METODE PENELITIAN
3.1. J enis Penelitian
Menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong (2006:4), mendefinisikan “metode kualitatif” sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data diskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
Sejalan dengan definisi tersebut, Kirk dan Miller dalam Moleong (2006:4), mendefinisikan penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dalam kawasannya maupun dalam peristilahnya.
Pada penelitian kualitatif deskriptif ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang mendalam tentang Dampak Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Bank Sampah (Studi di Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya). Alasan peneliti memilih metode kualitatif karena metode ini sesuai dengan judul penelitian yang berusaha menggambarkan dan menjelaskan tentang Dampak Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Bank Sampah sehingga mampu memberi manfaat positif bagi masyarakat baik secara sosial dan ekonomi.
Sehingga dalam penelitian ini, penulis berusaha menggambarkan dan ingin mengetahui tentang Dampak Pemberdayaan Masyarakat melalui Bank Sampah
(Studi di Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya).
3.2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah merupakan tempat dimana peneliti untuk mendapatkan keadaan sebenarnya dari obyek yang diteliti guna memperoleh data yang valid. Agar mendapatkan data yang valid dan mendekati kebenaran sesuai dengan fokus penelitian, maka peneliti memilih lokasi penelitian ini dilakukan di Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya.
Pemilihan lokasi penelitian ini ditentukan secara “purposive”, yaitu didasarkan pada pertimbangan bahwa, di RW I Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya terdapat Bank sampah yang dijadikan sebagai tempat mengumpulkan berbagai macam sampah yang telah dipisah- pisahkan sesuai dengan jenisnya untuk disetorkan ke tempat pengepul sampah. 3.3. Fokus Penelitian
Obyek kajian dalam penelitian ini adalah realitas sosial atau fakta tentang Dampak Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Bank Sampah (Studi di Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya. Dalam pengelolaan sampah dilaksanakan dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat agar peduli terhadap kebersihan yang dilakukan di Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Tambak. Sesuai petunjuk teknis pengelolaan sampah dalam bentuk pemberdayaan
memberikan dampak ekonomi dan dampak sosial selanjutnya menjadi fokus dalam penelitian.
Fokus penelitian dalam penelitian kualitatif merupakan batas yang harus
dilalui oleh seorang peneliti dalam melaksanakan suatu penelitian (Moleong, 2006: 97). Berkaitan dengan hal itu, bahwa fokus penelitian pada dasarnya yaitu masalah pokok yang bersumber dari pengalaman peneliti/melalui pengetahuan yang diperolehnya melalui kepustakaan ilmiah ataupun kepustakaan lainnya Menurut Moleong (2006:94-95) penetapan fokus atau masalah dalam penelitian kualitatif bagaimana pun akhirnya akan dipastikan sewaktu peneliti sudah berada di arena atau lapangan penelitian. Dengan kata lain, walaupun rumusan masalah sudah cukup baik dan telah dirumuskan atas dasar penelaahan kepustakaan dan dengan ditunjang oleh sejumlah pengalaman tertentu, bisa terjadi situasi di lapangan tidak mungkin peneliti untuk meneliti masalah itu. Dengan demikian kepastian tentang focus dan masalah itu yang menentukan adalah keadaan dilapangan. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah Dampak Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bank Sampah di Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya maka dapat disimpulkan yang menjadi fokus dalam penelitian ini:
1. Dampak Ekonomi
Dampak ekonomi yaitu peningkatan kemampuan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat secara ekonomi malalui pengelolaan sampah hingga memberikan manfaat yaitu :
a. Menambah pendapatan : bagi nasabah, bagi pengurus, dan bagi Bank Sampah Bintang Mangrove.
b. Menambah jumlah tabungan setiap nasabah yang diperoleh dari penyetoran sampah pada Bank Sampah Bintang Mangrove.
2. Dampak Sosial
Dampak Sosial adalah perubahan cara pandang masyarakat dan motivasi untuk maju setelah mengikuti program pemberdayaan sehingga merubah pandangan masyarakat terhadap sampah, yang dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Pola pikir masyarakat terhadap pemilahan sampah, keikutsertaan masyarakatdalam mengaktifkan kegiatan bank sampah dan pola pikir masyarakat terhadap lingkungan dengan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
b. Merubah persepsi negatif terhadap pemulung. 3.4. Sumber dan J enis Data
Menurut Lofland dalam Moleong (2006: 157), sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah berupa kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain.
1. Kata-kata dan Tindakan
Kata-kata dan tindakan Ketua Bank Sampah Bintang Mangrove, Kader Linkungan Kelurahan Gunung Anyar Tambak dan Nasabah Bank Sampah Bintang Mangrove merupakan sumber utama. Sumber data utama dicatat melalui catatan tertulis atau melalui perekaman video/audio tapes, pengambilan foto, atau film.
2. Sumber Tertulis
Dilihat dari segi sumber data, bahan tambahan yang berasal dari sumber tertulis dapat dibagi atas sumber buku dan majalah ilmiah, sumber dari arsip, dokumen pribadi, dan dokumen resmi.
3. Foto
Foto menghasilkan data deskriptif yang cukup berharga dan sering digunakan untuk menelaah segi-segi subyektif dan hasilnya sering dianalisis secara induktif. Foto tentang kader lingkungan Kelurahan Gunung Anyar Tambak dan nasabah Bank Sampah yang sedang beraktivitas, foto wawancara dengan
keyperson, Ketua Bank Sampah Bintang Mangrove dan Nasabah Bank
Sampah Bintang Mangrove .
4. Data Statistik
Data statistik tersedia sebagai sumber data tambahan bagi keperluannya. Statistik misalnya dapat membantu memberi gambaran tentang kecenderungan subjek pada latar penelitian
Adapun jenis data tambahan yang dapat dijadikan sebagai pendukung hasil penelitian yaitu berupa :
1. Data Primer
Yaitu data dan informan yang diperoleh secara langsung dari informan atau aktor pada saat dilaksanakan penelitian ini. Dalam hal ini data dan informasi mengenai Dampak Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya yang diperoleh dari Ketua Bank Sampah Bintang
Mangrove, Kader Lingkungan Kelurahan Gunung Anyar Tambak dan nasabah Bank Sampah Bintang Mangrove.
2. Data Sekunder
Yaitu data berupa dokumen-dokumen, laporan-laporan dan arsip-arsip tentang Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya yang ada relevansinya dengan penelitian ini.
3.5. Informan dan Teknik Penarikan Informan
Informan adalah orang dalam pada latar penelitian. Fungsinya sebagai orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Pemanfaatan informan bagi penelitian ialah agar dalam waktu yang relatif singkat banyak informasi yang terjangkau. (Basrowi, 2008: 86).
Menurut Lofland dalam Moleong (2006:157) sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah sebagai berikut :
1. Informan Kunci (Key Informan )
Informan kunci dalam penelitian ini yaitu Ibu Chusniyati sebagai Kader Lingkungan Kelurahan Gunung Anyar Tambak dimana pemilihannya secara
purposive sampling dan diseleksi melalui teknik snowball sampling yang didasarkan atas subyek yang menguasai permasalahan, memiliki data dan bersedia memberikan data yang benar-benar relevan dan kompeten. Sebagai informan awal adalah Kader Lingkungan Kelurahan Gunung Anyar Tambak. Sedangkan informan selanjutnya diminta kepada informan awal untuk
menunjuk orang lain yang dapat memberikan informasi, maka untuk triangulasi data tersebut informan tersebut ditemukan dengan cara snow ball. 2. Tempat dan Peristiwa
Tempat dan peristiwa yaitu dimana pemberdayaan masyarakat dilakukan dan berbagai peristiwa atau keadaan yang berkaitan dengan masalah atau fokus penelitian antara lain dampak pemberdayaan melalui bank sampah yang meliputi dampak ekonomi dan dampak sosial.
3. Dokumen
Dokumen sebagai sumber data yang sifatnya melengkapi data utama yang relevan dengan masalah dan fokus penelitian antara lain meliputi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku mengenai Pengelolaan Sampah, mengenai data monografi Kelurahan Gunung Anyar Tambak. mengenai jumlah sampah yang dikelola dan pendapatan yang dihasilkan dari pengelolaaannya dalam setiap bulannya.
Informan, yaitu seseorang yang dapat memberikan informasi yang akurat mengenai permasalahan, memiliki data dan bersedia memberikan data yang benar-benar relevan dan berkompeten dengan masalah penelitian. Adapun informan yang dapat memberikan informasi diantaranya adalah Ketua Bank Sampah Bintang Mangrove, Kader Lingkungan Kelurahan Gunung Anyar Tambak, dan nasabah Bank Bintang Mangrove.
3.6. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : 1. Observasi
Yaitu mengadakan pengamatan secara langsung terhadap obyek yang diteliti dan mencatat data-data yang diperlukan.
2. Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data bila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti. Penelitian ini dengan wawancara kepada Ketua Bank Sampah Bintang Mangrove, Kader Lingkungan Kelurahan Gunung Anyar Tambak dan nasabah Bank Sampah Bintang Mangrove.
3. Dokumentasi
Yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan pencatatan secara sistematik atas data-data atau arsip-arsip, laporan-laporan yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti dan dimaksudkan untuk memperoleh informasi dari instansi yang menjadi objek penelitian.
3.7. Teknik Analisis Data
Menurut Miles dan Huberman (1992: 16-20), teknik analisa data kualitatif terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berikut uraian mendalam tentang tiga alur kegiatan teknik analisa data kualitatif :
1. Reduksi Data
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan tertulis di lapangan. Reduksi data berlangsung secara terus menerus selama proyek yang berorientasi kualitatif berlangsung. Sebelum data terkumpul antisipasi akan adanya reduksi data sudah nampak waktu penelitinya memutuskan kerangka konseptual wilayah penelitian, permasalahan penelitian dan pendekatan pengumpulan data yang dipilihnya. Selama pengumpulan data berlangsung, terjadilah tahapan reduksi selanjutnya ( membuat ringkasan, mengkode, menelusur tema, membuat gugus, membuat partisi, menulis memo). Reduksi data atau proses transformasi ini berlanjut terus sesudah penelitian lapangan, sampai laporan akhir lengkap tersusun.
Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan,
menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan
mengorganisasikan data dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat ditarik kesimpulan atau verifikasi. Data kualitatif dapat disederhanakan dan ditransformasikan dalam aneka macam cara: melalui seleksi yang ketat, melalui ringkasan atau uraian singkat, menggolongkannya dalam satu pola yang lebih luas 2. Penyajian Data
Alur yang kedua dari kegiatan analisi adalah penyajian data. Sebagaimana halnya dengan reduksi data, penciptaan dan penggunaan penyajian data merupakan bagian dari analisis data. Penyajian data sebagai sekumpulan
informasi tersusun yang member kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan mengambil tindakan.
3. Penarikan Kesimpulan (Verifikasi)
Kegiatan analisis yang ketiga adalah menarik kesimpulan atau verifikasi. Dari permulaan pengumpulan data, penganalisis kualitatif mulai mencari arti benda- benda mencatat keteraturan, pola-pola, kejelasan, kongfigurasi-kongfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat dan proposisi. Kesimpulan final tidak muncul sampai pengumpulan data berakhir, berganntung pada besarnya kumpulan catatan lapangan,pengkodeannya, penyimpanan, dan metode pencari ulang yang digunakan, kecakapan peneliti, dan tuntutan pemberi dana, tetapi seringkali kesimpulan telah dirumuskan sebelumnya sejak awal. Penarikan kesimpulan sebagian dari satu kegiatan dari kongfigurasi yang utuh. Kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung.
Proses analisis data model interaktif dapat disajikan dalam bentuk skema : Gambar 3.1.
Analisis Data Model Interaktif Miles Dan Huber man
Sumber : Data Analisa Kualitatif Miles dan Huberman (1992: 20)
Terjemahan dari Tjetjep Rohendi Rohidin
Berdasarkan gambar diatas menunjukkan bahwa analisis data kualitatif merupakan upaya yang berlanjut, berulang dan terus-menerus. Masalah reduksi
data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi menjadi gambaran keberhasilan secara berurutan sebagai rangkaian kegiatan analisis yang saling susul menyusul. Namun dua hal lainnya itu senantiasa merupakan bagian dari lapangan.
Analisi kualitatif perlu didokumentasikan sebagai suatu proses yang jauh lebih mendalam dari pada yang telah dilakukan saat ini. Hal ini diperlukan tidak hanya bagi tujuan pemeriksaan usaha analisis, tetapi juga bagi tujuan belajar. Sebagai peneliti kualitatif, peneliti perlu memahami apa yang sedang berlangsung pada saat menganalisis data, dengan demikian peneliti dapat mengembangkan metode- metode yang dapat dijabarkan lebih umum lagi.
3.8. Keabsahan Data
Dalam setiap penelitian memerlukan standar untuk melihat derajat kepercayaan atau kebenaran dari hasil penelitiannya. Dalam penelitian kualitatif, standar tersebut disebut dengan keabsahan data. Menurut Lincoln dan Guba (dalam Moleong, 2006:324). Untuk menetapkan keabsahan data maka diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas empat kriteria yang digunakan yaitu :
1. Derajat Kepercayaan (Credibility)
Pada dasarnya penerapan kriterium derajat kepercayaan menggantikan konsep validitas internal dari nonkualitatif. Kriterium ini berfungsi untuk melakukan inkuiri (penyelidikan) sedemikian rupa, sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai serta untuk menunjukkan derajat kepercayaan hasil-
hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti.
2. Keteralihan (Transferability)
Keteralihan sebagai persoalan empiris yang bergantung pada kesamaan antara konteks pengirim dan penerima. Untuk melakukan pengalihan tersebut seorang peneliti hendaknya mencari dan mengumpulkan kejadian empiris tentang kesamaan konteks. Dengan demikian peneliti bertanggung jawab untuk menyediakan data deskriptif secukupnya, jika ia ingin membuat penelitian kecil untuk memastikan usaha memverifikasi tersebut.
3. Kebergantungan (Dependability)
Merupakan substitusi istilah reabilitas dalam penelitian nonkualitatif. Pada cara nonkualitatif, reabilitas ditunjukkan dengan jalan mengadakan replikasi studi, yaitu dengan diadakan beberapa kali pengulangan studi dalam suatu kondisi yang sama hasilnya secara esensial sama maka dapat dikatakan reliabilitasnya tercapai. Di samping itu terjadi pula ketidakpercayaan pada instrument penelitian, Peneliti sebagai instrument penelitian bisa saja membuat kesalahan karena keterbatasan yang dimiliki atau bisa juga karena keletihan, untuk itu digunakan kriterium ini dimana konsepnya lebih luas dari pada reliabilitas. Hal tersebut disebabkan oleh peninjauannya dari segi bahwa konsep itu memperhitungkan segala-galanya, yaitu yang ada pada reliabilitas itu sendiri ditambah faktor-faktor lainnya yang tersangkut. Hal tersebut akan dibahas dalam konteks pemeriksaan.
4. Kepastian (Conformability)
Kepastian di sini adalah bahwa sesuatu itu obyektif atau tidak bergantung pada persetujuan beberapa orang terhadap pandangan, pendapat, dan penemuan seseorang. Sesuatu yang obyektif berarti dapat dipercaya, faktual dan dapat dipastikan.