&.1. K0n$" U)#) Per#"a*aan
&.1.1. Se%ara* $an Per;nan Per#"a*aan
P!. "imau Energy Mining , salah satu anak perusahaan P!. "imau Indonesia, yang khusus bergerak di bidang pertambangan. Perusahaan ini mendapatkan i5in usaha pertambangan berdasarkan Keputusan 'upati 'arito !imur omor *;= !ahun *11: tanggal ; %ei *11:, tentang Persetujuan Peningkatan I5in ?saha Pertambangan Gksplorasi 'ahan >alian 'atubara.
'erdasarkan surat dari Direktur P!. "imau Energy Mining omor +1/DI"/"G% 0 'P!/TII/*11: tanggal %ei *11: perihal Permohonan I?P 2perasi Produksi dan hasil ealuasi kegiatan Kuasa Pertambangan (I?P) Gksplorasi P!. "imau Energy Mining yang diberikan berdasarkan keputusan 'upati 'arito !imur omor *;= tahun *11: tentang i5in usaha pertambangan. Gksplorasi 'ahan galian batubara (peningkatan KP penyelidikan umum) atas nama P!. "imau Energy Mining telah memenuhi syarat untuk diberikan persetujuan peningkatan I5in ?saha Pertambangan Gksplorasi menjadi I5in ?saha Pertambangan 2perasi Produksi sebagaimana dimaksud dalam ?ndang?ndang omor 3 tahun *11:.
P!. "imau Energy Mining berkantor Pusat di jalan $.%. angaji o. 8%, >ambir, &akarta. Dalam operasinya, perusahaan juga memiliki kantor di &alan &end. $. Uani o. *3', Desa %atabu, Kecamatan Dusun !imur, Kabupaten 'arito !imur, Kalimantan !engah.
&.1.!. Kegatan Pena)/angan
istem penambangan yang akan digunakan adalah sistem tambang terbuka dengan metode open cut . Kegiatan penambangan yang akan dilakukan secara bertahap sebagai berikut
. Pembersihan lahan
Kegiatan ini meliputi pembersihan permukaan lahan dari egetasi penutup berupa semak, tanaman atau tumbuhan dan lapisan penutup
tanah lainnya.
*. Pengupasan tanah pucuk (topsoil )
!anah pucuk adalah lapisan tanah paling atas yang merupakan media tempat tumbuhnya tanaman. Topsoil dikupas dan diangkut ke tempat penimbunan sementara, dan akan disebarkan kembali ketika kegiatan reklamasi sebagai media pertumbuhan egetasi.
+. Penggalian tanah penutup (overburden)
Overburden digali dan diangkut ke outpit disposal (disposal di luar pit). etelah outpit disposal penuh, maka pembuangan tanah penutup
untuk selanjutnya dilakukan dengan metode back"illing' yaitutanah penutup yang digali akan dibuang ke bekas pit yang telah dilakukan penambangan.
Penggalian batubara akan dilakukan dengan metode gali bebas menggunakan back!oe. 'atubara akan diangkut dengan truk ke "2% stock%
4. Pengolahan dan penjualan batubara
'atubara dari "2% stock kemudian diangkut menggunakan truk menuju ke pelabuhan. Pengolahan batubara berupa proses crus!ing dilakukan pada unit pengolahan batubara yang berada di pelabuhan. Kegiatan penjualan akan dilakukan di pelabuhan tersebut.
&.1.&. Str#kt#r Organ"a"
Gambar 3.1.
Struktur Organisasi PT. Rimau Energy Mining (sumber : PT. Rimau Energy Mining )
.!.1. L0ka"
8okasi <ilayah I5in ?saha Pertambangan Gksplorasi P!. "imau Energy Mining secara administratif berada di daerah Kecamatan Karusen &anang, Kabupaten 'arito !imur, Proinsi Kalimantan !engah. Peta I?P 2perasi Produksi P!. "imau Energy Mining dapat dilihat pada >ambar +.. sedangkan koordinat batas -ilayah I?P Gksplorasi ditampilkan pada !abel +..
Sumber: PT. Rimau Energy Mining
Gambar 3.2.
Batas IUP PT. Rimau Energy Mining
Tabel 3.1
#mr Bu$ur Timur %intang Selatan
&era$at 'enit &etik &era$at 'enit &etik
1 11 * 2*.** 1 *.*+ 2 11 11 . 1 *.*+ 3 11 11 . 1 , 3-. - 11 + 3. 1 , 3-. 11 + 3. 1 , .1 11 * 2*.** 1 *.*+
Sumber: PT. Rimau Energy Mining
.!.!. Ke"a)-aan Daera*
?ntuk mencapai lokasi -ilayah I5in ?saha Pertambangan 2perasi Produksi, dari &akarta dapat dijangkau dengan rute &akarta 0 'anjarmasin 0 !amiang 8ayang 0 &e-eten / 8okasi <ilayah I5in ?saha Pertambangan
dengan perincian sebagai berikut
. &akarta 0 'anjarmasin, "ute ini dapat dijangkau dengan menggunakan pesa-at terbang dengan -aktu tempuh V ,4 jam. *. 'anjarmasin 0 !amiang 8ayang, "ute ini dapat dijangkau dengan
menggunakan kendaraan roda empat melalui jalan negara yang beraspal baik dengan -aktu tempuh V 4 jam.
+. !amiang 8ayang 0 &e-eten / 8okasi I5in ?saha Pertambangan, rute ini dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda empat melalui jalan beraspal baik dan jalan tanah dengan kondisi kurang tera-at, dibutuhkan -aktu tempuh V 1,=4 jam.
>ambar +.+.
Peta Kesampaian Derah P!. "imau Energy Mining (umber P!. "imau Energy Mining )
34
32
.&. &.! Ikl) $an #a4a
<ilayah Kabupaten 'arito !imur di bagian ?tara dan bagian !imur berada di -ilayah daratan dengan ketinggian antara 1 0 41 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan tingkat kemiringan antara 1 0 ; M sedang di bagian 'arat dan elatan terdiri atas daerah ra-a.
Iklim di daerah Kabupaten 'arito !imur umumnya beriklim tropis basah, suhu udara pada siang hari relatif panas bisa mencapai +3W9. 9urah
hujan di sekitar daerah telitian ditampilkan pada !abel *.*
!abel +.*
.&. &.! Ikl) $an #a4a
<ilayah Kabupaten 'arito !imur di bagian ?tara dan bagian !imur berada di -ilayah daratan dengan ketinggian antara 1 0 41 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan tingkat kemiringan antara 1 0 ; M sedang di bagian 'arat dan elatan terdiri atas daerah ra-a.
Iklim di daerah Kabupaten 'arito !imur umumnya beriklim tropis basah, suhu udara pada siang hari relatif panas bisa mencapai +3W9. 9urah
hujan di sekitar daerah telitian ditampilkan pada !abel *.*
!abel +.*
Data 9urah #ujan di sekitar Daerah Kabupaten 'arito !imur
&.(. Kea$aan Ge0l0g .(.1. Ge0l0g Reg0nal .(.1.1. M0r'0l0g
Keadaan %orfologi yang dominan pada daerah penelitian adalah dataran dan perbukitan bergelombang lemah hingga kuat. %orfologi daerah ini mempunyai ketinggian berkisar 31 +41 meter di atas permukaan air laut. %orfologi tersebut merupakan akibat dari berbagai aktifitas geologi yang menghasilkan perlipatan, sesar, kekar dan lain lain. $liran sungai di daerah penyelidikan umumnya memperlihatkan pola aliran yang tidak teratur (dendritik) dan terdapat beberapa meander, dimana air sungai berasal dari pegunungan dan bermuara di ungai 'arito.
.(.1.!. Stratgra'
'erdasarkan Peta >eologi "egional 8embar $muntai ( 3% /aryanto dan P% Sanyoto'-55, ) untuk daerah Kabupaten 'arito !imur dan
sekitarnya (>ambar +.3), formasi batuan yang berkembang adalah
. $luial (La) 8empung kaolinit dan lanau bersisipan pasir, gambut, kerakal dan bongkahan lepas, merupakan endapan sungai dan ra-a.
*. ormasi Dahor (!Ld) 'atupasir kuarsa lepas berbutir sedang terpilah buruk, konglomerat lepas dengan komponen kuarsa berdiameter + cm, batulempung lunak, setempat dijumpai lignit
dan li#onit terendapkan dalam lingkungan "luivial dengan tebal sekitar *41 meter dan berumur Plio6Plistosen.
+. ormasi <arukin (!m-) 'atupasir Kuarsa dan 'atulempung dengan sisipan 'atubara, terendapkan dalam lingkungan "luviatil dengan ketebalan sekitar 311 meter dan berumur Miosen !engah sampai dengan Miosen $khir.
3. ormasi 'erai (!omb) 'atugamping mengandung fosil "ora#ini"era besar seperti Spiroclypeus orbitodeus' Spiroclypeus sp. dll. yang menunjukkan umur Oligosen6#iosen a-al dan bersisipan apal, terendapkan dalam lingkungan neritik dan
mempunyai ketebalan sekitar 111 meter.
.(.1.&. Str#kt#r Ge0l0g
truktur geologi yang terdapat pada daerah ini terdiri atas kelurusan, lipatan dan sesar yang berarah timurlautbaratdaya. &enis sesar belum dapat ditentukan, namun diduga berupa sesar geser, dan sesar normal. Kegiatan tektonik yang baru diketahui dengan jelas adalah pada pasca #iosen. amun diduga kegiatan tersebut telah berlangsung
>ambar +.3. Korelasi atuan 'atuan (umber P!. "imau Energy Mining )
*E
36
38
*E
37
.+.1. Ge0l0g L0kal .+.1.1. M0r'0l0g
%orfologi yang dominan di daerah penelitian ialah dataran rendah dan perbukitan bergelombang lemah dengan ketinggian +1 hingga 41 m.dpal. Pola aliran sungai bersifat dendritik yang bermuara pada ungai 'arito dengan kecenderungan aliran sungai relatif mengarah ke tenggara.
&.+.1.!. Lt0l0g
8itologi yang terdapat pada daerah penelitian ialah ormasi <arukin (!m-) yang terdiri atas and, Claystone dengan ketebalan antara m hingga ; m, dan batulempung *claystone) dengan ketebalan m hingga = m dengan sisipan batubara. Ketebalan batubara pada seam utama, sea# $
.+.1. Ge0l0g L0kal .+.1.1. M0r'0l0g
%orfologi yang dominan di daerah penelitian ialah dataran rendah dan perbukitan bergelombang lemah dengan ketinggian +1 hingga 41 m.dpal. Pola aliran sungai bersifat dendritik yang bermuara pada ungai 'arito dengan kecenderungan aliran sungai relatif mengarah ke tenggara.
&.+.1.!. Lt0l0g
8itologi yang terdapat pada daerah penelitian ialah ormasi <arukin (!m-) yang terdiri atas and, Claystone dengan ketebalan antara m hingga ; m, dan batulempung *claystone) dengan ketebalan m hingga = m dengan sisipan batubara. Ketebalan batubara pada seam utama, sea# $ mencapai meter. 8itologi batuan pada derah penelitian dapat dilihat pada >ambar +.3.
>ambar +.4.
9ontoh 8og 'or P!. "imau Energy Mining (umber P!. "imau Energy Mining)
.+.1.&. Str#kt#r Ge0l0g L0kal
ecara umum, tidak terdapat struktur geologi yang menonjol di daerah penelitian. Perlapisan relatif datar dengan dip =W1W. Kondisi geologi yang sederhana pada daerah penelitian menyebabkan permodelan atau perancangan tambang mudah untuk dilakukan.
&.+. Alat $an Ba*an
&.+.1 Alat $an Ba*an Penga)/lan Data La-angan
$lat dan bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pengambilan data penelitian tugas akhir ini adalah
. 'uku tulis *. $lat tulis
&.+.!. Alat $an Ba*an Peng0la*an Data
$lat dan bahan yang digunakan dalam pengolahan data penelitian tugas akhir ini adalah
. 'atuan hasil peremukan *. 'uku tulis
+. $lat tulis 3. 8aptop
&.2. Tata Lak"ana Peneltan &.2.1. Langka* Ker%a
8angkahlangkah kerja dalam penyusunan tugas akhir ini meliputi a. !ahap Persiapan
Pada tahap ini dilakukan penyusunan usulan tugas akhir, mempelajari bukubuku literature dan buku petunjuk maupun buku panduan yang tersedia.
b. !ahap Pengumpulan Data
Data yang diperlukan dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder.
Data primer meliputi pengamatan langsung di lapangan, dan Data sekunder diperoleh dari perusahaan ataupun literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas.
c. !ahap Pengolahan Data
etelah datadata diperoleh berdasarkan pada pengamatan dan obserasi di lapangan, maka dapat dibandingkan dengan literatur 0 literatur yang ada.
d. !ahap Penyusunan 8aporan
Dari hasil penelitian lapangan dan dengan analisis data primer dan data sekunder serta kajian pustaka yang kemudian dipakai untuk menyusun dan mengealuasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja
&.2.!. Pr0"e"
a. !eknik Pengumpulan Data
9ara pengumpulan datadata yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi
. tudi kepustakaan, yaitu pengumpulan datadata dari buku, jurnal, laporan penelitian.
*. 2bserasi lapangan, yaitu pengamatan dan pengambilan data yang akan di ambil.
+. <a-ancara dengan pembimbing lapangan, karya-an perusahaan, dan masyarakat sekitar yang berkenaan dengan topik penelitian.
b. 8angkah Kerja Penelitian
8angkah kerja dalam pelaksanaan penelitian tugas akhir ini meliputi . %elakukan pengamatan terhadap metode pengelolaan lingkungan
yang diterapkan P! enamas Gnergindo %ineral
*. %engamati permasalahan yang dihadapi dalam proses pengelolaan lingkungan.
+. %elakukan ealuasi dan pengolahan data berdasarkan literatur yang ada untuk mengetahui faktor 0 faktor yang mempengaruhi kerusakan lingkungan, dan cara untunk menanggulanginya
elanjutnya data yang diperoleh dari hasil kegiatan ini serta data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan bahanbahan yang dikumpulkan, kemudian dikelompokan sesuai dengan analisa tersebut untuk selanjutnya disusun untuk dibuat laporan.
&.2.&
<akt# Peneltan!abel +.E. &ad-al Kegiatan
Jen" Kegatan Maret A-rl I II III IV I II III IV tudi 8iteratur 2bserasi 8apangan Pengambilan Data Pengolahan Data Penyusunan 8aporan DA7TAR PUSTAKA