3.1. Metode Kualitatif
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berladaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2017). Sedangkan Moleong (2017) mengungkapkan penelitian kualitiatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi lainnya. Jelas bahwa pengertian ini mempertentangkan penelitian kualitatif dengan penelitian yang bernuansa kuantitatif yaitu dengan menonjolkan bahwa usaha kuantifikasi apapun tidak perlu digunakan pada penelitian kualitatif.
Metode Kualitatif memiliki pendekatan yang lebih beragam dalam penelitian akademis ketimbang metode kuantitatif. Meskipun prosesnya sama, prosedur kualitatif tetap mengandalkan data berupa teks dan gambar, memiliki langkah-langkah unik dalam analisis datanya, dan bersumber dari strategi penelitian yang berbeda-beda. Menuliskan bagian metode-metode untuk proposal penelitian kualitatif mewajibkan pembaca-pembaca berpendidikan sesuai dengan maksud penelitian, menyebutkan rancangan khusus, dengan hati-hati merefleksikan peran peneliti dalam penelitian, menggunakan daftar jenis sumber data yang tidak ada habisnya, menggunakan protokol khusus untuk merekam data, menganalisis informasi melalui berbagai langkah analisis, dan menyebutkan pendekatan-pendakatan untuk mendokumentasikan akurasi atau validitas data yang dikumpulkan (Creswell, 2014).
Lebih lanjut, Creswell (2013) menyatakan bahwa ciri-ciri dalam penelitian kulitatif adalah para peneliti kualitatif mengumpulkan informasi dengan berbicara
secara langsung dengan masyarakat dan menyaksikan mereka berperilaku dan bertindak dalam lingkungan mereka. Dalam lingkungan yang alamiah ini, para peneliti melakukan interaksi secara langsung sepanjang waktu. Peneliti sebagai instrumen penting. Para peneliti kualitatif mengumpulkan data sendiri dengan mempelajari dokumen-dokumen, mengamati perilaku, dan mewawancarai para partisipan. Mereka mungkin menggunakan sebuah instrumen, tetapi hal ini merupakan instrumen yang dirancang oleh peneliti dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya terbuka. Mereka tidak cenderung menggunakan atau mengandalkan berbagai kuesioner atau instrumen yang dikembangkan oleh peneliti lain. Sepanjang proses penelitian kualitatif, para peneliti menjaga fokusnya pada bagaimana mempelajari pemaknaan dari para partisipan terhadap permasalahan atau isu tertentu, bukan pemaknaan yang dibawa oleh para peneliti ke dalam riset tersebut atau yang dibawa oleh para penulis lain. Pemaknaan para partisipan lebih lanjut memberikan beragam presfektif atau pandangan pada topik yang dibahas. Inilah mengapa suatu tema yang dikembangkan dalam suatu laporan kualitatif harus merefleksikan beragam prespektif dari para partisipan dalam studi tersebut.
3.2. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan studi fenomenologi. studi fenomenologi merupakan studi yang berusaha mencari “esensi” makna dari suatu fenomena yang dialami oleh beberapa individu. Studi fenomenologis pemaknaan umum dari sejumlah individu terhadap berbagai pengalaman hidup mereka terkait dengan konsep atau fenomena (Creswell, 2013). Fenomenologi merupakan pandangan berpikir yang menekankan pada fokus kepada pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-iterpretasi dunia. Dalam hal ini, para fenomenologis ingin memahami bagaimana dunia muncul kepada orang lain (Moleong, 2017). Tujuan utama dari fenomenologi adalah untuk mereduksi pengalaman individu pada fenomena menjadi deskripsi tentang esensi atau intisari universal. Untuk tujuan ini, para peneliti kulalitatif mengidentifikasi fenomena. Pengalaman manusia itu dapat berupa fenomena, misalnya insomnia, kesendirian, kemarahan, dukacita. Peneliti kemudian menggumpulkan data dari individu yang telah mengalami fenomena tersebut, dan
mengembangkan deskripsi gabungan tentang esensi dari pengalaman tersebut bagi semua individu itu (Creswell, 2013).
3.3. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan data sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2017). Data primer dikumpulkan berupa data wawancara, pengamatan dan dokumentasi sedangkan sumber sekundernya berupa profil Desa Jagoi dan Profil Kecamatan Jagoi Babang diperoleh dari kantor Desa Jago dan dari Kantor Camat Jagoi Babang Kab. Bengkayang.
Menurut Sugiyono (2017) teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.
Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Secara umum terdapat empat macam teknik pengumpulan data, yaitu observasi (pengamatan), interview (wawancara), kuesioner (angket), dokumentasi dan gabungan keempatnya (Sugiyono, 2017). Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian adalah Observasi berperanserta (participan observation) peneliti dalam melakukan penelitian di Desa Jagoi menyatakan terus terang kepada sumber data atau informan bahwa penulis sedang melakukan penelitian di Desa Jagoi. Peneliti melakukan wawancara mendalam (in depth interview) kepada 7 (tujuh) orang informan dan dokumentasi foto bersama informan dan kondisi rumah informan.
3.4. Penentuan Informan
Teknik penentuan informan dalam penelitian ini yaitu berfokus pada perangkat Desa Jagoi, ketua adat, petani, pengerajin bidai. Alasan digunakan Informan ini adalah karena mengetahui persoalan kemiskinan di Desa Jagoi dan para Informan memiliki sumber data statistik serta terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat Desa Jagoi. Wawancara dilakukan dengan informan kunci 2 (dua) orang rumah tangga miskin dan informan pendukung sebanyak 5 (lima) orang. Berikut adalah profil dari 7 (tujuh) orang informan tersebut:
1. Informan kunci 6: Manenek, Pekerjaan petani dan Buruh Petani, Usia 54 tahun, Jenis kelamin perempuan, tidak sekolah.
2. Informan kunci 7: Sengan, Pekerjaan pengerajin bidai, Usia 44 tahun, Jenis kelamin perempuan, Pendidikan tidak tamat SD.
3. Informan pendukung 1: Dedeng, pekerjaan Kepala Desa Jagoi, usia 30 tahun, jenis kelamin laki-laki, pendidikan Sekolah Menengah Atas.
4. Informan pendukung 2: Josen, Pekerjaan Kepala Dusun Sei Take, Usia 48 tahun, Jenis kelamin laki-laki, Pendidikan Sekolah Dasar.
5. Informan pendukung 3: Bahsurin, Pekerjaan Kepala Dusun Risau, Usia 57 tahun, Jenis kelamin laki-laki, Pendidikan Sekolah Dasar.
6. Informan pendukung 4: Libik, Pekerjaan Kepala Dusun Jagoi Babang, Usia 35 tahun, Jenis kelamin laki-laki, pendidikan Diploma 3 (tiga).
7. Informan pendukung 5: Nogian, Pekerjaan Ketua Adat Desa Jagoi, Usia 66 tahun, Jenis kelamin laki-laki, Pendidikan Sekolah Dasar.
3.5. Teknik Analisis Data
Bogdan dan Biklen mengatakan bahwa analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskanya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang didapat diceritakan kepada orang lain (Moleong, 2017). Sedangkan Creswell (2014), menyatakan bahwa peneliti kualitatif pada umumnya menggunakan prosedur yang umum dan langkah-langkah khusus dalam analisis data. Teknik analisis yang dilakukan yaitu dengan menggunakan teknik analisis deskriftip. Dengan menjelaskan mengenai potret kemiskinan di Desa Jagoi secara sistematis dan akurat mengenai fakta-fakta yang ditemukan dilapangan berhubungan mengenai subjek yang diteliti.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN