• Tidak ada hasil yang ditemukan

commit to user

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Tempat penelitian merupakan sumber diperolehnya data yang dipergunakan dalam penelitian. Dalam penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian di SMP Negeri 14 Surakarta. Hal ini diambil dengan pertimbangan: 1. Ada masalah yang menarik untuk diteliti.

2. Tersedianya data yang menunjang penelitian.

3. Adanya keterbukaan dari pihak sekolah sehingga memudahkan di dalam melaksanakan penelitian yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian selama dua belas (12) bulan yang dimulai pada bulan Desember 2009 sampai dengan bulan Desember 2010. Kegiatan tersebut dapat digambarkan dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 1 . Jadual Kegiatan Penelitian

No Kegiatan Tahun 2009-2010

Des Jan Feb Mar Apr Mei Des

1. Pengajuan Judul 2. Penyusunan Proposal 3. Ijin Penelitian 4. Pengumpulan Data 5. Analisis Data 6. Penyusunan Laporan

B. Bentuk dan Strategi Penelitian 1. Bentuk Penelitian

Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yaitu dengan berusaha menggambarkan keadaan atau fenomena sosial. Menurut Lexy J.

Moleong (2008: 4) yang mengutip pendapatnya Bogdan dan Taylor tentang penelitian kualitatif adalah sebagai berikut “Metodologi kualitatif adalah prosedur yang menghasilkan data diskriptif berupa kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati”.

2. Strategi Penelitian

Setiap penelitian diperlukan sebuah strategi agar tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model tunggal terpancang. Menurut H.B. Sutopo (2002: 42) menjelaskan bahwa “Bentuk penelitian terpancang (embedded research) yaitu penelitian kualitatif yang sudah menentukan fokus penelitian berupa variabel utamanya yang akan dikaji berdasarkan pada tujuan dan minat penelitinya sebelum peneliti ke lapangan studinya”.

Dalam penelitian ini peneliti sudah menentukan terlebih dahulu fokus pada variabel tertentu. Akan tetapi dalam hal ini peneliti tetap tidak melepaskan variabel fokusnya (pilihannya) dari sifatnya yang holistik sehingga bagian-bagian yang diteliti tetap diusahakan pada posisi saling berkaitan dengan bagian-bagian dari konteks secara keseluruhan guna menemukan makna yang lengkap.

Jadi penelitian ini menggunakan strategi tunggal terpancang karena objek penelitian adalah tunggal yaitu hanya pada SMP Negeri 14 Surakarta serta pembahasan masalah hanya terpancang pada perumusan masalah yang telah diuraikan di depan pada bab pendahuluan yaitu tentang efektivitas pembelajaran pendidikan budi pekerti ditinjau dari tingkat penyimpangan perilaku siswa minuman keras di SMP Negeri 14 Surakarta tahun ajaran 2009/2010.

C. Sumber Data

Menurut H.B. Sutopo (2002: 50) menyatakan bahwa, “Sumber data dalam penelitian kualitatif dapat berupa manusia, peristiwa atau aktifitas, tempat atau lokasi, benda, beragam gambar dan rekaman, dokumen atau arsip”.

Pendapat lain tentang sumber data dalam penelitian kualitatif adalah yang diungkap oleh Lofland yang dikutip oleh Lexy j. Moleong (2004: 157) menjelaskan bahwa “Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah

kata-commit to user

37

kata, dan tindakan, selebihnya data tambahan seperti dokumen dan lain-lain”. Berkaitan dengan hal itu pada bagian ini jenis datanya dibagi ke dalam kata-kata dan tindakan, sumber data tertulis, foto dan statistik.

Adapun sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data yang berupa informan, peristiwa atau aktivitas, serta dokumen dan arsip, lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut:

1. Informan

Pengertian informan menurut H.B. Sutopo (2002: 50) adalah “Sumber data yang berupa manusia di dalam penelitian kualitatif lebih tepat disebut sebagai informan”. Informan adalah orang yang dipandang mengetahui permasalahan secara mendalam dan dapat dipercaya, sehingga dapat dijadikan sumber yang mantap. Adapun informan yang diperlukan antara lain:

a. Koordinator bidang kurikulum, yaitu Sudarsono, S. Pd b. Guru Pendidikan Budi Pekerti, yaitu:

1) Gatot Katmanto, S. Pd 2) Drs. Wardoyo

3) Mastyasto, S. Pd

c. Siswa yang melakukan penyimpangan perilaku minuman keras

Tabel 2. Informan yang Melakukan Penyimpangan Perilaku Minuman Keras No Nomor

Induk Nama Siswa Kelas

1 7184 Yanuar Kristianto VII A

2 7007 Eksan Ari Ruswanto VII D

3 7200 Evan Asdianto VIII A

4 7227 Adityo Nugroho VIII B

5 7275 Dedi Setiawan VIII D

6 6951 Yuli Setiawan IX A

7 6965 Dony Kurniawan IX B

8 7019 Oscar Patria Dewa IX C

9 7056 Novan Saputra IX D

10 7076 Bobby Setyawan IX E

2. Peristiwa atau Aktivitas

Peristiwa atau aktivitas merupakan pengamatan terhadap proses bagaimana sesuatu terjadi secara lebih pasti karena menyaksikan sendiri secara langsung. Aktivitas yang peneliti amati adalah kegiatan atau aktivitas dari kegiatan belajar mengajar untuk mata pelajaran pendidikan budi pekerti di SMP Negeri 14 Surakarta tahun ajaran 2009/2010.

3. Dokumen dan Arsip

Dokumen dan arsip merupakan bahan tertulis yang berhubungan dengan suatu peristiwa atau aktivitas tertentu. Dalam mengkaji dokumen tidak hanya mencatat apa yang tertulis, tetapi juga berusaha menggali dan menangkap makna yang tersirat dari dokumen tersebut.

Adapun dokumen dan arsip yang digunakan peneliti sebagai sumber data adalah:

a. Silabus, RPP dan Jurnal kegiatan pendidikan budi pekerti (Lampiran no. 2) b. Data jumlah pelanggaran siswa

c. Penanganan siswa yang melanggar tata tertib d. Raport siswa

e. Pembagian tugas tenaga edukatif dan non edukatif

D. Teknik Sampling

Sampel dalam suatu penelitian merupakan hal yang penting dalam memperoleh data dan bahan pengolahan data. Dalam suatu penelitian kualitatif sering kali peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling. Menurut Goetz dan Le Compte (dalam H.B. Sutopo, 2002: 185) bahwa “Purposive Sampling yaitu teknik mendapatkan sampel dengan memilih individu-individu yang dianggap mengetahui informasi dan masalahnya secara mendalam dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data”.

Jadi dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling adalah sampel dengan memilih siswa-siswa yang melakukan penyimpangan perilaku minuman keras sebanyak 10 siswa, 3 guru pendidikan budi pekerti kelas VII, VIII, dan IX serta koordinator bidang kurikulum yang dianggap mengetahui

commit to user

39

informasi dan masalah yang berkaitan dengan penelitian, dengan populasi adalah seluruh anggota SMP Negeri 14 Surakarta. Teknik ini digunakan karena dipandang mampu menangkap kedalaman data yang akan digali dari informan kunci.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara-cara operasional yang ditempuh oleh penulis untuk memperoleh data yang diperlukan. Berhasil tidaknya suatu penelitian tergantung pada data yang obyektif. Oleh karena itu sangat perlu diperhatikan teknik pengumpulan data yang dipergunakan sebagai alat pengambil data. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang diperlukan adalah :

1. Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Menurut Lexy J. Moleong (2008: 186) mengatakan bahwa, “Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviwer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (responden) yang memberikan jawaban atas pertanyaan”.

Peneliti dalam hal ini menggunakan teknik wawancara mendalam secara terbuka. Wawancara dalam penelitian ini menggunakan cara antara lain:

a. Menggunakan metode diskusi yaitu antara informan dengan peneliti.

b. Peneliti memberikan pertanyaan kepada informan mengenai pokok permasalahan.

c. Informan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh peneliti

d. Peneliti memberikan feedback atas jawaban dari informan mengenai permasalahan yang belum jelas.

e. Informan kembali menjelaskan feedback dari peneliti.

f. Sebelum mengakhiri wawancara, peneliti kembali menegaskan jawaban yang diberikan oleh informan serta peneliti menanyakan kembali jawaban yang peneliti belum pahami.

g. Wawancara diakhiri setelah peneliti benar-benar mendapatkan data yang dianggap peneliti dapat mendukung penelitiannya.

Adapun panduan wawancara dengan informan di atas dapat dilihat pada lampiran no. 3, catatan lapangan dengan koordinator kurikulum, catatan lapangan

dengan guru pendidikan budi pekerti dan catatan lapangan dengan siswa yang melakukan minuman keras secara urut dapat dilihat pada lampiran no. 4, lampiran no. 5, dan lampiran no. 6. Sedangkan gambar kegiatan penelitian tersebut dapat dilihat pada lampiran no. 7.

2. Observasi

Observasi dilakukan peneliti dengan cara mengamati kondisi sosial pelaku dalam hal ini siswa yang di wawancara. Peneliti menggunakan observasi berperan pasif terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar SMP Negeri 14 Surakarta dengan mencatat berbagai hal yang dianggap perlu untuk mendukung penelitian ini.

3. Analisis Dokumen

Dalam teknik dokumentasi peneliti melakukan telaah kepustakaan dan

content analysis. Menurut H.B Sutopo (2002: 69) berpendapat bahwa “Mencatat

dokumen disebut juga content analysis dan yang dimaksud bahwa peneliti bukan hanya sekedar mencatat isi penting yang tersurat dalam dokumen atau arsip tetapi juga tentang maknanya yang tersirat”.

Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah silabus, RPP dan jurnal pendidikan budi pekerti, data jumlah pelanggaran siswa, penanganan siswa yang melanggar tata tertib, raport siswa dan pembagian tugas tenaga edukatif dan non edukatif. Peneliti melakukan analisis mengenai efektivitas pendidikan budi pekerti melalui dokumen yang ada dan dianggap penting yang mendukung hasil penelitian.

F. Validitas Data

Validitas data adalah keabsahan data yang diperoleh di dalam penelitian atau suatu data yang diakui kebenarannya. Jadi dalam penelitian ini untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, maka uji validitas datanya dapat dilakukan berbagai cara yaitu: trianggulasi, informan review dan member chek.

1. Trianggulasi

Menurut Patton yang dikutip oleh H.B. Sutopo (2002: 78-82) trianggulasi data ada 4 (empat) macam yakni “Trianggulasi data, trianggulasi metode, trianggulasi peneliti, dan trianggulasi teori”.

commit to user

41

Hal tersebut dijelaskan sebagai berikut:

1. Trianggulasi data atau trianggulasi sumber, artinya data yang sama atau sejenis akan lebih mantap kebenarannya bila digali dari beberapa sumber yang berbeda.

2. Trianggulasi metode, jenis trianggulasi ini bisa dilakukan oleh seorang peneliti dengan mengumpulkan data sejenis tetapi dengan menggunakan teknik dan metode yang berbeda.

3. Trianggulasi peneliti, yaitu hasil penelitian baik data atau simpulan mengenai bagian tertentu atau keseluruhannya bisa diuji validitasnya dari beberapa peneliti.

4. Trianggulasi teori, triangulasi ini dilakukan peneliti dengan menggunakan perspektif lebih dari satu teori dalam membahas permasalahan yang dikaji.

Untuk memperoleh validitas data, peneliti menggunakan teknik trianggulasi data, dimana data penelitian diambil dari berbagai sumber yang berbeda dengan memanfaatkan berbagai informasi, yaitu dari informan, peristiwa atau aktivitas, dokumen atau arsip untuk menghasilkan data yang sejenis. Disamping itu peneliti juga menggunakan teknik trianggulasi metode yaitu dengan cara mengumpulkan data sejenis tetapi dengan menggunakan teknik atau metode pengumpulan data yang berbeda. Dalam hal ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Dengan demikian maka data yang satu dengan yang lainnya akan dapat saling melengkapi dan sekaligus mengujinya sehingga dalam hasil akhir nantinya data yang diperoleh mencerminkan suatu kenyataan yang dapat dipertanggung jawabkan.

Adapun yang menjadi alasan untuk memilih trianggulasi data dan trianggulasi metode adalah untuk menutup kemungkinan adanya kekurangan data dari salah satu sumber dan metode, maka dapat dilengkapi dengan data dari sumber atau data yang dikumpulkan dengan metode lain.

Adapun trianggulasi data pada penelitian ini dapat dilihat pada lampiran no. 8, sedangkan hasil trianggulasi metode dapat dilihat pada lampiran no. 9.

2. Informan Review

Informan review yaitu laporan penelitian direview oleh informan (key

informan) khususnya kegiatan informan untuk mengetahui apakah yang ditulis

merupakan sesuatu yang disetujui mereka atau tidak. 3. Member Chek

Penelitian ini selain menggunakan trianggulasi dan informan review belum dirasakan cukup untuk membuktikan bahwa data yang diperoleh dalam penelitian tersebut benar-benar valid. Untuk itu masih menggunakan member chek sehingga laporan hasil penelitian diperiksa oleh kelompok atau peneliti lain untuk mendapatkan pengertian yang tepat atau mencantumkan kekurangan untuk lebih dimantapkan.

G. Analisis Data

Lexy J. Moleong (2008: 280) menyatakan bahwa “Analisis data adalah proses mengorganisasikan data kedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema dan tempat dirumuskan hipotesis kerja seperti disarankan oleh data”. Adapun komponen utama dalam proses analisis ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.

1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan kegiatan yang digunakan untuk memperoleh informasiberupa kalimat-kalimat yang dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara, dan dokumen. Data yang diperoleh masih berupa data mentah yang tidak teratur, sehingga diperlukan analisis agar data menjadi teratur.

2. Reduksi Data

H.B. Sutopo (2002: 92) berpendapat bahwa “Reduksi data adalah bagian dari proses analisis, yang mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuang hal-hal yang tidak penting dan mengatur data sedemikian rupa sehingga simpulan penelitian dapat dilakukan”.

3. Sajian Data

Sajian data merupakan rakitan dari organisasi informasi yang memungklinkan kesimpulan riset dapat dilakukan. Sajian data dapat berupa

commit to user

43

matriks, gambar atau skema, jaringan kerja kegiatan dan tabel. Semuanya dirakit secara teratur guna mempermudah pemahaman informasi.

4. Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi

Penarikan kesimpulan diperoleh bukan hanya sampai pada akhir pengumpulan data, melainkan dibutuhkan suatu verifikasi yang berupa pengulangan dengan melihat kembali fieldnote (data mentah) agar kesimpulan yang diambil lebih kuat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Keempat komponen utama tersebut merupakan suatu rangkaian dalam proses analisis data yang satu dengan yang lain sehingga tidak dapat dipisahkan, dimana komponen yang satu merupakan langkah menuju komponen yang lainnya, sehingga dapat dikatakan bahwa dalam penelitian kualitatif tidak bisa mengambil salah satu komponen saja. Penarikan kesimpulan merupakan hasil dari suatu proses penelitian yang tidak dapat terpisahkan dari proses sebelumnya, karena merupakan satu kesatuan.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam bagan berikut ini :

Gambar 2. Analisis Data Model Interaktif

H. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi langkah-langkah sebagai berikut :

1 Pengumpulan Data 4 Verifikasi/pengambilan kesimpulan 3 Sajian Data 2 Reduksi Data

1. Persiapan

Tahap ini terbagi menjadi dua kegiatan meliputi : a. Mengurus perijinan penelitian.

b. Menyususun protokol penelitian, pengembangan pedoman pengumpulan data dan menyusun jadwal kegiatan penelitian.

2. Pengumpulan Data Tahap ini terbagi menjadi tiga kegiatan meliputi :

a. Mengumpulkan data di lokasi studi dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, dan mencatat serta menyimpan dokumen.

b. Melakukan review dan pembahasan beragam data yang telah terkumpul. c. Memilah dan mengatur data sesuai kebutuhan.

3. Analisis Data

Tahap ini terbagi menjadi empat kegiatan meliputi :

a. Menentukan teknik analisa data yang tepat sesuai proposal penelitian

b. Mengembangkan sajian data dengan analisis lanjut kemudian di cross check kan dengan temuan di lapangan

c. Setelah dapat data yang sesuai intensitas kebutuhan maka dilakukan proses verifikasi dan pengayaan dengan mengkonsultasikan dengan orang yang dianggap lebih ahli

d. Setelah selesai, baru dibuat simpulan akhir sebagai temuan penelitian 4. Penyusunan Laporan Penelitian

Tahap ini terbagi menjadi tiga kegiatan meliputi : a. Penyusunan laporan awal

b. Review laporan: dengan melakukan pengecekan ulang laporan yang telah tersusun bilamana terdapat kekeliruan atau kesalahan untuk kemudian dilakukan perbaikan laporan

commit to user

45 BAB IV