• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASPINA AYU NENGSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ASPINA AYU NENGSI"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN KAS PADA CV. BINTANG TIMUR JAYA

ASPINA AYU NENGSI 105 73 01937 10

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

MAKASSAR 2014

(2)
(3)
(4)

i

ASPINA AYU NENGSI 105 73 01937 10

Untuk memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar sarjana Ekonomi pada Jurusan Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

MAKASSAR 2014

(5)

ii

Judul Skripsi : Pengaruh Laporan Arus Kas terhadap Kebijakan Perencanaan dan Penganggaran Kas pada CV. Bintang Timur Jaya.

Mahasiswa yang bersangkutan :

Nama Mahasiswa : Aspina Ayu Nengsi

Nim : 105 73 01937 10

Jurusan : Akuntansi

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis

Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Makassar

Skripsi ini telah diujikan pada tanggal 07 November 2014.

Makassar, 2014

Disetujui Oleh :

Pembimbing I, Pembimbing II

Jamaluddin. M, SE, M.Si Muttiarni, SE, M.Si

KTAM : 821390 KTAM : 1172273

Diketahui:

Dekan Fakultas Ekonomi Ketua Jurusan Akuntansi Unismuh Makassar

Dr. H. Mahmud Nuhung, M.A Ismail Badollahi, SE, M.Si, Akt

KTAM: 497794 KTAM : 1073428

(6)

iii

Ekonomi dan Bisnis dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar Nomor: 148 Tahun 1436 / 2014 dan telah dipertahankan di depan penguji pada hari Jumat tanggal 07 bulan November tahun 2014, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana ekonomi pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

14 Muharram 1436H

Makassar, --- 7 November 2014 M Panitia Ujian:

1. Pengawas Umum : Dr. H. Irwan Akib, M.Pd. (……..……….) (Rektor Unismuh Makassar)

2. Ketua : DR. H. Mahmud Nuhung, M.A (……..……….) (Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis)

3. Sekretaris : Drs. H. Sultan sarda, MM. (………..…….) (Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi & Bisnis)

Penguji :

a) Ismail Badollahi, SE., M.Si., Ak (……….)

b) Dr. H. Muhammad Rusydi, M.Si. (……….)

c) Muttiarni, SE., M.Si. (……….)

d) Samsul Rizal, SE, MM (………....…….)

(7)

iv Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillahirabbil’alamin dengan segala kerendahan hati, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT Yang Maha Melihat, Mendengar, Maha Berkehendak, dan Maha Kuasa telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat merampungkan skripsi ini. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Baginda Rasulullah SAW, Keluarga dan para Sahabatnya yang telah menjadi jalan bagi umatnya dalam menempuh keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Skripsi ini berjudul “PENGARUH LAPORAN ARUS KAS TERHADAP KEBIJAKAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN KAS PADA CV. BINTANG TIMUR JAYA”

Penulisan Skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadyah Makassar.

Dalam penulisan dan penyusunan skripsi ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini dapat terselesaikan berkat bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Ayahanda Syaripuddin dan Ibunda Marni tercinta yang telah mendidik dan memberikan kasih dan cintanya, serta doa tulusnya yang telah mengiringi setiap langkah penulis sehingga memberikan kekuatan kepada anakda yang telah menjadi buah mimpi dan

(8)

v

1. Bapak Dr. H. Irwan Akib, M. Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan pengarahan selama penulis menempuh proses pendidikan.

2. Bapak Dr. H. Mahmud Nuhung, M.A., selaku Dekan dan Para Pembantu Dekan serta Staf Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah membantu dalam kelengkapan administrasi penelitian.

3. Bapak Ismail Badollahi, SE, M.Si. Ak., Ketua Program studi/ Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar, yang dengan tulus memberikan nasehat, bimbingan, semangat serta petunjuk selama penulis menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar ini sampai pada penyusunan dan penulisan skripsi ini.

4. Bapak Jamaluddin, SE, M.Si. selaku Pembimbing I dan Ibu Muttiarni, SE, M.Si. selaku pembimbing II, yang senantiasa meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, arahan dan petunjuk bagi penulis dalam rangka penulisan skripsi ini.

5. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi/ Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan selama penulis duduk di bangku kuliah.

6. Ibu Kepala Pimpinan Kantor CV. Bintang Timur Jaya, serta segenap pegawai yang telah membantu penulis selama penelitian ini berlangsung.

(9)

vi

menyelesaikan skripsi ini diantaranya Anita, Misnawati, Salmi Ahmad, Erlangga, Armadi Bahri, Idris dan teman-teman angkatan 2010 yang tidak sempat saya sebutkan namanya satu persatu. Semoga pertemanan ini akan tetap hadir dan melekat dalam hati kita masing-masing dan terima kasih atas semua bantuanya serta pengalaman berharga yang kalian berikan padaku selama ini.

8. Teman – teman serta rekan kerja Azwar, Syarief, Kak Adi, Doal, Drh. Tina, Abdi, Risqy, Mamimon, Mbak Komang, Ais, Kak Lis dan semua karyawan di Makassar Pet Clinic yang setia menemani penulis dalam suka & duka, sehingga menjadikan hari – hari berlalu dengan penuh kekeluargaan.

9. Keluarga besar “Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrenpulu (HPMM), khususnya PP-HPMM 2013-2015, HPMM Cab. Alla’ dan HPMM Kom.

Unismuh Makassar yang menjadi tempat belajar kedua. Pengalaman serta binaan selama ini sangat membantu dalam kehidupanku.

10. Saudara – saudaraku di Pondok Sakinah, Pondok Setia, dan Pondok Marimas yang telah menjadi tempat persinggahanku selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

11. Semua pihak yang telah membantu penulis, karena keterbatasan tempat sehingga tidak dapat dituliskan namanya, namun tidak mengurangi rasa terima kasih penulis. Semoga segala bantuan yang diberikan walau sekecil apappun memperoleh ganjaran di sisi-Nya.

(10)

vii Wa’alaikumsalam Wr. Wb

Makassar, 2014

Penulis

(11)

viii

ASPINA AYU NENGSI, 2014 Pengaruh Laporan Arus Kas Terhadap Perencanaan dan Penganggaran Kas Pada CV. Bintang Timur Jaya (dibimbing oleh Jamaluddin M, SE, M.Si dan Muttiarni, SE, M.Si).

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui apakah Laporan Arus kas berpengaruh terhadap perencanaan dan penganggaran kas pada CV. Bintang Timur Jaya. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder yang diperoleh dari CV. Bintang Timur Jaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kuantitatif yaitu dengan mengumpulkan data, disusun dan diinterprestasikan dan dianalisa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan arus kas sangat berpengaruh terhadap perencanaan dan penganggaran kas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana dan realisasi yang terjadi pada Tahun 2013 terjadi defisit kas sebesar Rp.24.971.835,- yang menyebabkan keuntungan yang diharapkan perusahaan tidak sesuai dengan yang direncanakan dan dianggarkan.

Sehingga diharapkan dengan adanya laporan arus kas maka perusahaan dapat merencanakan dan menganggarkan kas untuk periode yang akan datang dan menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Kata Kunci : Laporan arus kas, perencanaan dan penganggaran kas

(12)

ix

HALAMAN PENGESAHAN...iii

KATA PENGANTAR...iv

ABSTRAK...viii

DAFTAR ISI...ix

DAFTAR GAMBAR...xi

DAFTAR TABEL...xii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Rumusan Masalah...4

C. Tujuan Penelitian...4

D. Manfaat Penelitian...4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA...6

A. Pengertian Kas dan Arus Kas ( Cash Flow )...6

B. Pengertian Perencanaan dan penganggaran Kas...9

C. Sumber dan penggunaan kas...11

D. Fungsi Manajemen kas...16

E. Tujuan Laporan Arus kas...19

F. Metode arus kas...24

G. Penelitian Terdahulu...27

H. Kerangka pikir...28

(13)

x

A. Tempat dan waktu penelitian...30

B. Jenis Penelitian...30

C. Metode Pengumpulan Data... .30

D. Jenis dan Sumber Data...31

E. Defenisi Operasional...32

F. Metode Analisis Data...33

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN...34

A. Sejarah Singkat CV. Bintang Timur Jaya...34

B. Struktur Organisasi...35

C. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab...38

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN...42

A. Laporan Keuangan Perusahaan...42

B. Analisis Sumber dan Penggunaan Kas...48

C. Analisis Arus Kas...51

D. Analisis Perencanaan dan Penganggaran...54

E. Analisis Arus Kas sebagai Alat Perencanaan dan Penganggaran...55

F. Pengaruh Laporan Arus Kas terhadap Kebijakan Perencanaan dan Penganggaran Kas...58

BAB VI PENUTUP...60

A. Kesimpulan...60

B. Saran – saran...61 DAFTAR PUSTAKA

(14)

xi

2. Struktur Organisasi Perusahaan...37

(15)

xii

Halaman

1. Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung...25

2. Contoh Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung...26

3. Neraca Perusahaan Tahun 2012...43

4. Laporan Laba Rugi 2012...44

5. Neraca Peusahaan Tahun 2013...45

6. Laporan Laba Rugi 2013...47

7. Neraca Perbandingan 2013...49

8. Laporan Sumber dan Penggunaan Kas...50

9. Laporan Arus Kas 2013...52

10. Rencana dan Realisasi Arus Kas...53

11. Rencana dan Realisasi Sumber Kas...56

12. Rencana dan Realisasi Pengeluaran Kas...57

(16)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang

Sebuah perusahaan pada awalnya hanya memikirkan keuntungan yang besar dan cepat dengan melakukan apapun untuk mencapai target yang diinginkan oleh perusahaan tanpa memikirkan dampak dimasa yang akan datang. Tetapi lambat laun perusahaan juga menyadari bahwa setiap kegiatan yang dilakukan harus memperhitungkan resiko yang dihadapi. Apalagi menghadapi era global dan persaingan bebas dalam dunia ekonomi sebuah perusahaan diharapkan menghasilkan profit yang optimum dan selalu dalam kondisi surplus agar kelangsungan usaha tercapai.

Pesaing bisnis yang semakin tajam dewasa ini membuat setiap perusahaan harus mempunyai strategi bisnis dalam mengembangkan kegiatan usahanya.

Sebagai upaya pengembangan bisnisnya, perusahaan membutuhkan pendanaan yang cukup besar.

Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi demikian pesatnya, sehingga merupakan peluang bagi setiap perusahaan untuk dapat meningkatkan produktivitasnya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan sistem manajemen yang baik merupakan produk dari perkembangan dan kemajuan tersebut.

Salah satu fungsi dari manajemen adalah perencanaan, dimana merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam organisasi. Perusahaan sebagai organisasi yang berorientasi ke komersialisasi membutuhkan secara langsung

1

(17)

perencanaan, karena tanpa perencanaan perusahaan akan sulit mencapai tujuannya secara efektif, baik itu perencanaan kebutuhan modal pada masa yang akan datang atau perencanaan pemenuhan kebutuhan kas yang aman merupakan kunci sukses bagi manajer keuangan.

Dengan demikian tugas pokok manajer keuangan adalah merencanakan untuk memperoleh kas dan menggunakan kas tersebut untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Perencanaan dan pengendalian arus kas merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kas. Mengelola keuangan perusahaan secara efektif dan efesien melalui perencanaan dan pengendalian kas dengan laporan – laporan keuangan diantaranya neraca dan rugi – laba dengan menggunakan keuangan yang direncanakan, mengawasi, mengarahkan, mengevaluasi dan mengoordinasi aktivitas dari berbagai fungsi satuan operasional.

Oleh karena itu, seorang manajer keuangan perusahaan haruslah berusaha untuk dapat melaksanakan operasi perusahaan dengan jumlah uang kas yang optimal. Sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa perusahaan harus mempunyai jumlah uang kas yang memungkinkan untuk membayar semua hutang – hutang jangka pendek yang sudah tentu waktu pembayarannya serta harus juga dapat memberikan batasan keamanan yang cukup untuk pengeluaran kas yang mungkin terjadi atau pengeluaran dalam keadaan mendesak.

Pos kas merupakan suatu harta yang sangat peka terhadap penyelewengan kekayaan perusahaan. Setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatannya selalu membutuhkan kas. Kas dalam wujud fisiknya adalah salah satu aset yang mudah

(18)

dipindahtangankan, karena kas sifatnya sangat likuid dan bisa diterima oleh siapa pun. Oleh karena itu perusahaan harus menerapkan suatu perencanaan dan pengendalian kas yang tepat agar tidak terjadi penyimpangan atau penyelewengan kas.

Selain kas sangat berperan dalam kelancaran kegiatan operasional perusahaan, kas juga sangat mudah untuk disalahgunakan/ disalah fungsikan oleh pihak – pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu perlu adanya suatu perhatian yang cukup serius dalam pengelolaan kas yaitu pada perencanaan dan pengendalian kas.

Laporan arus kas pada dasarnya adalah laporan arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas, yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara aktivitas suatu perusahaan dengan pihak – pihak berkepentingan baik pihak intern maupun ekstern perusahaan.

CV. Bintang Timur Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan yang kegiatan dan ruang lingkupnya sangat kompleks, sehingga sangat memerlukan suatu sistem perencanaan dan pengendalian kontrol yang cukup serius terutama dalam pengelolaan kas yaitu pada arus kas (cash flow). Karena pengelolaan arus kas (cash flow) ini sangat berpengaruh terhadap

kegiatan perusahaan, maka sumber penerimaan dana dipandang perlu dikelola sumber penerimaan dan pengeluarannya agar kesinambungan perusahaan tercapai.

Selama hidup perusahaan maka penerimaan dan pengeluaran kas akan berlangsung terus menerus. Jadi disinilah peranan internal kontrol kas sangat dibutuhkan agar supaya efesiensi dan keamanan kas dapat terjamin dalam

(19)

mencapai tujuan perusahaan. Hal inilah yang menjadi pertimbangan bagi penulis untuk memilih judul penelitian “Pengaruh Laporan Arus Kas terhadap Kebijakan Perencanaan & Penganggaran Kas pada CV. Bintang Timur Jaya”.

B. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumasan masalah dalam penelitian ini adalah ”Apakah laporan arus kas berpengaruh terhadap perencanaan dan penganggaran kas pada CV. Bintang Timur Jaya?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini ”Untuk mengetahui apakah laporan arus kas berpengaruh terhadap perencanaan dan penganggaran kas pada CV. Bintang Timur Jaya.

D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti

Memberikan informasi yang terkait dengan pengaruh laporan arus kas terhadap kebijakan perencanaan dan penganggaran kas pada CV. Bintang Timur Jaya

2. Bagi Kalangan Akademis

Memberikan masukan dan sumbangan referensi untuk keperluan penelitian dan pembahasan selanjutnya mengenai pengaruh laporan arus kas terhadap perencanaan dan penganggaran kas.

(20)

3. Bagi Perusahaan

Sebagai bahan pertimbangan kepada pihak manajemen CV. Bintang Timur Jaya sehubungan dengan pengaruh laporan arus kas sebagai alat perencanaan dan penganggaran kas.

(21)

6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Kas dan Arus Kas

a. Pengertian Kas

Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas.

Kas merupakan alat yang amat penting dalam perusahaan dan diperlukan baik untuk membiayai operasi perusahaan sehari – hari maupun untuk mengadakan investasi baru dalam aktiva tetap. Dalam kegiatan sehari – hari uang kas merupakan alat pertukaran sehingga segala kegiatan dalam perusahaan akan bermula dan berakhir pada kas.

Berbeda dengan keterlibatan kas yang sangat aktif, kas itu sendiri merupakan unsur yang paling tidak produktif, karena kas tidak dapat berkembang dengan sendirinya tanpa pengelolaan menjadi unsur produktif lainnya. Oleh sebab itu, kelebihan kas akan mengakibatkan kas tersebut menganggur sehingga perlu adanya pengelolaan yang efektif. Salah satu cara pengelolaan kas agar menjadi aktiva yang produktif adalah ditanamkan dalam bentuk investasi .

Untuk dapat memberikan suatu gambaran yang lebih singkat dan lengkap dalam pengertian kas atau uang tunai dibawah ini penulis mengambil beberapa pendapat dari para sarjana/ ahli.

Menurut Soemarso (2004 : 296 ) kas adalah segala sesuatu ( baik yang berbentuk uang atau bukan ) yang dapat tersedia dengan segera dan diterima sebagai alat pelunasan kewajiban pada nilai nominalnya.

6

(22)

Menurut Wibowo dan Abubakar Arif (2002 : 134 ) kas merupakan harta yang paling likuid (lancar) yang setiap saat digunakan untuk operasional perusahaan tanpa pembatasan – pembatasan.

Dalam neraca, kas merupakan harta yang paling lancar, dalam arti paling sering berubah. Hampir pada setiap transaksi dengan pihak luar selalu mempengaruhi kas. Kas terdiri dari :

a. Uang kertas b. Uang logam

c. Cek yang belum disetorkan

d. Simpanan dalam bentuk giro atau bilyet

Kemudian menurut Sofyan Syafri Harahap ( 2002 : 258) kas adalah uang dan surat berharga lainnya yang dapat diuangkan setiap saat serta surat berharga lainnya yang sangat lancar yang memenuhi syarat yaitu :

a. Setiap saat dapat ditukar menjadi kas, b. Tanggal jatuh temponya sangat dekat,

c. Kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan tingkat bunga.

Selanjutnya menurut Indriyo Gitosudarmo dan Basri ( 2002 : 61) kas dapat diartikan sebagai nilai uang kontan yang dalam perusahaan beserta pos – pos lain yang dalam jangka waktu dekat dapat diuangkan sebagai alat pembayaran kebutuhan financial yang mempunyai sifat paling tinggi likuiditasnnya.

Sedangkan menurut S. Munawir (2012 : 14 ) kas atau uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan termasuk cek yang dapat

(23)

diterima dari langganan dan yang disimpan di Bank yang dapat diambil setiap saat diperlukan oleh perusahaan.

Kemudian Menurut Iman Santoso ( 2007 :161) Kas terdiri dari uang tunai yang dikelola oleh perusahaan maupun simpanan komersial di bank (rekening koran/ giro) dan atau tabungan di bank yang tersedia untuk digunakan sebagai alat tukar dan lazim diterima sebagai setoran oleh bank berdasarkan nilai yang tertera pada media alat tukar tersebut (sebesar nilai nominalnya).

Jadi dapat disimpulkan bahwa kas merupakan unsur aktiva lancar yang terdiri dari uang logam dan uang kertas dan semua media alat tukar lainnya yang berfungsi sebagai alat tukar yang sah dan merupakan dasar pengukuran dalam akuntansi yang siap digunakan tanpa ada pembatasan penggunaanya .

b. Pengertian Arus Kas (cash flow)

Arus kas mencerminkan penerimaan kas dan pengeluaran kas perusahaan.

Ukuran kas mengakui arus kas masuk saat kas diterima walaupun belum dihasilkan dan mengakui arus kas keluar saat kas dibayarkan walaupun beban belum terjadi.

Menurut Harnanto (2002 : 228), Arus kas (cash flow) terdiri dari : arus kas masuk (cash in flow) dan arus kas keluar (cash out flow), aliran ini memperlihatkan darimana sumber kas diperoleh dan untuk apa kas itu digunakan oleh perusahaan.

Menurut Bambang Riyanto (2001 : 93) Aliran kas adalah bagaikan darah yang mengalir terus menerus dalam tubuh perusahaan yang memungkinkan perusahaan itu dapat melangsungkan hidupnya.

(24)

Menurut Bambang Kusriyanto dan B. Suwartojo ( 2000 : 286) arus kas (cash flow) adalah merupakan arus masuk uang tunai yang diperoleh dari

penjualan, baik penjualan tunai maupun penagihan dari penjualan kredit yang sebelumnya dilakukan.

Jadi berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa arus kas (cash flow) adalah merupakan arus kas masuk dan arus kas keluar yang mengalir terus menerus yang dapat memperlihatkan sumber kas diperoleh dan untuk apa penggunaanya yang memungkinkan perusahaan dapat melangsungkan hidupnya.

B. Pengertian Perencanaan dan Penganggaran Kas a. Pengertian Perencanaan

Perusahaan yang sukses senantiasa mempersiapkan masa depannya dan menentukan secara cermat tujuan – tujuan finansial maupun nonfinansialnya melalui fungsi perencanaanlah manajer- manajer menguraikan langkah–langkah yang perlu diambil dalam rangka menggerakkan organisasi menghampiri tujuan–

tujuannya. Dengan demikian perencanaan membutuhkan penetapan tujuan – tujuan dan mengidentifikasikan metode- metode untuk mencapai suatu tujuan.

Menurut Hani Handoko (1999 : 20) memberikan definisi perencanaan adalah pemilihan atau penetapan tujuan – tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, prosedur, metode, sistem dan standar yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut.

(25)

Kemudian menurut Sofyan Safri Harahap (2002 : 365) perencanaan adalah fungsi menetapkan kegiatan apa yang akan dilaksanakan dimasa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sedangkan menurut M. Nafarin (2013: 4) perencanaan merupakan tindakan yang dibuat berdasarkan fakta dan asumsi mengenai gambaran kegiatan yang akan dilakukan di masa mendatang untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Jadi perencanaan meliputi kegiatan menentukan apa yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan perusahaan, yang meliputi bilamana dan bagaimana pekerjaan akan dilakukan serta komponen- komponen apa saja yang diperlukan.

Fungsi manajemen terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Dari keempat fungsi manajemen tersebut yang mempunyai kaitan erat dengan penganggaran adalah perencanaan. Perencanaan meliputi pengorganisasian dan penganggaran. Perencanaan merupakan proses menyusun rencana sehingga rencana merupakan hasil perencanaan.

b. Pengertian Penganggaran

Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen menerapkan tujuan dan sasaran dan kemudian membuat rencana kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Dampak keuangan yang diperkirakan akan terjadi sebagai akibat dari rencana kerja tersebut kemudian disusun dan dievaluasi melalui proses penyusunan anggaran. Penyusunan anggaran merupakan aspek penting bagi manajemen di dalam melakukan perencanaan bisnis dalam perusahaan. Adapun pengertian anggaran menurut Horngren, Datar, dan Foster (2005:214), Anggaran adalah (a) pernyataan kuantitatif suatu rencana kegiatan yang dibuat manajemen

(26)

untuk suatu periode tertentu dan (b) alat membantu mengkoordinasikan hal – hal yang perlu dilakukan guna mengimplementasikan rencana tersebut.

Menurut Mulyadi (2001: 488), Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif, yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain, yang mencakup jangka waktu satu tahun.

Sedangkan menurut M. Nafarin (2013 : 4) Penganggaran merupakan proses menyusun anggaran sehingga anggaran adalah hasil dari penganggaran.

Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa anggaran merupakan suatu rencana kegiatan suatu perusahaan yang disusun secara sistematis yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam unit moneter untuk jangka waktu tertentu yang akan datang.

C. Sumber dan Penggunaan Kas

Kas sangat berperan dalam menentukan kelancaran kegiatan perusahaan, oleh karena itu kas harus direncanakan dan diawasi dengan baik, baik penerimaanya (sumber–sumbernya) maupun pengeluarannya (penggunaannya).

Penerimaan dan pengeluaran kas ada yang bersifat rutin atau terus menerus dan ada yang bersifat insidentil.

Menurut S. Munawir ( 2012 : 159 ) sumber penerimaan kas dalam suatu perusahaan pada dasarnya dapat berasal dari :

a. Hasil penjualan investasi jangka panjang, aktiva tetap baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud.

b. Penjualan atau adanya emisi saham maupun adanya penambahan modal oleh pemilik perusahaan dalam bentuk kas

(27)

c. Pengeluaran surat tanda bukti hutang baik jangka pendek ( wesel) maupun hutang jangka panjang (hutang obligasi, hutang hipotik) serta bertambahnya hutang yang diimbangi dengan penerimaan kas.

d. Adanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancar selain kas yang diimbangi dengan adanya penerimaan kas

e. Adanya penerimaan kas karena sewa, bunga, atau deviden dari investasinya, sumbangan atau hadiah maupun adanya pengembalian kelebihan pembayaran pajak pada periode – periode sebelumnya.

Aliran kas masuk ada bersifat rutin dan ada yang bersifat tidak rutin.Aliran kas masuk yang bersifat rutin, antara kas yang diperoleh dari penjualan tunai dan penerimaan piutang, sedangkan aliran kas masuk yang bersifat tidak rutin adalah yang berasal dari penjualan usaha, penerimaan kredit dari kreditur atau dari bank, serta penjualan aktiva tetap yang tidak terpakai lagi.

Sedangkan menurut Bambang Riyanto ( 2004 : 78) mengatakan bahwa sumber dana yang dapat diperoleh untuk membelanjai suatu investasi ialah :

a. Sumber dana dari dalam perusahaan dapat diartikan sebagai bentuk dana dimana pemenuhan kebutuhan dananya berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, dengan kata lain dana dengan kekuatan atau kemampuan sendiri.

b. Dana yang berasal dari pemilik perusahaan

c. Saldo keuntungan yang ditanam kembali dalam perusahaan. Saldo ini adalah keuntungan yang tidak diambil oleh anggota.

(28)

d. Surplus dana dan akumulasi penyusutan atau yang disebut sebagai cadangan dana. Terdiri atas nilai buku dan nilai pasar harta yang dimiliki oleh perusahaan.

e. Sumber dana dari luar perusahaan (external souce) yaitu pemenuhan kebutuhan dana diambil atau beras dari sumber – sumber dan yang ada diluar perusahaan.Dana yang berasal dari pihak bank, asuransi, dan kreditur lainnya.Dana yang berasal dari kreditur adalah hutang bagi perusahaan yang disebut sebagai dana pinjaman. Dana pinjaman yang dimaksud adalah dana yang didapat dari pihak ketiga ( kreditur).

Jadi pengertian sumber dana adalah : merupakan sumber dana yang diperoleh dari Hasil usaha,penjualan aktiva dan surat – surat berharga lainya, penerimaan kas kerena adanya pembayaran sewa,adanya pinjaman dari bank atau pihak lain yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manajemen perusahaan.

Pengeluaran kas juga dipisahkan ke dalam pengeluaran rutin dan tidak rutin. Pengeluaran rutin misalnya untuk membeli bahan atau barang dagangan dengan tunai, untuk membayar hutang dagang, membayar gaji, dan membayar biaya - biaya lainnya.sedangkan pengeluaran tidak rutin misalnya untuk membayar kredit bank beserta bunganya, membayar deviden dan sebagainnya.

Menurut S. Munawir (2012 : 159) pengeluaran kas dapat disebabkan adanya transaksi – transaksi sebagai berikut :

a. Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang serta adanya pembelian aktiva tetap lainnya.

(29)

b. Penarikan kembali saham yang beredar maupun adanya pengembalian kas perusahaan oleh pemilik perusahaan

c. Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang.

d. Pembelian barang dagangan secara tunai, adanya pembayaran biaya operasi yang meliputi upah gaji, pembelian supplier kantor, pembayaran sewa, bunga, dan lain – lain

e. Pengeluaran kas untuk pembayaran deviden ( bentuk pembagian laba lainnya secara tunai), pembayaran pajak, denda dan sebagainya.

Sedangkan menurut Bambang Riyanto ( 2004 : 95) mengatakan bahwa penggunaan dana akan menyebabkan perubahan – perubahan bentuk maupun penurunan jumlah aktiva lancar, tetapi penurunan aktiva tidak selalu diikuti oleh penurunan dana .

Selanjutnya dikatakan bahwa penggunaan aktiva lancar menyebabkan berkurangnya dana, hal ini disebabkan karena :

a. Pembayaran biaya atau ongkos perusahaan meliputi pembayaran upah, gaji, pembelian bahan baku atau barang dagangan, suplies kantor dan pembayaran biaya – biaya lainnya.

Pembayaran biaya operasi ini akan mengakibatkan terjadinya penjualan atau penghasilan perusahaan yang bersangkutan.

b. Kerugian yang diderita perusahaan karena adanya penjualan surat berharga atau efek maupun kerugian insindentil lainnya. Adapun kerugian yang

(30)

rutin atau insidentil akhirnya akan mengakibatkan berkurangnya dana perusahaan.

c. Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan tertentu dalam jangka panjang lainnya, misalnya dana pelunasan obligasi, dan pensiun pegawai dan lain – lain

d. Pembayaran hutang- hutang jangka panjang yang meliputi hutang hipotik, hutang obligasi, ataupun hutang jangka panjang lainnya yang mengakibatkan penarikan kembali untuk atau seterusnya saham perusahaan yang beredar, atau adanya hutang jangka panjang diimbangi dengan berkurangnya aktiva lancar.

e. Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap,investasi jangka panjang atau aktiva lancar lainnya yang mengakibatkan berkurangnya aktiva lancar atau timbulnya hutang lancar yang berakibat kurangnya dana.

f. Pengambilan uang atau barang dagangan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi (prive) atau adanya pengambilan bagian keuntungan oleh pemilik perusahaan perorangan atau persekutuan atau adanya pembayaran deviden dalam perseroan terbatas.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengguanan kas dimaksudkan untuk penggunaan dana dalam hal pembelian saham atau obligasi, pelunasan atau pembayaran angsuran kredit, pembelian barang dagangan, pembayaran biaya operasi ,pembayaran deviden,pembayaran pajak maupun pengambilan uang atau barang dagangan oleh pemilik perusahaan untuk keperluan pribadi.

(31)

D. Fungsi Manajemen Kas

Seorang manejer keuangan suatu perusahaan harus tahu bagaimana mengelola segala unsur dari segi keuangan.Hal ini wajib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

Menurut Suad Husnan ( 2002 : 37 ), ada beberapa permasalahan yang muncul dalam manajemen kas yaitu bagaimana mengembangkan sistem yang efesien untuk penerimaan dan pengeluaran kas, dan bagaimana perusahaan mempunyai cukup uang kas untuk memenuhi kebutuhan pembayaran yang timbul.Untuk mencapai tujuan ini diperlukan 2 ( dua) hal yaitu :

1. Perusahaan harus dapat memprediksikan secara tepat jumlah saldo kas untuk suatu periode tertentu.

2. Melakukan sinkronisasi secara tepat penerimaan dan pengeluaran kas.

Ada 4 (empat) motif pokok yang mendasari perusahaan dan perorangan untuk memiliki kas dan surat berharga lainnya adalah:

1. Motif transaksi, yaitu kebutuhan akan kas untuk pembayaran - pembayaran yang ditimbulkan oleh pengeluaran sehari-hari dari perusahaan.Pembayaran ini termasuk diantaranya adalah pembelian bahan mentah, gaji pegawai, pajak, deviden dan sebagainnya.

2. Motif berjaga – jaga, yaitu untuk menahan kas terutama berkaitan bisa tidaknya arus kas masuk dan arus kas keluar diperkirakan. Arus kas yang makin mudah diperkirakan sebelumnya, makin sedikit jumlah kas yang ditahan untuk menghadapi keadaan tidak terduga. Faktor lain adalah untuk

(32)

kemampuan meminjam tambahan kas secara mendadak. Kebutuhan menahan kas bisa terpenuhi sebagian besar dengan memiliki aktiva yang dapat segera dicairkan seperti surat berharga jangka pendek.

3. Motif memenuhi kebutuhan dimasa depan, saldo kas dan surat berharga perusahaan suatu saat bisa melonjak tinggi karena kas dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan tertentu dimasa yang akan datang.

4. Motif memenuhi saldo kompensasi,dimana sistem perbankan secara umum memberikan banyak sekali jenis pelayanan pada dunia usaha. Perusahaan membayar jasa pelayanan ini sebagian dengan cara membayar langsung dan terkadang sebagian lagi dengan mempertahankan sejumlah kas minimal di bank yang disebut saldo kompensasi. Saldo kompensasi ini berupa saldo minimum yang diputuskan untuk tetap berada di bank dalam rekening gironya dan untuk perusahaan tidak perlu membayar jasa pelayanan tertentu kepada bank. Dengan adanya saldo ini bank dapat meminjamkan dana – dana tersebut pada pihak lain dengan jangka waktu yang lebih lama. Bank akan memperoleh penghasilan bunga, yang merupakan biaya jasa tidak langsung yang harus dibayar oleh perusahaan pertama tadi. Inilah yang menyebabkan mengapa perusahaan mempunyai kas.

Kemudian menurut M. Manullang (2005 :1) untuk mencapai tujuan suatu perusahaan, manajer keuangan harus dapat melakukan fungsi – fungsinya.

Adapun fungsi – fungsi tersebut adalah :

a. Manajer keuangan berfungsi mengendaliikan likuiditas dan profitabilitas

(33)

b. Pengendalian likuiditas terdiri atas tiga unsur, yaitu peramalan aliran kas, mencari sumber dana dan penggunaan dana

c. Didalam pelaksanaan kegiatannya, perusahaan memperoleh dana dari dalam dan luar perusahaan.

d. Manajer keuangan, dalam mengendalikan profitabilitas, melakukan pengawasan atas biaya, menetapkan harga, meramalkan laba pada masa mendatang dan mengukur biaya modal kerja.

Manajemen kas berusaha memaksimalkan pemanfaatan kas tanpa mengabaikan saldo kas. Dengan kata lain jumlah kas yang ada dalam perusahaan harus maksimal, tetapi juga memaksimumkan bunga yang bisa diperoleh dari menginvestasikan kas tersebut dalam surat - surat berharga dan juga seperti pada deposit jangka pendek.

Dengan demikian keputusan untuk mempertahankan sejumlah kas dan surat berharga memerlukan analisis yang terinci, agar ditemukan saldo yang optimal kegiatan normal perusahaan bisa terganggu karena tidak cukup jumlah kas dan surat berharga. Saldo minimum yang kurang besar bisa mengurangi kemampuan perusahaan untuk membayar kebutuhan – kebutuhan darurat atau untuk menutup peluang bisnis yang menguntungkan. Apabila jumlah kas yang ditahan kurang atau berlebihan hal ini tetap berarti bahwa manajemen keuangan di bidang ini tidak dilakukan dengan cara optimal. Jadi beberpa fungsi yang penting terlibat dalam manajemen arus kas yang efektif adalah :

1. Desain dan manajemen yang efektif atau arus kas yang masuk dan Arus kas keluar

(34)

2. Kas seharusnya dipertahankan dalam jumlah yang mendekati titik optimal 3. Kas dan surat berharga harus ditempatkan dalam lembaga yang tepat dan

dalam bentuk surat berharga yang tepat juga.

E. Tujuan laporan Arus Kas

Laporan arus kas atau aliran kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan ( termasuk likuiditas dan solvabilitas), dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahaan keadaan dan peluang.

Menurut S. Munawir ( 2012 : 157 ) laporan aliran kas atau arus kas disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode dan memberikan penjelasan mengenai alasan perubahan tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber penerimaan kas dan untuk apa penggunaanya. Laporan aliran kas berbeda dengan laporan laba- rugi, laporan aliran kas (penerimaan dan pengeluaran kas), sedangkan laporan laba – rugi menunjukkan pendapatan yang direalisasi dan biaya yang terjadi dengan tidak memperhatikan ada tidaknya penerimaan atau pengeluaran kas.

Aktivitas yang berkaitan dengan arus kas pada dasarnya menjadi dua kategori, yaitu : (1) aktivitas yang menghasilkan kas, yang disebut dengan sumber penerimaan kas (souces of cash), dan aktivitas yang mengakibatkan pengeluaran kas, yang dinamakan penggunaan kas (uses of cash). Pemakai laporan arus kas terutama akan tertarik pada jumlah bersih kas yang diproleh dari operasi daripada laporan secara rinci tentang kas masuk dan kas keluar dari kegiatan operasional.

(35)

Sumber dan penggunaan kas seperti tersebut diatas, namun menggabungkannya menjadi tiga kategori utama yaitu :

1. Aktivitas operasi / cash flow from Operating

Jumlah arus kas berasal dari aktivitas operasi didefinisikan sebagai seluruh transaksi penerimaan kas yang berkaitan dengan pendapatan penjualan dan kas keluar yang berkaitan dengan biaya operasi, termasuk pembayaran kepada pemasok barang dan jasa, pembayaran upah, bunga dan pajak (arus kas yang diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan). Oleh karena itu, arus kas tersebut pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan rugi atau laba bersih (kecuali laba dari transaksi penjualan peralatan pabrik). Beberapa contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah :

a. Pemasukan

1. Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa

2. Penerimaan kas dari royalti, fee, komisi dan pendapatan lain

3. Penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktiva pendanaan dan investasi.

4. Penerimaan kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha dan perdagangan.

b. Pengeluaran

1. Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa 2. Pembayaran kas kepada karyawan

(36)

3. Pembayaran kas kepada perusahaan asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas dan manfaat asuransi lainnya

4. Pembayaran kas pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi.

5. Pembayaran kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha dan perdagangan.

2. Aktivitas Investasi / Cash flow from investing

Aktivitas investasi meliputi perolehan aktiva jangka panjang termasuk pembelian surat berharga yang tidak setara dengan kas dan peminjam uang (bon receivable) serta kebalikannya yaitu penjualan aktiva jangka panjang dan

pelunasan pinjaman. Namun kenaikan atau penurunan piutang usaha dan persediaan tidak diperlukan sebagai aktivitas investasi karena perubahan tersebut terjadi pada aktiva lancar maka harus diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi.

Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah :

a. Pemasukan

1. Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan, aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain

2. Perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain.

(37)

b. Pengeluaran

1. Pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud, aktiva jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aktiva tetap yang dibangun sendiri.

2. Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya ( kecuali yang dilakukan oleh lembaga keuangan)

3. Pendanaan / Cash Flow from Activities

Meliputi aktivitas peminjaman uang yang meliputi utang hipotik, utang obligasi dan bentuk utang jangka panjang lainnya dan emisi saham baru, pembayaran deviden kepada pemegang saham, pembayaran kembali pinjaman jangka panjang dan penggunaan kas untuk penarikan kembali saham perusahaan.

Namun demikian, perubahan pada utang usaha, utang upah gaji, utang bunga, dan utang pajak tidak diperlukan sebagai aktivitas pendanaan melainkan sebagai aktivitas operasi.

Pengungkapan terpisah pula bahwa arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah :

a. Pemasukan

1. Penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya.

2. Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik, dan pinjaman lainnya.

(38)

3. Pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (lease) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa usaha pembiayaan (Finansial lease).

b. Pengeluaran

1. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik dan menebus saham perusahaan

2. Pelunasan pinjaman

Kemudian menurut Iman Santoso, (2007 : 139) Laporan arus kas dimaksudkan untuk memberikan ihktisar arus masuk dan arus keluar untuk satu periode tertentu. Tujuan utama suatu laporan arus kas dalah untuk menyediakan informasi relevan tentang penerimaan dan pembayaran kas atas suatu perusahaan selama periode tertentu. Tujuannya untuk membantu investor, kreditor, dan pihak lainnya dalam analisis mereka atas kas. Pada dasarnya terdapat dua sumber utama kas, yaitu sumber internal, yang disediakan dari hasil operasi perusahaan,dan sumber eksternal, yaitu yang disediakan melalui pinjaman dan penjualan saham.

Penggunaan kas itu untuk pengeluaran operasi sehari – hari, pembelian mesin dan peralatan, Pembayaran deviden, pelunasan hutang, serta pembelian kembali saham milik sendiri (treasury stock). Laporan arus kas melaporkan hal - hal berikut :

1. Pengaruh kas dalam operasi perusahaan selama suatu periode 2. Aktivitas transaksi investasi

3. Aktivitas transaksi pembiayaan

4. Pertambahan atau pengurangan bersih dalam kas selama periode tertentu.

(39)

F. Metode Arus Kas

Perusahaan harus melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari 2 metode berikut :

a. Metode Langsung

Metode langsung tidak dimulai dari laba bersih, tetapi memerlukan analisis penerimaan dan pembayaran kas untuk setiap aktivitas utama. Karena pencatatan informasi akuntansi biasanya mencerminkan dasar akrual, konversi akun misalnya Penjualan ( sales) dari dasar akrual ke dasar kas biasanya dibutuhkan.

Bila digunakan metode langsung maka dalam pelaporan arus kas dari aktivitas operasi maka penerimaan kas bruto, pengeluaran kas bruto diungkapkan sendiri – sendiri kemudian digabungkan sehingga diperoleh arus kas bersih dari operasi. Perusahaan melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan metode langsung, karena akan dapat memberikan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas masa depan, dan mudah dipahami oleh pemakai yang kurang menguasai atau tidak mempunyai latar belakang pendidikan akuntansi.

Informasi penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat diketahui baik melalui :

1. Catatan akuntansi perusahaan

2. Dengan menyesuaikan penjualan, harga pokok penjualan, dan pos – pos lain dalam laporan rugi – laba untuk : Perubahan persediaan, piutang usaha, dan utang usaha selama periode berjalan, dan pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan maupun pos bukan kas lainnya.

(40)

Tabel 1 PT. ABC

Laporan Arus Kas ( Metode Langsung)

Tahun 20XX

Arus kas dari aktivitas operasi :

Penerimaan

- Penagihan dari pelanggan xxx

- Bunga yang diterima xxx

- Dividen yang diterima atas investasi xxx

Total penerimaan kas xxx

Pembayaran (xxx)

- Kepada Pemasok (xxx)

- Kepada Karyawan (xxx)

- Untuk bunga dan pajak penghasilan (xxx)

Total Pembayaran kas (xxx)

Kas bersih yang disediakan oleh aktivitas operasi xxx

Arus kas dari aktivitas investasi :

- Penerimaan kas dari penjualan aset jangka panjang (investasi, xxx

tanah, bangunan, peralatan, dan sebagainya)

- Akuisisi aset jangka panjang (xxx)

Kas bersih yang disediakan oleh (digunakan untuk) aktivitas investasi (xxx)

Arus kas dari aktivitas pembiayaan :

Penerimaan kas dari penerbit saham

- Penjualan saham xxx

- Pembelian saham (xxx)

- Penerimaan kas dari penerbitan wesel bayar atau utang obligasi xxx

- Pembayaran wesel bayar atau hutang obligasi (xxx)

- Pembayaran Deviden (xxx)

Kas bersih yang disediakan oleh (digunakan oleh) aktivitas pembiayaan xxx Kenaikan (penurunan) bersih kas selama tahun berjalan xxx

Saldo awal kas xxx

Saldo akhir kas xxx

Sumber :

Sumber : Buku M. Nafarin Edisi 3 ”Penganggaran Perusahaan”

b. Metode tidak langsung

Dengan metode tidak langsung, laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penagguhan atau actual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu atau masa depan, dan

(41)

unsur pendapatan atau biaya yang berkaitan dengan arus kas aktivitas investasi atau pendanaan. Ada tiga dasar penyesuaian antara lain :

1. Pendapatan dan beban yang bukan merupakan arus kas masuk dan kas keluar (cash in flow dan cash out flow) misalnya penyusutan aktiva tetap berwujud dan amortisasi aktiva tetap tidak berwujud.

2. Keuntungan dan kerugian

3. Konversi aktiva operasi lancar dan kewajiban lancar dari dasar accrual basis ke dasar cash basis.

Tabel 2

PT. ABC

Laporan Arus Kas ( Metode Tidak Langsung)

Tahun 20XX

Laba Bersih xxx

Penyesuaian untuk merekonsiliasi laba bersih terhadap kas bersih

yang disediakan oleh aktivitas operasi:

- Beban penyusutan / amortisasi xxx

- Kerugian penjualan aset jangka panjang xxx

- Keuntungan penjualan aset jangka panjang (xxx)

- Kenaikan aset lancar selain kas (xxx)

- Penurunan aset lancar selain kas xxx

- Kenaikan kewajiban lancer xxx

- Penurunan kewajiban lancer (xxx)

Kas bersih yang disediakan oleh aktivitas operasi xxx

Arus kas dari aktivitas investasi :

- Penjualan aset jangka panjang (investasi, tanah, bangunan, xxx

peralatan dan sebagainya)

- Pembelian aset jangka panjang (xxx)

Kas bersih yang disediakan oleh aktivitas investasi (xxx)

Arus kas dari aktivitas pembiayaan :

- Penjualan saham xxx

- Pembelian saham (xxx)

- Penerbitan wesel bayar atau utang obligasi xxx

- Pembayaran wesel bayar atau hutang obligasi (xxx)

- Pembayaran Deviden (xxx)

Kas bersih yang disediakan oleh aktivitas pembiayaan xxx Kenaikan (penurunan) bersih kas selama tahun berjalan xxx

Saldo awal kas xxx

Saldo akhir kas xxx

Sumber : Buku M. Nafarin Edisi 3 ”Penganggaran Perusahaan”

(42)

G. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu dilakukan oleh Widya Trisnawati dan Wahidawati (2013) dalam Jurnal Ilmu dan Riset Penelitian yang mereka lakukan tentang pengaruh arus kas operasi, investasi, dan pendanaan serta laba bersih terhadap return saham di Bursa Efek Indonesia. Analisis data menggunakan teknik analisis

regresi berganda. Variabel bebas yang digunakan adalah arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Dari penelitian Widya Trisnawati dan Wahidawati disimpulkan bahwa perubahan arus kas dari aktivitas operasional, Investasi dan Pendanaan berpengaruh positif terhadap return saham.

Gustevan Putra Sebayang (2008) melakukan penelitian tentang analisis arus kas pada PO Medan Jaya. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan kesimpulan bahwa sumber kas PO Medan Jaya adalah dari aktivitas operasi, Investasi dan pendanaan, tetapi lebih didonimasi oleh aktivitas operasi, sedangkan dari penelitian ini ditemukan bahwa penggunaan kas PO Medan jaya tidak efesien selama 2 (dua) tahun berdirinya.

Erni Dwi Yulianti dan kawan – kawan (2005) dalam jurnal pendidikan akuntansi Indonesia melakukan penelitian tentang pengaruh informasi arus kas terhadap volume perdagangan saham pada perusahaan manufaktur di BEJ.

Analisis data yang digunakan adalah penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan hasil penelitian menyimpulkan bahwa Volume perdagangan saham perusahaan yang informasi laporan arus kasnya dalam kondisi good news dan informasi laporan laba rugi dalam kondisi bad news lebih tinggi

(43)

dari perusahaan yang informasi laporan arus kas dan informasi laporan laba rugi dalam kondisi bad news pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ . H. Kerangka Pikir

Perusahaan CV. Bintang Timur Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dalam perdagangan barang dagangan, yang mana pada perusahaan ini dalam setiap periode akuntansi yang biasanya setiap akhir tahun akan membuat laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan rugi/ laba. Pada laporan Neraca ini kita akan dapat melihat keadaan aktiva (harta), Passiva (hutang), dan Modal perusahaan, sedangkan pada laporan rugi – laba kita dapat mengetahui besarnya pendapatan yang diterima dan biaya - biaya yang dikeluarkan sehingga menghasilkan laba atau rugi perusahaan.

Dari kedua laporan ini kita akan melakukan analisis bagaimana sumber dan penggunaan kas yang ada di perusahaan. Untuk itu kita akan menggunakan alat analisis berupa Arus kas (cash flow). Dari analisis ini kita dapat mengetahui sumber kas dan penggunaan kas itu yaitu penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan dalam hal ini arus kas masuk dan keluar.

Untuk dapat mengoptimalkan laba suatu perusahaan untuk masa yang akan datang maka diperlukan perencanaan kas yang baik terhadap penerimaan kas dan penggunaan kas yang seefisien mungkin dan diperlukan adanya suatu penganggaran kas terhadap pengeluaran yang akan digunakan guna mencapai suatu tujuan yang diinginkan.

Adapun kerangka pikir yang telah diuraikan dapat digambarkan dalam bagan alur sebagai berikut:

(44)

Gambar .1

Bagan Alur Kerangka Pikir

Perencanaan & Penganggaran Kas

Sumber Kas Penggunaan Kas

-Kas masuk - Kas Keluar

Analisis :

- Sumber Penggunaan Kas - Arus Kas (Cash Flow) Laporan Keuangan :

- Laporan Neraca - Laporan Laba / Rugi CV. Bintang Timur Jaya

(45)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Kantor CV. Bintang Timur Jaya Makassar Jl.

Monumen Emmy Saelan No. 103A Makassar. Waktu Penelitian selama 2 ( dua) bulan yaitu bulan Mei s/d Juli 2014

B. Jenis Penelitian

Desain penelitian yang digunakan penulis adalah metode deskriptif, dalam hal ini dimaksudkan untuk membuktikan pengaruh arus kas terhadap kebijakan perencanaan dan penganggaran kas pada CV. Bintang Timur Jaya.

C. Metode Pengumpulan Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dengan metode pengumpulan data sebagai berikut :

1. Penelitian lapangan. Penelitian lapangan dilakukan langsung ke objek penelitian dengan tujuan menggambarkan semua fakta yang terjadi pada objek penelitian, agar permasalahan dapat diselesaikan. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data dengan melaksanakan studi lapangan sebagai berikut :

a. Wawancara. Wawancara dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab langsung terhadap pihak – pihak yang bersangkutan guna mendapatkan data dan keterangan yang berdasarkan tujuan penelitian.

30

(46)

b. Dokumentasi. Dokumentasi dilakukan dengan melakukan pengumpulan data – data dan dokumen perusahaan yang relevan dengan penelitian ini.

2. Studi Kepustakaan. Studi kepustakaan dilakukan dengan menelaah buku – buku yang relevan dengan permasalahan yang diangkat untuk mendapatkan kejelasan konsep dan pengumpulan literatur – literatur yang relevan dengan pembahasan penelitian.

D. Jenis dan Sumber Data

Dalam melaksanakan penelitian, diperlukan data yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pembahasan dan analisis.

Data di bagi menjadi dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.

Data kualitatif adalah data yang tidak dapat diukur atau dinilai dengan angka – angka secara langung. Sedangkan data kuantitatif adalah data yang dapat diukur atau dinilai dengan angka secara langsung.

Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

a. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Dalam penelitian ini data primer diperoleh melalui wawancara terhadap responden.

b. Data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara atau diperoleh dan dicatat oleh pihak lain. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dati buku – buku, jurnal – jurnal, penelitian terdahulu serta literatur lain.

(47)

E. Defenisi Operasional

Adapun definisi Operasional yang dikemukakan sebagai berikut :

a. Laporan neraca digunakan untuk mengetahui sumber arus kas (cash flow) yang digunakan oleh perusahaan, yang mana di dalam neraca tampak sumber dan penggunaan kas yaitu terhadap pos aktiva dan passiva perusahaan.

b. Demikian juga pada rugi laba yang tampak adalah pada hasil penjualan dan beban – beban operasi perusahaan. Dalam artian laporan keuangan bertujuan untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan darimana sumber dan untuk apa penggunaanya.

c. Analisis arus kas (cash flow) merupakan hal yang dianggap sangat penting bagi suatu perusahaan yang mana akan memperlihatkan dari mana dan kemana dana tersebut diperoleh, dibelanjakan atau dipergunakan agar kegiatan finansial perusahaan dapat terus berjalan dengan baik .Disamping itu untuk mengetahui kondisi kas serta sebab – sebab terjadinya perubahan kas pada suatu periode tertentu dan sebagai dasar dalam menaksir kebutuhan kas dimasa mendatang dan kemungkinan sumber – sumber yang ada atau dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan peramalan kebutuhan kas atau cash flow dimasa yang akan datang.

(48)

F. Metode Analisis Data

Analisa data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu suatu metode dengan mengumpulkan data, disusun, diinterprestasikan dan dianalisa sehingga memberikan gambaran yang sebenarnya kondisi keuangan perusahaan utamanya mengenai arus kasnya kemudian menjadi sebuah laporan arus kas untuk mengetahui pengaruh laporan arus kas terhadap perencanaan dan penganggaran kas pada CV. Bintang Timur Jaya.

(49)

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat CV. Bintang Timur Jaya

CV. Bintang Timur Jaya adalah suatu perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang penjualan perlengkapan, peralatan, makanan, vitamin hewan peliharaan dan lain – lain. Didirikan Pada Tanggal 20 April 2012 dengan Akte Notaris No.31 Syahrir Madeali, Sarjana Hukum. Perusahan CV. Bintang Timur Jaya didirikan atas Prakarsa Bapak Eko Hidayat, ST dan istrinya Drh. Mona Kusuma H. Awal berdirinya usaha ini adalah karena cita – cita pemiliknya untuk memiliki usaha sendiri. Melihat peluang yang ada di Makassar dimana masih kurang usaha penyedia keperluan hewan kesayangan sedangkan pencinta hewan sudah sangat banyak. Kebanyakan para pencinta hewan ini untuk pemenuhan kebutuhan hewannya harus memesan ke luar pulau, maka Pemiliknya dengan bantuan Sang Suami mendirikan usaha ini. Keberadaan CV. Bintang Timur Jaya sebagai perusahaan swasta yang telah banyak memberikan bantuan kepada para pencinta binatang dalam pemenuhan kebutuhan hewan kesayangannya sehingga tidak perlu lagi jauh – jauh lagi mencari keperluan hewan kesayangan mereka.

Barang dagangan utamanya makanan hampir semua barang yang dijual adalah barang impor. Sampai saat ini CV. Bintang Timur Jaya sudah memiliki lebih dari seribu pelanggan baik dalam maupun luar kota.

Pada awal kegiatan operasinya, Perusahaan CV. Bintang Timur Jaya hanya mempunyai 3 karyawan tetap, namun karena semakin berkembangnya usaha ini maka ditambahlah karyawan menjadi 10 Orang. Dengan bertambahanya

34

(50)

karyawan, Perusahaan ini berusaha mengembangkan usahanya seseuai denagn maksud dan tujaun didirikannya perusahaan tersebut.

B. Struktur Organisasi

Salah satu syarat yang cukup penting bagi perusahaan agar dapat berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan, yaitu apabila terdapat pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang dinyatakan dengan jelas, maka diharapkan dapat mendorong kerja sama yang baik untuk meningkatkan produktivitas pekerja serta keinginan untuk melakukan sesuatu dengan sempurna sehingga dapat memperlancar pekerjaan dalam perusahaan, sangatlah diperlukan suatu struktur organisasi yang baik dan dapat menimbulkan suasana dimana keputusan yang perorangan maupun golongan dalam perusahaan dapat terwujud.

Hal ini penting karena tanpa adanya struktur organisasi yang baik akan menimbulkan kesimpangsiuran dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan. Dengan kata lain, garis komando dalam struktur organisasi haruslah digambarkan dengan jelas agar setiap bagian dapat mengkoordinir semua bagiannya masing – masing dengan baik sehingga kemungkinan kerja sama yang baik akan mencapai tujuan yang diinggikan oleh perusahaan. Untuk menjalin kerja sama yang baik dan harmonis maka perusahaan ini telah memilih metode organisasi garis (line organisation) dengan alasan dipandang mempunyai kebaikan antara lain :

1. Disiplin kerja karyawan tinggi

2. Antara karyawan dapat terjalin saling pengertian yang baik dan lancar 3. Proses pengambilan keputusan dan instruksi – instruksi dapat berjalan

lancar.

(51)

4. Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi umumnya besar, sebab mereka saling mengenal satu sama lain.

Dalam menjelaskan suatu kedewasaan perusahaan kepada pihak – pihak yang membutuhkan, maka dianggap perlu untuk menyusun suatu struktur organisasi agar nampak dengan jelas bagaimana proses pelaksana dari pada kegiatan dan jabatan tersebut.

Dengan struktur organisasi dapat dilihat garis tugas, wewenang dan tanggung jawab dari seseorang yang telah bekerja pada perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi ini dapat mencegah adanya kesimpangsiuran dari tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang diemban oleh karyawan.

Agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik, maka diperlukan adanya struktur organisasi yang baik. Penilaian terhadap suatu struktur organisasi apakah struktur organisasi itu baik atau tidak pada perusahaan, tergantung dari keadaan perusahaan itu sendiri atau dengan kata lain struktur organisasi merupakan hal yang dinamis dalam arti bahwa senantiasa harus sesuai dengan kondisi perusahaan yang bersangkutan.

Dengan demikian pula pandangan manajemen mengenai bagaimana pola hubungan yang disusun. Penyusunan struktur organisasi dapat dilihat dari :

a. Aspek pembagian kerja, dimana berbagai fungsi yang harus dilaksanakan atau dikerjakan oleh perusahaan serta bagian – bagian yang menanganinya.

(52)

b. Aspek integrasi (koordinasi), dimana berbagai bagian sehingga merupakan suatu kesatuan yang terarah kepada pelaksanaan tujuan dari perusahaan.

Gambar 2

Struktur Organisasi CV. Bintang Timur Jaya

Sumber Data : CV. Bintang Timur Jaya (2014)

Direktur

B agian Administrasi

Bagian Gudang

Kasir Bagian Keuangan

Staf Staf

Wakil

Direktur

(53)

C. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

Berdasarkan struktur organisasi tersebut, maka digariskan uraian tugas dan tanggung jawab masing – masing bagian sebagai berikut :

1) Direktur Utama / Wakil Direktur:

a. Memimpin dan menentukan kebijaksanaan perusahaan.

b. Mengurus dan menjaga perusahaan, menetapkan tata tertib serta menjalankan perusahaan.

c. Menandatangani dan menyetujui pengeluaran serta penerimaan kas dan bank

d. Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang menyangkut masalah perusahaan, baik ekstern maupun intern.

e. Memimpin rapat dalam mengevaluasi kegiatan atau rencana kerja masing – masing bagian.

f. Menandatangani surat – surat keluar.

g. Mengusahakan hubungan yang baik antara perusahaan dengan pemerintah serta masyarakat setempat

h. Mengesahkan rencana anggaran pendapatan dan belanja tahunan perusahaan.

i. Membuat kebijaksanaan mengenai pemasaran dan penjualan produk.

j. Wakil direktur sebagai kuasa usaha yang mengurus dan menjaga perusahaan serta tugas lain direktur utama apabila direktur tidak berada ditempat.

(54)

2) Bagian Administrasi

a. Membuat laporan kerja karyawan dan mengevaluasi kinerja karyawan untuk dijadikan bahan evaluasi untuk kenaikan kesejahteraan karyawannya.

b. Mengawasi, menilai, dan mengevaluasi kedisiplinan karyawan dalam perusahaan.

c. Membuat daftar usulan kenaikan gaji

d. Membayar gaji atau tunjangan dan lain – lain kepada karyawan.

e. Menyiapkan segala keperluan administrasi kantor dan perlengkapan yang dibutuhkan toko.

f. Bertanggung jawab menangani masalah administrasi dan keperluan rumah tangga perusahaan.

3) Bagian Keuangan

a. Bertanggung jawab menangani pengeluaran dan penerimaan keuangan perusahaan beserta administrasinya

b. Bertanggung jawab menangani masalah akuntansi dan pencatatan kegiatan (jurnal).

c. Bertanggung jawab menangani masalah kredit penjualan serta menangani penagihan piutang perusahaan

d. Bertanggung jawab menerima dan menyelesaikan hutang piutang perusahaan.

e. Setiap pengeluaran dapat dilaksanakan dengan persetujuan pimpinan perusahaan melalui manajer keuangan.

(55)

f. Bertanggung jawab kepada direktur/wakil direktur perusahaan.

4) Bagian Gudang

a. Mengupdate barang dagangan yang masuk dan keluar b. Menyusun program penjualan

c. Melakukan pengecekkan fisik ke gudang toko dengan jumlah fisik di buku stok

d. Menerima dan memproses order dari retailer

e. Mengontrol stok gudang dan melakukan order barang untuk barang yang sudah mencapai batas minimum barangnya.

f. Melakukan evaluasi dan analisis sebagai pembanding dan dasar untuk melakukan order barang yang terkait untuk lebih mengoptimalkan ketahanan dana perusahaan yang dimiliki.

5) Kasir

a. Melayani Pelanggan dengan pelayanan 3S (sapa, senyum, dan salam) b. Mengontrol dan mengatur barang – barang di toko

c. Membuat laporan penjualan toko per harinya 6) Staf

a. Staf gudang bertanggung jawab mengatur pengeluaran dan pemasukan barang kedalam gudang.

b. Staf gudang Membantu Bagian gudang melakukan stok fisik barang digudang.

c. Staf gudang Menyiapkan orderan retailer.

(56)

d. Staf administrasi bertanggung jawab membantu bagian administrasi dalam menyiapkan segala keperluan utamanya yang berhubungan dengan keperluan toko.

Dalam pembagian tugas dan tanggung jawab yang tersusun dalam job description tersebut maka setiap personil yang ada dalam berbagai kegiatan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan wewenang yang diberikan oleh pimpinan perusahaan.

(57)

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Laporan Keuangan Perusahaan

Laporan keuangan atau financial statement berisi informasi tentang prestasi perusahaan di masa lampau dan dapat memberikan petunjuk untuk penetapan kebijakan di masa yang akan datang.

Pada umumnya laporan keuangan (financial statement) itu terdiri dari daftar neraca (balance sheet) dan laporan rugi / laba (income statement) serta laporan perubahaan modal, dimana neraca menunjukkan atau menggambarkan jumlah aktiva, hutang dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Sedangkan perhitungan rugi/ laba memperlihatkan hasil – hasil yang telah dicapai perusahaan serta biaya biaya yang terjadi selama periode tertentu dan laporan perubahan modal menunjukkan sumber dan penggunaan kas perusahaan.

Laporan keuangan sangat penting artinya bagi manajemen perusahaan (pimpinan perusahaan dan karyawan perusahaan) demikian halnya bagi pihak luar ( kreditur, investor, dan pemerintah maupun masyarakat), yang berkepentingan terhadap perusahaan.

Untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan keuangan serta hasil – hasil yang telah dicapai oleh CV. Bintang Timur Jaya, maka akan diperlihatkan tentang laporan keuangan perusahaan periode 2012 – 2013 sebagai berikut :

 Tabel 3 : Daftar Neraca per 31 Desember 2012

 Tabel 4 : Laporan Perhitungan rugi/laba per 31 Desember 2012

 Tabel 5 : Daftar Neraca per 31 Desember 2013

42

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan hasil belajar matematika siswa, aktivitas belajar siswa, dan keterampilan guru dalam dalam mengelola pembelajaran dengan

ED Amandemen PSAK 15 menambahkan bahwa entitas yang bukan merupakan entitas investasi memiliki kepentingan pada entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan entitas

Pengertian pemasaran yang berkaitan dengan produk berupa real estate dan property adalah suatu kegiatan yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan rumah

[r]

Mengingat keterangan Pemerintah tersebut diatas, maka berhubung dengan terbentuknya Daerah Istimewa Yogyakarta, menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1950 dan

The results show ed that the relationship between budgetary participation and slack were dependent on the intensity o f market competition and budget emphasis.. Under

Dari sinergi konsep triadik peran yang dikemukakan oleh Biddle, dapat dilihat bahwa peran YIPC dalam menarasikan kontra-radikalisme agama adalah sebagai wadah dan fasilitator bagi

Ini disebabkan Yew Seng, seperti ramai orang Cina yang lain yang lahir di Tanah Melayu (British Malaya, Malaya dan kemudiannya Malaysia) sudah berakar umbi di Tanah