Penelitian ini dilaksanakan dalam wilayah Pemerintah Kota Makassar dan yang menjadi titik fokus yaitu Dinas Kesehatan Kota Makassar. Lokasi penelitian ini dipilih dikarenakan Dinas Kesehatan merupakan instansi penyelenggara pemerintah daerah di Bidang Kesehatan yang berwenang merumuskan dan mengendalikan kebijakan di bidang kesehatan meliputi pelayanan kesehatan, pembinaan rumah sakit dan puskesmas, pemberantasan dan pencegahan penyakit. Waktu penelitian dilaksanakan kurang lebih 2 bulan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2014.
B. Jenis dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian studi kasus yaitu dimana obyek/masalah yang dipilih dan diamati, kemudian dianalisis secara menyeluruh sebagai suatu kesatuan yang terintegritas dengan tujuan akan memperoleh informasi dari sejumlah informan yang dianggap dapat mewakili populasi.
2. Tipe Penelitian
Tipe Penelitian adalah deskriptif-kualitatif bertujuan untuk memberikan gambaran atau penjelasan tentang Peran Pemerintah Daerah dalam Peningkatan Status Kesehatan Ibu dan Anak di Kota Makassar. Disamping itu, menggambarkan dan menganalisis Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Peran Pemerintah dalam Peningkatan Status Kesehatan Ibu dan Anak di Kota Makassar.
C. Sumber Data
Data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data langsung yang diperoleh dari informan penelitian melalui hasil wawancara dari informan serta hasil observasi. Sementara data sekunder merupakan data yang bersumber dari dokumen-dokumen yang memiliki keterkaitan dengan masalah dalam penelitian ini seperti literatur, jurnal ilmiah, koran, dan majalah yang erat kaitannya dengan penelitian ini. Baik data primer maupun data sekunder diperoleh melalui teknik pengumpulan data sebagai berikut:
1. Penelitian kepustakaan (library research), yaitu metode pengumpulan data dengan cara mengkaji berbagai informasi dan data melalui tulisan-tulisan ilmiah, seperti buku-buku, makalah, dan yang lainnya yang mempunyai relevansi dengan masalah yang dikaji / diteliti.
2. Penelitian lapangan (field research) yaitu metode pengumpulan data secara langsung pada obyek yang diteliti. Untuk memperoleh data lapangan dalam penelitian ini, digunakan teknik observasi, wawancara, dan penelusuran dokumen :
a. Observasi yaitu mengamati langsung ke obyek penelitian untuk mendengar dan melihat langsung berbagai peristiwa yang terjadi pada obyek tersebut.
b. Wawancara (interview) digunakan untuk pengumpulan data dan informasi melalui wawancara langsung dengan informan.
c. Dokumentasi, yaitu dokumen yang didapat dari berbagai macam sumber, tidak hanya dokumen resmi bisa juga melalui internet dan siaran televisi. D. Informan Penelitian
Pemilihan informan dalam penelitian ini digunakan secara purposive, dengan pertimbangan bahwa informan terpilih mempunyai pemahaman yang berkaitan langsung dengan masalah penelitian guna memperoleh data dan informasi yang lebih akurat. Informan yang dimaksud adalah sebagai berikut :
No. Informan/Jabatan Jumlah
1 Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Makassar
1 orang
2 Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Makassar
1 orang
3 Bidang Bina Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Makassar
1 orang
4 Bidan Puskesmas di Kota Makassar 3 orang
5 Masyarakat Kota Makassar yang Memiliki Balita 3 orang
Jumlah 9 orang
E. Teknik Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data diawali dengan pengurusan surat izin dari program studi. Setelah mendapatkan surat izin selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan dengan metode :
1. Observasi yaitu mengamati langsung ke obyek penelitian untuk mendengar dan melihat langsung berbagai peristiwa yang terjadi pada obyek tersebut. Pengamatan langsung terhadap objek kajian yang sedang berlangsung untuk memperoleh keterangan dan informasi sebagai data yang akurat tentang hal-hal yang diteliti serta untuk mengetahui relevansi antara jawaban informan dengan kenyataan yang ada, dengan melakukan pengamatan langsung yang ada di lapangan yang erat kaitannya dengan objek penelitian.
2. Wawancara yaitu pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab langsung pada pegawai pemerintahan dan masyarakat untuk mendapatkan dukungan informasi. Teknik pengumpulan data yang dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui dialog langsung antara peneliti dengan para informan. Wawancara dilakukan dengan secara mendalam dan terbuka. Data yang diperoleh terdiri dari kutipan langsung dari informan tentang pengalaman, pendapat, pengetahuannya, dan gagasan yang berkaitan erat dengan penelitian ini. 3. Dokumentasi yaitu dengan cara mengumpulkan data melalui catatan yang
telah didokumentasi oleh instansi atau lembaga yang terkait dengan penelitian ini. Dokumen dapat diperoleh dari berbagai sumber, tidak hanya dokumen resmi bisa juga melalui internet dan siaran tv. Dokumen dapat dikatakan dokumen primer, jika dokumen ini ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa. Dan dokumen sekunder, jika peristiwa dilaporkan oleh orang lain yang selanjutnya didokumentasi oleh peneliti.
F. Teknik Analisis Data
Dalam menganalisis data, penulis menggunakan analisis data dalam metode penelitian dengan menjawab rumusan masalah maka dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Menurut Sugiyono (2009:366), penelitian deskriptif adalah penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpulkan sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Dengan kata lain tujuan penelitian deskriptif secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat daerah tertentu. Pedoman pada jenis penelitian deskriptif, dimana data terkumpul dengan tekhnik wawancara dan dokumenter kemudian proses selanjutnya adalah penyederhanaan melalui beberapa proses, baik pencatatan, pengetikan, penyuntingan agar mudah dibaca dan dipahami serta upaya mencari jawaban atas permasalahan yang dirumuskan. Setelah dilakukan pengumpulan data yang diperoleh dengan menggunakan teknik kualitatif dengan menggunakan data yang tersedia.
Analisis data tersebut menunjukkan pada petunjuk makna, deskripsi dan penempatan data pada konteksnya masing-masing serta seringkali melukiskan kata-kata dalam bentuk yang sederhana.
G. Pengabsahan Data
Menurut Sugiyono (2009:366), teknik pengumpulan data triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Menurut Sugiyono (2009:368), ada 3 macam triangulasi yaitu :
1. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber berarti membandingkan dengan cara mengecek ulang derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda. Misalnya membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, membandingkan antara apa yang dikatakan secara umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi dan membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.
2. Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data yang diperoleh dengan wawancara, lalu di cek dengan observasi dan dokumentasi.
3. Triangulasi Waktu
Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpul dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu, dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi, atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga ditemukan kepastian datanya.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN