• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENDEKATAN PERANCANGAN

Dalam dokumen Perancangan Diradja Concert Hall (Halaman 4-135)

METODE PENDEKATAN PERANCANGAN

Metode pendekatan perancangan menjelaskan tahapan-tahapan yang dilakukan selama proses pra-perancangan, dimulai dari menentukan kawasan, melakukan diskusi dan asistensi, melakukan studi lapangan dan studi pustaka, hingga akhirnya dapat menentukan lokasi site perancangan dan menentukan fungsi bangunan yang dirancang. Berikut ini dijelaskan mengenai metode pendekatan perancangan secara lebih rinci.

3.1. Tahap 1 (Diskusi dan Briefing Dalam Menentukan Kawasan Proyek)

Tabel 3.1 Tahap 1 (Diskusi dan Briefing Dalam Menentukan Kawasan Proyek)

Tanggal Keterangan

Senin, 22 Februari 2016

Briefing dan diskusi bersama tim kerja dan dosen

pembimbing mengenai program kerja dan penentuan lokasi proyek.

Selasa, 23 Februari 2016

• Diskusi bersama tim kerja dan dosen pembimbing mengenai lokasi pasti proyek dan pengarahan untuk survei lokasi (survei lapangan). (Sumber : Olah data pribadi)

Dalam langkah diskusi ini menceritakan terdapat beberapa lokasi yang sempat diajukan :

a. Sei Mangke, Kab. Simalungun, b. Berastagi, Kab. Karo,

c. Kuala Namu, dan d. Pulo Brayan Bengkel.

Setelah melewati fase diskusi yang cukup panjang, terpilihlah kawasan Pulo Brayan Bengkel sebagai lokasi perancangan. Kawasan Pulo Brayan Bengkel ini terpilih karena memiliki banyak potensi yang berdampak positif jika dikembangkan, salah satunya dikarenakan kawasan ini merupakan kawasan pengembangan Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo).

3.2. Tahap 2 (Survei Lokasi)

Survei ini dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisa data-data yang didapatkan dilokasi. Dalam mengumpulkan data tentunya banyak yang harus dilihat dari berbagai sisi yang berbeda, mulai dari karakteristik lokasi, potensi, sirkulasi dan yang lainnya. Setelah mendapatkan data hasil survei lokasi, yang dilakukan selanjutnya adalah mendiskusikan dan menganalisanya bersama dengan kelompok kerja dan dosen pembimbing. Hasil dari analisa dari data survei inilah yang menjadi acuan dalam perancangan nantinya.

Tabel 3.2 Tahap 2 (Survei Lokasi)

Tanggal Keterangan

Rabu, 24 Februari 2016 • Survei lokasi di Pulo Brayan Bengkel, mengumpulkan dan mencatat data-data lokasi. Kamis, 25 Februari

2016

• Membahas hasil data survei. Mengasistensikan dan mendiskusikannya bersama dengan tim kerja dan dosen pembimbing.

Jum’at. 26 Februari 2016

• Menganalisa site kawasan bersama dengan tim kerja dan dosen pembimbing. Dimulai dengan peraturan yang diterapkan pada kawasan perancangan, pemilihan tema perancangan kawasan dan membuat sketsa cepat mengenai rencana perancangan kawasan.

(Sumber : Olah data pribadi)

Pada langkah survei lokasi ini dapat disimpulkan bahwa kawasan Pulo Brayan Bengkel akan dilakukan renewal development dengan menambahkan fungsi-fungsi bangunan yang dapat memfasilitasi kegiatan yang tidak hanya kegiatan masyarakat sekitar tetapi juga masyarakat diluar kawasan. Hal ini bertujuan untuk menjadikan kawasan ini sebagai daerah yang menjanjikan dan memberikan input bagi kota Medan dan daerah perencanaan Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo).

3.3. Tahap 3 (Survei Lapangan dan Mencari Data Kepustakaan Untuk Menguatkan Analisa Data Lokasi)

Hasil data yang didapatkan dari survei lokasi masih harus diperkuat lagi dengan data yang didapat melalui wawancara dengan pihak-pihak yang lebih mengetahui seperti apa lokasi perancangan dan bagaimana perancangan ini kedepannya dapat berjalan dengan baik dengan hasil yang memuaskan. Data-data

yang menguatkan hasil dari data survei didapatkan dari wawancara dengan pihak-pihak terkait dan juga dengan melakukan studi pustaka. Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan informasi sejarah kawasan, perkembangan kawasan dari masa ke masa, dan informasi lainnya yang membantu proses perancangan.

Setelah mendapatkan data pendukung untuk melakukan proyek perancangan kawasan, maka langkah selanjutnya adalah membuat desain renewal

development kawasan Pulo Brayan Bengkel berdasarkan hasil analisa data lokasi

dan data pendukung. Perencanaan kawasaan ini memegang konsep mempertahankan nilai sejarah dengan tema sustainable (arsitektur berkelanjutan). Untuk lebih menguatkan kegiatan perancangan proyek ini, tim kerja dan dosen pembimbing masih menunggu surat balasan dari PT. KAI (Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia) untuk melakukan wawancara.

Tabel 3.3 Tahap 3 (Survei Lapangan dan Mencari Data Kepustakaan Untuk Menguatkan Analisa Data Lokasi)

Tanggal Keterangan

Selasa, 01 Maret 2016 • Survei tim kerja ke Kantor PT. KAI di Jl. Jawa untuk menyampaikan surat izin wawancara dengan pihak PT. KAI perihal perencanaan kawasan pada tanah milik PT. KAI.

• Survei tim kerja ke BWS (Badan Warisan Sumatera), namun belum ada hasil.

Kamis, 03 Maret 2016 • Survei tim kerja dan dosen pembimbing ke kantor PT. KAI menanyakan surat balasan untuk izin wawancara, namun belum mendapatkan surat balasan.

• Survei tim kerja ke Perpustakaan Daerah untuk mencari data sejarah Kota Medan.

untuk mencari data sejarah kawasan Pulo Brayan Bengkel.

• Survei kembali tim kerja ke BWS (Badan Warisan Sumatera) dan bertemu dengan beberapa narasumber. Survei ini mendapatkan hasil informasi mengenai data sejarah kota Medan, sejarah kawasan Bengkel Pulo Brayan dan sejarah mengenai kereta api di Kota Medan.

(Sumber : Olah data pribadi)

3.4. Tahap 4 (Mendesain Rancangan Kawasan dengan Fungsi-Fungsi Bangunan yang Dibutuhkan)

Dalam mengolah hasil analisa dari data survei lokasi, wawancara dan data kepustakaaan sudah pasti pernah berada pada titik dimana begitu banyak perbedaan yang harus disatukan. Terlebih lagi dalam menyelesaikan rancangan kawasan ini dilakukan dengan kerja tim, banyak pendapat-pendapat yang harus dipadu-padankan sehingga menjadi satu kesatuan harmonisasi yang sempurna. Tabel 3.4 Tahap 4 (Mendesain Rancangan Kawasan dengan Fungsi-Fungsi

Bangunan yang Dibutuhkan)

Tanggal Keterangan

Sabtu - Senin, 05 - 07 Maret 2016

• Mengerjakan rancangan Masterplan Kawasan Pulo Brayan Bengkel bersama dengan tim kerja.

Selasa, 08 Maret 2016 • Mendiskusikan hasil rancangan Masterplan Kawasan Pulo Brayan Bengkel bersama tim kerja dan dosen pembimbing.

Rabu - Jum’at, 09 - 11 Maret 2016

• Mengerjakan maket kawasan eksisting.

Hal yang perlu diingat dalam merencanakan perancangan kawasan ini adalah diharapkan kawasan ini dapat menarik minat masyarakat diluar kota Medan bahkan wisatawan asing untuk berkunjung ke kota Medan. Dalam perancangan kawasan ini perlu membandingkan antara kawasan eksisting dan kawasan dengan rancangan yang baru. Hal ini bertujuan untuk melihat perbandingan kawasan antara sebelum dan sesudah dirancang. Hal yang dilihat seperti apakah tujuan utama dari perancangan kembali kawasan ini sudah tercapai, apakah kaidah-kaidah perancangan kawasan sudah dengan baik diterapkan, dan apakah kawasan yang sudah dirancang dapat memberikan dampak positif dari sebelum perancangan kawasan.

Gambar 3.2 Rancangan kawasanawal (Sumber : Olah data pribadi)

3.5. Tahap 5 (Mengerjakan Revisi Perancangan Kawasan Pulo Brayan Bengkel)

Ketika melakukan proses perancangan, tidak dapat dipungkiri dalam melakukan sebuah perancangan ada rasa ketidakpuasan dan merasa belum cukup baik terhadap hasil rancangan. Maka dari itu dalam setiap proses perancangan akan ditemukan cerita mengenai revisi-revisi desain perancangan. Revisi ini bisa saja bersisi kekurangan gambar yang bersifat fisik atau bahkan kekurangan dari segi kesempurnaan desan rancangan itu sendiri. Begitu juga dengan desain perancangan kembali kawasan ini juga tidak terlepas dari proses revisi desain.

Gambar 3.3 Proses revisi perancangan kawasan (Sumber : Olah data pribadi)

3.6. Tahap 6 (Mendapatkan Hasil Rancangan Kawasan Setelah Revisi) Untuk menghasilkan sebuah revisi perancangan kembali kawasan Pulo Brayan Bengkel tidaklah mudah. Kembali ketitik dimana diskusi awal dimulai, menganalisa kembali rancangan sebelumnya, mendata kekurangan dari hasil rancangan dan juga mendata kembali apa yang dibutuhkan pada kawasan

perancangan ini. Melewati diskusi yang cukup panjang dengan tim kerja menorehkan sebuah catatan pada rancangan awal belum cukup efisien dari segi sirkulasi kawasan, orientasi utama pada kawasan dan juga mengenai fungsi-fungsi bangunan yang belum sesuai dengan kebutuhan dan peletakannya. Ketika diskusi panjang telah terlewati, telah ditetapkan hasil Masterplan Kawasan Pulo Brayan Bengkel. Adapun hasil keputusan desain fungsi bangunan yang akan dirancang oleh masing-masing tim kerja adalah sebagai berikut :

a. Apartemen mix-used, dengan tema Hi-Tech, b. Concert Hall, dengan tema Arsitektur Futuristik,

c. Convention and Exhibition, dengan tema Arsitektur Hemat Energi,

d. Museum Sejarah Kota Medan dengan tema Arsitektur Neo-Vernakular, e. Pusat Industri, dengan tema Arsitektur Industrial,

f. Stasiun KA, dengan tema Hi-Tech,

g. Youth Centre, dengan tema Arsitektur Berkelanjutan.

Gambar 3.4 Hasil perancangan kawasan setelah revisi (Sumber : Olah data pribadi)

3.7. Tahap 7 (Melakukan Diskusi dengan Dosen Psembimbing dan Dosen Penguji Mengenai Hasil Revisi)

Untuk mengetahui apakah hasil desain dari revisi Masterplan Kawasan Perancangan, tim kembali melakukan diskusi dengan dosen pembimbing. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil akhir terbaik dari perancangan kawasan. Jika ditelaah lebih jauh berdasarkan fungsional dan estetika, kekurangan dalam sebuah desain rancangan itu sudah pasti selalu ada. Hal yang harus dilakukan adalah, mengkaji kembali desain rancangan, memperbaiki kesalahan dan kekurangan.

Dari diskusi dengan tersebut maka menghasikan sebuah desain baru mengenai peletakan fungsi bangunan yang lebih sesuai terhadap peruntukan dan guna lahan pada kawasan perancangan.

3.8. Tahap 8 (Melakukan Survei Lokasi Kembali)

Mengkaji kembali revisi rancangan kawasan, terdapat beberapa hal yang masih belum didapat dari survei lokasi. Untuk melihat apakah ada yang terlewatkan maka diputuskan untuk melakukan survei lokasi kembali. Menyusuri setiap jalan-jalan dilakukan untuk melengkapi data yang kemudian akan dianalisa kembali. Dengan dilakukannya kembali survei lokasi ini diharapkan mampu untuk melengkapi data dan untuk melihat kesesuaian fungsi bangunan dengan kondisi lapangan. Sehingga revisi yang dilakukan terhadap Masterplan Kawasan Perancangan dapat menghasilkan hasil yang maksimal.

3.9. Tahap 9 (Melakukan Perancangan Kawasan yang Sudah Sesuai dengan Hasil Revisi)

Mencapai titik akhir dari sebuah desain itu tidaklah semudah dengan menggambar sebuah garis diatas kertas putih. Dibutuhkan banyak pertimbangan, diskusi serta analisa-analisa yang terkadang harus terdapat perdebatan dan

perbedaan yang harus disatukan. Setelah melakukan diskusi dengan dosen pembimbing dan dosen penguji, dan juga telah melakukan survei kembali kawasan perancangan, maka tim melakukan kembali desain perancangan kawasan dan menghasilkan sebuah desain kawasan yang baru.

Gambar 3.5 Hasil akhir perancangan kawasan (Sumber : Olah data pribadi)

Keterangan :

a. Diradja Concert Hall,

b. Apartemen, c. Stasiun KA TOD, d. Balai Yasa,

e. Museum Sejarah Kota Medan, f. Pusat Industri Kreatif,

g. Rusun dan pemukiman,

i. Perumahan, j. Youth Centre,

k. Club house,

l. Convention and Exhibition,

m. Menara Air,

n. Perumahan dengan arsitektur kolonial Belanda, o. Treatment air, dan

BAB IV

ANALISA PERANCANGAN

4.1. Analisa Kondisi Tapak Dan Lingkungan 4.1.1. Analisa Lokasi

Gambar 4.1 Peta lokasi

(Sumber : Olah data pribadi)

Peta Indonesia Peta Sumatera

Lokasi perancangan berada di Jl. Yos Sudarso, Kec. Medan Barat, Medan, Sumatera Utara. Berada di jalan Cemara, kecamatan Medan Timur, Medan, Sumatera Utara.

4.1.2. Analisa Kondisi dan Potensi Lahan

a. Lokasi : Jl. Yos sudarso, Kec. Medan Barat Kota Medan. b. Luas lahan : 3 ha (multi massa)

c. Batasan site

• Utara : Bangunan komersil • Selatan : Bangunan komersil

• Timur :Stasiun Kereta Api dan bangunan kolonial Belanda. • Barat :Sungai deli.

d. Program diperuntukan : Masyarakat lokal, regional, Dan Internasional. e. Kontur : Relatif datar.

f. GSB : (1/2n) + 1 (n = lebar jalan) g. Jalan Primer : Minimun 12-15 meter

h. Sempadan samping dan belakang : 3 meter i. KDB : 50% - 75%

j. KLB maksimum : 5 k. GSS (Sepadan sungai): 10 m

l. Bangunan eksisting :Permukiman, komersil, pergudangan, dan pendidikan.

Lokasi perancangan berada di Jl. Yos Sudarso, Kec. Medan Barat, dekat dengan Stasiun KA Pulo Brayan dan perumahan pegawai KA yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Pada kawasan perancangan juga terdapat menara air yang merupakan peninggalan pada masa kejayaan PT. KAI pada tahun 1886.

Selain itu Kec. Medan Barat juga masuk pada kawasan pengembangan Mebidangro. Pengembangan kawasan Mebidangro ini untuk meningkatkan citra

dan karakteristik kawasan sebagai bagian dari pusat kota metropolitan kota Medan.

4.1.3. Analisa Peraturan

Perancangan kawasan yang berada di Kecamatan Medan barat ini memiliki peraturan ketinggian bangunan hingga 10 lantai dan dikelola secara komersil, dengan peruntukan lahan sebagai perumahan, perdagangan, perkantoran, konservasi, lapangan golf dan hutan kota.

Tabel 4.1 Pengembangan Peruntukan Lahan Kota

Peraturan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) terdiri atas KDB menengah sampai tinggi, tergantung besar luas kapling dan lokasinya terhadap jalan. 1

a. Bangunan/apartemen/rumah susun/kondomonium jumlah lantai maksimal 10 lantai dengan ketentuan KDB maksimal 50 % dan KLB maksimal 5. b. Untuk bangunan-bangunan yang sudah memiliki Izin Mendirikan

Bangunan (IMB), maka disesuaikan dengan izin yang telah diterbitkan. c. Ketentuan KDB/KLB maupun ketinggian ditetapkan maksimal sepanjang

dapat menyediakan fasilitas berupa parkir, RTH dan ketentuan lainya. Peraturan mengenai GSB (Garis Sempadan Bangunan), berdasarkan penetapan dalam RTRW Kota Medan Tahun 2028 tentang ketentuan lebar garis sempadan depan bangunan sesuai dengan klasifikasi jalan adalah sebagai berikut2:

a. Jalan Arteri Primer : minimum 12-15 meter, b. Jalan Arteri Sekunder : minimum 8-10 meter, c. Jalan Kolektor Sekunder : minimum 6-8 meter, d. Jalan Lokal Sekunder : minimum 4-6 meter, e. Jalan Lingkungan (lainnya) : minimum 4 meter, f. Jalan Setapak : minimum 2 meter.

Sedangkan untuk garis sempadan samping dan belakang bangunan untuk Kawasan Perkotaan di Kecamatan Medan Barat diatur dengan ketentuan3 :

a. Pada peruntukan perumahan tunggal diterapkan garis sempadan samping kedua sisi minimal selebar 2 meter dengan pertimbangan akses masuk dan cucuran atap serta sempadan belakang minimal 2 meter.

b. Pada peruntukan perumahan kopel diterapkan garis sempadan samping salah satu sisi minimal selebar 1,5 meter dengan pertimbangan akses udara dan penyinaran masuk dan cucuran atap serta sempadan belakang minimal 2 meter.

1

Sumber : RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) Kawasan Medan Barat 2

Sumber : RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) Kawasan Medan Barat 3

c. Pada peruntukan perumahan deret tidak diterapkan garis sempadan samping pada kedua sisi atau GSB 0 meter, sedangkan sempadan belakang minimal 2 meter.

d. Untuk peruntukan perdagangan non ruko diterapkan ketentuan tipe A. e. Untuk peruntukan perdagangan berbentuk ruko tanpa GSB samping,

sedangkan GSB Belakang digantikan dengan ketentuan rencana gang kebakaran selebar 3 meter.

f. Pada peruntukan lain seperti bangunan umum diterapkan garis sempadan samping kedua sisi minimal selebar 2 meter untuk pencahayaan dan udara serta sempadan belakang minimal 2 meter.

g. Pada bangunan Industri diterapkan garis sempadan samping kedua sisi minimal selebar 3 meter untuk keamanan bahaya kebakaran serta sempadan belakang minimal 3 meter.

Peraturan ketinggian bangunan pada site perancangan merupakan bangunan dengan ketingian maksimal 30 lantai dan sebagian memiliki ketinggian bangunan maksimal 4 lantai.

4.1.4. Analisa Sarana dan Prasarana

Pada lokasi perancangan terdapat beberapa hal yang mendukung aktivitas pada lokasi perancangan. Hal yang mendukung tersebut tidak lain adalah sarana dan prasarana. Adapun sarana dan prasarana yang tersedia di sekitar kawasan perancangan adalah sebagai berikut :

a. Terdapat Yayasan Wanita Kereta Api dan beberapa sekolah negeri yang tersebar di kawasan Pulo Brayan.

Gambar 4.2 Sarana pendidikan disekitar kawasan perancangan

(Sumber : Olah data pribadi)

b. Terdapat Rumah Sakit Umum Martha Friska di jalan Yos Sudarso.

Gambar 4.3 Sarana kesehatan disekitar kawasan perancangan

(Sumber : Olah data pribadi)

Gambar 4.4 Sarana ibadah disekitar kawasan perancangan

(Sumber : Olah data pribadi)

4.1.5. Analisa Karakteristik Lingkungan

Karakter lingkungan pada kawasan Pulo Brayan Bengkel dapat dilihat dari masyarakatnya, perekonomiannya, dan keadaan topografinya.

Tabel 4.2 Karakter Lingkungan Karakter

Lingkungan

Keterangan

Masyarakatnya Masyarakat di kawasan Pulo Brayan Bengkel pada umumnya bekerja sebagai pegawai, tentara dan buruh. Ada juga yang bekerja wiraswasta dengan membuka toko atau bengkel.

Perekonomian Untuk perekonomian masyarakat pada kawasan ini sebagian besar adalah ekonomi kelas menengah kebawah. Kegiatan perekonomian yang terjadi pada kawasan ini adalah kegiatan komersil, dimana masyarakatnya banyak yang membuka retail yang menjual kebutuhan kawasan seperti rumah makan, bengkel, kebutuhan rumah tangga dan lain

Topografi Kondisi topografi di kawasan ini relatif datar, dan hampir tidak terlihat sedikitpun area yang berkontur di kawasan ini. Karena kawasan ini relatif datar maka topografi kawasan ini tidak terlalu memberikan masalah untuk perancangan kawasan dan perancangan fungsi bangunan. Untuk jenis kondisi tanah di kawasan ini tidak terlalu keras. Jenis tanahnya adalah bekas persawahan, ini dapat dilihat dari beberapa tempat yang tanahnya terlihat rendah dan tergenang air setelah terjadi hujan. (Sumber : Olah data primer penulis)

4.1.6. Analisa View

View atau pemandangan pada lokasi site ini didominasi oleh perumahan

warga dan juga pertokoan yang berorientasi menghadap di Jl. Cemara. Berikut adalah analisa mengenai view keluar dan view kedalam site.

4.1.6.1. View Keluar Site

View keluar site adalah permukiman penduduk fly over Pulo

Brayan, dan Stasiun KA, perumahan pegawai PT. KAI (Perseroan Terbatas Kereta Api Indoneisa) dan menara air.

Gambar 4.5 View keluar site

(Sumber : Olah data pribadi)

4.1.5.2. View Kedalam Site

Site yang berbatasan langsung dengan jalan memungkinkan lokasi proyek dapat dilihat dari berbagai arah oleh pengguna jalan. View kedalam site adalah view terdekat dari sekitar site perancangan, beberapa view yang terlihat yaitu pasar tradisional, pertokoan disepanjang Jl. Yos Sudarso, dan

fly over Pulo Brayan yang terlihat hingga site perancangan.

4.1.7. Analisa Tata Guna Lahan

Dalam analisa ini dibahas mengenai fungsi lahan, dan solusi untuk memanfaatkan setiap bagian kawasan perancangan untuk memaksimalkan fungsi lahan, sehingga tidak terdapat lagi lahan-lahan yang terbengkalai ataupun bangunan yang tidak memiliki fungsi (bangunan kosong).

Tabel 4.3 Penggunaan Lahan Kecamatan Medan Barat

No Jenis Penggunaan Lahan Luas (Ha) Persentase (%)

1 Permukiman 1036,05 72

2 Fasos dan Fasom 138,86 10

3 Perdagangan dan Jasa Komersil 21,29 1,47

4 Kawasan Perlindungan Setempat 86 5,80

5 Ruang Terbuka Hijau (RTH) 25 1,73

6 Infrstruktur (Jaringan Jalan) 139 9,0

Total Luas 1.446,2 100

4.1.8. Analisa Lalu Lintas

Arus lalu lintas dari dan menuju kawasan perancangan terlihat padat lancar. Untuk yang melewati fly over kendaraan lancar, tetapi jika melewati jalan dibawah fly over (Jl. Yos Sudarso dan sekitarnya) maka arus lalu lintas terbilang macet. Hal ini dikarenakan jalan yang kecil dan adanya lintasan rel kereta api. Untuk itu pada perancangan kembali kawasan Pulo Brayan Bengkel, jalan ini akan diperlebar. Ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan kendaraan dan memberikan ruang hawa untuk bangunan yang berada dibawah fly over. Titik lampu merah pada kawasan ini ada di persimpangan Jl. Krakatau - Jl. Cemara dan persimpangan Jl. Yos Sudarso - Jl. Cemara.

Berikut adalah uraian untuk intensitas kendaraan disekitar kawasan perancangan :

a. Jalan Yos Sudarso : sedikit macet, dengan dominasi angkutan umum, kendaraan pribadi roda dua dan empat.

b. Jalan Cemara : padat lancar, dengan dominasi kendaraan pribadi beroda empat, dan kendaraan berat.

c. Jalan Krakatau : padat lancar, dengan dominasi kendaraan pribadi beroda empat, kendaraan berat dan angkutan umum.

d. Fly over : lancar, dengan dominasi kendaaran pribadi beroda empat, dan kendaraan berat.

e. Jalan Bengkel dan Jalan Lampu : lancar, sedikit yang melintas jalan ini karena daerah permukiman penduduk. Dominasi kendaraan di jalan ini adalah kendaraan roda dua.

4.1.9. Analisa Sirkulasi

Sirkulasi pada jalan-jalan kawasan perancangan merupakan sirkulasi dua arah, dengan tingkat kemacetan yang tidak terlalu tinggi. Kondisi jalan pada kawasan perancangan juga sudah cukup baik. Namun penataan jalur hijau, dan kenyamanan serta keamanan bagi pejalan kaki belum diperhatikan. Hal ini terlihat dari pedestrian pada sisi jalan yang tidak terawat bahkan ada yang tidak memiliki jalur pedestrian.

Gambar 4.6 Sirkulasi jalan

Oleh sebab itu, pada perencanaan perancangan kawasan Pulo Brayan Bengkel perlu diperhatikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung dan pengguna jalan. Tidak hanya yang menggunakan kendaraan, tetapi juga yang menggunakan sepeda dan bagi pejalan kaki.

4.2. Analisa Fungsional

4.2.1. Analisa Kebutuhan Ruang dan Program Ruang

Analisa kebutuhan ruang dan program ruang adalah mengenai ruang-ruang yang dibutuhkan sesuai kebutuhan dan aktivitas yang dilakukan. Sedangkan program ruang adalah mengenai besaran ruang yang dibutuhkan sesuai dengan kapasitas yang dapat ditampung pada suatu ruang di satu waktu.

4.2.1.1. Analisa Kebutuhan Ruang Tabel 4.4 Deskripsi Kebutuhan Ruang

Fasilitas Pertunjukan Kelompok

Kegiatan

Pengguna Aktivitas Kebutuhan Ruang

Konser, Teater dan

Pengunjung

Mencari informasi R.informasi Melakukan regristasi

tiket

Loket tiket Menonton konser R. pertunjukan/

tribun penonton Beribadah/istirahat Mushallah/toilet

Makan Café/restaurant

Penyanyi/ Artis utama

Mengganti pakaian dan diskusi R. ganti artis pria/wanita Merapikan penampilan/berhias R. hias Latihan R. latihan

Rapat kegiatan R. rapat Istirahat/diskusi Green room

Melakukan konser Panggung/ ruang konser

Beribadah/istirahat Mushallah/toilet

Pertunjukan

Penyanyi/ Bintang tamu

Mengganti pakaian dan diskusi R. ganti artis pria/wanita Merapikan penampilan/berhias R. hias Latihan R. latihan

Rapat kegiatan R. rapat Istirahat/diskusi Green room

Melakukan konser Panggung/ ruang konser Beribadah/istirahat Mushallah/toilet Makan Café/restaurant Koreografer/ penari

Mengganti pakaian R. ganti Merapikan

penampilan/berhias

R. hias

Latihan R. latihan

Rapat kegiatan R. rapat Istirahat/diskusi Green room

Melakukan konser Panggung/ ruang konser Beribadah/istirahat Mushallah/toilet Makan Café/restaurant Pemain Musik Merapikan penampilan/berhias R. hias Latihan R. latihan

Rapat kegiatan R. rapat Istirahat/diskusi Green room

Memainkan alat music/mengiringi konser Panggung/ ruang konser Beribadah/istirahat Mushallah/toilet Makan Café/restaurant Desainer/Penata Rias

Menata rias dan busana R. hias/R. ganti Diskusi dengan artis R. hias/ R. ganti Beribadah/istirahat Mushallah/toilet

Makan Café/restaurant

Sutradara

Rapat kegiatan konser R. rapat Mengarahkan latihan R. latihan Mengarahkan dan

mengontrol pertunjukan

R.konser/backstage Istirahat/ diskusi Green room

Beribadah/istirahat Mushallah/toilet

Makan Café/restaurant

Konser, Teater dan Pertunjukan Petugas Dekorasi Mendekorasi panggung konser R.konser/panggung konser Menyimpan peralatan dekorasi Gudang Beribadah/istirahat Mushallah/toilet Makan Café/restaurant Mengatur pencahayaan panggung dan ruang konser

R. operator lighting Mengatur sound system

panggung R. operator sound sistem Petugas Operator Mengatur mekanisme panggung selama konser berlangsung R. konser/panggung Shooting pertunjukan R.konser/panggung Beribadah/istirahat Mushallah/toilet

Makan Café/restaurant

Pengunjung

Mencari informasi R.informasi Melakukan regristasi

Dalam dokumen Perancangan Diradja Concert Hall (Halaman 4-135)

Dokumen terkait