• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study yang dilakukan di SMA Negeri 1 Kota Bogor. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober 2010.

Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bogor. Hal ini dengan pertimbangan bahwa siswi kelas X merupakan siswi-siswi yang baru masuk dan masih beradaptasi dengan sekolah dan teman-temannya, sedangkan sisiwi kelas XII tidak diambil sebagai subjek penelitian dengan pertimbangan bahwa mereka harus mempersiapkan berbagai ujian sebagai syarat lulus. Contoh dipilih secara

purposive sampling dengan kriteria: (a) remaja putri, (b) Berusia 15 – 18 tahun, (c) tidak dalam keadan sakit, (d) memiliki status gizi normal (-2 SD ≤ Z ≤+1 SD) dan kurus (-3 SD ≤ Z < -2 SD) berdasarkan hasil pengukuran Indeks Massa Tubuh terhadap umur (IMT/U), (e) bersedia untuk dijadikan sebagai sampel dalam penelitian.

Penarikan contoh dilakukan pada kelas yang memiliki jam pelajaran Bimbingan Konseling (BK). Kelas yang memiliki jam pelajaran BK dikumpulkan di ruangan BK untuk dilakukan seleksi. Setelah berkumpul di ruang BK, dilakukan pengukuran terhadap berat badan dan tinggi badan terlebih dahulu. Siswi yang memenuhi kriteria hasil IMT/U (-2 SD≤Z≤+1SD) dan (-3SD≤ Z<-2SD) diminta untuk tetap berada di ruangan BK untuk dilakukan wawancara dan pengukuran selanjutnya yaitu lingkar pinggang dan pinggul. Setelah mencapai jumlah yang diinginkan oleh peneliti, pengambilan contoh dihentikan.

Pada penelitian ini contoh yang diteliti berjumlah 80 orang, terdiri dari 40 siswi dengan status gizi normal (-2 SD≤ Z≤+1SD) dan 40 siswi dengan status gizi kurus(-3SD≤ Z<-2SD). Jumlah tersebut didapatkan dari asumsi tingkat kepercayaan 95%, proporsi populasi remaja putri yang kurus dalah 28%, dan presisi 10%. Jumlah contoh pada penelitian ini didapatkan melalui rumus Lemeshow et al. (1997), yaitu sebagai berikut :

n = Z2 1-α/2P(1-P) /d2

= (1.96)2 X 0.28(1-0.28) / (0.1)2 n = 77.4 ~ 77

Keterangan : n = jumlah minimal contoh yang harus diambil Z = nilai pada distribusi normal standar (1.96) α = selang kepercayaan (0.05)

p = prevalensi perempuan gizi kurus (28%) d = ketepatan absolut (0.1)

Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara secara langsung kepada contoh yang dilakukan menggunakan kuesioner oleh peneliti.

Data primer meliputi karakteristik keluarga (besar keluarga, pekerjaan orangtua, pendidikan orangtua, penghasilan orangtua), karakteristik contoh (umur, besar uang saku, pengeluaran perbulan, berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang dan pinggul). Data praktik hidup sehat (makanan sehat, tidak merokok, olahraga teratur, konsumsi suplemen, kebersihan diri), status gizi, dan persepsi tubuh ideal.

Data katarkeristik keluarga (besar keluarga, pekerjaan orangtua, pendidikan orangtua, penghasilan orangtua), dan data karakteristik contoh yaitu nama, alamat, usia, uang saku dan alokasi uang saku untuk makanan dan minuman diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner.

Data tentang praktik hidup sehat (kebersihan diri, tidak merokok, olahraga teratur, suplemen, makanan sehat) diperoleh dengan melakukan wawancara langsung menggunakan kuesioner. Praktik hidup sehat dianalisis dengan 28 pertanyaan. Pertanyaan kebersihan diri meliputi (mencuci tangan sebelum makan, mencuci tangan setelah buang air besar, mencuci tangan dengan sabun, mandi dua kali/hari, memakai sabun pembersih untuk daerah kewanitaan, mengganti pakaian dalam tiga kali/hari, mengganti pembalut tiga kali/hari, menggosok gigi dua kali/hari, keramas tiga kali/seminggu. Tidak merokok (apakah pernah merokok, apakah masih merokok atau sudah berhenti merokok, jika berhenti karena apa, apa dampak dari merokok, rata-rata rokok yang dihisap perhari). Suplemen (frekuensi konsumsi suplemen perminggu, jenis suplemen yang dikonsumsi, alasan mengkonsumsi suplemen). Makanan sehat sesuai dengan anjuran kelompok umur 16-18 tahun pada anak remaja putri berdasarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) tahun 2005 yang terdiri dari nasi, sayuran, buah, tempe, daging, ditambah minum susu dan sarapan pagi), serta contoh diminta untuk menyebutkan makanan dan minuman yang baik dan tidak

baik dikonsumsi untuk tubuh ideal. Olahraga teratur (kebiasaan olahraga, berapa lama olahraga, jenis olahraga yang bagus untuk tubuh ideal).

Data status gizi meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang dan pinggul diperoleh dengan melakukan pengukuran langsung terhadap contoh. Alat yang digunakan untuk pengukuran tinggi badan adalah microtoise (ketelitian 0,1 cm), alat untuk pengukuran berat badan adalah timbangan injak. Pengukuran rasio lingkar pinggang dan pinggul (LPA/LPU) pada contoh menggunakan meteran. Pengukuran LPA/LPU dilakukan dengan cara lingkar pinggang diukur pada bagian teramping dari tubuh dan lingkar pinggul diukur pada bagian yang paling menonjol pada pinggul.

Persepsi tubuh ideal dianalisis dengan 11 pertanyaan (memilih sesuai dengan gambar) yang meliputi: pengertian tubuh ideal, tubuh paling ideal, tubuh kurus, tubuh gemuk, tubuh paling menarik bagi diri sendiri, tubuh paling menarik bagi lawan jenis, tubuh sehat, tubuh kurang sehat, tubuh yang diharapkan keluarga, tubuh yang diharapkan teman, tubuh yang diharapkan diri sendiri, dan upaya pencapaian tubuh ideal. Pertanyaan tersebut kemudian dideskripsikan satu persatu sesuai dengan jawaban contoh. Data persepsi tubuh diperoleh dengan melakukan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner.

Gambar 2 Penilaian persepsi tubuh metode Figure Rating Scale (FRS) Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pihak sekolah yang memuat data tentang gambaran umum sekolah. Data sekunder digunakan sebagai data pendukung.

Pengolahan dan Analisis Data

Data yang telah dikumpulkan selama penelitian dientry menggunakan program komputer Microsoft Office Excel dan SPSS 16 for Windows. Proses pengolahan data dimulai dari editing, coding, cleaning, entry, dan analisis data. Masing-masing peubah yang diteliti diberi kategori. Perbedaan antar variabel

dianalisis dengan uji beda t (Independent t-Test), hubungan antar variable dianalisis dengan uji Pearson.

Karakteristik contoh dikategorikan sesuai dengan umur contoh. Uang saku contoh dibagi menjadi uang transportasi, uang untuk makanan, uang untuk minuman, uang untuk obat-obatan, untuk pendidikan (buku, fotokopi, alat tulis), biaya pulsa, hiburan, perawatan pribadi (perlengkapan mandi, kosmetik), lainnya. Karakteristik contoh dianalisis secara deskriptif.

Data uang saku dikategorikan menggunakan metode Slamet (1993) yaitu terdiri dari rendah, sedang, dan tinggi yang diperoleh dari rumus : IK = NT – NR Keterangan: ∑ Kategori

IK = interval kelas NT = nilai tertinggi NR = nilai terendah

Data uang saku perbulan contoh dikategorikan menjadi 3 yaitu terdiri dari rendah (240000-659999), sedang (660000-107999), tinggi (108000-1500000), dan begitu juga sebaliknya uang saku perhari contoh yang juga dikategorikan menjadi 3 yang terdiri dari rendah (6000-50000), sedang (8000-22000), dan tinggi (22000-36000).

Data tentang persepsi tubuh ideal contoh dianalisis dengan 12 pertanyaan, pertanyaan tersebut kemudian dideskripsikan satu persatu sesuai dengan jawaban contoh. Data berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang dan pinggul digunakan untuk menghitung status gizi contoh. Pengukuran status gizi dilakukan dengan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Nilai IMT/U contoh diperoleh dengan menggunakan software anthroplus dari WHO 2007 yang kemudian dikategorikan berdasarkan nilai z-skor. Kategori status gizi berdasarkan anthroplus WHO (2007), yaitu kurus -3SD≤ Z<-2SD, normal -2SD ≤Z≤ +1SD. Rasio lingkar pinggang dan lingkar pinggul (LPA/LPU) didapatkan dari lingkar pinggang dibagi lingkar pinggul. Rasio lingkar pinggang dan pinggul (LPA/LPU) <0.85 menandakan tidak adanya resiko tinggi terhadap penyakit metabolik (WHO 1999).

Data karakteristik keluarga contoh dikelompokkan menjadi beberapa variabel dan dianalisis secara deskriptif. Besar keluarga contoh dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu keluarga kecil dengan jumlah anggota ≤4 orang, keluarga sedang dengan jumlah anggota 5-6 orang, keluarga besar jumlah anggota ≥7 orang (Hurlock 1980). Pendidikan orangtua contoh dikategorikan

berdasarkan sebaran contoh yaitu (1) tidak sekolah, (2) tidak tamat SD/sederajat, (3) tamat SD/sederajat, (4) tamat SLTP/sederajat, (5) tamat SLTA/sederajat, (6) PT yang dianalisis secara deskriptif. Penghasilan keluarga perbulan contoh dikelompokkan dalam empat kategori : (a) ≤Rp.1.500.000, (b) Rp.1.500.000– Rp.3.000.000, (c) Rp.3.000.000-Rp.5.000.000, (d) >5.000.000. Pekerjaan orangtua dikelompokkan menjadi tujuh kategori, yaitu (1) tidak bekerja atau IRT, (2) PNS, (3) TNI/Polri, (4) pegawai swasta, (5) wiraswasta, (6) petani/buruh tani, (7) lainnya.

Hasil uji t-Test antara karakteristik contoh (umur, uang saku perbulan, pengeluaran perbulan) dan karakteristik keluarga contoh (besar keluarga, penghasilan orangtua, pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, pendidikan ayah, pendidikan ibu) menunjukkan tidak adanya hubungan yaitu p>0.05.

Data praktik hidup sehat (kebersihan diri, tidak merokok, olahraga teratur, suplemen, makanan sehat) diolah sesuai dengan masing-masing jawaban contoh. Jawaban dari pertanyaan terbuka dianalisis secara deskriptif, sedangkan pertanyaan tertutup dinilai sesuai dengan skor. Tindakan sangat positif diberi skor 3 (jawaban selalu), tindakan positif diberi skor 2 (jawaban sering), tindakan kurang positif diberi skor 1 (jawaban kadang-kadang), dan tindakan salah diberi skor 0 (jawaban tidak pernah). Total nilai praktik hidup sehat contoh dikategorikan menjadi tiga yaitu (1) praktik kurang jika skor <60% dari total jawaban yang benar, (2) praktik cukup apabila skor 60%-80% dari total jawaban yang benar, serta (3) praktik baik apabila skor >80% dari total jawaban yang benar (Khomsan 2000).

Data persepsi tubuh ideal dengan metode FRS diolah berdasarkan nilai median, kemudian dideskripsikan satu persatu sesuai dengan jawaban contoh. Persepsi contoh terhadap tubuh ideal, dibagi menjadi dua, yaitu persepsi tubuh ideal positif dan persepsi tubuh ideal negatif. Persepsi tubuh positif, jika hasil dari perhitungan IMT/U sama dengan hasil persepsi contoh terhadap tubuh ideal. Persepsi tubuh ideal negatif, jika hasil perhitungan antara IMT/U tidak sama dengan hasil persepsi contoh terhadap tubuh ideal.

Definisi Operasional

Usia adalah individu yang berusia 15-18 tahun yaitu siswa kelas 1-3 SMA.

Uang Saku adalah total uang yang diterima contoh setiap bulan.

Alokasi Uang Saku Perbulan adalah total pengeluaran contoh yang digunakan untuk membeli makanan dan minuman dalam sebulan terakhir.

Pekerjaan orangtua adalah jenis mata pencarian utama ayah dan ibu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Pendidikan orang tua adalah tingkat pendidikan formal terakhir yang ditempuh ayah dan ibu contoh.

Penghasilan orang tua adalah penghasilan rata-rata perbulan ayah dan ibu contoh.

Besar keluarga adalah jumlah orang yang tinggal bersama dalam satu rumah dan makan dari sumber penghasilan yang sama.

Suplemen adalah produk yang digunakan untuk melengkapi makanan dan minuman yang mengandung satu atau lebih vitamin, mineral untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Praktik Makanan sehat adalah mengkonsumsi makanan sehat sesuai dengan pedoman umum gizi seimbang (PUGS) yang terdiri dari KH, protein hewani, protein nabati, sayuran, buahan, susu.

Praktik merokok adalah contoh menghisap rokok karena dapat menimbulkan dampak negative terhadap kesehatan.

Praktik kebersihandiri adalah mengetahui melakukan dan menjaga kebersihan pada diri sendiri seperti mandi dua kali sehari, mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar, menggosok gigi dua kali sehari, dan lain-lain.

Praktik olah raga adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjaga kesehatan secara rutin kurang lebih 30 menit dalam sehari.

Persepsi tubuh adalah pendapat contoh mengenai tubuhnya apakah persepsi positif (persepsi contoh sama dengan status gizi saat ini) atau persepsi negatif (persepsi contoh dengan status gizi saat ini berbeda).

Status Gizi adalah keadaan gizi contoh yang diperhitungkan dengan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) dengan kategori kurus -3 SD ≤ Z< -2 SD, normal -2 SD ≤Z≤ + 1 SD (WHO 2007).

Rasio lingkar pinggang dan pinggul (LPA/LPU) adalah hasil dari lingkar pinggang dibagi dengan lingkar pinggul, nilai LPA/LPU <0.85 menandakan tidak adanya risiko tinggi terhadap penyakit metabolik (WHO 1999).

Dokumen terkait