Penelitian ini dilaksanakan lahan tanam Dinas Pertanian kota Rembang dan dilaboratorium Mikroteknik Jurusan Biologi, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Februari - Mei 2014.
B. Variabel Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan 3 variabel yaitu: variabel bebas, variabel terikat dan variabel kendali.
1. Variabel bebas:
a. MVA yang ditambahkan pada media tanam kawista dengan konsentrasi 0 gram, 5 gram, 10 gram, dan 15 gram per tanaman (Wu 2012)
b. Kompos yang ditambahkan pada media tanam kawista dengan konsentrasi 0 gram, 30 gram, 60 gram, dan 90 gram per tanaman (Morton dan Dieter 2003, Rosniawaty 2005, Khazali 2009, Ermansyah 2012). 2. Variabel terikat berupa pertumbuhan tanaman kawista yang diukur dari:
Pertambahan tinggi bibit,pertambahan jumlah daun,pertambahan diameter batang, pertambahan panjang akar, dan pertambahan berat segar bibit serta derajat infeksi jamur MVA terhadap akar kawista.
3. Variabel kendali merupakan faktor yang berpengaruh terhadap variabel terikat. Variabel ini dilakukan dengan menyamakan faktor pada semua perlakuan. Variabel kendali pada penelitian ini adalah tinggi awal dan umur bibit kawista, intensitas cahaya matahari, suhu udara, kelembapan udara, penyiraman, kelembapan dan pH media tanam, jenis tanah, volume tanah, pemupukan dan ketinggian tempat.
C.Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah MVA yang terdiri dari empattaraf yaitu:
M0 : 0 gram MVA per tanaman M5 : 5 gram MVA per tanaman M10 : 10 gram MVA per tanaman M15 : 15 gram MVA per tanaman
Faktor kedua adalah kompos yang terdiri dari empat taraf yaitu: K0 : 0 gram kompos per tanaman
K30 : 30gram komposper tanaman K60 : 60gram komposper tanaman K90 : 90 gram komposper tanaman
Unit percobaan adalah satu polybag yang ditanam satu bibit kawista. Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan empat kali ulangan setiap kombinasisehingga jumlah seluruhnya terdapat 64 unit percobaan.
Tabel 1. Kombinasi dosis perlakuan MVA dan kompos
Perlakuan Dosis MVA (gram) Dosis kompos (gram)
M0K0 0 0 M0K30 0 30 M0K60 0 60 M0K90 0 90 M5K0 5 0 M5K30 5 30 M5K60 5 60 M5K90 5 90 M10K0 10 0 M10K30 10 30 M10K60 10 60 M10K90 10 90 M15K0 15 0 M15K30 15 30 M15K60 15 60 M15K90 15 90
Menurut Hanafiah (2005) penempatan perlakuan ke dalam satuan-satuan percobaan dilakukan secara acak lengkap, yang artinya semua satuan-satuan percobaan ditempatkan ke dalamnya secara acak.Berdasarkan keenam belas kombinasi taraf perlakuan tersebut maka dapat dibuat sebuah denah percobaan. Denah percobaan tersebut adalah sebagai berikut:
16
Gambar 4. Denah peletakan setiap unit percobaan Keterangan:
M = MVA
K = Kompos
1,2,3,4 = Unit perlakuan ke-1, ke-2, ke-3, ke-4
(1), (2), (3), (4) = Unit ulangan
D. Bahan dan Alat Penelitian
Bahan penelitian meliputi bibit tanaman kawista (Limonia acidissima
L.) dengan tinggi rata-rata ±30-33 cm dan umur ± tiga bulan yang diperoleh dari CV. Harapan Tani Rembang, inokulan MVA dengan kandungan jamur
M5K60 (1) M15K30 (1) M5K90 (4) M15K60 (3) M10K30 (1) M10K30 (3) M0K90 (3) M15K90 (4) M15K0 (1) M5K0 (2) M10K30 (4) M10K0 (2) M5K0 (1) M15K90 (2) M0K0 (4) M5K0 (3) M0K0 (1) M10K60 (1) M15K60 (2) M0K60 (2) M5K90 (1) M15K0 (3) M10K90 (2) M15K60 (4) M0K90 (1) M15K90 (3) M10K0 (1) M5K30 (4) M90K0 (2) M0K90 (2) M0K30 (2) M10K0 (4) M15K60 (2) M10K60 (2) M10K60 (4) M5K60 (4) M5K60 (2) M5K30 (2) M0K90 (4) M0K90(4) M5K30 (1) M15K30 (2) M5K30 (3) M0K60 (3) M5K90 (1) M5K60 (3) M10K90 (3) M0K0 (2) M0K0 (3) M10K90 (3) M5K90 (3) M15K30 (3) M15K30 (4) M5K0 (4) M0K30 (4) M0K60 (4) M15K90 (1) M0K30 (1) M10K60 (3) M60K0 (3) M10K30 (2) M10K90 (1) M0K60 (1) M0K30 (3)
didalamnya: Gigaspora sp, Glomus sp, dan Acaulospora sp yang diperoleh dari Universitas Gadjah Mada, kompos dari ampas teh PT. Sinar Sosro dengan kandungan 0,32 % N; 0,64 % P2O5; 0,32% K2O; 14,18% C/N;5,34% Corg; 0,13% Fe; 20% Cu; 10% Mg; dan 13% Ca dalam setiap satu kg kompos. Bahan untuk mengamati derajat infeksi MVA yaitu KOH, HCl, methylene blue, dan aquades.
Alat yang digunakan yaitu polybagdengan diameter 28,66 cm, penggaris dengan ketelitian 1 mm, kertas label, selang air, timbangan analitik dengan ketelitian 0,01 gram, ember, pisau lipat, mikroskop binokuler, kaca preparat, kamera, pipet tetes, botol falkon, dan beker gelas untuk mengetahui derajat infeksi MVA pada akar tanaman kawista dengan metode Clearing and Staining dan dilanjutkan dengan perhitungan derajat infeksi MVA.
E. Prosedur Penelitian 1. Persiapan media
Media tanam yang digunakan yaitu campuran tanah grumosol di desa Landoh yang diambil sampai kedalaman 25 cm dan kompos dengan dosis sesuai perlakuan kemudian diisikan ke dalam polybag ukuran 45 x 45 cm dengan berat media 12 kg/polybag. Pemberian MVA diberikan pada lubang tanam bersamaan dengan pemindahan bibit kawista ke media tanam. 2. Penanaman
Sebelum ditanam, akar bibit kawista dibersihkan dahulu dengan air mengalir. Setelah itu, bibit dipindahkan pada media yang telah disiapkan sebagai objek penelitian, yaitu polybag ukuran 45 x 45 cm yang sudah terisi media sesuai dengan perlakuan dan kompos diberikan bersamaan dengan pengisian tanah kedalam polybag. Satu polybag diisi satu bibit tanaman kawista dengan kedalaman ±15 cm.
3. Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan sehari dua kali (pagi dan sore), terutama pada fase awal adaptasi pada media baru. Penyiraman dilakukan dengan volum yang sama pada setiap polybag sampai kapasitas lapang. Pemupukan rutin dilakukan 2 minggu sekali dan pengendalian gulma dilakukan setiap hari.
18
4. Pengamatan dan Pengukuran
Pengukuran terhadap setiap unittanaman sampel dilakukan 2 minggu sekali dan diakhir pengamatan.
a. Pertambahan tinggi bibit (cm)
Tinggi tanaman diukur dari pangkal batang sampai pangkal daun tertinggi pada tanaman sampel. Pertambahan tinggi bibitditentukan berdasarkan selisih dari setiap kali pengamatan dikurangi dengan tinggi awal tanaman.
b. Pertambahanjumlah daun (helai)
Daun yang dihitung adalah daun yang telah membuka penuh pada tanaman sampel. Pertambahanjumlah daun ditentukan berdasarkan selisih dari jumlah daun setiap kali pengamatan dikurangi dengan jumlah awal daun.
c. Pertambahandiameter batang (cm)
Diameter batang diukur 2 cm dari pangkal batang. Pertambahandiameter batangditentukan berdasarkan selisih dari diameter batang setiap kali pengamatan dikurangi dengan diameter batang awal. d. Pertambahan panjang akar (cm)
Pertambahan panjang akarutama diukur dari pangkal batang hingga ujung akar terpanjang. Pertambahan panjang akar diukur pada akhir pengamatan dikurangi dengan panjang akar awal.
e. Pertambahan berat segar bibit (gram)
Pengukuran pertambahan berat segar bibit dilakukan dengan menimbang seluruh tanaman sampel yang sudah dibersihkan akarnya dari tanah pada akhir pengamatan dikurangi dengan berat segar tanaman awal. Berat segar tanaman awal ditimbang sebelumbibit kawista dipindahkan ke media tanam perlakuan.
f. Derajat infeksi MVA pada akar (%)
Pengamatan derajat infeksi MVA pada akar kawista dilakukan di laboratorium Mikroteknik Biologi Universitas Negeri Semarang.
Metode identifikasi derajat infeksi MVAmenggunakan metode Clearing and Staining, dengan cara sebagai berikut:
1. Akar tanaman kawista diambil kemudian dicuci bersih dengan air mengalir, dipilih akar yang muda dan dipotong dengan panjang 1 cm. 2. Potongan akar tersebut direndam dalam KOH 10 % selama ±24 jam
sampai menjadi bening atau transparan.
3. Setelah potongan akar menjadi bening atau transparan kemudian diambil dan dicuci bersih dengan aquades dan selanjutnya direndam dalam larutan HCl 2 % selama ±24 jam.
4.Membuat larutan pewarna dari methylene blue yang ditambah aquades dengan konsentrasi 0,05 %.
5. Potongan akar yang telah direndam dengan larutan HCl 2 %, diambil namun tidak dicuci dengan air. Kemudian direndam dalam larutan pewarna methylene blue 0,05 % selama ±24 jam.
6.Akar tersebut kemudian diletakkan pada kaca preparat untuk diamati di bawah mikroskop, dihitung derajat infeksi MVA, dan didokumentasikan.
7. Dalam pengamatan, jumlah total potongan akar yang dipakai untuk setiap perlakuan yaitu 50 potong.
Rumus jumlah derajat infeksi MVA adalah(Syah 2005)
% Derajat infeksi MVA = x 100 %
F. Metode Pengumpulan Data
Data awal diambil ketika bibit kawista dipindah dalam media penelitian. Pengamatan dilakukan setiap dua minggu sekali, setiap hasil pengukuran diambil selisihnya dengan data awal. Hal ini dilakukan untuk untuk parameter pertambahan tinggi tanman, pertambahan jumlah daun, dan pertambahan diameter batang. Data untuk parameter pertambahan panjang akar dan pertambahan berat segar bibit diambil selisih dari data awal dengan data minggu ke-12 atau data minggu terakhir. Parameter derajat infeksi MVA pada akar diamati dari 50 ujung akar yang diambil dari masing-masing kombinasi percobaan, karena ada 16 kombinasi percobaan jadi total ujung akar yang diamati dalam penelitian adalah 800 ujung akar.
20
G. Tabel Penyajian Data
Contoh tabel penyajian data untuk parameter pertambahan tinggi bibit umur 12 minggu setelah tanam dalam berbagai kombinasi taraf perlakuan dapat digambarkan sebagai berikut.
Tabel 2. Pertambahan tinggi bibit kawista (cm) umur 12 minggu setelah tanam pada
berbagai kombinasi dosis MVA dan kompos serta masing-masing reratanya.
Dosis MVA Ulangan Dosis kompos rerata
K0 K1 K2 K3 M0 rerata M1 rerata M2 rerata M3 rerata H. Analisis Data
Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis menggunakan
Analysis of Variance (Anova) dua jaluruntuk menguji pengaruh perlakuan. Apabila hasil uji Anovadua jalur dari setiap perlakuan berbeda signifikan, dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kepercayaan 95% untuk menentukan taraf-taraf perlakuan yang menyebabkan perbedaan signifikan.
21 BAB IV