• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini merupakan penelitian survei. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Lokasi penelitian ini dilakukan di kota Bogor. Penelitian dilakukan di lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga. Pemilihan tempat ini didasarkan pada tingginya aktivitas dari mahasiswa bidang gizi Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) di kampus IPB Darmaga Bogor. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret 2008.

Cara Pengambilan Contoh

Contoh dalam penelitian ini adalah mahasiswa bidang gizi Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekologi Manusia IPB yang terdiri dari tiga kelompok, yaitu mahasiswa bidang gizi Fakultas Pertanian IPB tingkat 4 (Phassing Out) serta mahasiswa bidang gizi Fakultas Ekologi Manusia IPB tingkat 3 dan 2. Jumlah populasi yang akan diteliti berjumlah 210 orang. Dalam penentuan jumlah contoh digunakan rumus Isaac dan Michael.

. . . . .

Dimana :

Jumlah contoh

% = 1.1 , diasumsikan kesalahan sebesar 10%

Jumlah populasi (210) 50% = 0.5

1 - P = 1 - 0.5 = 0.5

5% = 0.05

Jumlah contoh minimum yang didapat dari perhitungan dengan menggunakan rumus di atas, yaitu 118 orang dari populasi yang akan diteliti. Populasi yang akan diteliti terbagi menjadi 4 kelompok berdasarkan tingkat pendidikan di perguruan tinggi, yaitu tingkat 4, 3, 2, dan 1. Oleh karena itu, diperlukan proporsi contoh yang tepat dari setiap kelompok tersebut. Tetapi dalam penelitian ini hanya mengambil contoh dari tingkat 4, 3, dan 2 karena contoh pada tingkat 1 belum mendapatkan mata kuliah bidang pangan dan gizi.

Perhitungan proporsi contoh sesuai kelompoknya dapat dilihat pada perhitungan dengan menggunakan rumus berikut :

Dimana :

ni = Jumlah contoh tiap kelompok sesuai tingkat pendidikan di perguruan tinggi

Ni = Jumlah populasi pada tiap kelompok populasi

N = Jumlah keseluruhan contoh (mahasiswa tingkat 4, 3, dan 2) n = Jumlah contoh

Tabel 1 Proporsi jumlah contoh tiap kelompok contoh sesuai tingkat pendidikan di perguruan tinggi

Kelompok Jumlah Jumlah contoh

Mahasiswa tingkat 4 69 39

Mahasiswa tingkat 3 71 41

Mahasiswa tingkat 2 70 40

Jumlah proporsi contoh sesuai jenis kelamin dapat diperoleh dari rumus sebagai berikut :

Dimana :

nij = Jumlah contoh tiap kelompok mahasiswa sesuai jenis kelamin

Nij = Jumlah populasi pada tiap kelompok mahasiswa sesuai jenis kelamin

Ni = Jumlah keseluruhan contoh (mahasiswa tingkat 4, 3, dan 2)

ni = Jumlah contoh dari setiap kelompok populasi

Tabel 2 Proporsi jumlah contoh tiap kelompok contoh sesuai jenis kelamin Kelompok Jenis kelamin Jumlah Jumlah contoh

Mahasiswa tingkat 4 Perempuan 63 35

Laki-laki 6 4

Mahasiswa tingkat 3 Perempuan 61 35

Laki-laki 10 6

Mahasiswa tingkat 2 Perempuan 63 36

Laki-laki 7 4

Jadi, jumlah contoh yang akan diteliti adalah 120 orang dengan pembagian 39 orang dari kelompok mahasiswa tingkat 4 (35 orang perempuan dan 4 orang laki-laki), 41 orang dari kelompok mahasiswa tingkat 3 (35 orang perempuan dan 6 orang laki-laki), dan 40 orang dari kelompok mahasiswa tingkat 2 (36 orang perempuan dan 4 orang laki-laki). Pengambilan contoh dilakukan dengan proportionate stratified random sampling.

Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer, meliputi karakteristik contoh (tingkat pendidikan di perguruan tinggi, alokasi pengeluaran untuk pangan, dan jenis kelamin), akses informasi pangan dan gizi, keikutsertaan pada organisasi dan seminar/pelatihan bidang pangan dan gizi, pengetahuan tentang pesan-pesan PUGS, sikap tentang pesan-pesan PUGS, dan praktek tentang pesan-pesan PUGS. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara memberikan kuesioner kepada contoh untuk diisi. Data sekunder yang dikumpulkan, meliputi nama mata kuliah bidang pangan dan gizi yang telah diikuti oleh contoh di perguruan tinggi serta nilai mutunya. Data sekunder diperoleh dari komisi pendidikan Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga dan Mayor Ilmu Gizi.

Pengolahan dan Analisis Data

Data primer dan data sekunder dianalisis secara deskriptif dan inferensia. Pada tahap awal, data yang diperoleh dilakukan proses editing, coding, dan entri data secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel 2007. Selanjutnya, data diolah dan dianalisis dengan menggunakan aplikasi komputer, yaitu Microsoft excel dan SPSS 13.0 for Windows.

Data primer dan sekunder yang terdiri dari karakteristik contoh (tingkat pendidikan di perguruan tinggi, alokasi pengeluaran untuk pangan, dan jenis kelamin), akses informasi pangan dan gizi, keikutsertaan pada organisasi dan seminar/pelatihan bidang pangan dan gizi, pengetahuan tentang pesan-pesan PUGS, sikap tentang pesan-pesan PUGS, praktek tentang pesan-pesan PUGS dan nama mata kuliah bidang pangan dan gizi yang telah diikuti contoh di perguruan tinggi beserta nilai mutunya diolah dengan menggunakan cara deskriptif dan inferensia.

Data karakteristik contoh. Data karakteristik contoh terdiri dari tingkat pendidikan di perguruan tinggi, alokasi pengeluaran untuk pangan, dan jenis kelamin. Terdapat tiga tingkat pendidikan contoh dalam perguruan tinggi, yaitu tingkat 4, tingkat 3, dan tingkat 2. Selain itu, alokasi pengeluaran untuk pangan contoh dibagi ke dalam empat kelompok antara lain < Rp. 200.000, Rp. 200.000- Rp. 399.999, Rp. 400.000-Rp. 599.999, dan Rp. 600.000-Rp. 800.000.

Pengelompokkan tersebut dihitung berdasarkan persentil.

Data Karakterisik orangtua. Karakteristik orangtua terdiri dari pendidikan dan pendapatan orangtua. Pendapatan orangtua dibagi ke dalam

empat kelompok, yaitu > Rp. 5.000.000, Rp. 5.000.000-Rp. 2.500.000, Rp. 2.499.999-1.000.000, < Rp. 1.000.000. Rentang pendapatan ini dilakukan sebelum data diperoleh.

Data pendidikan nonformal. Data pendidikan nonformal diukur dengan melihat keikutsertaan contoh dalam organisasi dan seminar/pelatihan bidang pangan dan gizi. Keikutsertaan contoh dalam organisasi bidang pangan dan gizi diukur dengan melihat jumlah organisasi yang pernah diikuti dan total masa jabatannya. Selain itu, keikutsertaan contoh dalam kegiatan seminar/pelatihan bidang pangan dan gizi diukur dengan melihat frekuensi dan durasi atau waktu dalam satuan jam.

Keikutsertaan dalam organisasi bidang pangan dan gizi dikelompokkan ke dalam tiga kategori. Tingkat keikutsertaan contoh dikatakan tinggi jika telah mengikuti organisasi selama 2.5-4 tahun, sedang jika 1-2.4 tahun, dan rendah jika < 1 tahun. Pengkategorian ini dihitung berdasarkan persentil.

Keikutsertaan dalam seminar/pelatihan bidang pangan dan gizi juga dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu tinggi jika telah mengikuti seminar/pelatihan selama 43-64 jam, sedang jika 21-42 jam, dan rendah jika < 21 jam. Pengkategorian ini dihitung berdasarkan persentil.

Data akses informasi. Data ini diukur dengan melihat lamanya contoh dalam memperoleh informasi mengenai pangan dan gizi selama dua minggu terakhir sebelum pengisian kuesioner. Lamanya akses informasi dilihat dari durasi contoh mengakses informasi mengenai pangan dalam satuan jam. Akses informasi contoh mengenai pangan dan gizi dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu tinggi jika 18-27 jam, sedang jika 9-17.9 jam, dan rendah jika < 9 jam. Pengkategorian ini dihitung berdasarkan persentil.

Data pendidikan formal. Data pendidikan formal terdiri dari jumlah mata kuliah bidang pangan dan gizi yang telah diikuti oleh contoh di perguruan tinggi dan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) dari semua mata kuliah tersebut. Nilai IPK dihitung dengan cara mengkonversikan nilai mutu setiap mata kuliah bidang pangan dan gizi dan dikalikan dengan jumlah sksnya. Nilai A dihitung 4, nilai B dihitung 3, nilai C dihitung 2, dan nilai D dihitung 1. Selanjutnya, total perhitungan tersebut dibagi dengan jumlah sks total mata kuliah bidang pangan dan gizi yang telah dipelajari. Data mata kuliah bidang pangan dan gizi yang telah dipelajari contoh beserta nilai mutunya diperoleh dari komisi pendidikan Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga dan Mayor Ilmu Gizi.

Data pengetahuan tentang pesan-pesan PUGS. Pengetahuan contoh tentang pesan-pesan PUGS ini diukur dengan pemberian skor pada jawaban pertanyaan dalam kuesioner yang diberikan. Pertanyaan mengenai pengetahuan gizi tentang PUGS yang diberikan berjumlah 25 buah yang terdiri dari 24 pertanyaan tertutup dan 1 pertanyaan terbuka. Di dalam pertanyaan terbuka, contoh diminta untuk menyebutkan ketiga belas pesan PUGS sedangkan pertanyaan tertutup terdiri dari 24 pertanyaan mengenai makna dari pesan-pesan PUGS. Duapuluh empat pertanyaan tersebut mewakili 13 pesan PUGS. Jenis pertanyaan pengetahuan tentang pesan-pesan PUGS dapat dilihat pada kuesioner (Lampiran 1). Skor penilaian untuk setiap pertanyaan adalah sebagai berikut:

0 = jawaban salah atau tidak dapat menjawab 1 = jawaban tepat

Oleh karena itu, untuk pertanyaan terbuka, skor 1 dibagi dengan 13 sehingga setiap pesan yang dapat disebutkan oleh contoh dengan lengkap dan benar mendapat nilai 0.076. Skor total dari pertanyaan mengenai pengetahuan contoh tentang pesan-pesan PUGS adalah 25. Contoh dikatakan memiliki pengetahuan yang baik tentang pesan-pesan PUGS apabila skor totalnya mencapai lebih dari 80% dari total skor, cukup jika antara 60-80% dari total skor, dan kurang jika skornya kurang dari 60% (Khomsan 2000).

Data sikap terhadap pesan-pesan PUGS. Sikap contoh terhadap pesan-pesan PUGS ini diukur dengan pemberian skor pada pernyataan yang diberikan pada contoh dalam kuesioner. Pemberian skor pada pernyataan berdasarkan skala likert, yaitu :

Pernyataan positif Pernyataan negatif 5 = sangat setuju (SS) 1 = sangat setuju (SS)

4 = setuju (S) 2 = setuju (S)

3 = ragu-ragu (RG) 3 = ragu-ragu (RG) 2 = tidak setuju (TS), dan 4 = tidak setuju (TS), dan 1 = sangat tidak setuju (STS) 5 = sangat tidak setuju (STS)

Apabila terdapat contoh yang tidak menyikapi pernyataan sikap tentang pesan-pesan PUGS, maka diberi skor 0. Jumlah pernyataan yang diberikan adalah 17 buah. Jenis pertanyaan mengenai sikap tentang pesan-pesan PUGS dapat dilihat pada kuesioner (Lampiran 1). Skor total dari pernyataan sikap ini, yaitu 85. Contoh dikatakan memiliki sikap yang baik tentang pesan-pesan PUGS

apabila skor totalnya mencapai lebih dari 80% dari total skor, cukup jika antara 60-80% dari total skor, dan kurang jika skornya kurang dari 60%.

Data praktek tentang pesan-pesan PUGS. Praktek contoh tentang pesan-pesan PUGS diukur dengan memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan praktek pesan-pesan PUGS. Jumlah pertanyaan yang diberikan adalah 20 buah. Pemberian skor dilakukan sesuai dengan frekuensi praktek contoh, yaitu tidak pernah (TP), kadang-kadang (KD), sering (SR), dan selalu (SL) dengan skor penilaian sebagai berikut :

Pernyataan positif Pernyataan negatif 0 = tidak pernah (TP) 3 = tidak pernah (TP) 1 = kadang-kadang (KD) 2 = kadang-kadang (KD) 2 = sering (SR), dan 1 = sering (SR), dan

3 = selalu (SL) 0 = selalu (SL)

Skor total dari pernyataan praktek ini, yaitu 60. Jenis pertanyaan mengenai praktek tentang pesan-pesan PUGS dapat dilihat pada kuesioner (Lampiran 1). Contoh dikatakan memiliki praktek yang baik tentang pesan-pesan PUGS apabila skor totalnya mencapai lebih dari 75% dari total skor, cukup jika antara 60-75% dari total skor, dan kurang jika skornya kurang dari 60%.

Kuesioner yang digunakan untuk memperoleh data sebelumnya telah diujikan pada 10% dari jumlah contoh. Uji coba yang dilakukan meliputi uji reliabilitas dan validitas. Variabel yang diujikan antara lain pengetahuan, sikap, dan praktek tentang pesan-pesan PUGS. Nilai alpha cronbach variabel-variabel tersebut berturut-turut adalah 0.8192, 0.6328, dan 0.7233. Sementara itu, uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan antara skor setiap pertanyaan dengan skor totalnya. Korelasi setiap pertanyaan > 0.3 (nilai kritis). Hal ini menandakan bahwa pertanyaan dapat dikatakan valid (Sugiyono 2004). Analisis statistik yang digunakan untuk mengolah data, antara lain :

1. Analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan variabel-variabel dalam penelitian.

2. Untuk melihat perbedaan antara pengetahuan, sikap, dan praktek tentang pesan-pesan PUGS pada kelompok contoh tingkat 4, 3, dan 2 dilakukan analisis uji beda Kruskal Wallis.

3. Untuk melihat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan praktek tentang pesan-pesan PUGS dilakukan uji korelasi Spearman.

4. Untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi praktek contoh tentang pesan-pesan PUGS dilakukan uji Regresi Logistik dengan metode backward wald. Model regresi logistik dalam penelitian ini, yaitu :

1

Ket.

π ( ) : praktek contoh tentang pesan-pesan PUGS (0=kurang baik, 1=baik) : eksponensial

β0 : konstanta

β1 – βn : koefisien regresi

1 : pengetahuan contoh tentang pesan-pesan PUGS baik (0 = tidak, 1 = ya) 2 : pengetahuan contoh tentang pesan-pesan PUGS cukup

(0 = tidak, 1 = ya)

3 : sikap contoh tentang pesan-pesan PUGS baik (0 = tidak, 1 = ya) 4 : sikap contoh tentang pesan-pesan PUGS cukup (0 = tidak, 1 = ya) 5 : jumlah alokasi pangan contoh tinggi (0 = < 500 rb, 1 = ≥ 500 rb/bln) 6 : jumlah alokasi pangan contoh cukup (300 rb-500 rb/bln)

(0 = tidak, 1 = ya)

7 : pendidikan ayah tinggi (0 = SLTA ke bawah, 1 = Perguruan tinggi) 8 : pendidikan ayah menengah (SLTP dan SLTA) (0 = tidak, 1 = ya) 9 : pendidikan ibu tinggi (0 = SLTA ke bawah, 1 = Perguruan tinggi) 10 : pendidikan ibu menengah (SLTP dan SLTA) (0 = tidak, 1 = ya) 11 : keikutsetaan contoh dalam organisasi bidang pangan dan gizi tinggi

(0 = tidak, 1 = ya)

12 : keikutsetaan contoh dalam organisasi bidang pangan dan gizi sedang

(0 = tidak , 1 = ya)

13 : keikutsertaan contoh dalam seminar/pelatihan bidang pangan dan gizi

tinggi (0 = tidak, 1 = ya)

14 : keikutsertaan contoh dalam seminar/pelatihan bidang pangan dan gizi

sedang (0 = tidak, 1 = ya)

15 : akses informasi pangan dan gizi contoh tinggi (0 = tidak, 1= ya) 16 : akses informasi pangan dan gizi contoh sedang (0 = tidak, 1 = ya) 17 : jumlah mata kuliah bidang pangan dan gizi tinggi (0 = tidak, 1 = ya) 18 : jumlah mata kuliah bidang pangan dan gizi sedang (5-15)

19 : IPK mata kuliah bidang pangan dan gizi tinggi (0 = < 2.75, 1 = ≥ 2.75) 20 :IPK mata kuliah bidang pangan dan gizi sedang (2.0-2.74)

(0 = tidak, 1 = ya)

21 : tingkat pendidikan contoh di PT tinggi (0 = tingkat 3 & 2, 1 = tingkat 4) 22 : tingkat pendidikan contoh di PT sedang (tingkat 3) (0 = tidak, 1 = ya) 23 : jenis kelamin (0 = perempuan, 1 = laki-laki)

Definisi Operasional

Contoh adalah mahasiswa laki-laki dan perempuan Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian (tingkat 4) dan Mayor Ilmu Gizi, Fakultas Ekologi Manusia, IPB (tingkat 3 dan 2). Pedoman umum gizi seimbang (PUGS) adalah tiga belas pesan gizi seimbang

yang dapat digunakan sebagai acuan bagi setiap individu untuk berperilaku gizi yang baik dan benar sesuai situasi dan kondisi kesehatan/gizi individu yang bersangkutan serta lingkungannya.

Alokasi pengeluaran untuk pangan adalah jumlah uang saku yang diberikan orang tua/wali pada contoh per bulan yang dialokasikan contoh untuk pangan.

Akses informasi pangan dan gizi adalah lamanya atau durasi waktu (jam) contoh dalam mengakses informasi mengenai pangan dan gizi termasuk pesan-pesan PUGS melalui media cetak, media elektronik, tenaga medis dan paramedis, kader, keluarga, dan lain-lain selain materi kuliah.

Mata kuliah bidang pangan dan gizi adalah mata kuliah yang mempelajari ilmu tentang pangan dan gizi.

Jumlah mata kuliah bidang pangan dan gizi adalah banyaknya mata kuliah bidang pangan dan gizi yang telah dipelajari contoh dan telah mendapatkan nilai mutu.

IPK mata kuliah bidang pangan dan gizi adalah nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) yang didapat dari total nilai mutu mata kuliah bidang pangan dan gizi dibagi dengan total sks mata kuliah bidang pangan dan gizi.

Pendidikan nonformal adalah lamanya keikutsertaan contoh terhadap organisasi dan seminar/pelatihan bidang pangan dan gizi yang diukur dalam satuan jam.

Pengetahuan tentang pesan-pesan PUGS adalah kemampuan contoh dalam menjawab pertanyaan yang diberikan dalam kuesioner tentang pesan- pesan PUGS yang diukur dengan total skor dari jawaban pertanyaan mengenai pengetahuan tentang pesan-pesan PUGS dalam kuesioner. Sikap tentang pesan-pesan PUGS adalah sikap contoh terhadap pernyataan

yang diberikan melalui kuesioner tentang pesan-pesan PUGS, sikap ini diukur dengan pemberian skor pada jawaban terhadap pernyataan yang terdapat dalam kuesioner.

Praktek tentang pesan-pesan PUGS adalah penerapan contoh tentang pesan- pesan PUGS dalam kehidupannya sehari-hari yang diukur dengan pemberian skor pada pernyataan yang diberikan mengenai praktek tentang pesan-pesan PUGS melalui kuesioner.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait