METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian
Objek penelitian adalah tempat dimana penelitian akan dilakukan. Dalam penelitian ini peneliti melakukan atau mengambil objek penelitian pada Kantor Walikota Medan yang beralamat diJl.Kapten Maulana Lubis No. 2 Medan.
3.2 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan maksud untuk menggambarkan suatu fenomena atau kondisi tertentu. Menurut Nur Indrianto, Bambang Supomo Penelitian Deskriptif adalah: “ Merupakan penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi”.14
Dalam penelitian ini diharapkan fenomena tentang kesiapan Pemerintah Daerah dalam implementasi SAP Berbasis Akrual dan kendala-kendala yang dihadapi di pemerintah dapat dideskripsikan secara gamblang yang kemudian dianalisis dan diinterprestasikan dalam menarik suatu kesimpulan.
3.3. Sumber Data
Sumber data yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
a. Data Primer Menurut Jadongan Sijabat: “ Data Primer merupakan data penelitian yang di peroleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara)”.15
14
Indrianto dan Supomo, Metode Penelitian Bisnis : BPFE, Yogyakarta, 2002, hal 26. 15
Jadongan Sijabat, Metodologi Penelitian Akuntansi : Universitas HKBP Nommensen, Medan, 2012, hal 63.
Data primer yang diperoleh adalah data yang belum di olah atau data hasil kuisioner yang di isi oleh responden, yang terlibat dalam penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual, dan hasil wawancara berupa Tanya Jawab maupun diskusi dengan pihak-pihak yang terkait.
b. Data Sekunder
Menurut Jadongan Sijabat : “ Data Skunder merupakan sumber data
penelitian yang di peroleh melalui media perantara (diperoleh dan di catat oleh pihak lain)”. 16
Data skunder umumnya merupakan bukti, catatan, atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumentasi) yang di publikasikan dan yang tidak di publikasikan yang diperoleh dari perusahaan seperti sejarah ringkas dan struktur organisasi pada Pemerintah Kota Medan.
3.4 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan atau pengambilan data yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah melalui metode kuesioner dan wawancara.
1. Kuesioner.
Menuru Nur indrianto, Bambang Supomo Kuesioner merupakan : “ Pengumpulan data penelitian pada kondisi tertentu kemungkinan tidak memerlukan kehadiran peneliti ”. 17
16
Ibid, hal 60 17
Pertanyaan peneliti dan jawaban responden dapat dikemukakan secara tertulis melalui suatu kuisioner. Teknik ini memberikan tanggung jawab kepada responden untuk membaca dan menjawab pertanyaan.
2. Wawancara
Menurut Indrianto,Bambang Supomo Wawancara adalah :
Merupakan teknik pengumpulan data dalam metode survey yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subyek penelitian. Teknik wawancara dilakukan jika peneliti memerlukan komunikasai atau hubungan dengan responden. 18
Wawancara itu digunakan untuk mengungkapkan data atau menambah informasi tentang Penerapan SAP Berbasis Akrual di Pemerintah Kota Medan, apakah sudah sesuai dengan PP No 71 Tentang SAP Berbasis Akrual. 3.5 Populasi dan Sampel Penelitian
Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Yang ada di bagian BPKD Sebanyak 96 orang. Teknik penarikan sampel yang di gunakan adalah purposive sampling. Kriteria pengambilan sampel adalah pegawai yang ada di dalam Setiap bagian BPKD sebanyak 30 responden, yaitu di bagian Sekretariat, Bidang Anggaran, Bidang Perbendaharaan, dan Bidang Akuntansi Pelaporan, karena bagian tersebut yang bertanggung jawab dan yang mengerti dalam penerapan SAP berbasis akrual.
18
Tabel 3.1 Jumlah Responden Adapun yang menjadi responden adalah:
NO BPKD( Badan Pengelola Keuangan Daerah) Jumlah Orang
1 Sekretriat 5
2 Bidang Anggaran 5
3 Bidang Perbendaharaan 10
4 Bidang Akuntansi Pelaporan 10
Jumlah 30
Jadi jumlah responden ada 30 orang. Karena 30 telah memenuhi kriteria tertentu. Kuesioner akan di beri kepada responden dan akan diterima kembali pada waktu yang disepakati.
3.6 Definisi Operasional Variabel 1. Komitmen
Komitmen merupakan janji, prinsip, atau rasa percaya diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan dalam menjalankan tugas dan semangat kerja menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan memiliki komitmen utama untuk tugas dalam dengan baik hendaknya menjunjung azas, visi dan misi pemakaian SAP berbasis akrual. Instrumen dalam variabel ini adalah 12 pertanyaan yang sebelumnya telah di gunakan pada penelitian terdahulu Riris Setiawati Kusuma (2013).
Parameter Komitmen/Integritas meliputi indicator kesiapan komitmen untuk tugas,kedisiplinan dan tanggung jawab, keberanian dalam bersikap,
dukungan dalam pelaksanaan, tanggung jawab moral, inovasi dan obyektif, sikap komitmen dan integritas, prinsip, keinginan, dan dukungan. Variabel ini di ukur dengan menggunkan 5 point skala likert.
2. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia adalah semua manusia yang terlibat dalam pembuatan laporan keuangan daerah. Penyiapan dan penyusunan laporan keuangan tersebut memerlukan SDM yang menguasai akuntansi pemerintahan. Pada saat ini kebutuhan tersebut sangat terasa, apalagi menjelang penerapan akuntansi pemerintahan berbasis akrual. Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah perlu secara serius menyusun perencanaan SDM di bidang akuntansi pemerintahan.
Instrumen dalam variabel ini teridiri dari 13 pertanyaan yang di ambil dari penelitian Riris Setiawati Kusuma (2013). Indikator sumber daya manusia yang di gunakan adalah memiliki integritas, membutuhkan perhatian dan penghargaan, dukungan lingkungan kerja, kesempatan, lingkungan yang nyaman, kemauan bekerja keras, membutuhkan promsi prestasi kerja, loyalitas dan kemampuan. Variabel ini menggunakan 5 point skala likert.
3.Infrastruktur
“Infrastruktur adalah pendukung utama penerapan sistem akuntansi Pemerintah berbasis akrual yang diukur dengan aset fisik yang penting dalam kelancaran penerapan SAP berbasis akrual”.19 (Grigg 2000, dalam
19
Grigg (2000), Riris Setiawati Kusuma, Analisisa Kesiapan Pemerintah Dalam Menerapkan SAP Berbasis Akrual, 20013, skripsi, hal 42
Riris Setiawati Kusuma (2013), skripsi, Analisis Kesiapan Pemerintah Dalam Menerapkan SAP Berbasis Akrual).
Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari 6 pertanyaan yang harus di jawab oleh responden. Indikator dalam variabel infrastruktur adalah kemauan dalam menyiapkan sarana ruangan, dukungan sarana perangkat lunak, dukungan sarana basis data pendukung, dukungan sarana administrasi, dukungan anggaran, dukungan sumber daya manusia yang berkualitas.Variabel ini di ukur dengan menggunakan 5 point skala likert.
4. Sistem informasi.
Menurut Mukhtar (2002: 4) dalam Riris Setiawati Kusuma (2013) skripsi, Analisis Kesiapan Pemerintah Dalam Menerapkan SAP Berbasis Akrual.
Sistem informasi adalah sistem pengendalian intern yang memadai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundangundangan.20
Adapun tujuannya adalah untuk menyajikan informasi guna pengambilan keputusan pada perencanaan,pengorganisasian,pengendalian kegiatan operasi suatu perusahaan yang menyajikan sinergi organisasi pada proses. Instrumen dalam variabel ini terdiri dari 6 pertanyaan yang harus di jawab oleh responden. Indikator dalam variabel sistim informasi adalah kesiapan mempunyai platform pelaksanaan jangka menengah dan panjang, pelaksanaan kegiatan dalam bidang keuangan, dukungan oleh informasi manajemen secara cermat dan tepat, dukungan system dalam perangkat lunak, pelatihan peningkatan kualitas
20
Mukhtar (2002), Riris Setiawati Kusuma, Analisisa Kesiapan Pemerintah Dalam Menerapkan SAP Berbasis Akrual, 20013, skripsi, hal 42
perangkat lunak dan pendampingan dalam operasi pelaksanaan perangkat lunak. Variabel ini diukur dengan menggunakan 5 point skala likert.
3.7 Skala Pengukuran
Skala adalah perangkat ukur yang digunakan untuk mengetahui intensitas, arah atau tingkat dalam sebuah variabel yang berada pada tingkat pengukuran ordinal.Penelitian ini menggunakan skala likert yaitu pengukuran yang memungkinkan responden untuk merangking seberapa kuat mereka siap atau tidak siap terhadap pernyataan-pernyataan tertentu.
Menurut Nur Indrianto, Bambang Supomo “ Skala Likert merupakan metode yang mengukur sikap dengan menyatakan setuju atau ketidaksetujuan-nya terhadap subyek, obyek atau kejadian tertentu”.21
Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert, Peneliti mengadopsi kuisioner dari penelitian KEMENDAGRI (2012) dalam Riris Setiawati Kusuma 20013.
Tabel 3.3. Alternatif Jawaban Responden
Jawaban Nilai
Sangat Siap (SS) 5
Siap (S) 4
Cukup Siap (CS) 3
Tidak Siap (TS) 2
Sangat Tidak Siap (STS) 1
21
Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis interval yaitu metode nilai tertinggi-nilai terendah, dengan rumus:
=
= − ℎ
Keterangan :
P = Panjang Kelas
Rentang = Data Tertinggi dikurang dengan data terendah Banyak kelas = Jumlah Alternatif Jawaban Responden
3.8 Metode Analisis Data 3.8.1 Uji Instrumen Data 3.8.1.1 Uji Validitas
Menurut Drs.Moh. Pabundu Tika, M.M, Uji Validitas adalah kebenaran dan keabsahan instrument penelitian yang digunakan. Setiap penelitian selalu dipertanyakan mengenai validitas alat yang digunakan. Suatu alat pengukur dikatakan valid jika alat itu dipakai untuk mengukur sesuai dengan kegunaanya.22
Uji validitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana validitas data diperoleh dari penyebaran kuisioner dan dapat dilakukan dengan menghitung korelasi antar masing-masing pertanyaan ataupun pernyataan dengan skor total pengamatan.
22
3.8.1.2. Uji Reabilitas (Keandalan)
Menurut Elvis F Purba, Parulian Simanjuntak Keandalan (Reabilitas) “merupakan Suatu alat ukur dikatakan andal (reabel) apabila alat ukur tersebut benar-benar menghasilkan ukuran yang tepat”. 23
Keandalan sebuah alat ukur (test) adalah derajat yang menunjukkan sampai mana sebuah alat ukur mengukur secara konsisten apa yang diukur. Sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur dan hasilnya konsisten maka tes tersebut dikatakan memiliki keandalan. Pengujian keandalan alat pengukuran dalam penelitian ini menggunakan reliabilitas dan menggunakan metode alpha
(α). Metode alpha yang digunakan adalah metode Cronbanch. Menurut Yarnest
(2003; 68) dalam Riris Setiawati Kusuma (2013) “ instrumen dapat dikatakan handal (reliabel) bila memiliki koefisien reliabilitas diatas 0,6”.
3.8.2 Analisis Deskriptif Kualitatif
Teknik yang di pakai dalam menganalisis data adalah analisis kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Menurut Indrianto dan Supomo Metode deskriptif merupakan penelitian terhadap masalah-maslah yang berupa fakta saat ini dari suatu populasi.
Penelitian ini menggunakan deskripsi analisis, metode analisis untuk mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data untuk memberikan penjelasan lengkap mengenai penelitian. Metode ini untuk memaparkan sesuatu dengan cara mendiskripsikan, mencatat, menganalisi, dan menginterpretasikan kondisi yang saat ini trjadi. Metode analisis deskriptif sesuai dengan hakikatnya
23
Elvis Purba, Parulian Simanjuntak, Metode Penelitian, Universitas HKBP Nommensen, Medan, 2011,hal 139
adalah data yang telah terkumpul kemudian diseleksi, dikelompokan, dilakukan pengkajian, intepretasi dan di simpulkan. Selanjutnya hasil kesimpulan itu dideskripsikan.
Adapun langkah-langkah analisis deskriptif antara lain:
a. Pengelompokan berdasarkan Kategori, Tema, dan Pola Jawaban
Pada tahapan ini dibutuhkan pengertian yang mendalam terhadap data,perhatian yang penuh dan keterbukaan terhadap hal-hal yang muncul di luar apa yang ingin di gali. Berdasarkan hasil kuesioner, peneliti melakukan pengelompokan atau distribusi tentang karakteristik responden seperti umur, jenis kelamin, pendidikan dan jabatan. Selanjutnya juga dilakukan pengelompokan jawaban responden kesiapanpenerapan SAP berbasis akrual.
b. Mencari Alternatif Penjelasan Bagi Data
Setelah kaitan antara kategori dan pola data dengan asumsi terwujud, peneliti masuk ke dalam tahap pejelasan. Berdasarkan hasil jawaban kuisioner dan wawancara maka pada tahap ini akan dijelaskan dengan alternatif lain melalui referensi atau teori-teori lain. Alternatif ini akan sangat berguna pada bagian pembahasan, kesimpulan dan saran.
c. Menulis Hasil Penelitian
Penulisan data subjek yang telah berhasil dikumpulkan merupakan suatu hal yang membantu penulis untuk memeriksa kembali apakah kesimpulan yang dibuat telah selesai. Dalam penelitian ini, penulisan yang dipakai adalah presentase data yang didapat yaitu, penulisan data-data hasil penelitian
berdasarkan wawancara mendalam dan observasi dengan subjek. Proses dimulai dari data-data yang diperoleh dari subjek, dibaca berulang kali sehinggga penulis mengerti benar permasalahanya, kemudian dianalisis, sehingga didapat gambaran mengenai penghayatan pengalaman dari subjek. Selanjutnya dilakukan interprestasi secara keseluruhan, dimana di dalamnya mencakup keseluruhan kesimpulan dari hasil penelitian.