• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian

Dalam dokumen DEPARTEMEN HUKUM EKONOMI (Halaman 33-39)

BAB I : PENDAHULUAN

F. Metode Penelitian

Penelitian (research) sesuai dengan tujuannya dapat di defenisikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Dimana usaha tersebut dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Pelajaran yang memperbincangkan metode-metode-metode-metode ilmiah untuk penelitian (reaserch) disebut metodologi reaserch atau metodologi penelitian.20

Adapun peranan metodologi dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, sebagai berikut:

a. Menambah kemampuan para ilmuan untuk mengadakan atau melaksanakan penelitian secara lebih baik;

b. Memberikan kemungkinan yang lebih besar, untuk meneliti hal-hal yang diketahui;

18 Ade Maman Suherman, Aspek Hukum Dalam Ekonomi Global, (Bogor: Ghalia Indonesia 2004), hlm. 181.

19 Ibid., hlm. 183-184.

20 Muslan Abdurrahman, Sosiologi dan Metode Penelitian Hukum, (Malang: UMM Press 2009), hlm. 91.

c. Memberikan kemungkinan yang lebih besar untuk melakukan penelitian disipliner;

d. Memberikan pedoman untuk mengorganisasikan serta mengintegrasikan pengetahuan, mengenai masyarakat.21

Penelitian hukum merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode, sistematika, dan pemikiran tertentu, yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala hukum tertentu dengan jalan menganalisisnya, kecuali itu, juga diadakan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta hukum tersebut untuk kemudian mengusahakan suatu pemecahan atas permasalahan-permasalahan yang timbul di dalam gejala yang bersangkutan. 22

Menurut Soerjono Soekanto penelitian hukum merupakan suatu kegiatan ilmiah, yang didasarkan pada metode, sistematika, dan pemikiran tertentu, yang bertujuan untuk mempelajari sesuatu atau beberapa gejala hukum tertentu, dengan jalan menganalisisnya. Disamping itu, juga diadakan pemeriksaan yang mendalam terhadap factor hukum tersebut, untuk kemudian mengusahakan suatu pemecahan atas permasalahan-permasalahan yang timbul di dalam gejala yang bersangkutan.23

Untuk melengkapi penulisan skripsi ini agar tujuan dapat lebih terarah dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, maka metode penulisan yang digunakan antara lain:

21 Soejorno Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia, cet 3 1986), hlm. 7.

22 Zainuddin Ali, Metode Penelitian Hukum, (Jakarta: Sinar Grafika 2009), hlm.14.

23 Ibid., hlm. 18.

1. Jenis Penelitian

Penyusunan skripsi ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dimana penelitian terhadap identifikasi hukum dimaksudkan untuk mengetahui hukum yang tidak tertulis berdasarkan hukum yang berlaku di dalam masyarakat.

Dalam penelitian ini penulis harus berhadapan dengan masyarakat yang menjadi objek penelitian sehingga banyak peraturan yang tidak tertulis berlaku di masyarakat. 24

Penelitian yuridis empiris ini terdiri dari kata yuridis yang berarti hukum dilihat sebagai norma atau das sollen, karena dalam membahas permasalahan penelitian ini menggunakan bahan-bahan hukum (baik hukum yang tertulis maupun hukum yang tidak tertulis atau baik bahan hukum primer atau pun bahan hukum sekunder). Dan juga berasal dari kata empiris yang berarti hukum sebagai kenyataan sosial, kultural, atau das sein, karena dalam penelitian ini digunakan data primer yang diperoleh dari lapangan. Jadi, pendekatan yuridis empiris dalam penelitian ini maksudnya dalah bahwa dalam menganalisis permasalahan dengan cara memadukan bahan-bahan hukum (yang merupakan data sekunder) dengan data primer yang diperoleh dari lapangan.25

2. Sifat Penelitian

24 Ibid., hlm. 30-31.

25 Puspitasari devi, Pengertian Penelitian Yuridis Empiris, diakses dari https://id.scribd.com/document/329398499/Pengertian-Penelitian-Yuridis-Empiris, pada 18 Februari 2020 pukul 00.50 WIB.

Penulisan ini bersifat deskriptif analitis, yang mengungkapkan aturan perundang-undangan yang berkaitan dengan teori-teori hukum yang menjadi objek penelitian. Demikian juga hukum dalam pelaksanaannya dimasyarakat yang berkenaan dengan objek penelitian.26 Dimana dalam penelitian ini menggambarkan, menganalisa penerapan ataupun pengimplementasian POJK No.

77/POJK.01/2016 terhadap perusahaan fintech yang beredar dikalangan mahasiswa fakultas hukum USU.

3. Sumber Data

Sumber data yang digunakan di penelitian ini terdiri atas 2 yaitu:

a. Data Primer, yaitu data yang di peroleh langsung dari sumbernya baik melalui wawancara, observasi maupun laporan dalam bentuk dokumen tidak resmi yang kemudian diolah peneliti. Dalam penulisan ini penulis menggunakan teknik wawancara dan membagikan kusioner online dan kusioner langsung dalam memperoleh data.

b. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dari dokumen-dokumen resmi,buku-buku yang berhubungandengan objek penelitian,hasil penelitian dalam bentuk laporan, skripsi, tesis, disertasi dan peraturan perundang-undangan. Data sekunder meliputi:

1) Bahan Hukum Primer yaitu, Undang-Undang Nomor. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang Nomor. 11 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, Undang-Undang Nomor. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang

26 Zainuddin Ali, Op.Cit., hlm. 105.

Nomor. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Peraturan Pemerintah Nomor. 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor.

77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan, Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran, Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/12/PBI/2017 Tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial.

2) Bahan Hukum Sekunder yaitu, berupa buku-buku yang berkaitan dengan judul skripsi, hasil penelitian, laporan-laporan, dan sebagainya yang di peroleh baik melalui media cetak ataupun media elekronik.

3) Bahan Hukum Tersier yaitu, mencakup bahan yang memberi petunjuk-petunjuk dan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti: kamus, jurnal ilmiah dan bahan-bahan yang relevan dengan penulisan skripsi ini.

4. Metode Pengumpulan Data

Di dalam pengumpulan data ada beberapa metode yang digunakan oleh peneliti yaitu antara lain:

a) Metode Penelitian Kepustakaan

Penelitian kepustakaan (library research) yaitu serangkain usaha memperoleh data dengan jalan membaca, menelaah, mengklarifikasi, mengidentifikasi, dan dilakukan pemahaman terhadap bahan-bahan hukum yang berupa peraturan perundang-undangan serta buku-buku literatur yang ada relevansinya dengan permasalahan peneliti.27 Hasil dari kegiatan pengkajian tersebut kemudian dibuat ringkasan secara sistematis sebagai inti sari hasil pengkajian studi dokumen. Tujuan dari teknik dokumentasi ini adalah untuk mencari konsepsi-konsepsi, teori-teori, pendapat-pendapat, atau penemuan-penemuan yang berhubungan dengan permasalahan penelitian.28

b) Metode Penelitian Lapangan

Data dari metode ini diperoleh melalui pendapat-pendapat dari responden atau objek peneliti. Dalam hal ini di tahap awal peneliti memperoleh data dari Kusioner yang memuat beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan objek yang akan di teliti dan dibagikan secara online oleh mahasiswa Fakultas Hukum USU melalui grup-grup chat yang terdapat di social media dan memperoleh 22 responden, akan tetapi dari respon tersebut beberapa data tidak sesuai dan tidak dapat digunakan. Sehingga, tahap selanjutnya peneliti membagikan kuisioner secara langsung yang berkaitan dengan objek dari penelitian ini dan setelah penulis teliti maka diperoleh data yang valid sebanyak 23

27 Edy Ikhsan dan Mahmul Siregar, Metode Penelitian dan Penulisan Hukum Sebagai Bahan Ajar, (Medan: Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, 2009), hlm. 54

28 Ibid.

responden sudah merupakan data dari kusioner online dan yang dibagikan secara langsung.

5. Metode Analisis Data

Dalam penelitian ini berdasarkan sifat penelitian yang menggunakan metode penelitian bersifat deskriptif analitis. Selanjutnya data dianalisa secara kualitatif untuk mencapai kejelasan masalah yang di bahas, yaitu dengan:

a. Mengumpulkan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan tersier yang relevan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini.

b. Melakukan pemilihan terhadap bahan-bahan hukum relevan tersebut diatas agar sesuai dengan masing-masing permasalahan yang dibahas.

c. Mengolah data guna mendapatkan kesimpulan dari permasalahan.

d. Memaparkan kesimpulan, yang dalam hal ini adalah kesimpulan kualitatif, yaitu kesimpulan yang dituangkan dalam bentuk pernyataan dan tulisan.

Dalam dokumen DEPARTEMEN HUKUM EKONOMI (Halaman 33-39)

Dokumen terkait