• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif deskriptif. Kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memenuhi fenomena tentang yang dialami subjek peneliti. Deskriptif adalah berupa kata-kata, dan gambar. Deskriptif yaitu berupa kata-kata, dan gambar. Penelitian kualitatif deskriptif yang menguraikan fakta tentang interaksi antara anggota organisasi intra kampus Unismuh Makassar.

Metode deskriptif yaitu metode yang menuturkan dan menafsirkan data yang ada, misalnya tentang situasi yang dialami, suatu hubungan, suatu proses yang sedang berlangsung, kelainan yang sedang muncul, kecenderungan yang nampak, pertentangan yang meruncing, dan sebagainya. Tujuan utama penelitian kualitatif yaitu untuk memahami fenomena atau gejala sosial yang terjadi di masyarakat.

Emzir, (2011:3) Jenis penelitian kualitatif tipe deskriptif yaitu data yang dikumpulkan lebih mengambil bentuk kata-kata atau gambar dari pada angka-angka. Hasil penelitian tertulis berisi kutipan-kutipan dari data untuk mengilustrasikan dan menyediakan bukti prestasi.

Creswell (2017:4) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif (qualitative research) yaitu metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang oleh sejumlah individu atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan

upaya-upaya penting, seperti mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedur-prosedur, mengumpulkan data yang spesifik dari para partisipan, menganalisis data dan menafsirkan makna data. Sehingga peneliti dapat mengeksplorasi dan mengumpulkan data tentang interaksi antara anggota organisasi intra kampus Unismuh Makassar.

Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan studi kasus di mana dengan studi kasus mencoba mencari arti dari pengalaman dalam kehidupan. Peneliti menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian sikap, penilaian, dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian studi kasus yaitu mencari atau menemukan makna dari hal-hal yang esensial atau mendasar dari pengalaman hidup tersebut, penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam yang lama dengan partisipan. Sehingga peneliti dapat mengkaji, memperdalam peristiwa tentang interaksi sosial antara anggota organisasi intra kampus Unismuh Makassar.

Menurut Lauterbach (1993) dan Creswel mengatakan bahwa studi kasus merupakan sebagai upaya menyingkap makna substantif suatu fenomena, penelitian studi kasus ini berusaha mengartikulasikan “esensi”. Dengan menggunakan perseptif feminis, fokus penelitian ini adalah pada persepsi mahasiswa dan pengalaman organisasinya mereka. Perseptif ini mempermudah usaha menyingkap pengalaman-pengalaman tersebut yang tertutup selama ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi refleksi studi kasus atas

data yang ada berdasarkan investigasi eksistensial pada pengalaman para mahasiswa, dan investigasi atas fenomena tersebut dalam konteks seni kreatif. B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Kampus Unismuh Makassar. 2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai November 2020. C. Fokus Penelitian

Interaksi sosial antara pelaku organisasi mahasiswa intra kampus di Unismuh Makassar.

D. Informan Penelitian

Penentuan informan pada penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Sugiyono (2018:124) menyatakan “Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu”. Adapun informan utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri karena peneliti terlibat langsung dalam pengalaman yang berkelanjutan dan terus menerus bersama dengan partisipan atau informan ( locke, Spirduso, dan Silverman, 2007). Informan yang terlibat dalam penelitian ini adalah mahasiswa organisasi intra kampus sebanyak 9 orang sebagai informan kunci dengan kriteria sebagai pengurus aktif dan memiliki jabatan ketua atau sekertaris.

E. Teknik Pengumpulan Data

Dalam permasalahan penelitian untuk memperoleh data maka digunakan adalah sebagai berikut:

1. Obsevasi

Menurut Subagyo, (2015: 62) observasi dilakukan sesuai dengan kebutuhan penelitian mengingat tidak setiap penelitian menggunakan alat pengumpul data. Observasi memakan waktu yang lebih lama apabila ingin melihat suatu perubahan dan pengamatan.

Penelitian ini menggunakan observasi langsung yang bersifat partisipatif ataupun non partisipatif yaitu pengamatan yang melibatkan peneliti dalam kegiatan yang menjadi penelitian dari organisasi IMM, BEM dan UKM yang berguna untuk mengetahui keadaan sebenarnya yang telah terjadi didalam fenomena, sikap dan perilaku keseharian yang berkaitan dengan interaksi sosial.

2. Wawancara

Menurut Sukandarrumidi, (2012: 88) wawancara adalah suatu proses Tanya jawab lisan, dimana 2 orang atau lebih berhadapan secara fisik bertatap muka. Hal senada juga dikatakan o1eh Sugiyono, (2012: 233) wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon. Dalam kegiatan wawancara dilakukan sebagai tindak lanjut untuk memperdalam keabsahan data dalam studi dokumentasi sebelumnya. Hal ini dikarenakan wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab yang berkaitan dengan masalah yang dibahas atau diteliti. Wawancara dilakukan kepada pengurus organisasi yang telah ditentukan siapa yang ingin diwawancarai.

3. Dokumentasi

Menurut Mulyana, (2010: 195) dalam wawancara dapat pula dilengkapi dengan analisis dokumen seperti otobiografi, catatan harian, surat-surat pribadi, catatan pengadilan, berita Koran, artikel majalah, brosur, bulletin dan foto-foto. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang latar belakang Organisasi IMM, UKM dan BEM yang meliputi struktur organisasi, dan foto-foto setelah wawancara.

F. Teknik Pengecekan Keabsahan Data

Dalam penelitian, setiap hal temuan harus di cek keabsahannya agar hasil penelitiannya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan dapat dibuktikan keabsahannya. Pemeriksaan yang dilakukan oleh peneliti antara lain:

1. Trungulasi sumber, yaitu dengan cara membandingkan kebenaran suatu fenomena berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti, baik dilihat dari dimensi waktu maupun dari sumber yang lain, (Sugiono, 2012: 241) Dalam pengecekan data ini, peneliti menggunakan observasi dalam lapangan yang didukung dengan pengecekan melalui wawancara dan dokumentasi.

2. Tringulasi teknik

Dalam Sugiono, (2008:127) triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Jadi triangulasi teknik mencari informasi pada orang yang sama atau subjek yang sama dengan cara atau teknik yang berbeda.

3. Triangulasi Waktu

Menurut Sugiono, (2008:127) dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawacara, observasi, atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Jadi kondisi mampu mempengaruhi proses pengumpulan data.

G. Teknik Analisis Data

Dalam menganalisis data, penulis menguraikan model analisis Huberman dan Miles yang disebut sebagai model Interatif. Menurut (Idrus, 2009: 147-151) adapun bentuk dari model interatif, yaitu:

1. Tahap pengumpulan data ini merupakan kegiatan dalam proses analisis data interaktif berupa kata-kata, fenomena, foto, sikap dan perilaku keseharian yang diperoleh peneliti dari hasil wawancara dan observasi mereka dengan menggunakan metode kualitatif.

2. Tahap reduksi data sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dari lapangan. Reduksi data ini berlangsung secara terus-menerus sejalan pelaksanaan penelitian berlangsung.

3. Tahap penyajian data sebagai kumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. 4. Tahap verifikasi dan penarikan kesimpulan yang dimaknai sebagai

penarikan arti data yang telah ditampilkan.

Dalam pelaksanaannya, data yang diperoleh berasal dari informasi dari lapangan, dijadikan bentuk uraian, kemudian dikaitkan dengan data yang

lainnya untuk mendapatkan kejelasan terhadap suatu kebenaran atau sebaliknya sehingga memperoleh gambaran baru ataupun menguatkan gambaran yang sudah ada.

BAB IV

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN