• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

Dalam dokumen ASPINA AYU NENGSI (Halaman 45-52)

Penelitian dilaksanakan di Kantor CV. Bintang Timur Jaya Makassar Jl.

Monumen Emmy Saelan No. 103A Makassar. Waktu Penelitian selama 2 ( dua) bulan yaitu bulan Mei s/d Juli 2014

B. Jenis Penelitian

Desain penelitian yang digunakan penulis adalah metode deskriptif, dalam hal ini dimaksudkan untuk membuktikan pengaruh arus kas terhadap kebijakan perencanaan dan penganggaran kas pada CV. Bintang Timur Jaya.

C. Metode Pengumpulan Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dengan metode pengumpulan data sebagai berikut :

1. Penelitian lapangan. Penelitian lapangan dilakukan langsung ke objek penelitian dengan tujuan menggambarkan semua fakta yang terjadi pada objek penelitian, agar permasalahan dapat diselesaikan. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data dengan melaksanakan studi lapangan sebagai berikut :

a. Wawancara. Wawancara dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab langsung terhadap pihak – pihak yang bersangkutan guna mendapatkan data dan keterangan yang berdasarkan tujuan penelitian.

30

b. Dokumentasi. Dokumentasi dilakukan dengan melakukan pengumpulan data – data dan dokumen perusahaan yang relevan dengan penelitian ini.

2. Studi Kepustakaan. Studi kepustakaan dilakukan dengan menelaah buku – buku yang relevan dengan permasalahan yang diangkat untuk mendapatkan kejelasan konsep dan pengumpulan literatur – literatur yang relevan dengan pembahasan penelitian.

D. Jenis dan Sumber Data

Dalam melaksanakan penelitian, diperlukan data yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembahasan dan analisis.

Data di bagi menjadi dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.

Data kualitatif adalah data yang tidak dapat diukur atau dinilai dengan angka – angka secara langung. Sedangkan data kuantitatif adalah data yang dapat diukur atau dinilai dengan angka secara langsung.

Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

a. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Dalam penelitian ini data primer diperoleh melalui wawancara terhadap responden.

b. Data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara atau diperoleh dan dicatat oleh pihak lain. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dati buku – buku, jurnal – jurnal, penelitian terdahulu serta literatur lain.

E. Defenisi Operasional

Adapun definisi Operasional yang dikemukakan sebagai berikut :

a. Laporan neraca digunakan untuk mengetahui sumber arus kas (cash flow) yang digunakan oleh perusahaan, yang mana di dalam neraca tampak sumber dan penggunaan kas yaitu terhadap pos aktiva dan passiva perusahaan.

b. Demikian juga pada rugi laba yang tampak adalah pada hasil penjualan dan beban – beban operasi perusahaan. Dalam artian laporan keuangan bertujuan untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan darimana sumber dan untuk apa penggunaanya.

c. Analisis arus kas (cash flow) merupakan hal yang dianggap sangat penting bagi suatu perusahaan yang mana akan memperlihatkan dari mana dan kemana dana tersebut diperoleh, dibelanjakan atau dipergunakan agar kegiatan finansial perusahaan dapat terus berjalan dengan baik .Disamping itu untuk mengetahui kondisi kas serta sebab – sebab terjadinya perubahan kas pada suatu periode tertentu dan sebagai dasar dalam menaksir kebutuhan kas dimasa mendatang dan kemungkinan sumber – sumber yang ada atau dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan peramalan kebutuhan kas atau cash flow dimasa yang akan datang.

F. Metode Analisis Data

Analisa data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu suatu metode dengan mengumpulkan data, disusun, diinterprestasikan dan dianalisa sehingga memberikan gambaran yang sebenarnya kondisi keuangan perusahaan utamanya mengenai arus kasnya kemudian menjadi sebuah laporan arus kas untuk mengetahui pengaruh laporan arus kas terhadap perencanaan dan penganggaran kas pada CV. Bintang Timur Jaya.

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat CV. Bintang Timur Jaya

CV. Bintang Timur Jaya adalah suatu perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang penjualan perlengkapan, peralatan, makanan, vitamin hewan peliharaan dan lain – lain. Didirikan Pada Tanggal 20 April 2012 dengan Akte Notaris No.31 Syahrir Madeali, Sarjana Hukum. Perusahan CV. Bintang Timur Jaya didirikan atas Prakarsa Bapak Eko Hidayat, ST dan istrinya Drh. Mona Kusuma H. Awal berdirinya usaha ini adalah karena cita – cita pemiliknya untuk memiliki usaha sendiri. Melihat peluang yang ada di Makassar dimana masih kurang usaha penyedia keperluan hewan kesayangan sedangkan pencinta hewan sudah sangat banyak. Kebanyakan para pencinta hewan ini untuk pemenuhan kebutuhan hewannya harus memesan ke luar pulau, maka Pemiliknya dengan bantuan Sang Suami mendirikan usaha ini. Keberadaan CV. Bintang Timur Jaya sebagai perusahaan swasta yang telah banyak memberikan bantuan kepada para pencinta binatang dalam pemenuhan kebutuhan hewan kesayangannya sehingga tidak perlu lagi jauh – jauh lagi mencari keperluan hewan kesayangan mereka.

Barang dagangan utamanya makanan hampir semua barang yang dijual adalah barang impor. Sampai saat ini CV. Bintang Timur Jaya sudah memiliki lebih dari seribu pelanggan baik dalam maupun luar kota.

Pada awal kegiatan operasinya, Perusahaan CV. Bintang Timur Jaya hanya mempunyai 3 karyawan tetap, namun karena semakin berkembangnya usaha ini maka ditambahlah karyawan menjadi 10 Orang. Dengan bertambahanya

34

karyawan, Perusahaan ini berusaha mengembangkan usahanya seseuai denagn maksud dan tujaun didirikannya perusahaan tersebut.

B. Struktur Organisasi

Salah satu syarat yang cukup penting bagi perusahaan agar dapat berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan, yaitu apabila terdapat pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang dinyatakan dengan jelas, maka diharapkan dapat mendorong kerja sama yang baik untuk meningkatkan produktivitas pekerja serta keinginan untuk melakukan sesuatu dengan sempurna sehingga dapat memperlancar pekerjaan dalam perusahaan, sangatlah diperlukan suatu struktur organisasi yang baik dan dapat menimbulkan suasana dimana keputusan yang perorangan maupun golongan dalam perusahaan dapat terwujud.

Hal ini penting karena tanpa adanya struktur organisasi yang baik akan menimbulkan kesimpangsiuran dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan. Dengan kata lain, garis komando dalam struktur organisasi haruslah digambarkan dengan jelas agar setiap bagian dapat mengkoordinir semua bagiannya masing – masing dengan baik sehingga kemungkinan kerja sama yang baik akan mencapai tujuan yang diinggikan oleh perusahaan. Untuk menjalin kerja sama yang baik dan harmonis maka perusahaan ini telah memilih metode organisasi garis (line organisation) dengan alasan dipandang mempunyai kebaikan antara lain :

1. Disiplin kerja karyawan tinggi

2. Antara karyawan dapat terjalin saling pengertian yang baik dan lancar 3. Proses pengambilan keputusan dan instruksi – instruksi dapat berjalan

lancar.

4. Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi umumnya besar, sebab mereka saling mengenal satu sama lain.

Dalam menjelaskan suatu kedewasaan perusahaan kepada pihak – pihak yang membutuhkan, maka dianggap perlu untuk menyusun suatu struktur organisasi agar nampak dengan jelas bagaimana proses pelaksana dari pada kegiatan dan jabatan tersebut.

Dengan struktur organisasi dapat dilihat garis tugas, wewenang dan tanggung jawab dari seseorang yang telah bekerja pada perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi ini dapat mencegah adanya kesimpangsiuran dari tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang diemban oleh karyawan.

Agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik, maka diperlukan adanya struktur organisasi yang baik. Penilaian terhadap suatu struktur organisasi apakah struktur organisasi itu baik atau tidak pada perusahaan, tergantung dari keadaan perusahaan itu sendiri atau dengan kata lain struktur organisasi merupakan hal yang dinamis dalam arti bahwa senantiasa harus sesuai dengan kondisi perusahaan yang bersangkutan.

Dengan demikian pula pandangan manajemen mengenai bagaimana pola hubungan yang disusun. Penyusunan struktur organisasi dapat dilihat dari :

a. Aspek pembagian kerja, dimana berbagai fungsi yang harus dilaksanakan atau dikerjakan oleh perusahaan serta bagian – bagian yang menanganinya.

b. Aspek integrasi (koordinasi), dimana berbagai bagian sehingga merupakan suatu kesatuan yang terarah kepada pelaksanaan tujuan dari perusahaan.

Gambar 2

Struktur Organisasi CV. Bintang Timur Jaya

Sumber Data : CV. Bintang Timur Jaya (2014)

Direktur

B agian

Dalam dokumen ASPINA AYU NENGSI (Halaman 45-52)

Dokumen terkait