BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1 1..11.. LLaattaar Br Beellaakkaanngg KegiatanKegiatan survey survey pada usaha pertambangan merupakan kegiatan pendukung pada usaha pertambangan merupakan kegiatan pendukung yan
yang g sansangat gat penpentinting, g, baibaik k padpada a tahtahap ap perpersiasiapan pan ((eksplorasieksplorasi), selama kegiatan), selama kegiatan operasional, maupun pada tahap penutupan tambang (pasca operasi).
operasional, maupun pada tahap penutupan tambang (pasca operasi). SurveySurvey atau atau pemetaan dilakukan
pemetaan dilakukan dengan tujuan dengan tujuan mendapatkan gambaran mendapatkan gambaran tentang roman/bentuk tentang roman/bentuk dari permukaan bumi dan data dari s
dari permukaan bumi dan data dari s urveyurvey ini dapat digunakan untuk membuat ini dapat digunakan untuk membuat peta geologi dan peta topografi. Pada tahap persiapan
peta geologi dan peta topografi. Pada tahap persiapan ((eksplorasieksplorasi) kegiatan s) kegiatan surveyurvey sangat bermanfaat dalam pembuatan peta dasar (peta topografi daerah tambang) sangat bermanfaat dalam pembuatan peta dasar (peta topografi daerah tambang) yang akan digunakan untuk mengetahui sebaran atau cebakan dari bahan galian yang akan digunakan untuk mengetahui sebaran atau cebakan dari bahan galian serta bentuk/roman permukaan bumi sebelum
serta bentuk/roman permukaan bumi sebelum kegiatan penambangan dilakukankegiatan penambangan dilakukan Pa
Pada da tatahahapapan n pepererencncananaaaan n kekegigiataatan n pepenamnambanbangagan, n, ininfoformrmasi asi yayangng dib
dibutuutuhkahkan n cukcukup up banbanyayak k teruterutamtama a menmengengenai ai geogeometmetri ri dardari i loklokasi asi yanyang g akaakann ditamb
ditambang. Informasi tersebut diperoleang. Informasi tersebut diperoleh h dari kegiatandari kegiatan survey survey yang dilakukan di yang dilakukan di lok
lokasi asi tambtambangang. . InfInformormasi asi (da(data) ta) yanyang g dipdiperoeroleh leh dardari i kegkegiataiatann survey survey tersebut tersebut nantin
nantinya akan ya akan dioladiolah h menjadmenjadi i data utama data utama yang merupakayang merupakan n dasar pembuatadasar pembuatan n daridari Mine
Mine DesignDesign loklokasi yang akan di asi yang akan di tamtambanbang. g. DariDari designdesign tersebut dapat diketahui tersebut dapat diketahui jumlah
jumlah olume olume dari dari bahan bahan galian galian yang yang akan akan tertambang tertambang serta serta jumlah jumlah olumeolume lapisan tanah penutup (
lapisan tanah penutup (overburdenoverburden) yang harus dipindahkan.) yang harus dipindahkan. Pada saat
Pada saat kegiakegiatan eksploitasi juga dilakutan eksploitasi juga dilakukankan survey survey yaitu dengan tujuan yaitu dengan tujuan mengealuasi kemajuan dari tambang atau untuk mengetahui total olume dari mengealuasi kemajuan dari tambang atau untuk mengetahui total olume dari
bahan
bahan galian galian yang yang telah telah ditambang ditambang serta serta sisa sisa cadangan cadangan dari dari bahan bahan galian galian yangyang belum tergali.
belum tergali. !e
!erkarkadandang g munmuncul cul permpermasalasalahaahan n berberupa upa seliselisih sih antantara ara ololume ume hashasilil pengukuran
pengukuran survey survey dengan pencatatan/data dengan pencatatan/data ritaseritase alat angkut ( alat angkut (Truck Count Truck Count ). Dan). Dan untuk mengetahui penyebab deiasi/selisih data tersebut diperlukan pengkajian untuk mengetahui penyebab deiasi/selisih data tersebut diperlukan pengkajian leb
lebih ih daldalam am menmengengenai ai tekteknik nik penpengamgambilbilan an datdata a padpada a penpengukgukuraurann survey survey serta serta pengolahan
pengolahan data data perhitungan perhitungan dari dari hasil hasil pencatatanpencatatan ritaseritase alat alat angkuangkut/metot/metodede perhitungan
perhitungan Truck Count Truck Count .. P!. "imau
P!. "imau Energy Mining Energy Mining yang berkecimpung dalam usaha pertambangan, dalam yang berkecimpung dalam usaha pertambangan, dalam hal ini penambangan batubara, tentunya tidak akan terpisah dari kegiatan
hal ini penambangan batubara, tentunya tidak akan terpisah dari kegiatan survey survey dalam kelangsungan usahanya sehingga kemungkinan permasalahan diatas juga dalam kelangsungan usahanya sehingga kemungkinan permasalahan diatas juga dapat ditemui di perusahaan ini. #al tersebut yang menjadi latar belakang penulis dapat ditemui di perusahaan ini. #al tersebut yang menjadi latar belakang penulis me
melalakukukakan n pepenenelilititian an dedengngan an jujududull EVEVAALUASLUASI I KEMKEMAJUAN AJUAN TATAMBANMBANGG BERDASARKAN METODE JOINT
BERDASARKAN METODE JOINT SURVEY SURVEY DAN DAN TRUCK COUNT TRUCK COUNT PADA PADA P
PT T RRIIMMAAUU ENERGY ENERGY MINING MINING , , KEKEAAMAMATTAAN N KAKARURUSESEN N JAJANANANGNG KABUPATEN BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH. KABUPATEN BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH.
1.!.
1.!. Mak"#$ Mak"#$ $an $an T#T#%#an%#an 1
1..!!..11.. MMaakk""##$$ $d
$dapapun un mamaksksud ud pepelalaksksananaan aan !!ugugas as $$khkhir ir inini i adadalalah ah ununtutuk k %e
%engngeealaluuasasi i KeKemmajajuuan an !!aambmbanang g di di P! P! "i"immauau Energy Energy Mining Mining ,, Kecamatan Karusen &anang,
Kecamatan Karusen &anang, Kabupaten 'arito !imur, ProinKabupaten 'arito !imur, Proinsi Kalimantansi Kalimantan !engah.
bahan
bahan galian galian yang yang telah telah ditambang ditambang serta serta sisa sisa cadangan cadangan dari dari bahan bahan galian galian yangyang belum tergali.
belum tergali. !e
!erkarkadandang g munmuncul cul permpermasalasalahaahan n berberupa upa seliselisih sih antantara ara ololume ume hashasilil pengukuran
pengukuran survey survey dengan pencatatan/data dengan pencatatan/data ritaseritase alat angkut ( alat angkut (Truck Count Truck Count ). Dan). Dan untuk mengetahui penyebab deiasi/selisih data tersebut diperlukan pengkajian untuk mengetahui penyebab deiasi/selisih data tersebut diperlukan pengkajian leb
lebih ih daldalam am menmengengenai ai tekteknik nik penpengamgambilbilan an datdata a padpada a penpengukgukuraurann survey survey serta serta pengolahan
pengolahan data data perhitungan perhitungan dari dari hasil hasil pencatatanpencatatan ritaseritase alat alat angkuangkut/metot/metodede perhitungan
perhitungan Truck Count Truck Count .. P!. "imau
P!. "imau Energy Mining Energy Mining yang berkecimpung dalam usaha pertambangan, dalam yang berkecimpung dalam usaha pertambangan, dalam hal ini penambangan batubara, tentunya tidak akan terpisah dari kegiatan
hal ini penambangan batubara, tentunya tidak akan terpisah dari kegiatan survey survey dalam kelangsungan usahanya sehingga kemungkinan permasalahan diatas juga dalam kelangsungan usahanya sehingga kemungkinan permasalahan diatas juga dapat ditemui di perusahaan ini. #al tersebut yang menjadi latar belakang penulis dapat ditemui di perusahaan ini. #al tersebut yang menjadi latar belakang penulis me
melalakukukakan n pepenenelilititian an dedengngan an jujududull EVEVAALUASLUASI I KEMKEMAJUAN AJUAN TATAMBANMBANGG BERDASARKAN METODE JOINT
BERDASARKAN METODE JOINT SURVEY SURVEY DAN DAN TRUCK COUNT TRUCK COUNT PADA PADA P
PT T RRIIMMAAUU ENERGY ENERGY MINING MINING , , KEKEAAMAMATTAAN N KAKARURUSESEN N JAJANANANGNG KABUPATEN BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH. KABUPATEN BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH.
1.!.
1.!. Mak"#$ Mak"#$ $an $an T#T#%#an%#an 1
1..!!..11.. MMaakk""##$$ $d
$dapapun un mamaksksud ud pepelalaksksananaan aan !!ugugas as $$khkhir ir inini i adadalalah ah ununtutuk k %e
%engngeealaluuasasi i KeKemmajajuuan an !!aambmbanang g di di P! P! "i"immauau Energy Energy Mining Mining ,, Kecamatan Karusen &anang,
Kecamatan Karusen &anang, Kabupaten 'arito !imur, ProinKabupaten 'arito !imur, Proinsi Kalimantansi Kalimantan !engah.
1
1.!.!..!.!. TT##%%#a#ann !u
!ujuan juan dildilakuakukankannya nya ealealuasuasi i kemkemajuajuan an tamtambanbang g di di loklokasi asi iniini adalah sebagai berikut
adalah sebagai berikut
.. %%enenggeettahahuui i pprorodduukkssi i oolluumme e ttaannaah h ppeennuuttuup p ((overburden)overburden),, berdasarkan metode
berdasarkan metode joint joint survey survey dan dan truck count truck count .. *.
*. %e%engnghihitutung ng seselilisisih h prprododukuksi si oolulume me tatananah h pepenunututup p ((overburdenoverburden)) dari metode
dari metode joint survey joint survey dengandengan truck count truck count .. +.
+. %enent%enentukan dukan dan menan mengealugealuasi faktasi faktorfakorfaktor ytor yang menang menjadi penjadi penyebayebabb selisih produksi antara metode
selisih produksi antara metode joint joint survey survey dengan dengan truck count truck count .. 1.&. Man'aat
1.&. Man'aat
Dengan adanya kegiatan penelitian tugas akhir ini ada beberapa manfaat Dengan adanya kegiatan penelitian tugas akhir ini ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh, diantaranya
yang dapat diperoleh, diantaranya .
. ''agagi %i %ahahasasisis-a-a
Dapat menerapkan ilmuilmu yang didapatkan dalam perkuliahan terutamaDapat menerapkan ilmuilmu yang didapatkan dalam perkuliahan terutama tentang pengukuran kemajuan tambang sesuai dengantentang pengukuran kemajuan tambang sesuai dengan topik penelitian.topik penelitian.
%enambah pengalaman tentang kegiatan penambangan secara langsung di%enambah pengalaman tentang kegiatan penambangan secara langsung di lapangan, khususnya mengenailapangan, khususnya mengenai survey survey kemajuan tambang/ kemajuan tambang/ Mine Progr Mine Progressess.. *.
*. ''agagi Pei Perurusasahhaaaann
%emperoleh saran dan masukan atau solusi tentang permasalahan yang%emperoleh saran dan masukan atau solusi tentang permasalahan yang terjadi.terjadi.
DapDapat at dijdijadiadikan kan bahbahan an perpertimtimbanbangan gan ataatau u usuusulan lan untuntuk uk menmeningingkatkatkankan produksi maupun proproduksi maupun program yang akan dilaksanakan.gram yang akan dilaksanakan.
1.(.
1.(. R#)#"an R#)#"an Ma"ala*Ma"ala*
Permasalahan yang ingin diteliti dalam tugas akhir ini adalah Permasalahan yang ingin diteliti dalam tugas akhir ini adalah .
. eelilisisih h peperhrhititunungagan n prprododukuksi si oolulume me tatananah h pepenunututup p ((OverburdenOverburden) dari) dari metode
*.
*. 'e'esasarnyrnya a seselilisih perhsih perhititunungagan n prprododukuksi si yayang ng teterjarjadi di anantartara a memetotodede joint joint survey
survey dengan dengan truck count truck count .. +.
+. aktoaktor 0 faktr 0 faktor yaor yang memng mempengapengaruhi seruhi selisih plisih perhituerhitungan tngan tersebuersebut.t.
1.+.
1.+. Bata"an Bata"an Ma"ala*Ma"ala*
%asalah yang diuraikan dalam penelitian ini yaitu %asalah yang diuraikan dalam penelitian ini yaitu .
. KegiataKegiatan Penn Penelitian elitian dilakudilakukan dkan di Pit i Pit + di + di P!P!. . "imau"imau Energy Mining Energy Mining .. *.
*. PenPenganganalisalisaan menaan menggggunaunakan dakan data prodta produkuksi.si. +.
+. %enge%engealuasi kemaluasi kemajuan tamajuan tambangabangan pada buln pada bulan ebruan ebruari tahun *ari tahun *11 (prod (produksiuksi 2').
2'). 3
3.. PPeennggoollaahhaan n ddaattaa survey survey terhterhadaadap p petpeta a toptopogrografi afi daedaerah rah dan dan digdigambambarkarkanan dalam bentuk * dimensi.
dalam bentuk * dimensi. 4.
4. %en%engegealualuasi kegiaasi kegiatan penatan penambambangangan n dardari i bebbeberaperapa a parparameameter berupter berupa,a, Swell Swell Factor
Factor material, material, ucket Fill Factor ucket Fill Factor alat, Kapasitas $lat, dan Data kinerja alat. alat, Kapasitas $lat, dan Data kinerja alat.
BAB II
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
KAJIAN PUSTAKA
!.1
!.1 PePe)et)etaanaan
epanjang 5aman, peta telah mempunyai dampak mendalam pada kegiatan epanjang 5aman, peta telah mempunyai dampak mendalam pada kegiatan ma
sebelumnya. Petapeta sangat penting dalam rekayasa, pengelolaan sumber daya, pertanian, dan banyak bidang lainnya. Peta memperlihatkan beraneka ragam ciri, misalnya topografi, batasbatas hak milik, jalur lintas transportasi, jenisjenis tanah, tumbuhtumbuhan, pemilikan tanah untuk tujuan pajak, dan lokasi mineral serta sumber daya.
Peta merupakan gambaran permukaan bumi dalam skala yang lebih kecil pada bidang datar. uatu peta 6idealnya7 harus dapat memenuhi ketentuan
geometrik sebagai berikut
&arak antara titik yang terletak di atas peta harus sesuai dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta)
8uas permukaan yang digambarkan di atas peta harus sesuai dengan luas sebenarnya di permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta)
'esar sudut atau arah suatu garis yang digambarkan di atas peta harus sesuai dengan besar sudut atau arah sebenarnya di permukaan bumi 'entuk yang digambarkan di atas peta harus sesuai dengan bentuk yang sebenarnya di permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta).Surveying is t!e art o" deter#ining relative position o" object on t!e sur"ace o" t!e eart! by taking #easure#ents and drawing t!e# to convenient
reduced si$e on papers% T!e #easure#ent taken #ay be !ori$ontal or vertical% &n case o" !ori$ontal #easure#ents' t!e papers on w!ic! t!ey are drawn are known as #aps or plans and in case o" vertical #easure#ents' t!ey are called section or elevations. (Kochher, 9.8. :;)
Pemetaan topografi adalah penyajian dari sebagian permukaan bumi memperlihatkan kebudayaan, relie"' !idrogra"i' dan mungkin tumbuhtumbuhan.
9iriciri kebudayaan (buatan) adalah produk manusia, misalnya jalan, jalan setapak, gedung, jembatan, saluran, dan garis batas. (<alijatun, D. ::= 4)
Peta topografi sangat bermanfaat dalam hal perencanaan tambang. Peta tersebut digunakan dalam mengetahui keadaan yang sebenarnya dilapangan sehingga sangat bermanfaat sekali dalam penentuan rencana penambangan. Pada a-al tahap perencanaan untuk setiap proyek (tambang) yang baru, terdapat banyak faktor yang harus dipertimbangkan. 'eberapa faktor tersebut dapat dengan mudah diperoleh, sedangkan beberapa faktor lain diperoleh dengan suatu keharusan melakukan studi yang mendalam.
Pemetaan topografi dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain . %etode Teristris
Pada metode teristris ini terdapat dua jenis pengukuran yaitu
• Pengukuran sifat datar yakni pengukuran untuk menentukan beda tinggi antara
dua titik atau lebih secara langsung atau tidak langsung yang dilaksanakan serentak atau dibagi dalam beberapa seksi.
• Pengukuran polygon yakni pengukuran jumlah sudut yang diukur dilapangan
dimana sudut tersebut dihubungkan menjadi beberapa garis lurus dari suatu titik ketitik yang lain untuk menentukan titik koordinat.
oetomo <ongsotjitro (:;4 ::) menyebutkan bah-a pengukuran poligon terbagi dua jenis yaitu poligon terbuka dan poligon tertutup
a) Poligon terbuka yaitu poligon yang titik akhirnya dan titik a-alnya pada titik yang berbeda/ tidak menutup.
>ambar *. Poligon Terbuka
Pada gambar di atas, koordinat titik $ dan ' diketahui, dengan demikian kita dapat menghitung sudut jurusan $'. ?ntuk menentukan koordinat titik diperlukan koordinat titik $, sudut jurusan $ dan jarak $, begitu pula titik * diperlukan koordinat titik , sudut jurusan dan jarak * dan seterusnya.
Dari gambar di atas, dapat dilihat bah-a @abA (lihat rumus di samping) @a A @ab B a
@* A @a B ;1 @(n, nB) A @(n, n) B n 0 ;1 ... (+.*) @*+ A @ab B * ;1
b) Poligon tertutup yaitu poligon yang titik a-alnya dan titik akhirnya pada titik yang sama atau tertutup. $dapun syarat geometris adalah
. C i A (n *) ;1o ¨ah udut 8uar C i A (n B *) ;1o ... (+.+) *. C d. in @ A 1
+. C d. 9os @ A 1
>ambar *.* Poligon Tertutup
*. %etode otogrametris
Pengukuran detail topografi selain dapat langsung dikerjakan di lapangan (seperti metode teristris), dapat pula dilakuan dengan teknik pemotretan udara, sehingga dalam -aktu yang singkat dapat terukur atau terpotret daerah yang seluas mungkin.
otogrametri dapat diberi definisi sebagai ilmu, seni, dan teknologi memperoleh informasi yang dapat dipercaya dari foto. otogrametri meliputi dua bidang spesialisasi utama #etris dan bersi"at #ena"sir (interpretatie). 'idang pertama menjadi kepentingan utama para juruukur, karena diterapkan untuk
menentukan jarak, eleasi, luas, olume dan tampang melintang, serta untuk pembuatan petapeta topografik dari pengukuranpengukuran pada foto.
(<alijatun, D. ::= *+=)
Pada dasarnya metode fotogrametris ini mencakup fotogrametris metrik dan interpretasi citra. otogrametris metrik merupakan ilmu dan teknik pengukuran citra, sedangkan interpretasi citra merupakan pengenalan serta
menggunakan foto udara. oto udara adalah hasil pemotretan sebagian kecil permukaan bumi dengan menggunakan kamera yang dipasang di atas pesa-at terbang, dan melintasi daerah pemotretan pada ketinggian tertentu. (ubagio, *11+ E+ 0 E3)
!.!. Peng#k#ran Ttk Detal $ La-angan
emakin rapat titik detail yang diamati, maka semakin teliti informasi yang tersajikan dalam peta. Dalam batas ketelitian teknis tertentu, kerapatan titik detail ditentukan oleh skala peta dan ketelitian (interval ) kontur yang diinginkan. Pengukuran titiktitik detail di lapangan untuk pembuatan peta topografi dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.
Pengukuran tidak langsung, titiktitik detail yang tidak harus sama tinggi, dipilih mengikuti pola tertentu yaitu pola kotakkotak ( spot level ) dan profil ( grid) dan pola radial. Dengan polapola tersebut garis kontur dapat dibuat dengan cara interpolasi dan pengukuran titiktitik detailnya dapat dilakukan dengan cara tac!y#etry pada semua medan dan dapat pula menggunakan sipat datar memanjang ataupun sipat datar profil pada daerah yang relatif datar.
!.&. Ke"ala*anKe"ala*an Dala) Survey Ta)/ang
Kegiatan surey di tambang tidak juga terlepas dari kesalahankesalahan yang mungkin terjadi, baik kesalahan rando#, kesalahan sistematis dan kesalahan !u#an error . Kesalahan ini bisa saja terjadi saat tahap eksplorasi, pengukuran topografi dan pengukuran untuk pembuatan model cadangan material, atau pada tahap eksploitasi. Pemasangan patok tambang dan pengukuran topografi progress
tambang. Kesalahan dalam kegiatan surey dan pemetaan tidak hanya terjadi pada proses pengukuran lapangan saja, dapat juga terjadi pada processing data, penggunaan sistem koordinat dan transformasinya, penyajian data dalam bentuk peta. Kesalahan surey dalam penambangan berarti akan menyajikan data dan
gambaran/peta yang salah, akibat kesalahan ini akan merambat pada kesalahan aplikasi penambangan yang antara lain
>ambar *.+.
Pengukuran Pola (rid dan Spot evel
. Kesalahan datadata surey dalam kegiatan eksplorasi untuk penentuan titik lokasi pengeboran dan study outcrop akan menyebabkan kesalahan dalam membuat model cadangan material tambang serta kesalahan dalam menentukan besaran cadangan terkira dan terukur suatu tambang.
*. Kesalahan dalam pembuatan model cadangan bahan tambang akan mengakibatkan kesalahan pada kesalahan peletakan patok dan kesalahan pada penentuan metode penambangan dan penggunaan alat penambangan.
+. Kesalahan pada pembuatan model akan mengakibatkan kesalahan dalam perencanaan tambang dan produksi penambangan sehingga cadangan/material
yang tidak ikut dimodelkan akan tertinggal atau tidak didapat diambil seluruhnya.
3. Kesalahan dalam pengukuran pemasangan rencana tambang oleh surey akan meyebabkan salahnya penggalian yang berdampak pada
• Folume galian rencana tidak sama dengan aktual sehingga cost dari
penambangan akan bertambah. (diluar " atau Cut o"" yang direncanakan).
• !erganggunya tabilitas/kemantapan lereng karena perubahan geometri
lereng dan terganggunya lapisan batuan yang mendukung kestabilan lereng.
• Pengambilan material tambang yang salah sehingga kualitas material
tambang tidak sesuai dengan perencanaan.
• Pemasangan design ra#p/jalan yang salah akan mengakibatkan
munculnya potensi resiko kecelakaan.
4. Kesalahan dalam melakukan pengukuran topografi original atau topografi progress tambang akan mengganggu proses penyaliran tambang *drainase)
tambang. !erganggunya proses penyaliran tambang juga akan menganggu kestabilan lereng.
E. Kesalahan kegiatan surey dalam mendukung kegiatan peledakan/blasting (pengukuran space, burden dan dept!) memungkinkan terjadi hasil produktifitas blasting yang buruk, terjadinya airblast dan undulasi permukaan
tambang karena kedalaman lubang tembak yang tidak rata.
=. Kegiatan survey pada pemasangan guideline di kegiatan penambangan underground yang salah, selain mengakibatkan kemungkinan tidak tercapainya target produksi juga akan menyebabkan kegiatan penambangan mengarah pada areaarea yang mungkin berbahaya seperti jebakan gas metana dll.
Demikian sekilas aspekaspek yang mungkin terjadi pada kegiatan penambangan akibat dari kegiatan surey dan pemetaan yang salah. <alaupun surey tambang adalah kegiatan surey geodesi rendah dan cukup sederhana, namun dilakukan dengan kaidah surey dan pemetaan yang benar, terlepas dari asumsi bah-a kegiatan surey di tambang adalah bersifat support dan service (Kusdinar Kartasaputra, *11:).
!.( Per*t#ngan Join Survey
Perhitungan Folume &oin surey setiap bulan dihitung dengan menggunakan So"tware Minescape ,%--. $da * metode cara perhitungan Folume pada So"tware #inescape ,%--., yaitu %etode GHact (Triangulation) dan %etode
Gnd $rea. Kedua metode tersebut juga samasama memiliki fasilitas untuk menghitung Tin to Tin dan Tin to /ig!t sebagai puncaknya.
%etode GHact (Triangulation) menggunakan konsep prisma segitiga, dengan data titiktitik spot height sebagai puncaknya.
umber $nonim, *11
>ambar *.3. %etode GHact
Perhitungan Folumenya menggunakan rumus sebagai berikut
V
Prisma=
(
H
1+
H
2+
H
3)
3
x Area
... (*.3)F !otal A F Prisma
umber $nonim, *11
>ambar *.4. %etode Gnd $rea
Perhitungan olumenya yaitu dengan menggunakan rumus $erage (%ean $rea). "umus ini digunakan untuk endapan yang mempunyai geometri teratur dengan luas masingmasing penampang tidak jauh berbeda.
umber Partanto, *111 (%odifikasi) >ambar *.E.
ketsa Perhitungan dengan "umus %ean $rea "umus $erage %ean $rea
V
=
L(
S 1+
S 2)
2 ... (+.4)
Keterangan
J * 8uas Penampang 8 &arak $ntar Penampang F Folume
!.+ Pr0$#ktta" Alat Gal M#at $an Alat Angk#t
Pentingnya mengestimasi produksi alat berat karena ada kaitannya dengan target produksi yang harus dicapai oleh perusahaan. Interaksi antara target produksi dengan produksi per unit alat berat akan menentukan jumlah alat yang
harus digunakan sesuai dengan kapasitas, jenis material yang akan ditangani dan tingkat kemudahan pengoperasian serta pera-atannya (u-andhi, *113).
Cycle ti#e A G! B !8 B D! B !G ... (+.=) Keterangan
G! A E0cavating ti#e (detik)
!8 A Swing ti#e oaded (detik)
D! A Du#ping Ti#e (detik)
!G A Swing ti#e e#pty (detik)
a. $lat >ali %uat
. Produksi per siklus
A H K ... (+.;) dimana
A Produksi per siklus (m+)
A Kapasitas %unjung (dari spek. $lat) (m+) K A aktor Pengisian bucket
*. Produksi per &am Q= q ×3600× E CT ... (+.:) dimana
L A Produktiitas per jam (m+/jam) A Produktiitas per siklus (m+) 9! A <aktu edar (detik)
+E11 A Konersi jam ke detik G A Gfisiensi kerja (M)
Cycle ti#e A 8! B #8! B D! B D! B "! B 8! N... (+.1) Keterangan
8! A <aktu pemuatan material (detik) #8! A <aktu pergi bermuatan (detik)
D! A <aktu manuer sebelum menumpah (detik) D! A <aktu menumpah material (detik)
"! A <aktu kembali (detik)
8! A <aktu manuer sebelum pemuatan (detik) b. $lat $ngkut
. Produksi per siklus
A n H H K ... (+.) dimana
A Produksi per siklus (m+)
A Kapasitas %unjung (dari spek. $lat) (m+) n A ¨ah Pengisian bak alat angkut oleh bucket K A aktor Pengisian bucket alat gali muat
*. Produksi per jam Q=q ×
3600× E
CT ...
(+.*) dimana
L A Produktiitas per jam (m+/jam) A Produktiitas per siklus (m+) 9! A <aktu edar (detik)
+E11 A Konersi jam O detik
G A Gfisiensi kerja (urhakim, *113 :*1, *+*3)
$pabila diketahui target produksi per jam, maka jumlah alat yang diperlukan adalah (u-andhi, *113)
n
=
Tp
Q
... (+.+)dimana
n A ¨ah alat angkut
!p A !arget produksi ('9%/&am) L A Produksi alat angkut ('9%/&am)
!.2 E'"en" Ker%a
aktor manusia sebagai operator alat sangat sukar ditentukan dengan tepat, sebab selalu berubahubah dari -aktu ke -aktu, bahkan dari jam ke jam, tergantung pada keadaan cuaca, kondisi alat yang dikemudikan, suasana kerja dan lainlain. Dalam bekerja seorang operator tak akan dapat bekerja selama E1 menit secara penuh, sebab selalu ada hambatanhambatan yang tak dapat dihindari seperti pengantian komponen yang rusak, memindahkan alat ke tempat lain, dan sebagainya. 'eberapa pengertian untuk menentukan kondisi alat dan efisiensi pengunaannya (<edhanto, *11: 4=4:)
. 1vability &nde0 ($I) adalah suatu cara untuk mengetahui kondisi dari alat tersebut sesungguhnya.
AI
=
W
W
+
R
×
100 ... (+.3)*. P!ysical 1vaibility (P$) adalah catatan tentang kondisi fisik dari alat yang digunakan
PA
=
W+
SW
+
R+
S ×100 ... (+.4) +. 2se o" 1bility (?$) menunjukkan berapa persen -aktu yang digunakan olehsuatu alat untuk beroperasi pada saat alat itu digunakan. UA
=
W3. E""ective 2tili$ation (G?) pengertian G? sebenarnya sama saja dengan pengertian efisiensi kerja, yaitu menunjukkan berapa persen dari seluruh -aktu kerja yang tersedia itu dapat dimantaatkan untuk bekerja secara produktif.
EU
=
W
W
+
R
+
S
×
100 ... (+.=)Dimana < A ¨ah jam kerja (jam)
" A ¨ah jam untuk perbaikan alat (jam)
A ¨ah jam suatu alat yang tidak rusak tapi tidak digunakan (jam)
!.3 Per*t#ngan Tr#4k 0#nt
Perhitungan dengan metode Truck Count didasarkan pada perhitungan ritase alat angkut. 3itase merupakan satu siklus produksi alat angkut ( !auling e+uip#ent ) dari pemuatan, pengangkutan, penimbunan, kembali *return), dan menempatkan diri *Spot)% Dalam perhitungan %etode Truck Count bukan hanya ritase alat angkut saja yang menjadi ariabel tetapi swell "actor dan kapasitas !ruck/vessel4bak alat angkut juga masuk dalam perhitungan.
"umus %etode !ruck 9ount
Truck Count
=
n x C x S F
... (+.;)Keterangan
n ¨ah 3itase
9 Kapasitas 'ak !ruck/Fessel Swell Factor
!.5. Swell Factor
QSwell R adalah pengembangan olume suatu material setelah digali dari tempatnya. Di alam, material didapati dalam keadaan padat dan terkonsolidasi dengan baik, sehingga hanya sedikit bagianbagian kosong (void ) yang terisi udara di antara butirbutirnya, lebihlebih kalau butirbutir itu halus sekali.
$pabila material digali dari tempat aslinya, maka akan terjadi pengembangan olume ( swell). ?ntuk menyatakan berapa besarnya pengembangan olume itu dikenal dua istilah yaitu aktor pengembangan (-ell
factor) dan Persen pengembangan ( Percent swell )
$ngkaangka faktor pengembangan ( swell "actor ) setiap klasifikasi tanah atau material berbeda sesuai dengan jenis tanahnya seperti terlihat pada tabel swell "actor berikut ini
!abel *..
3epresentative Swell For Di""erent Classes O" Eart!
Swell "actor adalah faktor pengembangan olume suatu material setelah digali dari tempatnya. Di alam, material didapati dalam keadaan padat dan terkonsolidasi dengan baik, sehingga hanya sedikit bagianbagian kosong (oid) yang terisi udara di antara butirbutirnya, lebihlebih kalau butirbutir itu halus
sekali. $pabila material digali dari tempat aslinya, maka akan terjadi pengembangan olume ( swell ).
"umus untuk menghitung swell "actor () dan M swell ada dua, yaitu (Indonesianto, *11;)
"umus dan M Qs-ellR berdasarkan olume swell
=
Loose Voume
−
!ank Voume
!ank Voume
x
100 ... (+.:)SF
=
!ank Voume
LooseVoume
... (+.*1) "umus dan M s-ell berdasarkan densitas (kerapatan) Swell
=
"ensit#
∈
!ank
−
Loose "ensit#
LooseWei$%t
x
100&
... (+.*)SF
=
Loose "ensit#
"ensit#
∈
!ank
...(+.**)
Pengembangan olume suatu material perlu diketahui, karena yang diperhitungkan pada penggalian selalu didasarkan pada kondisi material sebelum digali, yang dinyatakan dalam Qpay yardR atau Qbank yardR atau Qbank olumeR atau Qin place olumeR atau Qolume insituR. edangkan material yang ditangani
(dimuat untuk diangkut) selalu material yang telah mengembang (loose volu#e). (Indonesianto, *11;).
!.6 7akt0r Peng"an Bucet 8 Bucet Fill Factor )
aktor pengisian bucket merupakan perbandingan antara Folume nyata mangkok untuk sekali muat oleh alat gali muat dengan olume teoritis mangkok (Folume munjung). aktor pengisian bucket berariasi, tergantung dari keadaan material.
Produksi dari alat galimuat dipengaruhi oleh faktor pengisian buket *bucket "ill "actor) dimana faktor pengisian mangkuk alat muat *FF) dapat dinyatakan sebagai perbandingan olume nyata (Fa) dengan olume teoritis (Ft), seperti yang dinyatakan dalam persamaan
!FF A
Vn
Vt
H 11M ... (+.*+)Keterangan
FF A aktor pengisian mangkuk (M)
Fn A Folume nyata atau kapasitas nyata mangkuk (m+) Ft A Folume teoritis mangkuk (m+)
!.19!ei"#t Material
Dalam pemilihan alat berat, tidak dapat diestimasi sebelumnya (tentang kapasitasnya) apabila belum diketahui Qweig!t per unit R (unit berat) dari material
yang akan ditangani. ?nit berat ini ada yang mengistilahkan > (berat &enis) atau Tonnage "actor (yaitu berat material setiap m+, misalnya m+/.4 !on). (Indonesianto, *11;)
!.11 Met0$e Stat"tk Unt#k Menent#kan J#)la* Data :ang D/#t#*kan Dalam menentukan jumlah data yang harus diambil agar hasil yang diperoleh lebih teliti, maka digunakan metode statistik distribusi student dengan tingkat konfidensi :1M. Penentuan jumlah data pengamatan tersebut dapat ditentukan berdasarkan rumusrumus sebagai berikut (Peurifoy, :=:)
a. ¨ah data minimal yang harus diambil ' =
4t 2 R2
I 2(2 ...
(+.*3)
b. Interal ketelitian dari jumlah data pengamatan
I
)=
2x
¿
*
90x
+
, )
... (+.*4) c. tandar deiasi +
=
R
(
... (+.*E) Keterangan jumlah data minimal yang harus diambil.
! suatu harga untuk distribusi student pada 9 A :1 M (tabel). " selisih antara nilai terbesar dan terkecil dari data yang diambil.
I interal konfidensi untuk tingkat kebenaran :1 M.
d suatu faktor yang nilainya tergantung dari jumlah data pengamatan yang diambil (tabel).
I% interal konfidensi dari jumlah data yang diambil. standart deiasi.
% jumlah data pengamatan yang diambil.
Dengan menggunakan rumusrumus di atas, maka dapat ditentukan cukup atau tidaknya jumlah data pengamatan dengan ketentuan S %, sehingga jumlah data pengamatan yang diambil telah mencukupi. (Peurifoy, :=:)
!abel *.*.
!abel *.+. ilai aktor QdR
METODE PENELITIAN
&.1. K0n$" U)#) Per#"a*aan
&.1.1. Se%ara* $an Per;nan Per#"a*aan
P!. "imau Energy Mining , salah satu anak perusahaan P!. "imau Indonesia, yang khusus bergerak di bidang pertambangan. Perusahaan ini mendapatkan i5in usaha pertambangan berdasarkan Keputusan 'upati 'arito !imur omor *;= !ahun *11: tanggal ; %ei *11:, tentang Persetujuan Peningkatan I5in ?saha Pertambangan Gksplorasi 'ahan >alian 'atubara.
'erdasarkan surat dari Direktur P!. "imau Energy Mining omor +1/DI"/"G% 0 'P!/TII/*11: tanggal %ei *11: perihal Permohonan I?P 2perasi Produksi dan hasil ealuasi kegiatan Kuasa Pertambangan (I?P) Gksplorasi P!. "imau Energy Mining yang diberikan berdasarkan keputusan 'upati 'arito !imur omor *;= tahun *11: tentang i5in usaha pertambangan. Gksplorasi 'ahan galian batubara (peningkatan KP penyelidikan umum) atas nama P!. "imau Energy Mining telah memenuhi syarat untuk diberikan persetujuan peningkatan I5in ?saha Pertambangan Gksplorasi menjadi I5in ?saha Pertambangan 2perasi Produksi sebagaimana dimaksud dalam ?ndang?ndang omor 3 tahun *11:.
P!. "imau Energy Mining berkantor Pusat di jalan $.%. angaji o. 8%, >ambir, &akarta. Dalam operasinya, perusahaan juga memiliki kantor di &alan &end. $. Uani o. *3', Desa %atabu, Kecamatan Dusun !imur, Kabupaten 'arito !imur, Kalimantan !engah.
&.1.!. Kegatan Pena)/angan
istem penambangan yang akan digunakan adalah sistem tambang terbuka dengan metode open cut . Kegiatan penambangan yang akan dilakukan secara bertahap sebagai berikut
. Pembersihan lahan
Kegiatan ini meliputi pembersihan permukaan lahan dari egetasi penutup berupa semak, tanaman atau tumbuhan dan lapisan penutup
tanah lainnya.
*. Pengupasan tanah pucuk (topsoil )
!anah pucuk adalah lapisan tanah paling atas yang merupakan media tempat tumbuhnya tanaman. Topsoil dikupas dan diangkut ke tempat penimbunan sementara, dan akan disebarkan kembali ketika kegiatan reklamasi sebagai media pertumbuhan egetasi.
+. Penggalian tanah penutup (overburden)
Overburden digali dan diangkut ke outpit disposal (disposal di luar pit). etelah outpit disposal penuh, maka pembuangan tanah penutup
untuk selanjutnya dilakukan dengan metode back"illing' yaitutanah penutup yang digali akan dibuang ke bekas pit yang telah dilakukan penambangan.
Penggalian batubara akan dilakukan dengan metode gali bebas menggunakan back!oe. 'atubara akan diangkut dengan truk ke "2% stock%
4. Pengolahan dan penjualan batubara
'atubara dari "2% stock kemudian diangkut menggunakan truk menuju ke pelabuhan. Pengolahan batubara berupa proses crus!ing dilakukan pada unit pengolahan batubara yang berada di pelabuhan. Kegiatan penjualan akan dilakukan di pelabuhan tersebut.
&.1.&. Str#kt#r Organ"a"
Gambar 3.1.
Struktur Organisasi PT. Rimau Energy Mining (sumber : PT. Rimau Energy Mining )
.!.1. L0ka"
8okasi <ilayah I5in ?saha Pertambangan Gksplorasi P!. "imau Energy Mining secara administratif berada di daerah Kecamatan Karusen &anang, Kabupaten 'arito !imur, Proinsi Kalimantan !engah. Peta I?P 2perasi Produksi P!. "imau Energy Mining dapat dilihat pada >ambar +.. sedangkan koordinat batas -ilayah I?P Gksplorasi ditampilkan pada !abel +..
Sumber: PT. Rimau Energy Mining
Gambar 3.2.
Batas IUP PT. Rimau Energy Mining
Tabel 3.1
#mr Bu$ur Timur %intang Selatan
&era$at 'enit &etik &era$at 'enit &etik
1 11 * 2*.** 1 *.*+ 2 11 11 . 1 *.*+ 3 11 11 . 1 , 3-. - 11 + 3. 1 , 3-. 11 + 3. 1 , .1 11 * 2*.** 1 *.*+
Sumber: PT. Rimau Energy Mining
.!.!. Ke"a)-aan Daera*
?ntuk mencapai lokasi -ilayah I5in ?saha Pertambangan 2perasi Produksi, dari &akarta dapat dijangkau dengan rute &akarta 0 'anjarmasin 0 !amiang 8ayang 0 &e-eten / 8okasi <ilayah I5in ?saha Pertambangan
dengan perincian sebagai berikut
. &akarta 0 'anjarmasin, "ute ini dapat dijangkau dengan menggunakan pesa-at terbang dengan -aktu tempuh V ,4 jam. *. 'anjarmasin 0 !amiang 8ayang, "ute ini dapat dijangkau dengan
menggunakan kendaraan roda empat melalui jalan negara yang beraspal baik dengan -aktu tempuh V 4 jam.
+. !amiang 8ayang 0 &e-eten / 8okasi I5in ?saha Pertambangan, rute ini dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda empat melalui jalan beraspal baik dan jalan tanah dengan kondisi kurang tera-at, dibutuhkan -aktu tempuh V 1,=4 jam.
>ambar +.+.
Peta Kesampaian Derah P!. "imau Energy Mining (umber P!. "imau Energy Mining )
34
32
.&. &.! Ikl) $an #a4a
<ilayah Kabupaten 'arito !imur di bagian ?tara dan bagian !imur berada di -ilayah daratan dengan ketinggian antara 1 0 41 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan tingkat kemiringan antara 1 0 ; M sedang di bagian 'arat dan elatan terdiri atas daerah ra-a.
Iklim di daerah Kabupaten 'arito !imur umumnya beriklim tropis basah, suhu udara pada siang hari relatif panas bisa mencapai +3W9. 9urah
hujan di sekitar daerah telitian ditampilkan pada !abel *.*
!abel +.*
.&. &.! Ikl) $an #a4a
<ilayah Kabupaten 'arito !imur di bagian ?tara dan bagian !imur berada di -ilayah daratan dengan ketinggian antara 1 0 41 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan tingkat kemiringan antara 1 0 ; M sedang di bagian 'arat dan elatan terdiri atas daerah ra-a.
Iklim di daerah Kabupaten 'arito !imur umumnya beriklim tropis basah, suhu udara pada siang hari relatif panas bisa mencapai +3W9. 9urah
hujan di sekitar daerah telitian ditampilkan pada !abel *.*
!abel +.*
Data 9urah #ujan di sekitar Daerah Kabupaten 'arito !imur
&.(. Kea$aan Ge0l0g .(.1. Ge0l0g Reg0nal .(.1.1. M0r'0l0g
Keadaan %orfologi yang dominan pada daerah penelitian adalah dataran dan perbukitan bergelombang lemah hingga kuat. %orfologi daerah ini mempunyai ketinggian berkisar 31 +41 meter di atas permukaan air laut. %orfologi tersebut merupakan akibat dari berbagai aktifitas geologi yang menghasilkan perlipatan, sesar, kekar dan lain lain. $liran sungai di daerah penyelidikan umumnya memperlihatkan pola aliran yang tidak teratur (dendritik) dan terdapat beberapa meander, dimana air sungai berasal dari pegunungan dan bermuara di ungai 'arito.
.(.1.!. Stratgra'
'erdasarkan Peta >eologi "egional 8embar $muntai ( 3% /aryanto dan P% Sanyoto'-55, ) untuk daerah Kabupaten 'arito !imur dan
sekitarnya (>ambar +.3), formasi batuan yang berkembang adalah
. $luial (La) 8empung kaolinit dan lanau bersisipan pasir, gambut, kerakal dan bongkahan lepas, merupakan endapan sungai dan ra-a.
*. ormasi Dahor (!Ld) 'atupasir kuarsa lepas berbutir sedang terpilah buruk, konglomerat lepas dengan komponen kuarsa berdiameter + cm, batulempung lunak, setempat dijumpai lignit
dan li#onit terendapkan dalam lingkungan "luivial dengan tebal sekitar *41 meter dan berumur Plio6Plistosen.
+. ormasi <arukin (!m-) 'atupasir Kuarsa dan 'atulempung dengan sisipan 'atubara, terendapkan dalam lingkungan "luviatil dengan ketebalan sekitar 311 meter dan berumur Miosen !engah sampai dengan Miosen $khir.
3. ormasi 'erai (!omb) 'atugamping mengandung fosil "ora#ini"era besar seperti Spiroclypeus orbitodeus' Spiroclypeus sp. dll. yang menunjukkan umur Oligosen6#iosen a-al dan bersisipan apal, terendapkan dalam lingkungan neritik dan
mempunyai ketebalan sekitar 111 meter.
.(.1.&. Str#kt#r Ge0l0g
truktur geologi yang terdapat pada daerah ini terdiri atas kelurusan, lipatan dan sesar yang berarah timurlautbaratdaya. &enis sesar belum dapat ditentukan, namun diduga berupa sesar geser, dan sesar normal. Kegiatan tektonik yang baru diketahui dengan jelas adalah pada pasca #iosen. amun diduga kegiatan tersebut telah berlangsung
>ambar +.3. Korelasi atuan 'atuan (umber P!. "imau Energy Mining )
*E
36
38
*E
37
.+.1. Ge0l0g L0kal .+.1.1. M0r'0l0g
%orfologi yang dominan di daerah penelitian ialah dataran rendah dan perbukitan bergelombang lemah dengan ketinggian +1 hingga 41 m.dpal. Pola aliran sungai bersifat dendritik yang bermuara pada ungai 'arito dengan kecenderungan aliran sungai relatif mengarah ke tenggara.
&.+.1.!. Lt0l0g
8itologi yang terdapat pada daerah penelitian ialah ormasi <arukin (!m-) yang terdiri atas and, Claystone dengan ketebalan antara m hingga ; m, dan batulempung *claystone) dengan ketebalan m hingga = m dengan sisipan batubara. Ketebalan batubara pada seam utama, sea# $
.+.1. Ge0l0g L0kal .+.1.1. M0r'0l0g
%orfologi yang dominan di daerah penelitian ialah dataran rendah dan perbukitan bergelombang lemah dengan ketinggian +1 hingga 41 m.dpal. Pola aliran sungai bersifat dendritik yang bermuara pada ungai 'arito dengan kecenderungan aliran sungai relatif mengarah ke tenggara.
&.+.1.!. Lt0l0g
8itologi yang terdapat pada daerah penelitian ialah ormasi <arukin (!m-) yang terdiri atas and, Claystone dengan ketebalan antara m hingga ; m, dan batulempung *claystone) dengan ketebalan m hingga = m dengan sisipan batubara. Ketebalan batubara pada seam utama, sea# $ mencapai meter. 8itologi batuan pada derah penelitian dapat dilihat pada >ambar +.3.
>ambar +.4.
9ontoh 8og 'or P!. "imau Energy Mining (umber P!. "imau Energy Mining)
.+.1.&. Str#kt#r Ge0l0g L0kal
ecara umum, tidak terdapat struktur geologi yang menonjol di daerah penelitian. Perlapisan relatif datar dengan dip =W1W. Kondisi geologi yang sederhana pada daerah penelitian menyebabkan permodelan atau perancangan tambang mudah untuk dilakukan.
&.+. Alat $an Ba*an
&.+.1 Alat $an Ba*an Penga)/lan Data La-angan
$lat dan bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pengambilan data penelitian tugas akhir ini adalah
. 'uku tulis *. $lat tulis
&.+.!. Alat $an Ba*an Peng0la*an Data
$lat dan bahan yang digunakan dalam pengolahan data penelitian tugas akhir ini adalah
. 'atuan hasil peremukan *. 'uku tulis
+. $lat tulis 3. 8aptop
&.2. Tata Lak"ana Peneltan &.2.1. Langka* Ker%a
8angkahlangkah kerja dalam penyusunan tugas akhir ini meliputi a. !ahap Persiapan
Pada tahap ini dilakukan penyusunan usulan tugas akhir, mempelajari bukubuku literature dan buku petunjuk maupun buku panduan yang tersedia.
b. !ahap Pengumpulan Data
Data yang diperlukan dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder.
Data primer meliputi pengamatan langsung di lapangan, dan Data sekunder diperoleh dari perusahaan ataupun literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas.
c. !ahap Pengolahan Data
etelah datadata diperoleh berdasarkan pada pengamatan dan obserasi di lapangan, maka dapat dibandingkan dengan literatur 0 literatur yang ada.
d. !ahap Penyusunan 8aporan
Dari hasil penelitian lapangan dan dengan analisis data primer dan data sekunder serta kajian pustaka yang kemudian dipakai untuk menyusun dan mengealuasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja
&.2.!. Pr0"e"
a. !eknik Pengumpulan Data
9ara pengumpulan datadata yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi
. tudi kepustakaan, yaitu pengumpulan datadata dari buku, jurnal, laporan penelitian.
*. 2bserasi lapangan, yaitu pengamatan dan pengambilan data yang akan di ambil.
+. <a-ancara dengan pembimbing lapangan, karya-an perusahaan, dan masyarakat sekitar yang berkenaan dengan topik penelitian.
b. 8angkah Kerja Penelitian
8angkah kerja dalam pelaksanaan penelitian tugas akhir ini meliputi . %elakukan pengamatan terhadap metode pengelolaan lingkungan
yang diterapkan P! enamas Gnergindo %ineral
*. %engamati permasalahan yang dihadapi dalam proses pengelolaan lingkungan.
+. %elakukan ealuasi dan pengolahan data berdasarkan literatur yang ada untuk mengetahui faktor 0 faktor yang mempengaruhi kerusakan lingkungan, dan cara untunk menanggulanginya
elanjutnya data yang diperoleh dari hasil kegiatan ini serta data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan bahanbahan yang dikumpulkan, kemudian dikelompokan sesuai dengan analisa tersebut untuk selanjutnya disusun untuk dibuat laporan.
&.2.&
<akt# Peneltan!abel +.E. &ad-al Kegiatan
Jen" Kegatan Maret A-rl I II III IV I II III IV tudi 8iteratur 2bserasi 8apangan Pengambilan Data Pengolahan Data Penyusunan 8aporan DA7TAR PUSTAKA