satu gelas ke gelas lain yang ukurannnya berbeda, subjek bisa membedakan tekstur halus dan kasar dengan menggunakan material rough and smooth (ket.gambar hal. 71.b), subjek mampu mengurutkan ukuran benda dari yang terkecil sampai yang terbesar seperti saat menggunakan material red rods, number rods. Subjek belum bisa membedakan berat dan ringan berupa material baric tablets. (Observasi /subjek 3/09 Mei 2017).
4) Subjek Pengamatan Keempat
Nama : NYS
Jenis kelamin : perempuan Tanggal lahir : 21 Januari 2013
Usia : 4 tahun
a. Tabel Hasil Obsevasi dan Wawancara
Dimensi Indikator Pertanyaan / X/ T Bukti/Deskripsi Anak mulai
mengenal simbol-
simbol untuk mempresen
tasikan dunia
Mengenal simbol, kualitas,
nama-nama material berdasarkan indrawi anak
1. Bagaimana cara guru
mengevaluasi kemampuan anak dalam
Cara guru mengevaluasi anak dalam menggambar/de sain coret-coret dengan adanya aktivitas morning