• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen Bab I II III ronald baru.docx (Halaman 27-42)

&.1. K0n$" U)#) Per#"a*aan

&.1.1. Se%ara* $an Per;nan Per#"a*aan

P!. "imau Energy Mining , salah satu anak perusahaan P!. "imau Indonesia, yang khusus bergerak di bidang pertambangan. Perusahaan ini mendapatkan i5in usaha pertambangan berdasarkan Keputusan 'upati 'arito !imur omor *;= !ahun *11: tanggal ; %ei *11:, tentang Persetujuan Peningkatan I5in ?saha Pertambangan Gksplorasi 'ahan >alian 'atubara.

'erdasarkan surat dari Direktur P!. "imau Energy Mining  omor  +1/DI"/"G% 0 'P!/TII/*11: tanggal  %ei *11: perihal Permohonan I?P 2perasi Produksi dan hasil ealuasi kegiatan Kuasa Pertambangan (I?P) Gksplorasi P!. "imau  Energy  Mining  yang diberikan berdasarkan keputusan 'upati 'arito !imur omor *;= tahun *11: tentang i5in usaha  pertambangan. Gksplorasi 'ahan galian batubara (peningkatan KP  penyelidikan umum) atas nama P!. "imau Energy Mining  telah memenuhi syarat untuk diberikan persetujuan peningkatan I5in ?saha Pertambangan Gksplorasi menjadi I5in ?saha Pertambangan 2perasi Produksi sebagaimana dimaksud dalam ?ndang?ndang omor 3 tahun *11:.

P!. "imau  Energy  Mining  berkantor Pusat di jalan $.%. angaji  o.  8%, >ambir, &akarta. Dalam operasinya, perusahaan juga memiliki kantor di &alan &end. $. Uani o. *3', Desa %atabu, Kecamatan Dusun !imur, Kabupaten 'arito !imur, Kalimantan !engah.

&.1.!. Kegatan Pena)/angan

istem penambangan yang akan digunakan adalah sistem tambang terbuka dengan metode open cut . Kegiatan penambangan yang akan dilakukan secara bertahap sebagai berikut 

. Pembersihan lahan

Kegiatan ini meliputi pembersihan permukaan lahan dari egetasi  penutup berupa semak, tanaman atau tumbuhan dan lapisan penutup

tanah lainnya.

*. Pengupasan tanah pucuk (topsoil )

!anah pucuk adalah lapisan tanah paling atas yang merupakan media tempat tumbuhnya tanaman. Topsoil dikupas dan diangkut ke tempat penimbunan sementara, dan akan disebarkan kembali ketika kegiatan reklamasi sebagai media pertumbuhan egetasi.

+. Penggalian tanah penutup (overburden)

Overburden digali dan diangkut ke outpit disposal  (disposal  di luar   pit). etelah outpit disposal penuh, maka pembuangan tanah penutup

untuk selanjutnya dilakukan dengan metode back"illing' yaitutanah  penutup yang digali akan dibuang ke bekas pit yang telah dilakukan  penambangan.

Penggalian batubara akan dilakukan dengan metode gali bebas menggunakan back!oe. 'atubara akan diangkut dengan truk ke "2%  stock%

4. Pengolahan dan penjualan batubara

'atubara dari "2%  stock kemudian diangkut menggunakan truk  menuju ke pelabuhan. Pengolahan batubara berupa proses crus!ing  dilakukan pada unit pengolahan batubara yang berada di pelabuhan. Kegiatan penjualan akan dilakukan di pelabuhan tersebut.

&.1.&. Str#kt#r Organ"a"

Gambar 3.1.

Struktur Organisasi PT. Rimau Energy Mining  (sumber : PT. Rimau Energy Mining )

.!.1. L0ka"

8okasi <ilayah I5in ?saha Pertambangan Gksplorasi P!. "imau  Energy Mining secara administratif berada di daerah Kecamatan Karusen &anang, Kabupaten 'arito !imur, Proinsi Kalimantan !engah. Peta I?P 2perasi Produksi P!. "imau  Energy  Mining dapat dilihat pada >ambar  +.. sedangkan koordinat batas -ilayah I?P Gksplorasi ditampilkan pada !abel +..

Sumber: PT. Rimau Energy Mining 

Gambar 3.2.

Batas IUP PT. Rimau Energy Mining 

Tabel 3.1

#mr Bu$ur Timur %intang Selatan

&era$at 'enit &etik &era$at 'enit &etik

1 11 * 2*.** 1  *.*+ 2 11 11 . 1  *.*+ 3 11 11 . 1 , 3-. - 11 + 3. 1 , 3-.  11 + 3. 1 , .1  11 * 2*.** 1  *.*+

Sumber: PT. Rimau Energy Mining 

.!.!. Ke"a)-aan Daera*

?ntuk mencapai lokasi -ilayah I5in ?saha Pertambangan 2perasi Produksi, dari &akarta dapat dijangkau dengan rute  &akarta 0 'anjarmasin  0 !amiang 8ayang 0 &e-eten / 8okasi <ilayah I5in ?saha Pertambangan

dengan perincian sebagai berikut 

. &akarta 0 'anjarmasin, "ute ini dapat dijangkau dengan menggunakan pesa-at terbang dengan -aktu tempuh V ,4 jam. *. 'anjarmasin 0 !amiang 8ayang, "ute ini dapat dijangkau dengan

menggunakan kendaraan roda empat melalui jalan negara yang  beraspal baik dengan -aktu tempuh V 4 jam.

+. !amiang 8ayang 0 &e-eten / 8okasi I5in ?saha Pertambangan, rute ini dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda empat melalui jalan beraspal baik dan jalan tanah dengan kondisi kurang tera-at, dibutuhkan -aktu tempuh V 1,=4 jam.

>ambar +.+.

Peta Kesampaian Derah P!. "imau Energy Mining  (umber  P!. "imau Energy Mining )

34

32

.&. &.! Ikl) $an #a4a

<ilayah Kabupaten 'arito !imur di bagian ?tara dan bagian !imur berada di -ilayah daratan dengan ketinggian antara 1 0 41 meter  di atas permukaan laut (dpl) dengan tingkat kemiringan antara 1 0 ; M sedang di bagian 'arat dan elatan terdiri atas daerah ra-a.

Iklim di daerah Kabupaten 'arito !imur umumnya beriklim tropis  basah, suhu udara pada siang hari relatif panas bisa mencapai +3W9. 9urah

hujan di sekitar daerah telitian ditampilkan pada !abel *.*

!abel +.*

.&. &.! Ikl) $an #a4a

<ilayah Kabupaten 'arito !imur di bagian ?tara dan bagian !imur berada di -ilayah daratan dengan ketinggian antara 1 0 41 meter  di atas permukaan laut (dpl) dengan tingkat kemiringan antara 1 0 ; M sedang di bagian 'arat dan elatan terdiri atas daerah ra-a.

Iklim di daerah Kabupaten 'arito !imur umumnya beriklim tropis  basah, suhu udara pada siang hari relatif panas bisa mencapai +3W9. 9urah

hujan di sekitar daerah telitian ditampilkan pada !abel *.*

!abel +.*

Data 9urah #ujan di sekitar Daerah Kabupaten 'arito !imur

&.(. Kea$aan Ge0l0g .(.1. Ge0l0g Reg0nal .(.1.1. M0r'0l0g

Keadaan %orfologi yang dominan pada daerah penelitian adalah dataran dan perbukitan bergelombang lemah hingga kuat. %orfologi daerah ini mempunyai ketinggian berkisar 31  +41 meter di atas  permukaan air laut. %orfologi tersebut merupakan akibat dari berbagai aktifitas geologi yang menghasilkan perlipatan, sesar, kekar dan lain lain. $liran sungai di daerah penyelidikan umumnya memperlihatkan  pola aliran yang tidak teratur (dendritik) dan terdapat beberapa meander, dimana air sungai berasal dari pegunungan dan bermuara di ungai 'arito.

.(.1.!. Stratgra'

'erdasarkan Peta >eologi "egional 8embar $muntai ( 3% /aryanto dan P% Sanyoto'-55, ) untuk daerah Kabupaten 'arito !imur dan

sekitarnya (>ambar +.3), formasi batuan yang berkembang adalah 

. $luial (La)  8empung kaolinit dan lanau bersisipan pasir, gambut, kerakal dan bongkahan lepas, merupakan endapan sungai dan ra-a.

*. ormasi Dahor (!Ld)  'atupasir kuarsa lepas berbutir sedang terpilah buruk, konglomerat lepas dengan komponen kuarsa  berdiameter + cm, batulempung lunak, setempat dijumpai lignit 

dan li#onit  terendapkan dalam lingkungan  "luivial dengan tebal sekitar *41 meter dan berumur Plio6Plistosen.

+. ormasi <arukin (!m-)  'atupasir Kuarsa dan 'atulempung dengan sisipan 'atubara, terendapkan dalam lingkungan  "luviatil  dengan ketebalan sekitar 311 meter dan berumur  Miosen  !engah sampai dengan Miosen $khir.

3. ormasi 'erai (!omb)  'atugamping mengandung fosil  "ora#ini"era besar seperti Spiroclypeus orbitodeus' Spiroclypeus  sp. dll. yang menunjukkan umur Oligosen6#iosen a-al dan  bersisipan apal, terendapkan dalam lingkungan neritik  dan

mempunyai ketebalan sekitar 111 meter.

.(.1.&. Str#kt#r Ge0l0g

truktur geologi yang terdapat pada daerah ini terdiri atas kelurusan, lipatan dan sesar yang berarah timurlautbaratdaya. &enis sesar belum dapat ditentukan, namun diduga berupa sesar geser, dan sesar normal. Kegiatan tektonik yang baru diketahui dengan jelas adalah  pada pasca #iosen. amun diduga kegiatan tersebut telah berlangsung

>ambar +.3. Korelasi atuan 'atuan (umber  P!. "imau Energy Mining )

*E

36

38

*E

37

.+.1. Ge0l0g L0kal .+.1.1. M0r'0l0g

%orfologi yang dominan di daerah penelitian ialah dataran rendah dan  perbukitan bergelombang lemah dengan ketinggian +1 hingga 41 m.dpal. Pola aliran sungai bersifat dendritik   yang bermuara pada ungai 'arito dengan kecenderungan aliran sungai relatif mengarah ke tenggara.

&.+.1.!. Lt0l0g

8itologi yang terdapat pada daerah penelitian ialah ormasi <arukin (!m-) yang terdiri atas and, Claystone  dengan ketebalan antara  m hingga ; m, dan batulempung *claystone) dengan ketebalan  m hingga = m dengan sisipan batubara. Ketebalan batubara pada seam utama, sea# $

.+.1. Ge0l0g L0kal .+.1.1. M0r'0l0g

%orfologi yang dominan di daerah penelitian ialah dataran rendah dan  perbukitan bergelombang lemah dengan ketinggian +1 hingga 41 m.dpal. Pola aliran sungai bersifat dendritik   yang bermuara pada ungai 'arito dengan kecenderungan aliran sungai relatif mengarah ke tenggara.

&.+.1.!. Lt0l0g

8itologi yang terdapat pada daerah penelitian ialah ormasi <arukin (!m-) yang terdiri atas and, Claystone  dengan ketebalan antara  m hingga ; m, dan batulempung *claystone) dengan ketebalan  m hingga = m dengan sisipan batubara. Ketebalan batubara pada seam utama, sea# $ mencapai  meter. 8itologi batuan pada derah penelitian dapat dilihat pada >ambar +.3.

>ambar +.4.

9ontoh 8og 'or P!. "imau Energy Mining  (umber  P!. "imau Energy Mining)

.+.1.&. Str#kt#r Ge0l0g L0kal

ecara umum, tidak terdapat struktur geologi yang menonjol di daerah penelitian. Perlapisan relatif datar dengan dip =W1W. Kondisi geologi yang sederhana pada daerah penelitian menyebabkan  permodelan atau perancangan tambang mudah untuk dilakukan.

&.+. Alat $an Ba*an

&.+.1 Alat $an Ba*an Penga)/lan Data La-angan

$lat dan bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pengambilan data penelitian tugas akhir ini adalah 

. 'uku tulis *. $lat tulis

&.+.!. Alat $an Ba*an Peng0la*an Data

$lat dan bahan yang digunakan dalam pengolahan data penelitian tugas akhir ini adalah 

. 'atuan hasil peremukan *. 'uku tulis

+. $lat tulis 3. 8aptop

&.2. Tata Lak"ana Peneltan &.2.1. Langka* Ker%a

8angkahlangkah kerja dalam penyusunan tugas akhir ini meliputi  a. !ahap Persiapan

Pada tahap ini dilakukan penyusunan usulan tugas akhir, mempelajari bukubuku literature dan buku petunjuk maupun buku  panduan yang tersedia.

 b. !ahap Pengumpulan Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini mencakup data primer  dan data sekunder.

Data primer meliputi pengamatan langsung di lapangan, dan Data sekunder diperoleh dari perusahaan ataupun literatur yang  berhubungan dengan permasalahan yang dibahas.

c. !ahap Pengolahan Data

etelah datadata diperoleh berdasarkan pada pengamatan dan obserasi di lapangan, maka dapat dibandingkan dengan literatur 0  literatur yang ada.

d. !ahap Penyusunan 8aporan

Dari hasil penelitian lapangan dan dengan analisis data primer dan data sekunder serta kajian pustaka yang kemudian dipakai untuk  menyusun dan mengealuasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja

&.2.!. Pr0"e"

a. !eknik Pengumpulan Data

9ara pengumpulan datadata yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi

. tudi kepustakaan, yaitu pengumpulan datadata dari buku, jurnal, laporan penelitian.

*. 2bserasi lapangan, yaitu pengamatan dan pengambilan data yang akan di ambil.

+. <a-ancara dengan pembimbing lapangan, karya-an perusahaan, dan masyarakat sekitar yang berkenaan dengan topik penelitian.

 b. 8angkah Kerja Penelitian

8angkah kerja dalam pelaksanaan penelitian tugas akhir ini meliputi  . %elakukan pengamatan terhadap metode pengelolaan lingkungan

yang diterapkan P! enamas Gnergindo %ineral

*. %engamati permasalahan yang dihadapi dalam proses pengelolaan lingkungan.

+. %elakukan ealuasi dan pengolahan data berdasarkan literatur yang ada untuk mengetahui faktor 0 faktor yang mempengaruhi kerusakan lingkungan, dan cara untunk menanggulanginya

elanjutnya data yang diperoleh dari hasil kegiatan ini serta data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan bahanbahan yang dikumpulkan, kemudian dikelompokan sesuai dengan analisa tersebut untuk selanjutnya disusun untuk dibuat laporan.

&.2.&

<akt# Peneltan

!abel +.E. &ad-al Kegiatan

Jen" Kegatan Maret A-rl I II III IV I II III IV tudi 8iteratur  2bserasi 8apangan Pengambilan Data Pengolahan Data Penyusunan 8aporan DA7TAR PUSTAKA

Dalam dokumen Bab I II III ronald baru.docx (Halaman 27-42)

Dokumen terkait