• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokasi Dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di PD Dian Ardyka yang berlokasi di jalan Transkalimantan gang kemuning, Kecamatan Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat. Pemilihan lokasi didasarkan atas posisi perusahaan yang merupakan salah satu perusahaan ekspor benih ikan arwana super red terbesar di Kaliamantan Barat. Selain posisi perusahaan, pemilihan lokasi di PD Dian Ardyka dilakukan untuk melanjutkan kegiatan penelitian terdahulu, karena sebelumnya peneliti melakukan tugas akhir untuk menyelesaikan studi diploma di perusahaan tersebut. Pengumpulan data dari perusahaan PD Dian Ardyka dilakukan dari bulan Desember tahun 2013 sampai Januari 2014.

Data dan Sumber Data

Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kegiatan pengamatan langsung serta wawancara dengan pihak perusahaan meliputi keadaan umum perusahaan, manajemen risiko yang diterapkan perusahaan, kegiatan pembenihan ikan arwana super red itu sendiri (yang mencakup luas lahan, jumlah produksi, beserta data lainnya). Salah satu data sekunder yang digunakan atau diambil pada kegiatan penelitian ini adalah data historis produksi yang berjalan di perusahaan tersebut dari tahun awal tahun 2012 hingga akhir tahun 2013, sedangkan data sekunder lainnya dapat diperoleh dari buku, artikel, jurnal, skripsi serta data-data instansi terkait yang mendukung kegiatan penelitian ini, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Departemen Pertanian, Perpustakaan LSI Institut Pertanian Bogor, internet dan literatur yang relevan.

Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung ke lapangan, wawancara dan diskusi dengan pemilik perusahaan dan bawahannya seperti teknisi dan sekretaris perusahaan (dalam kelengkapan data). Teknik observasi dilakukan untuk melakukan pengamatan pada kegiatan usaha pembenihan ikan arwana super red yang dilakukan oleh perusahaan PD Dian Ardyka meliputi proses pembenihan dan strategi penanganan risiko. Teknik wawancara dan diskusi dilakukan untuk mengindentifikasi sumber-sumber risiko yang ada dalam usaha pembenihan ikan hias serta strategi penanganan risiko yang selama ini dilakukan oleh pihak perusahaan.

Metode pemilihan responden yang digunakan pada kegiatan penelitian ini adalah metode purposive. Responden dipilih oleh peneliti dengan syarat merupakan pihak yang berhubungan dan mengetahui jelas produksi dan risiko yang sering dihadapi perusahaan, sehingga responden tertuju pada bagian produksi serta pemilik perusahaan di PD Dian Ardyka.

Metode Analisis Data

Data dan informasi yang diperoleh dari lokasi penelitian serta data pendukung lainnya akan diolah secara kuantitatif dan dianalisis secara kualitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis risiko produksi terhadap hasil produksi perusahaan yang berfluktuatif (dilihat dari hasil panen) yang dihadapi oleh PD Dian Ardyka. Sedangkan untuk analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui keadaan atau gambaran mengenai keadaan umum perusahaan dan manajemen risiko yang diterapkan perusahaan secara pendekatan deskriptif.

Analisis Kuantitatif

Analisis kuantitatif terdiri dari analisis risiko yang meliputi analisis Pengukuran risiko, probabilitas risiko, dan dampak risiko pada kegiatan pembenihan ikan arwana super red di perusahaan.

1. Analisis Perbandingan Berpasangan Sumber-Sumber Risiko

Analisis perbandingan berpasangan dilakukan untuk mengukur tingkat prioritas yang terjadi antar sumber risiko. Hal ini dilakukan apabila data historis yang didapat belum mencakup semua atau menginterpretasikan semua sumber risiko yang terjadi di perusahaan. Analisis perbandingan dilakukan dengan melakukan pembobotan atau penilaian skor pada tiap-tiap sel yang membandingkan risiko yang satu dengan risiko yang lainnya, uji ini dapat dilakukan seperti tabel dibawah :

Tabel 4 Analisis perbandingan berpasangan sumber risiko Sumber

Risiko A B ... n Total Skor

Total Bobot A 1 Xij Xij/X B 1 Xij Xij/X ... 1 ... ... n 1 n n Total Xt 1

Tabel di atas memperlihatkan perbandingan antara kolom-kolom sumber risiko yang dilakukan dengan mengisi skor salah satu kolom sumber risiko dengan sumber risiko yang lainnya, namun tidak dapat dilakukan penilaian skor dalam perbandingan kolom sumber risiko yang sama, karena memiliki pengaruh yang sama (hal ini dapat dilihat pada kolom tabel yang di bold warna abu-abu). Papan kolom skor disi berdasarkan wawancara beberapa pihak-pihak yang berkepentingan di perusahaan, seperti : direktur, teknisi hatchery, dan agen perantara penjualan.

Nilai skor dibuat range sebanyak 10 angka, yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

1 = Peluang terjadinya kedua sumber risiko sama besar.

2 = Peluang sumber risiko sedikit lebih besar (1-25 persen lebih besar) dari sumber risiko yang dibandingkan

3 = Peluang sumber risiko lebih besar (26-50 persen lebih besar) dari sumber risiko yang dibandingkan

4 = Peluang sumber risiko sangat besar (51-75 persen lebih besar) dari sumber risiko yang dibandingkan

5 = Peluang sumber risiko mutlak besarnya (76- 100 persen lebih besar) dari sumber risiko yang dibandingkan

½ = Peluang sumber risiko sedikit lebih kecil (1-25 persen lebih kecil) dari sumber risiko yang dibandingkan

1

/3 = Peluang sumber risiko lebih kecil (26-50 persen lebih kecil) dari sumber risiko yang dibandingkan

¼ = Peluang sumber risiko sangat kecil (51-75 persen lebih kecil) dari sumber risiko yang dibandingkan

1

/5 = Peluang sumber risiko mutlak kecilnya (76-100 persen lebih kecil) dari sumber risiko yang dibandingkan

Penilaian skor yang dilakukan tiap responden dibantu oleh peneliti dengan memberikan asumsi contoh kasus kematian pada benih ikan arwana sebanyak 100 ekor yang disebabkan oleh dua sumber risiko yang dibandingkan. Responden diberi pilihan untuk memilh sumber risiko berdasarkan kriteria penilaian skor.

Berikutnya nilai skor yang telah diisi tiap responden kemudian ditotalkan dan diambil bagi dengan jumlah responden (lihat Lampiran 2), sehingga didapat matriks sumber risiko berpasangan total (dapat dilihat pada tabel 6 bab pembahasan). Nilai kolom matriks berpasangan total dijumlahkan secara horizontal sehingga didapat nilai Xij dari tiap baris sumber risiko dan didapat jumlah total skor dari semua baris tabel pada nilai Xt. Selanjutnya penilaian bobot dilakukan untuk melihat persentase dari tiap-tiap sumber risiko yang didapat dari masing-masing barisnya dengan rumus membagikan nilai skor pada tiap baris (Xij) dengan total skor secara keseluruhan (Xt) sehingga didapat nilai (Xij/Xt). Jika ditotal secara keseluruhan nilai (Xij/Xt) maka total nilai pembobotan akan bernilai 1, yang menunjukan peluang dari terjadinya suatu kejadian dari sumber-sumber risiko yang telah dimasukkan dalam tabel. Hasil penilaian skor pada tabel di atas adalah penentuan sumber risiko yang dihitung peluang serta dampak kerugian untuk mendapatkan strategi alternatif penanganan risiko lebih lanjut, penentuan sumber risiko tersebut didapat dengan cara mengambil sumber risiko yang memiliki nilai peluang bobot skor melebihi rata- rata total nilai bobot/nilai hasil pembagian 100 persen dengan jumlah sumber risiko yang terjadi (Xij/X > n), hal ini dilakukan untuk menilai keakuratan pemilihan sumber risiko yang akan diteliti, serta keterbatasan dana perusahaan dalam mengatasi sumber risiko yang terjadi.

2. Analisis Probabilitas Risiko

Penilaian risiko pada yang dilakukan pada penelitian ini didasarkan pada pengukuran probabilitas. Beberapa ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur probabilitas diantaranya adalah dengan menghitung rata-rata kejadian berisiko, menghitung nilai standar deviasi dari kejadian berisiko, dan menghitung Z-score. Hal ini dapat dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut :

a. Menghitung rata-rata mortalitas

Rumus yang digunakan untuk mengitung rata-rata adalah :

Dimana :

X = Rata-rata mortalitas benih ikan arwana super red

xi = Data mortalitas benih ikan arwana super red per bulan selama tahun 2012 hingga 2013

n = Jumlah data mortalitas benih arwana selama tahun 2012 hingga 2013

Perhitungan mortalitas benih ikan arwana di PD Dian Ardyka digunakan dalam penelitian ini dikarenakan jumlah input larva yang masuk dalam kegiatan produksi perusahaan berbeda tiap bulannya (lihat Lampiran 3). Perhitungan mortalitas benih tiap bulan dilakukan dengan cara menggabungkan data kematian benih yang terjadi oleh input-input larva yang masuk dalam kurun satu bulan sekali, perhitungan tersebut dilakukan karena input-input larva perusahaan masuk ke dalam kegiatan produksi tidak beraturan, sehingga perlu dibatasi perhitungan mortalitas sesuai siklus produksi perusahaan yakni satu bulan siklus produksi. b. Menghitung nilai standar deviasi

Rumus yang digunakan untuk nilai standar deviasi adalah :

Dimana :

s = Standar deviasi dari rata-rata mortalitas

xi = Jumlah mortalitas benih per bulan dari kejadian berisiko x = Rata-rata mortalitas benih dari kejadian berisiko

n = Jumlah data

Standar deviasi didapat dari hasil perhitungan rata-rata mortalitas benih yang terjadi tiap bulan di perusahaan yang diakibatkan dari sumber risiko tertentu. Hasil perhitungan standar deviasi digunakan kembali dalam perhitungan z-score.

c. Menghitung nilai standar (z-score) risiko

Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai standar adalah :

Dimana :

z = Nilai Z-score dari kejadian berisiko

y = Batas normal mortalitas benih yang dianggap masih menguntungkan dan ditentukan perusahaan

x = Rata-rata mortalitas benih ditiap sumber risiko s = Standar deviasi tiap sumber risiko

Perhitungan z-score didapat setelah mendapatkan hasil perhitungan rata-rata mortalitas benih sumber risiko tertentu dengan standar deviasi sumber risiko tertentu. Perhitungan z-score dibantu dengan penentuan batas normal mortalitas benih untuk sumber risiko tertentu yang ditentukan oleh perusahaan. Penentuan batas normal mortalitas akan tertera dalam hasil perhitungan di Lampiran.

d. Menghitung probababilitas terjadinya risiko

Setelah nilai Z-score didapat dari hasil perhitungan di atas, maka akan dilanjutkan pada pencarian probabilitas terjadinya risiko produksi dengan menggunakan tabel distribusi Z (Normal) sehingga dapat diketahui tingkat persentase kemungkinan terjadinya kejadian atau keadaan pada produksi yang mendatangkan kerugian.

3. Pengukuran Dampak Risiko

Pengukuran dampak risiko pada kegiatan penelitian ini menggunakan metode pengukuran VaR (Value at risk) yang menunjukan besarnya potensi kerugian dari suatu kejadian yang bisa terjadi pada suatu periode tertentu ke depan dengan tingkat toleransi error sebesar 5 persen, tentunya pengukuran dengan metode tersebut didukung dengan data historis yang ada pada perusahaan PD Dian Ardyka. VaR dihitung dengan rumus berikut :

Dimana :

VaR = Value at risk dari risiko produksi di PD Dian Ardyka selama tahun 2012 hingga tahun 2013

x = Rata-rata kerugian pada sumber risiko tertentu

z = Nilai z yang diambil dari tabel distribusi normal dengan alfa 5% s = Standar deviasi

n = Banyaknya data

Berbeda dengan perhitungan probabilitas, perhitungan VaR menggunakan data jumlah kematian benih bukan mortalitas, hal ini dilakukan untuk mengetahui besaran dampak kerugian yang ditimbulkan dari sumber risiko tertentu. Perhitungan VaR dalam data historis perusahaan didukung oleh data harga penjualan benih ikan arwana super red yang terjadi pada periode tahun 2012 s.d 2013. Data jumlah kematian benih untuk sumber risiko tertentu tiap bulannya akan dikalikan pada data harga penjualan benih di periode tersebut, sehingga akan didapat data kerugian yang ditimbulkan dari sumber risiko tertentu tiap bulannya, yang kemudian hasil tersebut akan digunakan untuk menentukan rata-rata kerugian serta standar deviasi kerugian dari sumber risiko tertentu.

Analisis Manajemen Risiko

Analisis manajemen risiko produksi yang diterapkan berdasarkan penilaian pengambilan keputusan di perusahaan secara subjektif, hal tersebut dilakukan untuk melihat kefektifan manajemen risiko dalam meminimalkan risiko produksi. Pengelolaan risiko dapat dilakukan dengan mengidentifikasi penyebab-penyebab adanya risiko produksi, kemudian melakukan pengukuran risiko, menangani risiko dan mengevaluasi risiko serta melihat sejauh mana fungsi manajemen risiko yang diterapkan pada usaha pembenihan ikan arwana super red di PD Dian Ardyka.

Sebelum penanganan risiko dilakukan, perlu adanya pengidentifikasian status risiko untuk menentukan proritas dalam penanganan risiko. Status risiko didapat dari hasil pengkalian probabilitas sumber risiko dengan dampak. Status risiko tersebut akan digunakan sebagai dasar pembuatan peta risiko, yang akan berguna dalam pemilihan alternatif strategi dari penanganan risiko dapat dilihat pada Gambar 6 dan Gambar 7

Setelah risiko dipetakan hal selanjutnya adalah penanganan atau manajemen risiko pada kegiatan usaha. Umumnya strategi penanganan risiko yang dilakukan oleh perusahaan dalam menjalankan usaha ada dua, yakni : strategi penghindaran risiko (preventif) atau strategi mitigasi (meminimalkan terjadinya risiko).

a. Strategi Preventif

Strategi preventif dilakukan untuk risiko yang tergolong dalam probabilitas atau kemungkinan terjadinya risiko yang tinggi. Penentuan tinggi atau rendahnya probabilitas didasarkan atas batas normal atau garis tengah yang membatasi, batas normal probabilitas risiko yang ditolerir perusahaan tersebut ditentukan oleh direktur perusahaan. Penanganan risiko pada strategi preventif akan menggeser risiko yang berada pada kuadran I ke kuadran III dan menggeser risiko pada kuadran II ke kuadran IV. Penanganan risiko ini dapat dilihat pada Gambar 6 :

Kuadran I Kuadran II

Kuadran III Kuadran IV

Dampak (Rp) Probabilitas (%) Tinggi Rendah Tinggi Rendah

b. Strategi Mitigasi

Strategi mitigasi dilakukan untuk meminimalisir dampak risiko yang ditimbulkan pada suatu kejadian, dengan berusaha mengubah risiko yang berdampak tinggi menjadi berdampak kecil. Penentuan tinggi atau rendahnya dampak kerugian didasarkan atas batas normal atau garis tengah yang membatasi, batas normal dampak risiko yang ditolerir perusahaan ditentukan oleh direktur perusahaan. Strategi ini menggeser risiko yang berada pada kuadran II ke kuadran I dan menggeser kuadran IV ke kuadran III. Berikut gambar strategi mitigasi risiko :

Dokumen terkait