Penelitian mengenai tingkat stres pada anak usia sekolah dasar ini menggunakan desain cross sectional study, yakni penelitian dilaksanakan pada satu waktu tertentu. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive, yaitu dengan pertimbangan bahwa sekolah merupakan sekolah dasar swasta favorit yang memiliki jadwal yang padat dan jumlah anak yang memiliki aktivitas di luar sekolah cukup tinggi, sehingga terpilih SD Bina Insani Bogor. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan April hingga Agustus 2008.
Contoh dan Cara Penarikan Contoh
Contoh dalam penelitian ini adalah anak kelas 5 sekolah dasar (SD), dengan pertimbangan anak memiliki waktu yang lebih banyak untuk melakukan kegiatan di luar sekolah (les/kursus/bimbingan/klub olahraga). Kriteria anak sibuk dalam penelitian ini berbeda dengan kriteria Sunarti et al. (2006). Jika dalam Sunarti et al. (2006) kriteria anak sibuk didasarkan pada jumlah kegiatan di luar sekolah (anak sibuk adalah anak memiliki ≥ 4 macam kegiatan di luar sekolah dalam satu minggu), maka dalam penelitian ini, kriteria anak sibuk didasarkan pada alokasi waktu untuk kegiatan di luar sekolah.
Jumlah siswa kelas 5 SD Bina Insani adalah sebanyak 119 anak. Pada tahap awal pemilihan contoh, dilakukan proses penyaringan siswa melalui penyebaran kuisioner tentang jumlah dan alokasi waktu aktivitas di luar sekolah yang dilakukan dalam satu minggu. Dari proses penyaringan tersebut, ternyata hanya 99 siswa yang mengisi kuisioner dengan benar dan lengkap. Selanjutnya 99 siswa tersebut diurutkan berdasarkan alokasi waktu kegiatan di luar sekolah yang dilakukan.
Contoh anak sibuk dipilih berdasarkan urutan 30 teratas untuk alokasi waktu kegiatan di luar sekolah sedangkan contoh anak tidak sibuk dipilih berdasarkan urutan 30 terendah. Dari data tersebut, diperoleh kriteria anak sibuk adalah anak yang memiliki alokasi waktu aktivitas di luar sekolah ≥ 7 jam setiap minggu dan anak tidak sibuk adalah anak yang memiliki alokasi waktu aktivitas di luar sekolah ≤ 3 jam setiap minggu. Total contoh dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 anak (Gambar 2).
59
Gambar 2 Metode penarikan contoh.
Jenis dan Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data karakteristik anak (umur saat masuk SD dan jenis kelamin anak), karakteristik keluarga (besar keluarga, usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan orangtua), persepsi anak dan ibu terhadap aktivitas di luar sekolah dan harapan orangtua, aktivitas dan alokasi waktu kegiatan di luar sekolah anak, serta tingkat stres pada anak. Data primer tersebut diperoleh melalui record oleh anak dan wawancara. Data sekunder dalam penelitian ini mencakup gambaran umum lokasi penelitian. Data sekunder diperoleh dari keterangan pihak sekolah dan buku komunikasi SD Bina Insani.
Pengolahan dan Analisis Data
Data yang telah diperoleh kemudian diolah melalui proses pengecekan, coding, dan scoring. Pada mulanya data dari kuisioner ditransfer ke dalam microsoft exel, selanjutnya dianalisis menggunakan SPSS 13.0 for windows. Analisis data yang dilakukan meliputi statistika deskriptif (modus, mean, minimum, maksimum) dan inferensia (uji beda, korelasi, dan regresi).
Sekolah dasar di Bogor
Anak sibuk = 30 anak (purposive) ( aktivitas di luar sekolah ≥ 7
jam perminggu )
Anak tidak sibuk = 30 anak (purposive) ( aktivitas di luar sekolah ≤ 3
jam perminggu) SD Bina Insani
(purposive)
Jumlah anak kelas 5 = 119 anak
Anak yang mengisi quisioner dengan benar = 99 anak
60
Karakteristik anak yang diamati dalam penelitian ini adalah jenis kelamin dan umur anak saat masuk sekolah dasar (SD). Jenis kelamin dibedakan menjadi laki-laki dan perempuan, sedangkan umur saat masuk SD diukur berdasarkan umur anak (diketahui dari tanggal lahirnya) per Juli 2003 (tahun ajaran baru saat anak masuk kelas 1 SD). Data karakteristik keluarga mencangkup besar keluarga, usia (usia saat ini dan usia saat anak pertama lahir), pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan orangtua.
Data alokasi waktu anak diperoleh berdasarkan pencatatan (record) aktivitas oleh anak selama satu minggu (7x24 jam). Alokasi waktu anak yang diperoleh kemudian dibedakan menjadi 7 jenis aktivitas, yaitu aktivitas pribadi, waktu antara, sekolah, tidur, leisure, belajar di rumah, dan aktivitas di luar sekolah anak (les/kursus/bimbingan/klub olahraga).
Aktivitas pribadi meliputi aktivitas makan, beribadah, mandi, dan sebagainya. Waktu antara adalah waktu yang digunakan anak untuk melakukan perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain, termasuk perjalanan dari dan ke tempat kursus/les/bimbingan/klub olahraga. Aktivitas sekolah adalah kegiatan yang dilakukan oleh anak selama berada di sekolah sejak mulai masuk hingga pulang sekolah. Aktivitas tidur dalam penelitian ini dibedakan menjadi tidur siang dan tidur malam.
Aktivitas leisure mencakup kegiatan anak yang dilakukan pada saat luang. Dalam penelitian ini, aktivitas leisure dibedakan menjadi bermain, olahraga, menonton televisi, bersantai, melakukan hobi, dan jalan-jalan. Aktivitas belajar anak merupakan kegiatan belajar di rumah yang dilakukan anak seperti membaca buku pelajaran, mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah), mencari literature di internet/media lain, dan mengerjakan tugas kelompok. Aktivitas anak di luar sekolah merupakan kegiatan les/kursus/bimbingan/klub olahraga yang dilakukan oleh anak.
Data mengenai aktivitas di luar sekolah anak meliputi jenis dan jumlah aktivitas anak dalam satu minggu serta inisiator kegiatan anak. Jenis kegiatan adalah banyaknya macam kegiatan di luar sekolah yang dilakukan dalam satu minggu, sedangkan jumlah kegiatan merupakan banyaknya frekuensi kegiatan yang dilakukan dalam satu minggu. Inisiator kegiatan adalah orang yang mengusulkan diadakannya aktivitas di luar sekolah. Inisiator kegiatan dalam penelitian ini dibedakan menjadi 5 yaitu: anak; orangtua; anggota keluarga lain (kakak, saudara); anak dan orangtua; serta orangtua dan anggota keluarga lain
.
61
Alokasi waktu kegiatan yang telah diperoleh selama satu minggu kemudian dirata-ratakan dalam satu hari dan dihitung dalam satuan jam, yakni untuk mencari persentase rata-rata alokasi waktu dalam sehari.
Persepsi anak dan ibu terhadap aktivitas di luar sekolah dan harapan orang tua pada anak diukur melalui 15 pertanyaan. Jawaban yang diperoleh dikelompokkan menjadi tidak setuju (skor 1), kurang setuju (skor 2), dan setuju (skor 3) untuk pernyataan positif dan skor yang berlawanan untuk pernyataan yang negatif. Pengkategorian persepsi anak dan ibu dilakukan berdasarkan mean ± standar deviasi. Adapun rumus pengkategoriannya adalah sebagai berikut :
● Rendah adalah kurang dari (mean – standar deviasi)
● Sedang adalah (mean – standar deviasi) hingga (mean + standar deviasi) ● Tinggi/baik adalah lebih besar dari (mean + standar deviasi)
Alat ukur tingkat stres yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari Pratama (2005). Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan subyek penelitian. Dalam Pratama (2005), subyek penelitiannya adalah orang dewasa sedangkan dalam penelitian ini adalah anak-anak. Reliabilitas tingkat stres dalam penelitian Pratama (2005) adalah sebesar 0.8041 dan ketika diadaptasi dalam penelitian ini menjadi 0.8607 (Tabel 1).
Tabel 1 Variabel dan reliabilitasnya
Variabel Reliabilitas (α-cronbah)
1. Tingkat stres (diadaptasi dari Pratama 2005) 0.8607 2. Persepsi anak
Persepsi anak terhadap aktivitas (13 pertanyaan) 0.8075 Persepsi anak terhadap harapan orang tua ( 2 pertanyaan) 0.8466 3. Persepsi ibu
Persepsi ibu terhadap aktivitas anak (11 pertanyaan) 0.7304 Persepsi anak terhadap harapan orang tua (4 pertanyaan) 0.7794
Jawaban tingkat stres dikategorikan menjadi tidak pernah (apabila gejala stres tidak pernah dialami selama 6 bulan terakhir ini), kadang-kadang (apabila dalam 6 bulan terakhir ini gejala stres dialami ≤ 3 kali), dan sering terjadi (apabila dalam 6 bulan terakhir ini gejala stres dialami lebih dari 3 kali). Total skor stres kemudian dibagi dalam 3 kategori berdasarkan mean ± standar deviasi, yakni rendah, sedang, dan tinggi. Tabel 2 menyajikan berbagai variabel yang diteliti serta cara pengkategoriannya.
62
Tabel 2 Variabel dan cara pengkategorian
Variabel Dasar Kategori
Pengkategorian Karakteristik anak
● Usia anak saat masuk SD
1. < 6 tahun 2. ≥ 6 tahun
● Jenis Kelamin 1.Laki-laki
2. Perempuan
Karakteristik Keluarga
● Besar Keluarga Hurlock (1991) 1.Kecil ( ≤ 4 orang) 2. Sedang (5-6 orang)
3. Besar ( ≥ 7 orang)
● Usia orang tua - Usia saat ini
Papalia dan Olds (1981) 1. 18-40 tahun (Dewasa muda) 2. 41-65 tahun (dewasa madya) 3. >65 tahun (dewasa lanjut)
- Usia saat anak pertama lahir 1. Usia 20-30 2. Usia 31-40 3. Usia 41-50
● Pendidikan orangtua 1. SMA 2. Perguruan Tinggi ● Pekerjaan orangtua
(Utama dan tambahan) 1. Tidak bekerja (IRT)
Pekerjaan ayah 2. PNS
Pekerjaan ibu 3. POLRI
4. Swasta
5. Wiraswasta
6. BUMN
●Pendapatan orangtua
(Utama dan tambahan) 1. < Rp 2.5 juta
Pendapatan ayah 2. 2.500.001 – 5 juta
Pendapatan ibu 3. 5.000.001 –7.5 juta
4. 7.500.001 – 10 juta 5. > 10 juta
Alokasi waktu anak
(pribadi, waktu antara, sekolah, tidur, leisure, belajar, dan aktivitas di luar sekolah)
Aktivitas di luar sekolah anak ● jenis aktivitas dalam satu minggu ● jumlah aktivitas dalam satu minggu ● alokasi waktu aktivitas dalam satu
minggu
● Inisiator kegiatan 1. Sendiri
2. Orangtua
3. Anggota Keluarga yang lain (kakak, saudara,dll)
63
Tabel 2 (Lanjutan)
Variabel Dasar Kategori
Pengkategorian
Persepsi anak Mean± Standar Setuju (skor 3)
deviasi Kurang setuju(skor 2)
Tidak setuju (skor 1) ● Persepsi anak terhadap aktivitas Kurang (skor < 32) ● Persepsi anak terhadap harapan Cukup (skor 32-38)
orangtua Baik (skor > 38)
Persepsi orangtua
Setuju (skor 3) Kurang setuju(skor 2) Tidak setuju (skor 1) ● Persepsi terhadap aktivitas anak Mean± Standar Kurang (skor < 31)
● Persepsi terhadap harapan deviasi Cukup (skor 31-37)
orangtua Baik(skor > 37)
Tingkat stres anak Mean± Standar (diadaptasi dari Pratama 2005) deviasi
Tidak pernah (skor 1) Rendah (skor < 29)
Jarang (skor 2) Sedang (skor 29-40)
Sering (skor 3) Tinggi (skor >40)
Sebelum dilakukan pengujian, data yang diperoleh diuji normalitasnya dahulu. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji uji normalitas Shapiro-Wilk yakni disebut normal, jika p > 0.05 (Dahlan 2004). Data mengenai uji normalitas secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 2. Setelah itu, data diuji dengan menggunakan uji deskriptif, beda mean, korelasi, dan regresi.
1. Uji deskriptif digunakan pada seluruh variabel yang diamati untuk melihat sebaran contoh menurut variabel yang diteliti
2. Uji beda yang digunakan adalah uji beda Mann Whitney (untuk data ketegorik) dan uji beda t-test (untuk data numerik). Uji beda dilakukan pada seluruh variabel yang diamati yakni untuk melihat ada tidaknya perbedaan pada masing-masing variabel di kedua kelompok contoh (anak sibuk dan tidak sibuk).
3. Uji korelasi Chi-Square dan Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel yang diteliti, menggunakan SPSS 13.0
4. Uji regresi linear berganda, untuk melihat pengaruh karakteristik anak; karakteristik keluarga, persepsi ibu dan anak; serta aktivitas dan alokasi waktu anak terhadap tingkat stres anak.
Y = B0 + B1x1+ B2x2+ B3x3+ B4x4+ B5x5+ B6x6+ B7x7 Y = Tingkat stres
64
B0 = Constant X1= Jenis kelamin
X2 = Umur anak saat masuk SD
X3 = Alokasi waktu kegiatan di luar sekolah X4 = Alokasi waktu menonton TV
X5 = Usia ibu saat anak pertama lahir X6 = Pendapatan utama ayah
X7 = Total persepsi anak