• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian a.Jenis Penelitian a.Jenis Penelitian

Jenis penelitian dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang, oleh karena itu jenis penelitian dibedakan sebagai berikut : dari sudut sifat , dari sudut bentuk, dari sudut tujuan dan dari sudut penerapannya 26. Menurut Soerjono Soekanto, Metode adalah proses, prinsip – prinsip dan tata cara memecahkan suatu masalah, sedangkan penelitian adalah pemeriksaan secara hati – hati, tekun dan tuntas terhadap suatu gejala untuk menambah pengetahuan manusia terhadap penerapan ilmu hukum. Dengan menggunakan metode, seseorang diharapkan mampu untuk menemukan dan menganalisa masalah tertentu yang terjadi sehingga dapat mengungkapkan suatu kebenaran, karena metode meberikan pedoman tentang cara bagaimana seseorang ilmuwan mempelajari, memahami dan menganalisa suatu permasalahan yang sedang dihadapi. Metodologi Penelitian merupakan suatu pengkajian dari peraturan – peraturan yang terdapat dalam metodologi penelitian.Dengan demikian penelitian akan berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana yang ditetapkan, karena “ suatu metode merupakan cara

25

Soerjono Soekanto, 2010, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, h.8

26

Amiruddin dan Zainal Asikin, 2004, Pengantar Metode Penelitian Hukum, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta, h.30

kerja atau tata kerja untuk memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu

pengetahuan yang bersangkutan”.27

Inti dari metodelogi dalam penelitian hukum adalah menguraikan tentang tata cara bagaimana suatu penelitian hukum harus dilakukan. Dengan demikian penelitian yang dilakukan adalah untuk memperoleh data yang teruji kebenaran secara ilmiah. Jadi Jenis penelitian yang akan dipakai peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris, dimana pada awalnya yang akan diteliti yaitu data sekunder kemudian dilanjutkan dengan penelitian terhadap data primer di lapangan atau masyarakat.

b. Jenis Pendekatan

Untuk mengetahui bagaimana penegakan hukum terhadap kawasan tanpa rokok di Kabupaten Badung, dalam hal ini peneliti menggunakan pendekatan perundang – undangan ( The Statute Approach) dan pendekatan fakta (The Fact Approach). Pendekatan perundang – undangan disini adalah ingin menganalisis norma – norma hukum yang didalam Peraturan Bupati Badung Nomor 38 Tahun 2015 Tentang Penataan, Pengendalian Dan Pengawasan Minuman Beralkohol Di Kabupaten Badungpendekatan fakta, disini penulis ingin meneliti fakta – fakta hukum yang terjadi dilapangan didalaman dalam Peraturan Daerah ini

27

27

c. Sifat Penelitian

Sifat dari penelitian yang akan yang akan dilakukan adalah penelitian deskriptif, yaitu suatu penelitian yang berusaha untuk menggambarkan tentang keadaan dan gejala-gejala lainnya dengan cara mengumpulkan data, menyususun, mengklasifikasi, menganalisa, dan menginterprestasikan. Penelitian Deskriptif pada penelitian ilmu hukum, bertujuan untuk menggambarkan secara tepat sifat – sifat suatu individu, keadaan, gejala, ataupun kelompok tertentu, atau untuk menentukan penyebaran suatu gejala, atau untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara suatu gejala dengan gejala lainnya dalamm penerapan ilmu hukum dan penegakan suatu peraturan daerah. Dalam penelitian ini penulis akan mencoba untuk mendeskripsikan atau meggambarkan tentang pelaksanaan dan penegakan hukum dari Peraturan Bupati Badung Nomor 38 Tahun 2015 tentang Penataan, Pengendalian Dan Pengawasan Minuman Beralkohol Di Kabupaten Badung, serta menggambarkan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan peraturan daerah tersebut serta solusi atas permasalahan yang timbul.

d. Data dan Sumber

Secara umum jenis data yang diperlukan dalam suatu penelitian hukum terarah pada penelitian data primer dan data sekunder. Data primer yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mengkaitkan kondisi sosial dengan masalah – masalah hukum yang terjadi di masyarakat. Sedangkan data sekunder berupa bahan hukum dan dokumen – dokumen hukum termasuk kasus – kasus hukum yang menjadi pijakan dasar peneliti dalam rangka menjawab permasalahan dan tujuan

penelitiannya. Jadi Dalam penelitian hukum empiris ini peneliti akan digunakan dua data dan sumber dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:

i. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumber pertama. 28Data primer ini akan diperoleh dari keterangan dan penjelasan dari pihak yang berkaitan dengan penelitian ini. Sedangkan sebagai sumber data primer dalam penelitian ini adalah semua pihak yang dapat memberikan keterangan secara langsung mengenai segala hal yang berkaitan dengan obyek penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data primer adalah pihak-pihak yang mengetahui dan terkait dengan penegakan hukum terhadap penegakan hukum terhadap pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol di Kabupaten Badung

ii. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari narasumber yaitu bisa berasal dari dokumen, bahan pustaka, hasil-hasil penelitan dan sebagainya terutama yang berkaitan dengan penelitian. Data sekunder antara lain mencangkup dokumen-dokumen resmi, buku-buku, hasil-hasil penelitian yang berwujud laporan dan

28

29

sebagainnya 29.Dalam hal ini terhadap pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol di Kabupaten Badung.

e. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian hukum ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut:

a) Teknik Wawancara (interview)

Teknik wawancara (interview) adalah teknik percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak, yakni pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban30.Sebelum seseorang peneliti dapat memulai wawancara, artinya sebelum ia dapat berhadapan muka dengan seseorang dan mendapatkan keterangan lisan dari dia, maka ada beberapa soal mengenai persiapan untuk wawancara yang harus dipecah terlebih dahulu yaitu : seleksi individu untuk diwawancara, pendekatan orang yang telah diseleksi untuk diwawancara, pengembangan suasana lanacar dalam wawancara, serta usaha untuk menimbulkan pengertian dan bantuan sepenuhnya dari orang yang diwawancara. 31

29

Ibid

30

Lexy J. Moleong, 1991, Metode Penelitian Kualitatif, PT. Remaja Rosada Karya, Bandung. h. 135

31

Koentjaraningrat, 1977, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, PT Gramedia, Jakarta, h.130

b) Teknik Kepustakaan

Pelacakan bahan terhadap sumber-sumber pustaka yang terkait dengan topik kajian tertentu harus dilakukan sejak dini untuk menambah wawasan yang cukup memadai atas topik yang dikaji. Sumber-sumber pustaka itu bisa berupa buku refrensi,ensiklopedia, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, dokumen dan sumber-sumber tercetak lainnya. 32

f. Teknik Penentuan Sample Penelitian

Di dalam penentuan sampel penelitian, berkaitan dengan bagaimana memilih sumber informan maupun situasi sosial tertentu yang dapat memberikan informasi yang terpercaya mengenai elemen-elemen yang ada (karakteristik elemen-elemen yang tercakup dalam fokus atau topikpenelitian).33Pemilihan Informan dalam penelitian ini dipilih dengan cara purpose sampling atau criterian based selection yang diikuti oleh Snowball Sampling.34Terhadap penelitian dengan menggunakan purposive sampling maka cenderung memilih nara sumber yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap dan mengetahui secara mendalam. Pengertian metode snowball sampling, yaitu suatu metode untuk memilih sampel atau responden dimana dipilih berdasarkan pada suatu penunjukan atau rekomendasi sebelumnya. Snowball sampling hanya mungkin diterapkan terhadap populasi yang jumlahnya tidak lebih dari seratus

32

Masnur Muslich, 2013, Bagaimana Penulisan Skripsi, Bumi Aksara, Jakarta, h.74

33

Sanapiah Faesal, 1990, Penelitian Kualitatif, Dasar-Dasar dan Aplikasinya, Yayasan Asih Asah Asuh, Malang, h. 56

34

H.B Sutopo, 1988, Suatu Pengantar Kualitatif, DasarTeori dan Praktek, Pusat Penelitian UNS, Surakarta, h. 22

31

orang. Berdasarkan kepada fokus kajian yang dilaksanakan dalam penelitian ini, maka informan yang dikaji adalah:

(1) Kepala Dinas Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Badung

(2) Kepala Dinas Koprasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Badung

(3) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung

(4) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Badung

Informan penelitian di atas bukan hal yang limitatif, mengingat Metode snowball sampling dalam bekerjanya ibarat seperti bola salju yang menggelinding akan semakin besar, dalam hal ini berarti informasi yang akan diperoleh peneliti akan semakin luas, penentuan informan sasaran dalam penelitian ini harus diperhatikan dan dipertimbangkan dengan baik, teliti dan konferhensip.

g. Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan data yang sudah diperoleh dari informan dan sumber kepustakaan dikumpulkan menjadi satu bagian untuk dianalisi kemudian dikaji sesuai dengan topik bahasan penelitian. Setelah data dikumpulkan, data itu perlu diolah atau dianalisi. Model analisi ada dua yaitu analisi statistik dan analisi nonstatistik. Analisis statistik dipakai apabila penelitian apabila peneliti berurusan dengan data yang berupa angka-angka (kualitatif) atau data yang dikuantitatifkan. Analisi nonstatistik digunakan pada data kualitatif atau data tekstular yang bersifat verbal yaitu berupa ungkapan-ungkapan. 35

35

Punaji Setyosari, 2012, Metode Penelitian Pendidikan Dan Pengembangan, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, h.209

33 BAB II

TINJAUAN UMUM TENTANG PENEGAKAN HUKUM TERHADAP