• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross sectional study

yaitu studi potong lintang dengan pengamatan terhadap paparan dan outcome

yang dilakukan dalam satu periode waktu yang bersamaan.Penelitian ini mengkaji hubungan antara konsumsi jajanan, higiene dan sanitasi dengan morbiditas dan status gizianak sekolah dasar di SD Negeri Serua 3 Tangerang Selatan dan SD Negeri Parakan 1 Tangerang Selatan.Pemilihan lokasi sekolah dasar dilakukan berdasarkan kriteria lokasi dan jajanan di sekitar sekolah sebagai pertimbangan kemudahan dalam melakukan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2012.

Jumlah dan Cara Penarikan Contoh

Populasi dalam penelitian ini diperoleh setelah dilakukan pemilihan sekolah dasar di wilayah Tangerang Selatan. Pemilihan sekolah dasar dilakukan berdasarkan kriteria letak dan kondisi sosial ekonomi rata-rata keluarga siswa yaitu rendah dan tinggi. Sekolah dasar yang terpilih adalah SD Negeri Serua 3 Tangerang Selatan dan SD Negeri Parakan 1 Tangerang Selatan. Contoh dari penelitian adalah anak sekolah dasar kelas 5. Pemilihan siswa kelas 5 disengaja dengan pertimbangan siswa telah mampu menerima arahan untuk pengisian kuesioner. Penarikan contoh dilakukan dengan perhitungan jumlah contoh minimal menggunakan rumus Lemeshow (1997) sebagai berikut:

1 1 1 1.96 0.5 0.5 480 0.1 480 1 1.96 0.5 0.5 n = 80 orang Keterangan:

n = jumlah contoh minimal yang diperlukan N = populasi

z2α = derajat kepercayaan (0.05 pada tabel z=1.96)

p = proporsi (jika belum ada ditetapkan maksimal 0.5) d = presisi (limit error 10%)

Berdasarkan perhitungan maka dapat diketahui jumlah minimal contoh untuk digunakan dalam penelitian adalah 80 orang dengan antisipasi drop outsehingga contoh yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 88 orang yang terdiri dari 44siswa laki-laki dan 44 siswa perempuan yang dipilih berdasarkan undian.

Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder.Data primer yang dikumpulkan meliputi karakteristik siswa, antropometri siswa, kebiasaan jajan dan morbiditas siswa. Data sekunder yang dikumpulkan berupa informasi yang berkaitan dengan sekolah. Jenis dan cara pengumpulan data dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3 Jenis dan cara pengumpulan data

No. Variabel Jenis Data Cara mengumpulkan data

1. Karakteristik siswa • Kelas • Usia • Jenis kelamin • Pengetahuan gizi dan Keamanan pangan

Data primer Kuesioner

2. Antropometri siswa • Berat badan • Tinggi badan

Data primer Pengukuran antropometri 3. Kebiasaan jajan

• Jenis jajanan • Frekuensi jajan

Data primer Kuesioner dengan food recall selama hari sekolah 4. Morbiditas siswa Data primer Kuesioner dengan pencatatan 5. Keadaan umum

sekolah Data sekunder

Data-data yang dimiliki oleh instansi pendidikan tersebut Karakteristik siswa SD meliputi kelas, usia, jenis kelamin, pengetahuan gizi dan keamanan pangan. Data pengetahuan gizi dan keamanan pangan diperoleh melalui kuesioner dengan bentuk pilihan benar dan salah. Pertanyaan mengenai pengetahuan gizi sebanyak 10 pertanyaan dan pertanyaan mengenai keamanan pangan sebanyak 20 pertanyaan. Data status gizi siswa SD dapat diperoleh melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Berat badan ditimbang dengan menggunakan timbangan injak merk Camry dengan kapasitas 120 kg dan ketelitian 0.1 kg, sedangkan pengukuran tinggi badan menggunakan Microtoise merk Design dengan kapasitas 200 cm dan ketelitian 0.1 cm. Data kebiasaan jajan siswa SD meliputi jenis jajanan dan frekuensi jajan. Data kebiasaan jajan dapat diperoleh melalui kuesioner dengan food recall 2x24

jam yang meliputi jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi dalam Ukuran Rumah Tangga (URT) atau dalam satuan gram. Tingkat pengetahuan keamanan pangan diukur pada penjaja makanan dalam bentuk menjawab 25 pertanyaan mengenai faktor fisik, faktor kimia dan faktor mikrobiologis dalam makanan. Pengetahuan diukur dengan sejumlah pertanyaan dengan pilihan jawaban ya dan tidak. Jumlah penjaja makanan pada kedua sekolah sebanyak 14 orang. Data morbiditas diperoleh dengan menanyakan frekuensi sakit, lama sakit dan jenis penyakit/infeksi selama 2 bulan terakhir sebelum penelitian. Jenis penyakit yang diamati yaitu penyakit infeksi meliputi flu, batuk, diare dan demam.

Pengolahan dan Analisis Data

Proses pengolahan data meliputi editing, coding, entry dan analisis.Proses editing adalah pemeriksaan seluruh kuesioner setelah data terkumpul.Coding adalah pemberian angka atau kode yang telah disepakati terhadap jawaban pertanyaan dalam kuesioner, sehingga memudahkan saat memasukan data ke komputer.Entry adalah memasukan data jawaban sesuai kode yang telah ditentukan untuk masing-masing variabel sehingga menjadi suatu data dasar.Cleaning adalah melakukan pengecekan terhadap isian data yang diluar pilihan jawaban atau isian data yang diluar kewajaran.

Data yang diperoleh dengan metode cross sectional kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis dalam bentuk deskriptif meliputi persentase dan rata-rata serta menggunakan statistik inferensia yang meliputi uji

independent sample t-test, uji korelasi Pearson, dan uji korelasi Spearmen yang menggunakan program Microsoft Excell 2010, WHO Antrho plus for Children2005 dan SPSS 16.0 for windows. Jenis variabel, kategori dan sumber pengolahan data dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4 Jenis variabel, kategori dan sumber pengolahan data

No. Variabel Kategori Sumber

1. Karakteristik contoh Kelas

Umur

Jenis kelamin 1. Laki-laki

2. Perempuan 2. Pengetahuan gizi dan

keamanan pangan

1. Kurang (<60% jawaban benar)

2. Sedang (60-80% jawaban benar

3. Baik (>80% jawaban benar)

Khomsan 2000

Tabel 4 Jenis variabel, kategori dan sumber pengolahan data (Lanjutan)

No Variabel Kategori Sumber

4. Kebiasaan jajan 1. Jenis jajanan 2. Jumlah jajanan 3. Frekuensi jajan 4. Alasan jajan

Suhardjo 1989

5. Asupan energi dan zat gizi Tingkat kecukupan energi dan protein

1. Defisit berat (<70% AKG) 2. Defisit sedang (70-79% AKG) 3. Defisit ringan (80-89% AKG) 4. Normal (90-119% AKG) 5. Kelebihan (≥120% AKG)

Hardinsyah

et al 2002

6. Status gizi (IMT/U) 1. Sangat kurus (z<-3 SD) 2. Kurus (-3 SD < z < -2 SD) 3. Normal (-2 SD < z < +1 SD) 4. Gemuk +1 SD < z < +2 SD) 5. Obese (z > +2 SD) WHO 2007 7. Morbiditas

Frekuensi sakit (dalam 2 bulan terakhir) 1. Tidak sakit 2. 1 kali 3. 2 kali 4. 3 kali 5. 4 kali 8. Lama sakit (dalam 2 bulan

terakhir) 1. 0 hari 2. 1-4 hari 3. 5-8 hari 4. >8 hari Sugiyono 2009 9. Jenis Penyakit 10. Skor morbiditas 1. Rendah (<6) 2. Sedang (7-12) 3. Tinggi ( >13) Sugiyono 2009

Analisis statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran mengenai karakteristik siswa SD yang meliputi kelas, umur, jenis kelamin dan pengetahuan gizi dan keamanan pangan. Analisis statistik inferensia digunakan untuk menjelaskan dan membandingkan faktor-faktor resiko dan penyebab kejadian dengan pengujian hipotesis. Analisis statistik inferensia menggunakan uji independent sample t-test, uji korelasi Pearson, dan uji korelasi Spearmen. Uji beda variabel antar kelompok contoh menggunakan uji independent sample t- test. Uji korelasi PearsondanSpearman digunakan untuk melihat hubungan karakteristik siswa dengan konsumsi jajanan dan kebiasaan jajan (frekuensi jajan dan jumlah jenis jajanan per hari), hubungan konsumsi jajanan, higiene dan sanitasi dengan morbiditas dan status gizi anak.

Tingkat Asupan

Data konsumsi makanan dapat diperoleh melalui metode food recall 2x24 jam yaitu pada hari sekolah yang meliputi jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi dalam Ukuran Rumah Tangga (URT) atau dalam satuan gram kemudian dikonversi dengan merujuk pada Daftar Konsumsi Bahan Makanan. Adapun rumus umum yang digunakan untuk mengetahui kandungan zat gizi makanan yang dikonsumsi adalah:

KGij = (Bj/100) x Gij x (BDDj/100) Keterangan :

KGij = Kandungan zat gizi i dalam bahan makanan j Bj = Berat makanan j yang dikonsumsi

Gij = Kandungan zat gizi i dari bahan makanan j.

BDDj = Persen (%) bahan makanan j yang dapat dimakan.

(Sumber : Hardinsyah & Briawan 1994)

Setelah mengetahui kandungan gizi, maka tingkat kecukupan zat gizi yang diperoleh dengan cara membandingkan jumlah konsumsi zat gizi tersebut dengan kecukupannya dapat mengunakan rumus sebagai berikut:

TKG = (K/AKG) x 100% Keterangan:

TKG = Tingkat kecukupan zat gizi K = Konsumsi zat gizi

AKG = Kecukupan zat gizi yang dianjurkan

(Sumber: Hardinsyah & Briawan 1994)

Tingkat kecukupan zat gizi contoh diperhitungkan berdasarkan berat badan aktual dibandingkan berat badan ideal kemudian hasil perhitungan dalam persentase. Menurut Hardinsyah et al (2002), perhitungan tingkat kecukupan zat gizi dengan status gizi contoh dapat menghasilkan nilai persentase yang dikategorikan menjadi 5 kategori. Kategori tersebut meliputi defisit berat (<70% AKG), defisit sedang (70-79% AKG), defisit ringan (80-89% AKG), normal (90- 119% AKG) dan kelebihan (> 120% AKG).

Status Gizi

Status gizi contoh yang diperoleh dapat melalui pengukuran berat badan (BB) dan tinggi badan (TB). Berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) digunakan untuk mengetahui Indeks Masa Tubuh (IMT) setiap siswa berdasarkan IMT/U. Kategori untuk IMT/U menurut WHO (2007) sebagai berikut:

1. Sangat kurus (z < -3 SD) 2. Kurus (-3 SD < z < -2 SD) 3. Normal (-2 SD < z < +1 SD) 4. Gemuk (+1 SD < z < +2 SD) 5. Obese (z > +2 SD) Morbiditas

Data morbiditas yang diperoleh menggunakan teknik wawancara secara langsung pada contoh dengan bantuan kuesioner. Wawancara tersebut meliputi frekuensi sakit, lama sakit dan jenis penyakit/infeksi yang diderita contoh selama dua bulan terakhir sebelum dilakukannya penelitian. Frekuensi sakit dikategorikan menjadi satu kali, dua kali, tiga kali dan empat kali sempat mengalami penyakit/infeksi. Lama sakit dikategorikan menjadi 1-4 hari, 5-8 hari dan lebih dari 8 hari. Menurut Sugiyono (2009), skor morbiditas dikategorikan menjadi rendah (<6), sedang (7-12) dan tinggi (> 13) dengan cara mengalikan lama sakit contoh dengan frekuensi sakit yang diderita oleh contoh.

Definisi Operasional

Contoh adalah siswa kelas 5 SD yang digunakan sebagai contoh penelitian di SD Negeri Serua 3 Tangerang Selatan dan SD Negeri Parakan 1 Tangerang Selatan.

Frekuensi jajan adalah frekuensi siswa yang membeli jajanan pada hari sekolah dan jajan diluar kantin sekolah.

Jajanan yang mengandung bahan tambahan pangan (BTP)adalah jenis

jajanan yang mengandung bahan tambahan pangan yang tidak diperbolehkan penggunaannya dalam makanan.

Karakteristik keluarga adalah kondisi keluarga yang mencakup pekerjaan dan pendidikan orang tua siswa.

Karakteristik siswa adalah data-data siswa yang meliputi kelas, usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang berhubungan dengan pengetahuan gizi, keamanan pangan, dan kebiasaan jajan siswa.

Kebiasaan jajan adalah cara siswa dalam memilih dan mengkonsumsi makanan

jajanan yang meliputi jenis jajanan, jumlah jajanan, frekuensi jajan dan alasan membeli jajanan diluar kantin sekolah.

Makanan jajajan adalah semua jenis makanan dan minuman yang dibeli dan siap untuk dikonsumsi atau terlebih dahulu dilakukan pengolahan oleh penjual makanan.Makanan jajajan dikelompokkan menjadi empat golongan yaitu makanan utama (sepinggan), makanan camilan (panganan) dan minuman.

Pengetahuan siswa tentang gizi dan keamanan pangan adalah hal-hal yang diketahui oleh siswa mengenai gizi dan makanan jajanan yang diukur dari skor/nilai jawaban pertanyaan.Tingkat pengetahuan gizi dan keamanan pangan dihitung dalam presentase serta dikategorikan menjadi baik, sedang dan kurang.

Pengetahuan penjaja makanan adalah hal-hal yang diketahui oleh para penjaja makanan di sekitar lingkungan sekolah mengenai makanan jajanan yang sehat dan menjaga higiene serta sanitasi jajanannya.

Status gizi adalah keadaan fisik siswa yang diukur dengan antropometri dan indeks IMT/U berdasarkan WHO (2007).

Status morbiditas adalah keadaan kesehatan siswa yang digunakan sebagai contoh yang dinilai dari frekuensi sakit dan lama sakit yang pernah dialami contoh selama dua bulan sebelum penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait