• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.1 Tipe Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kausal komparatif, yaitu untuk menganalisis hubungan sebab akibat antara dua variabel atau lebih. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor fundamental, yaitu earning per share sebagai variabel independen, dan harga saham sebagai variabel dependen. Variabel independen diduga memengaruhi variabel dependen yaitu harga saham, dengan dividend yield sebagai variabel interveningnya.

3.2 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia perwakilan Sumatera Utara yang berdomisili di Jln. Juanda Baru No. A5 - A6, Medan, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder, sehingga dapat diakses dengan menggunakan internet melalui situs www.idx.co.id.

3.3 Definisi Operasional

Tabel 3.1

Definisi Operasional Variabel Penelitian

No. Variabel Definisi Operasional Indikator Skala Ukur 1. Earning Per

Share (X)

Earning per share merupakan jumlah uang atau pendapatan yang diperoleh pada periode tertentu untuk setiap jumlah saham yang beredar, di mana jika semakin tinggi maka berpotensi meningkatkan jumlah dividen yang diterima oleh para pemegang saham.

Skala Rasio

37

No. Variabel Definisi Operasional Indikator Skala Ukur 2. Harga Saham

(Y)

Harga saham merupakan harga yang diperjualbelikan di pasar jual beli saham dan biasanya

merupakan harga penutupan. Close Price Skala Rasio yang dinyatakan dalam bentuk persentase.

Untuk menganalisis perusahaan, maka yang menjadi populasi bagi peneliti dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 5 tahun terakhir pada periode 2015 - 2019 yakni 45 perusahaan.

b. Sampel

Sehubungan dengan ukuran populasi yang cukup besar dan sebaran yang luas maka untuk melakukan observasi akan sangat sulit dilakukan. Dalam penelitian ini digunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling dengan pertimbangan sebagai berikut:

Tabel 3.2

Kriteria Sampel Perusahaan LQ45 di BEI 2015 - 2019

No. Kriteria Jumlah Perusahaan

1. Jumlah perusahaan LQ45 di BEI 45

2. Perusahaan LQ45 yang tidak konsisten terdaftar selama periode penelitian (tahun 2015 sampai dengan 2019)

(17)

3. Perusahaan tidak membagikan dividen selama periode penelitian (tahun 2015 sampai dengan 2019)

(6)

Jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria 22 Sumber: Hasil Olahan Peneliti, 2020

Berdasarkan kriteria tersebut, maka perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel dan memenuhi kriteria tersebut berjumlah 22 perusahaan. Daftar perusahaan yang menjadi sampel adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3

Daftar Sampel Perusahaan LQ45 di BEI 2015 – 2019

No. Kode Saham Nama Perusahaan Tanggal IPO

1. ADRO Adaro Energy Tbk 16 Juli 2008

2. AKRA AKR Corporindo Tbk 03 Oktober 1994

3. ASII Astra International Tbk 04 April 1990

4. BBCA Bank Central Asia Tbk 31 Mei 2000

5. BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 25 November 1996 6. BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 10 November 2003 7. BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 17 Desember 2009 8. BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 14 Juli 2003 9. ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 07 Oktober 2010 10. INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 14 Juli 1994 11. INTP Indocement Tunggal Prakarsa Tbk 05 Desember 1989

12. JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk 12 November 2007

13. KLBF Kalbe Farma Tbk 30 Juli 1991

14. PGAS Perusahaan Gas Negara Tbk 15 Desember 2003

15. PTBA Bukit Asam Tbk 23 Desember 2002

16. PTPP PP (Persero) Tbk 09 Februari 2010

17. SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk 08 Juli 1991 18. TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk 14 November 1995

19. UNTR United Tractors Tbk 19 September 1989

20. UNVR Unilever Indonesia Tbk 11 Januari 1982

21. WIKA Wijaya Karya (Persero) Tbk 29 Oktober 2007 22. WSKT Waskita Karya (Persero) Tbk 19 Desember 2012 Sumber: www.idx.co.id

3.5 Metode Pengumpulan Data

Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, jadi teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Data sekunder yang digunakan berupa laporan kinerja perusahaan sampel yang diperoleh dari mengakses situs resmi BEI yakni www.idx.co.id.

39

2. Studi Kepustakaan

Peneliti melakukan studi kajian pustaka dengan banyak membaca literatur buku, jurnal, artikel untuk menambah pengetahuan dalam menyelesaikan penelitian.

3.6 Metode Analisis Data

Metode analisis utama dalam penelitian ini dilakukan dengan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan software SmartPLS, dengan tujuan mengetahui hubungan antar variabel. SEM merupakan teknik statistik yang digunakan untuk membangun dan menguji model statistik yang biasanya dalam bentuk model-model sebab akibat. SEM sebenarnya merupakan teknik hibrida yang meliputi aspek-aspek penegasan (confirmatory) dari analisis faktor, analisis jalur dan regresi yang dapat dianggap sebagai kasus khusus dalam SEM.

a. Outer Model

Model pengukuran (outer model) digunakan untuk menguji validitas konstruk dan reliabilitas instrumen. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan instrumen penelitian mengukur apa yang seharusnya diukur (Cooper dan Schindler, 2006). Sedangkan uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi alat ukur dalam mengukur suatu konsep.

Rule of thumb yang biasanya digunakan untuk melihat validitas convergent yaitu > 0.70 untuk penelitian yang bersifat confirmatory dan nilai antara 0.6 - 0.7 yang bersifat exploratory masih dapat diterima maka hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semua variabel sudah memenuhi syarat dari kecukupan model atau Discriminant Validity. Convergent validity korelasi antara skor indikator

refleksif dengan skor variabel latennya. Untuk hal ini loading 0.5 sampai 0.6 dianggap cukup.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dapat dilihat dari nilai cronbach’s alpha dan nilai composite reliability (ρc). Untuk dapat dikatakan suatu item pernyataan reliabel, maka nilai cronbach’s alpha harus > 0,6 dan nilai composite reliability harus > 0,7.

c. Model Struktural (Inner Model)

Model struktural (inner model) dievaluasi dengan melihat persentase variance yang dijelaskan oleh nilai R untuk variabel dependen dengan menggunakan ukuran Stone-Geisser Q-Square Test dan juga melihat besarnya koefisien jalur strukturalnya.

d. Pengujian Hipotesis

Analisis PLS (Partial Least Square) yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program SmartPLS 3 yang dijalankan dengan media komputer.

e. Uji T (T-Test)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah setiap variabel bebas secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.

Kriteria pengambilan keputusan yaitu:

H0 diterima jika ttabel < thitung < ttabel pada α = 5%

H1 diterima jika thitung > ttabel dan thitung < ttabel pada α = 5

41

BAB IV

Dokumen terkait