Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Jimmy’s Farm yang berlokasi di Jalan Gadog I, No 10A, Cipanas, Kabupaten Cianjur. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Jimmy’s Farm merupakan salah satu perusahaan pembibitan dan budi daya ayam kampung pedaging yang cukup besar di daerah Jawa Barat karena mempunyai sarana yang cukup lengkap dengan pemeliharaan sistem intensif. Berdasarkan informasi yang telah diperoleh, Jimmy’s Farm ini memulai usaha budi daya ayam kampung sejak tahun 1998 pada saat terjadinya krisis moneter. Hal lain yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi penelitian yang akan dilakukan adalah
Peternakan Jimmy’s Farm
Adanya risiko produksi yang menyebabkan produksi tidak optimal dan berfluktuasi
Identifikasi sumber-sumber risiko produksi dengan menggunakan analisis deskriptif pada aspek produksi
Probabilitas dari sumber-sumber risiko produksi dengan metode
Nilai Standar (z-score)
Dampak dari sumber-sumber risiko produksi dengan metode
Value at Risk (VaR)
Pemetaan risiko dari hasil perhitungan probabilitas dan dampak risiko
karena ketersediaan data dan kesediaan pemilik usaha untuk dijadikan lokasi penelitian. Penelitian pada Jimmy’s Farm dilaksanakan pada bulan November 2013 - Januari 2014.
Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif merupakan data yang bentuknya berupa keterangan-keterangan dan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan penelitian yang bukan angka (non numerik). Dalam penelitian ini data kualitatif terdiri atas fakta- fakta perkembangan usaha peternakan ayam kampung, kondisi usahanya, peralatan yang digunakan, teknis pelaksanaan kegiatan usaha, identifikasi sumber- sumber risiko produksi pada peternakan ayam kampung, upaya perusahaan untuk mengatasi risiko pada setiap tahapan proses produksi ayam kampung, dan hal lainnya yang terkait dengan penelitian. Berbeda dengan data kualitatif, dalam data kuantitatif berupa data angka atau numerik yang bentuknya merupakan fakta dan informasi usaha peternakan ayam kampung yang sudah disusun dan lebih terukur. Data kuantitatif ini terdiri atas informasi jumlah produksi per periode yaitu sebanyak 12 periode produksi, kematian akibat sumber-sumber risiko, harga panen setiap periode budi daya ayam kampung.
Berdasarkan sumbernya data yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari objek penelitian, sehingga dalam pencariannya banyak menggunakan wawancara langsung dengan pemilik usaha, teknik observasi, dan pengamatan langsung untuk mengetahui kondisi fisik usaha, proses penanganan produksi, pengidentifikasian sumber risiko pada budi daya ayam kampung serta upaya yang dilakukan perusahaan untuk mengantisipasi terjadinya risiko. Data sekunder adalah jenis data yang sudah diterbitkan. Data ini diperoleh melalui studi literatur dan penelusuran dari berbagai literatur yang ada di peternakan, Badan Pusat Statistik, Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, perpustakaan Institut Pertanian Bogor, website internet, buku- buku dan jurnal yang terkait. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung penelitian agar lebih jelas dan spesifik.
Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data, yaitu wawancara dan diskusi secara langsung untuk memperoleh data yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya (memeriksa kebenaran). Namun wawancara juga diperlukan untuk menggali informasi yang lebih mendalam. Teknik pengumpulan data juga dilakukan dengan cara observasi atau pengamatan untuk mencari informasi dengan melihat secara langsung proses kegiatan produksi ayam kampung pedaging yang sulit dijelaskan dengan teknik wawancara. Observasi juga dibutuhkan untuk melihat lebih detil dan spesifik budi daya ayam kampung dan setiap kemungkinan kejadian munculnya sumber risiko produksi. Langkah- langkah yang digunakan berupa melihat tingkah laku dari setiap ayam kampung
pedaging dan mengetahui kegiatan budi daya apa saja yang dilakukan setiap harinya. Selain itu, pengumpulan data juga dikumpulkan melalui penelusuran pustaka, studi literatur, pencatatan semua data yang dibutuhkan dalam penelitian. Keseluruhan teknik ini digunakan bersamaan dan disesuaikan dengan kondisi dan situasi di Jimmy’s Farm.
Metode Pengolahan dan Analisis Data
Pengolahan data dan informasi yang dikaji dan dibahas dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data ini diolah dan dianalisis melalui beberapa metode pengolahan data yang dikelompokkan kedalam dua jenis metode yaitu: metode analisis deskriptif (kualitatif) dan metode analisis risiko (kuantitatif).
Metode analisis yang digunakan disesuaikan dengan tujuan penelitian. Analsisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi pada budi daya ayam kampung pedaging di Jimmy’s Farm dan alternatif strategi yang telah diterapkan sebelumnya dalam budi daya ayam kampung pedaging untuk mengendalikan sumber risiko yang ada. Jenis data yang digunakan dalam metode deskriptif ini adalah data dan informasi kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara disertai diskusi dengan pemiilik dan juga dengan pegawai di Jimmy's Farm. Analisis risiko digunakan untuk menganalisis seberapa besar probabilitas dan dampak risiko produksi pada usaha peternakan ayam kampung. Analisis risiko ini akan menggunakan data kuantitatif yang diperoleh dari peternakan ayam kampung di Jimmy’s Farm. Sumber data yang digunakan berupa data produksi yang terkait dengan jumlah populasi ayam kampung setiap periodenya, kematian ayam kampung, serta data penjualan ayam kampung hidup. Laporan ini dapat memberikan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini.
Analisis Deskriptif
Fungsi dari analisis deskriptif adalah untuk memberikan gambaran umum terhadap data yang diperoleh. Analisis deskriptif merupakan metode untuk menganalisis sumber-sumber risiko dan manajemen risiko peternakan ayam kampung yang telah diterapkan sebelumnya oleh Jimmy’s Farm untuk menghadapi dan meminimalkan risiko dan ketidakpastian. Selain itu analisis ini juga digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lengkap terkait proses manajemen risiko yang diterapkan berdasarkan penilaian pengusaha sebagai pengambil keputusan secara subjektif. Identifikasi ini dilakukan untuk melihat apakah manajemen risiko yang diterapkan efektif atau tidak dalam meminimalkan risiko. Dalam hal ini, data yang dideskripsikan adalah data kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik.
Analisis Kemungkinan Terjadinya Risiko (Probabilitas)
Mengetahui besarnya kemungkinan terjadinya risiko dan besarnya dampak risiko dapat digunakan sebagai petunjuk dalam strategi penanganan risiko yang
baik untuk usaha peternakan. Dengan mengetahui besarnya kemungkinan terjadinya risiko dalam usaha peternakan dapat diketahui risiko-risiko yang kemungkinan terjadinya besar dan risiko-risiko yang kemungkinan terjadinya kecil karena dalam menggunakan strategi penanganannya yang berbeda setiap kemungkinan terjadinya risiko. Metode yang digunakan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya risiko adalah metode nilai standar atau yang disebut
z-score. Metode ini dapat digunakan apabila ada data historis dan data berbentuk kontinu (desimal). Pada penelitian ini, yang akan dihitung adalah kemungkinan terjadinya risiko pada budi daya ayam kampung dengan data produksi ayam kampung dari sepuluh periode terakhir. Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk menghitung kemungkinan terjadinya risiko dengan menggunakan metode nilai standar dengan sumber referensi menurut Kountur (2008), yaitu: 1 Menghitung rata-rata
Rumus yang digunakan untuk menghitung rata-rata presentase deplesi ayam kampung pedaging dari setiap kejadian berisiko adalah:
Dimana :
= Nilai rata-rata deplesi per sumber risiko (persen) = Nilai deplesi per periode per sumber risiko (persen) = Jumlah data produksi (periode)
2 Menghitung nilai standar deviasi
Standar deviasi merupakan jumlah rata-rata variabilitas didalam satu set data pengamatan3. Semakin besar nilai standar deviasi, maka semakin besar jarak rata-rata setiap unit data terhadap rata-rata hitung atau semakin besar risiko yang dihadapi oleh Jimmy's Farm. Rumus yang digunakan untuk menghitung standar deviasi dari presentase deplesi ayam kampung pedaging dari setiap kejadian berisiko adalah:
Dimana:
= Standar deviasi dari deplesi per sumber risiko (persen) = Nilai deplesi per periode per sumber risiko (persen) = Nilai rata-rata deplesi per sumber risiko (persen) = Jumlah data produksi (periode)
3 Menghitung nilai standar (z-score)
Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai Z dari deplesi ayam kampung pedaging adalah:
3
Vester. 2010. Standar deviasi. http://vesterstatistics.blogspot.com/ [16 Februari 2014]
= − ̅
= ∑ − 1− ̅
Dimana:
= Nilai z-score dari deplesi setiap sumber risiko
= Batas normal risiko akibat sumber risiko yang ditentukan oleh pemilik usaha (persen)
̅ = Nilai rata-rata deplesi per sumber risiko (persen) = Standar deviasi dari deplesi per sumber risiko (persen)
Bila nilai z-score yang diperoleh negatif, maka nilai tersebut berada di sebelah kiri nilai rata-rata pada kurva distribusi normal, begitu juga sebaliknya bila nilai z-score yang diperoleh positif, maka nilai tersebut berada di sebelah kanan kurva distribusi normal.
4 Mencari probabilitas terjadinya risiko produksi
Setelah nilai z-score dari budi daya ayam kampung diketahui, maka selanjutnya dapat dicari probabilitas terjadinya risiko produksi yang diperoleh dari tabel distribusi z (normal) sehingga dapat diketahui berapa persen kemungkinan terjadinya keadaan dimana produksi ayam kampung mendatangkan kerugian.
Analisis Dampak Risiko
Metode yang paling efektif digunakan dalam mengukur dampak risiko adalah VaR (Value at Risk). VaR adalah kerugian terbesar yang mungkin terjadi dalam rentang waktu tertentu yang diprediksikan dengan tingkat kepercayaan tertentu. Penggunaan VaR dalam mengukur dampak risiko hanya dapat dilakukan apabila terdapat data historis. Analisis ini dilakukan untuk mengukur dampak kerugian yang dialami dari setiap kejadian berisiko pada kegiatan budi daya ayam kampung pedaging. Kejadian yang dianggap merugikan berupa penurunan produksi sebagai akibat dari terjadinya sumber-sumber risiko. Menurut Kountur (2008), nilai VaR dapat dihitung dengan rumus berikut :
Dimana:
VaR = Dampak kerugian yang ditimbulkan oleh kejadian berisiko ̅ = Nilai rata-rata deplesi per sumber risiko (persen)
= Nilai z-score dari deplesi setiap sumber risiko
= Standar deviasi dari deplesi per sumber risiko (persen) = Jumlah data produksi (periode)
Pemetaan Risiko
Menurut Kountur (2008), sebelum dapat menangani risiko, hal yang terlebih dahulu perlu dilakukan adalah membuat peta risiko. Peta risiko adalah gambaran mengenai posisi risiko pada suatu peta dari dua sumbu, yaitu sumbu vertikal yang menggambarkan probabilitas dan sumbu horizontal yang menggambarkan dampak. Contoh layout peta risiko dapat dilihat pada Gambar 7 berikut :
VaR = ̅ + √
Sumber : Kountur (2008)
Gambar 7 Peta risiko
Probabilitas atau kemungkinan terjadinya risiko dibagi menjadi dua bagian, yaitu besar dan kecil. Dampak risiko juga dibagi menjadi dua bagian, yaitu besar dan kecil. Batas antara probabilitas atau kemungkinan besar dan kecil ditentukan oleh pemilik atau manajemen, tetapi pada umumnya risiko yang probabilitasnya 30 persen atau lebih dianggap sebagai kemungkinan besar, sedangkan kurang dari 30 persen dianggap sebagai kemungkinan kecil (Kountur 2008). Kuadran 1 menjelaskan tentang sumber risiko dengan probabilitas besar dan memiliki dampak yang kecil bagi perusahaan. Kuadran 2 menjelaskan tentang sumber risiko dengan probabilitas besar dan dampak yang besar juga bagi perusahaan. Kuadran 3 menjelaskan tentang sumber risiko dengan probabilitas kecil dan dampak yang kecil juga bagi perusahaan. Kuadran 4 menjelaskan tentang sumber risiko yang memiliki probabilitas kecil dan dampak yang besar bagi perusahaan. Pada umumnya perusahaan menginginkan sumber risiko yang terjadi pada perusahaannya berada pada kuadran 3. Namun, setiap perusahaan memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda seuai dengan tingkat usahanya.
Penanganan Risiko
Berdasarkan hasil pemetaan risiko, maka selanjutnya dapat ditetapkan strategi penanganan risiko yang sesuai. Menurut Kountur (2008), terdapat dua strategi yang dapat dilakukan untuk menangani risiko, yaitu:
1 Penghindaran Risiko (Preventif)
Strategi preventif dilakukan untuk risiko yang tergolong dalam probabilitas risiko yang besar. Risiko-risiko yang berada pada kuadran satu dan dua diharapkan dapat bergeser menuju kuadran tiga dan empat. Penanganan risiko dengan strategi preventif dapat dilihat pada Gambar 8.
Kecil Besar Probabilitas (%) Sedang Besar Sedang Kecil Dampak (Rp) Kuadran 1 Kuadran 2 Kuadran 4 Kuadran 3
Gambar 8 Pencegahan risiko (Preventif) 2 Mitigasi Risiko
Strategi mitigasi digunakan untuk meminimalkan dampak risiko yang terjadi. Risiko yang berada pada kuadran dengan dampak yang besar diusahakan dapat bergeser ke kuadran dengan dampak risiko yang kecil. Risiko-risiko yang berada pada kuadran dua dan empat diharapkan dapat bergeser menuju kuadran satu dan tiga. Strategi mitigasi dapat dilihat pada Gambar 9 berikut :
Gambar 9 Penanganan Mitigasi risiko